Langsung ke konten utama

Kenapa Saham INKP dan TKIM terbang?


Saham dua emiten Grup Sinarmas di bidang pulp and paper melonjak hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (7/12/2020). Dalam enam bulan terakhir, saham kedua emiten Grup Sinarmas melonjak 100 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, saham PT Pabrik Kertas Tjiwi  Kimia Tbk baik 9,30 persen ke level 9.400. Adapun saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. naik 6,04 persen ke posisi 10.100.

Saham berkode TKIM dibuka naik 100 poin ke posisi 8.700 dan bergerak di rentang 8.500 hingga 9.450 sepanjang sesi pertama. Total perdagangan saham TKIM mencapai 28,72 juta lembar dengan nilai transaksi Rp257,58 miliar. 

Dalam enam bulan bulan terakhir, saham TKIM sudah naik 112,67 persen kendati investor asing mencetak net sell Rp865,35 miliar

Senada dengan TKIM, saham INKP juga melonjak di sesi pertama perdagangan hari ini. Saham INKP dibuka menguat 50 poin ke level 9.575 dan bergerak di rentang 9.550 hingga 10.100 sepanjang sesi pertama.

Total perdagangan saham INKP mencapai 24,17 juta lembar dengan nilai transaksi Rp237,47 miliar. Dalam enam bulan terakhir, saham INKP naik 100 persen dengan torehan net buy oleh investor asing sebesar Rp27,66 miliar.

Ditilik dari kinerja keuangan,  Kinerja kedua emiten Grup Sinarmas tersebut terbilang moncer kendati mendapat tekanan seiring pandemi Covid-19 dan tren penurunan harga pulp dunia.

Secara kumulatif, pada semester pertama tahun 2020, permintaan kertas turun 17,1 persen yoy menjadi 31,3 juta ton, dimana pelemahan permintaan tertinggi dari Amerika Utara sebesar 20.9 persen yoy, dan Eropa 19.9 persen yoy. 

Namun, per September 2020, laba TKIM naik 10,35 persen menjadi US$152,4 juta. Padahal, pendapatan perseroan turun 21,40 persen menjadi US$650,2 juta.

Setali tiga uang, laba INKP juga naik 20,75 persen menjadi US$287 juta di saat pendapatan perseroan turun 11,15 persen menjadi US$2,19 miliar.

Sumber: BISNIS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Analisa Saham BGTG | 22 Oktober 2021

Analisa Saham BGTG Saham BGTG pada tanggal 21 Oktober 2021 ditutup melemah pada harga 174, turun -0,57%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 105% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bullish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Downtrend dengan Sideway Kecil Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 183 Jika naik di atas 189 maka berpeluang ke 234 Jika turun di bawah 173 maka berpeluang ke 164 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook