[ERAA] PT Erajaya Swasembada Tbk Akan Melakukan Stock Split, Berapa?


PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana memecah nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu 3 Maret 2021.

"Stock split ini untuk meningkatkan likuditas saham perseroan dan meningkatkan daya beli investor ritel terhadap saham perseroan," ujar Head of Legal & Corporate Secretary PT Erajaya Swasembada Tbk Amelia Allen kepada Kontan.co.id, Selasa (9/2).

Lebih lanjut dijelaskan, rencana stock split ini juga mempertimbangkan pesatnya pertumbuhan investor ritel di bursa dalam beberapa waktu terakhir. Adapun realisasi stock split akan dilakukan setelah mendapatkan restu dari pemegang saham melalui RUPSLB dan akan dilaksanakan sesuai proses yang berlaku di bursa.

Asal tahu saja, dengan rasio stock split 1:5 maka setiap 1 lembar saham bernilai nominal Rp 500 akan berubah menjadi 5 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100. Setelah stock split, jumlah modal disetor dan ditempatkan ERAA akan mencapai 15,95 miliar saham. Adapun jumlah modal disetor ERAA saat dari adalah 3,19 miliar saham.

Mengutip keterbukaan informasi yang diunggah, Selasa (9/2), stock split akan menimbulkan penyesuaian anggaran dasar ERAA. Oleh karenanya, hal tersebut akan turut dibahas dalam RUPSLB sebagai mata acara kedua.

Sekedar informasi, menurut catatan Kontan.co.id, stock split kali ini merupakan aksi korporasi kedua ERAA sejak IPO tahun 2011. Pada tahun 2018, ERAA sempat menggelar private placement sebesar 9,09% dari modal disetor.

Hingga penutupan perdagangan, Selasa (9/2), saham ERAA bertengger di harga Rp 2.830 atau menguat 4,88%. Selama sebulan terakhir saham ERAA sudah menguat 9,27%.

Sumber: KONTAN

[ICBP] Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Jelaskan Kebakaran Pabrik 8 Februari 2021

kebakaran indofood

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) memberikan penjelasan mengenai pemberitaan di media massa tentang kebakaran pabrik Indofood pada tanggal 8 Februari 2021.

Menurut keterangan tertulis Gideon A. Putro Corporate Secretary ICBP pada hari Selasa menyampaikan bahwa pada hari Senin, tanggal 8 Februari 2021 sekitar pukul 14.03 WIB telah terjadi kebakaran di gudang penyimpanan salah satu pabrik kemasan fleksibel ICBP yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Tim penanggulangan kebakaran pabrik kemasan fleksibel dengan dukungan dari petugas pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan api sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun terdapat 1 (satu) karyawan yang mengalami luka bakar ringan dan sudah dirujuk untuk mendapat perawatan rumah sakit.

Nilai kerugian yang timbul diperkirakan tidak material dan sudah dilindungi asuransi. Lokasi gudang tersebut relatif jauh dari area produksi, sehingga tidak mengganggu jalannya produksi dan saat ini pabrik kemasan fleksibel di Cikupa telah beroperasi kembali secara normal.

Kejadian ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja operasional ICBP. Sampai dengan tanggal surat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan kerja, termasuk diantaranya dengan memperbanyak sistem pemadam api yang akan berfungsi secara otomatis pada saat terjadi kebakaran di lokasi gudang penyimpanan, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan sesuai prosedur standar operasional ICBP.

Gideon menmbahkan "Sepanjang sepengetahuan Direksi, hingga saat ini tidak terdapat fakta/informasi material/kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat berpengaruh signifikan terhadap serta dipandang dapat mempengaruhi fluktuasi perdagangan saham ICBP," pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

[WIKA] PT Wijaya Karya Tbk Tawarkan Obligasi dan Sukuk dengan Total Rp500 miliar

Obligasi dan sukuk

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melakukan Penawaran Obligasi dan sukuk dengan total Rp500 miliar. Menurut keterangan perseroan Selasa, Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan I tahun 2020 dengan target dana yang dihimpun Rp4 triliun.

Obligasi berkelanjutan I Tahap II tahun 2021 dengan jumlah Pokok Obligasi sebesar Rp2,5 triliun ini terdiri dari tiga seri yakni seri A senilai Rp495 miliar dengan bunga 8,50% dan serta tenor 3 tahun dan Seri B senilai Rp745,5 miliar dengan tingkat bunga 9,10% dan tenor 5 tahun kemudian Seri C senilai Rp1.259.500.000.000 dengan tingkat bunga 9,75% dan tenor 7 tahun.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 3 Juni 2021, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 3 Maret 2024 untuk Obligasi Seri A, tanggal 3 Maret 2026 untuk Obligasi Seri B, dan tanggal 3 Maret 2028 untuk Obligasi Seri C.

Selain obligasi, Wijaya Karya juga menawarkan sukuk berkelanjutan I tahap II tahun 2021 dengan nilai pokok Rp500 miliar. Surat mudharabah ini merupakan bagian dari penawaran umum sukuk mudhabarah I tahun 2020 dengan target dana yang dihimpun Rp 1 triliun.

Sukuk ini juga diterbitkan dalam tiga seri. Seri A ditawarkan dengan nilai pokok Rp134,3 miliar dengan nisbah 37,2808% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 8,5% per tahun, bertenor 3 tahun. Seri B ditawarkan dengan nilai pokok Rp211,6 miliar dengan nisbah 39,9123% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 9,10% bertenor 5 tahun. Seri C bernilai pokok Rp154,1 miliar dengan nisbah 42,7632% dari pendapatan yang dibagihasilkan ekuivalen 9,75%.

Pendapatan Bagi Hasil dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran Pendapatan Bagi Hasil masing-masing Sukuk Mudharabah. Pembayaran Pendapatan Bagi Hasil pertama akan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2021, sedangkan pembayaran Pendapatan Bagi Hasil terakhir sekaligus jatuh tempo Sukuk Mudharabah masing-masing adalah pada tanggal 3 Maret 2024 untuk Sukuk Mudharabah Seri A, tanggal 3 Maret 2026 untuk Sukuk Mudharabah Seri B, dan tanggal 3 Maret 2028 untuk Sukuk Mudharabah Seri C.

Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi biaya-biaya Emisi akan digunakan seluruhnya 100% untuk melunasi pokok pinjaman talangan sedangkan penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Sukuk Mudharabah setelah dikurangi biaya-biaya Emisi akan digunakan seluruhnya 100% untuk membiayai modal kerja proyek infrastuktur dan gedung yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.

PT Pemeringkat Efek Indonesia telah memberikan peringkat A (single A) untuk obligasi dan A (single A Syariah) untuk sukuk yang akan ditawarkan Wijaya Karya tersebut. Adapun penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk tersebut adalah BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan RHB Sekuritas dan PT. Bank Mega Tbk. bertindak sebagai wali amanat.

Perkiraan Masa Penawaran Umum pada tanggal 25 . 26 Februari 2021, Perkiraan Tanggal Penjatahan pada 1 Maret 2021 sedangkan perkiraan Tanggal Pengembalian Dana jatuh pada 3 Maret 2021.

Selanjutnya Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik (Tanggal Emisi) pada 3 Maret 2021 dan Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia jatuh pada 4 Maret 2021. (end)

Sumber: IQPLUS

[EXCL] Tan Sri Jamaludin Ibrahim Mundur dari Jabaran Komisaris XL Axiata

PT XL Axiata Tbk.

XL Axiata

Komisaris PT XL Axiata Tbk. (EXCL) Tan Sri Jamaludin Ibrahim mengundurkan diri pada tanggal 9 Februari 2021.

Menurut keterangan tertulis Ranty Astari Rachman Corporate Secretary EXCL menyampaikan bahwa telah menerima surat pengunduran diri Tan Sri Jamaludin sebagai Komisaris dan akan mengajukan permohonan atas persetujuan pengunduran diri tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan terdekat.

Ranti menambahkan "Tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum dan kondisi keuangan serta kelangsungan usaha EXCL," pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

[ANTM] Arif Baharudin Tambah Saham ANTM

antam

Arif Baharudin selaku Komisaris PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah melakukan pembelian sahamnya pada tanggal 2 Februari 2021.

Menurut keterangan tertulis Arif Baharudin pada keterbukaan Informasi menyampaikan bahwa telah membeli saham ANTM sebanyak 400 ribu lembar saham di harga Rp2.500 per saham. Dengan demikian Arif mengeluarkan dana sebesar Rp1 miliar.

"Tujuan pembelian saham adalah untuk Investasi dengan kepemilikan langsung,"tutur Arif.

Pasca penjualan saham, maka kepemilikan Arif Baharudin atas saham ANTM bertambah menjadi sebanyak 2.270.000 lembar saham atau setara dengan 0,0094% dibandingkan sebelumya sebanyak 1.870.000 lembar saham setara dengan 0,0078%. (end)

Sumber: IQPLUS

[BDMN] PT Bank Danamon Indonesia Tbk bersama PT Eastspring Investments Indonesia Hadirkan Solusi Investasi


PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) hari ini mengumumkan kerjasama dengan PT Eastspring Investments Indonesia (.Eastspring Indonesia.), salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia yang menyediakan jasa keuangan yang berkualitas dan terpercaya, dalam rangka menghadirkan solusi investasi kepada masyarakat.

Melalui kerjasama ini, Danamon menghadirkan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dengan produk-produk reksa dana unggulan Eastspring Indonesia.

Sebagai mitra distribusi, Danamon akan memasarkan produk Eastspring Investments Alpha Navigator, Eastspring Investments Yield Discovery, dan Eastspring Investments Cash Reserve Eastspring Investments Alpha Navigator adalah reksadana terbuka dengan komposisi utama pada sahamsaham pilihan yang ditawarkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Produk reksa dana ini dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi investor, dengan secara aktif dan berkesinambungan melakukan navigasi atas saham-saham terbaik melalui seleksi, perumusan, dan pembobotan saham, berdasarkan nilai fundamentalnya.

Tujuan akhir dari proses ini adalah memberikan nilai atas kinerja portofolio Sedangkan, reksa dana pendapatan tetap Eastspring Investments Yield Discovery adalah reksa dana pendapatan tetap yang fokus pada Obligasi Pemerintah dengan durasi pendek di bawah 5 tahun untuk mengurangi volatilitas dan memberikan imbal hasil yang optimal.

Reksa dana ini melakukan pendekatan investasi yang berorientasi pada nilai (value), suatu instrumen akan memberikan hasil investasi yang superior dalam jangka panjang dan dengan menerapkan pendekatan investasi jangka menengah yang disiplin. Reksa dana ini sesuai untuk investor yang memiliki profill risiko moderat dengan horizon investasi jangka menengah.

Bagi investor yang memiliki profill risiko konservatif dengan horizon investasi jangka pendek, reksa dana pasar uang Eastspring Investment Cash Reserve bisa menjadi pilihan karena reksadana ini bertujuan untuk memberikan potensi imbal hasil yang relatif stabil dari investasi pada instrumen pasar uang Indonesia.

Dengan menjadi Agen Penjual Efek Reksa Dana dari produk Eastspring, maka nasabah Danamon dan masyarakat pada umumnya dapat melakukan transaksi pembelian (subscription), penjualan kembali (redemption) dan pengalihan (switching) dari ketiga produk reksa dana Eastspring yang didistribusikan di jaringan Danamon.

Michellina Triwardhany, Wakil Direktur Utama Danamon mengatakan, .Danamon memahami kebutuhan nasabah untuk mengembangkan dan mengelola kekayaan (wealth management) mereka serta senantiasa berusaha untuk memberikan layanan perbankan komprehensif dengan menyediakan produk-produk investasi pilihan terbaik yang didukung oleh jaringan cabang yang luas dan aplikasi perbankan digital.

Kerjasama dengan PT Eastspring Investments Indonesia, sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia, memberikan nilai tambah bagi nasabah kami dan masyarakat pada umumnya untuk mendapatkan solusi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing nasabah.

Seiring dengan meningkatnya optimisme terhadap pemulihan ekonomi, kami berharap nasabah dapat mengambil kesempatan dengan berinvestasi melalui 3 produk reksa dana ini untuk mencapai tujuan finansial mereka.

Sebagai bagian dari MUFG, group keuangan global serta bank terbesar di Jepang dan salah satu institusi keuangan termuka di dunia, Danamon didukung oleh kekuatan, keahlian dan jaringan MUFG untuk melayani nasabah kami dan memfasilitasi pertumbuhan Danamon dalam mewujudkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Kami menyambut gembira kerja sama pemasaran produk reksadana ini dan kepercayaaan yang diberikan Danamon kepada Eastspring Indonesia. Danamon merupakan salah satu bank yang memiliki jaringan yang kuat dan dengan kerjasama ini, Eastspring Indonesia membantu nasabah Danamon dalam memenuhi kebutuhan akan produk-produk investasi yang berkualitas serta mampu memberikan manfaat terbaik dan nilai tambah bagi para nasabah Danamon khususnya dalam memenuhi kebutuhan perencanaan investasi mereka mulai saat ini hingga di masa mendatang" ungkap Alan J Tangkas Darmawan, Presiden Direktur Eastspring Indonesia. (end)


Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ASRI, BBRI dan JPFA oleh Indopremier | 10 Februari 2021


IHSG (6.130 – 6.230) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.230 kemudian 6.280 dengan support di level 6.130 dan 6.080.

ASRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 246 kemudian 256 dengan support di level 226, cut loss jika break 216.

BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.740 kemudian 4.860 dengan support di level 4.500, cut loss jika break 4.380.

JPFA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.500 kemudian 1.535 dengan support di level 1.430, cut loss jika break 1.395.

XIIC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 996 kemudian 983 dengan resist di level 1.022 kemudian 1.035.

XIJI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 633 kemudian 622 dengan resist di level 655 kemudian 666.

XPES (Sell) : Target pelemahan harga pada level 398 kemudian 392 dengan resist di level 410 kemudian 416.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbqz8

Analisa Saham EXCL | 10 Februari 2021

Analisa Saham EXCL


Saham EXCL pada tanggal 9 Februari 2021 ditutup melemah pada 2330, turun -1,28%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 113% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish dengan pelemahan. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish dengan penguatan.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 7 milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway

Rekomendasi dari kami adalah beli jika di atas 2450

Jika naik di atas 2660 maka berpeluang ke 2800-3000

Jika turun di bawah 2240 maka berpeluang ke 2170

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham AKRA, BBTN dan TPIA | 10 Februari 2021

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)


AKRA secara teknikal masih dalam fase uptrend dengan ditandai MACD yang masih berpotongan dan di atas >0. Secara short term kemungkinan dapat terkoreksi dengan Stochastic berada pada area overbought dan kecenderungan turun. Beli saat harga di area 3.150 hingga 3.200.

AKRA: Buy On Weakness

Support: Rp 3.150

Resistance: Rp 3.550

(Chris Apriliony, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas)

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)


Harga BBTN menunjukkan indikator MACD yang mulai berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara, indikator ADX dan Stochastic masih menunjukkan sinyal positif. Adapun RSI berada di area neutral, dengan pergerakan harga saham masih berada di atas garis moving average (MA)120 dan MA200.

BBTN: Akumulasi Buy

Support: Rp 1.675

Resistance: Rp 1.830

(Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas)

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)


Saham TPIA menunjukkan indikasi overbought dengan momentum pada indikator RSI dan Stochastic, MACD overvalue. Selain itu, pergerakan harga saham tiba pada target upper bollinger bands. Rekomendasi Sell on Strength. Di mana, SL under 11.100 dengan target price 11.350.

TPIA: Sell on Strength (SoS)

Support: Rp 11.150

Resistance: Rp 11.350

(Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas)

Rekomendasi Saham EXCL, HMSP, HOKI dan JSMR oleh Binaartha Sekuritas | 10 Februari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

10 Februari 2021

oleh Nafan Aji Gusta Utama

EXCL

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 2.310-2.330, dengan target harga secara bertahap di 2.390, 2.500, 2.970 dan 3.300. Support: 2.310 & 2.230.

HMSP

Pergerakan harga saham menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area 1.380-1.390, dengan target harga secara bertahap di level level 1.455, 1.820 dan 2.550. Support: 1.365 & 1.260.

HOKI

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 990-1.010, dengan target harga secara bertahap di level 1.030, 1.060, 1.190, 1.320 dan 1.450. Support: 990 & 930.

JSMR

Pergerakan harga saham menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 4.480-4.520, dengan target harga secara bertahap di level 4.650, 4.930, 5.200, 5.325 dan 6.100. Support: 4.370 & 4.100.

KLBF

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, MA 60 maupun MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 1.500-1.520, dengan target harga secara bertahap di level 1.555, 1.695, 1.840 dan 1.980. Support: 1.475 & 1.410.

MAPI

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi” pada area level 725-745, dengan target harga secara bertahap di level 780, 845, 1.000 dan 1.155. Support: 725 & 690.

MEDC

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada area level 670-690, dengan target harga secara bertahap di 700, 775, dan 850. Support: 670, 645 & 625.

MNCN

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi” pada level 1.060-1090, dengan target harga secara bertahap di 1.160, 1.390 dan 1.620. Support: 1.060 & 985.

Rekomendasi Saham RALS, BSDE, ELSA dan ICBP oleh MNC Sekuritas | 10 Februari 2021


MNC Daily Scope Wave

10 Februari 2021

IHSG ditutup terkoreksi 0,4% ke level 6,181 pada perdagangan Selasa (9/2) kemarin dan terkena resistance 6,280. Kami perkirakan untuk IHSG saat ini masih berada di akhir wave B, sehingga koreksi tersebut dapat dikatakan sebagai koreksi minor dan IHSG masih berpeluang menguat untuk menuju fibo 78.6 di area 6,330. Namun, selama IHSG belum mampu menguat di atas 6,505, maka IHSG masih rentan koreksi membentuk wave C.

Support: 6,018, 5,853

Resistance: 6,280, 6,505

RALS - Buy on Weakness (725)

Kemarin (9/2), RALS ditutup menguat 1,4% ke level 725. Posisi RALS saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B, sehingga RALS masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 690-725

Target Price: 750, 850

Stoploss: below 640

BSDE - Buy on Weakness (1,205)

BSDE ditutup terkoreksi 1,6% ke level 1,205 pada perdagangan kemarin (9/2). Kami perkirakan saat ini posisi BSDE sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti BSDE masih berpeluang untuk mengalami penguatan.

Buy on Weakness: 1,180-1,205

Target Price: 1,250, 1,300

Stoploss: below 1,120

ELSA - Buy on Weakness (382)

Pada perdagangan kemarin (9/2), ELSA ditutup terkoreksi 1% ke level 382. Kami perkirakan saat ini pergerakan ELSA masih berada pada bagian dari wave (B), sehingga ELSA masih berpeluang untuk menguat.

Buy on Weakness: 366-380

Target Price: 406, 430

Stoploss: below 340

ICBP - Sell on Strength (8,800)

Pada perdagangan kemarin (9/2), ICBP ditutup terkoreksi 3,3% ke level 8,800 dan telah menembus support yang berada di 9,000 dan fibo 61,8. Dengan tertembusnya kedua level tersebut, maka kami perkirakan ICBP masih rawan untuk melanjutkan koreksinya untuk membentuk wave Y dari wave (X). Adapun rentang koreksi ICBP berada pada 8,400-8,600, area koreksi ini dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 8,800-9,000


Update Harga Komoditas dan Indeks | 10 Februari 2021


S&P 500 falls slightly, snapping 6-day winning streak

The S&P 500 dipped slightly from a record high on Tuesday as the market’s strong rally in February took a pause.


Dow.......31376   -9.9         -0.03%

Nasdaq..14008  +20.1     +0.14%

S&P 500..3911   -4.4         -0.11%

 

FTSE...... .6532   +8.03     +0.12%

Dax........14012    -48.1      -0.34%

CAC........5692    +5.5        +0.10%


Nikkei....29506    +117.4    +0.40%

HSI........29476     +156.7   +0.53%

Shanghai .3604    +71.04   +2.01%

ST Times..2936    +4.60      +0.16%


IDX..6181.67   -27.19         -0.44%

LQ45..950.33  -7.23           -0.75%


JAKMIND...1043.99   -39.43   -3.64%

JAKCONS...1740.96  -14.94    -0.85%

JAKTRADE..836.76    -6.69      -0.79%

JAKBIND....1004.33   -7.36      -0.73%

JAKAGRI..1463.18    +23.85   +1.66%

JAKFIN.. ..1418.76    +10.98   +0.78%

JAKPROP...387.28     -1.35       -0.35%

JAKINFR....1002.96   -19.83    -1.94%

JAKMANU..1328.16  -16.55    -1.23%   

JAKMINE....2000.63  -27.06    -1.33%

 

Indo10Yr.6.3837    +0.0323   +0.51%

ICBI....313.5633     -0.3300     -0.11%

US10Yr.....1.1570   -0.0030     -0.26%

VIX............21.63    +0.39        +1.84%

  

USDIndx .....90.4500  -0.5140   -0.57%

Como Indx....184.22  +0.67       +0.37%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........138.31  +1.88       +1.38%



IndoCDS....67.224  -0.759   -1.115%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....13995.00  -7.50       -0.05%

Jisdor....14000    unch       +0%



Euro.........1.2118  +0.0066  +0.55%


TLKM.......23.19    -0.38        -1.61%

(3247)

EIDO........23.81     -0.27        -1.12%

EEM.........56.95    +0.60       +1.07%


Oil..........58.36        +0.39      +0.67%

Gold ......1837.50      +3.30       +0.18%

Timah...23205.00     +207.50  +0.90%

Nickel...18382.50     +200.00  +1.10%

 

Coal price...87.30     -0.20      -0.23%

(Feb/Newcastle) 

Coal price....86.15   +1.15     +1.35%

(Mar/Newcastle)

Coal price....68.60   +0.35     +0.51%

(Feb/Rotterdam) 

Coal price. ..69.30   +0.95     +1.39%

(Mar/ Rotterdam)

 

CPO(Apr).....3568   +130     +3.78%‼

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........556.75    -7.50      -1.33%

SoybeanOil...46.52  +0.89    +1.95%

Wheat....... 649.50   -6.25      -0.95%


Wood pulp.5200.00  unch     +0%


( DE/ Phintraco(AT)  10-02-21)