Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BBNI, TBIG, WTON dan MAPI oleh MNC Sekuritas 18 September 2020


MNCS Daily Scope Wave 18 September 2020

Pada perdagangan kemarin (17/9), IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,4% ke level 5,038 sekaligus menutup gap yang ada. Setelahnya, kami memperkirakan pergerakan IHSG berpeluang menguat cenderung terbatas ke area 5,080-5,130, dengan catatan IHSG tidak terlebih dulu terkoreksi di bawah 5,000. Tetap waspadai apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5,000 bahkan 4,753 untuk membentuk wave [v] pada skenario biru ke arah 4,500-4,650.

Support: 5,000, 4,753

Resistance: 5,220, 5,381

BBNI - Buy on Weakness

BBNI kembali terkoreksi 3,1% ke level 4,720 disertai dengan tekanan jual yang relatif besar. Kami memperkirakan saat ini posisi BBNI sedang berada di wave [ii] dari wave C, hal tersebut berarti BBNI akan terkoreksi terlebih dahulu sebelum berbalik menguat. Skenario ini berlaku selama BBNI tidak terkoreksi di bawah 4,420.

Buy on Weakness: 4,500-4,700

Target Price: 5,150, 5,600

Stoploss: below 4,420

TBIG - Buy on Weakness

Terkoreksi tipis pada perdagangan kemarin (17/9), diperkirakan posisi TBIG saat ini sedang membentuk wave (b) dari wave [v] dari wave C. Hal tersebut berarti TBIG masih cenderung terkoreksi terbatas untuk membentuk wave (b), setelahnya TBIG berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,180-1,230

Target Price: 1,310, 1,400

Stoploss: below 1,155

WTON - Buy on Weakness

Kemarin (17/9), WTON terkoreksi tipis 0,8% dan ditutup di 242. Kami memperkirakan posisi WTON saat ini sedang berada di wave 2 dari wave (C), dimana WTON akan terkoreksi dahulu. Setelahnya, apabila sudah mengkonfirmasi terbentuknya wave 2, WTON berpeluang berbalik arah untuk membentuk wave 3.

Buy on Weakness: 230-240

Target Price: 270, 286

Stoploss: below 220

MAPI - Sell on Strength

MAPI kembali terkoreksi cukup agresif sebesar 4,3% ke level 555. Kami memperkirakan MAPI masih akan melanjutkan koreksinya untuk membentuk wave (v) dari wave [c] dari wave B. Adapun koreksi MAPI terdekat kami perkirakan pada area 540 dan idealnya pada area 500.

Sell on Strength: 555-580

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da