Tampilkan postingan dengan label Saham NFCX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham NFCX. Tampilkan semua postingan

M Cash Integrasi (MCAS) Tambah Kepemilikan Saham NFCX


PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) selaku Pemegang saham pengendali PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) kembali menambah kepemilikan sahamnya pada tanggal 14 hingga 21 Maret 2023.

Abraham Theofiles Direktur Utama NFCX dalam keterangan tertulisnya (23/3) menyampaikan bahwa MCAS telah membeli sebanyak 308.000 lembar saham NFCX di harga Rp5.399 per saham senilai Rp1,66 miliar.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham MCAS di NFCX bertambah 338.8 juta lembar saham setara dengan 50,82% dibandingkan sebelumnya sebanyak 338,49 juta lembar saham setara dengan 50,77%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham SMDR, SLIS, GOTO, NFCX dan ASSA oleh Jasa Utama Capital Sekuritas | 7 Maret 2023


Jasa Utama Capital Sekuritas 

7 Maret 2023
Cheril Tanuwijaya

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)

Rekomendasi buy mengamati harga Rp 420 - Rp 424. Volume naik, MACD golden cross.
Target harga: Rp 450
Stoploss: Rp 410.

PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS)

Rekomendasi buy on breakout mengamati harga Rp 188 - Rp 190. Volume naik, MACD menguat.
Target harga: Rp 206
Stoploss: Rp 175.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Rekomendasi sell on strength memperhatikan harga Rp 129 - Rp 130. 
Harga saham GOTO naik 3,23% ke level Rp 128 per lembar saham pada Senin (6/3).

PT NFC Indonesia Tbk (NFCX)

Rekomendas buy mengamati harga Rp 6.850 - Rp 6.900
Target harga: Rp 7.250
Stoploss: Rp 6.700.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Rekomendasi buy mencermati harga Rp 875 - Rp 880. Reversal candle piercing line, uptrend.
Target harga: Rp 940
Stoploss: Rp 860.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Volta (anak PT NFC Indonesia Tbk (IDX: NFCX))-ITDC Teken Perjanjian Kerja Sama Sediakan Layanan Sewa Motor Listrik Di Bali


Volta, anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (IDX: NFCX), member grup dari PT M Cash Integrasi Tbk (IDX: MCAS), menandatangani perjanjian kerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk menyediakan layanan sewa motor listrik di Kawasan The Nusa Dua Bali yang sekaligus merupakan kawasan diselenggarakannya KTT G20.

ITDC sebagai bagian dari BUMN yang berfokus dalam pengembangan dan pengelolaan kompleks pariwisata terintegrasi, berperan mendukung program pemerintah dalam rangka ketahanan energi sektor transportasi, dengan mengimplementasikan penggunaan kendaraan listrik yang dapat mendukung tercapainya energi bersih dan ramah lingkungan.

ITDC sebagai pengelola Kawasan The Nusa Dua menjalin kerja sama, sinergi dan kolaborasi bersama Volta untuk penggunaan dan pemanfaatan lahan yang terletak di Kawasan Pariwisata The Nusa Dua. Volta sebagai penyedia kendaraan listrik, akan menyediakan armada motor dengan teknologi IoT (Internet of Things) yang terintegrasi dengan aplikasi sehingga dapat memudahkan penyewaan dan memberikan rasa nyaman dan aman bagi setiap pengendara.

Melalui kerja sama ini, akses motor listrik Volta di area Nusa Dua pun akan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar karena Volta dan ITDC akan melakukan penyebaran titik penyewaan motor listrik di Bali.

Terjalinnya kerja sama ini sekaligus merupakan bentuk dukungan penuh Volta untuk mewujudkan target net zero emission yang digaungkan pemerintah, melalui transisi dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke penggunaan kendaraan listrik ramah lingkungan yang lebih bersih.

Bertempat di Kawasan ITDC Nusa Dua (8/11), penandatangan dilakukan oleh Chief Executive Officer Volta, Iwan Suryaputra dan Direktur Utama ITDC, Ari Respati, serta dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing pihak.

Iwan Suryaputra, Chief Executive Officer Volta, dalam siaran pers (8/11) menyampaikan "Kerja sama yang terjalin ini adalah langkah Volta untuk mendukung isu prioritas G20 yakni transisi energi berkelanjutan. Di mana kami meyakini bahwa transisi energi berkelanjutan ini harus terjangkau, dan bisa diakses oleh semua orang.

Maka dari itu, kami menyediakan layanan sewa motor listrik Volta agar seluruh masyarakat khususnya di kawasan Nusa Dua Bali ini bisa merasakan pengalaman berkendara yang lebih ramah lingkungan. Bukan hanya di momentum G20 saja, kami mengharapkan setelah G20 juga masyarakat tetap bisa mengakses penggunaan motor listrik dengan mudah".

Ari Respati, Direktur Utama ITDC, menambahkan .Net Zero Emission merupakan sebuah komitmen yang telah disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik untuk menciptakan kawasan pariwisata yang ramah lingkungan.

Untuk itu, ITDC juga berkomitmen untuk mewujudkan pengurangan emisi karbon di kawasan pariwisata yang dikelola sesuai dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Hal tersebut memang tidak mudah tetapi berkat kerjasama semua pihak dengan ITDC kami yakin hal ini dapat kami wujudkan.

Kedepannya, sebagai bagian dari program kerja ITDC yang memasuki usia ke-50 dan seterusnya, semoga kerjasama ini dapat berlanjut di kawasan lain yang dikembangkan oleh ITDC dimana saat ini ITDC tengah mengembangkan dan mengelola Kawasan Pariwisata The Mandalika dan Tana Mori. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung komitmen net zero emission ini."

Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah awal Volta untuk menyambut gelaran KTT G20. Tak berhenti di sini, ke depannya Volta akan berpartisipasi dalam berbagai rangkaian KTT G20, salah satunya adalah pameran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang akan diselenggarakan pada 11-16 November di Art Bali Collection. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Volta, Anak Usaha PT NFC Indonesia Tbk (IDX: NFCX), MCAS Kolaborasi Bersama PLN Dalam Pengembangan Ekosistem Motor Listrik


Volta, anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (IDX: NFCX) member grup PT M Cash Integrasi Tbk (IDX: MCAS), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Sofitel Nusa Dua Bali (1/11), bersama PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring) , entitas anak PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang merupakan perusahaan terkemuka di bidang konsultansi enjiniring ketenagalistrikan, dalam kerja sama perencanaan, studi dan pengembangan ekosistem motor listrik.

PLN Enjiniring telah memiliki pengalaman dan keahlian yang luas dari hulu ke hilir dalam bidang enjiniring ketenagalistrikan, sedangkan Volta berfokus untuk terus mengembangkan motor listrik dengan teknologi IoT (Internet of Things) yang terintegrasi aplikasi dengan fitur-fitur seperti informasi pengguna, status baterai, lokasi motor listrik dan stasiun ganti baterai (SGB), informasi pemeliharaan baterai, hingga riwayat perjalanan melalui yang mendukung kemudahan dan kenyamanan pengguna dalam berkendara.

Kerjasama ini tentunya akan memberikan dukungan bagi PLN Enjiniring yang sedang mengembangkan ekosistem EV, dan bagi Volta, ini akan mendorong optimalisasi efektivitas, efisiensi, produktivitas motor listrik Volta untuk semakin berkembang dengan dukungan teknologi terdepan.

Willty Awan, Direktur Volta, menyampaikan "Kami senang atas terjalinnya kerja sama antara Volta dan PLN Enjiniring. Kerja sama ini merupakan upaya kami dalam mengembangkan teknologi yang telah ada pada setiap unit kendaraan listrik Volta untuk menjadi semakin terdepan.

Hal ini tentunya dilandaskan pada komitmen kami untuk menciptakan rasa nyaman dan aman dalam berkendara dengan motor listrik Volta. Diawali dengan studi dan proses pengembangan yang komprehensif bersama PLN Enjiniring, kami yakin akan menghasilkan ekosistem motor listrik yang andal dan teruji, sehingga turut bisa mempercepat terlaksananya transisi energi bersih."

Chairani Rachmatullah, Direktur Utama PLN Enjiniring, mengatakan, "PLNE dan Volta akan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik roda dua yang terintegrasi bersama Volta, mulai dari Design dan Innovation, untuk EV nya termasuk juga untuk Battery, rencana tersebut jugaakan melibatkan Pusharlis dan Haleyora Power". (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Soteria Wicaksana Lepas 5 Juta Saham NFCX


PT Soteria Wicaksana Investama sebagai pemegang saham pengendali PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) telah melakukan penjualan sahamnya pada tanggal 9 September 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Abraham Theofilus Direktur Utama NFCX Senin (12/9) menyampaikan bahwa PT Soteria Wicaksana telah menjual sebanyak 5.049.000 lembar saham NFCX di harga Rp7.500 per lembar saham senilai Rp37,8 miliar.

"Tujuan transaksi adalah realisasi investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya

Pasca penjualan, maka kepemilikan PT. Soteria Wicaksana di NFCX berkurang menjadi 31,8 juta lembar saham atau setara dengan 4,78% dibandingkan sebelumnya sebanyak 36,9 juta lembar saham setara dengan 5,54%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) Targetkan Pendapatan Rp11 Triliun Pada Tahun 2022


PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) menargetkan kinerja tahun ini akan lebih baik lagi dibandingkan capaian tahun sebelummya. Hal itu disampaikan Head of Investor Relation NFC Indonesia Stanley Tjiandra, dalam Public Expose, Rabu (13/7/2022).

Stanley menuturkan, perseroan optimis pendapatan tahun ini akan mencapai Rp11 triliun, atau tumbuh sekitar 24% jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan pada tahun sebelumnya yang sekitar Rp8,9 triliun.

"Kami akan mempertahankan pertumbuhan kinerja, kami targetkan pendapatan bisa tumbuh sekitar 24% tahun ini, dan kami optimis akan tercapai,"tegas Stanley.

Untuk memuluskan pencapaian target tersebut, Perseroan telah menganggarkan belanja modal atau capital expensiture (capex) sebesar Rp200 miliar pada tahun ini. Adapun seluruh sumber dana capex tahun ini akan berasal dari kas internal perusahaan.

"Kami punya cash yang masih sangat baik, jadi sumber pendanaan akan berasal dari kas internal perseroan,"ucapnya.

Untuk tahun ini, Perseroan berharap portofolio produk NFCX seluruhnya akan kembali mengalami pertumbuhan mulai dari Digital Product Aggregator, Content & Entertainment, Digital Cloud Advertising, Trade Marketing, dan Supply Chain.(end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

NFCX DAN BUMILANGIT TANDATANGANI MOU DENGAN TELKOMSEL UNTUK KERJASAMA CO-BRANDING DAN DISTRIBUSI VOUCHER.



PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT Bumilangit Digital Mediatama (BLDX), anak usaha DMMX - MCAS Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (.IDX: TLKM.) terkait dengan kolaborasi co-branding, distribusi, dan pemasaran produk voucher fisik Telkomsel yang menggunakan desain dan karya seni karakter yang dikelola oleh BLDX.

Dalam kerja sama ini, BLDX yang merupakan perusahaan patungan DMMX dengan Bumilangit Entertainment, pemilik lebih dari 1200 hak cipta karakter digital akan menyediakan desain voucher fisik produk Telkomsel, sedangkan NFCX akan melakukan distribusi dan pemasaran di seluruh jaringannya. Beberapa karakter Bumilangit yang akan dimunculkan pada voucher fisik Telkomsel ini ditargetkan menjadi kartu yang dapat dikoleksi oleh pelanggan Telkomsel dan penggemar karakter Bumilangit. Karakter Bumilangit yang telah diangkat menjadi film adalah Gundala dan dalam waktu dekat yang akan diluncurkan adalah film Virgo and The Sparklings dan Sri Asih.

Budiasto Kusuma, Direktur Utama BLDX, mengungkapkan, "Kami bangga menjadi mitra Telkomsel dan NFCX untuk melakukan utilisasi karakter milik Bumilangit dalam bentuk voucher fisik. Sinergi ini menjadi momentum untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Kami optimistis ekonomi kreatif semakin bertumbuh seiring dengan berkembangnya minat masyarakat Indonesia terhadap karakter lokal."

Abraham Theofilus, Direktur Utama NFCX, berpendapat, "Kepercayaan dari Telkomsel untuk mendistribusikan voucher fisik Telkomsel di Indonesia merupakan suatu kebanggan bagi kami. Dengan melakukan distribusi dan pemasaran pada seluruh jaringan NFCX, diharapkan dapat memperkenalkan karya anak bangsa ke masyarakat yang lebih luas dan dapat terlibat dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia."

Heriawan, VP Partner Channel Management Telkomsel, menjelaskan, "Penggunaan karakter Bumilangit merupakan inisiatif baru yang memberikan keseruan tersendiri bagi pelanggan setia Telkomsel. Mereka dapat mengumpulkan beberapa voucher fisik dalam bentuk kartu untuk dapat melengkapi seri gambar dari Bumilangit.

Penggunaan karakter lokal juga merupakan upaya kami mengenalkan karakter-karakter asli Indonesia kepada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan upaya kami untuk menjaga identitas Telkomsel sebagai ikon nasional yang juga terwakilkan dalam logo baru kami yang terinspirasi dari pola batik yang merupakan bagian dari budaya Indonesia. Kami berharap kerja sama ini semakin mendekatkan produk Telkomsel dengan masyarakat secara personal, melalui karakter kegemarannya."(end)

sumber : IQPLUS


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

PT. NFC Indonesia Tbk Tingkatkan Modal Disetor pada PT. ESB


PT. NFC Indonesia Tbk. (NFCX) meningkatkan modal disetor pada PT. Energi Selalu Baru (ESB) pada tanggal 10 September 2021.

Menurut keterangan tertulis Abraham Theofilus Direktur Utama NFCX Senin menyampaikan bahwa NFCX meningkatkan modal pada (ESB) dengan total kepemilikan saham sebanyak 105.000 lembar saham senilai Rp10,5 miliar setara dengan 35% dan transaksi ini bukan merupakan transaksi material serta terafiliasi pada pengurus.

"Transaksi ini menunjang kegiatan usaha utama NFCX serta merupakan/akan menjadi kegiatan usaha yg dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan secara rutin, berulang dan/atau berkelanjutan,"pungkasnya. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

PT NFC INDONESIA MERAIH LABA NETO YANG DIATRIBUSIKAN KE ENTITAS INDUK Rp97,45 MILIAR HINGGA JUNI 2021


PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) meraih laba neto yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp97,45 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari laba neto Rp10,25 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan neto diraih Rp4,12 triliun turun dari pendapatan neto Rp4,24 triliun dan beban pokok Pendapatan turun jadi Rp4,07 triliun dari beban pokok pendapatan Rp4,19 triliun.

Laba bruto naik menjadi Rp52,31 miliar dari laba bruto Rp51,48 miliar dan beban usaha naik menjadi Rp26,87 miliar dari Rp20,51 miliar.

Laba usaha turun menjadi Rp25,43 miliar dari laba usaha Rp30,97 miliar tahun sebelumnya.

Total penghasilan lain-lain naik menjadi Rp162,05 miliar dari Rp6,33 miliar sedangkan laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp187,48 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp37,29 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp1,59 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik dari togap aaet Rp1,40 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

NFC Indonesia (NFCX) memasuki bisnis pendukung kendaraan listrik


PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), anak perusahaan PT M Cash Integrasi Tbk menggandeng PT SiCepat Ekspres Indonesia untuk memasuki bisnis pendukung kendaraan listrik dengan membentuk perusahaan patungan atau joint venture.

President Director NFCX Abraham Theofilus menjelaskan, perseroan akan menyediakan dan mengelola platform digital untuk registrasi dan manajemen kendaraan, pembayaran dan penghargaan logistik dan kemampuan jaringan SiCepat untuk merencanakan dan menyebarkan stasiun pertukaran baterai.

“Melalui platform digital kami yang memungkinkan pengguna untuk mengelola kendaraan listrik mereka dan penggunaan baterai terkait,” ujar dia dalam paparan Public Expose secara virtual, Senin (26/7).

Hal tersebut juga sejalan dengan rencana pemerintah yang menargetkan untuk memiliki 11,8 juta motor listrik dan 17.000 stasiun penukaran baterai di 2025.

Adapun berdasarkan catatan Kontan, di tahun ini NFCX masih akan melakukan ekspansi dengan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 40 miliar hingga Rp 100 miliar di 2021. Sumber pendanaannya masih berasal dari kas internal yang per 2020 tercatat memiliki net cash Rp 192 miliar.

Sementara dari sisi kerja sama lainnya, perseroan juga menggandeng kolaborasi dengan ritel yakni Alfamart. Dia bilang kerja sama itu akan menciptakan added value dengan menyediakan platform Whatsapp Business dan memperdalam portofolio produk, seperti top up game voucher, Pulsa, dan Voucher Belanja Alfamart.

“Kolaborasi dengan Alfamart tentu akan menambah banyak kesempatan baru apalagi ritel tersebut sudah memiliki lebih dari 15.000 toko,” sambungnya.

Selain itu pandemi Covid-19 juga membuat kolaborasi dengan perseroan semakin inovatif di antaranya yakni dengan meluncurkan layanan pembelian Pulsa dan Penjualan Voucher Belanja Alfamart melalui platform Whatsapp Business.

Sumber: KONTAN

NFC INDONESIA RAIH LABA Rp21,33 MILIAR HINGGA MARET 2021


PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) meraih laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp21,33 miliar hingga periode 31 Maret 2021 naik dari laba Rp5,08 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan neto Rp2,13 triliun naik dari pendapatan Rp2,05 triliun.

Sedangkan laba bruto Rp26,59 miliar naik dari laba bruto Rp25,81 miliar tahun sebelumnya.

Laba usaha tercatat sebesar Rp14,41 miliar turun dari laba usaha Rp15,03 miliar tahun sebelumnya.

Pendapatan lain-lain melonjak menjadi Rp20,83 miliar naik dari Rp3,78 miliar membuat laba sebelum pajak Rp35,24 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp18,81 miliar.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2022 mencapai Rp1,45 triliun naik dari total aset Rp1,40 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

[NFCX] LINE Indonesia dan PT NFC Indonesia Tbk Hadirkan Layanan TOP UP


LINE Indonesia kembali memberikan pembaruan di aplikasi pertukaran pesan LINE dengan menghadirkan fitur Top-up dan Tagihan bekerja sama dengan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Fitur ini memungkinkan pengguna membeli Pulsa, Paket Data, Token Listrik dan melakukan pembayaran tagihan Pascabayar, Telkom, Listrik, Air PDAM, BPJS, TV Kabel, serta Multifinance. Tersedia di aplikasi LINE untuk Android dan iOS, layanan Top-up dan Tagihan ini menyediakan tiga metode pembayaran, yakni melalui OVO, GoPay, dan ShopeePay.

NFCX, sebagai penyedia platform Transaksi Digital dan layanan solusi IT yang inovatif, memungkinkan pengguna LINE menggunakan layanan Top-up & Tagihan secara mudah.

Fanny Verona, Strategy & New Business Director LINE Indonesia, mengatakan, "Melihat kebutuhan pengguna kami yang semakin beragam, kami memberikan kemudahan dengan menghadirkan fitur Top-up dan Tagihan langsung di dalam aplikasi LINE. Terlebih di masa pandemi ini keperluan untuk melakukan banyak hal secara digital semakin tinggi, sehingga fitur Top-up dan Tagihan ini memungkinkan pengguna LINE untuk melakukan banyak aktivitas pembayaran di satu tempat secara online".

Abraham Theofilus, Presiden Direktur NFCX, mengatakan, "Kami senang dapat bekerja sama dengan LINE untuk mengintegrasikan produk dan layanan digital kami ke dalam platform komunikasi yang sangat populer. Dengan demikian, kami berusaha membantu LINE memperluas fungsinya sebagai aplikasi dan meningkatkan aksesibilitas platform NFCX ke pasar massal dalam prosesnya. Dengan koneksi tambahan ke LINE, platform NFCX juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Ke depannya, kami berharap dapat memperdalam kemitraan kami dengan LINE dan untuk menyelaraskan lebih banyak lagi penawaran teknologi kami dalam platform mereka".

