google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo J RESOURCES SIAP LUNASI OBLIGASI TAHAP 5 SERI A SENILAI Rp335 MILIAR Langsung ke konten utama

J RESOURCES SIAP LUNASI OBLIGASI TAHAP 5 SERI A SENILAI Rp335 MILIAR


Perusahaan tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) memastikan siap melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap 5 Seri A Tahun 2020 sebesar Rp335 miliar (Obligasi Tahap 5 Seri A).

Obligasi Tahap 5 Seri A tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 10 Agustus 2021.

Direktur Utama PSAB Edi Permadi mengatakan dana untuk pelunasan Obligasi Tahap 5 Seri A tersebut telah dikirim perseroan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Jumat, 6 Agustus 2021.

"Meski dalam situasi pandemi COVID-19 yang juga berimbas pada kegiatan operasi pertambangan, PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) tetap berkomitmen memenuhi kewajiban pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Tahap 5 Seri A tahun 2020," tandas Edi Permadi dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu.

Ia pun berharap dengan kesiapan pelunasan Obligasi Tahap 5 Seri A secara tepat waktu tersebut, pihaknya berharap kepercayaan para pemegang saham, pemegang kepentingan dan investor terus terjaga.

"Keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya tidak terlepas dari upaya maksimal dalam mempertahankan kinerja perusahaan meski harus menghadapi pandemi dengan segala keterbatasannya" kata Edi.

Sebagai informasi, PSAB dibantu oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. dan PT BNI Sekuritas, yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi berhasil menerbitkan Obligasi Tahap 5 Seri A pada tanggal 30 Juli 2020.

Obligasi ini berjangka waktu 370 hari dan bunga sebesar 9,25 persen.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...