Tampilkan postingan dengan label Saham WEGE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham WEGE. Tampilkan semua postingan

Analisis Saham WEGE | 18 September 2023

Analisis Saham WEGE


WEGE berpeluang memulai uptrendnya dengan membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini menandakan bahwa jika WEGE berhasil menguat menembus resisten 109, WEGE berpeluang memulai uptrendnya menuju target pertama di 125. Jika target pertama terlewati, target kedua berada di 135.

Rekomendasi

Trading buy kalau naik di atas 109. Target pertama 125 dan target kedua 135.
Disclaimer ON
Sumber: doktermarket-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham DOID, EXCL, INCO dan WEGE oleh MNC Sekuritas | 27 Maret 2023


MNCS Daily Scope Wave

27 Maret 2023

IHSG

IHSG ditutup menguat 1,1% ke 6,762 dan masih disertai adanya peningkatan volume pembelian, namun penguatan IHSG tertahan oleh MA20. Selama IHSG masih mampu bertahan di atas 6,542 sebagai area stoplossnya, maka posisi IHSG sedang berada di awal dari wave [i] dari wave C dari wave (Y) sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6,855-7,159 pada label hitam. Namun demikian, pada label merah, penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji 6,855-6,961 untuk membentuk wave [d] dari wave B pada triangle pattern.
Support: 6,587, 6,542
Resistance: 6,824, 6,890

DOID - Buy on Weakness 

DOID ditutup menguat 2,1% ke 298 disertai dengan peningkatan volume pembelian dan mampu ditutup di atas MA20. Selama DOID masih mampu bergerak di atas 276 sebagai stoplossnya, maka posisi DOID saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave 3.
Buy on Weakness: 288-294
Target Price: 318, 348
Stoploss: below 276

EXCL - Buy on Weakness 

EXCL ditutup terkoreksi 2,4% ke 2,000 pada perdagangan akhir pekan kemarin (24/3) dan belum mampu menembus area resistance 2,050. Posisi EXCL diperkirakan sedang berada di awal wave (1) dari wave [C].
Buy on Weakness: 1,935-1,980
Target Price: 2,160, 2,350
Stoploss: below 1,860

INCO - Buy on Weakness 

INCO ditutup menguat 1,2% ke 6,425 disertai dengan volume pembelian yang cukup tinggi. Selama INCO masih mampu bergerak di atas 5,925 sebagai stoplossnya, maka posisi INCO saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (a) dari wave [b].
Buy on Weakness: 6,200-6,325
Target Price: 6,625, 7,050
Stoploss: below 5,925

WEGE - Spec Buy 

WEGE ditutup menguat 2,3% ke 136 disertai dengan peningkatan volume pembelian dan mampu ditutup di atas MA20. Selama WEGE masih mampu bergerak di atas 129 sebagai stoplossnya, maka posisi WEGE saat ini sedang berada di awal wave (1) dari wave [C].
Spec Buy: 132-135
Target Price: 145, 155
Stoploss: below 129

Disclaimer On
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pendapatan Drop 25 Persen, Tahun Lalu Wika Gedung (WEGE) Raih Laba Bersih Rp230 Miliar


Wika Gedung (WEGE) sepanjang tahun lalu meraih laba bersih Rp230 miliar. Melesat 7,5 persen dari episode sama 2021 sejumlah Rp213 miliar. Laba per saham dasar naik menjadi Rp24,03 dari sebelumnya Rp22,34. 

Pendapatan merosot 25 persen menjadi Rp2,36 triliun daripada edisi sama 2021 senilai Rp3,16 triliun. Beban pokok pendapatan Rp2,13 triliun, turun 26 persen dari posisi sama 2021 sejumlah Rp2,89 triliun. Laba kotor Rp228,05 miliar, susut 15 persen dari fase sama 2021 sebesar Rp270,48 miliar. 

Beban usaha naik menjadi Rp60 miliar dari Rp58 miliar. Pendapatan lainnya Rp277 miliar, naik dari Rp231 miliar. Beban lainnya Rp175 miliar, bengkak dari Rp150 miliar. Beban keuangan Rp56 miliar turun dari Rp63 miliar. Beban pajak final Rp66 miliar, turun dari Rp96 miliar. Bagian laba entitas asosiasi Rp1,39 miliar dari nihil. Bagian laba ventura bersama Rp80 miliar, turun dari Rp83 miliar. Laba selisih kurs Rp1,45 miliar naik dari Rp247 juta.

Laba sebelum pajak penghasilan Rp230,25 miliar, menanjak 6,3 persen dari fase sama 2021 sejumlah Rp216,47 miliar. Beban pajak penghasil nihi dari Rp88 juta. Laba tahun berjalan Rp230,25 miliar, melesat 6,3 persen daripada periode sama 2021 sebesar Rp216,38 miliar. 

Jumlah ekuitas Rp2,54 triliun, naik 6,7 persen dari posisi akhir 2021 sebesar Rp2,38 triliun. Total liabilitas Rp2,88 triliun, susut 19 persen dari periode akhir 2021 sebesar Rp3,59 triliun. Total aset Rp5,42 triliun, turun dari posisi sama 2021 sejumlah Rp5,97 triliun. (*)
Author: J S
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Garap Proyek IKN, WEGE Bangun Gedung Kemenkomarves RI


WEGE kembali meraih proyek pembangunan IKN, paket pekerjaan tersebut datang dari proyek Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI (Kemenkomarves) di Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur senilai Rp 745 miliar (termasuk PPN).

Purba Yudha Tama Corporate Secretary WEGE dalam siaran pers (24/1) menyebutkan bahwa Sebelumnya, WEGE telah mengamankan proyek Hunian Pekerja Konstruksi IKN Modular dengan progress pekerjaan telah mencapai nilai 94%.

Gedung perkantoran Kemenkomarves setinggi delapan lantai ini turut mengusung konsep Smart dan Green Building yang terintegrasi.

Keunggulan lainnya dari pembangunan gedung perkantoran Kemenko ini adalah penggunaan teknologi konstruksi Building Information Modelling (BIM) akan dilaksanakan di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Posisi gedung Kemenkomarves tersebut tidak jauh dari kawasan Istana Presiden IKN. Lingkup pekerjaan WEGE dalam proyek ini adalah rancang bangun dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 660 hari kerja.

Kawasan Gedung Kemenkomarves ini akan berdiri diatas lahan seluas 24.274 meter persegi. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Raihan Kontrak Baru PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) Meningkat 107% Hingga November 2022


PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) berhasil mencatat kontrak baru sebesar Rp4,24 triliun pada periode Januari-November 2022. Angka ini tercatat meningkat sebesar 107% year on year.

Direktur Quality, Health, Safety, Environment dan Pemasaran WEGE, Yulianto menjelaskan bahwa komposisi perolehan kontak baru tersebut terdiri dari Office 22,13%, Public Facility 67,08%, Commercial 0,87% dan Residencial 9,93%.

"Rincian kontrak baru tersebut antara lain Dhoho International Airport phase 2, PT Bio Farma's Product Development Facilty - Bandung, Building 1& 2 ITB Innovation Park Bandung - Teknopolis, Kalideres Regional Public Hospital, Politteknik Ilmu Pelayaran (PIP) - Makasar, VIP & VVIP Building Halim Perdanakusuma Airport Revitalization, Renovation of Biofarma Building No.14, Al Hidayah Phasee-1 Mosque - Bogor, UIN Alaudin Hospital - Makasar, UPT Vertikal Hospital - Surabaya, MFH Coridor & Roof Garden KOOPERBI, New Capital City - Project Modular Housing for Contractors." katanya, dalam Public Expose, Kamis (8/12).

Ia menambahkan, adapun perolehan ini dilihat dari kategori owner antara lain Pemerintah sebesar 32,86%, BUMN 23,56% dan dari Swasta sebesar 43,57%.

Ditengah banyak tantangan, Yulianto mengungkapkan, Perseroan tetap mengejar target kontrak baru tahun ini yang mencapai Rp7 triliun. "Kami berharap target sebesar Rp7 triliun dapat tercapai. Saat ini juga masih ada sekitar 11 tender yang masih dalam proses, dan semoga semua bisa berkontrak di satu dua pekan ini," pungkasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Wijaya Karya Bangunan Gedung Catat Pendapatan Rp1,67 Triliun Hingga September 2022


PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatat pendapatan sebesar Rp1,67 triliun hingga periode 30 September 2022 turun dibandingkan pendapatan Rp2,45 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan perseroan Jumat, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp1,53 triliun dari beban pokok pendapatan Rp2,25 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp143,82 miliar dari laba bruto Rp202,25 miliar.

Laba sebelum pajak turun menjadi Rp92,76 miliar dari laba sebelum pajak Rp151,61 miliar dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp91,98 miliar dari laba Rp150,62 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas perseroan mencapai Rp2,86 triliun hingga periode 30 September 2022 turun dari jumlah liabilitas Rp3,59 triliun hingga periode 31 Desember 2021 sedangkan jumlah aset mencapai Rp5,25 triliun hingga periode 30 September 2022 turun dari jumlah aset Rp5,97 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Saham WEGE | 20 September 2022

Analisa Saham WEGE


Kenaikan saham WEGE untuk sementara tertahan di area resistance 196 dan saat ini mengalami pullback menguji area minor support di 183. Apabila mampu bertahan dan mantul ke atas lagi, maka WEGE berpeluang naik menuju target terdekat di 196-198 kembali. Jika nantinya kenaikan saham ini mampu berlanjut dengan melewati level psikologis 200, maka WEGE berpeluang menuju target berikutnya dikisaran 214-216. Indikator teknikal MACD yang menurun dan volume transaksi yang menipis mengindikasikan bahwa WEGE masih cenderung berkonsolidasi.

Trading Plan : Spekulasi Buy. Batasi resiko jika turun dan gagal bertahan di 183.

Disclaimer ON
Sumber: step-trader-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Wijaya Karya Bangunan Gedung Raih Pendapatan Rp470,36 Miliar Hingga Maret 2022


PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) meraih pendapatan Rp470,36 miliar hingga periode 31 Maret 2022 turun dari pendapatan Rp779,03 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp30,10 miliar dari laba bruto Rp65,95 miliar.

Laba sebelum pajak turun menjadi Rp29,97 miliar dari laba sebelum pajak Rp53,32 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp29,51 miliar dari laba Rp53,12 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah aset mencapai Rp5,46 triliun hingga periode 31 Maret 2022 turun dari jumlah aset Rp5,97 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus
Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi Website Saham Online.  
Untuk belajar trading, silakan subscribe Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ACES, BBRI, PGAS dan WEGE oleh MNC SEKURITAS | 9 Juni 2022



MNCS Daily Scope Wave 
9 Juni 2022


IHSG ditutup menguat 0,7% ke level 7,193 pada perdagangan kemarin (8/6), pergerakan IHSG pun diiringi oleh peningkatan volume pembelian. Selama IHSG belum mampu break resistance 7,233, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave [b] pada label hitam sehingga IHSG akan rawan terkoreksi menguji 6,960-7,030. Namun, apabila IHSG berhasil menembus resistancenya maka IHSG akan membentuk wave (v) dari wave [a] pada label berwarna merah untuk menguji 7,293-7,332.

Support: 7,056, 6,930

Resistance: 7,233, 7,267


ACES - Spec Buy

Kemarin (8/6), ACES ditutup terkoreksi 0,5% ke level 985, pergerakan ACES pun masih tertahan oleh MA20. Kami memperkirakan, selama ACES tidak terkoreksi ke bawah 955 sebagai supportnya, maka posisi ACES saat ini sedang berada di awal wave 3 dari wave (3). Hal tersebut berarti, ACES masih berpeluang kembali menguat.

Spec Buy: 960-985

Target Price: 1,050, 1,100

Stoploss: below 955


BBRI - Spec Buy

BBRI ditutup menguat 1,6% ke level 4,470 pada perdagangan kemarin (8/6), penguatan BBRI masih tertahan oleh MA20-nya. Posisi BBRI saat ini kami perkirakan sudah berada di akhir wave [b] dari wave B, sehingga BBRI berpeluang melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 4,410-4,450

Target Price: 4,620, 4,820

Stoploss: below 4,320


PGAS - Buy on Weakness

Pada perdagangan kemarin (8/6), PGAS ditutup terkoreksi 4,8% ke level 1,690. Kami memperkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada di akhir wave 4 sehingga koreksi PGAS akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,630-1,665

Target Price: 1,735, 1,820

Stoploss: below 1,600


WEGE - Buy on Weakness

WEGE ditutup menguat 2,9% ke level 180 pada perdagangan kemarin (8/6), penguatan WEGE pun menembus MA60-nya dan diiringi oleh peningkatan volume peningkatan. Kami memperkirakan, posisi WEGE sedang berada di awal wave (3) sehingga WEGE berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 177-180

Target Price: 189, 196

Stoploss: below 174


Disclaimer On

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham SAME, TLKM dan WEGE | 31 Mei 2022



INVESTASI KONTAN
31 MEI 2022



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,16% ke level 7.037,56 pada penutupan perdagangan Senin (30/5). Simak rekomendasi teknikal tiga saham pilihan untuk perdagangan Selasa (31/5).


1. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)

Saham SAME ditutup sideways dengan membentuk pola candle doji dan bergerak pada tren sideways jangka pendek. SAME ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif sepi apabila dibandingkan dengan rata-rata transaksi sepekan terakhir. Indikator stochastic berada di areal pertengahan, yaitu di level 55 yang mana hal ini belum menunjukkan adanya pergerakan fase overbought maupun oversold. Namun, SAME saat ini berada pada persimpangan MA20 dan MA50 berpotensi terjadi golden cross.

Rekomendasi: Buy on break

Support: Rp 390

Resistance: Rp 432

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas


2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Saat ini saham TLKM memperlihatkan indikator stochastic berada di level 20 dengan MACD yang berpotensi terjadi golden cross. Sementara candle TLKM berada di dekat garis tengah bollinger band.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 4.000

Resistance: Rp 4.500

Kiswoyo Adi Joe, Reswara Gian Investa


3. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)

Posisi WEGE ditutup tertahan oleh MA60-nya, namun demikian dapat dicermati adanya kenaikan volume dan diiringi dengan golden cross pada MACD dan mulai mengarah ke area positif. Dari sisi indikator stochastic juga bergerak menguat dari area netral ke area overbought.

Rekomendasi: Buy

Support: Rp 170

Resistance: Rp 180

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

GELAR RUPST, WIKA GEDUNG BAGI DEVIDEN Rp42,78 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM.


[Saham WEGE] PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2021. Agenda RUPST kali ini adalah Persetujuan atas Laporan Tahunan, Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2021, Penunjukan Akuntan Publik, Penetapan Gaji/Honorarium, Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, Persetujuan atas Penjaminan Sebagian Aset Perseroan, Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan Perubahan Pengurus Perseroan.

Dalam agenda rapat pada Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2021 ini, menyetujui pembagian deviden sebesar Rp42,786 miliar atau 20%, cadangan wajib sebesar Rp21,390 miliar atau 10% dan cadangan lainnya sebesar Rp149,703 miliar atau 70% dari laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp213,88 miliar.

Deviden tahun ini mengalami peningkatan 39,41% dibanding tahun lalu sebesar Rp30,73 miliar, hal ini seiring dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan tahun 2021. Dengan demikian deviden per share sebesar 4,47 per saham.

Adapun Perubahan Pengurus Perseroan dan/atau Perubahan Nomenklatur Jabatan. Untuk Dewan Komisaris diputuskan memberhentikan dengan hormat Ahmad Fadli Kartajaya selaku Komisaris. Kemudian mengangkat Sumadi sebagai Komisaris. Sedangkan untuk Jajaran Direksi diputuskan memberhentikan dengan hormat Nariman Prasetyo sebagai Direktur Utama dan Mochamad Yusuf sebagai Direktur Operasi 2. Kemudian mengangkat Hadian Pramudita sebagai Direktur Utama dan mengangkat Akhmadi Tricahyono sebagai Direktur Operasi 2.

Sehingga dengan persetujuan RUPST hari ini, susunan Dewan Komisaris WEGE menjadi:

1 Komisaris Utama : Hananto Aji Hananto Aji

2 Komisaris : Ahmad Fadli Kartajaya Sumadi

3 Komisaris : Bambang Pramujo Bambang Pramujo

4 Komisaris Independen : Joseph Prajogo Joseph Prajogo

5 Komisaris Independen : Ance Ance

Sedangkan susunan Direksi menjadi sebagai berikut;

1 Direktur Utama : Nariman Prasetyo Hadian Pramudita

2 Direktur Operasi 1 : Bagus Tri Setyana Bagus Tri Setyana

3 Direktur Operasi 2 : Mochamad. Yusuf Akhmadi Tricahyono

4 Direktur Keuangan, Human Capital & Management Risiko : Syailendra Ogan Syailendra Ogan

5 Direktur Quality, Health, Safety, Environment dan Pemasaran : Yulianto Yulianto

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kinerja positif berdasarkan Laporan Keuangan (Audited) per tanggal 31 Desember 2021, WEGE mencatatkan Laba Bersih mencapai Rp216,39 miliar di akhir tahun 2021 atau naik 38,40% dibandingkan realisasi laba bersih di tahun 2020. Peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan (tidak termasuk proyek kerjasama operasi/KSO) di tahun 2021, yaitu mencapai Rp3,17 triliun atau naik 12,74% dari realisasi penjualan tahun 2020 sebesar Rp2,81 triliun termasuk dari Laba Ventura Bersama sebesar Rp83,05 miliar. Sementara Total Aset mencapai Rp5,97triliun, Ekuitas tercatat Rp2,38 triliun serta Kas Setara Kas hingga akhir tahun 2021 sebesar Rp1,47 triliun.

"Dari kinerja perusahaan tersebut mencerminkan Current Ratio 1,45x, Net Profit Margin (NPM) tahun 2021 sebesar 6,83% dan Return on Equity sebesar 9,09% (diatas rata-rata industri), sedangkan Gearing Ratio sebesar 0,22x dan Debt to Equity Ratio/DER sebesar 1,51x, jauh dari rasio utang 2x sebagai batas aman di industry konstruksi. Kondisi keuangan tersebut mencerminkan fundamental WEGE yang sehat dan tumbuh." Terang Syailendra Ogan, Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko WEGE. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham INCO, BBYB, WEGE dan CPRO oleh MNC SEKURITAS | 28 Januari 2022



MNCS Daily Scope Wave 
28 Januari 2022



Menutup perdagangan kemarin (27/1), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,611 dan penguatannya tertahan oleh MA60. Kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menutup gap yang berada di rentang 6,632-6,645, namun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa penguatan ini merupakan bagian dari wave (iii) dari wave [c] di label hitam (skenario terburuknya) atau berada di awal wave C di label merah. Tetap cermati level support berikutnya di 6,523 dan 6,484, apabila IHSG menembus level tersebut maka terkonfirmasi IHSG sedang berada di wave (iii) label hitam dengan arah koreksi 6,375-6,468.

Support: 6,523, 6,480

Resistance: 6,630, 6,738


INCO - Buy on Weakness (4,740)

INCO ditutup terkoreksi 1,9% ke level 4,740 pada perdagangan kemarin (27/1), koreksi INCO pun masih tertahan oleh MA20-nya. Kami memperkirakan, posisi INCO saat ini sedang berada di akhir wave [b] dari wave E pada pola trianglenya, sehingga koreksi INCO akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 4,600-4,700

Target Price: 5,180, 5,400

Stoploss: below 4,240


BBYB - Spec Buy (1,785)

Menutup perdagangan kemarin (27/1), BBYB terkoreksi 0,8% dan ditutup di level 1,785. Kami perkirakan, posisi BBYB saat ini sedang berada di akhir wave [y] dari wave A sehingga koreksi BBYB akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 1,600-1,700

Target Price: 1,930, 2,250

Stoploss: below 1,485


WEGE - Buy on Weakness (173)

Pada perdagangan kemarin (27/1), WEGE ditutup flat di level 173. Saat ini, posisi WEGE kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, pergerakan WEGE masih dapat terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 160-168

Target Price: 190, 214

Stoploss: below 154


CPRO - Buy on Weakness (72)

CPRO ditutup terkoreksi cukup signifikan, sebesar 4% ke level 72 pada perdagangan kemarin (27/1). Kami perkirakan, posisi CPRO saat ini sedang berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, koreksi CPRO relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 68-72

Target Price: 84, 93

Stoploss: below 66


Disclaimer On

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham PWON, WEGE dan MNCN oleh Artha Sekuritas Indonesia | 25 Januari 2022



INVESTASI KONTAN
25 JANUARI 2022


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/1). IHSG terkoreksi 1,06% atau 71,21 poin ke level 6.655,17. 

Untuk perdagangan Selasa (25/1), IHSG diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan level support di 6.629 hingga 6.603. Sementara itu, level resistance akan berada di 6.696 hingga 6.737. 

"Secara teknikal candlestick membentuk bearish harami dengan stochastic yang mengalami deadcross mengindikasikan potensi pelemahan dan berpotensi melemah hingga resistance terdekat MA50," ujar Dennies dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Senin (24/1). Adapun dari dalam negeri, investor masih akan mencermati data foreign direct investment (FDI) dan kenaikan kasus Covid-19. 

1. PT Pakuwon Jati Tbk  (PWON)

PWON terkoreksi dan menguji level support. Investor bisa masuk di harga Rp 464-Rp 470 per saham. Stop loss di Rp 460 per saham. Target harga saham PWON berada di Rp 488- Rp 496 per saham. 

2. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)

WEGE terkoreksi, kembali ke level tren konsolidasi. Investor bisa masuk di harga Rp 182-Rp 187 per saham. Stop loss Rp 179 per saham. Target harganya di kisaran Rp 193-Rp 198 per saham. 

3. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

MNCN terkoreksi tapi masih bergerak dalam rentang tren penguatan. Investor bisa masuk di harga Rp 845-Rp 865 per saham. Stop loss di Rp 835 per saham. Target harga MNCN berada di Rp 910-Rp 930 per saham.  


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham PWON, WEGE dan MNCN oleh ARTHA SEKURITAS | 19 Januari 2022



INVESTASI KONTAN 
19 JANUARI 2022



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 30,989 poin atau 0,47% pada perdagangan Selasa (18/1). IHSG ditutup di level 6.614,059. Mengutip catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), sejalan dengan pelemahan IHSG, sektor-sektor di bursa kompak mencatatkan pelemahan. Penurunan paling dalam dirasakan oleh sektor transportasi dan logistik hingga 2,29%. Setelahnya ada sektor teknologi dan sektor energi yang melorot masing-masing 2,71% dan 1,04%. 

1. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Mengalami koreksi setelah menguat cukup signifikan. Masih berada dalam tren penguatan jangka pendek. Analis menyarankan masuk saham ini di harga Rp 448 - 454 per saham. Stop loss di Rp 444 per saham. Adapun target harganya berada di kisaran Rp 464- Rp 470 per saham. 

2. PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE)

Rebound dengan kenaikan volume, candlestick membentuk piercing line mengindikasikan potensi penguatan. Investor bisa masuk saham ini di harga Rp 182 - Rp 187 per saham. Stop loss di Rp 179 per saham. Adapun target harganya berada di kisaran Rp 193-Rp 198 per saham. 

3. PT  Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

Mengalami koreksi dan menguji level support. Analis menyarankan masuk di harga Rp 845 - Rp 865 per saham. Stop loss di Rp 835 per saham. Target harga MNCN di kisaran Rp 910-Rp 930 per saham.


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham IMJS, WEGE, ACES dan BBTN oleh MNC SEKURITAS | 26 November 2021



MNC Daily Scope Wave
26 November 2021


IHSG menguat 0,2% ke level 6,699, pergerakan IHSG pun sempat menguji area resistance di 6,750. Kami perkirakan, selama IHSG masih mampu bergerak di atas 6,621, maka saat ini posisi IHSG sedang berada di wave (v) dari wave [v] dari wave A (label merah) atau wave (iii) dari wave [v] dari wave A (label biru). Hal ini berarti, IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak menguji area resistance di 6,750 kembali hingga 6,800.

