DITENGAH PANDEMI, PENDAPATAN BIRD TETAP MELAJU POSITIF DI TRIWULAN III 2020


PT Blue Bird Tbk (BIRD) optimis dalam menghadapi tantangan masa depan setelah berhasil meraih peningkatan pendapatan signifikan pada kuartal 3 tahun 2020.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo mengatakan, dengan kinerja yang berhasil dicapai perseroan pada kuartal III-2020 ini, BIRD telah berhasil melewati situasi terburuk dan perseroan lebih optimis dalam menatap proyeksi di masa yang akan datang.

"Peningkatan pendapatan yang berhasil kami raih pada masa pandemi dan PSBB menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan terhadap layanan Bluebird, dimana kami senantiasa menjaga dan terus meningkatkan layanan sebagai penyedia jasa transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya. Kepercayaan ini tentunya semakin mendorong kami untuk terus memberikan dan mengembangkan Bluebird sebagai perusahaan penyedia solusi transportasi kepada para penumpang dan pelanggan setia," ungkap Noni, dalam siaran pers.

Lebih lanjut Noni menambahkan, perseroan bersyukur dengan peningkatan yang berhasil diraih, namun demikian hal tersebut tidak lalu menjadikan BIRD berpuas diri.

"Meski kinerja perseroan sangat terdampak akibat pandemi, namun sejalan dengan berbagai langkah pemulihan dan terjadinya mobilitas orang maupun barang, kami terus berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan para penumpang dan pelanggan Bluebird Group," imbuh Noni.

Adapun, perseroan telah melakukan keterbukaan informasi atas laporan keuangan per 30 September 2020 di Bursa Efek Indonesia. Selama kuartal ketiga di tahun 2020 ini, BIRD berhasil membukukan kenaikan pendapatan yang signifikan sebesar 51% dibandingkan kuartal kedua tahun 2020.

Kenaikan pendapatan Perseroan diiringi dengan cost management yang lebih baik terbukti dengan gross profit margin di kuartal 3 sebesar 12,1% dibandingkan kuartal 2 sebesar -0,5%. EBITDA Perseroan di kuartal 3 juga naik tajam dari sebelumnya Rp7,5 miliar di kuartal 2 tahun 2020 menjadi Rp69,1 miliar di kuartal 3 tahun 2020.

Performa perseroan di kuartal 3 merupakan pembuktian bahwa Perseroan berada dalam trajektori recovery yang solid, meskipun di September Jakarta sempat kembali memberlakukan PSBB ketat. Recovery yang terjadi di kuartal 3 tahun ini membuktikan bahwa layanan Blue Bird masih dibutuhkan dan sangat relevan dengan kebutuhan akan transportasi yang aman, nyaman, dan higienis di masa pandemi ini. Salah satu kunci keberhasilan recovery Perseroan adalah kemampuan Blue Bird untuk memberikan layanan yang mempraktekkan protokol kesehatan yang ketat.

Perseroan juga menunjukkan langkah efisiensi pengeluaran yang terjadi di seluruh lini Perseroan, dimana total Opex pada kuartal 3/2020 berada di angka Rp118 miliar, merupakan angka terendah sejak kuartal 1/2019.

Lebih lanjut, peningkatan kinerja dari perusahaan didukung oleh ketatnya penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna, Bluebird selalu melakukan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh armada taksi, melakukan pengecekan temperatur bagi pengemudi sebelum beroperasi. Tak hanya itu, seluruh armada taksi Bluebird juga telah dilengkapi hand sanitizer serta dilakukan pengaturan tempat duduk dalam mobil untuk menjaga jarak aman.

Selain itu, pengemudi Bluebird juga diwajibkan memakai masker dan dipastikan kesehatannya lewat pemeriksaan kesehatan secara bergulir termasuk rapid test sebelum beroperasi. (end)

Sumber: IQPLUS

LABA CPIN TURUN 10,94% DI SEMBILAN BULAN PERTAMA 2020


PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di sembilan bulan pertama tahun ini mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,28 triliun. Angka ini turun sekitar 10,94% dari jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu pada periode yang sama yakni sebesar Rp 2,56 triliu.

Dalam laporan keuangannya, disebutkan bahwa CPIN mencatat penurunan penjualan di triwulan III-2020 yaitu menjadi sebesar Rp 43,28 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 43,89 triliun.

Meski demikian, pada pos beban pokok penjualan menurun sekitar 1,17% di triwulan III-2020 menjadi Rp 37,99 triliun dibandinkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 38,43 triliun.

Alhasil, laba kotor CPIN juga ikut turun di sembilan bulan pertama 2020, menjadi Rp 5,29 triliun dari laba kotor pada periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp 5,47 triliun.

Kemudian tercatat, beban penjualan CPIN menurun dari Rp 937,76 miliar menjadi Rp 919,39 miliar, serta beban umum dan administrasi ikut mengalami penurunan menjadi Rp 1,09 triliun pada triwulan III tahun ini. Namun begitu, penghasilan operasi lain CPIN turun di triwulan III-2020 sebesar 73,94% menjadi jadi Rp 27,88 miliar. (end)

Sumber: IQPLUS

ANTAM CATAT PERTUMBUHAN KINERJA DI SEMBILAN BULAN PERTAMA 2020


PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengumumkan pertumbuhan kinerja Keuangan Perusahaan yang signifikan sepanjang periode Sembilan Bulan Pertama Tahun 2020 (9M20) (unaudited). Capaian pertumbuhan kinerja positif tersebut tidak terlepas dari upaya ANTAM untuk terus melakukan inovasi dalam bidang produksi dan penjualan dengan fokus pada peningkatan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi dan penjualan serta implementasi kebijakan strategis terkait pengelolaan biaya yang tepat dan efisien.

Di tengah volatilitas kondisi perekonomian global serta kondisi new normal pandemi Covid-19, ANTAM dapat menjaga kesinambungan produksi dan pertumbuhan penjualan melalui penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten, sehingga performa profitabilitas ANTAM terjaga tetap solid. Performa tersebut tercermin dari capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada 9M20 sebesar Rp2,14 triliun. Tercatat pertumbuhan EBITDA pada triwulan ketiga tahun 2020 (3Q20) mencapai Rp1,32 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan capaian EBITDA pada triwulan kedua tahun 2020 (2Q20) sebesar Rp794 miliar. Performa solid tersebut terutama didukung oleh kesetabilan kinerja operasi dan peningkatan penjualan komoditas utama ANTAM serta penerapan strategi efisiensi biaya yang tepat, berujung pada tercapainya tingkat biaya tunai operasi ANTAM yang optimal.

Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada 9M20 tercermin pada capaian laba kotor Perusahaan sebesar Rp2,90 triliun. Kontribusi laba kotor pada 3Q20 tercatat sebesar Rp1,59 triliun, tumbuh 114% dari tingkat laba kotor 2Q20 sebesar Rp747,23 miliar. Pertumbuhan tingkat penjualan serta pengelolaan biaya beban pokok penjualan dan usaha yang optimal, mendukung pencapaian laba usaha ANTAM pada 9M20 sebesar Rp1,44 triliun, naik 16% dibandingkan laba usaha pada periode Sembilan bulan pertama tahun 2019 (9M19) sebesar Rp1,24 triliun. Pada periode 3Q20, laba usaha ANTAM tercatat sebesar Rp988,97 miliar, tumbuh signifikan sebesar 215% dari laba usaha 2Q20 sebesar Rp313,90 miliar.

Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung capaian laba bersih ANTAM pada periode 3Q20 sebesar Rp750,95 miliar, tumbuh signifikan mencapai 105% dari capaian laba bersih pada periode 2Q20 sebesar Rp366,66 miliar. Secara akumulatif, ANTAM membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp835,77 miliar pada periode 9M20, tumbuh 30% dari laba tahun berjalan periode 9M19 sebesar Rp641,51 miliar.

Implementasi strategi operasional yang tepat mendukung pertumbuhan profitabilitas seluruh segmen operasi utama ANTAM yang berbasis pada komoditas nikel, emas dan bauksit. Hal tersebut tercermin pada posisi arus kas bersih ANTAM yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 3Q20 sebesar Rp991,81 miliar, tumbuh signifikan lebih dari 800% dibandingkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 2Q20 sebesar Rp106,83 miliar. Secara akumulatif, ANTAM mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 9M20 sebesar Rp1,12 triliun. Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp3,67 triliun (9M20), ANTAM memiiki posisi keuangan yang solid untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan Perusahaan.

Pada Laporan Keuangan ANTAM yang berakhir pada tanggal 30 September 2019, Perusahaan melakukan penyajian kembali terhadap laporan keuangan konsolidasian terutama terkait dengan pencatatan akuntansi ekuitas atas investasi dalam mata uang asing, aset tidak lancar, kapitalisasi atas pengeluaran tertentu, persediaan, provisi atas pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup dan akun perpajakan tertentu. Selain itu dilakukan reklasifikasi pada akun-akun tertentu untuk menyesuaikan dengan penyajian Laporan Keuangan audited di tahun 2019.(end)

Sumber: IQPLUS

MENINGKATNYA KINERJA INCO DI TRIWULAN III DI DUKUNG OLEH NAIKNYA HARGA NIKEL


PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan entitas anaknya mencatat pengiriman sebesar 19.954 metrik ton (t) dengan pendapatan sebesar A $210,6 juta pada triwulan ini. Sementara harga realisasi pada 3T20 13% lebih tinggi dibandingkan harga realisasi pada 2T20, beban pokok pendapatan pada 3T20 naik sebesar 0,4% dari beban pokok pendapatan yang dikeluarkan pada 2T20.

"Operasi kami pada triwulan ketiga tahun 2020 lebih baik meskipun dalam situasi pandemi, menghasilkan volume produksi yang lebih tinggi," kata Nico Kanter, Presiden Direktur dan CEO PT Vale.

"Kami berhasil mengendalikan beban pokok pendapatan kami secara berkelanjutan pada triwulan ini dan, disaat yang bersamaan, kami juga diuntungkan dari kenaikan harga nikel."jelasnya.

Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar AS$32,2 juta pada 3T20, 53% lebih tinggi dibandingkan level pada 2T20 sebesar AS$21,1 juta. Sedangkan laba bersih dan EBITDA untuk triwulan ini masing-masing sebesar AS$23,5 juta dan AS$84,7 juta. Peningkatan EBITDA pada triwulan ini terutama didorong oleh harga realisasi rata-rata nikel yang lebih tinggi.

Bila dibandingkan dengan 2T20, konsumsi HSFO, diesel dan batubara naik masing-masing sebesar 15%, 3% dan 7%, sementara untuk harga masing-masing mengalami penurunan sebesar 7%, 28% dan 6%. Kenaikan konsumsi energi ini sejalan dengan produksi nikel dalam matte yang lebih tinggi pada 3T20.

Kas dan setara kas Grup pada 30 September 2020 sebesar AS$361,4 juta, naik sebesar AS$72,7 juta dari saldo pada 30 Juni 2020, terutama disebabkan oleh penerimaan yang lebih tinggi dari para pelanggan. PT Vale akan terus melakukan kontrol yang hati-hati atas pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.

PT Vale mengeluarkan sekitar AS$34,8 juta untuk belanja modal pada triwulan ini, sehingga pengeluaran dari tahun ke tahun menjadi AS$104,5 juta.

Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan.

"Keselamatan jiwa merupakan hal terpenting dan menjaga kelestarian bumi. Kami menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Grup. Pencapaian operasional serta hasil keuangan interim dan yang belum diaudit telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya"pungkasnya.(end)

Sumber: IQPLUS

MARAKNYA TRANSFORMASI DIGITAL DORONG LABA BERSIH MTDL TUMBUH DI KUARTAL III-2020


PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten solusi digital dan distribusi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), memperkuat bisnis Solusi dan Konsultasi dengan terus melengkapi delapan pilar solusi digital Metrodata, yaitu Cloud Services, Big Data & Analytics, IT Security, Hybrid IT Infrastructure, Business Application, Digital Business Platform, Consulting & Advisory Services, dan Managed Services. Hal ini diiringi dengan maraknya transformasi digital pada berbagai industri di tengah pandemi Covid-19 sehingga terdapat peningkatan permintaan solusi digital.

Susanto Djaja selaku Presiden Direktur MTDL, menjelaskan, "Kami bersyukur bahwa di tengah pandemi ini, MTDL masih bisa membukukan laba bersih di Kuartal III-2020 sebesar Rp267,7 Miliar atau bertumbuh 3,43% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tentu ini adalah hasil dari kerja keras berbagai pihak sehingga Metrodata dapat bertumbuh dan turut berkontribusi di tengah pandemi ini dengan membantu perusahaanperusahaan dalam bertransformasi digital, salah satunya melalui delapan pilar solusi digital Metrodata."

Sebagai satu-satunya perusahaan TIK yang menyediakan solusi yang paling lengkap, MTDL berhasil meraih pendapatan yang stabil, sebesar Rp10 Triliun di Kuartal III-2020. Randy Kartadinata selaku Direktur MTDL menambahkan, "Salah satu kontribusi berasal dari kenaikan pendapatan pada unit bisnis Solusi dan Konsultasi sebesar 9,14% YoY. Melalui pengalaman puluhan tahun di industri TIK dan bekerja sama dengan ratusan partner di bisnis Distribusi, Metrodata juga meraih laba kotor sebesar Rp893 Miliar di Kuartal III-2020 atau bertumbuh 7,13% YoY."

Pada unit bisnis Distribusi, MTDL terus memenuhi kebutuhan produk-produk TIK seperti Notebook, PC, Smartphone, dan produk Collaboration Solution yang masih banyak diminati karena adanya kebijakan Work From Home (WFH) dan belajar dari rumah. Di sisi lain, terdapat keterbatasan persediaan Notebook dan PC di pasar yang mengerem penjualan di unit bisnis Distribusi, namun membuat kenaikan di sisi margin.

Randy melanjutkan, "MTDL menunjukkan posisi kas yang sangat sehat dan mencapai Rp1,78 Triliun per 30 September 2020, meningkat 212,35% YoY. Selain itu, pinjaman bank MTDL juga mengalami penurunan 68,97% YoY menjadi Rp20,8 Miliar. Selama pandemi ini, MTDL telah melakukan upaya penagihan yang intensif, di mana seluruh tim penjualan dan penagihan telah didelegasikan untuk secara aktif menindaklanjuti tagihan kepada pelanggan, sehingga MTDL dapat memanfaatkan kas yang diterima untuk mendanai modal kerja dan belanja modal berikutnya."

Di tengah pandemi yang mengharuskan banyak perusahaan bertransformasi secara digital, membuat kebutuhan infrastruktur dan peralatan TIK sangat dibutuhkan. Metrodata melalui dua unit bisnisnya, yaitu unit bisnis Distribusi yang bekerja sama dengan lebih dari 100 merek TIK ternama dunia dan unit bisnis Solusi dan Konsultasi yang menyediakan solusi lengkap, diharapkan dapat terus mendukung transformasi digital di Indonesia. (end)

Sumber: IQPLUS

DI KUARTAL III-2020, BANK PANIN BUKUKAN LABA Rp2,33 TRILIUN


PT Bank Panin Tbk (PNBN) berhasil membukukan pertumbuhan laba pada kuartal III-2020, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Secara individual bank (bank only), sampai dengan kuartal III-2020, PaninBank berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,33 triliun, meningkat 5,2% dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 2,21 triliun.

"Kami bersyukur dapat menjaga pertumbuhan laba, didukung dengan posisi likuiditas dan permodalan yang kuat. Dengan sinergi bisnis yang menyeluruh baik di sektor perkreditan, tresuri dan jasa-jasa, kami berhasil menjaga pertumbuhan di tengah periode yang cukup berat bagi semua industri akibat pandemi Covid-19. Keberhasilan tersebut memberikan angin segar dan optimisme untuk terus tumbuh dan berkembang," ujar Presiden Direktur PaninBank Herwidayatmo, dalam siaran pers-nya.

Secara konsolidasi, laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 12,1%, menjadi Rp 4,76triliun. Kualitas aset terkendali dengan NPL (net) 0,58% dan posisi permodalan yang sangat kuat dan likuiditas terjaga dengan optimal. Peningkatan pendapatan operasional sebelum pencadangan terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan fee based income yang mencapai Rp 2,26 triliun, naik 79,2% yoy. Hal itu sejalan dengan meningkatnya transaksi surat-surat berharga di tengah kecenderungan penurunan suku bunga pasar.

Sampai dengan Kuartal III-2020, PaninBank telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset yang cukup signifikan sebesar Rp 1,78 triliun, meningkat 96,9% dari periode yang sama tahun lalu. Total aset konsolidasi mencapai Rp 216,59 triliun, naik dari periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 212,67 triliun. Total kredit sebesar Rp 133,93 triliun, mengalami penurunan sebesar 12,9% terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan kredit di tengah lambatnya pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit.

Sampai dengan kuartal III-2020, PaninBank melaksanakan program restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi nasabah yang terdampak Covid-19 sekitar 24% dari portofolio kredit yang diberikan bank. Posisi likuiditas bank terjaga dengan baik dibuktikan dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga sebesar 7,0%, dan telah mencapai Rp. 146,44 triliun. Pertumbuhan tabungan 14,3% dan giro sebesar 10,8% yoy yang lebih tinggi dari pertumbuhan DPK menunjukkan PaninBank terus mendorong peningkatan CASA. Rasio likuiditas Loan-to-Deposit Ratio (LDR) berada pada posisi optimum sebesar 84,2% di bulan September2020. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio(CAR) juga terjaga dengan kuat pada posisi September 2020 sebesar 27,3%, meningkat dibanding pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 23,3%,dan jauh lebih tinggi dari ketentuan minimum permodalan yang berlaku. Non-Performing Loan (NPL) dapat dikelola dengan baik di level yang aman. Rasio NPL gross sedikit meningkat ke level 3,05% dibandingkan dengan September 2019 yang sebesar 2,99%, sedangkan NPL net turun signifikan pada level 0,58 dibandingkan posisi September2019 sebesar 0,81%.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ANTM, CTRA dan INKP oleh Indopremier | 2 November 2020


IHSG (5.095-5.160) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.095 kemudian 5.060 dengan resist di level 5.160 dan 5.190.

ANTM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.095 kemudian 1.135 dengan support di level 1.015 cut loss jika break 975.

CTRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 845 kemudian 865 dengan support di level 805 cut loss jika break 785.

INKP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.350 kemudian 9.550 dengan support di level 8.900 cut loss jika break 8.675.

XBNI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada 861 dengan resist di level 870 kemudian 879.

XCLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada 80 dengan resist di level 81 kemudian 82.

XIIT (Buy on Weakness) : Target harga beli pada 439 dengan resist di level 443 kemudian 447.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9sp8

Rekomendasi Saham TINS, KAEF dan IRRA oleh Mirae Asset Sekuritas | 2 November 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
September 2, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,144.05(+0.62%), consolidation, trading range 5,111 – 5,161. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Pada periode  weekly mulai terlihat pola uptrend namun belum begitu kuat. Indikator MFI optimized cenderung  dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 5,111 dan daily resistance di 5,161. Cut loss level di 5,050.

TINS Daily, 835 (-1.18%), buy on weakness, trading range 820 – 865. Indikator MFI optimizeddan indikator RSI optimized masih cendrung bergerak turun menguji support trend line. Daily support di 820 dan daily resistance di 865. Cut loss level di 810..

.KAEF Daily, 3,110 (-3.42%), buy on weakness, trading range 3,060 – 3,180. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Daily support  di 3,060 dan daily resistance di 3,180. Cut loss level di 3,050.

IRRA Daily, 850 (+1.16%), buy on weakness, trading range 840 – 875. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik dan indikator W%R optimized akan menguji support trend line. Perkiraan daily support di 840 dan daily resistance terdekat di 875. Cut loss level di 830.

Analisa Saham UNTR | 2 November 2020


Analisa Saham UNTR

Saham UNTR pada tanggal 27 Oktober 2020 ditutup melemah pada harga 21125, turun -2,76%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 287% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold ke araj bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli Spekulatif (Akumulasi Beli)

Jika naik di atas 21600 maka berpeluang ke 22450-23000

Jika turun di bawah 20900 maka berpeluang ke 20625

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Bandarmologi Saham BBRI, AALI, GGRM, AKRA dan MBAP | 2 November 2020

 


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives 

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Monday (02/11/2020) 


IDX Composite 5,092 - 5,177

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): NEUTRAL

MACD(12,26): BUY

ATR (14): LESS VOLATILE

ADX (14): WEAK TREND BUY

CCI (14): BUY

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: BUY

BULLBEAR (13): BUY


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



STOCKS PICK:


BBRI 3,310 - 3,430

TECHNICAL INDICATORS: BUY 3,320

TARGET PRICE: 3,430

STOP-LOSS: 3,310



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



AALI 10,450 - 11,700

TECHNICAL INDICATORS: BUY 10,550

TARGET PRICE: 11,700

STOP-LOSS: 10,450



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



GGRM 39,725 - 42,875

TECHNICAL INDICATORS: BUY 40,775

TARGET PRICE: 42,875

STOP-LOSS: 39,725



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



AKRA 2,630 - 2,760

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,640

TARGET PRICE: 2,760

STOP-LOSS: 2,630


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



MBAP 2,190 - 2,340

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,210

TARGET PRICE: 2,340

STOP-LOSS: 2,190



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham BBRI, AALI, MAPI dan PTPP | 2 November 2020


MNC Daily Scope Wave

2 November 2020

Menutup bulan Oktober kemarin (27/10), IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,3% ke level 5,128 dan diikuti dengan tekanan jual yang relatif besar. Perhatikan level support di 5,063, selama tidak terkoreksi di bawah level tersebut, maka IHSG masih berpeluang untuk menguji area 5,160-5,182 sebagai level resistancenya untuk menjadi bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B. Namun, apabila IHSG menembus support 5,063, maka IHSG akan mengarah ke ara 5,000-5,040.

Support: 5,063, 5,000

Resistance: 5,160, 5,182

BBRI - Buy on Weakness (3,360)

Pada Selasa lalu (27/10), BBRI ditutup menguat tipis 0,6% ke level 3,360 dengan volume pembelian yang lebih besar dibandingkan hari sebelumnya, pergerakan BBRI pun sudah mengenai MA200. Kami memperkirakan saat ini BBRI sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti, BBRI masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 3,290-3,350

Target Price: 3,460, 3,640

Stoploss: below 3,200

AALI - Buy on Weakness (10,875)

Menutup perdagangan lalu (27/10), AALI ditutup menguat cukup signifikan sebesar 3,1% ke level 10,875 dengan volume yang lebih besar dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan AALI, kami perkirakan sedang berada di wave [iii] dari wave 5. Ke depannya, AALI berpotensi melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 10,550-10,850

Target Price: 12,500, 13,100

Stoploss: below 10,350

MAPI - Buy on Weakness (655)

Selasa lalu (27/10), MAPI ditutup menguat tipis 0,8% ke level 655. Saat ini, posisi MAPI diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii], sehingga MAPI berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 635-650

Target Price: 690, 710

Stoploss: below 620

PTPP - Sell on Strength (915)

Pergerakan PTPP yang terkoreksi sebesar 1,6% dan ditutup ke level 915 pada perdagangan yang lalu (27/10), kami perkirakan sedang berada di awal wave [iv] pada skenario biru. Adapun level koreksi PTPP sendiri kami perkirakan berada pada rentang 855-900, selama tidak menembus 790, maka area koreksi tersebut dapat dijadikan area buyback.

Sell on Strength: 915-930

Disclaimer On


Update Harga Komoditas dan Indeks | 2 November 2020


Dow closes more than 150 points lower as Wall Street posts its worst one-week sell-off since March

Stocks fell on Friday, led by major tech shares, as Wall Street wrapped up a difficult week in which coronavirus cases rose, U.S. fiscal stimulus talks broke down and traders braced for next week’s presidential election


Dow........26502   -157.5    -0.59%

Nasdaq..10912   -274.0    -2.45%

S&P 500..3270    -40.2       -1.21%

 

FTSE.......5577     -4.5         -0.08%

Dax.........11557   -41.6       -0.36%

CAC.........4594   +24.6      +0.54%


Nikkei....22997    -354.8      -1.52%

HSI.........24107   -479.2      -1.95%

Shanghai .3225   -48.2        -1.47%

ST Times..2424   -26.8        -1.10%


IDX.......5128.23  closed     +0%

LQ45....790.50     closed    +0%


JAKMIND......958.06    closed   +0%

JAKCONS.....1805.2    closed    +0%

JAKTRADE....642.88    closed    +0%

JAKBIND........762.32   closed    +0%

JAKAGRI......1199.64   closed    +0%

JAKFIN.........1139.65   closed    +0%

JAKPROP......330.97     closed    +0%

JAKINFR.......808.58     closed    +0%

JAKMANU....1213.48   closed    +0%    

JAKMINE.....1418.02    closed    +0%

 

Indo10Yr......6.8699      closed    +0%

ICBI..........300.9037      closed    +0%

US10Yr........0.8600    +0.0250    +2.99%

VIX.............38.02     +0.43         +1.14%

  

USDIndx .....93.0380  +0.1040  +0.11%

Como Indx....144.73   -0.08        -0.06%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........119.70  +0.02       +0.02%


IndoCDS.......99.452   +1.174     +1.19%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14625.00    closed       +0%

Jisdor....14690      closed       +0%



Euro.........1.1647  -0.0026   -0.22%


TLKM..17.09    -0.16     -0.93%

(2511)

EIDO...18.28     unch     +0%

EEM.....44.71   -0.51      -1.13%

 

Oil........35.79          -0.32        -0.89%

Gold ......1879.90     +12.00     +0.64%

Timah....17725.00   -175.00    -0.98%

Nickel....15210.00   -342.50    -2.20%

 

Coal price...58.20    unch     +0%

(Okt/Newcastle) 

Coal price....59.25   +0.35   +0.59%

(Nov/Newcastle)

Coal price....56.05   -0.05     -0.09%

(Okt/Rotterdam) 

Coal price....51.80   -1.15     -2.17%

(Nov/ Rotterdam)

 

CPO(Des)....3175     -43        -1.34%*

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............398.50  unch     +0%

SoybeanOil...33.61  +0.55    +1.66%

Wheat.........598.50  -5.25     -0.87%


Wood pulp. 3575     closed   +0%


( DE/ Phintraco(AT)  02-11-20)