Untuk menggunakan layanan Top-up dan Tagihan, pengguna tinggal pergi ke menu "More Tab" yang berupa ikon tiga titik (.) di kanan bawah di dalam aplikasi LINE, kemudian memilih menu .Top-up & Tagihan.. Selanjutnya, pengguna akan melihat tiga pilihan layanan yang terdiri atas Pulsa, Data, dan Tagihan & Lainnya.

Pengguna kemudian dapat memilih layanan yang diinginkan dan memasukkan nomor telepon mereka ke dalam kolom yang tersedia. Jika memilih Pulsa, pengguna dapat melihat opsi Pulsa yang mereka minati. Kemudian pengguna tinggal melakukan pembayaran yang saat ini tersedia melalui OVO, GoPay, dan ShopeePay.

Melalui misinya, CLOSING THE DISTANCE, LINE akan terus menghadirkan pembaruan terbaru berdasarkan kebutuhan pengguna dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai utama LINE yang bertujuan untuk menyediakan layanan komunikasi antar keluarga, teman, dan kerabat. Melalui layanan Top-up & Tagihan ini, LINE sekaligus akan menyediakan ragam layanan komunikasi yang mempermudah pengguna dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.(end)

Sumber: IQPLUS

[NFCX] PT NFC Indonesia Tbk. Beli Saham DMMX 4 Maret 2021


PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) sebagai pemegang saham pengendali PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) telah melakukan pembelian sahamnya pada tanggal 4 maret 2021.

Menurut keterangan tertulis Budiasto Kusuma Direktur DMMX menyampaikan bahwa NFC telah membeli saham DMMX sebanyak 2.500.000 lembar saham di harga kisaran Rp406-Rp412 per saham. Dengan pembelian tersebut NFC telah mengeluarkan dana sebesar Rp1,02 miliar.

"Tujuan pembelian saham tersebut adalah untuk investasi dengan kepemilikan langsung,"tuturnya.

Sebagai informasi NFC indonesia juga pernah membeli saham DMMX sebanyak 1.100.00 lembar saham di harga kisaran Rp446-Rp448 per saham pada tanggal 2 maret 2021.

Pasca pembelian, Maka kepemilikan saham NFC di DMMX bertambah sebanyak 2.119.186.600 lembar saham setara dengan 27,55% dibandingkan sebelumnya 2.116.686.600 atau setara dengan 27,52%. (end)

Sumber: IQPLUS

NFC INDONESIA PERPANJANG WAKTU BUYBACK SAHAM


PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) berulang kali melakukan perpanjangan waktu pembelian kembali (buyback) saham. Hal itu tertera dari keterbukaan infomasinya, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/9).

Pasalnya, emiten wahana perdagangan digital itu akan membeli sebanyak 133.333.500 lembar saham dengan batasan harga di level Rp2.750 per lembar saham mulai tanggal 19 September hingga 19 Desember 2020.

"Pembelian kembali dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Pembelian kembali atas saham Perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, dimana saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika Perseroan memerlukan penambahan modal," kata Direktur Utama NFC Indonesia, Abraham Theofilus, dalam keteranganya tersebut.

Sebagai catatan saja, NFCX sebelumnya juga mengumumkan hal serupa pada tanggal 18 Juni 2020. Pada saat itu, perseroan berencana membeli sebanyak 133.333.500 lembar saham dengan batasan harga di level Rp2.750 per lembar saham mulai tanggal 19 Juni hingga 19 September 2020.

Bahkan, pada tanggal 18 Maret 2020, perseroan juga menyebutkan rencana membeli sebanyak-banyaknya 133.333.500 lembar saham dengan batasan harga di level Rp2.750 per lembar saham mulai periode tanggal 20 Maret hingga 20 Juni 2020. (end/as)

Sumber: IQPLUS

SAHAM NFCX | LABA NFC INDONESIA TURUN JADI Rp5,08 MILIAR HINGGA MARET 2020



IQPlus, (23/06) - PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) alami penurunan laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp5,08 miliar hingga periode 31 Maret 2020 dibandingkan laba neto Rp13,69 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan neto naik menjadi Rp2,05 triliun dari Rp844,74 miliar namun beban pokok pendapatan naik lebih tinggi menjadi Rp2,03 triliun dari Rp817,31 miliar.

Laba bruto turun menjadi Rp25,89 miliar dibandingkan laba bruto Rp27,43 miliar dan beban usaha naik menjadi Rp10,86 miliar dari Rp9,16 miliar dan laba usaha turun menjadi Rp15,03 miliar dari laba usaha Rp18,28 miliar tahun sebelumnya.

Meski penghasilan lain-lain neto naik menjadi Rp3,78 miliar dari Rp2,42 miliar namun laba sebelum pajak penghasilan tetap turun menjadi Rp18,81 miliar dibandingkan laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya Rp20,69 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp1,43 triliun hingga periode 31 Maret 2020 naik dari total aset Rp1,34 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (end)

Bandarmologi Saham | BMRI, NFCX, BRPT, BTPS, SSIA


Thursday (06/02/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) 

IDX Composite 5,944 - 6,055
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: SELL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

BMRI 7,575 - 7,800
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NFCX 2,910 - 3,040
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BRPT 1,250 - 1,325
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BTPS 4,690 - 4,920
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


SSIA 670 - 705
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Bandarmologi Saham BTPS, INCO, ITIC, NFCX, LAND


Tuesday (04/02/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) 

IDX Composite 5,846 - 5,937
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): OVERSOLD
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: OVERSOLD
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

BTPS 4,240 - 5,025
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


INCO 3,120 - 3,350
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ITIC 2,090 - 2,500
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NFCX 2,880 - 2,950
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


LAND 915 - 1,050
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Bandarmologi Saham BRPT, ACES, TOWR, KOTA, NFCX | 3 Februari 2020


Monday (03/02/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) 

IDX Composite 5,846 - 5,957

SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): OVERSOLD
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: OVERSOLD
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:


BRPT 1,230 - 1,360

TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ACES 1,545 - 1,825

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TOWR 830 - 860

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


KOTA 760 - 780

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NFCX 2,880 - 3,000

TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | DIVA, NFCX, PSAB, SQMI


Daily Technical 31 Januari 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 31 Januari 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -55,44 poin (-0.90%) menuju level 6.057,59 pada perdagangan hari Kamis 30 Januari 2020 kemarin. Rebound gagal lagi dan kini IHSG menuju konfirmasi pola triple top pada support 6.020.
Secara teknikal sudah terkonfirmasi strong downtrend, dengan volume perdagangan yang tipis karena efek pemblokiran akun di beberapa sekuritas yang sedang diperiksa terkait kasus Jiwasraya dan Asabri.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak menurun dalam range 6.020 s/d 6.100.

DIVA
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 2460, mengawali penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 2460 s/d 2500, TP 2700, stop loss <2400 .="" p="">Support: 2400.
Resistance: 2570.

NFCX
Testing Support: Menguji support trend line pada 2730, jika mampu bertahan maka penguatan berlanjut kembali.
Rekomendasi: Buy 2750 s/d 2810, TP 3000 s/d 3300, stop loss <2730 .="" p="">Support: 2730.
Resistance: 3000.

PSAB
Testing Resistance: Menguji resistance pada 262, jika mampu breakout akan menjadi sinyal penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy on breakout 262, TP 274 s/d 280, stop loss <250 .="" p="">Support: 250.
Resistance: 262.

SQMI
Pattern Confirmation: Melanjutkan uptrend dengan pola higher low.
Rekomendasi: Buy and hold >250, TP 300 s/d 312.
Support: 250.
Resistance: 300.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Bandarmologi Saham PZZA, ISAT, SRTG, NFCX dan DMAS


Friday (01/11/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,183 - 6,276
SUMMARY: BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: NUTRAL
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   


STOCKS PICK:

PZZA 1,100 - 1,230
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION   

ISAT 3,190 - 3,330
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SRTG 3,590 - 3,950
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NFCX 3,430 - 3,500
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION 


DMAS 300 - 306
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION   

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id