Support: 6,621, 6,550

Resistance: 6,750, 6,800


IMJS - Buy on Weakness (468)

Kemarin (25/11), IMJS ditutup menguat cukup signifikan sebesar 4% ke level 468, namun demikian penguatannya masih tertahan oleh MA20. Selama IMJS tidak terkoreksi kembali ke bawah 444 sebagai level supportnya, maka saat ini posisi IMJS sedang berada di awal wave C dari wave (B). Hal ini berarti, pergerakan IMJS akan mampu melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 458-468

Target Price: 500, 550

Stoploss: below 444


WEGE - Buy on Weakness (208)

WEGE ditutup flat di level 208 pada perdagangan kemarin (25/11). Kami memperkirakan, pererakan WEGE akan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave 2 dari wave (3). Koreksi WEGE ini dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 200-208

Target Price: 216, 230

Stoploss: below 192


ACES - Buy on Weakness (1,415)

ACES ditutup flat di level 1,415 pada perdagangan kemarin (25/11), pergerakan ACES pun tertahan oleh MA20-nya. Kami perkirakan, posisi ACES saat ini sedang berada di awal wave 3 dari wave (3), sehingga pun terkoreksi nampaknya akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,380-1,415

Target Price: 1,470, 1,545

Stoploss: below 1,325


BBTN - Buy on Weakness (1,820)

Kemarin (25/11), BBTN di tutup cenderung flat di 1,820. Kami perkirakan, posisi BBTN saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5. Hal ini berati, BBTN masih memiliki peluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,770-1,820

Target Price: 1,975, 2,060

Stoploss: below 1,730


Disclaimer On


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham BRIS, EXCL, UNTR dan WEGE oleh MNC Sekuritas | 20 September 2021


MNC Daily Scope Wave

20 September 2021


Menutup pekan kemarin (17/9), IHSG menguat 0,4% ke level 6,086, pergerakan IHSG diiringi dengan munculnya tekanan beli yang cukup besar dan IHSG ditutup di atas level-level MA-nya. Tetap waspadai akan adanya support di 5,982, bila IHSG masih mampu bertahan di atas support maka kami perkirakan IHSG akan berpeluang menguat ke atas 6,170. Namun sebaliknya, bila terkoreksi ke bawah supportnya, maka IHSG akan mengarah ke 5,850-5,900 untuk membantuk wave [y] dari wave E dari wave (X).

Support: 5,982, 5,938

Resistance: 6,170, 6,263


BRIS - Buy on Weakness (2,150)

BRIS ditutup flat di level 2,150 pada perdagangan akhir pekan kemarin (17/9), pergerakan BRIS masih tertahan oleh MA20-nya. Kami memperkirakan, saat ini posisi BRIS sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [b]. Hal ini berarti, BRIS berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 2,100-2,150

Target Price: 2,340, 2,600

Stoploss: below 2,090


EXCL - Buy on Weakness (3,000)

Menutup perdagangan Jumat kemarin (17/9), EXCL ditutup menguat 1% ke level 3,000. Selama tidak terkoreksi ke bawah 2,920, maka kami perkirakan posisi EXCL sedang berada di awal wave v dari wave (iii), dimana EXCL diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 2,950-3,000

Target Price: 3,070, 3,300

Stoploss: below 2,920


UNTR - Spec Buy (20,500)

Pada perdagangan Jumat kemarin (17/9), UNTR ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 5,3% ke level 20,500, pergerakan UNTR diikuti dengan tekanan jual yang cukup besar namun tertahan oleh MA60-nya. Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sedang berada di akhir dari wave [iv] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, koreksi UNTR akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 20,000-20,500

Target Price: 21,900, 23,000

Stoploss: below 19,775


WEGE - Buy on Weakness (196)

WEGE ditutup menguat 1% ke level 196 pada perdagangan Jumat kemarin (17/9). Kami perkirakan, posisi WEGE saat ini sedang berada pada bagian dari awal wave [iii] dari wave 3, dimana WEGE diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 190-196

Target Price: 210, 230

Stoploss: below 184


Disclaimer On


ANIES, JAKPRO DAN WEGE KSO GELAR LIFTING ATAP STADION PROYEK JIS SEBERAT 3.900 TON


PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) KSO saat ini, sedang melakukan Lifting Atap Stadion Proyek Jakarta International Stadion (JIS) seberat 3.900 ton yang merupakan Lifting terberat dengan Bentang lifting terpanjang di Asia, Jakarta Rabu (16/6). Pekerjaan Lifting sendiri telah dimulai Selasa kemarin dan direncanakan selesai pada Kamis, keesokan harinya.

Acara yang bertajuk Topping Off Jakarta International Stadium dengan Metode Lifting Rangka Baja Atap hari ini, dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Operasi Bidang Gedung PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Anton Satyo Hendriatmo, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito, Direktur Utama PT Jaya Konstruksi Sutopo Kristanto, Direktur Utama PT Wijaya Karya Industri Konstruksi (WIKON) Dwi Johardian dan dari WEGE turut hadir Direktur Utama Nariman Prasetyo, Direktur Operasi I Bagus Tri Setyana dan Direktur QHSE & Pemasaran Yulianto.

Menurut Anies Baswedan dalam sambutannya mengatakan bahwa metode lifting ini menggunakan hidrolic jack, ada 16 titik yang mengangkat secara bersamaan "3.900 ton sama dengan mengangkat 2.430 mobil Inova dengan ketinggian 70 meter. Ini menjadi satu-satunya di Asia yang melakukan pengangkatan atap sebesar dan sekompleks ini," kata Anies.

