google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Laba Bersih Megapolitan Developments (EMDE) Melesat 919,84% Pada Tahun 2021 Langsung ke konten utama

Laba Bersih Megapolitan Developments (EMDE) Melesat 919,84% Pada Tahun 2021


[Saham EMDE] PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) membukukan kinerja cemerlang sepanjang 2021. Laba bersih emiten properti ini melesat 919,84% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 12,85 miliar.

Kenaikan itu seiring pertumbuhan pendapatan sebesar 12,8% menjadi Rp 1,11 triliun. Pada tahun 2020, pendapatan EMDE sebesar Rp 984,34 miliar.

Beban pokok pendapatan EMDE naik 12,24% menjadi Rp 837,06 miliar. Namun, laba kotor tetap tumbuh 14,57% menjadi Rp 273,36 miliar.

Tercatat pos beban EMDE mengalami kenaikan, seperti beban penjualan naik 14,65% menjadi Rp 102,62 miliar. Lalu, beban umum dan administrasi naik 4,96% menjadi Rp 100,72 miliar dan beban pajak final naik 44,34% menjadi Rp 20,28 miliar. Walaupun begitu, laba usaha Megapolitan Developments tetap bertumbuh 27,31% menjadi Rp 49,73 miliar.

Pada pos penghasilan lain-lain, EMDE membukukan jumlah beban lain-lain bersih sebesar Rp 32,73 miliar atau naik 16,26% yoy. Bottom line perseroan terdorong naik dari turunnya jumlah pajak penghasilan sebesar 58,49% menjadi Rp 3,86 miliar.

Hingga Desember 2021, EMDE mencatatkan total aset sebesar Rp 1,06 triliun atau naik 9,67% yoy. Rinciannya, jumlah liabilitas naik 12,5% yoy menjadi Rp 676,32 miliar dan jumlah ekuitas naik 5,29% menjadi Rp 390,47 miliar.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...