Langsung ke konten utama

PTPN X TANDATANGANI NOTA KESEPAHAMAN DENGAN BRI



PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yang merupakan Anak Perusahaan Holding Perkebunan Nusantara melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tentang penyediaan layanan financial digital di bidang agribisnis berbasis tebu chain. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur PTPN X, Tuhu Bangun beserta SEVP dan jajaran pejabat puncak terkait. Sedangkan dari pihak PT BRI (Persero) Tbk dihadiri oleh Division Head Small and Medium Business Development, Sepyan Ulyani bersama pejabat terkait.

"Momentum ini merupakan langkah kerjasama yang baik, karena nantinya PTPN X akan semakin berkembang sesuai dengan target Holding Perkebunan dan perbankan memiliki peluang untuk masuk dalam segmen tersebut. Dan harapannya ketika implementasi nota kesepahaman ini antara PTPN X dan pihak PT BRI akan terus berkoordinasi memantau jalannya di lapangan," ujar Tuhu dalam sambutannya.

Division Head Small and Medium Business Development, Sepyan Ulyani juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasamanya dan berharap apa yang dirumuskan di dalam nota kesepahaman ini nantinya dapat menyejahterakan petani tebu.

"PT BRI (Persero) Tbk memiliki employee value propotition yang sangat tinggi dimana kami ingin memberi makna untuk Indonesia dalam hal ini petani tebu di PTPN X. Tujuannya adalah untuk transparansi jumlah lahan petani tebu, tebu dikirim kemana, dan berapa pendapatan yang diterima oleh PTPN X. PT BRI (Persero) Tbk memberikan kredit berdasarkan kinerja petani yang nanti akan masuk di sistem Block Chain yang merupakan gabungan dari e-Farming milik PTPN X dan Tebu Chain milik PT BRI (Persero) Tbk," ungkap Sepyan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata serta penyematan pin PTPN X kepada PT BRI (Persero) Tbk. (end)

sumber : IQPLUS



Lebih lengkapnya silahkan klik :Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Analisa Saham PTBA | 3 Desember 2021

Saham PTBA Setelah berhasil breakout dari resistance pola falling wedge pattern dan mencapai targetnya di 2760, saham PTBA berpeluang melanjutkan reli penguatannya. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan bersiap cross up ke atas centreline mengindikasikan bahwa saham ini mulai mendapatkan momentum positif, sehingga berpeluang melanjutkan penguatannya menuju target-target selanjutnya. Rekomendasi : Hold & let your profit run. Ikutin terus dan cek update teknikal selanjutnya untuk target berikutnya dan trailing stopnya di member area. Disclaimer ON sumber :  steptrader Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online