Rekomendasi Saham INDY, INDF, MARI, MEDC dan KIOS oleh BRI Danareksa Sekuritas | 18 November 2022
Teknofast Integrasi Indonesia Kurangi Kepemilikan Saham KIOS
Transaksi jual saham cukup signifikan terjadi di PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), tepatnya pada kepemilikan Teknofast Integrasi Indonesia, yang berkurang dari 8,05 persen menjadi 5,54 persen.
Cahaya Ultima Kurangi Kepemilikan Saham KIOS
PT Cahaya Ultima Angkasa Nusa sebagai Pemegang saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) telah melakukan penjualan sahamnya pada tanggal 26 September 2022.
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk Akan Lakukan Rights Issue 358,61 juta lembar saham
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) berencana menerbitkan saham maksimal 358,61 juta lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham melalui Rights Issue.
Dalam prospektus ringkas, disebutkan bahwa harga pelaksanaan di level Rp700 per lembarnya. Dengan demikian KIOS diperkirakan akan meraih dana segar sekitar Rp251,03 miliar dari hasil aksi korporasi tersebut.
Adapun rasion Rights Issue yakni 2:1, atau setiap pemegang 2 Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 9 November 2021 pukul 15.00 WIB mempunyai 1 HMETD dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp700 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.
Selain itu, Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 243.861.566 Waran Seri II yang diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD. Pada setiap 25 saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 17 Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.
Waran Seri II adalah efek yang memberikan kepada pemegangnya hak untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan Rp1.200 per saham yang dapat dilaksanakan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 10 Mei 2022 sampai dengan 10 November 2022 dimana setiap 1 Waran Seri II berhak membeli 1 saham baru Perseroan.
"Setiap Waran Seri II dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai Pemegang Saham termasuk hak atas dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Bila Waran Seri II tersebut tidak dilaksanakan menjadi saham sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Jangka waktu pelaksanaan Waran Seri II ini tidak akan diperpanjang. Saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD dan saham hasil pelaksanaan Waran Seri II adalah merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI),"tulis Manajemen KIOS. (end)
Sumber: IQPLUS
Analisa Saham INKP, KIOS dan MEDC | 10 September 2021
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)
INKP ditutup di atas MA10 di angka 7.720, maka masih ada peluang untuk bergerak ke utara menembus Neckline Cup & Handle di sekitar 8.175.
Di level ini bisa lakukan tambah beli, dengan target terdekat berada pada resistance previous High 8.775-9.200.
Destinasi selanjutnya adalah Target dari pola Cup & Handle di seputaran 10.200-10.275. Stoploss jika INKP melemah di bawah Low Price kemarin di 7.575.
Rekomendasi: Speculative Buy
Support: Rp 7.550 per saham
Resistance: Rp 10.200-10.275 per saham
Mayang Anggita, Henan Putihrai Sekuritas
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS)
KIOS secara teknikal membentuk pola pattern descending triangle. DItransaksikan dengan volume transaksi yang cukup ramai jika bandingkan dengan rata-rata volume transaksi perdagangan 5 hari.
Indikator stochastic juga tampak hampir memasuki areal oversold yang mengindikasikan adanya potensi teknikal rebound jangka pendek.
Rekomendasi: Speculative Buy
Support: Rp 1.025 per saham
Resistant: Rp 1.285 per saham
Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Stochastic deadcross di level 62 terlihat akan turun. MACD terlihat akan deadcross. Candle di garis tengah bolinger band.
Rekomendasi: Sell
Support: Rp 510 per saham
Resistance: Rp 450 per saham
Kiswoyo Adi Joe, Reswara Gian Investa
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) meraih laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,48 miliar hingga periode 30 Juni 2021 usai mencatat rugi Rp10,79 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan turun menjadi Rp175,43 miliar dari Rp847,79 miliar dan beban pokok Pendapatan turun menjadi Rp167,03 miliar dari Rp844,33 miliar.
Laba kotor diraih Rp8,40 miliar naik dari laba kotor Rp3,46 miliar tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp1,72 miliar dibandingkan rugi sebelum pajak Rp14,09 miliar.
Total aset perseroan mencapai Rp65,22 miliar hingga periode 30 Juni 2021 turun dari total aset Rp187,97 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)
Sumber: IQPLUS
Analisa Saham KIOS | 23 Agustus 2021
Analisa Saham KIOS
Saham KIOS pada tanggal 23 Agustus 2021 ditutup melemah pada harga 1045, turun -4,56 %. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 111% dari hari sebelumnya.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.
Status Saham Saat Ini:
Trendnya adalah sideway
Rekomendasi dari kami adalah beli jika di atas 1215 (perhatikan garis warna biru)
Jika naik di atas 1400 maka berpeluang ke 1855
Jika turun di bawah 1020 maka berpeluang ke 995
Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.
Disclaimer ON
Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :
Channel Telegram:
Youtube Channel :
https://www.youtube.com/c/sahamonlineid
Instagram :
@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )
Facebook Page :
@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )
Aplikasi Android :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini
Website :
KIOS | Kioson Targetkan Laba Naik 84,9 Persen
Doane Cahyadi, Chief Executive Officer KIOS optimistis dapat merealisasikan target sampai akhir tahun. KIOS, lanjutnya, menargetkan dapat mencatatkan penjualan sebesar Rp4,74 triliun pada 2019.
Doane mengatakan, bahwa faktor utama peningkatan pendapatan segmen usaha 2019 antara lain karena kenaikan penjualan produk digital pada 2018 yaitu sebesar Rp2,5 triliun yang naik sebesar Rp1,4 triliun dibandingkan dengan 2017 sebesar Rp1 triliun.
Menurutnya, target itu mungkin saja tercapai sebab perseroan juga menargetkan pertumbuhan jumlah mitra menjadi 70.000 outlet di seluruh Indonesia.
Sementara itu, selama tahun berjalan KIOS sudah merealisasikan 68.000 outlet. Jumlah itu naik 10.000 outlet dibandingkan Desember 2018 sebanyak 58.000 outlet.
“Nilai investasi per KIOS untuk menjalin kemitraan sekitar Rp500.000. Biaya itu termasuk biaya edukasi ke calon mitra dan biaya lain untuk pengadaan printer struk pembayaran,” katanya, Selasa (11/6/2019).
Dengan begitu, setidaknya perseroan menghabiskan Rp6 milliar untuk penambahan 12.000 mitra baru.
Selain menambah jumlah mitra terdapat empat strategi lain yang akan dilakukan perusahaan yaitu menambah jumlah produk dan layanan, inovasi layanan konsumen di kanal offline dan online, memperluas kerjasama pihak ketiga, serta improvisasi teknologi.
Daone membeberkan perseroan sedang berupaya memperluas kerja sama dengan pihak ketiga sekaligus menambah jumlah produk dan layanan. KIOS, lanjutnya, dalam waktu dekat akan mengumumkan kerja sama baru dengan dua perusahaan.
Adapun untuk pengembangan tekonologi berupa perangkat berat (hardware) tidak akan banyak dilakukan di tahun ini.
Menurut Doane, saat ini teknologi yang dipakai masih layak dan belum perlu ditambah atau diperbarui. Sementara perihal belanja modal 2019 pun Doane belum bisa mengungkapkan jumlahnya.
Prospek Saham E-Commerce | 19 Juli 2018
Bisnis e-commerce saat ini sudah semakin berkembang. Meski begitu, belum banyak perusahaan e-commerce yang memperdagangkan sahamnya di bursa.
Saat ini, di Bursa Efek Indonesia baru ada tiga perusahaan e-commerce yang sudah menggelar IPO. Dua di antaranya merupakan anak usaha PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), yaitu PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). Selain itu ada PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS).
Pergerakan saham perusahaan e-commerce ini juga cukup menarik. Sebagai gambaran, sejak tercatat pada November 2017, harga MCAS sudah melejit 104,33%. Saham NFCX yang baru listing pada 12 Juli 2018 juga sudah naik 60% hingga kemarin (18/7).
Analis Trimegah Sekuritas Rovandi mengatakan, secara teknikal, MCAS cukup menarik. Laba emiten ini diperkirakan naik tahun ini. Return on equity (RoE) sebesar 15%. Namun harganya sudah tinggi, setara price to earning ratio (PER) 43,7 kali.
MCAS sempat menorehkan harga tertinggi di Rp 3.525, tapi terkoreksi hingga saat ini di Rp 2.900, sehingga lebih menarik. "MCAS berpotensi kembali menyentuh level tertinggi dalam dua sampai tiga bulan mendatang," prediksi Rovandi, Rabu (18/7).
Rovandi juga menilai fundamental NFCX menarik, lantaran tren masyarakat mengarah ke digital. Bisnis NFCX, yang menggarap layanan TV streaming serta platform voucer digital, berpotensi berkembang.
Namun, Rovandi masih menyarankan wait and see dalam waktu dekat. Sebab, bisnis digital sulit ditebak.
Analis Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe mengatakan, saham e-commerce cenderung sulit dihitung dari sisi valuasi. Selain itu, risikonya cukup besar. "Mereka menawarkan big data. Tapi, big data sulit dilihat sisi keuntungannya," kata Kiswoyo. Dus, ia menyarankan investor wait and see.
Pengamat pasar modal Suria Darma memaparkan, secara valuasi, saham e-commerce belum terlalu besar dan pergerakannya sulit diprediksi. Namun, saham yang bergerak di bisnis ini punya keunggulan sisi brand equity.
Trimegah menargetkan harga NFCX jangka panjang di level Rp 3.100 per saham.
http://investasi.kontan.co.id/news/saham-e-commerce-menarik-meski-memiliki-risiko-tinggi
Berita Saham KIOS | 14 Februari 2018
Berita Saham KIOS
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) berencana menambah sekitar 20.000 mitra pengusaha mikro pemilik kios. Diharapkan, target tersebut dapat terwujud pada tahun ini.
Artinya jika itu terlaksana, maka agen perusahaan hingga akhir tahun ini akan bertambah menjadi 50.000 mitra. Dan pastinya, perusahaan akan menjangkau pelanggan lebih banyak lagi dari saat ini sudah sekitaru 4 juta pelanggan.
"Saat ini jumlah mitra Kioson itu sudah 30.000, dan akan kami tingkatkan menjadi 50.000. Untuk tahun ini, kami juga akan fokus penjualan produk baik payment, penjualan voucher, dan penjualan lain. Tentunya, adanya peningkatan jumlah mitra tersebut diharapkan dapat meningkatkan profit perusahaan nantinya,"kata Direktur Utama Kioson Komersial Jasin Halim.
Lebih lanjut Jasin membeberkan, bahwa tambahan 20.000 mitra kioson itu akan disebar diseluruh Indonesia. Kendati demikian, Pulau Jawa dan Sumatera masih menjadi prioritas perusahaan dalam menancapkan mitra mitranya disana.
"Paling banyak sih masih di Jawa dan Sumatera,"tegas Jasin. (end/as)
Berita Saham KIOS | 13 Februari 2018
Berita Saham KIOS
PT Kioson Komersial Indonesia (KIOS) hari ini resmi meluncurkan Kios-Pos. Kios-Pos merupakan program kemitraan hasil kolaborasi dengan PT Pos Indonesia.
Dengan begitu, mitra Kioson memungkinkan untuk menyediakan layanan Pos dengan pola Agenpos. "Selama ini, logistik menjadi problem beragam kota. Nah, melalui kerja bareng ini, masyarakat akan lebih mudah mengirim dan mengambil barang tanpa salah alamat,. tutur Direktur Utama Kioson, Jasin Halim, di Jakarta, Selasa.
Kios-Pos lanjut Jasin menyediakan layanan macam jasa kurir penjualan produk-produk Pos Indonesia seperti Layanan Jasa Kurir (pengiriman surat-paket), layanan jasa keuangan (Pospay), penjualan Pranko dan Materai.
"Ini akan memudahkan proses pengiriman. Bagi mitra kami ini adalah peluang bisnis tambahan bagi kios masing-masing,"imbuh Jasin.
Jasin melanjutkan kolaborasi itu sejalan komitmen perusahaan dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital. Dengan begitu, hasil kerja bareng itu bisa mendorong kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital.
"Kami mengemban misi menjadi tulang punggung utama bisnis e-commerce sesuai paket lebijakan pemerintah. Penting bagi kami, secara selektif memilih partner. Dan, Kioson merupakan partner strategis dengan dukungan 30 ribu mitra seluruh Indonesia,"tegas Direktur Informasi dan Teknologi merangkap Kepala Proyek Sales PT Pos Indonesia Charles Sitorus. (end/as)
IQPLUS
Berita Saham KIOS | 12 Februari 2018
Berita Saham KIOS
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk selalu terus berusaha untuk menjembatani Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk lebih maju. Hal itu sesuai dengan visi misi dari emiten e-commerce berkode saham KIOS tersebut.
Kali ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya mitra kios di kota lapis kedua Indonesia, Kioson kabarnya bakal menggandeng PT Pos Indonesia (Persero). Ini merupakan rangkaian kerja sama strategis yang bakal diwujudkan Kioson dalam waktu dekat.
Artinya, kerjasama ini nantinya menjadi salah satu bukti nyata atau komitmen Kioson dalam membantu menjembatani digital gap ke underserved market lewat program pemberdayaan usaha mitra serta edukasi publik lewat teknologi. Selain bagian dari edukasi, pasalnya kerja sama ini juga disusun untuk membangun rasa percaya dan menarik minat masyarakat lapis kedua terhadap layanan e-commerce.
Kabarnya, mereka berdua (Kioson dan POS) bakal meluncurkan produk baru. Produk ini sengaja dibuat untuk mendukung UMKM. Melalui sinergi ini diharapkan Kioson dapat memperluas akses layanan masyarakat kota lapis kedua ke layanan E-commerce.
Saat ini, Kioson menyediakan berbagai layanan yang bisa digunakan oleh para mitra untuk bertransaksi, mulai dari pulsa, paket data, PPOB, transfer uang, pinjaman, hingga tiket kereta api. Ke depannya, Kioson akan terus meningkatkan kualitas dari setiap layanan untuk Indonesia yang lebih baik. (end/as)
IQPLUS

.png)
.jpg)







