Tampilkan postingan dengan label Saham ACST. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham ACST. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023


RHB Sekuritas Indonesia

26 Oktober 2023
Muhammad Wafi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)

Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound disertai volume dan breakout resistance garis MA(5,20) untuk menguji resistance garis MA50. Selama bertahan diatas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan breakout resistance garis MA50 untuk menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 1.370 dengan target jual di Rp 1.545 hingga Rp 1.635. Cut loss di Rp 1.310.

PT Acset Indonesia Tbk (ACST)

Acset Indonesia terlihat melakukan rebound dari support garis MA50 dan breakout resistance garis MA5 disertai volume untuk menguji resistance garis MA20. Selama bertahan diatas garis MA50 maka berpeluang untuk breakout resistance garis MA20 untuk mengkonfirmasi fase bullish-nya dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 185 dengan target jual di Rp 212 hingga Rp 240. Cut loss di Rp 169.
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ACST, TLKM dan EXCL oleh Jasa Utama Capital Sekuritas | 23 Oktober 2023


Jasa Utama Capital Sekuritas

23 Oktober 2023

ACST

Signal Positif di hari Jumat. Potensi teknikal rebound 186-192
Buy: 172-180
Target Price: 186-192
Stoploss: 164 (Sell)

TLKM

Harga mendekati kisaran suport 3650-3700, tapi terlihat ada resiko potensi koreksi ke 3550-3600.
Buy On Weakness: 3550-3600
Target Price: 3720-3770
Stoploss: 3520 (Sell)

EXCL

Suport 2250 gagal bertahan.  Potensi koreksi ke 1900-2000
Sell On Strength: 2200-2250
Target Price: 1900-2000
Stoploss: 2270 (Buy)
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ACST dan DRMA oleh Phillip Capital Sekuritas | 12 Oktober 2023


Phillip Capital Sekuritas

12 Oktober 2023

Saham ACST

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 198
Target Price 1 : 226
Target Price 2 : 240
Stop Loss : 174

Saham DRMA

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1,430
Target Price 1 : 1,605
Target Price 2 : 1,740
Stop Loss : 1,260
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham PSAB, ICBP, ACST, ASSA dan KLBF oleh NH Korindo | 5 April 2023


NH Korindo Sekuritas Indonesia

5 April 2023

IHSG

Bullish – Uji Resistance mid -term dari pattern PARALLEL CHANNEL (downtrend) , sekaligus monitor Support
MA50.
Support : 6820 / 6760-6740 / 6600-6550.
Resistance : 6860-6870 / 6900 / 6955-6965 / 7000.
ADVISE : Average Up accordingly.

Saham PSAB

Bottoming phase.
MA10 & MA20 sudah goldencross.
Advise
Speculative Buy.
Entry Level: 98.
Average Up >100
Target: 106-110 / 123-124.
Stoploss: 93.

Saham ICBP

Pattern : Inverted Head & Shoulders (bullish reversal).
Advise
Buy.
Entry Level: 10200-10100
Average Up >10250
Target : 10500-10600 / 10900-11000.
Stoploss: 9800.

Saham ACST

Pattern : Parallel Channel – downtrend.
Uji Resistance MA20.
Advise
Speculative Buy.
Entry Level: 130.
Average Up >135
Target: 138 / 142 / 150-153.
Stoploss: 127.

Saham ASSA

Bottoming phase.
Uji Resistance MA20.
Advise
Speculative Buy .
Entry Level: 775.
Average Up >790-800
Target: 820 / 855 / 900.
Stoploss: 755.

Saham KLBF

Potensi rebound dari Support mid-term.
Advise
Speculative Buy.
Entry Level : 2100
Average Up >2150
Target: 2340-2360.
Stoploss: 2030.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Gelar RUPST, Acset Indonusa (ACSET) Rombak Susunan Direksi dan Komisaris


[Saham ACST] PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di United Tractors Grand Ballroom, Jakarta Timur. 

Dalam acara tersebut, para pemegang saham menyetujui pengangkatan seorang anggota Direksi baru menggantikan Bapak Yohanes Eka Prayuda yang telah memasuki masa purna bakti.

Terdapat perubahan dalam komposisi anggota Direksi ACSET, yakni dengan diangkatnya Bapak Soeharsono Tjatur Nugroho sebagai Direktur. 

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi ACSET untuk periode tahun 2022-2023 adalah sebagai berikut : 

Presiden Direktur : Idot Supriadi

Direktur : Hilarius Arwandhi

Direktur : Soeharsono Tjatur Nugroho

Direktur : Djoko Prabowo

Direktur : David Widjaja

Presiden Komisaris : Frans Kesuma

Komisaris : Iwan Hadiantoro

Komisaris : Tan Tiam Seng Ronnie

Komisaris Independen : Buntoro Muljono

Komisaris Independen : Wiltarsa Halim


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

KINERJA MEMBAIK, ACSET INDONUSA BERHASIL TEKAN RUGI BERSIH 49% DI KUARTAL KETIGA 2021


Hingga kuartal ketiga tahun 2021, PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) membukukan pendapatan sebesar Rp1,081 triliun atau meningkat sebesar 12,5% dari Rp960,73 miliar pada periode yang sama tahun 2020. ACSET terus menjaga konsistensi dalam mencatatkan perbaikan pada beban dan biaya keuangan, sehingga Perseroan mencatatkan penurunan rugi bersih sebesar 49% dari Rp753,38 miliar menjadi Rp385,82 miliar.

Hingga periode ini, ACSET mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp369,92miliar yang terdiri dari proyek bidang fondasi, infrastruktur dan struktur. Beberapa di antaranya adalah pekerjaan bidang fondasi di JPO Stasiun LRT Kuningan dan Shore Protection PLTU Batang. Seluruh proyek fondasi dikerjakan oleh anak usaha ACSET yakni PT Acset Pondasi Indonusa. Pada Bidang infrastruktur, ACSET mendapatkan pekerjaan di Scrap Fill & Overlay (SFO). Sementara itu, pada bidang struktur, ACSET mendapatkan kontrak baru di pekerjaan Apartemen Cleon Park Garden City.

Berdasarkan kontribusi per lini bisnis dalam perolehan pendapatan periode ini didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 51,4%, konstruksi sebesar 37,6%, fondasi sebesar 7,0% dan sektor lainnya sebesar 4,0%. Sektor lainnya menggambarkan aktivitas perdagangan dan jasa sewa yang dilakukan oleh anak usaha.

Per kuartal ketiga 2021, Perseroan telah menyelesaikan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada 27 Agustus 2021 yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada 18 Agustus 2021. Total perolehan dana dalam aksi korporasi senilai Rp1,5triliun dan telah digunakan Perseroan untuk memperbaiki dan memperkuat struktur permodalan Perusahaan dalam menyongsong kontrak . kontrak baru ke depannya.

Di tengah kondisi yang menantang akibat pandemi, ACSET terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan kinerja. Operational excellence dengan disiplin finansial masih menjadi agenda besar ACSET di tahun ini dan Perseroan percaya bahwa upaya-upaya yang dilakukan di internal masih berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengkajian kembali atas proses bisnis dilakukan secara intensif agar dapat memberikan pelayanan dengan biaya yang lebih efisien bagi pelanggan Perseroan. Hal ini juga didukung oleh inisiatif-inisiatif digitalisasi yang diharapkan dapat menciptakan infrastruktur sistem yang lebih andal bagi kegiatan operasional ACSET. ACSET senantiasa mengambil langkah-langkah strategis yang dipandang mampu mendukung pertumbuhan Perseroan untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan yang ada. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham TINS, DOID, ELSA dan ACST oleh MNC Sekuritas | 13 Oktober 2021


MNC Daily Scope Wave

13 Oktober 2021

Pada perdagangan kemarin (12/10), IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6,486. Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sudah berada di akhir wave [v] dari wave A pada label biru atau akhir wave (ii) dari wave [iii] pada label merah. Hal tersebut berarti, diperkirakan penguatan IHSG akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi terlebih dahulu ke rentang area 6,350-6,410.

Support: 6,263, 6,148

Resistance: 6,504, 6,689

TINS - Buy on Weakness (1,650)

Pada perdagangan kemarin (12/10), TINS ditutup terkoreksi 2,1% ke level 1,650. Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini sedang berada di awal wave (ii) dari wave [iii], sehingga kami perkirakan pergerakan TINS akan terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 1,560-1,640

Target Price: 1,800, 1,960

Stoploss: below 1,540

DOID - Buy on Weakness (342)

Kemarin (12/10), DOID ditutup terkoreksi 0,6% ke level 342. Posisi DOID saat ini kami perkirakan sedang membentuk wave (ii) dari wave [c] dari wave D pada pola triangle. Hal ini berarti, diperkirakan DOID akan terkoreksi dalam jangka pendek terlebih dahulu.

Buy on Weakness: 330-340

Target Price: 376, 400

Stoploss: below 316

ELSA - Buy on Weakness (330)

ELSA ditutup flat di level 330 pada perdagangan kemarin (12/10). Saat ini, diperkirakan posisi ELSA sedang membentuk wave 2, sehingga selama ELSA belum mampu break dari resistance 342 maka ELSA akan cenderung terkoreksi dahulu. Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 290-320

Target Price: 350, 380

Stoploss: below 272

ACST - Buy on Weakness (270)

ACST ditutup menguat 3,1% ke level 270 pada perdagangan kemarin (12/10). Posisi ACST diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c] dari wave 3. Hal ini berarti, pun terkoreksi maka akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 250-270

Target Price: 300, 320

Stoploss: below 246

Disclaimer On

Rekomendasi Saham ASII, LSIP, MDKA dan ACST oleh MNC Sekuritas | 28 September 2021


MNC Daily Scope Wave

28 September 2021


Pada perdagangan kemarin (27/9), IHSG ditutup terkoreksi 0,4% ke level 6,122 dan diiringi dengan tekanan jual yang cukup besar. Kami memperkirakan, saat ini IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii] pada skenario hitam, sehingga IHSG masih cenderung terkoreksi untuk menguji level 6,060-6,100 terlebih dahulu. Dapat dicermati 5,996 sebagai support, bila masih mampu berada di atas support, maka IHSG berpeluang menguat kembali menguji resistance 6,170-6,200. Tetap waspadai apabila IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 5,996 dan 5,982, apabila hal ini terjadi maka IHSG masih akan terkoreksi ke arah 5,850-5,900.

Support: 5,996, 5,982

Resistance: 6,170, 6,263


ASII - Buy on Weakness (5,175)

Pada perdagangan kemarin (27/9), ASII ditutup menguat 0,5% ke level 5,175. Kami perkirakan, posisi ASII saat ini sudah berada di akhir wave [iv] dari wave 1. Hal ini berarti, koreksi ASII diperkirakan sudah relatif terbatas dan berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 5,100-5,175

Target Price: 5,350, 5,800

Stoploss: below 5,025


LSIP - Buy on Breakout (1,115)

LSIP ditutup menguat 4,7% ke level 1,115 pada perdagangan kemarin (27/9), pergerakan LSIP diikuti dengan munculnya tekanan beli. Selama tidak terkoreksi kembali ke bawah 1,040, maka saat ini posisi LSIP sedang berada di awal wave [c] dari wave Y dari wave (B). Hal ini berarti LSIP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Breakout: 1,120

Target Price: 1,150, 1,250

Stoploss: below 1,040


MDKA - Spec Buy (2,650)

MDKA ditutup terkoreksi tipis ke level 2,650 pada perdagangan kemarin (27/9). Selama MDKA masih bergerak di atas 2,580 sebagai supportnya, maka kami perkirakan MDKA saat ini sedang berada di awal wave Y dari wave (B).

Spec Buy: 2,600-2,650

Target Price: 2,800, 2,970

Stoploss: below 2,580


ACST - Buy on Weakness (258)

Kemarin (27/9), ACST ditutup menguat 4% dan mulai muncul volume pembelian yang relatif besar. Kami perkirakan, saat ini posisi ACST sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3. Hal ini berarti, ACST masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 248-258

Target Price: 300, 360

Stoploss: below 234


Disclaimer On

Rekomendasi Saham ACST, PGAS, ELSA dan WIKA oleh MNC Sekuritas | 7 September 2021


MNCS Daily Scope Wave 

7 September 2021

Pada perdagangan kemarin (6/9), IHSG ditutup cenderung flat di level 6,126. Kami perkirakan, apabila IHSG mampu break level 6,170 sebagai resistancenya, maka posisi IHSG sedang membentuk wave E dari wave (B) menuju ke area 6,200-6,250. Namun demikian, tetap cermati support 6,054, 6,021, dan 5,938, apabila IHSG terkoreksi ke bawah level support-suportnya tersebut, maka IHSG akan mengarah ke 5,850-5,900.


