Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada tanggal 26 September 2023.
RUPST HEXA Setujui Hiroki Majima Sebagai Direktur
Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada tanggal 26 September 2023.
Rekomendasi Saham Saham HEXA dan HAIS oleh Phillip Capital Sekuritas | 15 September 2023
Phillip Capital
HEXA
HAIS
Rekomendasi Saham POWR dan HEXA oleh Phillip Capital | 31 Agustus 2023
Phillip Capital
POWR
HEXA
Rekomendasi Saham RMKE dan HEXA oleh Phillip Capital | 13 Juni 2023
Phillip Capital
RMKE
HEXA
Rekomendasi Saham AMRT, IMAS dan HEXA oleh Mirae Asset Sekuritas | 25 Mei 2023
Mirae Asset Sekuritas
Rekomendasi Saham HEXA dan IMAS oleh Phillip Capital | 24 Mei 2023
Phillip Capital
HEXA
IMAS
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) Bakal Bagi Dividen Usd44,06 Juta Ke Pemegang Saham
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) berencana membagikan dividen tunai sebesar USD44,06 juta ke pemegang sahamnya. Rencana aksi korporasi tersebut telah disetujui Manajemen atau sesuai hasil RUPS Tahunan tanggal 21 September 2022.
Rekomendasi Saham BANK, BSDE, HEXA, STAA dan BRIS oleh Jasa Utama Capital | 16 September 2022
Jasa Utama Capital Sekuritas
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA)
PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
PT Hexindo Adiperkasa Tbk Bayar Dividen Tanggal 21 Oktober 2021
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) bakal membayarakan dividen pada tanggal 21 Oktober 2021. Demikian disampaikan Manajemen HEXA, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9).
Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa pemegang saham melalui RUPS belum lama ini telah menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021, yaitu sebesar USD20.477.788 atau sebesar 80 % dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021, dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham Perseroan sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar USD0,024378. Adapun disa laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021 sebesar USD5.119.447 dibukukan sebagai laba ditahan.
"Dalam RUPS Menyetujui tambahan dividen tunai dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar USD0,059524 per saham yang akan dibayarkan atas 840.000.000 saham atau seluruhnya sebesar USD50.000.000 dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaaanya, sehingga total dividen tunai sebesar USD0,083902 per saham yang akan dibayarkan atas 840.000.000 saham atau seluruhnya sebesar USD70.477.788,"terangnya.
Sebagai informasi, Cum Dividen di Pasar Regular dan Negosiasi akan dilaksanakan pada 27 September 2021, Ex Dividen di Pasar Regular dan Negosiasi 28 September 2021, Cum Dividen di Pasar Tunai 29 September 2021 dan Ex Dividen di Pasar Tunai 30 September 2021. Untuk Recording date yang berhak atas Dividen 29 September 2021. (end/as)
Sumber: IQPLUS
PT HEXINDO ADIPERKASA RAIH PENGHASILAN US$264,10 JUTA HINGGA DESEMBER 2020
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) meraih penghasilan US$264,10 juta hingga periode 31 Desember 2020 turun tajam dari penghasilan US$424,43 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, laba bruto turun menjadi US$69,46 juta dari laba bruto US$107,90 juta.
Sedangkan laba usaha turun menjadi US$32,98 juta dari laba usaha US$53,55 juta tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak tercatat US$32,98 juta turun dari laba sebelum pajak US$52,26 juta.
Laba tahun berjalan tercatat US$25,59 juta turun dari laba US$38,44 juta tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai US$256,23 juta hingga periode 31 Maret 2021 turun dari total aset US$266,02 juta hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)
Sumber: IQPLUS
Analisa saham HEXA, TBIG dan MNCN | 23 September 2020
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA)
Pergerakan HEXA ditutup membentuk shooting star dengan MACD yang bergerak uptrend dan histogram positif. Sementara indikator stochasticnya mengindikasikan pergerakan uptrend.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 3.410
Resistance: Rp 4.140
Dimas Wahyu Putra, Profindo Sekuritas
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
Pergerakan TBIG secara teknikal ditutup menguat membentuk pola candle three white soldier dengan menguji resistance di level 1.330. Indikator stochastic menunjukkan hampir memasuki areal overbought yang berpotensi terjadinya aksi profit taking.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 1.270
Resistance: Rp 1.330
Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
Pergerakan MNCN menunjukkan telah break out support fractal di 745. Indikator stochastic bearish dan RSI menjenuh pada area oversold. Belum ada indikasi sinyal reversal.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 700
Resistance: Rp 790
Lanjar Nafi, Reliance Sekuritas.
Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | HEXA, HMSP, SOCI, WEGE
Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | HEXA, PAMG, SIDO, TINS
Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | HEXA, HRME, ISAT, TPIA
Daily Technical 24 Januari 2020
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 24 Januari 2020.
IHSG ditutup menguat sebesar 15,75 poin (+0.25%) menuju level 6.249,20 pada perdagangan hari Kamis 23 Januari 2020 kemarin. IHSG mennguat sesuai ekspektasi, namun jika diperhatikan ada ketidaksesuaian dengan harapan pelaku pasar yang menghendaki pemangkasan suku bunga, hal tersebut terlihat dari pergerakan rupiah yang menguat pada awal sesi dan melemah kembali setelah keputusan suku bunga. Dengan posisi IHSG di bawah resistance 6.250, maka IHSG berpotensi bergerak mixed kembali menguji resistance tersebut.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.230 s/d 6.265.
HEXA
Technical Pattern: Membentuk pola falling wedges yang merupakan pola penguatan.
Rekomendasi: Buy on breakout 3350, TP 3500 s/d 3750, stop loss <3220 .="" p="">Support: 3220.
Resistance: 3500.
HRME
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 1000 s/d 1040, TP 1100, stop loss <970 .="" p="">Support: 970.
Resistance: 1100.
ISAT
Candlestick Pattern: Membentuk pola doji yang merupakan indikasi pembalikan arah (reversal).
Rekomendasi: Buy 2390 s/d 2400, TP 2500 s/d 2520, stop loss <2250 .="" p="">Support: 2250.
Resistance: 2500.
TPIA
Technical Uptrend: Mengalami uptrend dengan membentuk higher low.
Rekomendasi: Buy 9700 s/d 9800, TP 10500, stop loss <9500 .="" p="">Support: 9500.
Resistance: 10500.
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas9500>2250>970>3220>
Saham HEXA | Dividen Saham HEXA tahun 2019
Menurut keterangan yang diperoleh Rabu disebutkan, penetapan itu berdasarkan konversi kurs tengah Bank Indonesia pada 9 Oktober 2019 yang sebesar US$ 1=Rp14.182 dimana sebelumnya dividen tunai yang diberikan dalam nilai dolar AS sebesar US$0,0358 per lembar.
Seperti diketahui pada 27 September 2019 lalu RUPS perseroan menyetujui penggunaan laba bersih sejumlah US$30.080.142 (80% dari laba) yang dibagikan untuk 840 juta lembar saham perseroan. (end)
Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/hexa-dividen-hexa-sebesar-rp507-72-per-lembar-saham,81141314.html
ASII - UNTR - HEXA | Prospek Cuan Dividen Saham ASII, UNTR dan HEXA
Di awal kuartal IV tahun ini, ada tiga emiten yang akan membagikan dividen. Dua di antaranya adalah emiten dari grup Astra.
PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagi dividen masing-masing sebesar Rp 57 dan Rp 408 per saham. Manajemen Astra menyebut, pembagian dividen interim ASII dan UNTR memang rutin dilakukan.
Head of Investor Relations ASII Tira Ardianti menjelaskan, pembagian ini dilakukan karena ASII masih membukukan laba. Meski memang, laba bersih ASII di semester I-2019 turun 5,58% menjadi Rp 9,8 triliun secara tahunan. "Semua sudah dikalkulasi dengan baik," tegas dia, kemarin.
Kas ASII juga masih cukup besar. Di semester I-2019, kas ASII sebesar Rp 21,63 triliun. Sementara itu, uang yang akan dikucurkan perusahaan otomotif ini sebagai dividen sekitar Rp 2,3 triliun.
Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis menambahkan, perusahaan ini telah menghitung kas sehingga keuangan tidak akan terganggu. "Dividen interim rutin kami distribusikan dan sudah jadi bagian dari rencana pengelolaan kas perusahaan," ujar Sara ke KONTAN, Selasa (1/10).
Kas UNTR pada akhir periode semester I-2019 tercatat sebesar Rp 12,26 triliun. Dari jumlah tersebut, UNTR akan merogoh kocek sekitar Rp 616,41 miliar untuk pembagian dividen interim.
Satu lagi perusahaan yang akan membagi dividen adalah PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA). Perusahaan alat berat ini akan membagi dividen sebesar US$ 0,0358 per saham. Jika menggunakan kurs tengah Bank Indonesia Rp 14.196 per dollar AS, maka nilai pembagian dividen HEXA Rp 508,22 per saham.
Pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen harus memiliki saham HEXA pada 7 Oktober 2019. Sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 25 Oktober 2019. "Total dividen yang akan dibagikan sebesar US$ 30,08 juta," ujar Sekretaris Perusahaan Hexindo Listiana A Kurniawati dalam keterbukaan informasi, Selasa (1/10).
Pembagian dividen ini sesuai hasil RUPS pada 27 September 2019, yang menyepakati pembagian dividen 80% dari laba bersih tahun buku 2018 yang berakhir 31 Maret 2019. Hexindo adalah perusahaan yang dimiliki perusahaan asal Jepang dan menggunakan acuan tahun buku masa fiskal yang berakhir Maret.
Dari tiga emiten pembagi dividen, analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, belum menarik apabila mengharapkan cuan dari pembagian dividen. Alasannya, rilis data indeks PMI manufaktur Indonesia masih di 49,1. Angka tersebut di bawah 50, yang menunjukkan industri manufaktur masih tertekan.
Di sisi lain, dividen interim UNTR memiliki yield sekitar 1,9%. Sukarno melihat harga berisiko turun melebihi imbal hasil yang diharapkan. "Kondisi tersebut menunjukkan tren menurun," ujar dia.
Sementara itu, analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony berpendapat, HEXA dan UNTR menarik untuk diakumulasi karena dividen yield di atas 1%.
Sumber : https://insight.kontan.co.id/news/mengintip-prospek-cuan-dari-tiga-emiten-pembagi-dividen?page=2
Berita Saham HEXA | HEXINDO ADIPERKASA RAIH LABA US$23,64 JUTA HINGGA DESEMBER 2018
Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan usaha naik menjadi US$315,75 juta dari pendapatan usaha US$239,72 juta tahun sebelumnya dan beban pokok penjualan naik jadi US$250,74 juta dari US$190,26 juta tahun sebelumnya.
Laba bruto naik menjadi US$65,00 juta dari laba bruto US$49,46 juta dan laba sebelum pajak diraih US$31,55 juta naik dari laba sebelum pajak US$20,37 juta tahun sebelumnya. Sedangkan total aset yang tercatat hingga 31 Desember 2018 mencapai US$330,35 juta naik dibandingkan total aset US$283,35 juta hingga 31 Maret 2018. (end)
Berita Saham HEXA | HINGGA DESEMBER 2018, LABA HEXINDO ADIPERKASA TUMBUH 51%
IQPlus, (30/01) - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) mengalami pertumbuhan laba tahun berjalan hingga 51% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi US$23,64 juta dari laba US$20,37 juta di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penghasilan neto naik menjadi US$315,75 juta dari penghasilan neto US$239,72 juta tahun sebelumnya dan laba bruto meningkat menjadi US$65,00 juta dari laba bruto US$49,46 juta tahun sebelumnya.
Sementara laba usaha diraih US$31,50 juta naik dari laba usaha US$20,31 juta tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih US$31,55 juta naik dari laba sebelum pajak US$20,37 juta tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai US$330,35 juta hingga 31 Desember 2018 naik dari total aset US$283,35 juta hingga periode 31 Maret 2018. (end)
Berita Saham HEXA | 5 Desember 2018
Sekretaris Perusahaan HEXAA, A. Maryati menyampaikan, pada 2019 penjualan alat berat nasional dapat bertumbuh 10%-15% dari estimasi tahun ini sekitar 9.500 unit. Sentimen utama yang mendorong ialah peningkatan harga batu bara dan komoditas lainnya, serta permintaan di sektor infrastruktur.
“Belakangan harga batu bara memang turun karena efek permintaan China. Namun itu hanya sementara, sehingga 2019 masih optimistis industri alat berat dapat bertumbuh,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (4/12).
HEXA yang mengandalkan penjualan alat berat merek Hitachi ini membukukan pemasaran alat berat 1.3700an unit per November 2018. Komposisi permintaan dari sektor kehutanan, agribisnis, kontruksi, dan pertambangan cenderung serupa di kisaran 20%-30%.
“Tapi permintaan di sektor tambang tumbuh signifikan dibandingkan 2013-2014 yang hanya 10%, sekarang naik 2 kali lipat lebih,” imbuhnya.
Pada tahun fiskal 2018, atau atau periode April 2018—Maret 2019 perusahaan membidik penjualan alat berat sebanyak 2.060 unit. Volume itu bertumbuh 33,85% year on year (yoy) dari realisasi pemasaran tahun fiskal sebelumnya sejumlah 1.539 unit.
Perusahaan juga membidik posisi pangsa pasar domestik 21,7%, atau kedua terbesar setelah PT United Tractors Tbk. (UNTR). Per September 2018, penguasaan pasar mencapai 19,8%.
Manajemen kini sedang menghitung target tahun fiskal 2019. Yang jelas, sambung Maryati, panduan volume penjualan alat berat akan dinaikkan.
Saham HEXA | PT Hexindo Adiperkasa Tbk. Optimis Dengan Kinerja Keuangan
Emiten alat berat PT Hexindo Adiperkasa Tbk. optimistis menembus proyeksi kinerja keuangan yang dipasang pada periode fiskal 2018 sejalan dengan realisasi penjualan perseroan.
Berdasarkan data ringkasan kinerja keuangan, yang disampaikan dalam paparan publik, Selasa (18/9), Hexindo Adiperkasa memproyeksikan dapat mengantongi pendapatan US$465,91 juta pada 2018. Jumlah tersebut naik dari realisasi US$343,22 juta pada tahun sebelumnya.
Dengan demikian, perseroan memproyeksikan laba bersih yang dikantongi US$26,87 juta pada periode tahun fiskal 2018. Pencapaian itu naik dari realisasi US$22,54 juta pada 2017.
Sementara itu, sampai dengan Juli 2018, HEXA merealisasikan penjualan sebanyak 701 unit. Adapun, kontribusi tiap sektor yakni konstruksi 25%, forestry 24%, agro 29%, dan mining 22%.
Djonggi Gultom, Chief Marketing Director Hexindo Adiperkasa, mengatakan proyeksi total penjualan mesin alat berat sebanyak 2.436 unit untuk periode fiskal tahun 2018. Pihaknya menyatakan optimistis dapat mencapai target tersebut.
“100% kami yakin [target penjualan tercapai]. Antrian sampai Maret 2019 sudah mencukupi target tersebut,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Djonggi mengungkapkan proyeksi yang dibuat oleh perseroan sejalan dengan potensi konsumen calon pembeli alat berat. Sebagai contoh, pihaknya telah mendapatkan pesanan 27 unit dari salah satu kontraktor tambang batu bara terbesar di Indonesia.
Selain batu bara, dia menyebut memiliki prospek pesanan dari tambang nikel dan timah. Menurutnya, para calon konsumen tersebut bersedia menunggu pengiriman pesanan.
“Kami yakin target kami terutama dari sektor mining bisa tercapai,” jelasnya.
Sejalan dengan tren harga komoditas secara global, pihaknya menyebut kontribusi penjualan ke sektor pertambangan diproyeksikan akan melejit. Kontribusi 22% hingga Juli 2018 diprediksi naik menjadi di atas 50% untuk periode fiskal 2018.
Dengan demikian, HEXA menyatakan dampak penundaan sejumlah proyek infrastruktur oleh pemerintah berdampak minim terhadap penjualan. Pasalnya, perseroan memiliki sektor lainnya yang mampu menopang kinerja keuangan.
Di sisi lain, Djonggi mengklaim mampu merealisasikan 95% dari target penjualan semester I/2018. Adapun, jumlah yang dibidik pada periode tersebut separuh dari target 2.436 pada 2018 atau setara dengan 1.218.
“Masih on track, kemarin agak telat delivery waktu lebaran. Setelah lebaran, naik hampir 1,5 kali lipat atau sudah 200 lebih setiap bulan,” paparnya.
http://market.bisnis.com/read/20180919/192/839749/laba-bersih-hexindo-adiperkasa-hexa-diproyeksi-capai-us2687-juta
%20Logo.png)





.jpg)












