Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BBRI dan UNVR oleh HP Financials | 14 Juli 2021


HP Financials Technical View & Key Calls

14 Juli 2021

Saham BBRI


Buy on Weakness BBRI di sekitar Lower Channel merah 3740-3690. BBRI berpotensi rebound seiring adanya RSI Posistive Divergence menuju Target terdekat pada kumpulan MA @ 3860-4030, disusul Trendline biru sampai dengan level tutup Gap di range 4140-4210. Area ini harus mampu ditembus demi mematahkan trend turun, dan terbuka peluang menuju Target selanjutnya 4380-4450.

Rekomendasi:

Buy on Weakness, Entry Level: 3740-3690; Target: 3860-4030 / 4140-4210 / 4380-4450; Stoploss: 3650

Saham UNVR


UNVR berhasil bertahan di atas MA10 & 20 di 5000. Speculative Buy di sekitar area ini, seiring indikator Volume yang menunjukkan penguatan, maka UNVR berpotensi melanjutkan perjalanan ke utara menuju Upper Channel merah 5350-5425. Area ini harus mampu dihadapi demi mematahkan trend turun, dan lanjut bergerak naik menuju titik previous High 5875-6000.

Rekomendasi:

Speculative Buy, Entry Level: 5100-5000; Target: 5350-5425 / 5875-6000; Stoploss: 4950 

Indeks LQ45


LQ45 memasuki area Support 835 extended to Lower Wedge merah di sekitar 822. LQ45 diharapkan mampu bertahan di area ini, untuk kemudian rebound seiring adanya RSI Positive Divergence menuju Resistance MA10 & 20 di range 843-851, disusul MA50 sampai dengan Upper Wedge 872-877. Namun jika LQ45 masih memilih melemah, maka Support selanjutnya berada di sekitar 808-795.

Rekomendasi:

Buy on Weakness, Support: 835-822 / 808-795; Resistance : 843-851 / 872-877

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da