PT. Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) pada Q3 2022 mencatatkan pendapatan sebesar Rp 58,9 miliar atau tumbuh sebesar 40,5% dari Q3 2021.
PT. Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) Catat Kenaikan Pendapatan 40,5% Di Kuartal Ketiga 2022
PT. Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) pada Q3 2022 mencatatkan pendapatan sebesar Rp 58,9 miliar atau tumbuh sebesar 40,5% dari Q3 2021.
Wijaya Wisesa Realty Beli 4,6 Juta Saham HRME
PT Wijaya Wisesa Realty sebagai pemegang saham pengendali di PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) telah melakukan penambahan porsi sahamnya pada tanggal 25 hiingga 31 Agustus 2022.
Wijaya Wisesa Realty Beli 2,4 Juta Saham HRME
PT Wijaya Wisesa Realty sebagai pemegang saham pengendali di PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) telah melakukan penambahan porsi sahamnya pada tanggal 14 Juli hingga 20 Juli 2022.
[HRME] PT Wijaya Wisesa Realty Tambah Kepemilikan Saham di PT Menteng Heritage Realty Tbk.
PT Wijaya Wisesa Realty selaku Pemegang saham pengendali dari PT Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) telah melakukan pembelian saham pada tanggal 5 April 2021
Menurut keterangan tertulisnya dari Christofer Wibisono Direktur Utama PT Wijaya Wisesa Realty menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 106.025.600 lembar saham di harga Rp56 per saham. Dengan transaksi itu Wijaya Wisesa mengeluarkan dana sebesar Rp5,93 miliar.
Sebagai informasi PT. Wijaya Wisesa Realty juga telah membeli sebanyak 274.221.000 lembar saham HRME di harga Rp50 per saham pada tanggal 3 Februari 2021 dan sebanyak 48 juta lembar saham di harga Rp50 per saham pada tanggal 16 Februari 2021.
"Adapun tujuan transaksi tersebut adalah untuk Investasi dengan kepemilikan langsung ", tuturnya.
Dengan demikian, kepemilikan saham PT Wijaya Wisesa Realty di HRME menjadi 4.937.433.600 lembar saham atau setara dengan 84,70% dibandingkan sebelumnya 4.941.211.000 atau setara dengan 82,92%. (end)
Sumber: IQPLUS
[HRME] PT Wijaya Wisesa Realty Beli Saham HRME pada 16 Februari 2021
PT Wijaya Wisesa Realty selaku Pemegang saham pengendali dari PT Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) telah melakukan pembelian saham pada tanggal 16 Februari 2021
Menurut keterangan tertulisnya dari Christofer Wibisono Direktur Utama PT Wijaya Wisesa Realty menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 48 juta lembar saham di harga Rp50 per saham. Dengan transaksi itu Wijaya Wisesa mengeluarkan dana sebesar Rp2,4 miliar.
Sebagai informasi PT. Wijaya Wisesa Realty juga telah membeli sebanyak 274.221.000 lembar saham HRME di harga Rp50 per saham pada tanggal 3 Februari 2021.
"Adapun tujuan transaksi tersebut adalah untuk Investasi dengan kepemilikan langsung ", tuturnya.
Dengan demikian, kepemilikan saham PT Wijaya Wisesa Realty di HRME menjadi 4.989.211.000 lembar saham atau setara dengan 83,72% dibandingkan sebelumnya 4.941.211.000 atau setara dengan 82,92%. (end)
Sumber: IQPLUS
DI GANDENG RS MEDISTRA, HOTEL MILIK ANAK USAHA HRME JADI TEMPAT ISOLASI PASIEN COVID-19
Emiten yang bergerak di bidang usaha pariwisata, PT Menteng Heritage Realty Tbk.(HRME) melalui anak usaha yakni PT Wijaya Wisesa Bakti (Berlokasi di Jl. Patra Kuningan, Jakarta Selatan) sebagai pemilik dan mengoperasikan Pomelotel telah bekerjasama dengan Rumah Sakit Medistra dalam rangka membantu Pemerintah terkait penanggulangan pandemik Covid-19.
Pemprov DKI Jakarta, melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) telah merestui Pomelotel sebagai hotel pertama yang menjadi lokasi isolasi berbayar bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan.
Direktur Utama HRME, Christofer Wibisono menuturkan, kerjasama dengan Rumah Sakit Medistra memungkinkan Rumah Sakit Medistra dapat menerima pasien dengan gejala ringan dibawah pengawasannya untuk ditempatkan di Pomelotel, sementara untuk kasus dengan gejala sedang dan atau berat akan dirawat sepenuhnya di Rumah Sakit Medistra. (end/as)
Sumber: iqplus
PT Menteng Heritage Realty Tbk Tutup Hotel The Hermitage Sementara | Saham HRME
Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | HEXA, HRME, ISAT, TPIA
Daily Technical 24 Januari 2020
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 24 Januari 2020.
IHSG ditutup menguat sebesar 15,75 poin (+0.25%) menuju level 6.249,20 pada perdagangan hari Kamis 23 Januari 2020 kemarin. IHSG mennguat sesuai ekspektasi, namun jika diperhatikan ada ketidaksesuaian dengan harapan pelaku pasar yang menghendaki pemangkasan suku bunga, hal tersebut terlihat dari pergerakan rupiah yang menguat pada awal sesi dan melemah kembali setelah keputusan suku bunga. Dengan posisi IHSG di bawah resistance 6.250, maka IHSG berpotensi bergerak mixed kembali menguji resistance tersebut.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.230 s/d 6.265.
HEXA
Technical Pattern: Membentuk pola falling wedges yang merupakan pola penguatan.
Rekomendasi: Buy on breakout 3350, TP 3500 s/d 3750, stop loss <3220 .="" p="">Support: 3220.
Resistance: 3500.
HRME
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 1000 s/d 1040, TP 1100, stop loss <970 .="" p="">Support: 970.
Resistance: 1100.
ISAT
Candlestick Pattern: Membentuk pola doji yang merupakan indikasi pembalikan arah (reversal).
Rekomendasi: Buy 2390 s/d 2400, TP 2500 s/d 2520, stop loss <2250 .="" p="">Support: 2250.
Resistance: 2500.
TPIA
Technical Uptrend: Mengalami uptrend dengan membentuk higher low.
Rekomendasi: Buy 9700 s/d 9800, TP 10500, stop loss <9500 .="" p="">Support: 9500.
Resistance: 10500.
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas9500>2250>970>3220>
HRME | Demi Cetak Laba, Menteng Heritage Geber Ekspansi
Dana akuisisi berasal dari duit initial public offering (IPO) sebesar Rp 125,3 miliar pada April 2019. Sekitar Rp 62 miliar untuk membeli perusahaan pelayaran PT Global Samudra Nusantara. Tahun ini juga Menteng Heritage menargetkan kontribusi pendapatan sebesar Rp 14 miliar dari Global Samudra.
Menteng Heritage, juga mengakuisisi perusahaan hotel bernama PT Wijaya Wisesa Bakti. Mereka memanfaatkan dana IPO senilai Rp 32 miliar.
Sisa dana IPO untuk meningkatkan modal kerja anak usaha, membiayai perawatan dan meningkatkan kualitas hotel yang sudah beroperasi. Saat ini, seluruh dana IPO sudah terserap.
Oleh karena itu, Menteng Heritage membuka peluang pencarian kredit perbankan senilai Rp 166 miliar. "Apabila kami dapat membuat penghematan biaya non operasional tentu akan kami lakukan pencarian dana itu," kata Christofer Wibisono, Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk, Selasa (2/7).
Pendanaan baru tersebut untuk membiayai proyek pada semester II 2019. Hanya saja, manajemen Menteng Heritage belum bisa membeberkan proyek yang dimaksud.
Yang pasti, hingga akhir tahun nanti Menteng Heritage membidik pendapatan sekitar Rp 100 miliar. Kalau untuk level bottom line, target perusahaan tersebut tidak muluk-muluk. Minimal, jumlah kerugian tahun ini lebih kecil ketimbang tahun lalu.
Sementara jika mengintip laporan keuangan, Menteng Heritage menanggung rugi bersih selama 2016–2018. Besaran kerugiannya berada dalam tren menurun. Mereka memproyeksi, paling cepat akan cuan pada tahun 2020.
Kalau target keuntungan terealisasi, Menteng Heritage berpeluang membagikan dividen kepada pemegang saham. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) kemarin, manajemen perusahaan berjanji akan membagikan dividen dua tahun mendatang. "Untuk rasio pembagian dividen sebagaimana tertuang dalam kebijakan perusahaan adalah 20% dari laba bersih," ujar Christofer.
Menteng Heritage merupakan bagian dari Wijaya Wisesa Group. Mereka antara lain mengoperasikan The Hermitage yang kemudian tergabung dalam jaringan Mariott International. Perusahaan itu juga mengempit 30% saham Royal Beach Seminyak.
.jpg)
.jpg)
.jpg)





