Tampilkan postingan dengan label Saham PSAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham PSAB. Tampilkan semua postingan

Pefindo Tetapkan Peringkat idBBB+ Untuk PSAB


PEFINDO menegaskan peringkat tekananidBBB+ untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) serta Obligasi Berkelanjutan I dan MTN I yang diterbitkan.

Kami merevisi prospek atas peringkat perusahaan menjadi "stabil" dari sebelumnya "CreditWatch dengan implikasi negatif", seiring dengan kemampuan PSAB untuk melunasi PUB I Tahap I Tahun 2019 dan profil likuiditas Perusahaan yang lebih baik setelah berhasil melakukan restrukturisasi atas surat utangnya.

Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, fleksibilitas keuangan yang moderat, dan permintaan emas yang tinggi. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.

Peringkat dapat dinaikkan apabila PSAB telah secara penuh mengoperasikan proyek baru yang dapat memperbaiki profil keuangan Perusahaan secara berkelanjutan. Peringkat dapat berada dalam tekanan apabila terdapat keterlambatan dalam pengembangan Doup.

Hal ini dapat berdampak pada penurunan volume produksi yang signifikan dibanding yang diproyeksikan dalam waktu dekat dan berdampak negatif pada pendapatan PSAB yang dapat memperburuk profil keuangan Perusahaan. Penurunan signifikan atas harga emas juga dapat memicu penurunan peringkat, karena hal ini dapat memperburuk profil finansial Perusahaan.

PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan kegiatan Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pengolahan emas. Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia (Seruyung, Kalimantan Utara; Bakan, Lanut, dan Doup di Sulawesi Utara) dan Malaysia (Penjom).

Perusahaan mempunyai dua tambang yang berproduksi dan satu tambang dalam tahap konstruksi. Per tanggal 31 Maret 2023, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%), Sanjaya J (0.02%), dan publik (7.48%). (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham PSAB, ICBP, ACST, ASSA dan KLBF oleh NH Korindo | 5 April 2023


NH Korindo Sekuritas Indonesia

5 April 2023

IHSG

Bullish – Uji Resistance mid -term dari pattern PARALLEL CHANNEL (downtrend) , sekaligus monitor Support
MA50.
Support : 6820 / 6760-6740 / 6600-6550.
Resistance : 6860-6870 / 6900 / 6955-6965 / 7000.
ADVISE : Average Up accordingly.

Saham PSAB

Bottoming phase.
MA10 & MA20 sudah goldencross.
Advise
Speculative Buy.
Entry Level: 98.
Average Up >100
Target: 106-110 / 123-124.
Stoploss: 93.

Saham ICBP

Pattern : Inverted Head & Shoulders (bullish reversal).
Advise
Buy.
Entry Level: 10200-10100
Average Up >10250
Target : 10500-10600 / 10900-11000.
Stoploss: 9800.

Saham ACST

Pattern : Parallel Channel – downtrend.
Uji Resistance MA20.
Advise
Speculative Buy.
Entry Level: 130.
Average Up >135
Target: 138 / 142 / 150-153.
Stoploss: 127.

Saham ASSA

Bottoming phase.
Uji Resistance MA20.
Advise
Speculative Buy .
Entry Level: 775.
Average Up >790-800
Target: 820 / 855 / 900.
Stoploss: 755.

Saham KLBF

Potensi rebound dari Support mid-term.
Advise
Speculative Buy.
Entry Level : 2100
Average Up >2150
Target: 2340-2360.
Stoploss: 2030.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pefindo Tetapkan Peringkat PSAB Di "idBBB+"


PEFINDO menetapkan peringkat idBBB+ untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), Obligasi Berkelanjutan I, dan MTN I serta prospek untuk peringkat perusahaan juga ditetapkan d "CreditWatch dengan implikasi negatif".

PSAB telah mendapatkan persetujuan dari pemegang Obligasi untuk memperpanjang jatuh tempo Obligasi berkelanjutan (PUB) I tahap III tahun 2022 menjadi tanggal 14 Februari 2026 dari sebelumnya tanggal 14 Februari 2023.

Selanjutnya PUB I tahap V tahun 2020 seri B menjadi tanggal 30 Juli 2026 dari sebelumnya tanggal 30 Juli 2023 dan PUB I tahap VI tahun 2020 seri B menjadi tanggal 27 November 2026 dari sebelumnya tanggal 27 November 2023.

Namun perusahaan masih dalam proses diskusi untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo dalam waktu dekat, yaitu PUB I tahap I tahun 2019 yang akan jatuh tempo pada 5 Juni 2023 dan PUB I tahap IV tahun 2020 yang akan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2023.

Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, ekspektasi terhadap biaya tunai produksi yang rendah dari proyek baru, dan permintaan emas yang tinggi. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.

PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi dan memulai operasi tambang pada tahun 2012 setelah mengakuisisi aset dari Avocet Mining. Operasi Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pengolahan emas.

Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia (Seruyung, Kalimantan Utara; Bakan, Lanut, dan Doup di Sulawesi Utara) dan Malaysia (Penjom). Perusahaan mempunyai dua tambang yang berproduksi dan satu tambang dalam tahap konstruksi. Per tanggal 30 September 2022, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%), Sanjaya J (0.02%), dan publik (7.48%). (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Lakukan Pembayaran Bunga Obligasi Tahun 2020


J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) telah melakukan pembayaran atas bunga ke-12 dan amortisasi pertama Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap III Tahun 2020.

Edi Permadi Corporate Secretary PSAB dalam keterangan tertulisnya Senin (13/2) menuturkan bahwa PSAB telah melakukan pembayaran bunga ke-12 Obligasi sebesar Rp85.447.500.000 ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada hari ini, tanggal 13 Februari 2023.

"Pembayaran ini memiliki rincian sebesar Rp14,2 miilar dan Amortisasi pertama sebesar Rp71,2 miliar,"tuturnya.

Edi menambahkan pembayaran bunga Obligasi ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha PSAB. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PSAB Klaim Cadangan Emas Melonjak 613 Persen, 2023 Fokus Pengembangan Proyek


Perusahaan tambang emas nasional PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melalui kegiatan eksplorasi yang aktif di setiap tahunnya, meningkatkan cadangan secara signifikan atau 613 persen yaitu dari 493 koz Au (kilotroy ounce emas) pada 2011 menjadi 3.023 koz Au di tahun 2022.

Saat ini, perusahaan memiliki basis sumber daya dan cadangan yang signifikan dan cukup untuk produksi dalam jangka waktu yang panjang sehingga optimis memasuki tahun 2023, kata Direktur Utama PSAB Edi Permadi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Selama kurun waktu Juni 2011-2022, lanjut Edi, perusahaan telah memproduksi lebih dari 1.750 koz emas atau 57 ton emas dalam bentuk dore (batangan). Kegiatan eksplorasi akan terus berlanjut di tahun 2023 di area target-target baru untuk terus memperpanjang umur tambang.

Perusahaan memiliki dua aset unggulan, yakni Tambang Bakan yang dikelola PT J Resources Bolaang Mongodow (PT JRBM ) yang merupakan aset produksi perusahaan, kemudian juga Proyek Tambang Doup yang dikelola PT Arafura Surya Alam (PT ASA) yang saat ini dalam tahap pembangunan dan pengembangan.

Di lokasi Tambang Bakan, perusahaan tengah mengembangkan infrastruktur di pit baru yakni Pit Tapagale. Dengan material bijih mencapai 6,7 metrik ton dan kadar Au rata-rata 0,81 gpt, pit ini akan menjadi sumber signifikan bijih untuk Tambang Bakan.

"Oleh karenanya, perusahaan akan memastikan Pit Tapagale untuk mulai beroperasi pada tahun 2023 sesuai dengan jadwal produksi," terang Edi.

Untuk mendukung pit Tapagale, beberapa pekerjaan sudah mulai dilakukan, yaitu pembangunan tiga kolam sedimen, pembangunan saluran pembuangan limbah, pembuatan jalan angkut sementara untuk pengangkutan material konstruksi, serta pembangunan jalan angkut permanen Tapagale untuk pengangkutan material bijih setelah operasi penambangan berjalan.

Pembangunan jalan ini telah dimulai pada kuartal III 2022 dan ditargetkan selesai pada Januari 2023. Untuk Pit Tapagale, total capex yang dikeluarkan sampai dengan November 2022 mencapai sekitar 6,7 juta dolar AS.

Terkait dengan Proyek Tambang Doup di Bolaang Mongondow Timur, di sepanjang tahun 2022, perusahaan telah melakukan beberapa pekerjaan utama mulai dari pembangunan camp permanen, pembangunan instalasi pengolahan air, persiapan konstruksi camp pad, pembangunan power plant dan MCC Room, pembangunan Power Over Head Line PLN, manufaktur dan fabrikasi peralatan pabrik pengolahan dan EPC dengan melibatkan kontraktor.

Selanjutnya, akan dilakukan beberapa pekerjaan penting mulai dari pekerjaan persiapan lahan pada bulan ini. Pemancangan dan sipil/fondasi akan mulai di Februari 2023, dan penambangan akan mulai pada Agustus 2023.

"Commissioning direncanakan pada Desember 2023 dan produksi emas perdana ditargetkan pada kuartal I 2024," ujar Edi.

Di tengah pandemi COVID-19 dan tantangan operasi lainnya, perusahaan lewat anak usaha masih menunjukkan kinerja yang positif termasuk dalam kaitan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practices) dimana PT JRBM berhasil mendapatkan tropi di tahun 2021 untuk kategori aspek teknis pertambangan untuk kelompok komoditas mineral.

Selain itu, di 2022, JRBM juga meraih penghargaan utama untuk dua kategori, yaitu kategori terkait Konservasi Sumberdaya Mineral dan Batubara untuk kategori perusahaan Pemegang Kontrak Karya dan kategori Pengelolaan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) Catat Penjualan Sebesar Usd77,07 Juta Hingga September 2022


PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) mencatat penjualan sebesar USD77,07 juta hingga periode 30 September 2022 turun dari penjualan USD191,78 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan perseroan, Senin,beban pokok penjualan turun menjadi USD47,57 juta dari USD113,81 juta dan laba kotor turun menjadi USD29,49 juta dari laba kotor USD77,97 juta tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar USD4,59 juta naik dari laba sebelum pajak USD202,48 ribu dan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat USD2,70 juta turun dari rugi USD15,91 juta tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas perseroan mencapai USD404,30 juta hingga periode 30 September 2022 turun dari jumlah liabilitas USD442,11 juta hingga periode 31 Desember 2021 dan jumlah aset mencapai USD804,64 juta hingga periode 30 September 2022 turun dari jumlah aset USD840,84 juta hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT J Resources Asia Pacifik Tbk (PSAB) Berkomitmen Untuk Melunasi Obligasi Dalam Waktu Dekat


PT J Resources Asia Pacifik Tbk (PSAB) menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Hal itu dikatakan Corporate Secretary PSAB, Edi Permadi, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/10/2022).

Edi mengaku, Perseroan memiliki Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap VI Seri A Tahun 2020 sebesar Rp.252.170.000.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 November 2022 (Obligasi Tahap VI Seri A). Selian itu, ada juga Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap VII Tahun 2021 sebesar Rp.257.260.000.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 6 November 2022 (Obligasi Tahap VII).

"Bersama ini kami sampaikan bahwa Perseroan telah menyediakan dana untuk melunasi Obligasi Tahap VI Seri A dan Obligasi Tahap VII tersebut," tegasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

J Resources Siapkan Dana Untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

PT. J Resources Asia Pasifik Tbk,. (PSAB)

PT. J Resources Asia Pasifik Tbk,. (PSAB) telah menyiapkan dana untuk melunasi Obligasi berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019.

Edi Permadi Corporate Secretary PSAB dalam keterangan tertulisnya Jumat (2/9) menuturkan bahwa Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar dalam rangka melunasi Obligasi tersebut.

Sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap II Tahun ini akan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pefindo Tegaskan Peringkat Obligasi PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Di "idBBB+ "


Peringkat idBBB+ untuk obligasi PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang akan jatuh tempo.

PEFINDO menegaskan peringkat idBBB+ untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019 senilai Rp500 miliar yang jatuh tempo pada 25 September 2022.

Perusahaan berencana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tersebut menggunakan kombinasi kas internal dan utang bank. Per 31 Maret 2022, Perusahaan memiliki kas dan setara kas sebesar USD34,6 juta.

Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, ekspektasi terhadap biaya tunai produksi yang rendah dari proyek baru, dan permintaan emas yang tinggi.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.

PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi dan memulai operasi tambang pada tahun 2012 setelah mengakuisisi aset dari Avocet Mining. Operasi Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pemrosesan emas.

Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia (Seruyung, Kalimantan Utara; Bakan, Lanut, dan Doup di Sulawesi Utara) dan Malaysia (Penjom).

Perusahaan mempunyai dua tambang yang berproduksi dan satu tambang dalam tahap konstruksi. Per tanggal 31 Maret 2022, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%), Sanjaya J (0.02%), dan publik (7.48%). (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT PSAB DI "idBBB+".


[Saham PSAB] PEFINDO tegaskan peringkat idBBB+ untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan prospek stabil. PEFINDO juga menegaskan peringkat idBBB+ untuk Obligasi Berkelanjutan I PSAB.

Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, ekspektasi terhadap biaya tunai produksi yang rendah dari proyek baru, dan permintaan emas yang tinggi.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.

Peringkat dapat dinaikkan apabila PSAB telah secara penuh mengoperasikan proyek Doup serta memperbaiki struktur permodalan, yang diindikasikan oleh rasio utang terhadap EBITDA dibawah 2,5x secara berkelanjutan, dengan juga tetap mengelola margin laba serta posisi biaya tunai produksi yang rendah.

Hal ini juga harus didukung oleh peningkatan sumber daya dan cadangan tambang serta volume produksi.

Peringkat dapat berada dalam tekanan apabila Perusahaan tidak berhasil untuk memperoleh fasilitas pinjaman di beberapa bulan kedepan yang berdampak pada keterlambatan atas konstruksi dari proyek Doup, yang dapat berdampak pada penurunan volume produksi dari yang diproyeksikan serta risiko pembiayaan kembali yang meningkat.

Peringkat dapat diturunkan apabila Perusahaan secara agresif membiayai ekspansinya dengan utang yang lebih besar dari yang diproyeksikan, tanpa terkompensasi dengan pendapatan dan/atau EBITDA yang lebih besar.

Penurunan signifikan atas harga emas juga dapat memicu penurunan peringkat, karena hal ini dapat memperburuk profil finansial Perusahaan.

PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi dan memulai operasi tambang pada tahun 2012 setelah mengakuisisi aset dari Avocet Mining. Operasi Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pemrosesan emas.

Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia (Seruyung, Kalimantan Utara; Bakan, Lanut, dan Doup di Sulawesi Utara) dan Malaysia (Penjom). Perusahaan mempunyai dua tambang yang berproduksi dan satu tambang dalam tahap konstruksi. Per tanggal 31 Maret 2022, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%), Sanjaya J (0.02%), dan publik (7.48%). (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham PSAB dan TLK M oleh HP FINANCIALS | 13 Juni 2022




HP FINANCIALS
13 JUNI 2022



Saham PSAB

Overview

Trend : Downtrend ; Pattern : Parallel Channel (green). Potential : Berbekal goldencross pada MA10 & 20, Speculative Buy PSAB di harga 122-123 ini dan Average Up di atas MA50 / 125 . TARGET terdekat adalah upper channel (green) di harga 130, disusul level 135.

Rekomendasi

Speculative Buy, Entry Level: 122-123 ; Average Up >125 ; Target : 130 / 135; Stoplosss: 120.


Saham TLKM

Overview

Trend (minor) : Downtrend ; Pattern : Rising Wedge (black) ; Indicator : RSI positive divergence. Potential : Antisipasi technical rebound pada TLKM di area Support psikologis angka bulat 4000, pada saat TLKM juga telah mencapai TARGET turunnya di bilangan 4070. TARGET terdekat : MA20 sekaligus Tutup Gap 4250.

Rekomendasi

Speculative Buy, Entry Level: 4020-4000; Target: 4250 / 4390; Stoploss: 3980.



Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT "idBBB" UNTUK PT J RESOURCES ASIA PASIFIK


PEFINDO telah menegaskan peringkat "idBBB" untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan Obligasi Berkelanjutan I dan mempertahankan outlook atas rating perusahaan di "CreditWatch dengan implikasi negatif," sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 November 2021, yang telah menyetujui untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo dari Obligasi Berkelanjutan I Tahap VI Seri A Tahun 2020 dari 7 Desember 2021 menjadi 7 November 2022, Obligasi Berkelanjutan I Tahap VII Tahun 2021 dari 6 Februari 2022 menjadi 6 November 2022, serta Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 dari 5 Juli 2022 menjadi 5 Juni 2023.

Sebagai tambahan, RUPO juga telah menyetujui untuk mengesampingkan klausul cross default, memberikan kelonggaran kepada PSAB untuk meningkatkan Peringkat hingga minimum A paling lambat tanggal 31 Desember 2022, dan melakukan divestasi atas salah satu anak usaha, PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM).

Peringkat dan outlook yang dipertahankan ini mencerminkan masih adanya risiko likuiditas yang dipicu oleh permintaan salah satu kreditur PSAB untuk melunasi seluruh kewajibannya. PSAB berencana untuk melunasi utang tersebut dari divestasi atas GSM, sehubungan telah ditandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan pembeli potensial. Apabila aksi korporasi ini gagal untuk dilaksanakan, hal ini akan melemahkan posisi likuiditas PSAB dan fleksibilitas keuangan untuk memperoleh dukungan finansial dari eksternal.

Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Peringkat perusahaan mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, ekspektasi terhadap biaya tunai produksi (cash cost) yang rendah, dan permintaan emas yang tinggi. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh meningkatnya risiko pembiayaan kembali dan likuiditas, struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas dan cuaca yang tidak menguntungkan, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.

Ketidakmampuan Perusahaan dalam mengatasi isu likuiditas dalam beberapa minggu mendatang dapat berdampak pada penurunan peringkat yang signifikan. Outlook dapat direvisi menjadi stabil apabila PSAB berhasil menyelesaikan utang yang jatuh tempo.

PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi dan memulai operasi tambang pada tahun 2012 setelah mengakuisisi aset dari Avocet Mining. Operasi Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pemrosesan emas. Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia dan Malaysia.

Lokasi aset pertambangan Perusahaan terletak di Penjom, Malaysia; Seruyung, Kalimantan Utara; Bakan, Lanut, Pani, Doup, Bolangitang, dan Bulagidun di Sulawesi Utara. Perusahaan mempunyai tiga tambang yang berproduksi, satu tambang dalam tahap konstruksi, satu tambang dalam tahap pengembangan dan dua tambang dalam tahap eksplorasi. Per tanggal 30 Juni 2021, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%), Sanjaya J (0.02%), dan publik (7.48%).(end)

sumber : IQPLUS


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Anak Usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk Lepas saham Gorontalo Sejahtera Mining


PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menyampaikan bahwa anak usahanya yakni, PT J Resources Nusantara (JRN) telah melakukan Penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement/Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA). Transaksi itu dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2021.

Manajemen PSAB dalam keterangan tertulisnya mengatakan, JRN bakal menjual seluruh sahamnya di PT Gorontalo Sejahtera Mining kepada PT Andalan Bersama Investama, anak perusahaan dari PT Provident Indonesia.

"Rencana penjualan saham milik JRN berdasarkan CSPA tersebut tunduk kepada syarat pemenuhan yang diatur dalam CSPA dan diperolehnya persetujuan-persetujuan yang diperlukan oleh Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada persetujuan dari pemegang obligasi Perseroan dan/atau kreditur anak-anak perusahaan Perseroan,"tulisnya.

Sebagai informasi, rencana penjualan saham tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi, namun merupakan transaksi material dan Perseroan akan memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam POJK 17/2020. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Pefindo Turunkan Peringkat PT J Resources Asia Pasifik Tbk


PEFINDO telah menurunkan peringkat untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan Obligasi Berkelanjutan I menjadi "idBBB" dari "idA" dan merevisi outlook Perusahaan menjadi "CreditWatch dengan implikasi negatif" dari sebelumnya "stabil". Tindakan ini mencerminkan meningkatnya risiko pembiayaan kembali dan likuiditas yang dipicu oleh permintaan salah satu krediturnya untuk melunasi seluruh kewajibannya senilai USD95,09 juta pada tanggal 1 September 2021.

Situasi ini juga membatasi upaya PSAB dalam mengembangkan salah satu proyeknya di Doup yang sebelumnya akan dibiayai oleh kreditur tersebut. Perusahaan tengah berupaya untuk melunasi pinjaman bank tersebut dengan mencari sumber pendanaan dari investor baru, namun mengingat waktu yang terbatas untuk menggalang dana yang signifikan, Perusahaan menghadapi risiko ketidakpastian dalam memenuhi kewajiban keuangan tersebut dan juga Obligasi Berkelanjutan I Tahap VI seri A senilai Rp252,2 miliar yang akan jatuh tempo pada 7 Desember 2021 dan sebelumnya direncanakan untuk dilunasi menggunakan kombinasi dari kas internal dan pendanaan eksternal.

Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Peringkat perusahaan mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, ekspektasi terhadap biaya tunai produksi (cash cost) yang rendah, dan permintaan emas yang tinggi. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh meningkatnya risiko refinancing dan likuiditas, struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas dan cuaca yang tidak menguntungkan, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.

Ketidakmampuan Perusahaan dalam mengatasi risiko pembiayaan kembali dan likuiditas dalam beberapa minggu mendatang dapat berdampak pada penurunan peringkat yang signifikan. Outlook dapat direvisi menjadi stabil apabila PSAB berhasil memitigasi risiko pembiayaan kembali dan likuiditas terkait dengan pinjaman yang dimiliki, termasuk Obligasi yang akan jatuh tempo dalam 6 bulan kedepan. Kami dapat menaikkan peringkat apabila PSAB secara signifikan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangannya termasuk dengan adanya tingkat kepastian yang cukup tinggi terkait komitmen pendanaan untuk mendukung penyelesaian proyek Doup yang juga akan memperbaiki profil bisnis Perusahan secara keseluruhan.

PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi dan memulai operasi tambang pada tahun 2012 setelah mengakuisisi aset dari Avocet Mining. Operasi Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pemrosesan emas. Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia dan Malaysia. Lokasi aset pertambangan Perusahaan terletak di Penjom, Malaysia; Seruyung, Kalimantan Utara; Bakan, Lanut, Pani, Doup, Bolangitang, dan Bulagidun di Sulawesi Utara. Perusahaan mempunyai tiga tambang yang berproduksi, satu tambang dalam tahap konstruksi, satu tambang dalam tahap pengembangan dan dua tambang dalam tahap eksplorasi. Per tanggal 30 Juni 2021, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%), Sanjaya J (0.02%), dan publik (7.48%).(end)

Sumber: IQPLUS

J RESOURCES SIAP LUNASI OBLIGASI TAHAP 5 SERI A SENILAI Rp335 MILIAR


Perusahaan tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) memastikan siap melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap 5 Seri A Tahun 2020 sebesar Rp335 miliar (Obligasi Tahap 5 Seri A).

Obligasi Tahap 5 Seri A tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 10 Agustus 2021.

Direktur Utama PSAB Edi Permadi mengatakan dana untuk pelunasan Obligasi Tahap 5 Seri A tersebut telah dikirim perseroan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Jumat, 6 Agustus 2021.

"Meski dalam situasi pandemi COVID-19 yang juga berimbas pada kegiatan operasi pertambangan, PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) tetap berkomitmen memenuhi kewajiban pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Tahap 5 Seri A tahun 2020," tandas Edi Permadi dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu.

Ia pun berharap dengan kesiapan pelunasan Obligasi Tahap 5 Seri A secara tepat waktu tersebut, pihaknya berharap kepercayaan para pemegang saham, pemegang kepentingan dan investor terus terjaga.

"Keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya tidak terlepas dari upaya maksimal dalam mempertahankan kinerja perusahaan meski harus menghadapi pandemi dengan segala keterbatasannya" kata Edi.

Sebagai informasi, PSAB dibantu oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. dan PT BNI Sekuritas, yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi berhasil menerbitkan Obligasi Tahap 5 Seri A pada tanggal 30 Juli 2020.

Obligasi ini berjangka waktu 370 hari dan bunga sebesar 9,25 persen.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ADHI, BRPT, PGAS dan UNTR oleh Binaartha Sekuritas | 17 Mei 2021


Binaartha Sekuritas Daily

17 Mei 2021

by M. Nafan Aji Gusta Utama

ADHI

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.115 – Rp 1.125, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.145, Rp 1.215 dan Rp 1.285. Support: Rp 1.115, Rp 1.090 & Rp 1.075. 

AKRA

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 3.180 –Rp 3.220, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.290, Rp 3.420, Rp 3.600, Rp 4.010 dan Rp 4.420. Support: Rp 3.090. 

BRPT

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 910 –Rp 925, dengan target harga secara bertahap di level Rp 950, Rp 980, Rp 1.025, Rp 1.195, Rp 1.370 dan Rp 1.540. Support: Rp 885 & Rp 850.

ELSA

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 330 –Rp 336, dengan target harga secara bertahap di level Rp 352, Rp 370 dan Rp 386. Support: Rp 318. 

MYOR

Pergerakan harga saham menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada level Rp 2.520 – Rp 2.540, dengan target harga secara bertahap di Rp 2.600, Rp 2.780 dan Rp 2.950. Support: Rp 2.520 & Rp 2.470.

PGAS

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.205 – Rp 1.215, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.230, Rp 1.270, Rp 1.310 dan Rp 1.355. Support: Rp 1.205 & Rp 1.185. 

PSAB

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 196 -Rp 202, dengan target harga secara bertahap di level Rp 210, Rp 216, Rp 240, Rp 266 dan Rp 290. Support: Rp 190. 

UNTR

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 21.300 – Rp 21.500, dengan target harga secara bertahap di Rp 22.050, Rp 22.650, Rp 25.175, Rp 27.725, Rp 30.250 dan Rp 34.500. Support: Rp 21.300 & Rp 20.100.

Rekomendasi Saham ASRI, AUTO, BBCA, BMRI, LSIP dan PSAB oleh Binaartha Sekuritas | 21 April 2021


Binaartha Sekuritas Daily

21 April 2021

oleh Nafan Aji

Astra International (ASII)

Saham ASII ditutup di Rp 5.300. (RoE: 8.27%; PER: 13.72x; EPS: 399.11; PBV: 1.13x; Beta: 0.81). Pergerakan harga saham ASII masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 5.100 – Rp 5.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.550, Rp 5.700, Rp 5.850, Rp 6.000, Rp 6.650 dan Rp 7.775. Support ada di Rp 5.000.

