PT Unilever Indonesia Tbk Akan Bagikan Dividen Akhir Tahun Ini


Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengumumkan akan membagikan dividen interim pada penghujung tahun ini.

Berdasarkan pengumuman pemberitahuan perseroan kepada para pemegang saham yang diterbitkan di harian Bisnis Indonesia edisi Senin (23/11/2020), UNVR menyatakan akan membagikan dividen interim sebesar Rp87 untuk pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 2 Desember 2020.

Realisasi tersebut setara dengan pembagian dividen interim seluruhnya sejumlah Rp3,32 triliun kepada total pemegang 38,15 miliar unit saham perseroan yang beredar. 

Pembagian dividen interim ini berasal dari saldo laba periode 30 Juni 2020. Pada periode tersebut, UNVR mencatat laba bersih Rp3,62 triliun. Hal ini berarti rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio adalah sebesar 91,6 persen.

Berdasarkan catatan Bisnis, UNVR memang memberikan dividen interim setiap tahunnya untuk kinerja tahun berjalan hingga pertengahan semester.

Berdasarkan kalender dividen di laman resmi Unilever Indonesia, dalam sepuluh tahun terakhir, nilai dividen interim per saham yang dibagikan tahun ini merupakan yang terkecil selama 10 tahun terakhir.

Terakhir kali pada 2019, perseroan membagikan dividen interim sebesar Rp430 ditambah dengan dividen final sebesar Rp107. Sedangkan terakhir kali perseroan membagikan dividen interim dengan jumlah terkecil adalah pada 2010 yakni sebesar Rp100 ditambah dengan dividen final sebanyak Rp344.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, apakah pembagian ini kemungkinan akan berdampak pada kinerja fundamental dan pergerakan sahamnya?

Analis Ciptadana Sekuritas Muhammad Fariz mengatakan sebenarnya keuntungan yang didapatkan perseroan pada tahun ini masih dalam posisi stabil.

“Saya rasa dividend payout kalau pun turun masih wajar di saat uncertainty masih tinggi karena pandemi,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (23/11/2020).

Di sisi lain, kompetisi antar pemain di sektor konsumer juga cukup ketat karena daya beli masih rendah sehingga wajar bagi perusahaan untuk menyimpan uang tunai dalam jumlah yang besar.

Dilihat dari kinerja sahamnya pun, Fariz mengatakan pergerakan saham UNVR masih akan positif dalam jangka panjang.

“Soalnya EPS [earning per share] masih bisa better dari 2017 dan share price juga masih jauh di bawah. Masih ada ruang untuk naik [harga saham UNVR],” terangnya.

Dengan demikian, sekuritas masih merekomendasikan beli saham UNVR dengan target harga Rp10.880.

Sumber: BISNIS

Bank Mandiri Siapkan Fasilitas Pembiayaan kepada Pelaku UKM Supplier WIKA


Bank Mandiri aktif menyasar pelaku UKM dalam menyalurkan pembiayaan produktif yang bersumber dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kali ini, Bank Mandiri menyiapkan fasilitas pembiayaan kepada pelaku UKM yang menjadi supplier atau sub kontraktor Wijaya Karya (WIKA) untuk mendukung operasional dan belanja modal.

Fasilitas pembiayaan tersebut tertuang dalam kerjasama Bank Mandiri dengan WIKA, dimana Bank Mandiri menyiapkan total plafond pembiayaan sebesar Rp 2,5 Triliun yang akan dikucurkan kepada para pelaku UKM yang menjadi supplier/sub kontraktor WIKA. Fasilitas ini akan diberikan selama satu tahun, dengan masa pinjaman yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu dan Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto di Jakarta, Kamis (23/11).

"Melalui fasilitas ini, kami ingin memastikan bahwa kredit program PEN dapat terserap oleh sektor yang penting untuk menggerakkan roda perekonomian karena memiliki multiplier effect yang besar seperti sektor konstruksi. Harapannya, pinjaman ini dapat memastikan ketersediaan likuiditas yang cukup bagi para supplier/sub kontraktor dalam menyelesaikan proyek-proyek WIKA," kata Aquarius.

Aquarius menjelaskan, fasilitas ini juga merupakan inisiatif perseroan dalam merealisasikan keinginan untuk dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan melalui penyaluran kredit yang selektif di tengah-tengah kondisi perekonomian yang terdampak pandemi covid-19. Fasilitas ini juga diharapkan dapat membantu WIKA dalam menyelesaikan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur yang dikerjakan sesuai perencanaan, sehingga ekonomi Indonesia dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Dengan sinergi antar BUMN ini, tambahnya, Bank Mandiri juga berharap akan dapat merealisasikan fungsi mereka sebagai agen pembangunan dan agen pencipta nilai.

"Kami sungguh berkomitmen penuh dalam penyaluran kredit dalam program PEN ini. Buktinya, kredit sebesar Rp51,08 triliun telah kami salurkan kepada lebih dari 182.000 debitur hingga akhir Oktober 2020 lalu, dimana Rp14,84 triliun di antaranya telah tersalurkan kepada lebih dari 3.000 debitur segmen UKM," tutup Aqua.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Waskita Beton Precast Tbk Raih Kontrak Baru Rp 1,68 Trilyun per Oktober 2020


PT Waskita Beton Precast Tbk. membukukan kontrak baru senilai Rp1,68 triliun per Oktober 2020.

Realisasi tersebut mencerminkan ketercapaian sebesar 33,6 persen dari target yang ditetapkan emiten dengan ticker WSBP itu untuk tahun ini senilai Rp5 triliun.

Direktur Utama Waskita Precast Cholis Prihanto optimistis perseroan bakal mampu mencapai target di sisa kurang lebih sebulan ini sebelum 2020 berakhir.

“Perusahaan optimis untuk dapat terus meningkatkan porsi nilai kontrak eksternal. Tentunya dengan inovasi produk Waskita Beton Precast yang selalu menyesuaikan dengan permintaan pasar," kata Cholis dalam keterangan resmi, Senin (23/11/2020).

Secara terperinci, dari total kontrak baru yang sudah didapatkan sekitar 38 persen berasal dari kontrak internal dan 62 persen dari kontrak eksternal.

Beberapa proyek eksternal yang akan dikerjakan antara lain proyek jalan tol Binjai-Pangkalan Brandan, jalan tol Aceh-Sigli, dan jalan tol Prabumulih-Muara Enim.

Lebih lanjut, Cholis mengingatkan dari target kontrak baru Rp5 triliun tersebut sekitar Rp3,3 triliun akan didapatkan WSBP dari proyek eksternal di Pulau Jawa dan Sumatera.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, WSBP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,44 triliun. Perolehan itu turun 73,77 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,49 triliun.

Cholis menyebut pada masa pandemi ini pihaknya telah memiliki strategi ekspansi dengan memperluas pasar eksternal hingga 2021.

“Untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan, kami telah menyusun beberapa strategi bisnis antara lain ekspansi bisnis, produk baru, efisiensi, dan restrukturisasi fasilitas perbankan,” imbuh Cholis.

Adapun, beberapa produk baru yang akan diluncurkan WSBP di antaranya bantalan rel, tetrapod, tiang beton pracetak, sistem pengerasan rigid, dan reinforced concrete pipe.

Selain menggenjot produk baru, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. ini juga melakukan efisiensi melalui shared resource dan command center.

“Waskita Beton Precast akan melakukan pengelolaan sumber daya secara terintegrasi. Selain itu kami juga akan melakukan clustering pada unit usaha yang lokasinya berdekatan, sehingga akan lebih efisien,” kata Cholis.

Hingga saat ini, Cholis mengklaim kondisi perseroan masih cukup baik yang terbukti dari tingkat rasio utang berbunga (gearing ratio) dan rasio lancar (current ratio). Per September 2020, gearing ratio WSBP tercatat sebesar 1,04 kali (covenant 2,5 kali) dan current ratio sebesar 1,31 kali.

Rasio tersebut menunjukan bahwa WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang cukup luas serta masih mampu untuk memenuhi utang jangka pendek.

Sumber: BISNIS

PT XL Axiata Tbk Raih Penghargaan di Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards (ACES) 2020


PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional. Penghargaan ini berhasil XL Axiata raih melalui ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards (ACES) 2020. Di ajang internasional ini, XL Axiata berhasil meraih dua penghargaan untuk kategori Asia.s Most Influential Companies dan Top Community Care Companies in Asia. Penyerahaan penghargaan ini dilakukan secara online pada hari Selasa (10/11), menyesuaikan dengan protocol kesehatan karena pandemi Covid-19.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, "Syukur alhamdulillah dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini XL Axiata berhasil meraih dua penghargaan internasional yang merupakan pengakuan atas kemampuan kami dalam menginspirasi atau memotivasi masyarakat untuk menjadi lebih produktif dan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi, serta dalam kemampuan kami mengelola program-program sosial untuk masyarakat. Tentu ini cukup membanggakan bagi seluruh karyawan dan akan memotivasi kami untuk mampu menjadi perusahaan yang ikut berkontribusi membangun Indonesia kita tercinta".

Penghargaan ini berhasil diperoleh karena XL Axiata dinilai sebagai salah satu perusahan telekomunikasi di Asia yang dianggap berhasil dalam mengimplementasikan leadership dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dalam memberikan kontribusi terhadap masyarakat, termasuk tentunya juga performa perusahaan dalam merespon perkembangan yang terjadi di industri telekomunikasi.

Dalam penghargaan ini XL Axiata melewati sejumlah tahap seleksi selama bulan Mei s/d Juni 2020, yaitu antara lain riset dan penilaian pendahuluan yang dilakukan pantia penyelenggara, melengkapi berbagai dokumen dan persyaratan penilaian ke pihak panitia, interview panel dengan dewan juri,proses verifikasi data dan kelengkapan dokumen,hingga penentuan hasil oleh dewan juri, dan pengumuman secara resmi di awal bulan November 2020.

Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2020 merupakan penghargaan yang diinisiasi oleh MORS Group (http://www.morsgroup.com/ ) yang merupakan perusahaan konsultan manajemen yang berbasis di Malaysia. Perusahaan ini menjalankan program-program untuk membantu perusahaan, pemimpin perusahaan, dan industrialis terkemuka untuk berbagi platform dan menunjukkan keunggulan kepemimpinan juga program keberlanjutan yang mereka miliki. MORS Group mempelopori serangkaian program yang diselenggarakan di seluruh Asia

Penghargaan dari UN Women Asia Pacific

Selain itu, XL Axiata juga berhasil mendapatkan penghargaan Honorable Mention dalam kategori .Community and Industry Engagement. di ajang internasional Asia Pacific WEPs Award 2020 yang diselenggarakan oleh UN Women Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas dukungan XL Axiata pada pemberdayaan kaum perempuan Indonesia melalui program Sisternet. Ajang UN Women Indonesia - Asia Pacific WEPs Award 2020 ini diikuti oleh lebih dari 60 private sector dan XL Axiata berhasil masuk dalam 21 private sector yang mendapatkan apresiasi dari ajang ini.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Miliki 75% Saham PT Nissan Motor Distributor Indonesia


PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. melalui entitas anak, PT IMG Sejahtera Langgeng, resmi menggenggam kepemilikan 75 persen saham PT Nissan Motor Distributor Indonesia. 

Lewat laporan keuangan kuartal III/2020, Manajemen Indomobil Sukses Internasional melaporkan dilakukan perjanjian jual beli bersyarat terkait dengan jual beli saham dalam Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) pada 30 September 2020. Kesepakatan itu diteken antara Nissan Motor Co., Ltd. (NML) dan IMG Sejahtera Langgeng (IMGSL).

Kesepakatan itu telah mendapat restu pemegang saham NMDI sesuai dengan dalam Akta Notaris pada 3 November 2020. Dengan demikian, para pihak setuju melaksanakan transaksi jual beli 257.166 saham NMDI milik NML kepada IMGSL.

Dengan demikian, kepemilikan IMGSL di NMDI meningkat dari 0,04 persen menjadi 75 persen. Selanjutnya, kepemilikan efektif perusahaan di NMDI menjadi 74,99 persen.

“Transaksi jual beli saham ini berlaku efektif pada 3 November 2020,” tulis Manajamen Indomobil Sukses Internasional dalam laporan keuangan yang dikutip, Senin (23/11/2020).

Setelah akuisisi, NML masih menjadi pemegang sama di NMDI. Komposisi yang tersisa kini sebesar 85.764 lembar atau setara dengan 25 persen. 

Sebelumnya, Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional Jusak Kertowidjojo menuturkan secara tradisional bisnis utama perseroan adalah otomotif. Sejak empat tahun lalu, perseroan mulai berupaya mengembangkan kegiatan yang masih berkaitan yakni bisnis logistik.

Jusak mengklaim emiten berkode saham IMAS itu cukup kuat di lini commercial vehicle dengan merek Hino yang memiliki pangsa pasar tinggi. Oleh karena itu, perseroan membuat bisnis logistik.

IMAS mengembangkan bisnis logistik dalam dua tahun terakhir. Perseroan bermitra dengan perusahan logistik terbesar di Jepang, Seino, dengan komposisi kepemilikan Indomobil 75 persen dan Seino 25 persen.

“Saat ini dari jumlah truk yang ada, sudah menjadi yang terbesar di Indonesia, memiliki sekitar 5.400 truk. Bila dikembangkan terus, akan menjadi bisnis yang sangat signifikan untuk perusahaan,” ujarnya. 

Jusak mengungkapkan bisnis logistik itu fokus ke barang konsumen yang bergerak cepat atau FMCG. Sektor tersebut menurutnya masih relatif tumbuh selama pandemi Covid-19.

“Sekarang kami masih terus menerus memperbaiki dan menjaga quality yang ada,” jelasnya.

Dia menambahkan IMAS juga masuk ke bisnis pelumas dan bahan bakar bersama Exxon Mobil. Menurutnya, perseroan sudah memiliki sekitar 500 pom bensin.

“Pelumasnya juga sudah beredar di seluruh Indonesia. Dua inisiatif itu saat ini sudah mulai kelihatan bentuknya dan berkontribusi banyak ke pendapatan Indomobil,” paparnya.

Sumber: BISNIS

PT PP (Persero) Tbk Genggam Proyek Rp 17,42 Trilyun


PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia telah menggenggam perolehan kontrak baru sampai dengan minggu ketiga November sebesar Rp. 17,42 triliun.

Adapun proyek yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan pekan ketiga November 2020 antara lain: Smelter Feronikel Kolaka Jalur 2,5,6 sebesar Rp3,23 triliun, RDMP JO sebesar Rp1,80 triliun, SPAM Pekanbaru-Kampar sebesar Rp1,26 triliun, Bogor Heritage Apartment sebesar Rp1,17 triliun, Sirkuit Mandalika sebesar Rp817 miliar, Sport Centre Banten Rp794 miliar, SGAR Alumina Rp660 miliar, RDMP Reguler Rp576 miliar, Jalan Kendari-Toronipa Rp412 miliar, Bendungan Tiu Suntuk Paket II Rp304 miliar, dsb.

Sampai dengan minggu ketiga November 2020, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu: Gedung sebesar 26,18%, Industri sebesar 22,98%, Oil & Gas sebesar 15,32%, Jalan & Jembatan sebesar 14,10%, Irigasi sebesar 9,73%, Power Plant sebesar 6,47%, Dam sebesar 2,36%, Airport sebesar 2,09%, dan Railway sebesar 0,78%.

"Perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp17,42 triliun sampai dengan pekan ketiga November 2020. Pekan lalu, Perseroan telah melakukan penandatanganan proyek-proyek baru yang berhasil diraih oleh Perseroan, yaitu penandatanganan pembangunan Smelter Feronikel Kolaka Jalur 2,5,6 sebesar Rp3,23 triliun dan Bendungan Tiu Suntuk Paket II Rp304 miliar. Perseroan masih terus mengejar perolahan kontrak baru di tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan," ujar Novel Arsyad Direktur Utama Perseroan mengatakan kepada media.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BMRI, CPIN dan TBIG oleh Mirae Asset Sekuritas | 24 November 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

November 24, 2020

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,652.76(+1.46%), test resistance at 5,670, trading range 5,615 – 5,670. Indikator MFI optimized sudah berada di overbought area namun indikator RSI optimized masih bergerak naik. Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik lebih lanjut namun mulai terbatas.Daily support di 5,615 dan daily resistance di 5,670. Cut loss level di 5,548.