Support: 6,054, 6,021

Resistance: 6,170, 6,263


ACST - Buy on Weakness (268)

Pada perdagangan kemarin (6/9), ACST ditutup menguat signifikan sebesar 8,9% ke level 268, pergerakan ACST pun telah menembus MA20 dan resistancenya. Kami memperkirakan, saat ini ACST sedang berada di awal wave 3 dari wave (C), sehingga ACST berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 258-268

Target Price: 300, 380

Stoploss: below 242


PGAS - Buy on Weakness (1,095)

PGAS ditutup menguat cukup signifikan sebesar 3,3% ke level 1,095 pada perdagangan kemarin (6/9), pergerakan PGAS telah menembus resistancenya dan diikuti dengan tekanan beli yang besar. Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada pada bagian dari wave 3, sehingga PGAS masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,060-1,095

Target Price: 1,180, 1,250

Stoploss: below 1,040


ELSA - Buy on Weakness (288)

ELSA ditutup menguat 3,6% ke level 288 pada perdagangan kemarin (6/9). Kami perkirakan, saat ini posisi ELSA sedang berada pada bagian dari wave [iii] sehingga ELSA masih berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 278-288

Target Price: 310, 350

Stoploss: below 270


WIKA - Buy on Weakness (1,075)

Kemarin (6/9), WIKA ditutup menguat signifikan 13,2% ke level 1,075, pergerakan WIKA pun telah menembus MA60-nya dan diiringi dengan tekanan beli yang besar. Kami perkirakan, posisi WIKA saat ini diperkirakan sedang membentuk wave [iii] sehingga WIKA berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,015-1,075

Target Price: 1,200, 1,350

Stoploss: below 995


Disclaimer On

Bandarmologi Saham MTDL, BRPT, ERAA dan ACST | 28 Juli 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Wednesday (28/07/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


Pecah Rekor Tertinggi Kasus Kematian Baru Covid19 Indonesia (+2,069 Orang) Naik 40% Sehari: Jauh Diatas India (+298 Orang) & Brazil (+1249 Orang), Bahkan Diatas Kedua Negara Tersebut Jika Digabung (+1,547 Orang)‼️️‼️️️‼️


IDX Composite 6,050 - 6,142

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY!!

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): BUY

CCI (14): *BUY!!

HIGHS/LOW (14): BUY!!

UO: SELL‼️

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: BUY!!

BULLBEAR (13): BUY!! ️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


MTDL 2,980 - 3,700

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 3,200

TARGET PRICE: 3,700

STOP-LOSS: 2,980


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BRPT 815 - 950

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 875

TARGET PRICE: 950

STOP-LOSS: 815


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



ERAA 575 - 655

TECHNICAL INDICATORS: BUY BUY 605

TARGET PRICE: 655

STOP-LOSS: 575


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



ACST 255 - 314

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BUY 274

TARGET PRICE: 314

STOP-LOSS: 255


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



SILO 9,375 - 10,175

TECHNICAL INDICATORS: BUY, BUY 9,675

TARGET PRICE: 10,175

STOP-LOSS: 9,375


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Rekomendasi Saham ACST, PTPP dan PTBA oleh Artha Sekuritas Indonesia | 9 Februari 2021


Artha Sekuritas Indonesia Daily

9 Februari 2021

oleh Dennies Christopher

PT Acset Indonusa Tbk (ACST)

Breakout resistance, berpotensi melanjutkan penguatan. 

Target Price: Rp 430 – Rp 440

Entry Level: Rp 408 – Rp 416

Stop Loss: Rp 400

PT PP Tbk (PTPP)

Candlestick membentuk long white body dengan posisi higher high dan higher low disertai penguatan volume mengindikasikan potensi penguatan.

Target Price: Rp 1.900 – Rp1.950

Entry Level: Rp1.780 – Rp 1.820

Stop Loss: Rp1.750

PT Bukit Asam (PTBA)

Candlestick membentuk higher high dan higher low disertai indicator stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi bullish.

Target Price: Rp 2.700 – Rp 2.750

Entry Level:  Rp 2.540 –  Rp 2.580

Stop Loss: Rp 2.500.

Rekomendasi Saham ACST, TOWR dan PTBA oleh Artha Sekuritas | 8 Februari 2021


Artha Sekuritas Daily

8 Februari 2021

oleh Dennies Christoper Jordan

ACST Acset Indonusa Tbk

(Target Price: 410 – 420)

Entry Level: 378 – 388

Stop Loss: 370

Breakout moving average 50 dan indicator stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi bullish.

