Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham TINS, DOID, ELSA dan ACST oleh MNC Sekuritas | 13 Oktober 2021


MNC Daily Scope Wave

13 Oktober 2021

Pada perdagangan kemarin (12/10), IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6,486. Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sudah berada di akhir wave [v] dari wave A pada label biru atau akhir wave (ii) dari wave [iii] pada label merah. Hal tersebut berarti, diperkirakan penguatan IHSG akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi terlebih dahulu ke rentang area 6,350-6,410.

Support: 6,263, 6,148

Resistance: 6,504, 6,689

TINS - Buy on Weakness (1,650)

Pada perdagangan kemarin (12/10), TINS ditutup terkoreksi 2,1% ke level 1,650. Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini sedang berada di awal wave (ii) dari wave [iii], sehingga kami perkirakan pergerakan TINS akan terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 1,560-1,640

Target Price: 1,800, 1,960

Stoploss: below 1,540

DOID - Buy on Weakness (342)

Kemarin (12/10), DOID ditutup terkoreksi 0,6% ke level 342. Posisi DOID saat ini kami perkirakan sedang membentuk wave (ii) dari wave [c] dari wave D pada pola triangle. Hal ini berarti, diperkirakan DOID akan terkoreksi dalam jangka pendek terlebih dahulu.

Buy on Weakness: 330-340

Target Price: 376, 400

Stoploss: below 316

ELSA - Buy on Weakness (330)

ELSA ditutup flat di level 330 pada perdagangan kemarin (12/10). Saat ini, diperkirakan posisi ELSA sedang membentuk wave 2, sehingga selama ELSA belum mampu break dari resistance 342 maka ELSA akan cenderung terkoreksi dahulu. Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 290-320

Target Price: 350, 380

Stoploss: below 272

ACST - Buy on Weakness (270)

ACST ditutup menguat 3,1% ke level 270 pada perdagangan kemarin (12/10). Posisi ACST diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c] dari wave 3. Hal ini berarti, pun terkoreksi maka akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 250-270

Target Price: 300, 320

Stoploss: below 246

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Analisa Saham SMBR, BRMS, PGAS dan BUMI | 13 Oktober 2021

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) Saham SMBR pada perdagangan hari Selasa bergerak konsolidasi dan ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif sepi. Namun, nampak volume transaksi menjelang penutupan perdagangan kian meningkat. Indikator stochastic menunjukan adanya golden cross di level 37. Sedangkan pada indikator bollinger band nampak menunjukkan band yang kian melebar yang mengindikasikan volatilitas meningkat. Secara jangka menengah hingga panjang, saat ini SMBR sedang menguji resistant MA50, apabila MA50 tertembus, ada potensi secara jangka panjang SMBR akan melanjutkan trend bullish jangka menengah hingga panjang. Secara jangka pendek SMBR diperkirakan akan bergerak pada support middle band 690 hingga resistant upper band 800.  Rekomendasi: Trading Buy Support: Rp 690 Resistance: Rp 800 Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Secara teknikal BRMS saat ini bergerak sideways dengan kecenderungan bergerak menguat. Indikator MACD positif. I

Analisa Saham AGRO, EMTK dan SMGR | 14 Oktober 2021

PT Bank Rakyat Indonesia Agronia Tbk (AGRO) AGRO pada perdagangan hari ini ditutup melemah dan bergerak pada trend bearish continiation. Nampak, AGRO baru saja menembus level MA20-nya sebagai support jangka pendeknya yaitu di level support 1910. Namun, AGRO diperdagangkan dengan volume yang cukup ramai dimana indikator stochastic saat ini berada di areal jenuh jual. Band pada indikator bollinger band kian melebar indikasi volatilitas yang juga meningkat.   Ditengah volatilitas adro yang kian meningkat, nampak saat ini adro masing menguji support selanjutnya di level 1800. Apabila AGRO mampu bertahan di atas support mayor 1.800 dan mengalami teknikal rebound dan ada potensi AGRO akan bergerak kembali diatas MA20nya. Namun apabila gagal, ada potensi melanjutkan pelemahan ke level support selanjutnya yaitu di level 1720. Rekomendasi: Spekulatif buy Support: Rp 1.800 Resistance: Rp 1.910 Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Downtrend menuju Rp 1.