PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Terapkan WFH

IQPlus, (17/03) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menerapkan konsep work from home (WFH) sebagai bentuk penyesuaian sistem kerja karyawan dan upaya pencegahan serta meminimalisasi penyebaran virus COVID-19.

Kebijakan ini mulai aktif diberlakukan sejak 17 s.d 31 Maret 2020 yang selanjutnya akan dievaluasi kemudian. Kebijakan ini juga berlaku untuk karyawan di Jasa Marga Group kecuali Petugas Operasional, Penerimaan Dokumen, Keamanan, Kebersihan dan Teknisi.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan kebijakan WFH yang diterapkan Jasa Marga Group saat ini adalah WFH sebagian yang mayoritas diterapkan di back office Perusahaan.

"Untuk memastikan proses bisnis perusahaan tetap berjalan, tidak semua karyawan back office kami WFH. Sekitar 20% dari jumlah karyawan di masing-masing unit kerja tetap masuk dengan skema piket. Ini komitmen kami untuk meminimalisir potensi penularan COVID-19 di lingkungan karyawan Jasa Marga Group serta selaras dengan imbauan Presiden RI Joko Widodo untuk menerapkan social distancing," ujar Heru.

Untuk tetap melayani pengguna jalan, petugas operasional Jasa Marga seperti Customer Service Supervisor (CSS), Mobile Customer Service (MCS), Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC) serta petugas kendaraan operasional lainnya seperti derek, rescue, ambulance tetap berjalan dengan menjaga pola hidup bersih didukung dengan penyediaan masker dan hand sanitizer yang disediakan oleh perusahaan.

Dalam menerapkan kesiapan sistem WFH, Heru menjelaskan bahwa Jasa Marga didukung oleh penerapan teknologi informasi yang memungkinkan karyawan Jasa Marga Group bekerja dengan produktif secara jarak jauh.

.Jasa Marga menerapkan WFH dengan memaksimalkan penggunaan aplikasi teleconference meeting seperti Microsoft Teams dan Zoom serta penggunaan SAP dan Nota Dinas Elektronik (NDE) yang memiliki peran penting dalam memonitor administrasi, bisnis, dan keuangan perusahaan. Jasa Marga juga memiliki aplikasi JM-Click untuk manajemen human capital dengan berbagai fitur seperti modul pembelajaran mandiri, performance management, absen berbasis lokasi serta fitur pendukung lainnya,"tambahnya.

Mekanisme WFH Jasa Marga Group memutuskan dan mengatur sistem kerja yang akuntabel dan mengatur secara selektif karyawan yang diperkenankan untuk WFH dengan mempertimbangkan kondisi karyawan yang sedang hamil, karyawan yang sedang mengalami keluhan pernafasan (flu, batuk, radang tenggorokan) dan keluhan lainnya serta yang usianya lebih dari 50 tahun.

"Selain itu tentu saja kami juga mempertimbangkan karyawan dengan riwayat perjalanan luar negeri karyawan, riwayat interaksi karyawan dengan suspect/penderita COVID-19, serta jenis pekerjaan yang dilakukan karyawan," tutup Heru.

Sebelumnya, Jasa Marga Group juga telah melakukan berbagai upaya seperti pengecekan suhu tubuh bagi karyawan dan non karyawan (tenaga pendukung dan tamu perusahaan), pembersihan dan penyemprotan disinfektan di Kantor Pusat, Regional dan Cabang Jasa Marga serta memastikan penyediaan masker dan hand sanitizer di lingkungan Jasa Marga Group. (end/as)

PT PP Properti Tbk (PPRO) Berpendapatan Usaha Rp2,51 triliun per 31 Desember 2020

IQPlus, (18/03) - PT PP Properti Tbk (PPRO) meraih pendapatan usaha sebesar Rp2,51 triliun hingga periode 31 Desember 2019 turun tipis dari pendapatan usaha Rp2,56 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan laba kotor tercatat sebesar Rp580,94 miliar turun dari laba kotor Rp590,62 miliar tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp361,70 miliar dari laba sebelum pajak Rp501,22 miliar.

Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp342,89 miliar dari laba bersih Rp496,78 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan mencapai Rp19,58 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari jumlah aset Rp16,47 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

Pasar Obligasi Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga BI

Bisnis.com,JAKARTA— Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pasar obligasi akan mendapatkan angin segar dengan adanya pemangkasan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI). Pemangkasan suku bunga diproyeksi mencapai 25 bps hingga 50 bps.

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan lelang obligasi masih menunjukkan total penawaran yang luar biasa di tengah situasi pasar yang penuh gejolak.

“Ini artinya apa? para pelaku pasar dan investor masih belum kehilangan minat untuk berinvestasi di Indonesia, itu artinya para pelaku pasar selama ini masih wait and see terkait dengan situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia,” tulisnya dalam laporan riset yang dikutip Bisnis, Rabu (18/3/2020).

Nico mengatakan pekan ini pasar obligasi mungkin akan mendapatkan sentimen positif dari pemotongan bunga acuan oleh BI. Langkah ini akan memberikan ruang yang lebih banyak kepada pasar obligasi untuk bertahan di tengah pelemahan.

“Permasalahannya adalah apakah pemangkasan tingkat suku bunga saat ini masih memberikan pengaruh? Sesuatu yang patut disaksikan bersama sejauh mana efek positif tersebut akan terjadi terhadap pasar,” tuturnya.

Dia memprediksi pasar obligasi akan dibuka dengan potensi melemah pada, Rabu (18/3/2020) pagi. Pihaknya melihat pelemahan belum menjadi batas paling bawah. Kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun 0,69 persen ke level 274,9755.

Jadi, Nico melihat saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menyiapkan dana lalu menonton pasar bergerak melemah. Semakin kasus Covid-19 bertambah, tekanan terhadap bursa diperkirakan akan bertambah.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Masih Tertekan Walau Harga Minyak Turun

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. diprediksi masih dalam tekanan pada tahun ini seiring dengan kondisi pasar yang bergejolak akibat sentimen penyebaran virus corona atau Covid-19.

Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo mengatakan bahwa meskipun Chandra Asri Petrochemical mendapatkan momentum untuk memperbaiki kinerja keuangannya dipicu penurunan harga minyak, tetapi sentimen itu belum mampu membuat kinerja perseroan tahun ini memiliki prospek yang baik.

“Harga minyak turun, bahan bakunya memang menjadi lebih murah sehingga lebih efisien tetapi tantangan lainnya bagi perseroan adalah proyeksi perlambatan ekonomi global sehingga produksi tidak dapat diserap baik di pasar, jadi prospek kinerja tahun ini pun belum akan berubah signifikan,” ujar Wisnu saat dihubungi Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Kendati demikian, secara jangka panjang prospek bisnis emiten berkode saham TPIA itu dinilai masih bagus karena kebijakan tax holiday yang berlangsung selama 20 tahun.

Adapun, berdasarkan laporan keuangan, TPIA mencatatkan penurunan pendapatan bersih sepanjang 2019 sebesar 26 persen menjadi US$1,8 miliar dibandingkan dengan tahun lalu sebesar US$2,54 miliar.

Sementara itu, laba bersih perseroan turun 87 persen menjadi hanya sebesar US$23,6 juta dari perolehan tahun sebelumnya US$182,3 juta.

EBITDA perseroan juga turun 55,2 persen menjadi US$180,1 juta pada 2019, dibandingkan dengan capaian 2018 sebesar US$401,7 juta karena margin petrokimia yang lebih rendah seiring dengan membludaknya pasokan dari AS dan China, serta penurunan permintaan polymer.

Di sisi lain, kinerja yang tidak impresif bersamaan dengan pasar yang tidak kondusif karena sentimen penyebaran covid-19 juga akan menekan pergerakan saham TPIA pada tahun ini.

Sepanjang 2020, saham TPIA sudah terkoreksi 41,69 persen dan parkir di level Rp6.050 per saham.

Wisnu mengatakan bahwa pergerakan saham TPIA masih downtrend dan belum nampak akan segera rebound. Valuasi saham yang dinilai masih tinggi, belum menjadikan penurunan harga saham TPIA saat ini menarik untuk dikumpulkan oleh investor.

Berkaca dari pergerakan historikal pada 2019, TPIA berpotensi untuk kembali menyentuh level Rp4.600 per saham hingga Rp4.700 per saham, level terendahnya pada 2019.

PT Phapros Tbk. (PEHA) Siap Antisipasi Kebutuhan Farmasi Terkait Lockdown

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) mengaku siap untuk mendukung kebutuhan obat-obatan bagi masyarakat bila pemerintah memutuskan untuk melakukan lockdown guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19)

Sekretaris Perusahaan Phapros, Zahmila Akbar mengatakan perseroan sudah memiliki persediaan beberapa kategori obat yang diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam mendukung pemerintah untuk pengadaan di pasar reguler bagi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia.

"Phapros telah mempersiapkan kinerja tim produksi seoptimal mungkin dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat, dari semua aspek yang dibutuhkan. Kami akan selalu mengupayakan yang terbaik bagi konsumen,” ujar Zahmila kepada Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Terkait potensi gangguan bahan baku yang berasal dari luar negeri, perseroan menganggap hal tersebut bukanlah masalah mengingat Phapros tidak bergantung hanya pada satu sumber bahan baku saja.

Entitas anak dari PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) tersebut menyebutkan selalu memiliki minimal dua sampai tiga alternatif sumber bahan baku. Arkian,  aspek pasokan dan permintaan diharapkan dapat terkendali dengan baik.

Dalam dua bulan pertama 2020, penjualan perseroan juga mengalami kenaikan. Peningkatan penjualan berasal dari segmen obat-obatan generik, obat OTC (over the counter) dan alat-alat kesehatan.

“Berdasarkan data penjualan kami, di periode yang sama, pertumbuhan angka penjualan Phapros di bulan Februari 2020 terdapat peningkatan lebih dari 10 persen dibandingkan angka tahun lalu,” imbuhnya.

Pemerintah akan Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 24 Maret 2020

IQPlus, (18/03) - Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 24 Maret 2020.

Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020. Berikut pokok-pokok terms & conditions SBSN yang akan dilelang:

SPN-S 11092020 (reopening) tanggal jatuh tempo 11 September 2020 dengan imbalan diskonto, PBS022 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Januari 2022 dengan imbalan 5,45000%.

PBS026 (reopening) 15 Oktober 2024 dengan imbalan 6,62500%, PBS004 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Februari 2037 dengan imbalan 6,1000%, PBS005 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 April 2043 dengan imbalan 6,75000%. (end)

Venezuela Hutang ke IMF Karena Corona

IQPlus, (18/03) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta bantuan dana ke IMF pada hari Selasa waktu setempat sebesar US$5 miliar untuk membantu negaraya mengatasi krisis akibat gempuran virus Corona.

Dakan suratnya yang ditujukan kepada managing director Kristalina Georgieva, Maduro mengatakan pinjaman US$5 miiar dari instrumen pendanaan cepat IMF akan berkontribusi signifikan untuk memperkuat sistem respon dan deteksi.

Melalui mekanisme RFI ini semua anggota IMF bisa meminta bantuan keuangan tanpa harus memaparkan program ekonomi secara lengkap. (end/afp)

Rekomendasi Saham Mirae Asset | BNLI, MDKA, KLBF


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 4,456.75 (-4.99.%), test support at 4,377, trading range 4,377-4,551. Indikator MFI optimize sudah berada di oversold area indikator indikator W%R optimized masih turun dan indikator Stochastic%D optimized oversold area Pada periode weekly indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D dan MACD optimized konsolidasi di oversold area . Daily support di 4,377 dan daily resistance di 4,551. Cut loss level di 4,330.

*BNLI Daily, 1,135 (-2.161%), Trading Buy, trading range 1,110 – 1,180. Indikator MFI optimized, indikator Stochastic%D optimized dan indikator W%R optimized sudah berada di oversold area dan berpotensi menguat. Daily support di 1,100 sementara itu daily resistance di 1,180. Cut loss level 1,090

*MDKA Weekly , 1,070( 0.0%), buy on weakness, trading range 1,035– 1,140. Indikator MFI optimized,, indikator indikator W%R optimized indikator Stochastic%D optimized masih cenderung turun . Weekly support di 1,035 sementara itu weekly resistance di 1,140. Cut loss level di 1,030.

*KLBF Monthly , 995 (-18.44%), buy on weakness, trading range 890- 1,095. Indikator MFI optimized cenderung flat ,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized sudah berada di oversold area namun belum ada tanda tanda bottom reversal. Perkiraan monthly support di 890 dan monthly resistance di 1,095 .Cut loss level 880.

Ulasan Pasar Global | 18 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 18, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street melonjak setelah aksi jual bersejarah hari Senin karena Fed meningkatkan likuiditas untuk melawan efek coronavirus

S&P 500 naik 6% pada hari Selasa, mengambil kembali sebagian besar dari kerugian tajam pada Senin, karena Federal Reserve dan Gedung Putih mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan likuiditas dan membendung kerusakan dari wabah coronavirus yang telah mencengkeram ekonomi global.

Dow Jones Industrial Average naik 1.048,86 poin atau 5,2% menjadi 21.237,38. S&P 500 naik 143,06 poin atau 6,00% menjadi 2.529,19. Nasdaq Composite bertambah 430,19 poin atau 6,23% menjadi 7.334,78.

Bank sentral AS meluncurkan kembali pembelian hutang jangka pendek era krisis keuangan untuk membantu perusahaan dapat terus membayar pekerja dan membeli pasokan melalui pandemi. Langkah untuk membeli kembali surat berharga komersial mengikuti beberapa langkah darurat yang diambil oleh The Fed pada hari Minggu, termasuk memangkas suku bunga mendekati nol. Juga pada hari Selasa, pemerintahan Trump mengejar paket stimulus $850 miliar untuk menopang perekonomian dan mempertimbangkan mengirim cek $1.000 kepada Amerika dalam waktu dua minggu. "Masalah tentang likuiditas ini telah menjadi masalah, dan itulah yang mereka coba untuk atasi," kata analis.

Eropa

Stimulus Spanyol membantu Bursa Eropa mengakhiri sesi jungkat-jungkit lebih tinggi

Bursa Eropa naik pada hari Selasa, datang dari level terendah hampir tujuh tahun dibantu oleh saham di Spanyol, yang mengumumkan rencana stimulus bumper untuk memerangi goncangan ekonomi dari coronavirus.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup naik 2,3%.

Ini didukung oleh Ibex 35 Spanyol yang naik sekitar 6,4%, menandai hari terbaiknya sejak 2010 karena para investor menyiapkan paket langkah-langkah 200 miliar euro ($ 219,6 miliar) yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Rencana itu menenangkan pasar yang telah dibutakan oleh penutupan yang meluas dan gangguan setelah wabah virus, dengan langkah-langkah bank sentral yang kurang diterima dan jatuhnya harga minyak menambah rasa sakit. “Di satu sisi, apa yang telah dinanti investor. Minggu lalu adalah tentang tindakan bank sentral, yang mungkin merupakan prasyarat, tetapi bukan solusi, ”kata analis. “Apa yang digarisbawahi adalah bahwa pasar ingin melihat tindakan tegas, dan ini adalah contohnya. Saya pikir positif bahwa kita melihat langkah pertama dalam langkah yang sangat besar."

Rekomendasi Saham IPOT | BSDE, BBRI, AKRA


IHSG (4.250-4.670) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 4.250 kemudian 4.050 dengan resist di level 4.670 dan 4.890.

BSDE (Buy) : Target kenaikan harga pada level 850 kemudian 890 dengan support di level 750, cut loss jika break 710.

BBRI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 3.090 dengan resist di level 3.410 dan 3.540.

AKRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.825 kemudian 1.960 dengan support di level 1.555, cut loss jika break 1.510.

XBNI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 720 kemudian 665 dengan resist di level 830 dan 885.

XMTS (Sell) : Target pelemahan harga pada level 332 kemudian 310 dengan resist di level 376 dan 398.

XISR (Sell) : Target pelemahan harga pada level 269 kemudian 249 dengan resist di level 309 dan 329.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mng

Bursa Asia Pasifik Variatif Rabu Pagi 18 Maret 2020

IQPlus, (18/03) - Bursa Asia Pasifik bergerak bervariasi pada Rabu pagi ini ketika semalam Bursa Wall Street rebound ditengah harapan stimulus dari Pemerintahan Trump.

Indeks Nikkei 225 dibuka naik 2,09% di awal perdagangan dan indeks Topix naik 2,94%. Ekspor Jepang turun 1% di Februari dibandingka tahu sebelumnya, demikian data kementerian Keuangan Rabu.

Indeks Kospi naik 1,17% sedangkan indeks S&P/ASX 200 turun 2,68% ketika mayoritas sektor turun. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,12%.

Indeks US Dollar AS berada di level 99,419 dan yen diperdagangkan di level 107,43 per dolar AS dan dolar Australia berada di level $0,5989. (end)

Harga Emas Berjangka COMEX Rebound Rabu Pagi Ini 18 Maret 2020

IQPlus, (18/03) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari penurunan lima hari berturut-turut karena investor berbondong-bondong ke logam mulia sebagai tempat berlindung setelah penyebaran wabah virus corona makin meluas dan mengakibatkan penutupan banyak negara.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, melonjak naik 39,3 dolar AS atau 2,64 persen, menjadi ditutup pada 1.525,8 dolar AS per ounce. Emas berjangka merosot 30,2 dolar AS atau 1,99 persen menjadi 1.486,5 dolar AS per ounce sehari sebelumnya.

"Fakta bahwa The Fed melangkah masuk, mereka mengeluarkan lebih banyak likuiditas di pasar, telah membantu emas untuk diperdagangkan lebih tinggi. Emas mulai bertindak seperti seharusnya," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip oleh Reuters.

Emas menghapus kerugian sebelumnya dan melonjak lebih dari dua persen setelah The Fed mengatakan akan meluncurkan kembali pembelian utang jangka pendek perusahaan seperti ketika terjadi krisis keuangan, guna mencairkan pasar kredit yang tegang akibat pandemi virus corona.

"Emas punya banyak faktor fundamental di belakangnya untuk membantu mendorongnya lebih tinggi. Plus, Anda memang memiliki aspek teknikal mengingat penarikan yang kami miliki selama dua hari terakhir," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.

"Ini adalah peluang besar bagi orang untuk masuk ke pasar emas."

Emas juga mendapat dukungan ketika laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa (17/3/2020) menunjukkan penjualan ritel turun 0,5 persen, lebih buruk dari perkiraan pada Februari, sebagai akibat wabah virus corona.(end)

Harga Minyak Jatuh Lagi Rabu Pagi Ini 18 Maret 2020

IQplus, (18/03) - Harga minyak memperpanjang kerugiannya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekhawatiran bahwa penyebaran COVID-19 akan semakin mengurangi permintaan global untuk minyak mentah terus membebani pasar.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 1,75 dolar AS, atau 6,1 persen, menjadi menetap pada 26,95 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun 1,32 dolar AS atau 4,39 persen, menjadi ditutup pada 28,73 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Para pelaku pasar cemas tentang risiko penurunan signifikan terhadap permintaan minyak di tengah kian merebaknya wabah virus corona yang menyebabkan penutupan beberapa negara di Eropa dan Asia.

Sementara itu, masih ada tanda perang harga di pasar minyak, karena Arab Saudi dan Rusia - dua produsen minyak utama - tidak membuat upaya untuk mendamaikan perbedaan mereka, para ahli mencatat.

Mengingat bahwa permintaan menurun pada saat yang sama sebagai akibat dari pembatasan yang semakin drastis yang ditujukan untuk memerangi virus corona, perilaku dua produsen minyak utama dunia itu dapat digambarkan sebagai "tindakan menghancurkan diri sendiri," Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan Selasa (17/3/2020), seperti dikutip oleh Xinhua.(end)

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | UNVR, TLKM, BBCA, WIKA


MNC Daily Scope Wave
18 Maret 2020

IHSG kembali terkoreksi 5% dan ditutup di level 4,456. Kami memperkirakan terjadi ekstensi pada pergerakan IHSG, dimana IHSG akan menuju area 4,100-4,200 untuk membentuk wave [v] dari wave (C). Setelah wave [v] terbentuk, maka IHSG berpeluang menguat ke area 4,540-4,800.
Support: 4,400, 4,290
Resistance: 4,520, 4,700

UNVR - Buy on Weakness (6,500)
Terkoreksi 6,8% pada perdagangan kemarin (17/3), membuat UNVR saat ini berada pada wave [v] dari wave C dari wave (Y), dimana UNVR masih cenderung akan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave [v]. Selanjutnya, apabila sudah terkonfirmasi wave [v], maka UNVR berpeluang menguat.
Buy on Weakness: 6,200-6,300
Target Price: 6,800, 7,100
Stoploss: below 5,700

TLKM - Buy on Weakness (2,940)
Pada perdagangan kemarin (17/3), TLKM terkoreksi agresif ke 2,940. Kami perkirakan pergerakan TLKM sedang berada di wave 3 dari wave (C), setelah terkonfirmasi wave 3, maka TLKM berpeluang menguat untuk membentuk wave 4.
Buy on Weakness: 2,900-2,940
Target Price: 3,370, 3,480
Stoploss: below 2,630

BBCA - Buy on Weakness (25,600)
Terkoreksi cukup agresif pada perdagangan kemarin (17/3), membuat BBCA diperkirakan sedang berada di wave [iii] dari wave C dari wave (4). Selanjutnya, bila BBCA sudah terkonfirmasi membentuk wave [iii], maka BBCA berpeluang menguat untuk membentuk wave [iv].
Buy on Weakness: 25,000-25,400
Target Price: 28,000, 28,750
Stoploss: below 23,000

WIKA - Sell on Strength (1,025)
Saat ini kami perkirakan posisi WIKA sudah berada di wave [iii] dari wave 3, dimana WIKA berpotensi menguat dalam jangka pendek untuk membentuk wave [iv]. Perhatikan level 1,000, bila WIKA menembus level tersebut maka WIKA akan membentuk wave [v] dari wave 3 menuju ke 950 dan 850.
Sell on Strength: 1,030-1,200

Disclaimer On

Update Indeks dan Komoditas | 18 Maret 2020

Dow rebounds more than 1,000 points as Trump seeks $1 trillion in stimulus for coronavirus fight

Stocks surged Tuesday — rebounding from their worst day in more than three decades — as Wall Street cheered White House plans that could inject $1 trillion into the U.S. economy to cushion the blow of the coronavirus.

Dow......21237     +1049.9   +5.20%
Nasdaq...7335     +430.2     +6.23%
S&P 500..2529     +143.1     +6.00 %

FTSE.......5295      +143.8     +2.79%
Dax..........8939      +196.9     +2.25%
CAC.........3992      +110.3     +2.84%

Nikkei....17012      +9.5         +0.06%
HSI.........23264     +200.2     +0.87%
Shanghai.2780       -9.6          -0.34%
ST Times.2454       -41.2       -1.65%

IDX.........4457    -233.9      -4.99%
LQ45.....683.66  -48.3        -6.60%

Indo10Yr....7.7075        +0.1431   +1.89%
ICBI............ 274.9755   -1.8949    -0.68%
US10Yr.... .0.9970      +0.2690    +36.95%!!
VIX............75.91        -6.78          -8.20%

USDIndx .....99.5750   +1.5060    +1.54%
Como Indx..130.29      -2.43          -1.83%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.........8.02    +1.66         +26.10%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS....210.711   -0.573       -0.27%   
 (5-yr INOCD5) 

IDR.......15172.50    +240.00      +1.61%!!
Jisdor...15083          +265.00      +1.78%!!
IDR Fut.15170.00    +245.00       +1.64%!!

Euro.........1.1017   -0.0151     -1.35%

TLKM.........20.60    -0.34        -1.62%
(3107)
EIDO..........16.10    +0.60       +3.87%
EEM...........33.81    +2.18       +6.89%

Oil...........27.11      -2.16         -7.38%!!
Gold .......1543.40    +30.10      +1.99%
Timah..14205.00   -1117.50  -7.29%!!
Nickel..11912.50   -90.00       -0.75%

Coal price..66.05   +0.50       +0.76%
(Mar/Newcastle)
Coal price..66.30   +0.20       +0.30%
(Apr/Newcastle)
Coal price..47.10   +0.60       +1.29%
(Mar/Rotterdam)
Coal price..49.60   +1.05       +2.16%
(Apr/ Rotterdam)

CPO(May)......2275   +27       +1.20%
(Source: bursamalaysia.com)           
Corn............344.00   -10.75   -3.03%
SoybeanOil...25.24   +0.25    +1.00%
Wheat.........499.25    +1.25   +0.25%

Rubber......160.90      +0.10   +0.06%

(DE/ AT  18 -03-20)