TOWR Sarana Menara Nusantara Tbk

(Target Price: 1,080 – 1,100)

Entry Level: 1,010 – 1,030

Stop Loss: 1,000

Menguat setelah breakout resistance. Berpotensi uji resistance berikutnya.

PTBA Bukit Asam 

(Target Price: 2,700 – 2,750)

Entry Level: 2,540 – 2,580

Stop Loss: 2,500

Candlestick membentuk higher high dan higher low disertai indicator stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi bullish.


PT Acset Indonusa Tbk Ajukan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Terhadap PT China Sonangol Media Invesment


PT Acset Indonusa Tbk (ACST) pada 12 November 2020, telah mengajukan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT China Sonangol Media Invesment (CSMI) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Permohonan PKPU tersebut dilatarbelakangi oleh taguhan atas pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan oleh Kerjasama Operasi yang dibentuk oleh Perseroan dengan China Construction Eight Engineering Division (KSO) yang sampai dengan saat ini belum dibayarkan oleh CSMI.

"Apabila PKPU ini dikabulkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat maka terdapat kepastian pembayaran dari pemberi kerja. Kepastian pembayaran diperlukan untuk menjaga kinerja keuangan dan memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan,"tulis manajemen ACST.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2020, perseroan mencatatkan tagihan kepada pemberi kerja sebesar Rp,137 triliun.

Sementara itu, China Sonangol Media Investment merupakan perusahaan patungan PT China Sonangol Land dan Media Grup, milik Surya Paloh. China Sonangol Media Invesment tengah membangun gedung pencakar langit di jalan Thamrin, Jakarta Pusat sejak 2016.

Pembangunan gedung dengan nilai Rp8 triliun tersebut telah mendapat pinjaman senilai USD160 juta dari PT Bank ICBC Indonesia.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Acset Indonusa Tbk Tetap Bertahan Meski PSBB


Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kembali diberlakukan di wilayah Jakarta. Dalam PSBB kali ini, bisnis usaha konstruksi termasuk dalam bidang usaha yang dikecualikan dalam pembatasan. 

Sekretaris Perusahaan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) Maria Cecilia menjelaskan dengan kondisi tersebut, kegiatan konstruksi di proyek milik Acset saat ini masih dapat dilakukan sesuai dengan protokol yang berlaku dari pemerintah, perusahaan dan pemilik proyek. 

Namun, dari sisi tender proyek yang diikuti, Maria mengakui ada penundaan beberapa tender oleh pemilik proyek. Acset Indonusa mengikuti beberapa tender untuk proyek pondasi, struktur dan infrastruktur. Hal ini sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. 

"Sejak dimulainya pandemi ini, memang terdapat beberapa tender yang ditunda oleh project owner-nya," jelas Maria kepada Kontan.co.id, Senin (14/9). 

Sementara itu, sejak awal 2020 hingga saat ini Acset Indonusa telah menggenggam proyek baru senilai Rp 260 miliar. 

Pada September 2020, Acset Indonusa mendapatkan proyek baru untuk pembangunan akses jalan Tol Bandara Kertajati yang baru saja groundbreaking pada awal minggu lalu. 

Sumber: Kontan

PT Acset Indonusa Tbk (ACST) Jadi Kontraktor Utama Proyek Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)

PT Acset Indonusa Tbk (ACST) secara resmi dipercaya sebagai kontraktor utama pelaksana pembangunan jalan tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sejak 27 Agustus 2020 lalu. Adapun lingkup kerja Acset yakni pekerjaan paket 2 dengan panjang jalan 1,5 kilometer dan nilai kontrak sebesar Rp260 miliar.


Diharapkan, jalan tol akses ini dapat beroperasi akhir tahun 2021. Presiden Direktur Acset Indonusa Idot Supriadi mengatakan, pembangunan jalan tol akses ini merupakan bentuk sinergi perusahaan Grup Astra dalam berkontribusi secara nyata untuk pembangunan bangsa.

"Kami harap proyek ini dapat mempermudah akses menuju BIJB Kertajati dan dapat meningkatkan konektivitas secara keseluruhan bagi masyarakat,"ujarnya melalui siaran pers, Senin (7/9/2020).

Diketahui, perseroan aktif berkolaborasi dalam pembangunan beberapa proyek yang dimiliki oleh Grup Astra, misalnya pada proyek penambahan lajur ruas Balaraja Barat-Cikande pada jalan tol Tangerang-Merak dan penambahan lajur pada gerbang tol Balaraja Timur dan Cilegon Barat. (end/as)

SUmber: IQPLUS

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | ACST, INAF, ITIC, TKIM

Daily Technical 11 Maret 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 11 Maret 2020.

IHSG ditutup menguat sebesar 84,01 (+1.63%) menuju level 5.220,82 pada perdagangan hari Selasa 10 Maret 2020 kemarin. Meski rebound, ada baiknya Anda sedikit lebih waspada karena perdagangan kemarin diwarnai dengan net sell asing. Dan penguatan yang terjadi pada saham perbankan hanya sebatas mengisi gap kemudian menurun kembali, oleh karena itu jelas indikasinya bahwa rebound yang terjadi masih belum kuat untuk mengembalikan IHSG menjadi uptrend, sentimen pasa dari rencana buy back saham dan secara teknikal IHSG membentuk pola bullish harami.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 5.180 s/d 5.300.

[ACST]
Testing Resistance: Menguji resistance pada 300, jika mampu breakout maka penguatan berlanjut.
Rekomendasi: Buy on breakout 300, TP 314 s/d 320, stop loss <256 .="" p="">Support: 256.
Resistance: 300.

[INAF]
Technical Pattern: Membentuk pola bullish harami, yang secara teknikal merupakan pola penguatan. Diperkirakan target akan mengikuti resistance pada 950.
Rekomendasi: Buy 650 s/d 750, TP 900 s/d 950, stop loss <600 .="" p="">Support: 600.
Resistance: 815.

[ITIC]
Testing Resistance: Menguji resistance pada 1980 yang mana jika breakout maka penguatan berlanjut, namun dengan kondisi pasar yang masih menurun, lebih disarankan menunggu pada support 1600.
Rekomendasi: Buy on support 1600, TP 1980 s/d 2000, stop loss <1500 .="" p="">Support: 1500.
Resistance: 1980.

[TKIM]
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 yang merupakan indikasi penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 6800 s/d 7100, TP 8000, stop loss <6000 .="" p="">Support: 6000.
Resistance: 8000.

Semoga bermanfaat, happy trading!
Panin Sekuritas

Simak juga video berikut:
RSI (Relative Strength Index) Lengkap dengan Penjelasan Strategi Trading
https://youtu.be/o1IjHVgCNrU

Saham ACST | ACSET INDONUSA AKAN LAKUKAN PUT II

IQPlus, (26/02) - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas II melalui Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Menurut keterangan Rabu disebutkan, jumlah saham yang dikeluarkan sebanyak-banyaknya 15.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 12 Maret 2020 guna meminta persetujuan pemegang saham. Dana hasil penerbitan saham baru ini guna melunasi kewajiban utang perseroan. (end)

ACST | PERKUAT PERTUMBUHAN BISNIS, ACST TERIMA PINJAMAN Rp4 TRILIUN


PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) pada hari Jumat telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Paparan Publik di Gedung Bursa Efek Indonesia. Dalam RUPSLB, para pemegang saham telah menyetujui rencana ACSET untuk melakukan perubahan transaksi perjanjian pinjaman antara ACSET dengan PT United Tractors Tbk (UT). Sedangkan dalam Paparan Publik, ACSET memaparkan pencapaian kinerja finansialnya hingga semester pertama tahun 2019.

Perubahan transaksi perjanjian pinjaman antara ACSET dan UT dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tambahan modal kerja ACSET untuk membiayai pengerjaan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur, terutama yang memiliki skema pembayaran Contractor Pre-Financing (CPF/pelunasan dilakukan setelah penyelesaian proyek). Sebelumnya pada tahun 2018, ACSET telah mendapatkan fasilitas pinjaman modal kerja dari UT sebesar Rp1.6triliun yang telah disetujui oleh pemegang saham melalui RUPSLB pada tang gal 11 April 2018.

ACSET mengajukan permintaan tambahan pinjaman kepada UT sebesar Rp2.4triliun sehingga total fasilitas pinjaman berubah menjadi Rp4triliun. Beberapa perubahan lainnya meliputi tingkat bunga JIBOR + 2.5% (sebelumnya JIBOR + 3%); ketersediaan fasilitas pinjaman hingga 18 Agustus 2022; batas akhir pembayaran pada tanggal 30 April 2023 dan penghapusan biaya fasilitas sebesar 1% per tahun.

Sementara itu, dalam Paparan Publiknya, ACSET menyampaikan pencapaian kinerja keuangan Perusahaan hingga semester pertama 2019. ACSET membukukan pendapatan sebesar Rp1,55triliun atau turun 7% dibandingkan periode yang sama di tahun 2018. Pendapatan ACSET dalam periode ini masih didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 71%, konstruksi sebesar 13%, fondasi sebesar 8% dan sektor lainnya sebesar 8%.

Di samping ini, ACSET juga membukukan rugi bersih sebesar Rp404miliar yang utamanya disebabkan oleh adanya keterlambatan penyelesaian beberapa proyek CPF dan struktur. Keterlambatan ini menimbulkan peningkatan biaya pendanaan, biaya overhead, dan tambahan biaya untuk percepatan penyelesaian proyek. ACSET juga mengalami penyesuaian nilai pekerjaan yang berimbas pada penurunan pendapatan dan laba dari proyek berjalan.

Di sisi lain, hingga September 2019, ACSET telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp1.67triliun. Nilai kontrak baru ini didominasi oleh dua proyek pembangkit listrik strategis, yakni Pekerjaan Sipil Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) Jawa 1 dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Soma Karimun (2 x 25 MW) di Riau.

Beberapa perolehan kontrak baru lainnya di periode ini meliputi fondasi run-off pond PLTU Batang, fondasi Skysuites Mega Kuningan dan fondasi Jakarta International College. ACSET optimis bahwa dengan perilaku selektif dalam pemilihan proyek yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi Perusahaan, ACSET dapat memberikan nilai tambah (added-value) yang lebih optimal bagi pelanggannya.

ACSET terus melakukan perbaikan yang berkelanjutan dalam aspek pengelolaan proyek. Beberapa strategi yang ditempuh untuk mendukung pertumbuhan Perusahaan meliputi penerapan skema pengelolaan modal kerja yang lebih baik, memperketat pengendalian proyek secara efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas operasional.

ACSET senantiasa memberdayakan kompetensinya dalam bidang fondasi, struktur dan infrastruktur serta aktif melakukan diversifikasi ke bidang pekerjaan kelautan (marine works) dan soil improvement. Hal ini sejalan dengan visi Perusahaan untuk menjadi the Largest Private Construction Company tahun 2020.(end/fu)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/acst-perkuat-pertumbuhan-bisnis--acst-terima-pinjaman-rp4-triliun,72074650.html

ACST | ACST RAIH TAMBAHAN PINJAMAN GUNA DIGUNAKAN UNTUK MODAL KERJA


IQPlus, (20/08) - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) telah melakukan perubahan akta peminjaman dengan PT United Tractros selaku pemberi pinjaman kepada perusahaan pada 19 Agustus 2019.

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, berdasarkan perubahan tersebut nilai pinjaman berubah dari Rp1,6 triliun menjadi Rp4 triliun dimana nilai transaksi tersebut sebesar 392% dari nilai ekuitas perseroan sehingga transaksi ini masuk ke dalam transaksi material.

Bunga pinjaman yakni JIBOR+2,5% atau setara 9,26% per tahun dengan jangka waktu sampai dengan 30 April 2023. Dana pinjaman ini digunakan perseroan untuk modal kerja guna membiayai proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur. (end)


Saham ACST | ACSET INDONUSA RUGI Rp90,69 MILIAR HINGGA MARET

Logo PT Acset Indonusa Tbk

IQplus, (24/04) - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp90,69 miliar hingga periode 31 Maret 2019 usai meraih laba Rp38,93 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi Rp806,67 miliar dari Rp733,73 miliar namun beban pokok pendapatan melonjak lebih tinggi yakni menjadi Rp707,53 miliar dari Rp588,62 miliar membuat laba bruto turun menjadi Rp99,14 miliar dari laba bruto Rp145,11 miliar.

Rugi sebelum pajak diderita sebesar Rp88,88 miliar dari laba sebelum pajak yang diraih Rp38,75 miliar tahun sebelumnya salah satunya karena kenaikan tajam biaya keuangan menjadi Rp118,83 miliar dari biaya keuangan Rp42,15 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan jumlah aset mencapai Rp9,69 triliun hingga periode 31 Maret 2019 naik dari jumlah aset Rp8,94 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)