google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Agen Stabilisasi Harga GOTO Beraksi, Rp 413 Miliar Diguyur ke Pasar Langsung ke konten utama

Agen Stabilisasi Harga GOTO Beraksi, Rp 413 Miliar Diguyur ke Pasar



[Saham GOTO] Agen stabilisasi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yaitu CGS-CIMB Sekuritas Indonesia sudah mulai beraksi. Kegiatan greenshoe sudah direalisasikan Rabu (20/4) atau pada hari ketujuh sejak GOTO IPO 11 April lalu.

Kemarin Rabu, harga GOTO ditutup sama seperti harga IPO, yaitu Rp 338 per saham, turun 5,59% dari hari sebelumnya. Tanpa stabilisasi, harga GOTO kemungkinan sudah mendarat di bawah harga IPO.

Berdasarkan keterbukaan informasi Rabu (20/4), Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Sugiharto Widjaja mejelaskan, perusahaan melakukan stabilisasi harga dengan membeli 1,22 miliar saham. Jumlah ini setara 20,07% dari total 6,09 miliar saham yang bisa digunakan untuk stabilisasi. 

Harga pembelian rata-rata sebesar Rp 338 per saham. Dengan begitu, nilai akumulasi saham yang dibeli dalam aksi stabilisasi kemarin mencapai Rp 413,23 miliar. 

Dalam program greenshoe, GOTO menunjuk CGS-CIMB Sekuritas akan melakukan stabilisasi harga selama 30 hari sejak IPO. Agen stabilisasi akan membeli harga GOTO maksimal di harga IPO, yaitu Rp 338. Jadi, aksi stabilisasi ini dilakukan hanya ketika harga saham GOTO turun ke bawah harga IPO. 

Adapun GOTO sudah turun berturut-turut dalam dua hari terakhir. Rabu, harganya turun 5,59% ke Rp 338. Hari sebelumnya, GOTO merosot 5,29%. 


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online




Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...