BANK JATIM GANDENG PEMPROV SALURKAN DANA PEN Rp2,57 TRILIUN

PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Tbk (BJTM) selama triwulan III telah menggandeng Pemprov setempat dalam menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,57 triliun untuk mendorong ekonomi di tengah pandemi COVID-19.


Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman di Surabaya mengatakan penyaluran dana sebagai tanggung jawab karena telah dipercaya oleh pemerintah menjadi salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang menerima dana PEN.

Selain itu, ujar dia, kerja sama dengan Pemprov Jatim juga menyalurkan Dana Bergulir (Dagulir) sebesar Rp450,13 miliar kepada 12.385 debitur.

"Sampai dengan saat ini, kami telah menyalurkan Dana PEN sebesar Rp2,57 triliun kepada 15.215 debitur serta Dagulir sebesar Rp450,13 miliar kepada 12.385 debitur," kata Busrul kepada wartawan, Kemarin.

Penyaluran itu dilakukan di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur seperti Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Sumenep, Pamekasan, Blitar, Magetan, Jombang, Trenggalek dan Pacitan.

Mekanisme penyaluran dana PEN dilakukan dengan dua pola, yaitu direct loan dan two step loan yang disalurkan pada sektor UMKM, Konsumsi dan Korporasi.

"Memang pandemi COVID-19 menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat. Oleh karena itu, Bank Jatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja positif khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur," ujar Busrul. (end/ant)

Sumber: IQPLUS

Akibat Pandemi, Matahari Department Store (LPPF) Tutup 7 Gerai Besar

PT Matahari Department Store Tbk melansir penurunan pendapatan hingga 57,6 persen pada periode sembilan bulan 2020. Perseroan juga telah menutup tujuh gerai berformat besar dan menutup seluruh gerai khusus.


Berdasarkan keterangan resmi perseroan, pendapatan kotor Matahari mencapai Rp5,9 triliun pada periode Januari-September 2020, turun 57,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan bersih juga turun 57,5 persen menjadi Rp3,3 triliun.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor mengatakan kinerja Matahari mulai pulih sejak Juli hingga pertengahan September. Namun, penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 September membuat perseroan terpaksa menutup beberapa gerai sehingga memperlambat kinerja di kuartal tersebut.

“Semua rencana pemulihan kami berjalan sesuai rencana, namun peningkatan kunjungan ke gerai kami tertahan oleh PSBB pada September 2020,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (22/10/2020).

Dia menegaskan, selama beroperasi di tengah pandemi, Matahari etap melayani pelanggan dengan baik dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Sepanjang tahun berjalan, tujuh gerai format besar dan seluruh gerai khusus ditutup; dan tiga gerai format besar dibuka. 

Saat ini Matahari mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Emiten bersandi saham LPPF ini berencana menutup tahun 2020 dengan portofolio sekitar 150 gerai format besar yang menguntungkan.

Di sisi lain, untuk mengurangi dampak pandemi, Matahari menjalankan pengetatan biaya,termasuk upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa, yang menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 29,3% pada periode Januari- September 2020.

Meski demikian, Matahari membukukan rugi bersih Rp617 miliar selama sembilan bulan yang berakhir pada September 2020.

Terry menuturkan, Matahari juga  telah melunasi fasilitas kredit tambahan yang diperoleh pada Mei 2020. Perseroan tetap melakukan kontrol yang ketat atas pengeluaran dan pembekuan belanja modal masih berlaku.

“Pemulihan pemotongan gaji telah dimulai sejalan dengan pemulihan kami, dan direncanakan untuk pulih sepenuhnya pada Kuartal 4 2020,” tutupnya.

Sumber: BISNIS

PRESDIR FREN : UU CIPTA KERJA BERI PERUBAHAN DI SEKTOR TELEKOMUNIKASI

President Director Smartfren Telecom Tbk (FREN) Merza Fachys menilai UU Cipta Kerja sektor pos dan telekomunikasi, akan memberikan perubahan yang berarti bagi sektor telekomunikasi khususnya terkait berbagi spektrum (spectrum sharing) untuk penerapan teknologi baru.


"Tujuan dari UU ini adalah untuk memberikan manfaat bagi seluruh bangsa Indonesia. Yang paling diuntungkan adalah operator dominan. Namun, operator lainnya juga diuntungkan. Jadi UU Cipta Kerja ini menguntungkan para pemangku kepentingan telekomunikasi," ujar Merza dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Seperti diketahui, Telkom Group mendominasi sektor telekomunikasi di Indonesia, dimana Telkom merupakan operator dominan dalam layanan "fixed" sedangkan anak perusahaannya yaitu Telkomsel menguasai pangsa pasar layanan "mobile".

Menurut Merza, spectrum sharing untuk penerapan teknologi baru merupakan suatu keniscayaan, terutama ketika bangsa Indonesia ingin menerapkan 5G. Sebab untuk menerapkan teknologi baru itu dibutuhkan spektrum frekuensi yang sangat besar (minimal 100 MHz).

Merza menceritakan, saat ini di Indonesia sudah tidak ada lagi spektrum frekuensi kosong yang dapat dipergunakan untuk mengimplementasikan layanan 5G. Sehingga ketika Indonesia hendak menerapkan Industri 4.0 dengan menghadirkan layanan 5G, mau tidak mau pelaku usaha harus melakukan kolaborasi spektrum frekuensi.

Dampak bagi perusahaan telekomunikasi menurut Merza, adalah akan terjadinya percepatan penggelaran infrastruktur telekomunikasi. Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) itu percaya UU Cipta Kerja akan mampu menyehatkan industri telekomunikasi nasional. Karena dengan spectrum sharing, akan membuat perusahaan telekomunikasi menjadi lebih efisien.

"Oleh sebab itu, spectrum sharing untuk penerapan teknologi baru dibuka di dalam UU Cipta Kerja. Dengan pembagian ini pelaku usaha akan efektif dan efisien dalam menggelar layanan 5G. Sehingga ujung-ujungnya yang mendapatkan manfaat adalah masyarakat dan negara. Masyarakat bisa mendapatkan customer experience yang baik dengan harga yang terjangkau. Sementara negara bisa mendapatkan manfaat berupa pajak dan pendapatan non pajak," kata Merza.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

SIDO AKAN BAGI DIVIDEN Rp12,5 PER SAHAM

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana melakukan pembagian dividen kepada pemegang sahamnya. Kali ini, jumlah Dividen Tunai Interim Tahun buku 2020, yang bakal dibayarkan sebesar Rp372.109.022.500,00


Menurut Keterangan tertulis Corporate Secretary PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, Tiur Simamora pada laporan keterbukaan Informasi di bursa Efek Indonesia (BEJ) Kamis mengatakan bahwa besaran dividen Tunai interim yang akan dibagikan kepada pemegang sahamnya yakni sebesar Rp12,5 per saham.

Dividen Tunai interim ini akan dibayarkan pada tanggal 18 November 2020 kepada pemegang saham, adapun jadwal Cum dan Ex dividen interim yang ditetapkan dipasar reguler dan negosiasi yakni pada tanggal 2 November 2020, Tanggal Ex Dividen di pasar Reguler dan nego tanggal 3 november 2020, tanggal cum dividen di pasar Tunai 4 november 2020, dan ex dividen di pasar tunai 5 november 2020, Sedangkan Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 4 November 2020.

Sebagai informasi tambahan Pembagian dividen ini Sesuai dengan keputusan Direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada tanggal 20 Oktober 2020 dan Data Keuangan per 30 Juni 2020 yang mendasari pembagian Dividen adalah sebagai berikut:

Laba Bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp413,8 miliar, Saldo Laba Ditahan yang Tidak Dibatasi Penggunaannya Rp607,5 miliar dan Total ekuitas Rp3,07 triliun.(end)

Sumber: IQPLUS

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Unilever (UNVR) Tumbuh Tipis

Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mencatatkan penurunan laba kendati pendapatannya naik tipis pada periode sembilan bulan 2020. Kinerja perseroan terbilang stabil di tengah pandemi Covid-19 yang menekan daya beli masyarakat.


Laporan keuangan perseroan menunjukkan, laba bersih Unilever Indonesia turun 1,29 persen menjadi Rp5,44 triliun per September 2020. 

Penurunan laba didorong oleh kenaikan pos beban pemasaran dan penjualan serta pos beban umum dan administrasi.

Beban pemasaran dan penjualan naik 7,96 persen, beban umum dan administrasi meningkat 13 persen.

Secara umum, pendapatan emiten bersandi saham UNVR naik 0,3 persen menjadi Rp32,46 triliun pada periode Januari-September 2020.

Unilever masih mampu mencetak pertumbuhan pendapatan berkat kenaikan penjualan domestik sebesar 0,8 persen. UNVR juga mencatat peningkatan positif pada penjualan ritel domestik (tanpa Unilever Food Solutions) sebesar 1,7 persen pada tahun berjalan September 2020.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan produk kesehatan dan kebersihan, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selama pandemi.

Sementara, Unilever Food Solutions yang merupakan unit Business to Business (B2B) perusahaan yang melayani hotel dan restoran masih mengalami penurunan.

Segmen ini berpeluang bangkit karena ada tanda-tanda perbaikan dengan adanya relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bertahap di berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi menyampaikan di tengah pandemi yang berkepanjangan perseroan tetap konsisten berfokus pada tiga hal yaitu memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan, menjawab kebutuhan konsumen dan pelanggan, serta terus berkontribusi pada masyarakat Indonesia.

“Meskipun sulit untuk memprediksi berapa lama pandemi ini akan berlangsung, prioritas kami tetap sama dan konsisten, yaitu membangun bisnis yang mampu bersaing di masa sulit seperti ini,” ungkap Hemant melalui keterangan resmi, Kamis (22/10/2020).

Hemant menyebutkan, pada kuartal ketiga 2020 lalu, perseroan meluncurkan berbagai inovasi yang relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen di tengah pandemi di antaranya Rinso Laundry Disinfektan, Vixal Bleach Disinfektan dan Molto Fabric Spray.

Di kategori es krim, perseroan melakukan inovasi untuk konsumsi di rumah seperti Walls Unicornetto Mini Pack. Perseroan juga mempersiapkan pilihan produk yang menyesuaikan dengan daya beli dalam masa pandemi seperti varian Lifebuoy Sabun Mandi Cair kemasan Rp5.000 (harga jual yang disarankan).

“Komitmen dan optimisme perseroan tetap kuat dalam pandemi yang berkepanjangan ini. Kami yakin bahwa dengan memperkuat daya saing di lintas kategori dan channel, kami berada di jalur yang tepat untuk tetap menjadi yang terdepan di saat ini dan masa mendatang,” tutup Hemant.

Sumber: BISNIS

PTPP Gencar Bidik Proyek Pelabuhan dan Pembangkit Listrik

Emiten konstruksi PT PP (Persero) Tbk. siap menjadi jawara di sektor pembangunan pelabuhan dan pembangkit listrik.


Tak hanya dalam pembangunan perumahan dan bangunan, emiten berkode saham PTPP tersebut sudah gencar masuk ke proyek pembangunan pelabuhan dan pembangkit listrik baik secara langsung maupun lewat anak usaha dalam beberapa tahun terakhir.

VP Strategic Research & Teknologi PTPP Budi Suanda mengatakan setidaknya ada lima segmen proyek terbesar di Indonesia yaitu pembangunan jalan, residensial dan perumahan, industrial, pembangkit listrik, dan tambang logam yang potensial digarap perseroan.

“Di sini, sudah ada upaya untuk menjaga supply-demand di industri konstruksi terutama BUMN Karya, di mana PP nanti diharapkan menjadi champion [jawara] untuk pelabuhan dan pembangkit listrik,” kata Budi dalam acara Outlook Kebutuhan Baja di Indonesia yang diselenggarakan secara daring oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Kamis (22/10/2020).

Selain kelima segmen di atas, nantinya proyek-proyek besar nasional akan diikuti oleh pembangunan rel, bendungan, dan pelabuhan.

Dari seluruh segmen tersebut, Budi menunjukkan bakal ada beberapa sektor yang diharapkan berkontribusi besar terhadap pendapatan PTPP seperti pembangunan pelabuhan laut dan pembangkit listrik.

Untuk menggarap proyek tersebut, PTPP memperkirakan kebutuhan baja akan mencapai sekitar 590.000 ton dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, PTPP tengah menggarap 105 proyek. Dari total proyek tersebut, sebanyak 20 persen proyek terpengaruh pengerjaannya oleh dampak pandemi. Di dalamnya, terdapat 7 persen proyek yang dihentikan sementara.

Dalam kesempatan berbeda, baru-baru ini PT PP digandeng oleh Wartsila untuk memasok pembangkit listrik berkapasitas 128 megawatt untuk PT Freeport Indonesia di Amamapare.

Adapun, Pelabuhan Amamapare merupakan pelabuhan dan lokasi pengolahan tambang Freeport di Papua. Dari sana, listrik nantinya akan dialirkan melalui ke tambang Grasberg melalui jalur transmisi sepanjang 100 kilometer.

Wartsila akan bermitra dengan perusahaan rekayasa konstruksi Indonesia PT PP Tbk. dalam proyek yang akan membutuhkan 14 set pembangkit bahan bakar ganda 34DF Wartsila. Wartsila tidak menyebutkan nilai kontrak yang diperolehnya tersebut.

Selain itu, PTPP ikut mengerjakan pembangunan Pelabuhan Patimban di Jawa Barat. Perseroan ditunjuk untuk mengerjakan tiga paket dari pembangunan dan pengembangan proyek pelabuhan tersebut.

PaKet yang pertama adalah konstruksi terminal dimana perseroan membentuk konsorsium bersama Penta-Rinkai-TOA-WIKA dengan total nilai kontrak sebesar Rp6 triliun.

Paket yang kedua adalah pembangunan jembatan penghubungan, di mana perseroan joint operation bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dengan total nilai kontrak sebesar Rp524 miilar.

Paket terakhir adalah pembuatan access road di mana perseroan membentuk joint venture bersama Shimizu–BCK dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,12 triliun.

Sumber: BISNIS

LABA BTN MELESAT 39,72% DI SEMBILAN BULAN PERTAMA 2020

Mengakhiri kuartal III/2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan prestasi sangat positif dengan perolehan laba bersih yang melesat di level 39,72% secara tahunan (year-on-year/yoy). Perseroan tercatat mencetak laba senilai Rp1,12 triliun per kuartal III/2020, naik dari Rp801 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan berbagai langkah penguatan yang telah dilakukan oleh perseroan mulai menunjukkan hasil positif. Bank BTN, lanjutnya, telah melakukan penguatan di sisi kualitas aset, likuiditas, permodalan, bisnis, hingga langkah efisiensi.

"Di tengah tekanan akibat pandemi, kenaikan laba bersih Bank BTN menjadi bukti strategi yang kami lakukan berada pada jalur yang tepat. Hingga akhir tahun nanti, kami optimistis target laba bersih akan tercapai," jelas Pahala pada acara Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal III/2020 di Jakarta, Kamis (22/10).

Laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut menunjukkan laba bersih perseroan ditopang oleh penurunan beban bunga dan efisiensi. Beban bunga BTN tercatat turun 3,49% yoy menjadi Rp11,95 triliun per kuartal III/2020.

Penurunan beban bunga tersebut ditopang oleh aksi korporasi dalam pemangkasan dana mahal. Pemangkasan tersebut mampu menekan Cost of Fund (CoF) hingga 70 basis poin (bps) sejak akhir 2019. Strategi efisiensi yang dilakukan Bank BTN juga sukses menekan angka Cost to Income Ratio (CIR). Pada September 2020, CIR BTN turun 141 bps dari 57,13% pada September 2019 menjadi 55,72%.

Di samping sukses mencatatkan penurunan beban bunga dan meningkatkan efisiensi, perseroan tetap mencatatkan kenaikan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Bank BTN mencatatkan DPK naik 18,66% yoy dari Rp230,35 triliun per kuartal III/2019 menjadi Rp273,33 di periode yang sama tahun ini.

Kenaikan DPK tersebut juga ikut menekan Loan to Deposit Ratio (LDR) ke level 93,26% di kuartal III/2020. Perolehan positif DPK juga memperkuat Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan di level 178,40% per kuartal III/2020 atau naik dari LCR di kuartal III/2019 sebesar 131,12%.

Sementara itu, Bank BTN juga mencatat permodalan perseroan meningkat. Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan tercatat sebesar 18,95% pada September 2020, naik dari 16,88% di bulan yang sama tahun lalu. Peningkatan ini juga turut membuka ruang gerak yang lebih luas bagi Bank BTN untuk melakukan fungsi intermediasinya.

Di samping itu, BBTN pada kuartal III/2020 telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp254,91 triliun. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi terpantau menjadi penopang utama penyaluran kredit BBTN. Per kuartal III/2020, BBTN telah memberikan KPR Subsidi senilai Rp116,32 triliun atau naik 4,19% yoy dari Rp111,64 triliun. Bank BTN juga telah menyalurkan KPR Non-subsidi senilai Rp80,18 triliun per kuartal III/2020. Dengan nilai tersebut, perseroan secara total telah menyalurkan KPR sebesar Rp196,51 triliun atau naik 1,39% yoy dari Rp193,8 triliun di kuartal III/2019.

Dengan demikian, Bank BTN mencatat telah menyalurkan kredit dan pembiayaan di segmen perumahan sebesar Rp231,34 triliun per kuartal III/2020. Pada segmen kredit non-perumahan, Bank BTN mencatatkan pemberian kredit senilai Rp23,57 triliun per kuartal III/2020. Dengan kinerja tersebut, BBTN mencatatkan posisi aset sebesar Rp356,97 triliun atau naik 12,89% yoy dari Rp316,21 triliun pada kuartal III/2019.

Pahala juga menjelaskan pada kuartal III/2020, Bank BTN tetap mampu menjaga kualitas aset. Meski tekanan akibat pandemi belum mereda, perseroan berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah (Non-performing Loan/NPL) net di level 2,26% dari posisi pada bulan yang sama tahun sebelumnya yang berada pada level 2,33%.

Sejalan dengan komitmen perseroan meningkatkan kualitas aset, Bank BTN juga terus memupuk coverage ratio. Per September 2020, BTN mencatatkan coverage ratio di level 111,36% atau melesat dari 52,67% di bulan yang sama tahun lalu.

Kinerja Unit Usaha Syariah Positif

Sementara itu, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga mencatatkan kinerja yang positif. Per kuartal III/2020, aset UUS Bank BTN naik 11,02% yoy dari Rp29,46 triliun pada kuartal II/2019 menjadi Rp32,71 triliun. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan penyaluran pembiayaan sebesar 4,51% yoy dari Rp23,31 triliun pada September 2019 menjadi Rp24,36 triliun di September 2020.

UUS Bank BTN juga mencatatkan perolehan DPK senilai Rp22,65 triliun pada September 2020. Dengan kinerja bisnisnya, BTN Syariah meraih laba bersih senilai Rp112,34 miliar pada kuartal III/2020. (end)

Sumber: IQPLUS

KEJAR TAMBAHAN PENDAPATAN Rp150 MILIAR, INTILAND RILIS SIERRA

Untuk mendongkrak penjualannya di tengah pandemic Covid 19, PT Intiland Development Tbk terus melakukan terobosan menarik dengan merilis produknya yang terbaru. Lewat cluster Sierra diharapkan ada tambahan pendapatan Rp 150 miliar.


Menurut Pemadi Indra Yoga, Direktur Pengembangan Bisnis PT Intiland Development Tbk, peluncuran cluster Sierra karena momentum meningkatnya permintaan landed house khususnya yang menyasar end-user.

"Kami terus berupaya memberikan produk terbaik buat konsumen baik konsep, kualitas, inovasi, maupun fasilitas," kata Permadi Indra Yoga. Peluncuran cluster Sierra di saat pandemi merupakan strategi untuk meningkatkan penjualan. Sebelumnya perseroan juga sukses mengembangkan cluster baru Dandelion dengan membidik market milenial.

Tahun ini perseroan akan fokus melakukan pengembangan pada proyek yang sudah berjalan, Dia yakin, cluster tebaru, Sierra Sierra akan mendapatkan sambutan baik dari konsumen.

Dijelaskan, cluster Sierra merupakan pengembangan dari kawasan Serenia Hills seluas 26 hektar. Sebelumnya di kawasan ini sudah dikembangkan dua cluster Zenith dan Quantum yang keduanya sukses dan habis dalam waktu singkat.

"Karena itu kami optimis, Sierra juga akan sukses. Apalagi jumlahnya terbatas hanya 42 unit dengan harga mulai Rp 3,6 miliar." Ujar Permadi Indra Yoga.

Selain menawarkan konsep dan desain yang bagus dan berkualitas, pihaknya juga menawarkan hunian yang greenery. Sebab sekitar 60 persen dari lahan yang dikembangkan dipakai untuk lahan terbuka.

Hal ini akan bermanfaat terutama ditengah pandemi. Karena lahan yang luas dan hijau bisa dimanfaatkan warga untuk beraktvitas atau berolahraga. Saat ini sudah ada 550 unit disana dan 90 persen sudah dihuni.

"Kami kembangkan dua tipe yakni Avana dan Brava. Keduanya memiliki konsep dan desain yang sama. Namun Brava lebih luas karena tipe pojok dan hanya 7 unit saja," tandasnya. Sementara itu, Susan Pranata Direktur Pemasaran Korporat Intiland menambahkan saat ini tren penjualan menunjukkan peningkatan. Karena dia yakin penjualan cluster Sierra akan berjalan sukses dan habis dalam waktu singkat.

Dikatakan, pihaknya memiliki captive yang besar. Selama ini banyak pembeli lama yang kembali membeli lagi di perumahan yang dikembangkan baik untuk keluarganya maupun untuk koleganya.

"Kami baru akan launching bulan depan. Kami optimis akan sold out lebih cepat. Sekarang sudah banyak yang berminat," tandasnya.

Dia mengaku tren penjualan mulai bergerak, khususnya untuk segmen end user. Mengantisipasi hal ini triwulan ke empat 2020 pihaknya masih fokus pada pengembangan proyek berjalan.

"Kami targetkan dari cluster ini ada tambahan pendapatan Rp 150 miliar," kata Susan.

"Kami konservatif saja tahun ini. Kami berusaha meningkatkan penjualan dari inventori maupun pengembangan baru," ujar Susan Pranata. (ahd)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BBCA, SMRA dan EXCL oleh Indopremier | 23 Oktober 2020


IHSG (5.060 – 5.120) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 5.120 kemudian 5.150 dengan support di level 5.060 dan 5.030.

BBCA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 29.425 kemudian 29.850 dengan support di level 28.525 cut loss jika break 28.125.

SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 680 kemudian 705 dengan support di level 620 cut loss jika break 590.

EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.170 kemudian 2.230 dengan support di level 2.040 cut loss jika break 1.990.

XIML (Buy) : Target kenaikan harga pada level 223 kemudian 226 dengan support di level 217 cut loss jika break 214.

XIIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 456 kemudian 459 dengan support di level 450 cut loss jika break 447.

XIPI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 143 kemudian 145 dengan support di level 139 cut loss jika break 137.

Full report bisa diakses di :  https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9s3a

Rekomendasi Saham KAEF, BBKP dan BEST oleh Mirae Asset Sekuritas | 23 Oktober 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Oktober 23, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)


IHSG Daily, 5,091.82(-0.09%), test resistance at 5,121, trading range 5,054 – 5,121. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Pada periode  weekly mulai terlihat pola uptrend namun belum begitu kuat. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 5,054 dan daily resistance di 5,121. Cut loss level di 5,030.

KAEF Daily, 3,260 (-2.98%), buy on weakness, trading range 3,220 – 3,450. Indikator MFI optimizeddan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 3,220 dan daily resistance di 3,450 Cut loss level di 3,190.

BBKP Daily, 254 (+4.10%), trading buy, trading range 248 – 264. Indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator RSI optimized akan cenderung naik. Daily support  di 248 dan daily resistance di 264. Cut loss level di 240.

BEST Daily, 179 (+1.70%), trading buy, trading range 175 – 190. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 175 dan daily resistance terdekat di 190. Cut loss level di 172

Analisa Saham PTRO | 23 Oktober 2020

 Analisa Saham PTRO


Saham PTRO pada tanggal 22 Oktober 2020 ditutup melemah pada harga 1685, turun -0,88%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 26% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan arah bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 1715

Jika naik di atas 1745 maka berpeluang ke 1910

Jika turun di bawah 1670 maka berpeluang ke 1665

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham BDMN | 23 Oktober 2020

Analisa Saham BDMN


Saham BDMN pada tanggal 22 Oktober 2020 ditutup menguat pada harga 2540, naik 6,27% dan breakout resistance sebelumnya, bentuk candlestick marubozu. Hal ini disertai dengan peningkatan volume yang cukup signifikan, yaitu 736% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought ke arah bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli

Berpeluang ke 2880

Jika turun di bawah 2390 maka berpeluang ke 2360

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Bandarmologi Saham BBRI, SSIA, MBAP, BRPT dan INDF | 23 Oktober 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives 

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Friday (23/10/2020) 


IDX Composite 5,045 - 5,129

SUMMARY: BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): BUY

MACD(12,26): BUY

ATR (14): LESS VOLATILE

ADX (14): WEAK TREND SELL

CCI (14): NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: BUY

BULLBEAR (13): BUY


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



STOCKS PICK:


BBRI 3,200 - 3,350

TECHNICAL INDICATORS: BUY 3,270

TARGET PRICE: 3,350

STOP-LOSS: 3,200



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



SSIA 462 - 550

TECHNICAL INDICATORS: BUY 480

TARGET PRICE: 550

STOP-LOSS: 462



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



MBAP 2,150 - 2,250

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,180

TARGET PRICE: 2,250

STOP-LOSS: 2,150



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BRPT 885 - 980

TECHNICAL INDICATORS: BUY 930

TARGET PRICE: 980

STOP-LOSS: 885


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



INDF 7,050 - 7,350

TECHNICAL INDICATORS: BUY 7,175

TARGET PRICE: 7,350

STOP-LOSS: 7,050



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham JSMR, ACES, EXCL dan WSKT oleh MNCS | 23 Oktober 2020


MNCS Daily Scope Wave 23 Oktober 2020

Pada perdagangan kemarin (22/10), IHSG ditutup terkoreksi 0,1% ke level 5,091 diikuti dengan tekanan jual yang cukup besar dibandingkan hari sebelumnya, IHSG juga sempat bergerak ke level terendah di 5,063 menembus supportnya di 5,067. Tetap waspadai kembali level 5,067 sebagai support, apabila pergerakan IHSG menembus kembali level tersebut maka IHSG akan bergerak menuju area 5,000-5,050 untuk membentuk wave (iv) berwarna merah. Namun, apabila IHSG berhasil menembus resistance terdekat di 5,135, maka IHSG berpotensi bergerak ke 5,182-5,187 untuk membentuk awal wave (v) dari wave [c] dari wave B.

Support: 5,067, 5,000

Resistance: 5,135, 5,187

JSMR - Buy on Weakness

Kemarin (22/10), JSMR ditutup terkoreksi 1,1% ke level 3,640. Kami perkirakan saat ini JSMR sedang membentuk wave [iv] , dimana JSMR masih rentan untuk kembali terkoreksi terlebih dahulu. Selanjutnya, apabila JSMR sudah terkonfirmasi membentuk wave [iv] maka JSMR berpeluang menguat untuk membentuk wave [v] dari wave 1 dari pola diagonal.

Buy on Weakness: 3,460-3,600

Target Price: 3,840, 4,000

Stoploss: below 3,420

ACES - Buy on Weakness

Pada perdagangan kemarin (22/10), ACES ditutup menguat 1% ke level 1,580. Selama tidak terkoreksi ke bawah 1,500, maka ACES berpotensi menguat untuk menguji resistance 1,645 untuk membentuk bagian dari wave (iii) dari wave [iii] dari wave 3. Namun, bila menembus 1,500, maka ACES akan membentuk wave 2 berwarna merah.

Buy on Weakness: 1,520-1,570

Target Price: 1,700, 1,815

Stoploss: below 1,500

EXCL - Spec Buy

Kemarin (22/10), EXCL bergerak menguat 2,9% ke area 2,110. Saat ini kami perkirakan EXCL sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, EXCL berpotensi bergerak menguat, skenario ini akan gagal apabila EXCL terkoreksi kembali ke bawah 2,040.

Spec Buy: 2,070-2,100

Target Price: 2,300, 2,500

Stoploss: below 2,040

WSKT - Sell on Strength

WSKT terkoreksi tipis 0,6% ke level 765 pada perdagangan kemarin (22/10). WSKT sudah kami rekomendasikan BoW pada tanggal 20/10 dan sudah terkena target yang kami berikan. Saat ini, posisi WSKT sudah berada di akhir wave [v] dari wave 3 dari wave (C), sehingga WSKT rentan untuk terkoreksi membentuk wave 4 dari wave (C) pada skenario biru. Adapun level koreksi WSKT kami perkirakan berada pada area 740 dan 700.

Sell on Strength: 765-800

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 23 Oktober 2020


Stocks close higher after Pelosi points to progress on coronavirus stimulus talks, banks lead gain

Stocks rose on Thursday as traders weighed House Speaker Nancy Pelosi’s latest remarks on the U.S. fiscal stimulus negotiations.


Dow........28364  +152.8    +0.54%

Nasdaq..11506  +21.3      +0.19%

S&P 500..3454   +17.9      +0.52%

 

FTSE.......5786    +9.2          +0.16%

Dax.........12543  -14.6         -0.12%

CAC.........4851   -2.6            -0.05%


Nikkei....23474    -165.2      -0.70%

HSI.........24786   +31.7       +0.13%

Shanghai .3313    -12.5        -0.38%

ST Times..2528   +2.8         +0.11%


IDX..5091.82  -4.63          -0.09%

LQ45.788.56  +1.37         +0.17%


JAKMIND......929.03    -1.83       -0.20%

JAKCONS.....1810.34   -12.36    -0.68%

JAKTRADE....637.05     -2.67      -0.42%

JAKBIND........767.21   +7.32     +0.96%

JAKAGRI......1152.24    -11.75   -1.01%

JAKFIN.........1125.26   +1.31    +0.12%

JAKPROP......312.32     -0.73      -0.23%

JAKINFR.......822.47    +1.62     +0.20%

JAKMANU....1212.26   -1.11      -0.09%    

JAKMINE.....1430.32    -14.63   -1.01%

 

Indo10Yr......6.8623   +0.0030     +0.04%

ICBI..........300.7134   -0.0347       -0.01%

US10Yr........0.8480   +0.0320      +3.92%

VIX................28.11     -0.54           -1.88%

  

USDIndx .....92.9250  +0.2800  +0.30%

Como Indx....151.77  +0.73       +0.48%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........122.70  -0.66        -0.54%

DJUSCL........     -             -                -%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS.......94.885  -0.388     -0.408%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14660.50    +27.50       +0.19%

Jisdor....14697      +39.00       +0.27%



Euro.........1.1822  -0.0039   -0.33%


TLKM..18.46    -0.01     -0.05%

(2713)

EIDO...18.70     -0.15     -0.80%

EEM.....46.05    -0.01     -0.02%

 

Oil..........40.65          +0.62        +1.55%

Gold ......1907.40     -22.10       -1.15%

Timah....18602.50    -125.00    -0.67%

Nickel....15797.50    -110.00    -0.69%

 

Coal price...57.75   +0.25   +0.43%

(Okt/Newcastle) 

Coal price....57.40  +0.25    +0.44%

(Nov/Newcastle)

Coal price....56.75   +0.25    +0.44%

(Okt/Rotterdam) 

Coal price...56.70    +0.70    +1.25%

(Nov/ Rotterdam)

 

CPO(Des)....3016   +57       +1.93%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............416.25  +2.50    +0.60%

SoybeanOil...33.69  +0.49    +1.48%

Wheat.........622.75   -7.00     -1.11%


Wood pulp. 3625     +12.50   +0.35%


( DE/ Phintraco(AT)  23-10-20)