Saham MDKA - PSAB | Merdeka Copper dan J Resources teken proyek joint venture di Pani


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper & Gold Tbk (MDKA) bersama dengan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) telah menandatangani usaha patungan (joint venture) tambang Pani. Penandatanganan ini dilakukan pada 25 November 2019 silam.

Usaha patungan ini sehubungan dengan izin usaha pertambangan (IUP) Pani yang dimiliki MDKA dan Blok Pani yang berada di dalam Kontrak Karya PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), yang merupakan anak usaha dari PSAB.

Pembentukan usaha patungan ini dilatarbelakangi keinginan MDKA dan PSAB untuk mengembangkan proyek secara terpisah masing-masing di IUP Pani dan proyek Pani. Namun, cadangan untuk kedua proyek akan terkena kendala oleh kebutuhan untuk memelihara pit wall di dalam masing-masing area.

Untuk diketahui, IUP Pani dan proyek Pani terletak berdekatan satu sama lain. IUP Pani mengandung sumber daya mineral 89,5 juta ton pada kadar emas 0,82 g/t untuk 2,37 juta ons. Sementara itu, proyek Pani mengandung sumber daya mineral 72,7 juta ton pada tingkat emas 0,98 g/t untuk 2,3 juta ons emas.

Sehingga, cadangan keseluruhan kedua proyek tersebut akan cenderung lebih besar jika digabung menjadi satu proyek, dibandingkan dengan mengembangkan proyek tersebut secara terpisah.

“Menggabungkan kedua proyek diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan sumber daya,” tulis manajemen MDKA dalam keterangan rilis, Senin (6/1).

Lebih lanjut, kedua emiten tambang ini bakal mengumumkan proses lebih lanjut terkait dengan studi kelayakan dan pengembangan proyek ini.

Untuk diketahui, proyek patungan ini tetap bergantung pada penyelesaian beberapa syarat pendahuluan, termasuk persetujuan dari para kreditur PSAB. Namun, diharapkan penyelesaian transaksi dapat selesai pada kuartal I-2020.

Saham UNTR | Tahun ini, United Tractors menargetkan mampu menjual 2.900 unit alat berat


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) memasang target konservatif untuk penjualan alat berat. Investor Relations United Tractors Ari Setiawan mengatakan, tahun ini UNTR menargetkan dapat menjual alat berat sekitar 2.900 unit.

“Target penjualan alat berat tahun 2020 sekitar 2.900 unit,” ujar Ari kepada Kontan.co.id, Selasa (7/1).

Ari melanjutkan, target ini dipasang dengan pertimbangan prospek industri pertambangan khususnya komoditas batubara yang masih stagnan, sama seperti tahun lalu.

Meski demikian, ia memperkirakan penjualan tahun ini sebagian besar masih akan disumbang oleh sektor pertambangan. Jumlahnya diperkirakan tidak jauh beda dengan tahun lalu.

Pada November 2019, entitas Grup Astra ini menjual 109 unit alat berat Komatsu. Angka penjualan ini merupakan yang terendah sejak Januari 2018. Sebelumnya, rekor jumlah penjualan alat terendah dicatatkan pada penjualan Oktober 2019 sebesar 166 unit.

Jika diakumulasikan, penjualan alat berat UNTR, anggota indeks Kompas100 ini, pada periode 11 bulan pertama tahun 2019 mencapai 2.843 unit. Realisasi ini turun 36,8% dibandingkan penjualan periode yang sama tahun 2018 yang mencapai 4.502 unit.

Dari 2.843 unit alat berat yang berhasil terjual, 1.194 unit atau 42% di antaranya dijual ke sektor pertambangan dan 853 unit dijual ke sektor konstruksi. Sebanyak 16% atau 455 unit merupakan penjualan ke sektor kehutanan dan 12% sisanya merupakan penjualan ke sektor agribisnis.

Untuk diketahui, pada awal 2019 emiten penghuni indeks Kompas100 ini optimis dapat menjual 4.000 unit alat berat. Namun, pada Agustus 2019 UNTR merevisi target ini menjadi 3.600 unit.

Pada November 2019, UNTR kembali merevisi target penjualan menjadi 3.200 alat berat. Terakhir, UNTR menargetkan menjual 2.900 unit–3.000 unit alat berat pada tahun 2019.

Selain itu, UNTR juga memangkas target penjualan emas dari tambang Martabe. Jika tahun lalu UNTR menargetkan menjual 400.000 ons emas, maka tahun ini UNTR menargetkan menjual 360.000 ons hingga 370.000 ons emas.

Ari mengatakan, hal ini karena emas yang dikeruk pada tahun ini diambil pada lapisan yang lebih dalam. Biasanya, kandungan (grade) emasnya akan lebih rendah,

“Sehingga sekalipun jumlah material (ore) yang diproses sama/sesuai dengan kapasitas processing plant, maka produksi emasnya akan lebih rendah,” pungkas Ari.

Saham INAF | INAF optimistis tahun ini dapat cetak laba Rp 8,9 miliar


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi pelat merah PT Indofarma Tbk (INAF) telah menyiapkan jurus jitu di 2020 guna membalikkan rugi bersih yang telah tercatat sejak lama.. 

Direktur Keuangan & Human Capital Indofarma Herry Triyatno mengatakan, tahun ini perusahaan optimistis bisa mencetak laba bersih sebesar Rp 8,9 miliar di akhir 2020.  "Meski sampai dengan kuartal III-2019 INAF masih rugi bersih sebesar Rp 34,84 miliar, perusahaan optimistis bisa positif di tahun ini karena secara nature bisnis pendapatan banyak masuk di kuartal IV," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (7/1). 

Herry menjelaskan, di sepanjang tahun ini Indofarma sudah fokus pada perbaikan fundamental infrastruktur bisnis model dan restrukturisasi keuangan yang sudah diselesaikan di Oktober 2019. 

Restrukturisasi yang dimaksud adalah restrukturisasi keuangan terhadap pinjaman Indofarma di Bank Mandiri, BNI dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Adapun sejauh ini telah disepakati untuk perpanjangan tenor sampai 10 tahun dan keringanan suku bunga. 

Selain itu untuk memperbaiki kerugian fundamental, INAF juga mengacu pada lima pilar strategi untuk melakukan perbaikan. Kelima pilar tersebut adalah fokus pada segmen bisnis reguler, diversifikasi portofolio produk, efisiensi serta perbaikan struktur keuangan, perbaikan sumber daya manusia, dan disiplin dalam eksekusi. 

Selain itu, INAF juga memperhitungkan belanja bahan baku berdasarkan proyeksi kebutuhan pasar, untuk menghemat cost of fund sehingga cenderung zero inventory. Adapun strategi efisiensi juga dilakukan dengan  membeli bahan baku sesuai kebutuhan dan bila memungkinkan membeli bersama grup usaha agar secara mendapat harga lebih rendah.

Nah, di 2020 nanti perusahaan farmasi ini bakal fokus pada segmen reguler dan perbaikan sistem penagihan utang. Selain itu perusahaan farmasi ini juga akan memperdalam bisnis alat kesehatannya. 

Indofarma tentunya sudah menyiapkan belanja modal untuk memuluskan rencananya ini. Herry mengungkapkan, INAF menyiapkan belanja modal sebesar Rp 56 miliar  di tahun 2020 untuk bisnis alat kesehatan.

Tidak tanggung-tanggung, Herry memproyeksikan pendapatan dari alat kesehatan bisa mencapai Rp 300 miliar. Jika membandingkan dengan kontribusi alat kesehatan di 2018 yang masih Rp 3,13 miliar tentu pertumbuhannya cukup pesat. 

Target ini sebenarnya juga dibarengi dengan ikhtiar INAF yang melakukan sejumlah kesepakatan kerjasama dengan mitra perusahaan alat kesehatan dari China dan Korea. 

Asal tahu saja, sampai saat ini Indofarma sudah membuat kesepakatan kerjasama dengan mitra perusahaan alat kesehatan dari China sebanyak 8 perusahaan produsen medical diposable atau consumable dan durable medical instrument untuk kategori electromedical.

Sedangkan mitra kerjasama dari Korea  ada lima perusahaan durable medical equipment dan 5 perusahaan produsen consumable/disposable  produk baik secara langsung maupun melalui asosiasi Korea Medical Device Assoisiation (KMD).

Adapun Herry bilang, sampai hari ini fokus kerjasama dengan produsen alat kesehatan sebagai bagian rencana jangka panjang untuk mengembangkan produk maupun produksi alat kesehatan. 

"Selain laba yang ditargetkan Rp 8,9 miliar, Indofarma juga menargetkan pendapatan di 2020 nanti sebesar Rp 1,97 triliun," pungkas Herry. 

Saham ZINC | Kapuas Prima Coal (ZINC) menanti penyelesaian smelter timbal dan seng


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) masih menanti penyelesaian proyek smelter pemurnian timbal di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Manajemen ZINC menargetkan smelter tersebut akan memasuki fase commisioning pada bulan Maret mendatang.

Sebenarnya, target tersebut meleset. Sebab, dalam informasi sebelumnya, ZINC menargetkan proyek smelter pemurnian timbal ini akan masuk tahap commisioning di akhir tahun lalu.

Direktur Keuangan ZINC Hendra William tidak mempermasalahkan mundurnya jadwal commisioning smelter pemurnian timbal perusahaan. Saat ini, beberapa peralatan tambahan termasuk peralatan keselamatan sedang disiapkan untuk mendukung rencana commisioning smelter tersebut.

Jika fase commisioning smelter tersebut berjalan sesuai rencana, maka proses uji coba produksi akan langsung dilakukan hingga kuartal tiga tahun ini. "Setelah itu akan dilakukan proses maintenance sebelum beroperasi komersial secara penuh," imbuh Hendra, Selasa (7/1).

Kelak, smelter ini menjadi smelter pemurnian timbal pertama di Indonesia. Adapun kapasitas produksi smelter tersebut sekitar 20.000 ton bullion per tahun.

Ia menambahkan, hingga Desember 2019 lalu, ZINC sudah menggunakan dana capital expenditure (capex) sebesar US$ 10 juta untuk menggarap smelter pemurnian timbal.

Di samping itu, ZINC juga masih berupaya menyelesaikan proyek smelter seng yang juga berada di Pangkalan Bun. Per September 2019, konstruksi smelter ini sudah terbangun 58%. Pihak ZINC menargetkan di tahun ini perkembangan smelter seng tersebut bisa mencapai di atas 60%--65%.

Adapun target uji coba smelter seng ZINC masih sesuai rencana awal yakni paling lambat 2021 nanti. Smelter ini akan menghasilkan seng sebanyak 30.000 ton ingot per tahun.

Hendra menyebut, capex yang dibutuhkan untuk pengerjaan smelter seng mencapai US$ 30 juta. "Sumber capex sementara masiu menggunakan dana operasional perusahaan dan dana pribadi komitmen pemegang saham pendiri perusahaan," terang dia.

Di luar itu, ZINC tetap berkomitmen meningkatkan produksi ore yang berupa kombinasi timbal, seng, dan perak. Tahun ini perusahaan membidik produksi ore sebanyak 600.000 ton atau lebih tinggi ketimbang target tahun lalu yakni 450.000 ton.

Hendra mengaku, target produksi ore di tahun lalu sudah tercapai. Di sisi lain ia juga memastikan, peningkatan target produksi ore di tahun ini bukan disebabkan keberadaan smelter pemurnian timbal perusahaan yang sebentar lagi selesai.

"Smelter timbal bukan untuk menambah produksi, tapi menambah marjin dari nilai jual terhadap produksi timbal perusahaan," imbuhnya.

Saham TINS | PT TIMAH ANGGARKAN Rp47 MILIAR BERDAYAKAN EKONOMI MASYARAKAT BABEL.


IQPlus, (08/01) - PT Timah Tbk menganggarkan Rp47 miliar untuk menyukseskan empat program unggulan pengembangan dan pemberdayaan perekonomian masyarakat (PPM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan lingkungan operasional perusahaan berplat merah itu.

"Anggaran PPM tahun ini mencapai Rp47 miliar atau meningkat dibandingkan 2019 sebesar Rp31 miliar," kata Kepala Bidang Humas PT Timah Tbk, Anggi Sihaan di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan program PPM ini telah berjalan sejak 2018, sebagai upaya PT Timah Tbk untuk mengintegrasikan aktivitas pertambangan dan masyarakat di sekitar tambang. Pada 2020 ada empat program unggulan PPM diantaranya, pendidikan vokasi melanjutkan program tahun sebelumnya.

Bidang kesehatan masih berfokus pada sanitasi, jamban bersih dan pendekatan kesehatan keluarga dengan dokter masuk desa yang nantinya akan kerja sama dengan PT RSBT dan MCS. Ke depan bukan hanya pelayanan kesehatan tapi dimulai dari penyuluhan tentang hidup sehat terutama di wilayah operasional PT Timah Tbk.

Selanjutnya, bidang pendapatan ril memprioritaskan bantuan bagi kapal nelayan bagi KUB nelayan, mulai dari kapal kole hingga kapal dengan kapasitas 1-5 GT lengkap dengan mesin. Ini sebagai upaya PT Timah memberdayakan masyarakat nelayan.

"Banyak program pemberdayaan untuk masyarakat pesisir, selain potensinya ada, wilayah operasional kami juga ada di laut dan kami ingin memberdayakan masyarakat secara terintegrasi," katanya.

Program PPM terakhir, bidang infrastruktur PPM berupaya mewujudkan kemandirian energi biogas, pembangunan dermaga nelayan dan pembangunan rumah sehat.

"Kami akan menggandeng stakeholder terkait seperti BUMDes dalam pemberdayaan masyarakat. Banyak warga yang masih awam dengan PPM karena mereka hanya tahu charity, padahal PPM ini kami mulai dari hulu hingga hilir sebagai upaya untuk memandirikan ekonomi masyarakat sektor tambang," katanya. (end/ant)

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | AALI, LSIP, SIMP


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (8 Januari, 2020)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust), CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)
IHSG ditutup lebih tinggi +0.4% pada hari Selasa sebagian karena kepercayaan konsumen yang lebih baik dari perkiraan pada bulan Desember (Desember: 126.4 vs ekspektasi: 123.4 vs November: 124.2). Kami memperkirakan fenomena "Januari effect" akan terjadi Januari ini (silakan lihat laporan strategi bulanan Januari kami) karena kami percaya bahwa investor akan menyambut baik pemulihan pendapatan FY20 IHSG. Top picks bulanan kami untuk Januari adalah BBCA, UNVR, INDF, JPFA, MAPI, ITMG, ANTM, dan WIKA. Pada 6 Januari, top picks kami yang sama-sama berbobot menghasilkan akumulasi pengembalian 15.2% (vs penurunan IHSG 2.1%) sejak awal pembentukan top picks bulanan kami pada Agustus 2019. Oleh karena itu, top picks kami mengungguli IHSG sebesar 17.3%.

Indeks AS ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena investor terus mempertimbangkan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor jasa AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada bulan Desember.


Market Indicator
JCI: 6,279.35 (+0.35%)
EIDO: 25.47 (-0.59%)
DJIA: 28,583.68 (-0.42%)
FTSE100: 7,573.85 (-0.62%)
USD/IDR: 13,878 (-0.47%)
10yr GB yield: 7.06% (-3bps)
Oil Price: 63.27 (+0.35%)
Foreign net purchase: IDR72.8bn 

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141) 
TOP BUY: BBRI, PGAS, ADRO, BRPT, SMGR
TOP SELL: BMRI, BBCA, TOWR, LPPF, CPIN

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102) 
BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, ASII


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers 
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Actual   Forecast  Previous
ISM Non-Manufacturing PMI (Dec) US 55.0 54.5 53.9 

*ADRO +5.1%. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membagikan dividen interim tahun buku 2019 sebesar Rp65,48 per lembar saham. Dengan total pembayaran dividen sebesar Rp2,094 triliun.
*EXCL +0.3%.Tahun baru 2020, XL Axiata (EXCL) catat kenaikan trafik data capai 77%.
*DILD +1.3%. PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meningkatkan penjualan pada kuartal IV-2019. Pada triwulan keempat 2019, perusahaan properti ini berhasil menjual inventori lahan yang masuk kategori non-core seluas 40 hektare (ha) senilai Rp 460 miliar.
*PCAR -24.7%. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pola transaksi saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) karena telah terjadi penurunan harga saham yang diluar kebiasaan (UMA).
*GIAA -1.6%. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyatakan batal menerbitkan sukuk senilai US$ 900 juta, yang rencananya digunakan untuk refinancing utang-utang yang dimiliki oleh perseroan. Laporan keuangan yang belum selesai menjadi penyebab utama batalnya aksi korporasi tersebut.
*PGAS -2.3%. Pemerintah mengkaji opsi skema penurunan harga gas bagi industri dengan opsi mengurangi jatah pemerintah sebesar USD2.2 per MMBTU


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 6,279.35 (+0.35%), consolidation, trading range 6,245 – 6,292. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun, sementara itu indikator RSI optimized mulai bergerak naik .Sementara itu pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak turun. Daily support di 6,245 dan daily resistance di 6,292. Cut loss level di 6,240.

*AALI Daily, 13,400 (-0.74%) trading buy, trading range 13,250 – 13,675. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized, indikator RSI optimized masih bergerak turun namun sudah berada di oversold area. Daily support  di 13,250 sementara itu daily resistance 13,675. Cut loss level  di 13,225.

*LSIP Daily, 1,375(+0.36%), trading buy, trading range 1,355 1,410. Indikator MFI optimized  , indikator W%R optimized dan RSI optimized masih cenderung bergerak sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat Daily support  di 1,355 sementara itu daily resistance  di 1,410. Cut loss level  di 1,320.

*SIMP Daily, 422(+1.44%) trading buy, trading range 414 –  428. Indikator MFI optimized sudah berada di oversold area,, sementara itu indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized Mukai bergerak naik  Perkiraan daily support di 414 dan daily resistance di 428.Cut loss level di 410.


Daily write up
Monthly Strategy - January: Expecting “January effect” phenomenon by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust.), CFP, CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id) 

- Harga CPO telah naik 52% sejak September 2019. Kami memperkirakan kenaikan signifikan pada harga CPO tersebut akan dapat meningkatkan konsumsi domestik mengingat sekitar 41% dari area perkebunan kelapa sawit Indonesia dimiliki oleh petani kecil dan inbdustri perkebunan memberikan kontribusi proporsi terbesar untuk pekerjaan di Indonesia dengan pangsa 27.3%.

- PMI manufaktur IHS Markit Indonesia naik menjadi 49.5 pada bulan Desember (dari 48.2 pada bulan November), yang mencerminkan pemulihan moderat dalam produksi, penjualan baru, dan input persediaan. Menurut survei Markit, business confidence pada bulan Desember naik ke level tertinggi dalam enam bulan, sementara aktivitas pembelian tumbuh lagi karena permintaan, terutama dari domestik, membaik pada akhir tahun 2019.

- Sejalan dengan perkiraan kami, IHSG menguat sebesar 4.8% MoM di bulan Desember dengan semua sektor ditutup positif. Bulan Desember juga menandai kembalinya investor asing ke ekuitas Indonesia setelah lima bulan berturut-turut melakukan penjualan bersih, di tengah berlanjutnya penjualan bersih asing terhadap ekuitas di negara-negara tetangga.

- Kami memperkirakan fenomena "efek Januari" akan terjadi di Januari ini karena kami yakin bahwa investor akan menyambut baik pemulihan laba bersih FY20 IHSG. Top picks bulanan kami untuk Januari adalah BBCA, UNVR, INDF, JPFA, MAPI, ITMG, ANTM, dan WIKA.

- Hingga 6 Januari, top picks kami menghasilkan akumulasi return 15.2% (vs penurunan IHSG 2.1%) sejak awal dibentuknya top picks bulanan kami pada Agustus 2019. Oleh karena itu, top picks kami mengungguli IHSG sebesar 17.3%.

(See full report: http://bit.ly/2SZPyM4 )


Flash Focus – Flash Focus – Discourse on industrial land ASP cap, how should we react? by Joshua Michael (joshua.michael@miraeasset.co.id) 

-Kemarin, beberapa media menerbitkan pernyataan Bahlil Lahadalia (Kepala BKPM) tentang batas atas harga lahan industri, yang dia yakini tidak boleh melebihi Rp200.000.

-Ini secara signifikan di bawah harga lahan industri domestik (DMAS dan SSIA) saat ini, yang berkisar antara Rp1,7-2,0 juta (~USD120-140)

-Kami percaya bahwa harga lahan industri domestik saat ini tidak berlebihan dan masih kompetitif dibandingkan dengan Vietnam. Karenanya, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk membatasi harga lahan industri.

-Kami percaya dua katalis utama untuk penjualan lahan industri domestik adalah: 1) stabilitas ekonomi dan 2) peningkatan kemudahan melakukan bisnis dan indeks daya saing global, dalam rangka meningkatkan Penanaman Modal Asing.

-Adapun untuk saat ini, kami menghargai relaksasi fiskal dan implementasi omnibus law yang direncanakan pemerintah.

(See full report: http://bit.ly/39NdpEP )

Rekomendasi Saham IPOT | HMSP, UNVR, ADRO


IHSG (6.250-6.310) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.250 kemudian 6.220 dengan resist di level 6.310 dan 6.340.
HMSP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.350 kemudian 2.430 dengan support di level 2.160, cut loss jika break 2.080.
UNVR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 8.350 dengan resist di level 8.550 dan 8.650.
ADRO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.600 kemudian 1.660 dengan support di level 1.480, cut loss jika break 1.420.
XISC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 718 kemudian 714 dengan resist di level 726 dan 730.
XPSG (Sell) : Target pelemahan harga pada level 453 kemudian 450 dengan resist di level 458 dan 461.
XMTS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 508 kemudian 511 dengan support di level 503, cut loss jika break 500.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9l14

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | HMSP, PTBA, CTRA, TOWR


MNC Daily Scope Wave

8 Januari 2020

Kemarin (7/1), IHSG sempat dibawa ke teritori negatif dan akhirnya ditutup menguat 0,4% ke level 6,279. Saat ini, IHSG kami perkirakan sudah menyentuh level koreksi minimal dari wave iv di level 6,250. Meskipun demikian, IHSG baru terkonfirmasi menyelesaikan wave iv apabila mampu menguat menembus area 6,338. Apabila IHSG belum mampu menembus area tersebut, maka IHSG akan melanjutkan koreksinya ke area 6,200 untuk membentuk target ideal dari wave iv.
Support: 6,230, 6,190
Resistance: 6,300, 6,350

HMSP - Buy on Weakness (2,250)

Kemarin (7/1), HMSP ditutup menguat 4,7% dengan diikuti oleh volume pembelian yang cukup besar. Kami memperkirakan posisi HMSP saat ini sedang berada pada wave [iii], sehingga HMSP masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali.
Buy on Weakness: 2,180-2,240
Target Price: 2,370, 2,500, 2,630
Stoploss: below 2,070

PTBA - Buy on Weakness (2,710)

Kami memperkirakan pergerakan PTBA sedang berada pada wave [c] dari wave Y, sehingga diperkirakan PTBA masih berpotensi untuk menguat dalam jangka pendek.
Buy on Weakness: 2,650-2,700
Target Price: 2,800, 2,850, 2,900
Stoploss: below 2,440

CTRA - Buy on Weakness (1,020)

Saat ini, kami perkirakan pergerakan CTRA sedang berada di wave [ii] dari wave (C), dimana CTRA berpotensi terkoreksi terbatas dalam jangka pendek. Selanjutnya, CTRA akan berbalik arah menguat untuk membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 985-1,005
Target Price: 1,090, 1,150
Stoploss: below 970

TOWR - Sell on Strength (815)

Posisi TOWR saat ini diperkirakan sudah berada pada akhir dari wave (v) dari wave [iii], hal tersebut berarti penguatan TOWR sudah relatif terbatas. Selanjutnya, TOWR berpotensi terkoreksi untuk membentuk wave [iv]. Adapun level koreksi TOWR diperkirakan berada pada area 790 dan 730.
Sell on Strength: 825-850

Disclaimer On

Analisa Saham MEDC | 8 Januari 2020


Saham MEDC pada perdagangan tanggal 7 Januari 2020 ditutup pada harga 900, mengalami pelemahan, yaitu -0,55% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 56% dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan harga terlihat memantul dari garis MA5 dan berpotensi melanjutkan penguatan. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan ke bawah dan baru saja mengalami sinyal jual. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di atas garis 0 dengan kecenderungan sideways.

Rekomendasi :
Buy if break 950
Jika naik di atas 950 maka berpotensi menuju 985
Jika turun di bawah 880 maka berpotensi menuju 830

Disclaimer: ON
www.sahamonline.id

Analisa Saham HMSP | 8 Januari 2020


Saham HMSP pada perdagangan tanggal 7 Januari 2020 ditutup pada harga 2250, mengalami penguatan, yaitu 4,65% dibandingkan hari sebelumnya. Saham ini mengalami breakout yang disertai dengan peningkatan volume yang signifikan, yaitu 215% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan menuju ke overbought. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :
BUY
Berpotensi menuju 2210-2360
Jika turun di bawah 2140 maka berpotensi menuju 2080-2040

Disclaimer: ON

Analisa Saham LPPF | 8 Januari 2020


Saham LPPF pada perdagangan tanggal 8 Januari 2020 ditutup dengan candle doji pada harga 4190, mengalami pelemahan tipis, yaitu -0,23% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 67% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan ke atas dan baru saja mengalami Golden Cross. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di atas garis 0 dengan kecenderungan sideways.

Rekomendasi :
Buy if Break 4260
Jika naik di atas 4260 maka berpotensi menuju 4500
Jika turun di bawah 3950 maka berpotensi menuju 3720

Disclaimer: ON
www.sahamonline.id

Analisa Saham PWON | 8 Januari 2020


Saham PWON pada perdagangan tanggal 7 Januari 2020 ditutup pada harga 545, dengan bentuk candle doji dengan ekor panjang di bawah harga tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 73% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi oversold. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan downtrend berat.

Rekomendasi :
Buy If Break 550, dengan harapan terbentuknya Bullish Reversal Candlestick Pattern.
Jika naik di atas 550 maka berpotensi menuju 580
Jika turun di bawah 535 maka berpotensi downtrend parah sekali.

Disclaimer: ON
www.sahamonline.id

Analisa Saham BBNI | 8 Januari 2020


Saham BBNI pada perdagangan tanggal 7 Januari 2020 ditutup pada harga 7550, mengalami pelemahan, yaitu -0,98% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 144% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan mendekati ke oversold. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di atas garis 0 dengan kecenderungan sideways.

Rekomendasi :
HOLD
Jika turun di bawah 7525 maka berpotensi turun menuju 7425-7325
Jika naik di atas 7700 maka berpotensi menuju 8000
Ada potensi rebound di MA60, tetapi jangan spekulatif.

Disclaimer: ON