BMRI Daily, 6,400 (+1.59%),trading buy, trading range 6,300 – 6,500.Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung menguat. Daily support di 6,300 dan daily resistance di 6,500. Cut loss level di 6,250.

CPIN Daily, 6,450 (-0.39%), trading buy, trading range 6,375 – 6,575. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung menguat. Daily support  di 6,375 dan daily resistance di 6,575 Cut loss level di 6,300.

TBIG Daily, 1,445 (+2.12%), trading buy, trading range 1,410 – 1,460. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area. Perkiraan daily support di 1,410 dan daily resistance terdekat di 1,460. Cut loss level di 1,390.

Analisa Saham ANTM | 24 November 2020


Analisa Saham ANTM

Saham ANTM pada tanggal 23 November 2020 ditutup menguat pada harga 1255, naik 3,71%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 168% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 1280

Jika naik di atas 1280 maka berpeluang ke 1400

Jika turun di bawah 1200 maka berpeluang ke 1155

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Bandarmologi Saham BBNI, INTP, ADRO, ADHI dan SMGR | 24 November 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives 

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Tuesday (24/11/2020) 

IDX Composite 5,611 - 5,700

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): OVERBOUGHT

STOCH (9,6): OVERBOUGHT

MACD(12,26): BUY

ATR (14): NEUTRAL

ADX (14): STRONG TREND BUY

CCI (14): OVERBOUGHT

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): OVERBOUGHT


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


STOCKS PICK:


BBNI 5,600 - 6,150

TECHNICAL INDICATORS: BUY 5,800

TARGET PRICE: 6,150

STOP-LOSS: 5,600


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


INTP 14,525 - 15,975

TECHNICAL INDICATORS: BUY 15,250

TARGET PRICE: 15,975

STOP-LOSS: 14,525


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


ADRO 1,225 - 1,325

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,240

TARGET PRICE: 1,325

STOP-LOSS: 1,225


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ADHI 915 - 1,085

TECHNICAL INDICATORS: BUY 985

TARGET PRICE: 1,085

STOP-LOSS: 915


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SMGR 11,500- 12,550

TECHNICAL INDICATORS: BUY 11,975

TARGET PRICE: 12,550

STOP-LOSS: 11,500


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham ACES, MIKA, WTON dan PGAS oleh MNC Sekuritas | 24 November 2020


MNC Daily Scope Wave

24 November 2020


IHSG ditutup menguat 1,5% di level 5,652 pada perdagangan Senin (23/11). Kami tetap memperkirakan posisi IHSG sudah berada di akhir wave v dari wave (v) dari [iii], meskipun IHSG masih menguat, target penguatan IHSG kami perkirakan berada pada area 5,655-5,720 (fibo retrace 61,8). Tetap waspadai akan adanya koreksi IHSG untuk membentuk wave [iv] ke area terdekatnya di 5,530 dan idealnya berada pada rentang 5,350-5,470.

Support: 5,520, 5,430

Resistance: 5,715, 5,840


ACES - Buy on Weakness (1,680)

Senin kemarin (23/11), ACES ditutup menguat 2,8% ke level 1,680. Kami memperkirakan saat ini posisi ACES sedang berada di awal wave [v] dari wave 3 dari wave (C). Hal ini berarti, ACES berpotensi melanjutkan penguatannya dan akan lebih terkonfirmasi apabila mampu menembus 1,780.

Buy on Weakness: 1,650-1,670

Target Price: 1,825, 1,900

Stoploss: below 1,600


MIKA - Buy on Weakness (2,490)

Kemarin (23/11), MIKA ditutup menguat 2,5% ke level 2,490. Saat ini posisi MIKA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (D) pada pola triangle. Hal tersebut berarti, MIKA berpeluang untuk melanjutkan penguatannya terlebih bila mampu menembus resistance di 2,550.

Buy on Weakness: 2,440-2,490

Target Price: 2,620, 2,700

Stoploss: below 2,400


WTON - Sell on Strength (330)

WTON masih melanjutkan penguatannya sebesar 3,8% ke level 330 pada penutupan perdagangan kemarin (23/11). Kami perkirakan saat ini WTON sudah berada di akhir wave [iii] dari wave 3 dari wave (C), sehingga WTON rentan terkoreksi untuk membentuk wave [iv]. Adapun level koreksi WTON terdekat berada pada area 320 dan idealnya pada rentang 300-312 dan dapat dipergunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 330-340


PGAS - Sell on Strength (1,425)

PGAS kembali ditutup menguat 1,4% ke level 1,425 pada Senin kemarin (23/11). Posisi PGAS diperkirakan sudah berada di akhir wave 3 dari wave (C), sehingga kami perkirakan PGAS akan rentan terkoreksi membentuk wave 4 dari wave (C). Adapun level koreksi PGAS kami perkirakan berada pada rentang 1,300-1,345 dan dapat dipergunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 1,430-1,470


Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 24 November 2020


Dow jumps 300 points on vaccine hope, hits high of day on news Yellen may be Biden’s Treasury pick

Stocks rose on Monday after AstraZeneca and the University of Oxford said their coronavirus vaccine was up to 90% effective, becoming the third inoculation this month that was revealed to be effective in trial data.


Dow........29591  +327.8     +1.12%

Nasdaq..11881   +25.7       +0.22%

S&P 500..3578    +20.1       +0.56%

 

FTSE...... .6334   -17.6         -0.28%

Dax........13127   -10.3         -0.08%

CAC........5492     -3.7           -0.07%


Nikkei....25527    closed    +0%

HSI.........26486   +34.7      +0.36%

Shanghai .3415   +36.8      +1.09%

ST Times..2849   +35.8      +1.27%


IDX....5652.77   +81.11     +1.46%

LQ45...901.66   +16.77      +1.89%


JAKMIND....1019.26    +10.68   +1.06%

JAKCONS....1867.17   +10.92   +0.59%

JAKTRADE....666.73    +8.43     +1.28%

JAKBIND......863.06    +26.75  +3.20%

JAKAGRI......1242.32   +3.91     +0.32%

JAKFIN.....  ..1285.74   +12.09   +0.95%

JAKPROP......358.68     +5.81     +1.65%

JAKINFR.....959.59     +24.11   +2.58%

JAKMANU....1297.96   +19.38   +1.52%    

JAKMINE....1605.04   +42.11   +2.69%

 

Indo10Yr...6.5248   -0.0065   -0.10%

ICBI.......307.3491  +0.1535   +0.05%

US10Yr......0.8570  +0.0280   +3.38%

VIX...........22.70   -1.00          -4.22%

  

USDIndx .....92.5350 +0.1430  +0.15%

Como Indx....157.33 +1.17       +0.75%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......127.95  -1.75        -1.33%



IndoCDS.......77.34   -1.983    -2.5%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14149.00  -16             -0.11%

Jisdor....14164    -64             -0.45%



Euro.........1.1840  -0.0017  -0.14%


TLKM..23.11   +0.86    +3.87%

(3273)

EIDO......21.96  +0.38   +1.76%

EEM.......49.19  +0.13   +0.26%


Oil..........42.90         +0.48        +1.13%

Gold ....1840.20     -37.90      -2.02%

Timah...18637.50   -95.00       -0.51%

Nickel....16062.50  -95.00       -0.51%

 

Coal price.....63.40   +0.05    +0.08%

(Nov/Newcastle) 

Coal price...67.05   +1.60    +2.44%

(Des/Newcastle)

Coal price.....53.15   +0.15    +0.28%

(Nov/Rotterdam) 

Coal price...53.15   +1.25    +2.31%

(Des/ Rotterdam)

 

CPO(Jan)..3391     +36       +1.07%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............433.50  +5.25    +1.23%

SoybeanOil...38.35  +0.01    +0.03%

Wheat........ 604.75  +5.25    +0.88%


Wood pulp. 3550     unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  24-11-20)