Saham BSDE | BSDE JAMIN PENERBITAN OBLIGASI GLOBAL PRIME CAPITAL



IQPlus, (27/01) -  PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan beberapa anak perusahaan memberikan jaminan korporasi atas penerbitan obligasi yang diterbitkan anak usaha perseroann Global Prime Capital Pte Ltd.

Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, nilai obligasi yang diterbitkan sebesar US$300 juta dengan bunga tetap sebesar 5,95% dan akan jatuh tempo pada 2025.

Beberapa anak perusahaan perseroan yang juga menjadi penjamin antara lain PT Sinar Mas Teladan, PT Sinar Mas Wisesa, PT Sinar Usaha Marga dan PT Mustika Candraguna adapun trustee dari obligasi ini yakni Bank New York Mellon cabang London. (end)

Saham SGRO | SAMPOERNA AGRO AKAN TAWARKAN OBLIGASI DAN SUKUK BERKELANJUTAN I TAHAP I



IQPlus, (27/01) - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar-besarnya Rp300 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 dengan Imbalan Ijarah sebanyak-banyaknya Rp300 miliar.

Menurut prospektus perseroan Senin disebutkan, Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 memiliki tiga seri yakni Seri A berjangka waktu 3 tahun, Seri B berjangka waktu 5 tahun dan Seri C berjangka waktu 7 Tahun.

Demikian juga dengan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 yang memiliki tiga seri yakni Seri A berjangka 3 tahun, Seri B 5 tahun dan Seri C 7 tahun. Masa penawaran awal pada 27 Januari-10 Februari 2020 dan perkiraan masa penawaran umum pada 24 Februari 2020 dan perkiraan pencatatan di BEI 28 Februari 2020.

Pefindo memberikan peringkat idA- dan idA-(sy) untuk Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Tahap I Tahun 2020 dengan penjamin pelaksana emisi Indo Premier Sekuritas dan Mandiri Sekuritas serta wali amanat Bank Permata.

Rencananya dana hasil penerbitan Obligasi ini sekitar 65% untuk pelunasan utang milik anak perusahaan dan sisanya untuk modal kerja sedangkan  dana hasil Sukuk Ijarah akan 100% untuk melunasi sisa pokok pinjaman anak usaha ke bank. (end)

Saham BALI | BALI TOWERINDO AKAN TAWARKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN Rp1,6 TRILIUN



IQPlus, (27/01) - PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana sebesar Rp1,6 triliun.

Menurut prospektus perseroan Senin disebutkan, obligasi ini terdiri dari dua seri dimana Seri A berjangka waktu 3 tahun dan Seri B berjangka waktu 5 tahun.

Masa penawaran awal pada 27 Januari-13 Februari 2020 dan perkiraan masa penawaran umum 24-25 Februari 2020 serta perkiraan pencatatan di BEI pada 2 Maret 2020.

Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat A (idn) untuk obligasi ini dan penjamin pelaksana emisi PT Mandiri Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia dengan wali amanat Bank Bukopin. (end)

Saham SATU | SATU ANGGOTA KOMISARIS DAN SATU DIREKSI KOTA SATU MENGUNDURKAN DIRI

IQPlus, (27/01) - Satu anggota komisaris dan satu anggota direksi PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) mengundurkan diri dari jabatannya mereka yakni Budi Kurniawan dan Stefani Adi Kristanti Manubowo.

Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Senin disebutkan, keduanya mengundurkan diri melalui surat pada 23 Januari 2020.

Seperti diketahui Budi Kurniawan Bergabung dengan PT Kota Satu Properti Tbk sebagai Komisaris Independen pada tahun 2019.

Sedangkan Stefani Adi Kristanti Manubowo Bergabung dengan PT Kota Satu Properti sebagai Direktur Independen pada tahun 2018. (end)

Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas | TLKM, BMRI, BBTN, BBNI, GGRM, INTP


PT Valbury Sekuritas Indonesia
Market Summary
27 January 2020

HEADLINE NEWS
BMRI bukukan laba bersih 2019 Rp27,5 triliu
BMRI akan terbitkan global bond US$1,25 miliar
KLBF kembangkan obat bioteknologi paten
PTPP percepat pembangunan runway Soekarno-Hatta
Pefindo berikan peringkat idA+ untuk SMAR
GGRP raih kontrak dari China Baowu Steel Group
LPGI tambah modal di Lippo Life Assurance
LPKR terbitkan obligasi baru US$325 juta
ARNA berencana buyback saham
PPRE targetkan kontrak baru 2020 tumbuh 20%

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri: 
Berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) pada pekan keempat yang dilakukan Bank Indonesia (BI) diperkirakan inflasi Januari 2020 sebesar 0,42% mom dan 2,82% yoy. Inflasi tersebut dipicu oleh tekanan harga karena musim hujan pengaruhi panen. Cabai merah, bawang merah dan beras serta sayuran yang berpengaruh terhadap inflasi. Namun, sisi lain diperkirakan terjadi deflasi pada angkutan udara, bensin, dan ayam. Digadang-gadang proyeksi inflasi tersebut lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai 0,64%.

Sisi lain, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan bahwa siklus ekonomi maupun keuangan Indonesia telah melewati titik terendah dan saat ini dalam kondisi naik. Meski demikian, bank sentral akan selalu mencermati siklus ekonomi dan keuangan yang terjadi untuk menentukan arah kebijakan moneter ke depan, terutama. dari dalam negeri konsumsi masyarakat yang terjaga, investasi infrastruktur yang terus tumbuh, dan investasi nonbangunan yang terus meningkat. Hal tersebut sejalan kepercayaan dari dunia usaha. Kepercayaan ini juga bertambah dari langkah pemerinyah untuk mendorong investasi.

Sentimen pasar dari luar negeri : 
Dari AS, jejak pendapat nasional yang dilakukan Reuters, Mantan Wakil Presiden Joe Biden memimpin nominasi calon presiden AS dari Partai Demokrat. Sementara beberapa kandidat lainnya mendapat momentum dalam upaya mereka untuk maju ke Gedung Putih. bahwa 24% kalangan Demokrat dan independen yang terdaftar mendukung Biden, sementara 20% mendukung Senator Bernie Sanders, dan 12% mengatakan akan memilih Senator lain.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan akan segera merilis rencana kesepakatan damai di Timur Tengah yang telah lama mandek, sebelum Perdana. Trump bahkan mengklaim dengan mengatakan Palestina pada awalnya bereaksi negatif atas rencananya ini.

Pelaku pasar mencermati perkembangan virus Corona setelah World Health Organization (WHO) menyebut Korona sebagai kondisi darurat Cina yang telah menewaskan 26 orang dan dan menginfeksi lebih dari 800 orang pada malam liburan Tahun Baru Imlek. Virus yang dapat menyebabkan kematian ini bahkan sudah ditemukan di sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, Taiwan, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Thailand, Hong Kong, Makau, AS, dan Vietnam

Prediksi IHSG : 
Pasar saham diperkirakan bereaksi atas dampak penyebaran virus Corona pada perekonomian global, diperkirakan sentimen ini masih dapat membayangi sentimen pasar global, tentunya hal ini bisa terdampak bagi pergerakan IHSG. Perkiraan pasar global yang mengalami tekanan akibat dari kekhawatiran virus Corona, menjadi salah satu faktor peluang tekanan bagi IHSG pada pekan ini.

Perspektif tenikal 
Support Level :    6233/6222/6209
Resistance Level :   6257/6270/6281
Major Trend : Down
Minor Trend : Up
Pattern : Down

TRADING IDEAS : 
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

TLKM: Trading Buy
• Close 3920, TP 3950
• Boleh buy di level 3880-3920
• Resistance di 3950 & support di 3880
• Waspadai jika tembus di 3880
• Batasi resiko di 3860

BMRI: Trading Buy
• Close 7925, TP 8050
• Boleh buy di level  7775-7925
• Resistance di 8050 & support di 7775
• Waspadai jika tembus di 7775
• Batasi resiko di 7725

BBTN : Trading Buy
• Close 2070, TP 2100
• Boleh buy di level  2030-2070
• Resistance di 2100 & support di 2030
• Waspadai jika tembus di 2030
• Batasi resiko di 2010

BBNI:  Trading Buy
• Close 7700, TP 7775
• Boleh buy di level  7600-7700
• Resistance di 7775 & support di 7600
• Waspadai jika tembus di 7600
• Batasi resiko di 7550

GGRM:  Trading Buy
• Close 58300, TP 58575
• Boleh buy di level  57775-58300
• Resistance di 58575 & support di 57775
• Waspadai jika tembus di 57775
• Batasi resiko di 56975

INTP:  Trading Buy
• Close 18825, TP 19125
• Boleh buy di level  18675-18825
• Resistance di 19125 & support di 18675
• Waspadai jika tembus di 18675
• Batasi resiko di 18550

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
AKRA, INDF, WSKT, MAPI, JPFA, ICBP.  

(Disclaimer ON) 

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | ERAA,BMRI, PTBA


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Jan 27, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,244.11 (-0.08%), consolidation, trading range 6,220 – 6,265. indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Sementara itu pada periode weekly indikator MFI optimized cenderung naik, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung turun. Daily support di 6,220 dan daily resistance di 6,265. Cut loss level di 6,200.

ERAA Daily, 1,710 (+0.88%), trading buy, trading range 1,675 – 1,740.  Indikator MFI optimized akan menguji support trend line, indikator W%R optimized, dan indikator RSI optimized cenderung naik. Daily support  di  1,675 sementara itu daily resistance  1,740. Cut loss level  1,660.

BMRI Daily, 7,925 (+1.93%), trading buy, trading range 7,800 – 7,975. indikator MFI optimized akan menguji support trend line, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized  cenderung naik.Daily support  di 7,800  sementara itu daily resistance  di  7,975. Cut loss level  di 7,600.

PTBA Daily, 2,370(-1.66%), buy on weakness, trading range 2,340 – 2,420. Indikator MFI optimized ,indikator RSI optimized serta indikator W%R optimized sudah berada di oversold area,. Perkiraan daily support di 2,340 dan daily resistance di 2,420.Cut loss level di 2,300.

Rekomendasi Saham IPOT | BMRI, SSIA, BBTN


IHSG ( 6.215-6.270) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.215 kemudian 6.190 dengan resist di level 6.270 dan 6.295.
BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.050 kemudian 8.150 dengan support di level 7.800, cut loss jika break 7.700.
SSIA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 695 kemudian 710 dengan support di level 675, cut loss jika break 660.
BBTN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.110 kemudian 2.150 dengan support di level 2.040, cut loss jika break 2.000.
XISI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 338 kemudian 341 dengan support di level 332, cut loss jika break 329.
XISR (Buy) :Target kenaikan harga pada level 412 kemudian 414 dengan support di level 408, cut loss jika break 406.
XBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.140 kemudian 1.147 dengan support di level 1.125, cut loss jika break 1.118.

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | AKRA, GGRM, ICBP, KIJA


Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Senin 27 Januari 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -5,10 poin (-0.08%) menuju level 6.244,10 pada perdagangan hari Jumat 24 Januari 2020 kemarin. IHSG kembali gagal menguat karena aksi profit taking oleh investor lokal, diperkirakan karena akan libur Imlek. Secar teknikal IHSG sudah jenuh jual ditandai dengan Stochastic yang golden cross namun masih menguji resistance 6.250.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.220 s/d 6.265.

AKRA
Higher Low Pattern: Membentuk pola higher low pattern yang menandakan
mulai terjadi uptrend.
Rekomendasi: Buy 3450 s/d 3490, TP 3750 s/d 3800, stop loss <3370 .="" p="">
Support: 3370.
Resistance: 3750.

GGRM
Candlestick Pattern: Membentuk pola bullish engulfing yang
mengindikasikan penguatan lanjutan.
Rekomendasi: Buy 58000 s/d 58300, TP 60000, stop loss <56000 .="" p="">
Support: 56000.
Resistance: 60000.

ICBP
Candlestick Pattern: Membentuk pola hammer yang merupakan indikasi
pembalikan arah (reversal).
Rekomendasi: Buy 11700, TP 12000 s/d 12200, stop loss <11500 .="" p="">
Support: 11500.
Resistance: 12000.

KIJA
Momentum Indicator: Berpotensi membentuk golden cross MA5 dengan MA20
yang merupakan indikasi penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 298, TP 306, stop loss <290 .="" p="">
Support: 290.
Resistance: 306.

Semoga bermanfaat, happy trading!


Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham WIKA | 27 Januari 2020


Saham WIKA pada tanggal 24 Januari 2020 ditutup menguat pada harga 1960, naik 0,25% dengan candlestick doji. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 25% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi :
Buy if Break 1980
Jika naik di atas 1980 maka berpeluang ke 2060
Jika turun di bawah 1930 maka berpeluang ke 1800

Disclaimer ON

Analisa Saham ISAT Jangan Tergesa-gesa | 27 Januari 2020|


Saham ISAT pada tanggal 24 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 2340, turun -2,09%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 36% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold dengan kecenderungan memantul. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish

Rekomendasi :
Buy if Break 2440
Jika naik di atas 2440 maka berpeluang ke 2590-2720
Jika turun di bawah 2270 maka berpeluang strong bearish berlanjut.

Disclaimer ON

Analisa Saham UNVR Hindari Dulu | 27 Januari 2020


Saham UNVR pada tanggal 24 Januari 2020 ditutup melemah pada harga 8175, turun -1,8%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 233% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi :
Hindari
Jika naik di atas 8525 maka berpeluang ke 8700
Jika turun di bawah 8050 maka berpeluang ke strong bearish

Disclaimer ON

Analisa Saham IPCC Penurunan Terbatas | 27 Januari 2020


Saham IPCC pada tanggal 24 Januari 2020 ditutup stabil pada harga 570. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 195% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan ada penguatan.

Rekomendasi :
Buy if Break 620
Jika naik di atas 620 maka berpeluang ke 655
Jika turun di bawah 565 maka berpeluang ke 560 atau di bawahnya
Disclaimer ON

Analisa Saham INAF Breakout Buy | 27 Januari 2020


Saham INAF pada tanggal 24 Januari 2020 ditutup menguat pada harga 925, naik 14,19%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang cukup signifikan, yaitu 246% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke arah akan overbought. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :
BUY
Berpeluang ke 1020
Jika turun di bawah 850 maka berpeluang ke 655
Saham ini termasuk High Risk.

Disclaimer ON

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | GGRM, ISAT, CTRA, MAPI


MNC Daily Scope Wave
27 Januari 2020

Menutup pekan lalu (24/1), IHSG ditutup terkoreksi 0,1% ke level 6,244. IHSG masih tertahan oleh resistance pada level 6,300, sekalipun IHSG menguat, maka hanya akan berada pada area 6,250-6,270. Waspadai level support pada level 6,217, apabila IHSG menembus level support tersebut, maka IHSG berpeluang terkoreksi ke area 6,150-6,200.
Support: 6,220, 6,218
Resistance: 6,250, 6,300

GGRM - Buy on Weakness (58,300)
Saat ini, kami memperkirakan GGRM sedang berada pada awal wave v dari wave (iii) dari wave [iii], dimana GGRM diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatannya. Arah penguatan GGRM sendiri diperkirakan akan berada pada area fibonacci 50% dan 78.6%.
Buy on Weakness: 57,200-57,600
Target Price: 60,000, 62,000
Stoploss: below 55,200

ISAT - Buy on Weakness (2,340)
Posisi ISAT kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [c] dari wave Y dari wave (Y) dari wave [X], dimana koreksi ISAT sudah relatif terbatas. Selanjutnya, ISAT berpotensi menguat untuk membentuk awal wave [Y], mengingat kondisi ISAT yang sudah oversold.
Buy on Weakness: 2,300-2,340
Target Price: 2,670, 2,900
Stoploss: below 2,200

CTRA - Buy on Weakness (990)
Selama tidak kembali terkoreksi di bawah 965, maka kami perkirakan CTRA saat ini sudah terkonfirmasi membentuk wave 2, dimana koreksi CTRA akan cenderung terbatas. Selanjutnya, CTRA berpotensi menguat kembali untuk membentuk awal dari wave 3 dari wave (C).
Buy on Weakness: 970-985
Target Price: 1,050, 1,150, 1,200
Stoploss: below 955

MAPI - Sell on Strength (1,015)
Saat ini MAPI sedang berada pada wave [c] dari wave Y dari wave B di fase korektifnya, sehingga kami perkirakan MAPI masih berpotensi untuk melanjutnya koreksinya menuju area minimal 960 dan idealnya pada area 930.
Sell on Strength: 1,025-1,050

Disclaimer On