Tampilkan postingan dengan label Saham HKMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham HKMU. Tampilkan semua postingan

HK METALS RAIH PENJUALAN SEBESAR Rp120,49 MILIAR HINGGA MARET 2022.


[Saham HKMU] PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) meraih penjualan sebesar Rp120,49 miliar hingga periode 31 Maret 2022 turun dari penjualan Rp130,31 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba kotor turun menjadi Rp11,69 miliar dari laba kotor Rp15,23 miliar tahun sebelumnya.

Rugi sebelum beban pajak penghasilan tercatat Rp19,61 miliar meningkat dari rugi sebelum beban pajak penghasilan Rp4,03 miliar.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp13,70 miliar naik dari rugi Rp3,06 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp699,11 miliar hingga periode 31 Maret 2022 turun dari total aset Rp720,64 miliar hingga periode 31 Desember 2021. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PT HK Metals Utama Tbk Akan Melakukan Righs Issue


Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri besi, baja dan alumunium, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berencana menggelar aksi korporasi melalui penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5.150.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Namun harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) ini belum ditentukan.

"Rencana ini telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini. Merujuk pada ketentuan Pasal 8 ayat 3 POJK 14, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. Rights issue diharapkan akan digelar dan selesai di kuartal I tahun 2022," kata Direktur Utama HKMU Muhamad Kuncoro dalam konferensi pers usai RUPSLB di District 8, Treasury Tower, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021).

Muhamad Kuncoro mengatakan, jangka waktu pelaksanaan PUT atau rights issue tersebut akan dilakukan setelah perseroan mengantongi Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana rights issue, setelah dikurangi dengan seluruh komisi, biaya, ongkos dan pengeluaran lainnya, akan digunakan untuk modal kerja, pembayaran sebagian utang, dan sisanya untuk anak usaha.

"Kami memperkirakan bahwa dalam hal dana yang diperoleh dari hasil HMETD ini digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana, maka kami akan memiliki sejumlah dana yang bisa digunakan sebagai modal kerja untuk pelaksanaan strategi bisnis ritel dan pembayaran sebagian utang," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jodi Pujiyono, Direktur dan Sekretaris Perusahaan HKMU, menambahkan bahwa aksi rights issue ini juga menjadi salah satu strategi dalam menggandeng mitra baru di tengah membaiknya kinerja bisnis.

Berdasarkan Keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, saat ini pemegang saham HKMU yakni PT Hyamn Sukses Abadi dengan porsi 46,87% atau 1.509.963.750 saham, sementara investor pulik (di bawah 5%) sebesar 53,13% atau sebanyak 1.711.786.250 saham.

Dengan asumsi semua pemegang saham menyerap haknya, maka setelah rights issue, skenario awal sebelum adanya mitra baru yakni Hyamn Sukses tetap akan memiliki 46,87% dengan porsi saham bertambah menjadi 3.923.656.095 dan publik tetap sebesar 53,13% dengan jumlah saham naik menjadi 4.448.093.905 saham.

Dalam upaya peningkatan tata kelola perusahaan, pemegang saham juga sudah menetapkan komisaris baru yakni aktor Ricky Harun. Putra dari aktris Donna Harun ini ditetapkan menjadi Komisaris Independen HKMU melalui RUPST dan RUPSLB 16 Agustus lalu. Pengangkatan Ricky sebagai salah satu komisaris lantaran dirinya merupakan seorang public figure yang diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang produk HKMU. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PT HK Metals Utama Tbk akan Laksanakan Penambahan Modal dengan HMETD


PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berencana melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue dengan melepas sebanyak-banyaknya 5,15 miliar saham baru. 

Dengan begitu, jumlah modal ditempatkan dan disetor HK Metals Utama akan bertambah menjadi 8,37 miliar dari sebelumnya 3,22 miliar.

Untuk merealisasikan rencana ini, perusahaan yang bergerak di bidang usaha produksi dan perdagangan baja ringan, alumunium extrusi, serta bahan bangunan nasional ini perlu meminta restu pemegang saham terlebih dahulu. Oleh karena itu, perusahaan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2021 mendatang/ 

Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (1/9), setelah memperoleh persetujuan, perusahaan akan segera menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kemudian menunggu pernyataan efektif dari OJK. 

"HMETD diharapkan akan dilaksanakan dan selesai pada kuartal I-2022," ucap manajemen HKMU.

Setelah dikurangi komisi-komisi, biaya-biaya, ongkos-ongkos, dan pengeluaran lainnya, sebagian besar dana hasil rights issue ini rencananya akan digunakan untuk modal kerja dan membayar sebagian utang perusahaan. Sementara sisanya dialokasikan ke anak usaha.

Saham yang akan dikeluarkan dari portepel memiliki nilai nominal Rp 100 per saham, sedangkan harga pelaksanaan akan diberitahukan kemudian. Pemegang saham perusahaan yang tidak melaksanakan HMETD miliknya dan tidak mengambil porsi atas saham baru dapat terdilusi sebesar maksimum 61,52%.

Per akhir Juli 2021, PT Hyamn Sukses Abadi selaku pengendali menggenggam kepemilikan di HKMU sebesar 46,87%, sementara masyarakat 53,13%. Secara year to date sampai dengan Rabu (1/9), harga saham HKMU merosot 41,82% setelah ditutup di level Rp 64.

Sumber: KONTAN

PT HK METALS UTAMA RAIH PENDAPATAN Rp130,31 MILIAR HINGGA MARET 2021


PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) meraih pendapatan Rp130,31 miliar hingga periode 31 Maret 2021 turun dari pendapatan Rp302,12 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba kotor turun menjadi Rp15,23 miliar dari laba kotor Rp46,86 miliar.

Rugi sebelum pajak tercatat Rp4,03 miliar usai meraih laba sebelum pajak Rp15,58 miliar tahun sebelumnya.

Rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp3,06 miliar dari laba yang diraih Rp10,24 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 mencapai Rp915,12 miliar turu. Dari Rp929,34 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

Lakukan restrukturisasi, liabilitas HK Metals Utama (HKMU) turun


Laporan laba rugi PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) memerah. Meski begitu, restrukturisasi yang dilakukan mulai membuahkan hasil.

Jodi Pujiono, Direktur & Sekretaris Perusahaan HKMU mengatakan, selama periode tahun 2020 yang menantang, HKMU  telah melakukan restrukturisasi keuangan kepada para rekanan institusi keuangan baik bank maupun non-bank. "Sehingga kami dapat menurunkan beban keuangan secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2019," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/7).

Pada sisi liabilitas, terdapat penurunan yang lebih signifikan pada tahun 2020, dimana perusahaan mencatat total liabilitas sebesar Rp 464,91 miliar atau turun sebesar 59.09% dari total liabilitas pada tahun 2019 sebesar Rp 1,13 triliun. Penurunan ini diharapkan dapat memberikan ruang perbaikan untuk posisi neraca yang lebih sehat.

Secara ekuitas, HKMU mencatat nilai penurunan dengan porsi yang lebih kecil menjadi Rp 464,42 miliar pada tahun 2020, atau turun sebesar 33.5% dari Rp 698.93 miliar pada tahun 2019. Hal ini diatribusikan dari nilai kerugian perusahaan sepanjang tahun 2020.

“Kami juga melihat, hal ini menjadi momentum untuk langkah awal melakukan transformasi perusahaan untuk menjadi lebih baik ke depan. Tidak ada lagi toleransi dimana jika perusahaan ingin terus berkelanjutan maka perubahan yang lebih baik harus dilakukan," terang Jodi.

Pada masa sulit tahun lalu, manajemen melakukan analisa yang lebih komprehensif untuk dapat lebih memperbaiki HKMU dari berbagai aspek termasuk keuangan, operasional, bisnis, serta dimulainya program digitalisasi agar dapat meningkatkan efisiensi perusahaan.

Meskipun saat ini nilai bisnis secara pendapatan lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, namun manajemen meyakini secara neraca HKMU dapat dinilai lebih sehat dengan nilai liabilitas yang turun secara lebih signifikan.

Sumber: Kontan

Saham HKMU | PENJUALAN HK METALS UTAMA TUMBUH 59,4% HINGGA SEPTEMBER


IQPlus, (07/11) - PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) meraih penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp968,9 miliar hingga periode yang berakhir 30 September 2019 naik dari penjualan Rp607,7 miliar atau tumbuh sebesar 59,4% di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan, beban pokok penjualan naik sebesar 778,5 miliar dari beban poko Rp475,5 miliar, laba bruto  naik menjadi Rp190,4 miliar dibandingkan laba kotor Rp132,2 miliar tahun sebelumnya, Laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp110,,9 miliar dari laba sebelum pajak Rp70,4 miliar tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp79,7 miliar naik dari laba Rp52,4 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset mencapai Rp1,72 triliun hingga periode 30 september 2019 naik dari jumlah aset Rp1,53 triliun yang tercatat hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Analisa Saham BBKP, HKMU, PTSN dan TINS

Analisa Saham BBKP, HKMU, PTSN dan TINS


(Baca juga : Indikator OBV)

Daily Technical 17  Juli 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 17  Juli 2019.

IHSG ditutup menurun sebesar -16,35 poin (-0.25%) menuju 6.401,87 pada perdagangan hari Selasa 16 Juli 2019 kemarin. Pergerakan cenderung mixed karena masih menguji support 6.400 dan terjadi aksi profit taking dalam jumlah kecil, tanpa ada kepanikan. Maka dengan demikian IHSG masih dalam tren menguat. Sentimen pekan ini akan terfokus pada keputusan suku bunga BI. Beberapa media merilis adanya potensi pemangkasan suku bunga.
Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.400 s/d 6.450.

BBKP
Membentuk pola hammer yang mengindikasikan pembalikan arah setelah
terkoreksi kemarin.
Rekomendasi: buy 306 s/d 310, TP 324 s/d 340, stop loss <300 .="" p="">
HKMU
Memantul dari support trend line yang melanjutkan penguatannya kembali.
Rekomendasi: buy 366, TP 380, stop loss 360.

PTSN
Membentuk pola doji dan posisi harga di atas support MA20.
Rekomendasi: buy 500 s/d 520, TP 550 s/d 600, stop loss <478 .="" p="">
TINS
Menghampiri resistance trend line, dimana menjadi penentu apakah
downtrend akan berakhir atau berlanjut.
Rekomendasi: sell on strength.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham AGII, AGRO, HKMU dan WIKA

Analisa Saham AGII, AGRO, HKMU dan WIKA



AGII
Berhasil di tutup di atas MA 200 nya dan apabila berhasil bertahan di atas nya terbuka peluang melanjutkan kenaikan menuju 625.
Rekomendasi: Buy. Entry 595. Stop loss jika turun di bawah 575.

AGRO
Golden cross yang terjadi pada MA 5 dan MA 50, pertanda saham ini masih berpeluang untuk melanjutkan trend kenaikan menuju target 314 – 322.
Rekomendasi: Buy. Entry 300, Stop loss jika turun di bawah 290.

HKMU
Berhasil breakout resistance jangka pendek di 364, sinyal positif untuk melanjutkan kenaikan menuju target di 380 -390.
Rekomendasi: Buy. Entry 364. Stop Loss jika turun di bawah 354.

WIKA
Mengalami rebound dari support MA60 pada penutupan perdagangan kemarin yang mengartikan bahwa uptrend masih dipertahankan..
Rekomendasi: buy 2300 s/d 2370, TP 2420 s/d 2500, stop loss <2200 .="" p="">

Saham HKMU | Demi Genjot Kinerja, HKMU Menggelar Sederet Strategi Pemasaran


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) ingin memperbesar pasar ekspor. Perusahaan perdagangan dan manufaktur logam tersebut mengincar Kanada dan Australia.

Proyeksi HK Metals tersebut berkaca dari kinerja penjualan ekspor yang belum seberapa. Perusahaan tersebut mengaku, tahun lalu kontribusi penjualan dari luar negeri di bawah 10%. Dua contoh tujuan ekspornya ke Amerika Serikat (AS) dan Belanda.

Meskipun telah mengungkapkan niat, manajemen HK Metals tidak secara spesifik menyebutkan target nilai maupun kontribusi penjualan ekspor tahun ini. Yang pasti, secara keseluruhan mereka mengejar penjualan Rp 1,64 triliun. Target tersebut hampir dua kali lipat realisasi penjualan tahun lalu yang mencapai Rp 864,98 miliar.

Jejak pertumbuhan kinerja HK Metals paling tidak dalam dua tahun terakhir, memang tinggi. Penjualan mereka tahun lalu naik 1,74 kali ketimbang tahun 2017.

Agar target pertumbuhan dobel tahun ini tak meleset, HK Metals juga menggelar strategi lain. Mereka menjajal model penjualan produk secara langsung alias tanpa distributor.

Incaran HK Metals adalah proyek industri atau properti seperti rumah tapak dan gedung bertingkat. "Harapan bisa cepat berdampak pada kinerja di kuartal III nanti," kata Imelda, Sekretaris Perusahaan PT HK Metals Utama Tbk saat dihubungi KONTAN, Kamis (2/5).

Agenda lain, HK Metals bermaksud memperkuat penjualan ritel. Maklum, lini tersebut merupakan tulang punggung utama penjualan. Demi memuluskan rencana, mereka akan membuka cabang pemasaran baru.

Informasi saja, akhir tahun lalu HK Metals membuka cabang pemasaran anyar di Semarang, Jawa Tengah dan Surabaya, Jawa Timur. Menurut mereka, penambahan dua cabang pemasaran cukup jitu mengerek kinerja selama triwulan pertama 2019.

Selama Januari-Maret 2019, HK Metals membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 54,79% year on year (yoy) menjadi Rp 356,59 miliar. Aluminium menjadi kontributor penjualan utama senilai Rp 154,38 miliar.

Penambahan cabang pemasaran tersebut memudahkan HK Metals menangkap peluang pasar yang sedang tumbuh. "Permintaan barang di industri aluminium memang masih tinggi, sehingga dengan peningkatan produksi yang terjadi di kuartal I langsung berdampak pada penjualan," terang Imelda.

Beruntung, kemampuan produksi HK Metals mumpuni di tengah tren kenaikan pasar tersebut. Perusahaan tersebut telah mengoperasikan dua dari tiga mesin produksi aluminium ekstrusi yang dibeli pada tahun lalu. Sebagai informasi biaya belanja mesin mencuil dana segar dari hasil initial public offering (IPO) yang total sebanyak Rp 235 miliar.

HK Metals yakin, investasi mesin tidak akan sia-sia. Mereka memperkirakan, permintaan aluminium tahun 2025 mencapai 1,5 juta ton. Sejauh ini, volume pasokan baru sebesar 1 juta ton.

Saham HKMU | Kinerja HK Metals Utama Ciamik Berkat Ekspansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berharap kinerja tahun ini bakal meningkat berkat ekspansi yang dilakukan. Perusahaan yang menjual dan memproduksi besi, baja serta aluminium ekstrusi ini mengaku akan menambah empat mesin untuk menggenjot kapasitas produksi aluminium.

Emiten ini melihat kebutuhan bahan material bangunan masih cukup tinggi. Direktur Utama HKMU William Ngasidjo Achmad mengatakan, tahun ini HKMU akan mengembangkan pasar industri. Meski begitu, kontribusi dari penjualan ritel dinilai masih akan mendominasi.

Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Imelda Feryani mengatakan, produk baja ringan dan lainnya telah digunakan oleh banyak proyek perumahan. "Tahun ini kami targetkan langsung masuk ke proyek landed house maupun apartemen," terang Imelda.

Tak hanya pasar dalam negeri, HK Metals juga akan melebarkan sayap ke pasar luar negeri. HKMU mengincar pasar ekspor baru di Kanada dan Australia. Sebelumnya, perusahaan ini juga memiliki pelanggan di Amerika Serikat (AS) dan Belanda. Penjualan ekspor ini, menurut Imelda, akan menjadi pemicu kenaikan kinerja.

Meski permintaan cukup besar, lanjut Imelda, volume produksi HKMU masih sangat mini. Dia bilang, permintaan ekspor aluminium ekstrusi saat ini sekitar 500 ton per bulan. "Potensi ini belum bisa dipenuhi semua karena kapasitas saat ini dijalankan oleh tiga mesin saja," ujar dia.

Untuk itu, HK Metals akan menambah empat mesin di tahun ini. Imelda bilang, satu mesin sudah beroperasi akhir Februari 2019. Kemudian dua mesin selanjutnya beroperasi di Maret dan Mei 2019. "Seluruhnya adalah mesin ekstrusi aluminium," papar dia.

Untuk menambah kapasitas produksi, perusahaan ini menggunakan dana dari hasil penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Sebelumnya, HKMU telah memperoleh dana IPO senilai Rp 235 miliar pada Oktober 2018.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, HK Metals memaparkan, hingga 15 Januari 2019 perusahaan telah menggunakan dana IPO Rp 37 miliar untuk penyertaan saham di PT Handal Aluminium Sukses (HAS) yang bergerak di industri aluminium ekstrusi. Selain itu, HKMU juga telah memakai Rp 132,64 miliar untuk modal kerja.

Dus, total dana IPO setelah dipangkas biaya penawaran umum Rp 10,36 miliar sebesar Rp 180 miliar. Sisa dana ditempatkan di deposito dan tabungan.

Ekspansi HKMU sepanjang tahun lalu membuahkan hasil. Sepanjang tahun 2018, HK Metals membukukan kenaikan penjualan sebesar 73,86% secara tahunan menjadi Rp 864,98 miliar dengan laba bersih melesat 117,74% jadi Rp 66,92 miliar.


Sumber : KONTAN

Saham HKMU | HK Metals Utama (HKMU) Menanti Kedatangan Tiga Mesin Baru

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa produksi PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) pada tahun ini bakal lebih gesit. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan serta manufaktur besi, baja serta aluminium ekstrusi itu memastikan ada tambahan empat mesin produksi baru di sepanjang 2019.

Satu mesin produksi anyar sudah masuk pabrik sejak Februari kemarin. Selanjutnya, perusahaan berkode saham HKMU di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menjadwalkan tiga mesin produksi lain akan memperkuat operasional pabrik pada April dan Juni nanti.

Sekadar mengingatkan, Oktober tahun lalu HK Metals mengantongi dana segar dari aksi pencatatan saham melalui initial public offering (IPO) sekitar Rp 235 miliar. Sebanyak Rp 90 miliar di antaranya mereka alokasikan untuk dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini. Tujuan untuk membeli mesin produksi baru.

Dengan tambahan mesin produksi, HK Metals ingin meningkatkan volume penjualan ekspor. "Target ke depan mudah-mudahan setelah mesin terpasang, kami dapat penuhi permintaan ekspor sekitar 250 ton per bulan," tutur Imelda, Sekretaris Perusahaan PT HK Metals Utama Tbk kepada KONTAN Selasa (12/3) pekan lalu.

Dalam keterbukaan informasi BEI pada November tahun lalu, manajemen HK Metals menyebutkan volume ekspor sepanjang sembilan bulan pertama 2018 mencapai 132,8 ton aluminium ekstrusi. Tujuan ekspor ke Belanda dan Amerika. Peminatnya adalah industri solar panel.

Hanya, tak ketahuan nilai penjualan ekspor dalam sembilan bulan tahun lalu. Sementara laporan keuangan HK Metals periode 30 September 2018 juga tidak membeberkan perincian penjualan berdasarkan geografis.

Yang pasti, HK Metals juga berharap bisa memperluas target pemasaran ke segmen proyek alias korporasi. Maklum, selama ini mereka memasarkan produk ke pasar ritel dan jaringan agenda yang berjumlah 10.000 di berbagai daerah. Adapun mayoritas penyerap produknya adalah perumahan.

