google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT HK Metals Utama Tbk akan Laksanakan Penambahan Modal dengan HMETD Langsung ke konten utama

PT HK Metals Utama Tbk akan Laksanakan Penambahan Modal dengan HMETD


PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berencana melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue dengan melepas sebanyak-banyaknya 5,15 miliar saham baru. 

Dengan begitu, jumlah modal ditempatkan dan disetor HK Metals Utama akan bertambah menjadi 8,37 miliar dari sebelumnya 3,22 miliar.

Untuk merealisasikan rencana ini, perusahaan yang bergerak di bidang usaha produksi dan perdagangan baja ringan, alumunium extrusi, serta bahan bangunan nasional ini perlu meminta restu pemegang saham terlebih dahulu. Oleh karena itu, perusahaan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2021 mendatang/ 

Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (1/9), setelah memperoleh persetujuan, perusahaan akan segera menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kemudian menunggu pernyataan efektif dari OJK. 

"HMETD diharapkan akan dilaksanakan dan selesai pada kuartal I-2022," ucap manajemen HKMU.

Setelah dikurangi komisi-komisi, biaya-biaya, ongkos-ongkos, dan pengeluaran lainnya, sebagian besar dana hasil rights issue ini rencananya akan digunakan untuk modal kerja dan membayar sebagian utang perusahaan. Sementara sisanya dialokasikan ke anak usaha.

Saham yang akan dikeluarkan dari portepel memiliki nilai nominal Rp 100 per saham, sedangkan harga pelaksanaan akan diberitahukan kemudian. Pemegang saham perusahaan yang tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil porsi atas saham baru dapat terdilusi sebesar maksimum 61,52%.

Per akhir Juli 2021, PT Hyamn Sukses Abadi selaku pengendali menggenggam kepemilikan di HKMU sebesar 46,87%, sementara masyarakat 53,13%. Secara year to date sampai dengan Rabu (1/9), harga saham HKMU merosot 41,82% setelah ditutup di level Rp 64.

Sumber: KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...