"Kecermatan pengangkatan rangka utama atap menjadi perhatian serius dengan mempertimbangkan sejumlah disiplin ilmu, tak hanya dari sisi konstruksi tapi juga terkait faktor alam atau cuaca," Kata Nariman di sela-sela acara.

"Pemasangan atap ini mempertimbangkan faktor cuaca seperti hujan dan kecepatan angin mengingat ketinggiannya bila diukur dari tanah mencapai 70 meter atau setara gedung 25 lantai," jelasnya.

Saat proses Lifting, Struktur atap dihubungkan dengan delapan pilar utama "Pier Head" untuk kemudian diangkat dengan alat bantu untuk mengangkat rangka utama atap, yakni menggunakan dongkrak hidraulik (Hydraulic Jack).

Proses lifting dengan menggunakan hydraulic strand jack dan lifting frame yang telah dipasang di Pier Head kolom utama. Pengangkatan atap menggunakan 16 buah hydraulic strand jack yang dilengkapi dengan 18 dan 30 kabel hydraulic strand untuk setiap hydraulic strand jack-nya, dengan kapasitas setiap hydraulic strand jack mencapai 550 ton.

Setiap kolom utama dipasang 2 buah hydraulic strand jack. Komposisi rangka atap baja terdiri atas rangka utama dan pengisi rangka utama mencapai tonase 3.900 ton dengan bentang mencapai 269 meter. Struktur atap tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan mekanisme untuk buka tutup atap stadion.

Sebelumnya pada Jumat, 4 Juni dan 10 Juni 2021 lalu WEGE KSO telah melakukan uji coba Pra lifting dan berjalan lancar.

Saat proses Pra-Lifting atap stadion diangkat 5 sentimeter lalu dilakukan pekerjaan Stressing Presetressed Cable sembari memeriksa aspek kualitas dan kemanan struktur atap stadion. di hari berikutnya di tanggal 10 Juni 2021 berhasil diangkat setinggi 1 meter, kemudian dilakukan evaluasi selama 1x24 jam.

Design & Build Proyek JIS Senilai Rp4,08 Triliun

WEGE KSO meraih kontrak Pekerjaan Jasa Konstruksi Rancang dan Bangun (Design and Build) Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau yang lebih dikenal dengan Stadion BMW. Lokasi proyek ini berada di RT 1/RW 12, Papanggo, Tj. Priok, Jakarta Utara.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah menunjuk WEGE KSO sebagai Kontraktor Pelaksana untuk mengerjakan proyek pembangunan JIS senilai Rp 4,08 triliun (termasuk PPN) dengan porsi WEGE di dalam proyek ini sebesar 51%. Sebagai leader KSO, WEGE akan mengerjakan pekerjaan; Struktur, Arsitektur, Mekanikal, Elektrikal, Plumbing, Lapangan, Infrastruktur, dan Pekerjaan Luar. Direncanakan pembangunan JIS akan selesai pada 2021 dengan masa pemeliharaan selama 12 bulan.

Proyek ini dibangun seluas 221.000 meter persegi. Stadion multifungsi ini nantinya dapat menampung 82.000 penonton, dimana kapasitas ini lebih besar dibandingkan dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno saat ini. Fasilitas dari stadion ini nantinya juga akan dibuat modern dan mewah yang setara dengan stadion Old Trafford milik Manchester United dan stasion Santiago Bernabeu milik Real Madrid.

Fasilitas tersebut terdiri dari 3 tingkat tribun, adanya ruang khusus VIP, ruang ganti pemain yang modern dan mewah, ramah disabilitas disertai kursi khusus disabilitas sebanyak 200 buah, lapangan latihan, rumput stadion berjenis hybrid turf, lahan parkir luas yang dapat menampung 800 mobil dan 100 bus, atap stadion yang dapat dibuka-tutup dan stadion ini direncanakan terintegrasi dengan moda transportasi publik seperti MRT, LRT, KRL dan akses tol.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BRIS, WEGE, TINS dan SMRA oleh MNC Sekuritas | 14 Juni 2021


MNC Daily Scope Wave

14 Juni 2021

Menutup perdagangan pekan kemarin (11/6), IHSG bergerak terkoreksi 0,2% dan ditutup di level 6,095 diiringi dengan tekanan jual. Pergerakan IHSG kemarin pun sudah mengenai fibo retracement 50% dan kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dalam jangka pendek, untuk menguji rentang area 6,030-6,060 terlebih dahulu. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,972, maka diperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji kembali 6,130-6,200.

Support: 5,972, 5,840

Resistance: 6,230, 6,387

BRIS - Buy on Weakness (1,835)

BRIS pada perdagangan pekan kemarin (11/6) ditutup terkoreksi 0,3% ke level 1,835, dan pergerakannya tertahan oleh MA20. Kami memperkirakan, selama BRIS tidak terkoreksi ke bawah level 1,750 sebagai supportnya, maka pergerakan BRIS saat ini diperkirakan sedang berada pada wave [ii]. Hal ini berarti, koreksi BRIS akan relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat.

Buy on Weakness: 1,800-1,835

Target Price: 1,925, 2,280

Stoploss: below 1,750

WEGE - Buy on Weakness (199)

Pada penutupan perdagangan kemarin (11/6), WEGE ditutup menguat 1,5% ke level 199, namun pergerakannya masih tertahan oleh MA20-nya. Selama WEGE mampu bertahan di atas 191, maka kami perkirakan posisi WEGE saat ini sedang berada di awal dari wave [c] dari wave B. Hal ini berarti, WEGE masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 194-199

Target Price: 210, 230

Stoploss: below 191

TINS - Buy on Weakness (1,595)

TINS ditutup menguat sebesar 0,9% ke level 1,595 pada perdagangan kemarin (11/6). Kami memperkirakan, saat ini posisi TINS sedang berada di awal wave [iii] dari wave C. Hal ini berarti, pergerakan TINS masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya selama TINS masih bertahan di atas 1,545.

Buy on Weakness: 1,560-1,595

Target Price: 1,700, 1,900

Stoploss: below 1,545

SMRA - Sell on Strength (855)

Pada perdagangan pekan kemarin (11/6), SMRA ditutup flat di level 855 diikuti dengan tekanan jual yang cukup besar. Posisi SMRA saat ini, kami perkirakan sedang berada di wave [y] dari wave Y, sehingga pergerakan SMRA masih cenderung rawan terkoreksi kembali. Adapun rentang koreksi dari SMRA diperkirakan berada pada level 700-800.

Sell on Strength: 870-890

Disclaimer On

Analisa Saham WEGE | 2 Juni 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE IJ) - 1Q21 results turn out as expected 

by Joshua Michael (joshua.michael@miraeasset.co.id)

- Laba bersih dan pendapatan 1Q21 sesuai dengan ekspektasi kami. Laba bersih 1Q21: IDR53bn (-35,8% YoY), merealisasikan 39%/27% dari perkiraan kami/konsensus. Pendapatan 1Q21: IDR779bn (-18,6% YoY), merealisasikan 28%/25% dari estimasi kami/konsensus.

- Marjin kotor/bersih 1Q21 sebesar 8,5%/6,8% (vs. FY19: 10,7%/8,5%) juga sejalan dengan ekspektasi kami karena kami perkirakan marjin kotor/bersih FY21 akan mencapai 8,6%/6,5%.

- Sama seperti FY20, WEGE masih mempertahankan posisi net cash di 1Q21.

- Dengan laba bersih dan pendapatan 1Q21 yang sesuai dengan estimasi kami, kami mempertahankan estimasi kami terhadap pendapatan dan laba bersih WEGE di FY21. Namun, seiring dengan penyesuaian pada angka order book FY21F dari IDR16.0bn menjadi IDR14.7bn, kami memangkas estimasi pendapatan/laba bersih FY22F dari IDR4.4tn/IDR249bn menjadi IDR3.5tn/IDR150bn.

- Meskipun kami memperkirakan laba bersih FY21-22F masih jauh lebih rendah daripada level sebelum COVID (yaitu FY19), pemulihan masih terus berjalan karena kami memperkirakan laba bersih inti akan terus tumbuh dari IDR66bn pada FY20 menjadi IDR87bn pada FY21F dan IDR150bn pada FY22F. Oleh karena itu, kami mempertahankan rekomendasi Beli kami untuk WEGE dengan TP tidak berubah sebesar Rp250.

( Ilutstrasi selengkapnya dapat dilihat : https://bit.ly/3fX3UXs )

Analisa Saham BOGA, EMTK dan WEGE | 25 Maret 2021

PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA)


Pergerakan BOGA sedang break out support Rp 1.375. Potensi uji support rata-rata 20 dan 50 hari di kisaran Rp 1.350-Rp 1.360. Indikator stochastic dan RSI bearish mendekati area oversold dengan MACD yang crossover negatif

Rekomendasi : Buy on weakness

Support: Rp 1.345

Resistance: Rp 1.375

Lanjar Nafi, Reliance Sekuritas

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)


Pergerakan EMTK memperlihatkan munculnya dark cloud pattern candle dengan RSI melemah. Sementara dari volume perdagangan terlihat menurun dan ditutup di atas Upper Bollinger Band (UBB)

Rekomendasi: Sell on strength

Support: Rp 2.320

Resistance: Rp 2.550

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)


Pergerakan WEGE konsolidasi dengan Indikator stochastic nampak berada pada area oversold serta rata-rata volume transaksi berada di bawah rata-rata 5 hari terakhir. Saat ini nampak berada pada areal lower band. 

WEGE juga nampak sedang menguji MA200, Apabila WEGE masih mampu bertahan di atas level tersebut, masih ada potensi bagi WEGE untuk mengalami teknikal rebound jangka menengah, namun apabila gagal, ada potensi WEGE kembali terkoreksi hingga menguji support 200.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 212

Resistance: Rp 224

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas