Dapatkan Kontrak Kerjasama di PON


PT. Martina Berto Tbk
. (MBTO) mendapatkan kontrak kerjasama pada ajang Pekan olahraga nasional (PON) yang diselenggarakan di Papua dari 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021.

"MBTO melalui brand Sariayu Martha Tilaar menyiapkan produk-produk berkualitas untuk men-support 1000 performer yang akan tampil di upacara pembukaan maupun penutupan di Stadion Lukas Enembe, Jayapura,"tutur Bryan David Emil Direktur Utama MBTO, (24/9).

Bryan David menjelaskan lebih lanjut dengan ikutnya MBTO berpartisipasi pada ajang Pekan olahraga nasional (PON) ini maka diharapkan dapat meningkatkan image produk semakin baik lagi.

"Selain itu dengan keikutsertaan produk MBTO dalam ajang PON, tentunya dapat meningkatkan penjualan produk, hal ini dikarenakan acara ini dapat mempromosikan produk Perseroan,"pungkasnya. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

PT Pollux Investasi International Tbk Alami Penurunan Pendapatan per 30 Juni 2021


PT Pollux Investasi International Tbk (POLI) meraih pendapatan sebesar Rp98,13 miliar hingga periode 30 Juni 2021 turun dibandingkan pendapatan Rp139,55 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba Kotor turun menjadi Rp41,58 miliar dari laba Kotor Rp78,76 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan laba operasi diraih Rp18,81 miliar turun dari laba operasi Rp39,68 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat Rp18,63 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp24,44 miliar.

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp18,63 miliar turun dari laba bersih Rp24,44 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp2,46 triliun hingga periode 30 Juni 2021 turun dari total aset Rp2,47 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

PT PP (Persero) Tbk Dukung Pengembangan Usaha Wisata di Lima DPSP


PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi dan investasi, mendukung pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa wisata di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas/DPSP.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi perseroan untuk dapat berperan serta dalam pembangunan salah satu balai ekonomi desa atau balkondes yang berlokasi di Jawa Tengah ini," kata Sekretaris Perusahaan PT PP (Persero) Yuyus Juarsa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan usai perseroan menghadiri undangan rapat konsolidasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Rapat tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa wisata di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan usai penyelenggaraan rapat, perseroan mengikuti kunjungan ke badan usaha milik desa/Bumdes dan balai ekonomi desa/Balkondes di sekitar Borobudur, Jawa Tengah, yang turut dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas/DPSP yang ditetapkan pemerintah adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Blakondes yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan BUMN tersebut merupakan homestay yang dapat dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk berlibur di sekitar daerah Borobudur sehingga para wisatawan tidak harus menginap di Yogyakarta.

"Dengan adanya balkondes tersebut diharapkan dapat memajukan pariwisata desa, mengurangi tingkat urbanisasi bagi para muda-mudi, dan meningkatkan potensi desa," kata Yuyus.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Rukun Raharja Tbk Kawal Penyelesaian Proyek Pipa Rokan


PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengawal penyelesaian Proyek Pipa Rokan. Sampai pekan ketiga September 2021 lalu, RAJA telah merealisasikan belanja modal alias capital expenditure kurang lebih US$ 59 juta untuk penyelesaian proyek kerja sama operasi yang digarap bersama  dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) tersebut.

“Sampai dengan pekan ketiga September 2021, capex untuk proyek ini sudah dikeluarkan sekitar kurang lebih US$ 59 juta,” ujar Direktur Rukun Raharja Oka Lesmana kepada Kontan.co.id, Minggu (26/9).

Proyek Pipa Rokan merupakan merupakan proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi Koridor Balam-Bangka-Dumai dan Koridor Minas-Duri-Dumai. Pipa ini membentang sepanjang kurang lebih 352,43 kilometer.

Menurut kesepakatan yang ada, RAJA sebagai mitra strategis berkomitmen memberikan pendanaan sebesar 25% dalam proyek senilai kurang lebih US$ 300 juta ini. RAJA sendiri sudah mengalokasikan capex sekitar US$ 80 juta dari total anggaran capex US$ 100 juta untuk pembiayaan proyek tersebut pada tahun ini.

Dalam catatan RAJA, progres pengerjaan pipa ini sudah mencapai sekitar 86% per pekan ketiga September 2021 ini. Mengacu kepada kesepakatan yang ada, penyelesaian konstruksi pipa  ditargetkan rampung pada awal tahun 2022, namun RAJA memastikan bakal menempuh sejumlah upaya agar penyelesaiannya bisa lebih cepat dari target tersebut.

Kalau sudah beroperasi nanti, pipa yang dibangun bakal mengalirkan minyak bumi dari Blok Rokan. Dalam acara  paparan publik sebelumnya, manajemen RAJA sempat mengungkapkan estimasi dan asumsi perusahaan bahwa penyaluran minyak bumi pada Proyek Pipa Rokan diestimasikan bisa menghasilkan pendapatan sekitar US$ 100 juta per tahun dengan asumsi kapasitas 160.000 barel minyak per hari alias barrels of oils per day (BOPD). Dari pendapatan yang dihasilkan, RAJA  bakal mendapat jatah porsi pendapatan sebesar 25%, sejalan dengan besaran porsi pendanaan RAJA dalam proyek ini.

Meski begitu, sebagai catatan penting, Oka menegaskan bahwa perhitungan tersebut baru sebatas asumsi perusahaan saat kembali dimintai konfirmasi oleh Kontan.co.id soal hal ini. Dengan demikian, hitungan serta pendapatan riill pengoperasian pipa bisa saja berbeda ketika Proyek Pipa Rokan sudah beroperasi nanti, bergantung pada kesepakatan antara RAJA dan Pertagas dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku pengelola Blok Rokan.

Saat ini pun, RAJA dan Pertagas masih dalam tahap finalisasi Head Of Agreement HOA dengan PHR. HoA yang sedang difinalisasi ini nantinya bakal merinci  terms and condition pengangkutan minyak berikut aspek termasuk komersial perjanjian.

“Ini (potensi pendapatan US$ 100 juta) hanya merupakan ilustrasi dengan menggunakan asumsi. Sekali lagi kami tidak bisa mendahului para pihak yang terkait dalam perjanjian tersebut di atas,” ujar Oka.

Sepanjang semester I 2021 lalu, RAJA membukukan pendapatan sebesar US$ 50,14 juta, turun 5,39% dibanding realisasi pendapatan semester I 2020 yang sebesar US$ 53,01 juta. Dari pendapatan itu, RAJA meraup laba tahun berjalan US$ 764.197, naik 93,99% dari laba tahun berjalan semester I 2020 yang sebesar US$ 393.925. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih RAJA ikut meroket dari semula US$ 33.975 di semester I 2020 menjadi US$  261.172 di semester I 2021.

Sumber: KONTAN

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Berpotensi Menjadi Bank Terbesar Indonesia


PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dinilai akan mampu meningkatkan nilai aset sehingga kembali menjadi bank terbesar Tanah Air, pasca rights issue bernominal jumbo untuk mendanai Holding Ultra Mikro (UMi). 

Analis pasar modal sekaligus ekonom dari LBP Institute Lucky Bayu Purnomo mengatakan hadirnya Holding UMi dalam lini bisnis BRI akan meningkatkan konsolidasi nilai buku, sekaligus potensi mendorong kinerja yang lebih baik ke depan. Pasalnya, Holding UMi adalah sumber pertumbuhan bisnis baru bagi perseroan. 

Menurutnya, peningkatan nilai aset menjadi sisi paling nampak ketika Holding UMi rampung terbentuk dan beroperasi.

"Kalau konsolidasi pasti adalah peningkatan nilai aset yang paling terlihat. Tahun depan, BRI (akan kembali bisa merebut posisi aset nomor satu). Pun pada perhitungan kuartal ini akan mulai terlihat (peningkatannya)," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima KONTAN, Minggu (26/9). 

Sebagai gambaran, pertumbuhan aset BRI tahun ini sedikit tertahan akibat pembentukan Bank Syariah Indonesia Tbk. 

Di mana Bank BRIsyariah yang merupakan perusahaan anak BRI dimerger bersama Bank Syariah Mandiri serta Bank BNI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendapat limpahan aset karena menjadi pemegang saham pengendali BSI. Saat ini aset konsolidasi BRI tercatat Rp 1.450,9 triliun, sedangkan Bank Mandiri Rp 1.580,5 triliun.

Adapun, aset PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM paruh pertama tahun ini mencapai Rp 105,9 triliun. Pada akhir tahun, aset semua anggota holding diperkirakan masih akan naik seiring dengan peningkatan pembiayaan, penghimpunan dana, dan pertumbuhan laba.

Melalui holding, Lucky berpendapat BRI akan mampu menggarap lebih banyak nasabah potensial unbankable untuk memperbesar basis bisnisnya. 

"Dengan kemampuan digital dan bank digital yang dimiliki saat ini, bank BRI bisa menjadi sangat besar dan raksasa ke depan," imbuhnya. 

Kendati demikian, dia memperkirakan ekspansi kinerja tahun ini masih tetap akan mempertimbangkan upaya relaksasi restrukturisasi kredit dan pembiayaan. Sebabnya, kondisi ekonomi masih sulit keluar dari krisis karena pandemi. 

"Jadi memang holding juga membutuhkan waktu. Tapi ini akan sangat bagus untuk kinerja jangka menengah dan panjang," imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan rights issue BRI menjadi yang terbesar di Tanah Air. Kepentingannya pun sudah sangat jelas, yaitu untuk memperkuat bisnis perseroan ke depan.

Sehingga wajar jika BRI akan kembali menjadi bank terbesar di Tanah Air karena asetnya yang luar biasa. Hal itu didukung pula dengan kinerja yang maksimal karena bank Himbara tersebut adalah bank dengan jaringan terluas di Nusantara.

"Angka ini sudah sangat besar dari Bukalapak yang sebelumnya menghimpun Rp21,9 triliun," katanya. Terlebih emiten bank UMKM ini masih mendapat sentimen positif. 

Pelaku pasar masih banyak berharap rights issue ini memberi dampak positif pada konsolidasi BBRI bersama Pegadaian dan PNM agar mereka bisa melakukan manuver lebih ekspansif," jelasnya.

Seperti diketahui, melalui aksi korporasi tersebut manajemen BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar Saham Baru Seri B atas nama atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I. 

Dari jumlah saham baru tersebut, sekitar 12,104 miliar lembar di antaranya adalah jatah publik. Adapun sisanya, pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas dan pengendali telah subscribe 16,1 miliar HMETD senilai Rp54,77 triliun dengan inbreng saham Pegadaian dan PNM kepada BRI. 

Adapun pada perdagangan rights issue terakhir BRI, Rabu (22/9), Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom mencatat jumlah HMETD yang telah di-exercise mencapai 27,48 miliar lembar saham termasuk inbreng pemerintah. Sehingga capaian nilai rights issue BRI mencapai Rp 93,4 triliun atau sekitar 97,4% dari total aksi korporasi tersebut. 

Dengan pencapaian itu, membuat BRI menorehkan sejarah sebagai rights issue terbesar di kawasan Asia Tenggara. Juga peringkat 3 rights issue terbesar di Asia dan nomor 7 di seluruh dunia.

Sebelumnya dalam sejarah Bursa Efek Indonesia, rekor rights issue terbesar dipegang PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) yang melakukan aksi korporasi itu pada 2008 dengan nilai mencapai Rp 40 triliun. Sementara itu, rekor rights issue terbesar di Kawasan Asia Tenggara pernah dipegang perusahaan asal Negeri Jiran, Singapore Airlines pada 2020 dengan nilai SGD7,7 miliar setara Rp82 triliun. 

Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham ICBP, CPIN, ASII dan EXCL oleh Indopremier | 27 September 2021


IHSG (6.105 – 6.185) : Target kenaikan indeks pada level 6.185 dan 6.225 dengan support di level 6.105 kemudian 6.065.

ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.400 kemudian 8.500 dengan support di level 8.200, cut loss jika break 8.100.

CPIN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.700 kemudian 6.800 dengan support di level 6.500, cut loss jika break 6.400.

ASII (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 5.100 dengan resist di level 5.225 kemudian 5.325.

EXCL (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.920 dengan resist di level 3.000 kemudian 3.040.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwie

Rekomendasi Saham ISAT, MPPA dan ELSA oleh Mirae Asset Sekuritas | 27 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Technical Insight

27 September 2021

tasrul@miraeasset.co.id

IHSG Daily, 6,144.81(+0.03%), test resistance at 6,172, Trading range 6,106– 6,172. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized konsolidasi dengan kecenderungan menguat dan indikator RSI optimized cenderung masih cenderung naik. Daily support di 6,106 dan daily resistance di 6,172. Cut loss level di 6,090. 

ISAT Daily, 6,600 (+1.49%), buy on weakness, trading range 6,450 – 6,750. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada sekitar oversold area. Daily support di 6,450 dan daily resistance di 6,750. Cut loss level di 6,375. 

MPPA Daily, 995 (-0.50%), sell on strength, trading range 970 – 1,020. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik namun mulai terbatas. Daily support di 970 dan daily resistance di 1,020. Cut loss level di 960. 

ELSA Daily, 284 (+1.43%), sell on strength , trading range 280 – 290. indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih bergerak naik dalam kisaran terbatas. Perkiraan daily support di 280 dan daily resistance terdekat di 290. Cut loss level di 260. 


Rekomendasi Saham BUKA dan TINS oleh HP Financials | 27 September 2021


HP Financials Technical View & Key Calls

27 September 2021

Saham BUKA


BUKA mampu kembali naik ke atas MA10 & 20 dengan demikian menjadikan level 870 sebagai Support terdekat saat ini. Penembusan juga diikuti dengan Volume tinggi, oleh karena itu solid untuk memperkirakan BUKA hendak melaju ke area Target : 950 / 1000 .

Rekomendasi

Buy, Entry Level: 885 ; T arget: 950 / 1000 ; Stoploss : 850 .


Saham TINS


TINS jelas melakukan percobaan penembusan upper Triangle dan MA50 di harga 1530 , menjadikan level tsb sebagai Support terdekat s aat ini. Volume pun terlihat lebih tinggi dari rerata 20 hari. Average Up jika TINS mampu lewati 1560 dengan lebih mantap, demi meraih Target : 1625 / 1680 .

Rekomendasi

Buy, Entry Level: 1540 ; T arget: 1625 / 1680 ; Stoploss : 1490 .

Rekomendasi Saham UNTR, WTON, PGAS dan EXCL oleh MNC Sekuritas | 27 September 2021


MNCS Daily Scope Wave

27 September 2021

Menutup perdagangan kemarin (24/9), IHSG ditutup cenderung flat ke level 6,144. Kami perkirakan, pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi terlebih dahulu untuk menguji area 6,060-6,100, namun selama IHSG masih bertahan di atas 5,996 sebagai supportnya maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji resistance 6,170-6,200. Tetap waspadai apabila IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 5,996 dan 5,982, apabila hal ini terjadi maka IHSG masih akan terkoreksi ke arah 5,850-5,900.

Support: 5,996, 5,982

Resistance: 6,170, 6,263


UNTR - Buy on Weakness (22,075)

UNTR ditutup menguat 4,7% ke level 22,075 pada perdagangan Jumat kemarin (24/9), pergerakan UNTR diiringi dengan meningkatnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C sehingga UNTR masih berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 21,400-22,000

Target Price: 22,375, 23,500

Stoploss: below 20,875


WTON - Buy on Weakness (254)

Pada perdagangan pekan kemarin (24/9), WTON ditutup terkoreksi 0,8% ke level 254. Kami perkirakan, posisi WTON saat ini sedang berada di awal wave (ii) dari wave [v] dari wave 1. Manfaatkan koreksi WTON ini untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 246-254

Target Price: 270, 290

Stoploss: below 240


PGAS - Buy on Weakness (1,125)

Jumat kemarin (24/9), PGAS terkoreksi 2,4% ke level 1,000 dan muncul adanya tekanan jual. Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada di awal wave [ii] dari wave 3 dari wave (3), yang berarti PGAS akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 1,080-1,120

Target Price: 1,180, 1,300

Stoploss: below 1,065


EXCL - Buy on Weakness (2,950)

EXCL ditutup terkoreksi 1% ke level 2,950 pada perdagangan Jumat kemarin (24/9). Posisi EXCL saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iv] dari wave 3, sehingga EXCL rawan terkoreksi. Setelah wave [iv] selesai terbentuk, maka EXCL berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 2,820-2,920

Target Price: 3,180, 3,400

Stoploss: below 2,770


Disclaimer On

Analisa Saham ANTM | 27 September 2021


Analisa Saham ANTM

Saham ANTM pada tanggal 24 September 2021 ditutup stabil pada harga 2290. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 103% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli Spekulatif jika di atas 2340

Jika naik di atas 2550 maka berpeluang ke 2730

Jika turun di bawah 2280 maka berpeluang ke 2250

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham ERAA, WIKA dan ADRO oleh Artha Sekuritas Indonesia | 27 September 2021


Artha Sekuritas Indonesia Insight

27 September 2021

Dennies Christoper Jordan

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

ERAA mengalami koreksi setelah breakout resistance. ERAA masih bergerak dalam tren penguatan. Analis menyarankan masuk saham ini di harga Rp 620-Rp 640 per saham. Stop loss di Rp 610 per saham. Target harga ERAA di Rp 660-Rp 680 per saham. 

PT  Wijaya Karya Tbk (WIKA)

WIKA mengalami koreksi setelah breakout resistance. WIKA Masih bergerak dalam tren penguatan. Investor disarankan masuk di harga Rp 1.150-Rp 1.170 per saham. Stop loss di Rp 1.135 per saham. Target harga WIKA berada di Rp 1.225- Rp 1.250 per saham. 

PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

ADRO breakout resistance dengan volume tinggi dan didukung kenaikan harga batubara. ADRO berpotensi melanjutkan penguatan. Analis menyarankan masuk saham ini di harga Rp 1.480 - Rp 1.510 per saham. Stop loss di Rp 1.465 per saham. Adapun target harganya di Rp 1.560-Rp 1.600 per saham. 


Bandarmologi Saham TINS, UNTR, ADRO, BBRI dan SILO | 27 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Monday (27/09/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,106 - 6,199

SUMMARY: STRONG BUY!!!


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY!!

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): BUY!!

CCI (14): *BUY!!

HIGHS/LOW (14): BUY!!

UO: BUY!!

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): BUY!!


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


TINS 1,500 - 1,640

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 1,540

TARGET PRICE: 1,640

STOP-LOSS: 1,500


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



UNTR 21,575 - 23,575

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 22,075

TARGET PRICE: 23,575

STOP-LOSS: 21,575


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



ADRO 1,425 - 1,600

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 1,500

TARGET PRICE: 1,600

STOP-LOSS: 1,425


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BBRI 3,780 - 3,9O0

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 3,820

TARGET PRICE: 3,900

STOP-LOSS: 3,780


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



SILO 9,075 - 9,975

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY BUY 9,475

TARGET PRICE: 9,975

STOP-LOSS: 9,075


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 27 September 2021


Sep 27th, 2021

Good morning,

The S&P 500 and the Dow Jones Industrial Average eked out gains on Friday, wrapping up a volatile week on Wall Street. A move by China to ban cryptocurrencies weighed on the technology sector and Nike shares fell as supply chain issues stemming from the pandemic hit the sneaker giant.


Dow.......34798   +33.2      +0.10%

Nasdaq.15048    -4.5         -0.03%

S&P 500..4456   +6.5         +0.15%.


FTSE.......7052    -26.9         -0.38%

Dax........15532   -112.2       -0.72%

CAC........6638    -63.5          -0.95%


Nikkei...30249    +609.4      +2.06%

HSI........24192    -318.8       -1.30%

Shanghai..3613   -29.2         -0.80%

ST Times..3061   -15.1         -0.49%


IDX.....  6144.81  +2.1           +0.03%

LQ45.....865.25   +0.74         +0.09%

 

Indo10Yr..6.3517  +0.0293    +0.46%

ICBI.....327.9466   -0.3977     -0.12%

US10Yr...1.4600    +0.0500    +3.55%

VIX.............17.75   -0.88        -4.72%👍

  

USDIndx .....93.3270   +0.2420 +0.26%

Como Indx.....225.31  +1.32      +0.59%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........166.23   +0.49      +0.29%


IndoCDS..79.8066   +2.4432    +3.15%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR......14257.50    +15         +0.11%

Jisdor..14250.00    -6             -0.04%


Euro.........1.1720   -0.0023     -0.20%


TLKM........24.89    +0.17        +0.69%

(3547)

EIDO..........21.28    -0.05          -0.23%

EEM..........50.78     -0.61          -1.19%


Oil..........73.98         +0.73       +1.00%

Gold ...1751.70        +7.60      +0.44%

Timah ..36797.50  +1247.50   +3.51%‼️

Nickel...19215.00  -210.00    -1.08%

.Silver........22.43      -0.15        -0.66%

Copper.....428.55    +5.80       +1.37%

 

Coal price...191.10   +1.80    +0.95%

(0ct/Newcastle) 

Coal price...188.10   +1.80    +0.97%

(Nov/Newcastle)

Coal price....187.75  +8.00    +4.45%‼️

(Okt/Rotterdam) 

Coal price.....180.40  +6.25   +3.59%‼️

(Nov/ Rotterdam)


CPO(Des)....4442     -10           -0.22%

(Source: bursamalaysia.com)            

Corn..........526.75    -2.50        -0.47%

SoybeanOil..57.87   +0.85       +1.49%

Wheat.......723.75    +6.00       +0.84%


Wood pulp...4650.00  unch     +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas