Tampilkan postingan dengan label Saham ZINC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham ZINC. Tampilkan semua postingan

Pefindo Tegaskan Peringkat idBBB Untuk PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC)


PEFINDO menegaskan peringkat "idBBB". kepada PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dan Obligasi I Tahun 2018 serta merevisi outlook untuk peringkat Perusahaan menjadi "stabil" dari sebelumnya "positif".

Revisi outlook ini mencerminkan pandangan kami terkait penundaan operasi komersial smelter ZINC. Perusahaan juga tidak dapat meningkatkan pendapatan dari smelter timbal pada tahun 2023, di mana kontribusi pendapatan dari penjualan Pb bullion hanya sebesar 4% dari total pendapatan pada semester I tahun 2023.

Selain itu, penurunan harga Zn telah melemahkan kondisi keuangan Perusahaan dengan posisi debt to EBITDA di 16x dan dana dari operasi (fund from operation atau FFO) yang negatif. Perusahaan berencana melunasi Obligasi I Seri E tahun 2018 senilai Rp23 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Desember 2023 menggunakan dana internal.

Sampai dengan 30 Juni 2023, Perusahaan membukukan kas dan setara kas senilai Rp42,8 miliar rupiah. Peringkat Perusahaan mencerminkan cadangan dan sumber daya mineral ZINC yang memadai, serta kegiatan usaha Perusahaan yang terintegrasi secara vertikal.

Peringkat Perusahaan dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif, kapasitas produksi yang terbatas, dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas.

Peringkat dapat dinaikkan jika ZINC mampu membukukan pendapatan yang signifikan seiring dengan ekspansi bisnis dalam waktu dekat, yang akan menghasilkan arus kas yang signifikan dan memperbaiki leverage keuangan.

Peringkat dapat diturunkan jika profil keuangan Perusahaan memburuk sebagai akibat dari melemahnya pendapatan atau margin keuntungan, atau jika Perusahaan mempunyai hutang yang lebih besar dari yang diperkirakan.

Kami belum memasukkan kemungkinan smelter seng untuk dikonsolidasikan ke dalam proyeksi keuangan Perseroan.

Didirikan pada tahun 2005, ZINC bergerak pada bidang usaha eksplorasi dan produksi atas metal industri: seng (Zn), timbal (Pb), perak (Ag), dan juga bijih besi (Fe). Saat ini ZINC mengoperasikan tiga blok tambang bawah tanah dengan nama Gossan, Karim, dan Ruwai di Lamandau, Kalimantan Tengah.

Terdaftar sebagai perusahaan terbuka pada tahun 2017, pemegang saham ZINC adalah Sim Anthony (14,42%), Kioe Nata (12,33%), Budimulio Utomo (10,15%), PT Sarana Inti Selaras (9,72%), Haroen Soedjatmiko (9,57%), William (9,16%), dan publik (34,59%) per 30 Juni 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) Catat Penjualan Rp151,33 Miliar Hingga Maret 2023


PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC)
mencatat penjualan Rp151,33 miliar hingga periode 31 Maret 2023 turun dari penjualan Rp204,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan turun menjadi Rp111,04 miliar dari Rp132,67 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp40,29 miliar dari laba bruto Rp71,86 miliar.

Beban usaha turun menjadi Rp24,63 miliar dari Rp32,17 miliar membuat laba usaha menjadi Rp15,66 miliar lebih rendah dari laba usaha Rp39,68 miliar tahun sebelumnya.

Beban lain-lain neto naik menjadi Rp20,38 miliar dari Rp10,50 miliar membuat rugi sebelum pajak diderita Rp4,72 miliar dari laba sebelum pajak Rp29,18 miliar tahun sebelumnya.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diderita Rp2,48 miliar usai meraih laba tahun berjalan Rp22,67 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset mencapai Rp2,46 triliun hingga periode 31 Maret 2023 tuurn ari jumlah aset Rp2,47 triliun hingga periode 31 Desember 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Sarana Inti Selaras Tambah Kepemilikan Saham ZINC


PT. Sarana Inti Selaras selaku Pemegang saham PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC) telah menambah kepemilikan sahamnya pada tanggal 12 Januari 2023.

Hendra Susanto William Direktur ZINC dalam keterangan tertulisnya Senin (30/1) menyampaikan bahwa PT. Sarana Inti Selaras telah membeli sebanyak 1.804.260 lembar saham ZINC di harga Rp50 per saham senilai Rp90,2 juta.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Pembelian dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT. Sarana Inti Selaras di ZINC bertambah 2,454 miliar lembar saham setara dengan 9,72% dibandingkan sebelumnya sebanyak 2,452 miliar lembar saham setara dengan 9,71%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) Optimis Mampu Dongkrak Pendapatan Di Tahun 2023


PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten produsen logam dasar di Indonesia, optimis akan mampu mendongkrak pendapatan di tahun 2023.

Optimisme tersebut sejalan dengan upaya Perseroan untuk terus mengejar pengoperasian pabrik smelter konsentrat timbal berkapasitas 40.000 ton yang sedang dibangun, pada akhir tahun ini.

Penyusutan ekonomi global akibat perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan tersebut telah menjadikan tahun 2022 penuh tantangan.

Oleh karena itu, Perseroan akan fokus untuk mengupayakan peningkatan penjualan tahun depan. Selain smelter konsentrat timbal yang sedang dikejar untuk bisa beroperasi akhir tahun ini, ZINC juga sedang membangun pabrik smelter seng berkapasitas 83.000 ton konsentrat seng yang diharapkan bisa beroperasi di tahun 2023.

"Tahun ini banyak variabel di luar kendali kita yang sangat berpengaruh terhadap kinerja Perseroan, seperti kenaikan harga energi, resesi dan penyusutan ekonomi global, serta naiknya laju inflasi.

Untuk itu, kita akan memfokuskan upaya untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi kinerja pada tahun 2023," kata Direktur ZINC, Evelyne Kioe dalam siaran pers (2/12).

Sementara itu, di kuartal III 2022 ini ZINC membukukan laba bersih Rp12,95 miliar, turun 80% dari Rp65,45 miliar pada periode yang sama tahun 2021. Turunnya laba bersih tersebut terjadi karena penjualan Perseroan turun 11% YoY menjadi Rp551,81 miliar dari Rp612,59 miliar pada periode sebelumnya.

Salah satu penyebab turunnya penjualan dan laba bersih Perseroan tersebut adalah harga komoditas yang cenderung turun karena peningkatan suku bunga dari Amerika Serikat.

Selain itu, juga adanya kenaikan biaya yang signifikan akibat harga solar industri yang meningkat 100%. Medan yang berat membutuhkan pasokan BBM yang konsisten dan harga yang melambung tinggi sejak awal tahun telah menggerus kinerja Perseroan secara signifikan. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BIRD, JSMR, ZINC dan ITMG oleh MNC SEKURITAS | 10 Juni 2022



MNCS Daily Scope Wave 
10 Juni 2022



Kemarin (9/6), IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 7,182, IHSG pun sempat menembus level resistance di 7,233. Namun dapat diperhatikan, apabila IHSG belum mampu break kembali level resistance 7,233 dengan volume dan body candle yang besar maka posisi IHSG saat ini sedang berada di wave [b] pada label hitam, sehingga IHSG rawan koreksi untuk menguji 6,870-7,030. Namun, apabila IHSG berhasil menembus resistancenya maka IHSG akan membentuk wave (v) dari wave [a] pada label berwarna merah untuk menguji 7,293-7,332.

Support: 7,056, 6,930

Resistance: 7,233, 7,267


BIRD - Buy on Weakness

Pada perdagangan kemarin (9/6), BIRD ditutup terkoreksi 1,8% ke level 1,610. Kami memperkirakan, posisi BIRD saat ini sedang berada di akhir wave [y] dari wave 4. Hal ini berarti, koreksi BIRD akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 960-985

Target Price: 1,750, 1,960

Stoploss: below 1,530


JSMR - Buy on Weakness

JSMR ditutup menguat 0,5% ke level 3,950 pada perdagangan kemarin (9/6), pergerakan JSMR pun diiringi dengan peningkatan volume perdagangan. Selama tidak terkoreksi ke bawah 3,830 sebagai supportnya, maka posisi JSMR saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave c dari wave (iii) dari wave [c]. Hal ini berarti, JSMR masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 3,870-3,950

Target Price: 4,090, 4,200

Stoploss: below 3,830


ZINC - Buy on Weakness

Kemarin (9/6), ZINC ditutup menguat 2,4% ke level 85, pergerakan ZINC pun sudah berada di atas MA20-nya. Kami perkirakan, selama ZINC tidak terkoreksi kembali ke bawah 80 sebagai supportnya, maka ZINC berpeluang menguat membentuk awal dari wave [iii] dan akan lebih terkonfirmasi bila mampu break resistance di 87.

Buy on Weakness: 82-85

Target Price: 91, 95

Stoploss: below 80


ITMG - Sell on Strength

ITMG ditutup terkoreksi 0,4% di level 35,000. Selama ITMG belum mampu menguat kembali di atas 37,000 sebagai resistancenya, maka posisi ITMG saat ini sedang berada di awal wave 4 yang berarti ITMG masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang area 32,850-34,500. Level koreksi tersebut dapat digunakan sebagai level buyback dalam jangka pendek.

Sell on Strength: 35,350-35,600


Disclaimer On

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

KAPUAS PRIMA COAL RAIH PENJUALAN Rp204,53 MILIAR HINGGA MARET 2022.


[Saham ZINC] PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) meraih penjualan Rp204,53 miliar hingga periode 31 Maret 2022 turun dari penjualan Rp228,40 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp132,67 miliar dari Rp115,12 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp71,86 miliar dari laba kotor Rp113,28 miliar. Laba usaha tercatat sebesar Rp39,69 miliar turun dibandingkan laba usaha Rp82,21 miliar. Laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp29,18 miliar dari laba sebelum beban pajak Rp84,91 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp22,67 miliar dari laba Rp64,96 miliar tahun sebelumnya.

Total liabilitas mencapai Rp1,24 triliun hingga periode 31 Maret 2022 naik dari total liabilitas Rp1,17 triliun hingga periode 31 Desember 2021.

Total aset perseroan mencapai Rp2,15 triliun hingga periode 31 Maret 2022 naik dari total aset Rp2,06 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)



sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham ZINC, BWPT dan TINS | 25 Mei 2022



INVESTASI KONTAN
25 MEI 2022


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 73,36 poin atau 1,07% ke 6.914,14 pada akhir perdagangan Selasa (24/5). Berikut ini rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu(25/5).


1. PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC)

Muncul three white soldier pattern dengan indikator MACD golden cross. Indikator RSI menguat. Namun volume perdagangan ZINC menurun. Indikator stochastic mendekati area jenuh beli. 

Rekomendasi: Trading buy

Support: Rp 79

Resistance: Rp 92

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


2. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)

Kemarin BWPT bergerak menguat terbatas membentuk pola candle doji. Volume transaksi sepi. Pergerakan BWPT downtrend baik jangka menengah maupun pendek. Nampak, sedang mencoba breakout MA20, MA50, dan MA200 di level 80 secara bersama-sama sebagai resistance saat ini untuk mengonfirmasi adanya teknikal rebound. Namun, bila resistance gagal tertembus, ada potensi BWPT bergerak konsolidasi menguji support 70. 

Rekomendasi: Buy on breakout

Support: Rp 70

Resistance: Rp 80

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas


3. PT Timah Tbk (TINS)

Candle terbentuk white crossing yang mengindikasikan penguatan. Namun, penguatan mulai terbatas. Indikator stochastic berada di area overbought. Indikator MACD histogram negatif mengecil. 

Rekomendasi: Sell on strength

Support: Rp 1.845

Resistance: Rp 1.760

Dimas W.P. Pratama - NH Korindo Sekuritas



Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham ZINC, AVIA, CPIN dan INCO oleh MNC SEKURITAS | 18 April 2022



MNCS Daily Scope Wave 
18 April 2022



Menutup perdagangan pekan kemarin (14/4), IHSG bergerak terkoreksi 0,4% ke level 7,235. Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang membentuk bagian dari wave [iv], sehingga IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji level area 7,146-7,210 terlebih dahulu. Apabila IHSG menembus level support di 7,146, maka worst case nya IHSG akan terkoreksi menguji 7,020-7,100. Hal tersebut dimungkinkan terjadi apabila IHSG belum mampu break resistance di 7,355.

Support: 7,148, 7,090

Resistance: 7,355, 7,380


ZINC - Buy on Weakness

Pada perdagangan Kamis (14/4), ZINC ditutup menguat 1,1% ke level 88 diiringi dengan tingginya volume pembelian. Kami memperkirakan, saat ini posisi ZINC sedang berada di akhir wave [y] dari wave B, sehingga koreksi ZINC akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 84-88

Target Price: 95, 100

Stoploss: below 79


AVIA - Buy on Weakness

AVIA ditutup menguat 1,3% ke level 790 pada perdagangan Kamis (14/4). Kami memperkirakan, posisi AVIA saat ini sedang berada di awal wave C dari wave (B), sehingga AVIA berpeluang melanjutkan penguatannya. Wave C sendiri akan terkonfirmasi apabila AVIA mampu break dari resistance di 805.

Buy on Weakness: 760-790

Target Price: 815, 860

Stoploss: below 740


CPIN - Spec Buy

CPIN ditutup terkoreksi cukup agresif,sebesar 4,5% ke level 4,990 pada perdagangan pekan kemarin (14/4). Kami memperkirakan, posisi CPIN saat ini sedang berada di akhir wave iii dari wave (c), sehingga koreksi CPIN akan relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave iv terlebih dahulu.

Spec Buy: 4,940-4,990

Target Price: 5,130, 5,250

Stoploss: below 4,870


INCO - Sell on Strength

INCO menguat cukup signifikan, sebesar 7,4% ke level 7,975 pada perdagangan Kamis (14/4). Kami memperkirakan, posisi INCO saat ini sedang berada di akhir wave [v] dari wave 5. Hal tersebut berarti, penguatan INCO diperkirakan relatif terbatas dan rawan terkoreksi, untuk level koreksi INCO diperkirakan berada pada rentang 7,250-7,675 terlebih dahulu.

Sell on Strength: 8,100-8,250


Disclaimer On

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Harga Komoditas Melesat, Kapuas Prima Coal (ZINC) Optimistis Kinerja Moncer


[Saham ZINC] PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) optimistis kinerja di tahun ini bakal terkerek. Hal tersebut terjadi karena peningkatan harga komoditas yang sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir.

ZINC melihat dengan harga komoditas saat ini, serta peningkatan permintaan untuk komoditas bijih besi, serta logam dasar terutama untuk konsentrat timbal dan seng dari berbagai negara, akan turut mendorong kinerja perusahaan di akhir tahun ini. Alhasil, ZINC pun menargetkan pendapatan di tahun 2022 bisa mencapai Rp 1,2 triliun.

Direktur ZINC Evelyne Kioe mengatakan, pada akhir tahun 2021, pihaknya sudah memproyeksikan kinerja perusahaan di tahun ini akan meningkat.

"Kini akibat dari konflik di Eropa telah mengakibatkan sejumlah harga komoditas meningkat termasuk yang kami tambang. Hal ini memang dapat memberikan potensi kenaikan," kata dia, Senin (21/3).

Evelyne menegaskan, kendati ada peluang tersebut, ZINC akan tetap fokus untuk menjalankan Good Mining Practice dalam mempertahankan kinerja serta mengejar penyelesaian pembangunan smelter. Selain itu, ZINC juga  terus menjalankan program-program keberlanjutan untuk CSR.

Salah satu komoditas ZINC yang ditargetkan dapat memberikan peningkatan kontribusi penjualan di tahun ini yaitu dari bijih besi. Dengan harga bijih besi yang saat ini berada di kisaran US$ 145- Us$ 155 per ton (kadar Fe 62%).

Pada tahun ini, ZINC menargetkan dapat menjual bijih besi sekitar 180.000 ton, dengan target kontribusi pendapatan dari bijih besi dapat mencapai US$ 18 juta hingga US$ 20 juta atau meningkat sekitar 45% dibandingkan kontribusi di tahun sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, ZINC memiliki cadangan mineral bijih besi mencapai 23 juta ton yang belum dieksploitasi. Dengan adanya kenaikan harga dan permintaan yang stabil, perusahaan akan menggencarkan penambangan bijih besi dalam skala besar untuk target penjualan ke pasar domestik.

Selain bijih besi, pada tahun ini ZINC juga akan menggencarkan produksi dan penjualan untuk konsentrat timbal (Pb) dan seng (Zn). Dengan total area eksplorasi ZINC yang mencapai sekitar 1.600 Ha dari total luas area pertambangan perusahaan sebesar 5.569 Ha, ZINC akan terus meningkatkan kapasitas produksi dengan target mencapai sebesar 550.000 ton hingga  642.000 ton ore.

Dari pantauan ZINC, harga komoditas timbal (Pb) dan Perak saat ini cenderung stabil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara untuk komoditas seng (Zn) telah mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan.

Apabila harga komoditas dapat bertahan di kisaran US$ 3.500 per ton, maka dapat memberikan kontribusi berupa tambahan terhadap laba. Namun apabila harga komoditas terus bergerak fluktuatif, dapat memberikan pengaruh terhadap biaya produksi.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

ASHMORE ASSET MANAGEMENT (AMOR) BAGIKAN DIVIDEN TUNAI Rp67,77 MILIAR.



 PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten produsen base metal di Indonesia, menangkap peluang dari kenaikan harga komoditas serta pemulihan ekonomi global.

Hingga September 2021, ZINC mencatatkan penjualan sebesar Rp612,6 Miliar atau meningkat 61,0% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020. Sementara laba bersih ZINC juga melonjak 148,0% mencapai sebesar Rp65,4 Miliar dari Rp26,4 Miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pencapaian ini didorong oleh penjualan bijih besi ZINC yang meningkat sangat signifikan pada Kuartal III-2021 mencapai 676,3% atau sebesar Rp57,5 Miliar, serta pada tahun ini ZINC juga mendapatkan tambahan penjualan dari konsentrat besi sebesar Rp100,1 Miliar.

Direktur ZINC, Evelyne Kioe mengatakan, "Pencapaian kinerja yang positif di kuartal ketiga ini tidak lepas dari tren peningkatan harga komoditas yang masih berlanjut serta didukung oleh upaya kami dalam meningkatkan kapasitas produksi,"tuturnya. (end/as)

sumber : IQPLUS

PEFINDO Tegaskan Peringkat "idBBB" untuk PT Kapuas Prima Coal


PEFINDO menegaskan peringkat "idBBB" kepada PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dan Obligasi I Tahun 2018. Outlook untuk peringkat perusahaan direvisi menjadi "positif" dari sebelumnya "stabil" yang mencerminkan ekspektasi kami bahwa posisi bisnis dan proteksi arus kas ZINC akan membaik sebagai dampak dari ekspansi bisnis yang semakin terintegrasi.

ZINC akan meningkatkan kapasitas seluruh tambangnya untuk memproduksi lebih dari 600 ribu ton ore per tahun dimulai dari tahun 2022 dari produksi saat ini sebesar 450 ribu ton ore per tahun, setelah beroperasinya smelter timbal di semester pertama tahun 2022 (1H2022).

Kapasitas smelter timbal yang mencapai 20 ribu ton bullion per tahun diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar Rp800 miliar di tahun 2022. Dengan tambahan pendapatan sekitar Rp800 miliar dari smelter timbal yang baru, proteksi arus kas perusahaan akan membaik, yang tercermin dari rasio funds from operation terhadap utang sebesar 44% secara rata-rata di tahun 2022-2024, dari posisi pada akhir Juni 2021 sebesar 17%. Untuk membiayai investasi dan modal kerja tersebut, ZINC telah menerima fasilitas pinjaman bank sebesar USD96 juta. ZINC berencana untuk melunasi Obligasi I Tahun 2018 Seri D sebesar Rp18,4 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Desember 2021 menggunakan dana internal. Posisi kas dan setara kas perusahaan per 30 Juni 2021 adalah sebesar Rp924,5 miliar.

Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangannya. Walau demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Peringkat tersebut mencerminkan cadangan dan sumber daya mineral ZINC yang memadai, serta kegiatan usaha Perusahaan yang terintegrasi secara vertikal sesudah beroperasinya smelter timbal dan seng. Peringkat Perusahaan dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif, kapasitas yang cukup kecil dibandingkan dengan pesaing global, dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas.

Peringkat dapat dinaikkan apabila ZINC berhasil melakukan ekspansi usaha dalam waktu dekat, yang akan menghasilkan arus kas yang signifikan, dan berdampak pada leverage finansial Perusahaan membaik. Outlook dapat direvisi menjadi stabil apabila Perusahaan gagal untuk mengoperasikan smelter timbal sesuai jangka waktu yang ditentukan yang akan berdampak pada pendapatan Perusahaan yang stagnan. Peringkat dapat diturunkan apabila EBITDA yang dihasilkan menurun signifikan dan/atau struktur permodalan menjadi lebih agresif secara substansial. Peringkat juga dapat berada dalam tekanan apabila fluktuasi harga seng, timbal, dan perak di pasar global akan memperlemah pendapatan dan profitabilitas secara signifikan. Proyeksi kami tidak memperhitungkan kemungkinan bahwa smelter seng akan dikonsolidasikan di masa mendatang.

Didirikan pada tahun 2005, ZINC bergerak pada bidang usaha eksplorasi dan produksi atas metal industri: seng (Zn), timbal (Pb), perak (Ag), dan juga bijih besi (Fe). Saat ini ZINC mengoperasikan tiga blok tambang bawah tanah dengan nama Gossan, Karim, dan Ruwai di Lamandau, Kalimantan Tengah, dengan estimasi kapasitas produksi raw ore sebesar 550.000 ton per tahun di 2021. Terdaftar sebagai perusahaan terbuka pada tahun 2017, pemegang saham ZINC adalah Sim Anthony (14,42%), PT Sarana Inti Selaras (12,69%), Kioe Nata (12,33%), Budimulio Utomo (10,15%), Haroen Soedjatmiko (9,57%), William (9,16%), dan publik 31,68% per 30 Juni 2021.(end)

Sumber: IQPLUS

KAPUAS PRIMA COAL INCAR PENJUALAN Rp1,2 TRILIUN PADA 2021


PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn) di Indonesia, optimis kinerja Perseroan akan lebih baik di tahun 2021.

Seiring dengan strategi ZINC meningkatkan kapasitas penambangan dan produksi, pada tahun ini Perseroan membidik penjualan mencapai Rp 1,2 Triliun. Sebelumnya, Perseroan telah menetapkan target kapasitas produksi dapat meningkat 20-30% di tahun 2021.

Harjanto Widjaja selaku Direktur Utama ZINC mengungkapkan, dengan adanya peningkatan harga komoditas sejak akhir tahun 2020 turut mendorong peningkatan permintaan konsentrat timbal dan seng dari berbagai negara.

"Untuk menangkap peluang dari kenaikan harga komoditas, kami akan meningkatkan kapasitas produksi Perseroan dari 496.745 ton di tahun 2020 menjadi 564.000 ton di tahun 2021. Dari target tersebut, diharapkan produksi konsentrat seng mencapai 46.000 ton, konsentrat timbal 17.500 ton, dan produksi bijih besi bisa mencapai 300.000 ton di tahun ini."

Perseroan secara bertahap telah mulai meningkatkan kapasitas produksi sejak Kuartal IV-2020 terutama untuk produksi bijih besi dalam skala besar. Selain itu, Perseroan tengah mempersiapkan penyelesaian proses pembangunan smelter timbal yang berada di Kotawaringin, Kalimantan Tengah.

Smelter tersebut direncanakan akan memasuki tahap commissioning pada Kuartal III-2021, dan menjadi smelter pemurnian timbal pertama di Indonesia dengan hasil produksi mencapai 20.000 metal timbal per tahun. Diharapkan dengan langkah tersebut, dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kinerja Perseroan ke depan.

Sementara itu, selama tahun 2020 Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 608,1 Miliar, dan laba kotor sebesar Rp 161,7 Miliar. Sedangkan realisasi total produksi Perseroan selama tahun 2020 mencapai 496.745 ton, dimana dari jumlah tersebut produksi konsentrat timbal sebesar 39.974 ton, dan konsentrat timbal sebesar 12.658 ton.

Sebagai informasi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ZINC yang diselenggarakan telah disetujui untuk penggunaan laba bersih Perseroan tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 29,1 Miliar.

"Untuk laba bersih tahun buku 2020, akan ditempatkan sepenuhnya sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan di tahun 2021 ini,"tutup Harjanto. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PENJUALAN BIJIH BESI ZINC NAIK 377,30% DI TAHUN 2020

 


PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn) di Indonesia, mencatatkan kinerja yang baik ditengah pandemi Covid-19 selama tahun 2020.

Per Desember 2020, Perseroan berhasil mencetak peningkatan penjualan untuk komoditas bijih besi mencapai 377,30% atau sebesar Rp 7,41 Miliar, dibandingkan pada tahun 2019 hanya sebesar Rp 1,55 Miliar. Sementara penjualan komoditas Seng Perseroan tercatat sebesar Rp304,94 Miliar, komoditas Timbal sebesar Rp 127,00 Miliar, dan Perak sebesar Rp 168,75 Miliar.

Harjanto Widjaja selaku Direktur Utama ZINC mengungkapkan "Kami melihat adanya peluang yang positif dari peningkatan harga komoditas di penghujung tahun 2020, terutama harga bijih besi. Oleh karenanya Perseroan pun mulai menggerakan armada alat berat dan memulai kembali penambangan skala besar bijih besinya di kuartal 4 tahun 2020 untuk persiapan Perseroan menghadapi tahun 2021. Langkah ini dinilai tepat melihat sekarang harga bijih besi sudah melewati USD 200 untuk kadar 62%."

Adanya pandemi Covid-19 selama tahun 2020 turut mempengaruhi kinerja Perseroan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Perseroan masih mampu membukukan penjualan sebesar Rp 608,1 Miliar, dengan kontribusi penjualan terbesar berasal dari pasar ekspor yang mencapai Rp 600,6 Miliar. Perseroan juga mencatatkan laba kotor sebesar Rp 161,7 Miliar, sedangkan laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp29,12 Miliar sepanjang tahun 2020.

Sejalan dengan rencana bisnis ke depan, pada tahun ini ZINC akan fokus untuk meningkatkan kapasitas produksi serta penambangan dari bisnis inti Perseroan. Perseroan optimis dengan cadangan mineral yang dimiliki, kapasitas produksi dapat terus ditingkatkan untuk mendukung penjualan ke depan.

"Diharapkan pada tahun 2021 ini produksi konsentrat timbal dapat mencapai 17.500 ton, serta produksi konsentrat seng mencapai 46.000 ton sesuai dengan kuota ekspor yang kami miliki. Tentunya target ini masih masih dapat berubah apabila peningkatan kapasitas produksi kami berhasil, di mana kami menargetkan kapasitas produksi dapat meningkat sekitar 20-30% di tahun ini.

Selain itu,Perseroan juga akan terus meningkatkan produksi bijih besi untuk menangkap peluang positif dari peningkatan permintaan komoditas tersebut. Hal ini sebagai dampak dari perang dagang yang terjadi antara Australia dan China yang turut mengangkat harga komoditas tersebut," tutup Harjanto.(end)

Sumber: IQPLUS

ZINC BAKAL CARI PINJAMAN Rp1,6 TRILIUN UNTUK EKSPANSI


PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) memperoleh restu dari para pemegang saham untuk melakukan proses peminjaman dana sebesar-besarnya Rp 1,6 Triliun melalui pihak perbankan. Aksi Perseroan tersebut diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis, 22 April 2021.

Menurut rencana, Padli Noor selaku Direktur ZINC mengungkapkan, dana hasil pinjaman tersebut akan digunakan untuk menambah modal usaha Perseroan.

"Melalui rapat hari ini, kami sudah diberikan izin oleh para pemegang saham untuk mengajukan proses pinjaman kepada pihak perbankan dengan nilai sebesar-besarnya Rp 1,6 Triliun. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal untuk percepatan peningkatan kapasitas produksi ZINC, yang di mana selain untuk produksi timbal dan seng, Perseroan juga berencana untuk melanjutkan produksi bijih besi untuk dijual di dalam negeri."

Pada tahun ini, Perseroan akan fokus pada bisnis inti dan menambah kapasitas penambangan dan produksi untuk meningkatkan kinerja. Perseroan optimis

kinerja akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi setelah adanya vaksinasi Covid-19. "Kami optimis kinerja tahun ini akan lebih baik dari tahun 2020. Hal ini didorong dengan dengan adanya peningkatan harga komoditas, serta peningkatan permintaan akan konsentrat timbal dan seng dari berbagai negara. Sehingga dengan demikian diharapkan harga komoditas akan stabil, dan penjualan untuk komoditas tersebut juga dapat terus meningkat," tambah Padli.

Sebagai informasi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan. Perseroan telah menunjuk Bambang Ghiri sebagai Komisaris Independen yang baru, menggantikan Alm. Wilmar Marpaung yang wafat pada Desember 2020.

"Kami senang Bapak Bambang bergabung sebagai Komisaris Independen Perseroan yang baru. Beliau merupakan seorang profesional, dimana beliau akan membantu dan mengawasi dari sisi Good Corporate Governance (GCG) Perseroan ke depan," tutup Padli. (end)

Sumber: IQPLUS

[ZINC] PT. Kapuas Prima Coal Tbk. Habiskan 1,3 Milyar untuk Eksplorasi Bulan Januari 2021


PT. Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC) telah melakukan eksplorasi di area Karim dan Gojo pada bulan Januari 2021.

Menurut keterangan tertulis Hendra Susanto Direktur ZINC menyampaikan bahwa telah melakukan eksplorasi dengan metode pengujian serta Pengeboran,pengukuran downhole survey dan analisis sample batuan inti (core).

Kegiatan Eksplorasi ini dikerjakan oleh PT. Bintang Utama Sejahtera dan ditemukan potensi mineralisasi yang dapat menambah sumber daya dan cadangan. Kegiatan eksplorasi ini menghabiskan biaya Rp1.393.737.950

"Rencana tindak lanjut berikutnya adalah menambah jumlah pengeboran eksplorasi serta studi geologi berdasarkan data pengeboran," pungkas Hendra. (end)

Sumber: IQPLUS

KAPUAS PRIMA COAL SIAPKAN DANA HINGGA US$ 4 JUTA UNTUK KEGIATAN EKSPLORASI


PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana sekitar US$3 juta hingga US$4 juta per tahun untuk pengembangan dan eksplorasi lahan tambang perusahaan.

Luas tambang Perseroan yang memproduksi logam dasar yang terdiri dari konsentrat Timbal (Pb), konsentrat Seng (Zn) dan Perak (Ag) tersebut, saat ini sebesar 5,569 Ha, dengan area yang baru di produksi sebesar 390 Ha. Langkah ini diambil karena besarnya pangsa pasar sekaligus memastikan adanya cadangan yang cukup untuk menjaga keberlanjutan usaha secara jangka panjang.

Direktur Kapuas Prima Coal, Hendra William mengatakan, jumlah sumber daya dan cadangan logam dasar yang dimiliki telah mengacu pada standar Joint Ore Reserves Committee (JORC).

"Kami bersyukur atas keluarnya hasil terbaru dari penilaian terhadap sumber daya tersebut, sehingga hasil JORC ini menjadi sentimen positif terhadap keberlanjutan pengembangan usaha. Sementara untuk laporan cadangan mineral masih dalam proses yang mana kami antisipasi memerlukan waktu sekitar 1 bulan hingga 2 bulan lagi," katanya di Jakarta, Selasa (15/9).

Sebelumnya, ZINC telah mengumumkan kenaikan sumber daya yang dimiliki per Agustus 2020 mencapai 23,33 juta ton atau meningkat dari data sebelumnya sebesar 14,44 juta ton pada tahun 2018. Potensi sumber daya dan cadangan ZINC masih cukup besar karena sampai saat ini perusahaan baru berproduksi di lahan seluas 390 Ha atau sekitar 7% dari total luas izin usaha pertambangan (IUP) yang dimiliki.

ZINC telah melakukan investasi dengan membangun dua pabrik smelter masing-masing untuk smelter timbal dan smelter seng.

Saat ini, pembangunan smelter timbal sudah mencapai 99% dan ditargetkan dapat melakukan produksi pada kuartal pertama 2021. Sedangkan untuk smelter seng ditargetkan akan berproduksi pada tahun 2022.

Selain itu, melihat pasar komoditas secara umum telah bergerak naik sejak Juli 2020, ZINC membuka kembali wacana untuk melakukan produksi bijih besi dalam negeri. Tentunya hal ini jika dapat terealisasi, maka akan memberikan nilai tambah yang positif bagi ZINC. (end/as)

SUmber: IQPLUS

Analisa Saham ZINC | 10 Juli 2020

Saham ZINC pada tanggal 10 Juli 2020 ditutup menguat pada harga 142, naik 1,42%. Hal ini disertai dengan pelemahan volume, yaitu 78% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
Beli Spekulatif
Jika naik di atas 143 maka berpeluang ke 158
Jika turun di bawah 139 maka berpeluang ke 132

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :

Saham ZINC | Kapuas Prima Coal (ZINC) menanti penyelesaian smelter timbal dan seng


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) masih menanti penyelesaian proyek smelter pemurnian timbal di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Manajemen ZINC menargetkan smelter tersebut akan memasuki fase commisioning pada bulan Maret mendatang.

Sebenarnya, target tersebut meleset. Sebab, dalam informasi sebelumnya, ZINC menargetkan proyek smelter pemurnian timbal ini akan masuk tahap commisioning di akhir tahun lalu.

Direktur Keuangan ZINC Hendra William tidak mempermasalahkan mundurnya jadwal commisioning smelter pemurnian timbal perusahaan. Saat ini, beberapa peralatan tambahan termasuk peralatan keselamatan sedang disiapkan untuk mendukung rencana commisioning smelter tersebut.

Jika fase commisioning smelter tersebut berjalan sesuai rencana, maka proses uji coba produksi akan langsung dilakukan hingga kuartal tiga tahun ini. "Setelah itu akan dilakukan proses maintenance sebelum beroperasi komersial secara penuh," imbuh Hendra, Selasa (7/1).

Kelak, smelter ini menjadi smelter pemurnian timbal pertama di Indonesia. Adapun kapasitas produksi smelter tersebut sekitar 20.000 ton bullion per tahun.

Ia menambahkan, hingga Desember 2019 lalu, ZINC sudah menggunakan dana capital expenditure (capex) sebesar US$ 10 juta untuk menggarap smelter pemurnian timbal.

Di samping itu, ZINC juga masih berupaya menyelesaikan proyek smelter seng yang juga berada di Pangkalan Bun. Per September 2019, konstruksi smelter ini sudah terbangun 58%. Pihak ZINC menargetkan di tahun ini perkembangan smelter seng tersebut bisa mencapai di atas 60%--65%.

Adapun target uji coba smelter seng ZINC masih sesuai rencana awal yakni paling lambat 2021 nanti. Smelter ini akan menghasilkan seng sebanyak 30.000 ton ingot per tahun.

Hendra menyebut, capex yang dibutuhkan untuk pengerjaan smelter seng mencapai US$ 30 juta. "Sumber capex sementara masiu menggunakan dana operasional perusahaan dan dana pribadi komitmen pemegang saham pendiri perusahaan," terang dia.

Di luar itu, ZINC tetap berkomitmen meningkatkan produksi ore yang berupa kombinasi timbal, seng, dan perak. Tahun ini perusahaan membidik produksi ore sebanyak 600.000 ton atau lebih tinggi ketimbang target tahun lalu yakni 450.000 ton.

Hendra mengaku, target produksi ore di tahun lalu sudah tercapai. Di sisi lain ia juga memastikan, peningkatan target produksi ore di tahun ini bukan disebabkan keberadaan smelter pemurnian timbal perusahaan yang sebentar lagi selesai.

"Smelter timbal bukan untuk menambah produksi, tapi menambah marjin dari nilai jual terhadap produksi timbal perusahaan," imbuhnya.

Analisis Saham ZINC | Potensi Bullish di Depan Mata


Analisis Teknikal

Saham ZINC pada tanggal 26 November 2019 ditutup menguat pada harga 410, naik 5,12%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 97% dari hari sebelumnya. Area akumulasi terbesar dalam 3 bulan terakhir ada pada harga 418-434.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought. 
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mengalami kenaikan.

Rekomendasi

BELI
TARGET : 422
STOP LOSS : 394

by Abduh - www.sahamonline.id
Disclaimer ON

Saham ZINC | PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT OBLIGASI JATUH TEMPO KAPUAS PRIMA COAL


IQplus, (04/11) - PEFINDO menegaskan peringkat "idBBB" terhadap Obligasi I 2018 Seri A senilai Rp4,6 miliar yang akan jatuh tempo pada 31 Desember 2019 dan Obligasi I 2018 Seri B senilai Rp26 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Januari 2020 milik PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC).

Perusahaan berencana untuk melunasi Obligasi yang jatuh tempo dari kas dan setara kas senilai Rp63,6 miliar per akhir September 2019.

Didirikan pada tahun 2005, ZINC bergerak pada bidang usaha eksplorasi dan produksi atas metal industri: seng (Zn), timbal (Pb), silver (Ag), dan juga biji besi (Fe). Pada tahun 2008-2014, ZINC hanya memproduksi dan menjual biji besi, namun sejak tahun 2015, ZINC telah fokus terhadap produksi dan penjualan seng dan timbal, karena harga biji besi yang dinilai terlalu rendah.

Saat ini ZINC mengoperasikan lima pit bawah tanah di Lamandau, Kalimantan Tengah, dengan estimasi kapasitas produksi raw ore sebesar 450.000 ton per tahun di 2019. Terdaftar sebagai perusahaan terbuka pada tahun 2017, pemegang saham ZINC adalah PT Sarana Inti Selaras (21,36%), Sim Anthony (15,13%), Kioe Nata (13,05%), Budimulio Utomo (10,54%), Haroen Soedjatmiko (9,57%), William (9,56%), dan publik 20,79% per 30 Juni 2019. (end)