google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo [WEGE] PT Wijaya Karya Gedung Tbk Bangun Nasdem Tower, 23 Lantai Langsung ke konten utama

[WEGE] PT Wijaya Karya Gedung Tbk Bangun Nasdem Tower, 23 Lantai


Nasdem Tower telah memasuki pekerjaan penutupan atap (topping off).. Gedung milik partai NasDem ini berada di Jalan RP Soeroso No.46 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Seremonial prosesi Topping Off Nasdem Tower, dihadiri langsung dari Pimpinan BAPILU Partai NasDem Prananda Surya Paloh, kader Partai Nasdem sekaligus sebagaimana Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, serta kader partai NasDem dan juga serta serta sebagaimana Wakil Pimpinan MPR-RI Lestari Moerdijat.

Proyek ini digarap dari PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE). Adapun manajemen WEGE yg turut hadir ialah Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo dan juga serta Direktur Operasi I Bagus Tri Setyana, serta Manajer Proyek NasDem Tower Rieza Ardi Wirawan. Kegiatan ini turut disaksikan pula dari kader Partai NasDem di seluruh Indonesia secara virtual pada hari Minggu (28/2).. .

"Pembangunan gedung ini (NasDem Tower) tetap berjalan sesuai dengan target dan juga serta memenuhi standar protokol kesehatan Corona," ungkap Prananda Surya Paloh.

Pekerjaan konstruksi Proyek Nasdem Tower ini telah mencapai 70 persen serta ditargetkan selesai pada Juni 2021 mendatang. Proyek ini ditaksir bernilai Rp132 miliar.

Selaku kontraktor utama, WEGE mengerjakan pekerjaan struktur, arsitektur, dan juga serta plumbing. Proyek ini mempunyai luas bangunan 30.000 meter persegi, yg terdiri berasal dari 23 lantai dan juga serta satu semi basement serta dilengkapi dengan helipad.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...