Tahun ini juga, HK Metals ingin secara langsung menjual produk ke aneka proyek. "Kami targetkan sudah masuk langsung ke proyek-proyek landed house maupun apartmen," harap Imelda.

Sejalan dengan itu, HK Metals menambah cabang. Akhir tahun lalu, mereka menambah cabang di Semarang, Jawa Tengah dan Surabaya, Jawa Timur. Menurut catatan internal perusahaan tersebut, permintaan pasar bahan bangunan di Jawa Tengah dan Jawa Timur menjanjikan.

Informasi saja, HK Metals memilik pabrik berkapasitas 500 ton per bulan di Cirebon, Jawa Barat melalui PT Handal Aluminium Sukses. Produknya antara lain berupa baja ringan, pipa PVC, ACP, pipa stainless steel, kloset dan aneka produk rumah tangga.


Sumber : KONTAN

Berita Saham HKMU | 8 November 2018

PENJUALAN HK METALS UTAMA NAIK 73,7% HINGGA SEPTEMBER

IQPlus, (08/11) - PT HK Metals Utama (HKMU  pada periode 30 September 2018 mengalami kenaikan penjualan sebesar 73,7% menjadi sekitar Rp608 miliar jika dibandingkan periode 30 September 2017 sekitar Rp350 miliar. HKMU holding sendiri memberikan kontribusi 23,6% atau sekitar Rp143 miliar terhadap penjualan konsolidasian dengan kenaikan sebesar 89,6% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Menurut siaran pers perseroan Kamis, Kontribusi terbesar penjualan konsolidasian berasal dari Entitas Anak PT Hakaru Metalindo Perkasa yang merupakan perusahaan distributor aluminium sebesar 51,5% atau sekitar Rp51,5 miliar dengan kenaikan sebesar 46,5% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

PT Handal Aluminium Sukses, merupakan perusahaan produksi aluminium di Cirebon, yang baru saja berproduksi pada Oktober 2017 telah memcatatkan penjualan sebesar 11,7% atau sebesar Rp71 miliar dari penjualan konsolidasian.

Laba rugi komprehensif Perseroan pada periode 30 September 2018 naik sebesar 187,4% atau menjadi sekitar Rp53,2 miliar jika dibandingkan dengan periode sebelumnya sekitar Rp18,5 miliar. Hal ini sejalan dengan kenaikan penjualan yang diikuti peningkatan margin manufaktur pada periode 30 September 2018 jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Saat ini, kontribusi manufacture sebesar 18,4% jauh lebih tinggi bandingkan periode  sebelunya sebesar 8,5%, hal ini dikarenakan pabrik Aluminium yang telah beroperasi penuh dengan 3 mesin ekstrusi.

Total Aset Perseroan pada periode 30 September 2018 naik 13,9% atau menjadi sekitar Rp1.197 miliar jika dibandingkan dengan 30 Desember 2017 yaitu sekitar Rp1.050 miliar. Disisi lain, total liabilitas Perseroan pada 30 September 2018 naik 12,8% atau menjadi sekitar Rp837 miliar jika dibandingkan dengan 30 Desember 2017 yaitu sekitar Rp742 miliar.

Tahun ini, Perseroan memulai ekspor aluminium ekstrusi ke Belanda dan Amerika. Ekspor yang telah dibukukan sampai dengan periode 30 September 2018 adalah sebesar 132,8 ton. Ekspor aluminium ini memenuhi beberapa permintaan order yang telah masuk untuk industrial seperti rangka solar panel. Dengan semakin tingginya permintaan ekspor aluminium yang telah diterima Perseroan sampai dengan sekarang membuktikan bahwa kualitas produksi aluminium Perseroan dapat bersaing di pasar Internasional. (end)


Analisa Saham HKMU | 30 Oktober 2018


HKMU BUY TP 475

HK Metals Utama
Aluminium for the Nation

A rising manufacturing champion in downstream aluminium products
After more than two decades of trading aluminium as its primary business, HKMU (HK Metals Utama) ventured into aluminium extrusion manufacturing in 2017 and the company is set to go on an exponential factory expansion path from 6k tons capacity at end of 2017 to 22k tons per annum by end of 2019. We expect revenue to grow at 50% CAGR, gross profit to grow at 59% CAGR and net profit to grow at 92% CAGR in 2017-2020.

Expansion to aluminium extrusion is a fundamental sweet spot
We expect a bright outlook on HKMU’s aluminium extrusion business given: 
1) *Strong aluminium extrusion demand for building materials as it substitutes expensive wood materials*, 
2) *Strong demand from low-housing segment and new and renovated houses*, 
3) *HKMU obtains incentives from being a strategic industry such as zero import tax for capex and raw material (ingot) supply priority from Inalum*, 
4) *Strong competitive edge vs domestic competitors and imported products. HKMU’s aluminium extrusion products are on high demand given that its products are 18%-25% cheaper vs domestic competitors and imported products from China*. Unlike other Indonesia commodities that are struggling to compete against imported products, *HKMU’s aluminium extrusion products are able to charge competitive prices due to its cheaper shipping costs* thanks to its adjacent location to customers, relatively competitive raw material prices thanks to Indonesia’s large bauxite reserves (China lacks bauxite reserves, hence they import from Indonesia), *plant location that has significantly lower minimum wage vs most of its competitors (eg; Its Cirebon plant has minimum wage of Rp1.7m/month vs Bekasi’s Rp3.8m/month).*
Seasonality and quarterly earnings progression

According to company, *2H earnings are usually larger than 1H as housing construction is more active in 2H*. This makes sense as the bulk of wet season is almost always in 1Q. In addition, this year’s Eid Holiday season occurred in 2Q, which should skew the earnings even more to 2H.

Valuation: *BUY with target price IDR 475/sh*
Our target NAV is derived using 1-year forward net profit (using 2 months of 2018 net profit and 10 months of 2019 profit) mutiplied with target P/E of 10.4x, resulting target NAV of IDR1,531bn or target price of IDR475/sh. We use 1-year forward P/E target of 10.4x, which is 10% discount to global peers’ valuation to take into account smaller scale and liquidity. The global peers that we obtain as a benchmark have 70% aluminium portion to their revenue on average, similar with HKMU’s revenue breakdown. Our target price implies 9.4x PE 2019F.

IPO PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)


Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

IPO PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)

Pada hari ini (09/10/2018), PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT Trimegah Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

PT HK Metals Utama Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan khususnya barang metal, baja dan holo besi. HK Metals Utama merupakan salah satu perusahaan kerangka baja terbesar dan produsen produk baja ringan di pasar Indonesia dan melayani permintaan di segmen properti, konstruksi, industri dan ritel. HK Metals Utama memiliki pabrik di Kota Bekasi, Indonesia, dan mendistribusikan produl melalui kurang lebih 10.000 agen/klien ritel dan 53 armada truk.

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1.021.740.000 lembar saham baru atau sekitar 31,71% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 230 per saham.

Pada IPO ini HKMU dapat mengantongi dana sebesar Rp 235 miliar.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO saham ini:
-  Rp 67 miliar dialokasikan kepada PT Handal Aluminium Sukses untuk belanja modal seperti pembelian mesin ekstrusi, conveyor belt, open mold, smelter, anodizing, aging machine, dan mesin lainnya.
- Rp 8,5 miliar digunakan untuk menambah penyertaan ke PT Karya Bumimas Persada untuk belanja modal seperti pembangunan gudang barang jadi, pembelian mesin, serta peralatan operasional lainnya.
- Rp 7,5 miliar disetor ke PT Rasa Langgeng Wira untuk pembangunan gudang barang jadi, pembelian mesin, serta peralatan operasional lainnya.
- Rp 7 miliar akan disetor ke PT Hakaru Metalindo Perkasa yang akan digunakan untuk penambahan dua cabang baru di Jabodetabek dan Indonesia timur.
- Sisanya digunakan untuk modal kerja HK Metals dan Handal Aluminium Sukses.