Rampungkan divestasi 20% saham, simak rencana Vale Indonesia (INCO) ke depan


PT Vale Indonesia Tbk (INCO) resmi mengumumkan penjualan (pengalihan) 20% sahamnya kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID. Mengutip keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (7/10), divestasi 20% saham ini berjumlah Rp 5,52 triliun yang terdiri dari 1,98 miliar saham.

Untuk diketahui, proses divestasi ini dilakukan guna memenuhi kewajiban INCO  berdasarkan Amandemen Kontrak Karya tanggal 17 Oktober 2014 yang ditandatangani oleh INCO dan Pemerintah Republik Indonesia (Amandemen KK). Berdasarkan Amandemen KK, divestasi merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh emiten nikel ini untuk melanjutkan operasinya setelah tahun 2025.

Pasca merampungkan divestasi, INCO telah menyiapkan langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan langkah selanjutnya yang akan dilakukan tentu saja melaksanakan beberapa kesepakatan yang tertuang dalam shareholder agreement. 

Salah satunya adalah melaksanakan debottlenecking study untuk melihat peluang sejauh mana INCO  bisa memaksimalkan kapasitas produksi smelter yang ada saat ini.

“Selain itu, tentu saja dengan masuknya direksi dan komisaris yang diangkat Inalum diharapkan semakin banyak diskusi dan sinergi yang bisa dilakukan untuk mendukung strategi perusahaan,” ujar Bernardus kepada Kontan.co.id, Rabu (7/10).

Sebelumnya, pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Senin (7/9), penghuni Indeks Kompas100 ini menambah jajaran komisaris dan direksi seiring dengan rencana divestasi 20% saham produsen nikel ini kepada holding pertambangan Badan Uusaha Milik Negara (BUMN).

Presiden Direktur Vale Indonesia Nicolas Kanter berharap divestasi ini memperkuat komitmen jangka panjang INCO  terhadap  keberlanjutan dan pemberdayaan lokal di Indonesia. 

“PT Vale Indonesia menyambut baik Inalum sebagai pemegang saham dan mengucapkan selamat atas aliansi antara Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining (SMM), dan Inalum," terang Nicolas, Rabu (7/10).

Bernardus mengatakan target produksi INCO hingga akhir tahun masih di angka 73.700 ton. Naiknya target produksi ini disebabkan oleh keputusan INCO untuk menunda pembangunan tanur listrik 4 yang semula dijadwalkan akan dilakukan pada triwulan keempat 2020, diundur menjadi ke triwulan kedua tahun 2021. 

Sebelumnya, INCO menargetkan volume produksi nikel tahun ini ada di angka 71.000 ton. Namun, salah satu konsekuensi dari penundaan pembangunan tungku ini adalah potensi turunnya jumlah produksi di tahun depan.

Sebagai gambaran, produksi nikel matte Vale Indonesia di semester I-2020 mencapai 36.315 ton, naik 18% bila dibandingkan dengan produksi semester I-2019 yang tercatat hanya 30.711 ton. Pada semester pertama tahun lalu, INCO melakukan shutdown terencana yang lebih panjang untuk kegiatan terkait dengan pemeliharaan Larona Canal Lining.

Sumber : kontan

PTPP digugat mandor dan vendor proyek, ini jawaban manajemen


Satu lagi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibawa ke meja hijau. PT PP Tbk (PTPP) harus menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan vendor dan mandor proyek. 

Gugatan terhadap PTPP ini terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 1 Oktober 2020 dengan nomor 321/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst. 

Pemohon PKPU tersebut adalah Budi Darmawan dan CV Prima. Dalam petitumnya, kedua pemohon ini meminta pengadilan menerima dan mengabulkan permohonan PKPU terhadap PTPP. 

PTPP mengakui, informasi PKPU tersebut benar adanya. 

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, Rabu (7/10), PTPP menjelaskan, pemohon Budi Darmawan merupakan mandor di beberapa proyek perseroan. Antara lain untuk proyek Swissbell Inn Surabaya, serta Proyek Transmart Malang. 

Sementara CV Prima merupakan vendor untuk beberapa proyek PTPP seperti Hotel Labersa, proyek Sentul, dan proyek JP Kendari. 

PTPP menjelaskan kronologis perseteruan dengan para pemohon. 

- Pada tanggal 24 Agustus 2020, CV  Prima menyampaikan surat somasi melalui Kuasa Hukum, Kantor Hukum TAG & Co Lawyers terkait dengan pembayaran sisa kewajiban. 

- Pada tanggal 31 Agustus 2020, PTPP menanggapi somasi tersebut yang pada intinya, perseroan menawarkan penyelesaian sisa kewajiban.

- Lalu, pada tanggal 11 September 2020, Kuasa Hukum Budi Darmawan dan CV Prima menyampaikan surat somasi III terkait dengan sisa kewajiban perseroan.

- Bahwa pada tanggal 24 September 2020, PTPP kembali menanggapi somasi tersebut yang pada intinya menawarkan penyelesaian sisa kewajiban

- Pada tanggal 30 September 2020, Budi Darmawan dan CV Prima melalui Kuasa Hukumnya menyampaikan permohonan PKPU terhadap PTPP dengan No. Perkara: 321/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

- Pada tanggal 2 Oktober 2020, seluruh sisa kewajiban PTPP terhadap Budi Darmawan dan CV Prima telah dibayarkan, kecuali terhadap Proyek Transmart Malang lantaran ada perbedaan jumlah outstanding, sehingga perlu dilakukan verifikasi terlebih dahulu dan paling lambat akhir bulan Oktober 2020 diselesaikan.

- Pada tanggal 05 Oktober 2020, PTPP menyampaikan surat pemberitahuan terkait dengan pelunasan sisa kewajiban dan permintaan pencabutan permohonan PKPU (Surat No. 394/EXT/PP/DVFINACC/2020)

"Penyebab terjadinya ini dikarenakan kondisi perseroan akibat pandemi Covid-19," tulis Sekretaris Perusahaan Yuyus Juasa dalam keterbukaan informasi, Rabu (7/10). Tapi, PTPP bilang, kondisi keuangan dan operasional perusahaan tidak terdampak dengan PKPU Sementara ini.

Dengan begitu, nilai material kewajiban PTPP terhadap pemohon sebesar Rp 1,75 miliar. Namun, PTPP sudah membayarkan kewajiban sebesar Rp 915 juta. 

PTPP terus berkomunikasi dengan para pemohon melalui kuasa hukumnya. "Perseroan akan melakukan pelunasan kewajiban selambat-lambatnya tujuh hari sejak tanggal Pencabutan Permohonan PKPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," tulis PTPP.

Sumber: KONTAN

Emiten Batu Bara ‘Kecipratan’ Berkah Omnibus Law


Omnibus Law dinilai juga akan memberikan dampak positif terhadap emiten pertambangan batu bara.

Dalam beleid terbaru tersebut, tercantum setiap pelaku usaha batu bara yang mengintegrasikan usaha hulu batu baranya dengan usaha hilir akan mendapatkan royalti sebesar nol persen.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengatakan bahwa PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) akan menjadi salah satu emiten pertambangan batu bara yang akan mendapatkan tuah dari beleid itu.

Pasalnya, saat ini emiten pelat merah itu tengah mengembangkan proyek hilirisasi batu bara dengan mitra strategis perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products, yaitu proyek gasifikasi mengubah batu bara menjadi DME.

DME tersebut nantinya akan digunakan sebagai substitusi dari LPG yang saat ini sebagian besar masih di impor. DME itu nantinya juga bisa digunakan sebagai bahan baku industri lainnya.

Proyek DME PTBA akan dikembangkan di Tanjung Enim dan ditargetkan mulai berproduksi komersial pada 2025 dengan konsumsi batu bara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun, untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun-nya.

“Namun, kami belum memasukkan rencana tersebut ke dalam asumsi keuangan kami karena kami masih menunggu teknis dari peraturan pemerintah,” ujar Andy seperti dikutip dari publikasi risetnya, Rabu (7/10/2020).

Selain itu, Andy menjelaskan bahwa Omnibus Law akan menimbulkan pemangkasan birokrasi di bidang ketenagalistrikan. Misalnya, pemerintah pusar bisa merumuskan dan menetapkan kebijakan energi tanpa perlu membicarakannya dengan DPR.

Oleh karena itu, Andy yakin Omnibus Law dapat memberikan kemudahan dalam pembangunan infrastruktur energi dalam jangka panjang dan menguntungkan emiten pertambangan batu bara.

Apalagi, sesuai rencana bisnis kelistrikan Indonesia pada 2019-2028, komposisi kelistrikan Indonesia masih akan didominasi oleh batu bara.

“Kami mencatat bahwa bauran energi Indonesia dari batu bara akan memberikan kontribusi terbesar, yaitu 54,4 persen, terhadap total bauran energi Indonesia pada 2028. Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa pengembangan kelistrikan akan mempengaruhi sektor batu bara Indonesia dalam jangka panjang,” papar Andy.

Di sisi lain, Andy mempertahankan asumsi harga batu bara global untuk setahun penuh 2020 di kisaran US$65 per ton dan mempertahankan posisi Overweight untuk sektor batu bara.

Hal itu dikarenakan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) masih mendapatkan rekomendasi trading Buy dan Buy.

Sementara itu, Andy tetap mempertahankan rekomendasi hold atas PTBA karena belum memperhitungkan potensi royalti nol pajak bagi para pelaku batubara, yang mengintegrasikan bisnis hulu dan hilir mereka.

“Namun, keluarnya peraturan pemerintah tentang hal ini ke depan bisa membuat kami mengubah valuasi kami saat ini,” jelas Andy.

Adapun, mayoritas emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona hijau pada penutupan perdagangan Rabu (7/10/2020).

Penguatan saham didukung oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 2 persen, diikuti saham PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) yang menguat 1,75 persen, dan saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) yang naik 1,61 persen.

Tidak mau kalah, saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) juga naik 1,09 persen dan disusul oleh saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang menguat 0,44 persen.

Sumber: BISNIS

Digugat PKPU, ini tanggapan ACE Hardware (ACES)


PT Ace Hardware Indonesia Tbk digugat atas atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh Wibowo dan Partners. Adapun gugatan dilaporkan dengan nomor perkara 329/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Affairs Ace Hardware Indonesia Dasep Suryanto menyebutkan akan mengambil sikap setelah menerima pemberitahuan terhadap perkara tersebut. "Saat ini kami belum menerima pemberitahuan resmi terhadap perkara tersebut dari Pengadilan Niaga," ujarnya kepada kontan.co.id melalui keterangan resmi, Rabu (7/10).

Dasep menyebutkan antara Ace Hardware Indonesia dengan Wibowo & Partners memiliki ikatan perjanjian jasa hukum bulanan (retainer) sebesar Rp 10 juta. "Kami menghimbau masyarakat dan investor bersikap bijak dalam menanggapi pemberitaan tersebut. Saat ini PT Ace Hardware Indonesia Tbk memiliki kinerja yang sangat baik dan beroperasi seperti biasa," sebutnya.

Di sisi lain, emiten berkode saham ACES di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini belum lama menutup gerainya di Kuningan City. Corporate Secretary ACES Helen Tanzil menyebutkan penutupan gerai tersebut karena masa sewa gerai telah berakhir. "Kami sampaikan bahwa pada tanggal 2 Agustus 2020, salah satu gerai Ace Hardware Indonesia yang berlokasi di Kuningan City telah ditutup karena masa sewa telah berakhir," ujarnya, Kamis (10/9).

Sementara, sepanjang tahun ini ACES telah menutup 3 gerainya. Di sisi lain, perusahaan juga membuka 11 gerai baru dan masih berencana menambah 2 sampai 3 gerai baru hingga tutup tahun.

Berdasarkan laporan keuangan semester I, ACES mencatatkan penurunan penjualan bersih hingga 7,83% secara year on year (yoy), menjadi Rp 3,65 triliun dari sebelumnya Rp 3,96 triliun.

Penjualan per segmen ACES kompak menurun. Penjualan produk perbaikan rumah tangga terkikis 9,22% menjadi Rp 1,87 triliun. Di sisi lain, penjualan produk gaya hidup juga menurun 5,36% menjadi Rp 1,59 triliun. Adapun untuk penjualan produk permainan terkikis 20,25% menjadi Rp 118,99 miliar.

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ACES merosot 23,83% menjadi Rp 360,16 miliar dari sebelumnya Rp 472,86 miliar.

Sumber: kontan

Bio Farma Dapat Tugas dari Jokowi, KAEF & INAF Terlibat


PT Bio Farma (Persero) mendapatkan tugas pengadaan vaksin Covid-19 secara resmi yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah resmi diundangkan pada Selasa (6/10/2020). Beleid itu telah ditetapkan dan diteken oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (5/10/2020).

Pasal 1 Perpres Nomor 99 Tahun 2020 menjelaskan bahwa pemerintah melakukan percepatan pengadaan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Dalam Pasal 4, dijelaskan bahwa pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 dilakukan melalui penugasan kepada badan usaha milik negara, penunjukkan langsung badan usaha penyedia, dan atau kerja sama dengan lembaga atau badan internasional.

Berdasarkan Pasal 5 ayat 1, penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1 kepada PT Bio Farma (Persero) dilakukan oleh Menteri Kesehatan.

“Penugasan kepada Bio Farma dapat melibatkan anak usaha yaitu PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk,” seperti dikutip dari penjelasan Pasal 5 ayat 3, Rabu (7/10/2020).

Perpres Nomor 99 Tahun 2020 mengatur Bio Farma dalam melaksanakan tugas dapat bekerja sama dengan badan usaha dan atau lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri untuk pengadaan vaksin Covid-19. Ketentuan kerja sama pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 dengan tetap memperhatikan tujuan, prinsip, dan etika pengadaan.

Berdasarkan catatan Bisnis, Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac tengah mengembangkan vaksin Covid-19. Induk Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmas itu ditargetkan mampu memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosisi pada akhir 2020.

Adapun, Kimia Farma dan Indofarma selaku anak usaha menyatakan kesiapan untuk melakukan distribusi hasil produksi Bio Farma. Pembagian keduanya disebut akan menggunakan skema 50:50.

Sumber: bisnis

Rekomendasi Saham KLBF, GGRM dan EXCL oleh IPOT | 8 Oktober 2020


IHSG (4.965-5.045) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 5.045 kemudian 5.085 dengan support di level 4.965 dan 4.930.

KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.615 kemudian 1.640 dengan support di level 1.565, cut loss jika break 1.545.

GGRM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 44.000 kemudian 45.250 dengan support di level 41.950 kemudian 40.975.

EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.260 kemudian 2.340 dengan support di level 2.100, cut loss jika break 2.020.

XIIC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 894 kemudian 900 dengan support di level 882, cut loss jika break 872.

XIHD (Buy) : Target kenaikan harga pada level 388 kemudian 390, dengan support di level 380, cut loss jika break 376.

XMTS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 405 kemudian 408 dengan support di level 398, cut loss jika break 394.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9rz4

Rekomendasi Saham ITMG, KLBF dan ADRO oleh Mirae Asset Sekuritas | 8 Oktober 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Oktober 8, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,004.33(+0.10%), test resistance at 5,028, trading range 4,960 – 5,028. Indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indikator RSI optimized masih bergerak naik.Pada periode  weekly mulai terlihat pola uptrend namun belum begitu kuat. Indikator MFI optimized akan menguji support trendline. dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 4,960 dan daily resistance di 5,028. Cut loss level di 4,915.

ITMG Daily, 8,100 (+0.31%), trading buy, trading range 8,000 – 8,250. Indikator MFI optimized masih cenderung naik dan koreksi indikator RSI optimized relatif tertahan. Daily support di 8,000 dan daily resistance di 8,250. Cut loss level di 7,950.

KLBF Daily, 1,590 (+1.60%), trading buy, trading range 1,580 – 1,615. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support  di 1,580 dan daily resistance di 1,615. Cut loss level di 1,550.

ADRO Daily, 1,130 (+0.44%), trading buy, trading range 1,100 – 1,150. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Perkiraan daily support di 1,100 dan daily resistance terdekat di 1,150. Cut loss level di 1,090.

Ulasan Pasar Global | 8 Oktober 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Oct 8, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street ditutup lebih tinggi dengan harapan bahwa kesepakatan stimulus virus corona dapat terjadi

Bursa AS ditutup menguat tajam pada hari Rabu karena investor mendapatkan kembali harapan bahwa setidaknya kesepakatan parsial tentang lebih banyak stimulus fiskal AS dapat terjadi.

Dow Jones naik 530,7 poin atau 1,91% menjadi 28.303,46. S&P 500 naik 58,5 poin atau 1,74% menjadi 3.419,45. Nasdaq Composite menambahkan 210,00 poin atau 1,88% menjadi 11.364,60.

Setelah tiba-tiba membatalkan negosiasi RUU komprehensif pada hari Selasa, Presiden Donald Trump kemudian pada hari itu mendesak Kongres untuk meloloskan serangkaian tagihan yang lebih kecil dan mandiri yang akan mencakup paket bailout untuk industri penerbangan yang dilanda pandemi virus corona. Saham maskapai penerbangan melonjak, dan United Airlines UAL.N naik 4,3%. Pejabat tinggi Gedung Putih meremehkan kemungkinan lebih banyak bantuan virus korona, sementara Ketua DPR Nancy Pelosi meremehkan Trump karena mundur dari pembicaraan tentang kesepakatan komprehensif. Indeks menahan kenaikan setelah Federal Reserve merilis risalah dari pertemuan kebijakan terakhirnya. Risalah menunjukkan para gubernur bank sentral AS, setelah sepakat pada bulan Agustus tentang pendekatan baru yang luas untuk kebijakan moneter, dibagi pada bulan September tentang bagaimana menerapkan prinsip-prinsip baru mereka dalam praktik.

Eropa

Bursa Eropa ditutup lebih rendah melawan tren global

Bursa Eropa sebagian besar turun pada hari Rabu, gagal bergabung dengan pemulihan ekuitas global menyusul aksi jual di tengah keraguan atas stimulus AS, dengan saham blue-chip membebani paling berat.

Indeks STOXX 600 Eropa turun tipis 0,1%.

Sektor perawatan kesehatan .SXDP adalah hambatan terbesar, dengan saham .SXKP telekomunikasi, media .SXMP, dan real estat .SX86P juga turun. Pasar Asia dan saham Wall Street rebound kuat dari kerugian semalam yang dipicu oleh Presiden AS Donald Trump yang membatalkan pembicaraan mengenai paket bantuan virus corona hingga setelah pemilihan. Namun, kemudian, Trump mendesak Kongres untuk memberikan cek stimulus $ 1.200 untuk orang Amerika dan dukungan lain untuk maskapai penerbangan dan bisnis kecil.

Analisa Saham INKP | 8 Oktober 2020

Analisa Saham INKP


Saham INKP pada tanggal 7 Oktober 2020 ditutup melemah pada harga 8800, turun -0,28%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 120% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke aarh bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 9100

Jika naik di atas 9600 maka berpeluang ke 10000

Jika turun di bawah 8500 maka berpeluang ke 7600

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham PGAS | 8 Oktober 2020

Analisa Saham PGAS


Saham PGAS pada tanggal 7 Oktober ditutup menguat pada harga 975, naik 0,51%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 59% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar dengan kecenderungan ke atas.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 985

Jika naik di atas 1155 maka berpeluang ke 1350

Jika turun di bawah 940 maka berpeluang ke 900

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Rekomendasi Saham PGAS, BBCA, GGRM dan ANTM oleh MNC Sekuritas | 8 Oktober 2020


MNC Daily Scope Wave

8 Oktober 2020

Sempat terkoreksi ke level 4,962 untuk menutup gap pada perdagangan kemarin (7/10), IHSG berhasil kembali menguat 0,1% dan ditutup ke level 5,004. IHSG masih menguji penguatannya di area 5,000 sebagai level psikologisnya, namun demikian kami perkirakan penguatan IHSG masih akan berlangsung untuk membentuk wave B pada skenario merah. Kami perkirakan IHSG akan menguji area 5,040-5,100 terlebih dahulu, tetap perhatikan support terdekat IHSG yang berada di area 4,820-4,840 dan support krusial di 4,753. Apabila IHSG terkoreksi menembus support-support tersebut, maka IHSG terkonfirmasi membentuk wave [v] ke arah 4,500-4,650.

Support: 4,840, 4,753

Resistance: 5,075, 5,187

PGAS - Buy on Weakness (975)

Kemarin (7/10), PGAS ditutup menguat 0,5% di level 975, diiringi dengan munculnya tekanan beli meskipun tidak sebesar hari sebelumnya. Kami memperkirakan pergerakan PGAS saat ini sedang berada di awal wave B dari wave (B), sehingga PGAS masih berpotensi melanjutkan penguatannya kembali.

Buy on Weakness: 940-965

Target Price: 1,000, 1,070

Stoploss: below 900

BBCA - Buy on Weakness (28,775)

BBCA diperdagangkan menguat 1% dan ditutup di level 28,775. Selama BBCA tidak terkoreksi ke bawah 27,100 sebagai supportnya, maka saat ini BBCA sedang berada pada bagian dari wave [a] dari wave 5. Hal tersebut berarti BBCA masih memiliki potensi menguat, meskipun nampak ada gap yang terjadi pada tanggal 6 kemarin.

Buy on Weakness: 27,800-28,475

Target Price: 29,275, 30,000

Stoploss: below 27,100

GGRM - Buy on Weakness (42,950)

Pergerakan GGRM kemarin (7/10), ditutup menguat 2,8% pada level 42,950 dan disertai dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami perkirakan pergerakan GGRM saat ini sedang berada di awal dari wave (C), sehingga ke depannya GGRM masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 41,900-42,700

Target Price: 44,600, 47,000

Stoploss: below 39,700

ANTM - Sell on Strength (715)

Kemarin (7/10), ANTM ditutup terkoreksi 0,7% dan ditutup di level 715. Kami memperkirakan, selama ANTM belum mampu menguat menembus resistance-nya di 740 atau bahkan di 780, maka pergerakan ANTM masih rentan terkoreksi untuk membentuk akhir wave (v) dari wave [c] dari wave A. Koreksi tersebut akan lebih terkonfirmasi bila ANTM menembus supportnya di 695, dan level koreksi ANTM kami perkirakan berada pada area 685 dan 660.

Sell on Strength: 720-740

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 8 Oktober 2020


Dow rallies more than 500 points for its best day since July

U.S. stocks rose sharply on Wednesday after President Donald Trump tweeted support for aid to airlines and other stimulus measures, stoking hope that a smaller aid package could be passed by lawmakers. 


Dow........28304  +530.7      +1.91%

Nasdaq..11365  +210.0      +1.88%

S&P 500..3420   +58.5        +1.74%

 

FTSE.......5946     -3.7           -0.06%

Dax.........12929  +22.6        +0.17%

CAC.........4882    -13.5         -0.28%


Nikkei....23422    -10.9          -0.05%

HSI.........24243   +262.2      +1.09%

Shanghai .3218   closed       +0%

ST Times..2538  +9.1            +0.36%


IDX..5004.33   +5.11             +0.10%

LQ45.764.09    -0.07              -0.01%


JAKMIND......847.13   +2.05       +0.24%

JAKCONS.....1856.19 +11.56     +0.63%

JAKTRADE....629.55   -3.54         -0.56%

JAKBIND........741.96  +2.32       +0.31%

JAKAGRI......1151.17  +0.17       +0.01%

JAKFIN..........1089.43 +3.06       +0.28%

JAKPROP......333.08     -5.27        -1.56%

JAKINFR.......812.63    +0.75       +0.09%

JAKMANU....1200.47  +5.70       +0.48%    

JAKMINE.......1338.20 -5.59        -0.42%

 

Indo10Yr... 7.0170    +0.0161      +0.23%

ICBI..........296.5141  -0.1740       -0.06%

US10Yr........0.7850   +0.0430      +5.80%

VIX.................28.06  -1.42             -4.82%

  

USDIndx .....93.6250    -0.2080  -0.22%

Como Indx....149.56    +0.06     +0.04%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........116.19   +1.47     +1.28%

DJUSCL........     -             -                -%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS....103.419  -1.007  -0.965%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14710.00  -25.00         -0.17%

Jisdor....14784    +72.00        +0.49%



Euro.........1.1766  +0.0031   +0.26%


TLKM..18.34   +0.13     +0.71%

(2711)

EIDO....18.06   +0.07     +0.39%

EEM.....45.15   +0.49     +1.10%

 

Oil............39.95         -0.72        -1.77%

Gold .......1890.80     -18.00      -0.94%

Timah....18072.50    -60.00      -0.33%

Nickel...14552.50     +17.50     +0.12%

 

Coal price....58.00   -0.10     -0.17%

(Okt/Newcastle) 

Coal price....61.35   -0.60     -0.97%

(Nov/Newcastle)

Coal price....57.65    -0.05     -0.09%

(Okt/Rotterdam) 

Coal price...58.45    +0.05    +0.09%

(Nov/ Rotterdam)

 

CPO(Nov)....2927   +60       +2.09%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............388.75  +3.75     +0.97%

SoybeanOil...33.03  -0.06       -0.18%

Wheat.........607.50  +14.75   +2.49%


Wood pulp. 3675     unch        +0%


( DE/ Phintraco(AT)  08-10-20)