Langsung ke konten utama

BRI GANDENG BANK JATIM LUNCURKAN KARTU JATIM BRIZZI.



PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggandeng Bank Jatim meluncurkan Kartu BRIZZI Co-Branding bernama JATIM BRIZZI, untuk mempermudah masyarakat bertransaksi secara nontunai.

"Kerja sama ini melengkapi kami, karena sebelumnya dengan sejumlah pihak seperti Alfamart dan Alumni Unair juga melakukan hal yang sama. Kartu ini, adalah uang elektronik atau pengganti uang tunai," kata Regional CEO BRI Regional Office Surabaya Triswahju Herlina di Surabaya, Rabu.

Triswahju mengatakan, dengan adanya kerja sama, masyarakat yang sebelumnya belum mengenal BRIZZI dapat mengenal produk uang elektronik tersebut.

"Setelah kerja sama ini nantinya Bank Jatim akan menambah outlet dan BRIZZI akan dipakai pegawai Bank Jatim. Karena memang penggunaan uang elektronik di masa pandemi sangat penting," katanya.

Dia menargetkan penjualan kartu BRIZZI pada tahun ini akan terus tumbuh dibanding 2021. Sepanjang 2021 penggunaan kartu BRIZZI di Jatim mencapai 450.000 kartu terdiri dari kartu reguler dan co-branding seperti dengan Bank Jatim.

"Pada 2022 harapannya co-branding akan lebih banyak dan meningkat sebesar 20 persen. Kita lebih fokuskan kerja sama dengan perusahaan, instansi dan komunitas," katanya.

Sementara itu, kartu Co-Branding JATIM BRIZZI dapat digunakan berbelanja di sejumlah toko modern dan juga dapat digunakan untuk pembelian tiket masuk di Kebun Bintang Surabaya, Kidzania serta tempat wisata yang dikelola Perhutani seperti air terjun Dlundung dan lainnya.

Untuk keperluan transportasi, Kartu Co-Branding JATIM BRIZZI dapat digunakan bertransaksi di tol, area parkir, pembayaran tiket di transportasi umum seperti Bus, kereta dan kapal ferry.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan BRI tersebut.

"Kerja sama ini kami sambut dengan baik. Terima kasih untuk BRI, kerja sama ini menarik bagi kita semua," ujarnya.

Busrul menuturkan dengan Kartu BRIZZI Co-Branding bernama JATIM BRIZZI akan memberikan banyak kemudahan untuk costumer. Pelanggan dinilai lebih nyaman dengan transaksi uang elektronik.

"Selain itu market BRI sangat luas untuk masyarakat Jatim khususnya UMKM. Ini meningkatkan database costumer kami dan meningkatkan bisnis kami," katanya. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya