Tampilkan postingan dengan label Saham DYAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham DYAN. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Saham BMRI dan DYAN oleh Phillip Capital | 16 Juni 2023


Phillip Capital

16 Juni 2023

Technical Recommendations

BMRI

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 5125
Target Price 1 : 5325
Target Price 2 : 5475
Stop Loss : 4910

DYAN

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 128
Target Price 1 : 136
Target Price 2 : 143
Stop Loss : 120
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham AMAR, DYAN, EMTK dan TCPI oleh Kiwoom Sekuritas Indonesia | 6 Oktober 2022


Kiwoom Sekuritas Indonesia 

6 Oktober 2022
Rizky Khaerunnisa

PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)

Rekomendasi: trading buy
Entry buy: Rp 266 - Rp 270
Target price: Rp 282 - Rp 286
Support: Rp 262 - Rp 266
Cutloss: Rp 260

PT Dyandra Media International Tbk (DYAN)

Rekomendasi: trading buy
Entry buy: Rp 90 - Rp 93
Target price: Rp 97 - Rp 105
Support: Rp 87 - Rp 93
Cutloss: Rp 86.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Rekomendasi: trading buy
Entry buy: Rp 1.590 - Rp 1.625
Target price: Rp 1.670 - Rp 1.700
Support: Rp 1.575 - Rp 1.590
Cutloss: Rp 1.570.

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

Rekomendasi: buy on break / trading buy
Entry buy: Rp 9.150 - Rp 9.350
Target price: Rp 9.575 - Rp 9.725
Support: Rp 9.075 - Rp 9.150
Cutloss: Rp 9.050.   
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PENDAPATAN DYAN TURUN MENJADI Rp23,92 MILIAR HINGGA MARET 2021


Pendapatan PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) turun menjadi Rp23,92 miliar hingga periode 31 Maret 2021 dari pendapatan Rp123,25 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp1,30 miliar dari laba bruto Rp44,62 miliar tahun sebelumnya.

Beban operasional tercatat Rp43,71 miliar turun dari beban operasional Rp70,56 miliar dan rugi operasional diderita Rp42,41 miliar naik dari rugi operasional Rp25,94 miliar.

Beban Lain-lain neto naik menjadi Rp4,24 miliar dari Rp952,6 juta membuat rugi sebelum pajak naik menjadi Rp46,65 miliar dari rugi sebelum pajak Rp26,89 miliar.

Rugi tahun berjalan tercatat sebesar Rp46,30 miliar naik dari rugi Rp27,84 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 mencapai Rp1,00 triliun turun dari total aset Rp1,04 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

Dyandra Media (DYAN) catatkan total pendapatan sebesar Rp 284,2 miliar di tahun 2020


PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) pada Senin (31/5) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dipimpin oleh Komisaris Dyandra Stefanus Lo dan dilaksanakan di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta. 

Dalam RUPSLB tersebut disampaikan, kinerja laporan Dyandra sepanjang 2020 mencatat total pendapatan sebesar Rp 284,2 miliar. Jumlah tersebut tercatat menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 980 miliar. Hal ini disebabkan karena pandemi Covid-19 yang menghantam seluruh sektor industri, terutama industri Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE). 

G Maryamto Sunu selaku Direktur Utama PT. Dyandra Media International menjelaskan bahwa seluruh Komisaris, Direksi dan Manajemen perseroan berharap pandemi Covid-19 ini tidak menghalangi seluruh bisnis unit untuk terus berkarya dan berkomitmen untuk tetap memajukan industri MICE di Indonesia. 

“Dyandra siap untuk melakukan perubahan bisnis model, mengembangkan strategi korporasi melalui diversifikasi bisnis dan juga mengelola perusahaan dengan Good Corporate Governance (GCG) yang baik sehingga dapat meningkatkan nilai investasi pemegang saham jangka panjang,” jelas dia dalam keterangan resminya, Senin (31/5). 

Adapun, ia juga menjelaskan di tahun ini DYAN tengah menyusun beberapa strategi jangka pendek diantaranya yakni Perseroan akan melakukan ekspansi bisnis ke sektor kesehatan, melalui unit bisnis Dyandra, yaitu PT Graha Multi Utama melakukan investasi di PT Stellar Medika Indonesia, yang bergerak dibidang impor, distribusi perlengkapan medis serta penyedia layanan perawatan rumah untuk uji diagnostik, termasuk pengadaan peralatan untuk Rapid Antigen Test dan PCR (Polymerase Chain Reaction) Test. 

Ia mengatakan, Stellar Medika juga telah menyediakan pengambilan sampel test Covid-19 dengan metode layanan Home Care dan juga menyediakan layanan PCR drive-thru.

Selain itu, Perseroan melalui anak usahanya yaitu PT Dyandra Promosindo (DP) yang bergerak di bidang jasa pameran dan promosi, pada 15 Februari 2021 lalu juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Kampoeng Kopi Banaran di Bawen, Semarang. 

Maryamto bilang, melalui Perseroan baru dengan nama PT Dyandra Banaran Nusantara (DBN), Dyandra akan mengelola 40 hektar taman agrowisata yang meliputi resort hotel, restaurant (Banaran Sky View, Resto Banaran 9 & Barbeque Camp), ballroom, outdoor area meliputi camping area, outbond area serta jogging track, banaran mart dan pelayanan spa. 

“Hal ini sejalan dengan pengembangan bisnis Dyandra ke industri tourism leisure, yaitu sebagai pengelola kebun binatang Faunaland di Ancol dan juga mengelola 4 Kebun Raya yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Eka Karya Bali,” tambahnya. 

Strategi selanjutnya yakni event unggulan Dyandra, IIMS Hybrid 2021 yang berhasil diselenggarakan pada 15 – 25 April 2021 di JIExpo yang menjadi penyelenggaraan Event & MICE pertama berjalan di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, hal itu merupakan peluang untuk Dyandra dalam mengaplikasikan transformasi bisnis melalui digitalisasi dengan menyelenggarakan event hibrida yang merupakan perpaduan antara pertemuan virtual dan fisik.

Selain itu, ia bilang melalui semua bisnis unit DYAN terus menganalisis diversifikasi bisnis yang baru di era new normal ini serya merubah tantangan menjadi peluang bisnis sebagai salah satu strategi korporasi yang berkelanjutan. 

Adapun melalui PT Samudra Dyan Praga (supporting event business) juga turut melakukan diversifikasi bisnis ke bidang CME (Civil Mechanical & Electrical) yaitu melalui pengadaan proyek infrastruktur telekomunikasi baik untuk kabel fiber optik maupun kabel udara. 

“Perseroan tetap memastikan efisiensi di setiap lini bisnis dijalankan dengan memastikan OPEX Perseroan terkendali dengan baik dan juga merestrukturisasi struktur organisasi sebagai upaya penyehatan perseroan,” tutupnya. 

Sumber: KONTAN

Analisa Saham APLN, DILD, DYAN dan PTSN

Analisa Saham APLN, DILD, DYAN dan PTSN


APLN
Menguji support MA5, berpotensi melanjutkan penguatan jika berhasil dipertahankan.
Rekomendasi: Buy on support 240, TP 270, stop loss <234 .="" daily="" dari="" hold="" jika="" membeli="" p="" rekomendasi="" sebelumnya.="" sudah="" technical="">
DILD
Melanjutkan penguatan setelah breakout dari resistance pada 420.
Rekomendasi: Buy 420 s/d 428, TP 450, stop loss <400 .="" p="">
DYAN
Membentuk support baru pada 137, tren secara keseluruhan masih menguat.
Rekomendasi: Buy on support 137 s/d 140, TP 150, stop loss <130 .="" p="">
PTSN
Terkoreksi masih di dalam jalur uptrend-nya dengan support tengah pada 550 dan support trend line pada 500.
Rekomendasi: Buy range 515 s/d 550, TP 650 s/d 700, stop loss <500 .="" p="">
Panin Sekuritas

DYAN | Target Pendapatan Dyandra Tembus di atas Rp 1 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sesaknya bisnis event organizer bukan berarti bisnis ini tidak lagi gurih dan semarak. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) masih melihat adanya potensi pertumbuhan di sektor ini.

Emiten saham event organizer terbesar di Indonesia itu menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 6%. Dengan realisasi pendapatan tahun lalu sebesar Rp 1,03 triliun, DYAN mengincar pendapatan sekitar Rp 1,09 triliun hingga akhir tahun nanti.

Tapi, itu target konservatif. Pertumbuhan emiten saham yang masih terafiliasi dengan KONTAN ini bisa lebih besar lagi. Sebab, emiten ini memiliki sejumlah event yang akan diselenggarakan tahun ini. "Kami sudah pasti akan menyelenggarakan lebih dari 10 event unggulan," ujar Maryamto Sunu, Sekretaris Perusahaan DYAN, Senin (8/7).

Salah satu acara yang sudah terselenggara adalah International Motor Show (IMS) di Kemayoran, Jakarta. Perhelatan ini mampu mencatat rekor transaksi hingga lebih dari Rp 5 triliun.

Masih akan ada sejumlah acara besar yang bakal dihelat DYAN. Pada semester II tahun ini, misalnya, perusahaan itu menyiapkan beberapa event Jakarta Wedding Festival (26-28 Juli 2019). DYAN juga menyiapkan Bandung Craft Furniture Festival (2-4 Agustus 2019). Adapun acara lainnya adalah Festivaland di 10 kota lalu The 43rd Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2019 pada September mendatang, serta beberapa perhelatan lain.

Ekspansi luar negeri

Presiden Direktur DYAN Adrian Herlambang menyatakan, melalui entitas anak usaha, PT Samudra Dyan Praga, perusahaan ini juga tengah menyiapkan keikutsertaan Indonesia di acara internasional. Salah satunya Dubai Expo 2020 di Uni Emirat Arab. Selain bertujuan mengangkat Indonesia di mata dunia, Ini juga merupakan salah satu rencana bisnis jangka menengah kami untuk kembali go international yang akan segera direalisasikan tahun depan, ujarnya.

Pandu Pribadi, analis BCA Sekuritas, menilai, absennya DYAN pada penyelenggaraan event pertemuan Bank Dunia dan Asian Games memang mengurangi pemasukan DYAN. Tapi, dia melihat, kekurangan itu bisa dikompensasikan oleh event lain. "Yang paling fresh, DYAN mulai menyasar penyelenggaraan event bertema kopi dan kesehatan," tulis Pandu dalam riset 26 Juni lalu.

Pandu melihat, manuver DYAN untuk mengikuti tren pasar belanja online dan milenial merupakan hal positif. Contohnya, konser John Mayer yang tarif tiketnya sekitar Rp 2,7 juta per orang. Belum lagi tren budaya K-Pop yang bakal mendorong event bertema Korea. "Tapi, risiko terbesar DYAN adalah ketidakcocokan antara proyeksi pemasukan event dengan pengeluaran event yang ada di pipeline perusahaan," tulis Pandu.

Pada penutupan bursa, Senin (8/7), harga DYAN turun 0,71% menjadi Rp 139 per saham.

Saham DYAN | PENDAPATAN DYANDRA HINGGA MARET 2019 CAPAI Rp128,88 MILIAR



IQPlus, (03/05) - PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) meraup pendapatan sebesar Rp128,88 miliar hingga tiga bulan pertama tahun ini namun jumlah pendapatan tersebut lebih kecil ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp171,11 miliar.

Namun demikian, menurut laporan keuangan perseroan Jumat, penurunan tajam beban pokok pendapatan menjadi Rp86,48 miliar dari beban pokok Rp129,85 miliar tahun sebelumnya berhasil membuat laba bruto meningkat menjadi Rp42,39 miliar dari laba bruto Rp41,26 miliar tahun sebelumnya.

Beban operasional tercatat naik menjadi Rp53,02 miliar dari Rp48,45 miliar membuat rugi operasi meningkat menjadi Rp10,62 miliar dari rugi operasi tahun sebelumnya yang Rp7,18 miliar.

Beban lain-lain neto menyusut menjadi Rp1,06 miliar dibandingkan beban lain-lain tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,15 miliar sehingga rugi sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp11,68 miliar dibandingkan rugi sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp15,34 miliar.

Dan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk ikut turun menjadi Rp9,90 miliar dari catatan rugi tahun berjalan tahun sebelumnya yang mencapai Rp12,53 miliar. 

Perusahaan ini mencatat penurunan total aset hingga periode 31 Maret 2019 menjadi Rp1,19 triliun dibandingkan total aset yang tercatat hingga periode 31 Desember 2018 yang sebesar Rp1,23 triliun. (end)

Saham DYAN | LEWAT ENTITAS ANAK, DYANDRA MASUK BISNIS PENGELOLAAN KEBUN BINATANG


IQPlus, (05/04) - Manajemen PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) melaporkan bahwa PT Dyandra Global Edutaiment (DGE) yang merupakan entitas anak dari PT Dyandra Promosindo (DP) pada 5 April 2019 telah melakukan pembelian saham di dalam PT Eco Partners Indonesia (EPI).

Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, saham yang dibeli milik Bapak Gunalen sebanyak 1.500 saham atau setara 15% saham dalam EPI dengan harga Rp7,5 juta per lembar atau total transaksi mencapai Rp11,25 miliar dan telah dibayar lunas oleh DGE.

Transaksi tersebut dilakukan dihadapakn Lilly Fitriyani SH, notaris di Kabupaten Tangerang. Transaksi ini juga bukan merupakan transaksi afiliasi.

Pembelian saham ini bertujuan untuk investasi dan pengembangan usaha perseroan di bidang pengelolaan kebun binatang dimana EPI merupakan perusahaan yang melakukan penyertaan di dalam PT Fauna Land Ancol (FLA). (end)

Sumber : IQPLUS

Analisa Saham ASII, DYAN, PTBA dan TLKM

Analisa Saham ASII

ASII berhasil mempertahankan support 7000. Pada perdagangan kemarin melanjutkan penguatan menembus MA20 maka penguatan akan berlanjut lagi sepekan ini.
Rekomendasi: buy 7250 s/d 7300, TP 7500 s/d 7700, stop loss <7000 .="" p="">

Analisa Saham DYAN

DYAN memulai trend menguat dengan breakout dari resistance 91.
Rekomendasi: buy 93 s/d 95, TP 100 s/d 110, stop loss <90 .="" p="">

Analisa Saham PTBA

PTBA berpotensi melanjutkan penguatannya setelah breakout dari resistance downtrend dan membentuk golden cross MA5 dan MA20.
Rekomendasi: buy 4100 s/d 4200, TP 4330 s/d 4500, stop loss <4000 .="" p="">

Analisa Saham TLKM

TLKM menguji 3930 sebagai support baru. Jika berhasil dipertahankan maka akan menuju 4000 kembali.
Rekomendasi: buy 3890 s/d 3930, TP 4000 s/d 4050, stop loss <3700 .="" p="">

by Panin Sekuritas


Saham DYAN | PENDAPATAN DYANDRA INTERNASIONAL TEMBUS Rp1 TRILIUN

Dyandra Media Internasional Logo

IQPlus, (29/03) - Pendapatan PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) tembus Rp1 triliun yakni tepatnya Rp1,03 triliun hingga periode 31 Desember 2018 naik dibandingkan pendapatan Rp861,19 miliar tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, laba bruto juga naik menjadi Rp340,70 miliar dari laba bruto Rp216,77 miliar. Laba operasional diraih sebesar Rp100,70 miliar usai mencatat rugi operasional Rp4,75 mliiar tahun sebelumnya.

Meski penghasilan lain-lain neto turun jadi Rp902,3 juta dibandingkan Rp13,90 miliar tahun sebelumnya namun laba sebelum pajak tercatat naik menjadi Rp101,60 miliar naik tajam dari laba sebelum pajak Rp9,14 miliar tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp76,61 miliar naik dari laba Rp9,17 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp1,23 triliun hingga periode 31 Desember 2018 turun dari total aset Rp1,45 triliun hingga periode yang berakhir 31 Desember 2017. (end)

Sumber: IQPLUS

Analisa Saham BSDE, ISAT, DYAN dan WSKT | 28 Februari 2019

Daily Technical 28 Februari 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Kamis 28 Februari 2019.

IHSG ditutup menurun sebesar 15,26 poin (-0.23%) menuju 6.525,68 pada perdagangan hari Rabu 27 Februari 2019 kemarin. Secara teknikal IHSG kembali menguji level 6.520, dan setelah 7 hari, terlihat sudah berhasil. Namun IHSG sendiri akan membentuk 2 candlestick untuk weekly dan monthly. Pengujian level 6.520 ini bisa berlanjut sampai akhir pekan. Fokus pada emiten yang merilis laporan keuangan dengan performa yang membaik dibanding tahun lalu, ini dapat menjadi sentimen yang secara khusus terjadi pada saham emiten tersebut.

Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.500 s/d 6.565.

BSDE membentuk pola three white soldiers dengan resistance 1400.
Rekomendasi: buy 1350 s/d 1365, TP 1400 s/d 1450, stop loss <1300 .="" p="">
DYAN menguji resistance 91. Volume perdagangan meninggi menunjukkan adanya potensi menguat untuk breakout kembali.
Rekomendasi: buy 89 s/d 91, TP 94 s/d 100, stop loss <86 .="" p="">
ISAT membentuk pola bullish harami dengan posisi harga yang rebound pada support EMA26. Berpotensi menguat kembali selama support ini dipertahankan.
Rekomendasi: buy 3200 s/d 3300, TP 3500 s/d 3605 (swing), stop loss <3090 .="" p="">
WSKT berpotensi menguji resistance pada saat sebelum memasuki downtrend-nya. Resistance ini berada pada 2000 s/d 2020.
Rekomendasi: buy 1900 s/d 1905, TP 2000 s/d 2020, stop loss <1850 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas


Watchlist Saham Aryo Moerdo | 3 September 2018

Watchlist Saham Aryo Moerdo | 3 September 2018


Saham-saham pilihan yang perlu diperhatikan masih sama dengan hari sebelumnya, yakni:
INKP, KREN, POLY, WOOD, ERAA, DYAN, dan BWPT

INKP --> Hold Atau Mulai Cicil Posisi
Harga hari ini bergerak menguat dimana sempat melemah cukup dalam sebelumnya, pergerakkan harga masih sesuai dengan plan awal; berdasarkan pergerakkan harga hari ini, ada potensi harga untuk lebih menguat. Bisa Hold dan bisa mulai nyicil tambah posisi.

KREN --> Hold atau tambah posisi.
Harga hari ini bergerak terbatas, namun masih dalam range buy; oleh karena itu para investors/traders bisa menambah posisi pelan-pelan. Patut diwaspadai juga jika harga menembus EMA50, maka bisa buang posisi.

POLY --> Hold atau mulai cicil untuk koleksi kembali
Harga masih disekitaran support dan mencoba menguat dan memantul dari support. Secara keseluruhan harga masih bergerak terbatas atau sideways namun cenderung naik.

WOOD --> Hold atau bisa cicil untuk tambah koleksi.
Harga bergerak menguat. Diperkirakan harga berpotensi menguat beberapa hari kedepan. Jika menguat terus harga berpotensi mengkonfirmasikan chart pattern cup and handle dengan menembus necklinenya.

ERAA --> Tunggu Tembus Neckline di level 2870 atau speculative untuk nyicil.
Hari ini harga bergerak melemah akan tetapi masih sesuai dengan scenario pergerakkan harga yang kita tunggu pada timeframe 30 menitan (intraday timeframe);  Pada timeframe ini, harga sepertinya sedang membentuk pattern inverted Head and Shoulder; Saat ini bisa koleksi pelan-pelan atau bisa langsung buy ketika harga menembus level neckline disekitaran level 2870.

DYAN --> Tunggu Harga tembus neckline atau resistance level 100
harga saat ini sedang bergerak terbatas atau sideways. Bisa diikuti jika harga menembus level 100 yang juga mengkonfirmasikan level inverted head and shoulder.

BWPT --> Tunggu Harga tembus neckline atau resistance level 240 - 242
harga saat ini sedang bergerak terbatas. Jika harga menguat dan tembus level 240 - 242 maka bisa diikuti karena harga mengkonfirmasikan pattern inverted head and shoulder sebagai pattern pembalikkan trend.

Demikian lah saham-saham yang perlu diperhatikan pada watchlist saya untuk tanggal trading 3 September 2018.

DISCLAIMER ON.
- Ini bukan ajakan beli atau jual, dan juga pompom, melainkan untuk keperluan edukasi dan pendapat pribadi saya.
- Setiap keputusan adalah tanggung jawab trader atau investor
- Perlu diingatkan kembali bahwa trading dan investing memiliki resiko yang cukup tinggi, jadi mohon berhati-hati dan siapkan money management dan trading plan anda sendiri.
- Jika anda ingin masuk ke market, jangan lupa siapkan trading plan anda (dimana level entry dan exitnya) dan juga strategy money managementnya.

Screening 3 September 2018

AALI (B) - Strong Buy
MYOR (B)
SIDO (B) - Strong Buy
PTRO (B) - Strong Buy
KRAS (B) - Strong Buy
EXCL (B)
HMSP (B)
LPPF (B) - Strong Buy
CARS (SB)
KREN (B)
WOOD (B)
JPFA (B)
SMGR (B) - Strong Buy
BBNI (W)
INKP (SB)
PGAS (B)
KLBF (B)
PTPP (SB)
INDY (B)
ITMG (B)
BTPN (W)

Note:
(B) = Buy (Liat-liat kondisi atau nyicil)
(B) - Strong Buy = Buy (Hajar Kanan)
(SB) = Speculative Buy
(W) = Watch and See (If Break, buy)
(!) = Target Pendek

Footer Note:
- Saham ini masih butuh dilihat dan dianalisa lebih lanjut, apakah cocok untuk DayTrade, Weekly Trade, Swing Trade, atau bahkan Invest.
- Saya tidak bertanggung jawab atas hasil trading dari list saham-saham tersebut
- List saham-saham untuk keperluan edukasi dalam melakukan screening harian.
- Disclaimer ON

https://moerdo.com/watchlist-saham/

Analisa Saham ADRO, HOKI dan BUMI | 17 Mei 2018


Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 17 MEI 2018 (DAILY)

1. (HOKI) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 750 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 760 dan 780. Stop Loss jika turun dibawah 720. Range Buy hari ini di 720-740.

2. (ADRO) Hari ini akan uji resisten terdekat di 1850, Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 1900 dan 1980. Stop loss jika turun dibawah 1730. Range Buy hari ini 1800-1840.

3. (BUMI) Hari ini akan uji resisten terdekat di 272. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 278 dan 288. Stop loss jika turun dibawah 260. Range Buy hari ini di 262-268.


TRADING CEPAT (FAST TRADE)

1. (CENT) BUY Jika break 113 Target di 117dan 121. Stop loss jika turun dibawah 86.

2. (DYAN) BUY jika break 84, Target di 88 dan 92, Stop loss jika turun dibawah 79

TETAP PERHATIKAN KONDISI MARKET JUGA YAH
Disclaimer On
STOCK PRENEUR
Semoga pada cuan hari ini:relaxed:

Analisa Saham DYAN, MAPI dan MBSS | 4 April 2018

Berikut rekomendasi teknikal tiga saham dari sejumlah analis, yang bisa jadi pertimbangan pada perdagangan Rabu (4/4).


1. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN)
Akumulasi jual mulai terlihat dengan gagal bertahan di level resistance. Indikator relative strength index (RSI) 61,7% berada di area jenuh beli. Target pelemahan menuju level moving average (MA) 5. Bergerak menuju middle band secara bollonger band.


Rekomendasi : Sell
Support : Rp 104
Resistance : Rp 130
Aditya Perdana Putra, Semesta Indovest Sekuritas

2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
MAPI masih bergerak dalam pola uptrend jangka panjang yang telah terbentuk sejak akhir September 2015. Saat ini, MAPI tengah mencoba melanjutkan penguatannya menuju level tertinggi dalam sejarah listing di level 9.100. Namun. dalam jangka pendek kenaikan terdekatnya ada di resistance 8.200, sementara support di level 7.600. Kenaikan MAPI didukung oleh indikator relative strength index (RSI) yang belum sepenuhnya overbought dilevel 80.

Rekomendasi : Buy
Support : Rp 7.600
Resistance : Rp 8.200
Krishna Setiawan, Lotus Andalan Sekuritas

3. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS)
Indikator stochastic akhirnya memasuki area oversold dan indikator moving average convergence divergence (MACD) juga bergerak menguat. Harga break ke atas indikator moving average (MA) 50 hari diiringi oleh volume yang kuat, di atas rata-rata 1 bulan. Indikator bollinger band juga memberikan gambaran yang bullish dengan bergerak melebar. Namun, walau tren bullish risiko akan adanya pullbacksudah mulai meningkat seiring dengan penguatan tajam yang terjadi pada tiga hari belakangan ini.

Rekomendasi: Speculative buy
Support : Rp 780
Resistance : Rp 840
Parningotan Julio, Yuanta Sekuritas



source:

KONTAN

Berita Saham DYAN | 22 November 2017

PT Dyandra Media International Tbk., menjual aset anak usaha perseroan, PT Dyandra Promosindo (DP), berupa unit kantor di The City Tower lantai 7 Jalan MH.Thamrin No.81 Jakarta Pusat kepada PT Lotus Andalan Sekuritas.

Direktur Dyandra Media International Daswar Marpaung memaparkan harga transaksi penjualan aset termasuk pajak pertambahan nilai (Ppn) sebesar Rp74,71 miliar.

Transaksi tersebut dianggap bukan merupakan transaksi afiliasi dimana pembeli aset yaitu Lotus Andalan Sekuritas tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan perseroan.

Penjualan aset DP ini bertujuan untuk restrukturisasi atas utang-utang perseroan dan entitas anak usaha perseroan.

Menurut Daswar, secara operasional, transaksi itu tidak memiliki dampak operasional yang signifikan terhadap perseroan dan PT Dyandra Promosindo. (end)

IQPLUS