Alam Sutera Realty (ASRI)

Saham ASRI ditutup di Rp 204. (RoE: -10.95%; PER: -3.89x; EPS: -52.43; PBV: 0.43x; Beta: 2.33). Pergerakan harga saham ASRI masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area Rp 200 – Rp 204, dengan target harga secara bertahap di level Rp 212, Rp 222, Rp 260, Rp 300, Rp 340 dan Rp 356. Support ada di Rp 200 dan Rp 190.

Astra Otoparts (AUTO)

Saham AUTO ditutup di Rp 1.150. (RoE: 0.02%; PER: 2425.53x; EPS: 0.47; PBV: 0.49x; Beta: 1.19). Pergerakan harga AUTO masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.120 – Rp 1.150, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.180, Rp 1.240, Rp 1.375 dan Rp 1.510. Support ada di Rp 1.105 dan Rp 1.075.

Bank Central Asia (BBCA)

Saham BBCA ditutup di Rp 31.175. (RoE: 14.69%; PER: 27.92x; EPS: 1,111.93; PBV: 4.10x; Beta: 0.93). Pergerakan harga saham BBCA telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 30.900 – Rp 31.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp 31.700, Rp 33.000, Rp 36.025, Rp 37.600 dan Rp 39.050. Support ada di Rp 30.500 dan Rp 29.275.

Bank Mandiri (BMRI)

Saham BMRI ditutup di Rp 6.200. (RoE: 8.83%; PER: 16.73x; EPS: 370.55; PBV: 1.48x; Beta: 1.01). Pergerakan harga saham BMRI masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area Rp 6.100 – Rp 6.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.575, Rp 7.125, Rp 7.550, Rp 7.850 dan Rp 8.050. Support ada di Rp 6.050 dan Rp 5.600.

PP London Sumatra Plantation (LSIP)

Saham LSIP ditutup di Rp 1.275. (RoE: 7.50%; PER: 12.46x; EPS: 102.35; PBV: 0.94x; Beta: 1.07). Pergerakan harga saham LSIP telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada level Rp 1.265 – Rp 1.275, dengan target harga secara bertahap di Rp 1.320, Rp 1.350, Rp 1.480, Rp 1.610 dan Rp 1.740. Support ada di Rp 1.220.

J Resources Asia Pasifik (PSAB)

Saham PSAB ditutup di Rp 199. (RoE: -1.66%; PER: -60.73x; EPS: -3.29; PBV: 1.01x; Beta: 1.62). Pergerakan harga saham PSAB telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 196 - Rp 199, dengan target harga secara bertahap di level Rp 210, Rp 216, Rp 240, Rp 266 dan Rp 290. Support ada di Rp 190.

Rekomendasi Saham AALI, ASII, BBNI dan EXCL oleh Binaartha Sekuritas | 18 Maret 2021


Binaartha Sekuritas Daily

18 Maret 2021

oleh M Nafan Aji Gusta Utama

AALI

Daily (11050) (RoE: 4.33%; PER: 25.26x; EPS: 438.47; PBV: 1.11x; Beta: 1.63): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 10750 – 11050, dengan target harga secara bertahap di 11575, 12650 dan 13750. Support: 10750 & 10475.

ASII

Daily (5575) (RoE: 8.27%; PER: 13.91x; EPS: 399.11; PBV: 1.15x; Beta: 0.81): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 5500 – 5600, dengan target harga secara bertahap di level 5700, 5800, 6600, 6650 dan 7775. Support: 5400 & 5000.

ASRI

Daily (244) (RoE: -14.17%; PER: -3.67x; EPS: -66.51; PBV: 0.52x; Beta: 2.33):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi” pada area 240 – 244, dengan target harga secara bertahap di level 260, 300, 340 dan 356. Support: 230 & 220.

BBNI

Daily (6100) (RoE: 2.91%; PER: 34.54x; EPS: 177.32; PBV: 1.00x; Beta: 1.99): Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area 6000 – 6100, dengan target harga di level 6300, 6500, 6725 dan 7950. Support: 5875.

EXCL

Daily (2110) (RoE: 1.94%; PER: 63.63x; EPS: 34.73; PBV: 1.24x; Beta: 1): Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 2180 – 2210, dengan target harga secara bertahap di 2280, 2640, 3000 dan 3360. Support: 2090.

PSAB

Daily (216) (RoE: -1.66%; PER: -63.16x; EPS: -3.29; PBV: 1.05x; Beta: 1.57): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish counterattack candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi” pada area level 200 - 210, dengan target harga secara bertahap di level 216, 240, 266 dan 290. Support: 190.

[PSAB] PT J Resources Asia Pasifik Tbk Dapatkan Peringkat idA


PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat "idA" untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan Obligasi Berkelanjutan I sebesar maksimum Rp3,0 triliun. Adapun prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat tersebut mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, ekspektasi terhadap biaya tunai produksi (cash cost) yang rendah, dan permintaan emas yang tinggi. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas dan cuaca yang tidak menguntungkan, serta risiko terkait pengembangan tambang yang belum menghasilkan.

Peringkat dapat dinaikkan jika PSAB memperbaiki struktur permodalan, yang diindikasikan dengan rasio utang terhadap EBITDA dibawah 2,0x secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan marjin profitabilitas dan biaya tunai yang rendah. Peningkatan tersebut juga harus disertai oleh kenaikan sumber daya tambang dan volume produksi Perusahaan. Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan menunda konstruksi proyek Doup sehingga dapat menyebabkan menurunnya volume produksi Perusahaan secara signifikan dibandingkan dengan proyeksi.

Peringkat juga dapat diturunkan apabila Perusahaan secara agresif membiayai ekspansi usahanya dengan utang yang lebih besar dari proyeksi tanpa dikompensasi dengan pendapatan dan/atau EBITDA yang lebih besar. Penurunan signifikan pada harga emas juga dapat menyebabkan penurunan peringkat karena dapat memberikan dampak negatif kepada profil keuangan Perusahaan. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ADHI, HMSP, TOWR dan PSAB oleh Binaartha Sekuritas | 10 Maret 2021


Binaartha Sekuritas Daily

10 Maret 2021

by Nafan Aji

Adhi Karya (ADHI)

Pergerakan harga ADHI masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.290 – Rp 1.305, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.350, Rp 1.400, Rp 1.445, Rp 1.615, Rp 1.790, Rp 1.960 dan Rp 2.210. Support ada di Rp 1.270. Saham ADHI ditutup di Rp 1.305. (RoE: 0.37%; PER: 229.07x; EPS: 5.76; PBV: 0.84x; Beta: 2.85). 

HM Sampoerna (HMSP)

Pergerakan harga saham HMSP menguji garis MA 10 maupun MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 1.390 – Rp 1.405, dengan target harga secara bertahap di level level Rp 1.435, Rp 1.470, Rp 1.550, Rp 1.625 dan Rp 2.550. Support ada di Rp 1.390 dan Rp 1.315. Saham HMSP ditutup di Rp 1.405. (RoE: 30.33%; PER: 17.73; EPS: 79.23; PBV: 5.38x; Beta: 1.14). 

Telkom Indonesia (TLKM)

Pergerakan harga saham TLKM telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 3.260 – Rp 3.290, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.330, Rp 3.540, Rp 4.040 dan Rp 4.540. Support ada di Rp 3.260 dan Rp 3.040. Saham TLKM ditutup di Rp 3.290. (RoE: 18.22%; PER: 14.88x; EPS: 224.40; PBV: 2.71x; Beta: 0.81).

Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Pergerakan harga saham TOWR telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 1.140 - Rp 1.165, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.190, Rp 1.225, Rp 1.250 dan Rp 1.360. Support ada di Rp 1.140 dan Rp 1.095. Saham TOWR ditutup di Rp 1.165. (RoE: 24.95%; PER: 23.35x; EPS: 49.89; PBV: 5.83x; Beta: 0.79). 

PP Presisi (PPRE)

Terlihat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham PPRE. 

Akumulasi pada area level Rp 200 – Rp 206, dengan target harga secara bertahap di level Rp 224, Rp 270 dan Rp 316. Support ada di Rp 189. Saham PPRE ditutup di Rp 206. (RoE: 0.78%; PER: 98.44x; EPS: 2.13; PBV: 0.77x; Beta: 2.29).

J Resources Asia Pasifik (PSAB)

Pergerakan harga saham PSAB telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 212 - Rp 216, dengan target harga secara bertahap di level Rp 222, Rp 230, Rp 240, Rp 266 dan Rp 290. Support ada di Rp 208, Rp 202 dan Rp 190. Saham PSAB ditutup di Rp 216. (RoE: -1.66%; PER: -66.80x; EPS: -3.29; PBV: 1.11x; Beta: 1.57).