Update Harga Komoditas dan Indeks | 23 Juli 2021


Tech shares led U.S. stocks higher Thursday, despite an unexpected jump in jobless claims that resurfaced some concerns about the economy and sent bond yields lower.


Dow.......34823   +25.4       +0.07%

Nasdaq.14685   +52.6       +0.36%

S&P 500..4367   +8.8         +0.20%


FTSE.......6968     -29.98      -0.43%

Dax........15515   +92.04     +0.60%

CAC........6482    +17.1        +0.27%


Nikkei...27548    closed      +0%

HSI........27724    +499.3    +1.83%

Shanghai .3575  +12.1       +0.34%

ST Times..3159  +40.3       +1.29%


IDX.....  6137.55  +107.57  +1.78%

LQ45.....857.04   +15.62    +1.86%

 

Indo10Yr..6.4733   +0.0069  +0.11%

ICBI.....322.4141    +0.0163  +0.01%

US10Yr...1.2650     -0.0150   -1.17%

VIX............17.69    -0.22        -1.23%

  

USDIndx .....92.8600   +0.067   +0.07%

Como Indx....216.34   +3.36      +1.58%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........156.41  +1.95      +1.26%


IndoCDS..79.4928     -0.5816    -0.73%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14482.50     -60.00       -0.41%

Jisdor....14508.00  -46.00      -0.32%


Euro.........1.1769  -0.0028   -0.25%


TLKM........22.23   unch         +0%

(3225)

EIDO..........20.56   +0.27       +1.33%

EEM..........53.30    +0.10       +0.19%


Oil.............71.72      +1.42     +2.02%

Gold ....1809.20       +5.80      +0.32%

Timah .34060.00    +600.00   +1.79%

Nickel..18872.50    +272.50    +1,49%

Silver..........25.38     -0.10       -0.39%

Copper......433.75   +0.15      +0.03%


Coal price...149.75    unch      +0%

(Jul/Newcastle) 

Coal price...146.70    -4.50    -2.98%

(Agt/Newcastle)

Coal price....131.90   -0.70      -0.53%

(Jui/Rotterdam) 

Coal price....132.05   -0.70      -0.53%

(Agtl/ Rotterdam)

 

CPO(Okt)......4113   -32         -0.77%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........561.25   -7.25       -1.28%

SoybeanOil..61.96  -0.82       -1.31%

Wheat.......692.25   -18.50     -2.60%


Wood pulp.....4850.00  unch   +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas

ANAK USAHA WASKITA KARYA LEPAS KEPEMILIKAN SAHAMNYA PADA PADA PT CTP


PT. Waskita Karya melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT Akses Pelabuhan Indonesia pada tanggal 21 Juli 2021.

Menurut keterangan tertulis Ratna Ningrum Corporate Secretary WSKT menyampaikan bawa WTR sedang dalam proses untuk menjual seluruh kepemilikan sahamnya pada PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) sebanyak 1.386.131 saham yang mewakili sebesar 55% kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia senilai Rp2.44 triliun dan WTR berencana melakukan pengalihan piutang atas bunga senilai Rp40,48 miliar kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia.

Sebagai informasi, Waskita Toll Road adalah anak usaha WSKT dengan kepemilikan saham sebesar 87,595%.

"Dapat disampaikan bahwa Perjanjian Jual Beli Bersyarat diatas telah ditandatangani dibawah tangan pada tanggal 21 Juli 2021,"tutur Ratna Ningrum. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

ABM INVESTAMA BERENCANA BUY BACK OBLIGASI SENILAI US$350 JUTA


PT ABM Investama Tbk (ABMM) menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam proses untuk membeli kembali, suatu jumlah tertentu atas Surat Utang Senior senilai US$350 juta.

Menurut Rindra Donovan Sekretaris Perusahaan ABMM, obligasi tersebut obligasi lama yang diterbitkan oleh Perseroan pada tanggal 1 Agustus 2017 dan 28 November 2017.

"Tidak terdapat dampak khusus atas penyampaian informasi ini, mengingat penyampaian keterbukaan informasi ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan POJK No. 31.,"tuturnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7).

Ia menambahkan, bahwa pada saat yang bersamaan dengan penawaran tender tersebut, Perseroan juga bermaksud untuk menawarkan surat utang senior berdenominasi dalam US Dollar yang akan jatuh tempo selambat-lambatnya pada tahun 2026. (end/as)

Sumber: IQPLUS

BSDE BUKUKAN PRAPENJUALAN TRIWULAN II-2021 Rp4,5 TRILIUN


PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia dan bagian dari kelompok pengembang Sinar Mas Land, berhasil meraih prapenjualan sebesar Rp4,5 triliun di triwulan II-2021. Pencapaian tersebut setara pertumbuhan 56% jika dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun 2020 yakni sebesar Rp2,9 triliun.

"Pencapaian ini merupakan sinyal positif bagi kami, karena sudah berhasil mengamankan 65% dari target tahunan prapenjualan yang ditetapkan sebesar Rp 7 triliun, pada awal tahun ini," ungkap Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.

Dari hasil prapenjualan di triwulan II-2021 ini, tercatat penjualan di segmen residensial sebesar Rp3,0 triliun atau berkontribusi 67% atas total pencapaian. Adapun segmen komersial termasuk kavling komersial, strata title (apartemen) dan ruko mencapai Rp1,2 triliun, mewakili kontribusi 26%.

Penjualan segmen residensial terutama disumbangkan dari area pengembangan yang ada termasuk Mozia, Greenwich, Vanya Park, Tabebuya, The Zora, Nava Park, Taman Banjar Wijaya, Grand Wisata dan Kota Wisata. Adapun klaster baru yang diluncurkan atau dibuka adalah Myza (Rumah Flat dan Rumah Cozmo) dan Aether.

Segmen komersial mencapai Rp1,2 triliun dengan kontribusi 26%, terdiri dari kavling komersial sebesar Rp452 miliar, yang sebagian besar dijual di BSD City, diikuti strata title (apartemen/kondominium) sebesar Rp304 miliar dan ruko sebesar Rp411 miliar.

Produk pengembangan vertikal yang terjual sebagian besar didukung oleh The Elements Rasuna CBD Jakarta, Southgate TB Simatupang, Aerium Jakarta Barat dan unit apartemen di BSD City. Sedangkan ruko sebagian besar disumbang oleh TabeSpots, Virginia Arcade dan West Park di BSD City.

Hermawan menambahkan, BSD City Serpong tercatat sebagai proyek dengan kontribusi tertinggi yakni 48%, diikuti oleh Nava Park (23%). Kontributor lapis kedua dihasilkan dari Grand Wisata (8%), Zora (7%), Legenda Wisata (3%) dan Kota Wisata (3%).

Di luar BSD City, ada beberapa produk di Jabodetabek yang mampu menarik minat pembeli dan dijual di masa pandemi ini, antara lain Anigre Taman Banjar Wijaya (Full Furnished Landed House), Grand Wisata (Cherry Ville, Water Terrace, La Monte, Garden Hous, Monte Torena) dan klaster Miami di Kota Wisata.

Lebih lanjut dalam rangka memasarkan unit ready stock, BSDE juga meluncurkan program promosi nasional "Wish For Home" periode Maret hingga Desember 2021. Program tersebut menawarkan opsi pembayaran hard cash dan KPR ekspres.

Program promosi ini juga mendapatkan manfaat langsung dari program pemerintah dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi, dengan memberikan subsidi PPN atas setiap pembelian unit properti ready stock mulai Januari sampai dengan Desember 2021 dengan batasan harga hingga Rp5 miliar per unit.(end)

Sumber: IQPLUS

BANK BISNIS CARI DANA MELALUI RIGHTS ISSUE GUNA MEMPERKUAT PERMODALAN


PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) berencana mencari pendanaan melalui pasar modal. Rencananya, aksi korporas yang dipilih yakni rights issue.

Dalam prospektus ringkasnya, Bank Bisnis bakal meenerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar melalui rights issue tersebut. Jumlah saham tersebut setara dengan 14,37% dari modal disetor perseroan pada saat pengumuman RUPSLB yang dilakukan dengan mengacu pada Peraturan OJK No. 32/2015 juncto POJK No. 14/2019.

"Setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruh dana hasil rights issue itu akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap,"tulis Manajemen BBSI.

Patut diketahui, bagi para pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu, persentase kepemilikan saham secara keseluruhan akan terdilusi sebesar maksimum 12,56%. (end/as)

Sumber: IQPLUS

BNI SIAPKAN DANA Rp1,7 TRILIUN UNTUK LAKUKAN BUY BACK SAHAM


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengaku bahwa pihaknya akan menyiapkan dana sekitar Rp1,7 triliun untuk melancarkan aksi korporasinya di pasar modal.

Dalam keterangan tertulisnya, Manajemen BNI menyebutkan bahwa dana itu akan dipakai untuk pelaksanaan pembelian kembali saham (buy back). Adapun jumlah saham yang akan di buy back tidak akan melebih 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor Perseroan.

"Buy back saham akan dilakukan secara bertahap untuk periode 3 bulan terhitung sejak tanggal 22 Juli 2021 sampai dengan 21 Oktober 2021. Pelaksanaannya akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI),"tulis Manajemen BNI.

Disebutkan, buy back saham BBNI akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. Pasalnya, perseroan akan segera menunjuk 1 perusahaan efek untuk melakukan aksi korporasi itu. (end/as)

Sumber: IQPLUS

BANK MANDIRI CATAT PENGGUNAAN LAYANAN QRIS TEMBUS 1,4 JUTA TRANSAKSI


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penggunaan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh nasabah per Mei 2021 menembus 1,4 juta transaksi dengan nilai volume lebih dari Rp100 miliar, meningkat lebih dari 170 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan transaksi melalui QRIS tersebut empat kali lipat dibanding kuartal pertama 2021. Saat ini, sudah lebih dari 700 ribu merchant yang bergabung dengan Mandiri QRIS.

"Bank Mandiri terus berkomitmen menyediakan kegiatan perbankan yang lebih mudah dan nyaman untuk mendukung berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Fitur pembayaran cashless melalui QRIS di aplikasi Livin. by Mandiri terbukti makin diminati oleh banyak nasabah dan merchant karena transaksinya yang lebih mudah, seamless, dan aman," kata Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Thomas menjelaskan, pembayaran dengan QRIS Bank Mandiri menjanjikan model pembayaran transaksi yang lebih fleksibel kepada nasabah yang menggunakan aplikasi Livin. by Mandiri.

Menurutnya, proses transaksi melalui QRIS Bank Mandiri dapat dilakukan secara efektif dan efisien sehingga memangkas waktu antrean.

Apalagi, dengan keputusan Bank Indonesia menaikkan limit transaksi QRIS menjadi Rp5 juta telah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna dan merchant.

Bank Mandiri pun mendorong lebih banyak nasabah dan merchant UMKM di Indonesia mengadopsi QRIS sebagai solusi pembayaran transaksi cashless yang lebih efisien dan aman di tengah situasi pandemi seperti sekarang.

Dengan QRIS, pelaku UMKM tidak hanya menikmati kemudahan transaksi namun juga pencatatan transaksi keuangan. UMKM juga dapat menghadirkan tren pembayaran digital dan meningkatkan trafik penjualan sebab tersedianya alternatif pembayaran cashless yang makin diminati konsumen di Indonesia.(end)

Sumber: IQPLUS

Bukalapak Disebut Patok Harga Rp 850


Perusahaan e-commerce berstatus unicorn pertama yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bukalapak.com disebutkan akan melepas sahamnya di harga Rp 850/saham. Harga tersebut merupakan batas atas dari harga yang ditawarkan antara Rp 750-850/saham.

Melansir Reuters, tiga sumber yang mengetahui informasi tersebut memastikan harga saham perusahaan ini akan ditawarkan ke publik.

Dengan demikian, perusahaan akan mendapatkan dana senilai US$ 1,5 miliar (Rp 21,75 triliun, asumsi kurs Rp 14.500/US$) dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) ini.

Dua sumber menyebutkan bahwa dalam masa bookbuilding (pembentukan harga), saham ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Sumber lainnya mengungkapkan bahwa permintaan mencapai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp 87 triliun, artinya ada oversubscribed hingga empat kali.

Sumber CNBC Indonesia juga menyampaikan hal yang sama. Harga penawaran saham ini tampaknya akan berada pada batas atas dari range harga Rp 750-Rp 850/saham seiring dengan membludaknya permintaan atas saham perdana emiten Grup Emtek ini.

"Kalau oversubscribe, kemungkinan akan mentok di Rp 850," kata sumber pasar tersebut, Senin (19/7/2021).

CNBC Indonesis juga telah meminta mengkonfirmasi mengenai penetapan harga ini kepada Direktur Utama Mirae Asset Sekuritas Indonesia Taye Shim, namun dia menolak untuk memberikan konfirmasi.

"Kami merupakan underwriter [penjamin emisi] BUKA [kode saham Bukalapak] dan mohon maaf kami tidak bisa memberi informasi mengenai kesepakatan klien kami," kata dia ketika dimintai konfirmasi, Rabu malam (21/7/2021).

Sedangkan underwiter lainnya, PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas tak kunjung memberikan respons hingga berita ini diturunkan.

Bukalapak menunjuk empat penjamin emisi (underwriter), terdiri dari penjamin emisi efek yakni PT UBS Sekuritas Indonesia dan Mirae Asset dan penjamin pelaksana emisi efek yakni Mandiri Sekuritas danBuana Capital Sekuritas.

Senin pekan ini Bukalapak mengakhiri proses bookbuilding sejak 9 Juli lalu. Tanggal efektif dari OJK diharapkan pada 26 Juli dan masa penawaran umum pada 28-30 Juli. Adapun target tercatat di papan perdagangan atau listing di BEI pada 6 Agustus 2021.

Di sisi lain, Mirae Asset dalam risetnya menyatakan potensi bisnis Bukalapak dan perusahaan digital lainnya di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan penelitian Bain, Google dan Temasek, yang menyatakan ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia yaitu 270 juta orang, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini memiliki salah satu sektor belanja online dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bain memperkirakan nilai barang dagangan bruto (GMV) Indonesia tumbuh pada CAGR (rerata tahunan) 2020-2025 sebesar 23% dari US$ 44 miliar pada 2020 menjadi US$ 124 miliar pada 2025.

"Kami pikir perusahaan teknologi raksasa seperti Bukalapak dan GoTo akan dapat memonetisasi tren pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sedang meningkat. Belajar dari AS, perusahaan teknologi sekarang mendominasi 5 kapitalisasi pasar terbesarnya," tulis riset Mirae 12 Juli lalu.

Sumber: CNBC

Rekomendasi Saham MAPI, ADRO, SCMA dan CPIN oleh Indopremier | 22 Juli 2021


IHSG (5.990 – 6.070) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.070 dan 6.110 dengan support di level 5.990 dan 5.950.

MAPI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 660 kemudian 670 dengan support di level 640, cut loss jika break 630.

SCMA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.140 kemudian 2.190 dengan support di level 2.040, cut loss jika break 1.990.

ADRO (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.220 dengan resist di level 1.265 kemudian 1.290.

CPIN (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.375 dengan resist di level 6.575 kemudian 6.700.

XDIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 425 kemudian 429 dengan support di level 417, cut loss jika break 413.

XIHD (Buy) : Target kenaikan harga pada level 429 kemudian 434 dengan support di level 419, cut loss jika break 414.

XPSG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 347 kemudian 351 dengan support di level 339, cut loss jika break 335.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbuxg

Ulasan Pasar Global | 22 Juli 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jul 22, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

AS

Wall Street berakhir lebih tinggi, didukung oleh pendapatan yang kuat, keceriaan ekonomi

Wall Street membukukan kenaikan harian kedua berturut-turut pada hari Rabu, dengan pendapatan perusahaan yang kuat dan optimisme baru tentang pemulihan ekonomi AS yang memicu reli.

Dow Jones naik 286,01 poin atau 0,83% menjadi 34.798. S&P 500 naik 35,63 poin atau 0,82% menjadi 4.358,69. Nasdaq menambahkan 133,08 poin atau 0,92% menjadi 14.631,95.

Smallcaps yang sensitif secara ekonomi, semikonduktor, dan keuangan mengungguli pasar yang lebih luas. Rebound dalam perjalanan membantu mendorong pendapatan United Airlines mengalahkan, meningkatkan sahamnya sebesar 3,8%. Patokan imbal hasil Treasury AS melanjutkan pemantulan mereka dari posisi terendah lima bulan setelah lelang obligasi 20 tahun yang lemah, yang menguntungkan bank yang peka terhadap suku bunga. Perselisihan di Washington atas pengesahan paket infrastruktur bipartisan senilai $1,2 triliun berkembang ketika Senat Demokrat bergerak menuju pemungutan suara prosedural yang direncanakan meskipun ada seruan dari Partai Republik untuk penundaan.

Eropa

Pendapatan blue-chip, saham perjalanan mendongkrak bursa Eropa

Serangkaian pembaruan optimis dari perusahaan blue-chip Eropa membantu indeks acuan kawasan itu naik pada hari Rabu dan lebih lanjut pulih dari penurunan tajam pada hari Senin, sementara saham perjalanan bangkit kembali setelah berminggu-minggu mengalami penurunan.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 1,4%.

Saham perjalanan dan liburan melonjak 4,2% setelah baru-baru ini dihantam oleh kekhawatiran tentang kebangkitan kasus virus. Pembuat peralatan semikonduktor Belanda naik 3,6% dan mendekati level tertinggi sepanjang masa yang dicapai minggu lalu setelah menaikkan prospek penjualan 2021 dan mengumumkan rencana pembelian kembali saham baru. Saham rekan-rekan ASMI dan BE Semiconductor masing-masing naik sekitar 3%. Produsen obat Swiss Novartis bertambah 1,8% karena laba bersih inti kuartal kedua mengalahkan ekspektasi pasar, didorong oleh merek obat utamanya.

Analisa Saham PWON | 22 Juli 2021

Analisa Saham PWON


Saham PWON pada tanggal 21 Juli 2021 ditutup menguat pada harga 420, naik 3,96%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 460% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish dan baru saja mengalami Golden Cross. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway Downtrend 

Rekomendasi dari kami adalah Beli Spekulatif

Jika naik di atas 434 maka berpeluang ke 478

Jika turun di bawah 410 maka berpeluang ke 400

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham ASII, WIIM, BBRI dan ERAA oleh MNC Sekuritas | 22 Juli 2021


MNC Daily Scope Wave 

22 Juli 2021

IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,029 pada perdagangan kemarin (21/7), pergerakan IHSG pun masih tertahan di atas MA20-nya. Selama IHSG masih bertahan di atas level support 5,947, maka kami perkirakan pergerakan IHSG akan bergerak pada rentang 5,970-6,080 terlebih dahulu. Skenario terburuknya, bila IHSG terkoreksi menembus 5,884 atau bahkan terburuknya 5,742, maka IHSG rawan terkoreksi ke area 5,500.

Support: 5,947, 5,913

Resistance: 6,114, 6,134

ASII - Buy on Weakness (4,870)

Pada perdagangan kemarin (21/7), ASII ditutup menguat 1,9% ke level 4,870, pergerakan ASII pun diiringi oleh munculnya tekanan beli meskipun penguatannya masih tertahan MA20-nya. Kami memperkirakan, selama ASII masih bergerak di atas level supportnya 4,640, maka posisi ASII saat ini sedang berada di awal wave [i] dari wave C.

Buy on Weakness: 4,700-4,870

Target Price: 5,200, 5,500

Stoploss: below 4,640

WIIM - Buy on Weakness (650)

Kemarin (21/7), WIIM ditutup menguat cukup signifikan sebesar 10,2% ke level 650, pergerakan WIIM pun diiringi dengan tekanan beli yang cukup besar dan telah menembus MA200-nya. Posisi WIIM saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga diperkirakan WIIM berpeluang melanjutkan penguatannya terlebih bila mampu menembus resistance di 705.

Buy on Weakness: 585-650

Target Price: 750, 820

Stoploss: below 540

BBRI - Spec Buy (3,820)

BBRI ditutup menguat 1,1% ke level 3,820 pada perdagangan kemarin (21/7), penguatan BBRI pun masih tertahan oleh MA20-nya. Posisi BBRI saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave A dari wave (B). Hal ini berarti, pergerakan BBRI selanjutnya berpeluang melanjutkan penguatannya selama mampu berada di atas 3,700.

Spec Buy: 3,770-3,820

Target Price: 4,000, 4,300

Stoploss: below 3,700

ERAA - Buy on Weakness (590)

ERAA ditutup menguat 1,7% ke level 590 pada perdagangan kemarin (21/7) diikuti dengan munculnya tekanan beli. Kami perkirakan, posisi ERAA saat ini sedang berada di awal wave [a] dari wave B, sehingga selama ERAA tidak terkoreksi kembali ke bawah 550, maka pergerakan ERAA kami perkirakan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 570-590

Target Price: 620, 660

Stoploss: below 550

Disclaimer On

Bandarmologi Saham BBNI, WIKA, SMRA dan PGAS | 22 Juli 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Thursday (22/07/2021) 

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


Ramai-Ramai Turunkan Proyeksi GDP 2021 Indonesia. Ada Apa Gerangan??‼️‼️


IDX Composite 5,981 - 6,072

SUMMARY: BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): NEUTRAL

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: SELL‼️

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: NEUTRAL

BULLBEAR (13): BUY!! ️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


BBNI 4,840 - 5,000

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 4,900

TARGET PRICE: 5,000

STOP-LOSS: 4,840


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



WIKA 1,030 - 1,210

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 1,100

TARGET PRICE: 1,210

STOP-LOSS: 1,030


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



SMRA 750 - 835

TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL BUY 785

TARGET PRICE: 835

STOP-LOSS: 750


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



PGAS 1,000 - 1,100

TECHNICAL INDICATORS: BUY BUY 1,035

TARGET PRICE: 1,100

STOP-LOSS: 1,000


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



JPFA 1,660 - 1,785

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY, BUY 1,705

TARGET PRICE: 1,785

STOP-LOSS: 1,660


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 22 Juli 2021


U.S. stocks climbed higher on Wednesday as equities continued their rebound from a one-day rout to start the week.

Better-than-expected earnings reports from Dow members Coca-Cola and Johnson & Johnson added to the bullish sentiment.


Dow.......34798   +286.01  +0.83%

Nasdaq.14632   +133.1     +0.92%

S&P 500..4359   +35.6       +0.82%


FTSE.......6998    +117.6     +1.85%

Dax........15423   +206.2     +1.36%

CAC........6465    +117.6     +1.70%


Nikkei...27548    +159.8     +0.58%

HSI........27225    -34.7        -0.13%

Shanghai .3562  +25.9       +0.73%

ST Times..3119  +7.80       +0.25%


IDX.....  6029.98  +12.58   +0.21%

LQ45.....841.42   +3.49      +0.42%

 

Indo10Yr..6.4664    -0.0042   -0.06%👍

ICBI.....322.3978    +0.2500  +0.08%👍

US10Yr...1.2800     +0.0710  +5.87%

VIX............17.91    -1.82        -9.22%

  

USDIndx .....92.7930   -0.1750   -0.19%

Como Indx....212.98   +3.99      +1.91%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........154.46   -0.57       -0.37%


IndoCDS..80.0744      -1.575      -1.93%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14542.50     +25.00      +0.17%‼️

Jisdor....14554.00  +30.00     +0.21%‼️


Euro.........1.1798  +0.0016   +0.14%


TLKM........22.23   +0.22       +1.00%

(3235)

EIDO.........20.29   +0.33       +1.65%

EEM..........53.20    +0.34       +0.64%


Oil.............70.30      +2.88     +4.27%‼️

Gold ....1803.40       -8.00      -0.44%

Timah .33460.00     -47.50    -0.14%

Nickel..18595.00     -57.50    -0.31%

Silver..........25.26     +0.26     +1.04%

Copper......427.32   +0.90      +0.21%


Coal price...149.75    +0.05    +0.03%

(Jul/Newcastle) 

Coal price...151.20    +0.20    +0.31%

(Agt/Newcastle)

Coal price....132.60   +0.50    +0.38%

(Jui/Rotterdam) 

Coal price....132.75   +2.75    +2.12%

(Agtl/ Rotterdam)

 

CPO(Okt)......4145   unch      +0%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........568.50   +2.75     +0.49%

SoybeanOil..62.78  -1.15       -1.80%

Wheat.......710.75   +10.25   +1.46%


Wood pulp.....4850.00  -15.50    -0.32%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas