Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham PMMP, MLPL, BBRI dan BMHS oleh MNC SEKURITAS | 21 Desember 2021



MNC Daily Scope Wave
21 Desember 2021


IHSG ditutup terkoreksi cukup signifikan sebesar 0,8% ke level 6,547, koreksi IHSG pun telah menembus MA60-nya. Kami perkirakan, saat ini IHSG masih memungkinkan adanya dua skenario, dimana untuk skenario terburuknya IHSG rawan melanjutkan koreksinya ke 6,480-6,525 untuk membentuk bagian dari wave [c] dari wave B. Pada skenario terbaiknya, saat ini IHSG sedang berada di akhir wave x dari wave (iii) sehingga IHSG berpeluang menguat ke 6,620 terlebih dahulu.

Support: 6,525, 6,480

Resistance: 6,688, 6,750


PMMP - Spec Buy (490)

Pada perdagangan kemarin (20/12), PMMP ditutup menguat 2,9% ke level 490, penguatan tersebut diikuti oleh munculnya tekanan beli. Selama PMMP tidak terkoreksi ke bawah 472 sebagai supportnya, maka saat ini PMMP sedang berada di wave [y] dari wave 2.

Spec Buy: 482-490

Target Price: 510-530

Stoploss: below 472


MLPL - Buy on Weakness (380)

MLPL ditutup menguat 5,6% ke level 380 pada perdagangan kemarin (20/12), penguatan MLPL pun break dari MA20-nya. Kami perkirakan, posisi MLPL saat ini sedang pada bagian dari wave [iii], sehingga MLPL masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 366-380

Target Price: 440, 500

Stoploss: below 352


BBRI - Spec Buy (4,120)

Menutup perdagangan kemarin (20/12), BBRI ditutup menguat 0,2% ke level 4,120, penguatan BBRI pun menembus MA200nya dan muncul adanya tekanan beli. Kami perkirakan, selama BBRI tidak kembali terkoreksi ke bawah 4,060, maka posisi BBRI saat ini sedang berada di awal wave 3 dari wave (C).

Spec Buy: 4,090-4,120

Target Price: 4,230, 4,460

Stoploss: below 4,060


BMHS - Buy on Weakness (865)

BMHS ditutup menguat 4,2% ke level 865 pada perdagangan kemarin (20/12), penguatan BMHS pun menembus MA20-nya. Kami perkirakan, saat ini posisi BMHS sedang berada di awal wave [iii] dari wave 1 dari wave (C). Hal ini berarti, BMHS berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, terlebih bila mampu break resist di 900.

Buy on Weakness: 840-865

Target Price: 900, 1,000

Stoploss: below 785


Disclaimer On


Lebih lengkapnya silahkan klik :Saham Online


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya