PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dengan bangga mengumumkan peluncuran TREBEL AI. Inovasi revolusioner bertenaga AI ini telah mengubah cara para penggemar musik menemukan lagu, membuat playlist, dan menjelajahi informasi menarik lainnya terkait dengan seniman dan musik mereka.
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Luncurkan Trebel AI Dengan Fitur Revolusioner
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dengan bangga mengumumkan peluncuran TREBEL AI. Inovasi revolusioner bertenaga AI ini telah mengubah cara para penggemar musik menemukan lagu, membuat playlist, dan menjelajahi informasi menarik lainnya terkait dengan seniman dan musik mereka.
Rencana Rights Issue PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Telah Dinyatakan Efektif Oleh OJK
Setelah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu .HMETD. pada November 2022, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dengan bangga mengumumkan bahwa per hari ini, pernyataan pendaftaran untuk penambahan modal melalui HMETD Perseroan telah resmi dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rekomendasi Saham SILO, AMRT, MSIN, KLBF dan SMDR oleh Jasa Utama Capital | 18 Agustus 2022
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
Rekomendasi Saham AGRO, MEDC, BRPT, MSIN dan TOWR oleh Jasa Utama Capital Sekuritas | 28 Juli 2022
Jasa Utama Capital Sekuritas Daily
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
PT Medco Energi International Tbk (MEDC)
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
Gelar RUPS, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Ubah Susunan Kepengurusan
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST) dan (RUPSLB) pada tanggal 19 Juli 2022.
Rekomendasi Saham TMAS, MSIN dan BTPS oleh MIRAE ASSET | 12 Januari 2022
MIRAE ASSET SEKURITAS12 JANUARI 2022
IHSG Daily, 6.647,97 (-0,64%), konsolidasi, rentang perdagangan 6.645–6.700. Koreksi indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized sementara akan tertahan. Pada periode mingguan indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih cenderung bergerak turun sementara. Support harian di 6.645 dan resistensi harian di 6.700. Cut loss level di 6.578.
TMAS Daily, Rp1.255 (+3,71%), trading buy, rentang perdagangan Rp1.215–1.320. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih bergerak naik. Support harian di Rp1.215 dan resistensi harian di Rp1.320. Cut loss level di Rp1.070.
MSIN Daily, Rp1.960 (+3,43%), trading buy, rentang perdagangan Rp1.890–2.070. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih terlihat. Support harian di Rp1.890 dan resistensi harian di Rp2.070. Cut loss level di Rp1.850.
BTPS Daily, Rp3.380 (-3,70%), buy on weakness, rentang perdagangan Rp3.350–3.460. Indikator MFI-optimized dan RSI-optimized sudah berada di area oversold dengan kecenderungan menguat. Perkiraan support harian di Rp3.350 dan resistensi harian terdekat di Rp3.460. Cut loss level di Rp3.300.
Disclaimer
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham ESSA, MSIN dan BEBS oleh MIRAE ASSET | 11 Januari 2022
MIRAE ASSET SEKURITAS11 JANUARI 2022
IHSG Daily, 6,691.12 (-0.15%), consolidation. Trading range 6,687 – 6,731. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik dan kenaikan indikator RSI optimized sementara relatif tertahan Pada periode weekly indikator MFI optimized relatif flat dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 6,687 dan daily resistance di 6,731. Cut loss level di 6,600.
ESSA Daily,494 (+0.82%) trading buy, trading range 492 – 520. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 492 dan daily resistance di 520. Cut loss level di 470.
MSIN Daily, 1,895 (-5.25%),buy on weakness, trading range 1,885 – 2,070. Koreksi indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai terbatas. Daily support di 1,885 dan daily resistance di 2,070. Cut loss level di 1,800.
BEBS Daily, 4,840 (+1.04%),buy on weakness, trading range 4,670 – 5,110. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Perkiraan daily support di 4,670 dan daily resistance terdekat di 5,110. Cut loss level di 4,520.
Disclaimer
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Analisa Saham MSIN | 1 November 2021
Analisa Saham MSIN
Saham MSIN pada tanggal 29 Oktober 2021 ditutup stabil pada harga 500. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 152% dari hari sebelumnya.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.
Status Saham Saat Ini:
Trendnya adalah Sideway
Rekomendasi dari kami adalah Beli jika breakout di atas 520
Jika naik di atas 555 maka berpeluang ke 600
Jika turun di bawah 494 maka berpeluang ke 476
Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.
Disclaimer ON
Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :
Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID
Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid
Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/
Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/
Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini
Website : http://www.sahamonline.id/
Analisa Saham MSIN | 6 Oktober 2021
Analisa Saham MSIN
Saham MSIN pada tanggal 5 Oktober 2021 ditutup melemah pada harga 510, turun -0,97%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 98% dari hari sebelumnya.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bearish.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.
Status Saham Saat Ini:
Trendnya adalah sideway
Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 525
Jika naik di atas 550 maka berpeluang ke 600
Jika turun di bawah 500 maka berpeluang ke 488
Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.
Disclaimer ON
Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :
Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID
Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid
Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/
Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/
Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini
Website : http://www.sahamonline.id/
Rekomendasi Saham MSIN, ERAA dan SCMA oleh Mirae Asset Sekuritas | 26 Agustus 2021
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Agustus 26, 2021
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,113.24(+0.39%), test resistance at 6,145. Trading range 6,075 – 6,145. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik pada pergerakan daily. Sementara itu pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized juga mulai bergerak naik. Daily support di 6,075 dan daily resistance di 6,145. Cut loss level di 5,960.
MSIN Daily, 540 (+5.88%), sell on strength, trading range 525 – 595. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized naik terbatas. Daily support di 525 dan daily resistance di 595. Cut loss level di 490.
ERAA Daily,580 (-1.69%), buy on weakness, trading range 570 – 595. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak turun. Daily support di 570 dan daily resistance di 595. Cut loss level di 545.
SCMA Daily,1,950(+2.63%), sell on strength, trading range 1,890 – 2,010. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 1,890 dan daily resistance terdekat di 2,010. Cut loss level di 1,870.
PRODUKSI MSIN "AMANAH WALI 5" CETAK REKOR AUDIENCE SHARE 40 PERSEN
PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui unit bisnisnya MNC Pictures yang merupakan rumah produksi terbesar di Indonesia kembali menorehkan rekor baru melalui serial drama "Amanah Wali 5" yang menembus pangsa pemirsa (audience share) 40%. Capaian itu berhasil mengawal ketat serial drama fenomenal karya MSIN pula, yaitu "Ikatan Cinta".
"Congrats: audience share "Amanah Wali 5" tembus 40%, menyusul "Ikatan Cinta"," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Senin, (9/8/2021).
Pada Sabtu, 7/8/2021, "Amanah Wali 5" yang tayang di RCTI stasiun televisi milik PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) itu berhasil menembus 40% pangsa pemirsa.
Di hari yang sama, prestasi luar biasa dicetak oleh serial drama produksi MSIN yang tayang di RCTI, yaitu "Ikatan Cinta" dan menguasai prime time dengan mencatatkan audience share 48,9% serta rating 13,6.
Seriring dengan digitalisasi MNCN, kedua serial drama yang paling digemari publik tersebut disaksikan secara streaming pula melalui superapps milik MNCN, yaitu RCTI+ dan website www.rctiplus.com.
Seperti diketahui, MSIN terus mendominasi segmen konten kreatif dalam industri media di Tanah Air melalui upaya berkelanjutannya dalam memproduksi serial drama berkualitas dengan pangsa pasar produksi lebih dari 40%, program reality dengan pangsa pasar produksi 45%, dan program Infotainment dengan pangsa pasar produksi 34%.
Serial Drama "Ikatan Cinta" dengan kinerja terbaik Perseroan tetap mencapai rating dan audience share yang tinggi sejak tayang perdana pada Oktober 2020.
Serial drama ini terus bertahan di posisi nomor satu selama lebih dari 9 bulan dalam 10 program teratas (all program type).
Program drama MSIN lainnya, seperti Amanah Wali 4, Amanah Wali 5, Preman Pensiun 5, dan Putri Untuk Pangeran juga tampil luar biasa dengan secara konsisten menduduki puncak program drama terbaik.
Pada 28 Juli 2021, MSIN menyelenggarakan RUPST dan RUPST telah menerima Laporan Tahunan Perseroan dan menyetujui Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Dividen tunai akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan, dimana masing-masing akan menerima secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya, yaitu setiap 1 saham berhak menerima dividen tunai sebesar Rp2 per saham, berdasarkan jumlah saham pada tanggal cum dividen.
Pada Q1-2021, MSIN membukukan pendapatan sebesar Rp486,1 miliar, naik dibandingkan Q1-2020 sebesar Rp485,2 miliar. Perlu diketahui, di tengah pandemi COVID-19, MSIN berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif dibandingkan periode sebelum pandemi pada Q1-2020.
EBITDA untuk Q1-2021 mencapai Rp113,4 miliar mewakili marjin EBITDA 23,3%, yang setara dengan pertumbuhan 11% YoY dibandingkan dengan Rp102,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih meningkat signifikan sebesar 28% YoY menjadi Rp76 miliar pada Q1-2021 dari Rp59,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba bersih pada Q1-2021 juga meningkat menjadi 15,6% dari 12,3% pada Q1-2020.(end)
Sumber: IQPLUS
Iklan Sepi, Berikut Ulasan Saham Sektor Media
Emiten Grup Media saat ini sedang berusaha survive di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang hampir setahun menjangkiti hingga seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Berbagai cara agar perusahaan-perusahaan media tersebut bisa selamat di masa pandemi ini, dengan salah satunya mengenjot iklan agar kinerja bisnisnya tidak terlalu berdampak.
Sejalan dengan cara perusahaan media tersebut, menurut riset dari Panin Sekuritas, emiten sektor barang konsumsi (consumer goods) masih mencatatkan porsi belanja iklan terhadap pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata historis.
Sebagai informasi, porsi belanja iklan terhadap pendapatan dari emiten consumer goods secara rata-rata 5 tahun terakhir, berada di level 6,1%, sedangkan untuk tahun 2019 sendiri, rata-rata porsi belanja iklan terhadap pendapatan sepanjang tahun tersebut berada di kisaran 6,8%.
"Memasuki tahun 2020, porsi belanja iklan terhadap total pendapatan relatif masih meningkat dimana di 3Q20 berada di level 7,7%. Hal ini menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten di sektor media, seiring dengan kontribusi belanja iklan dari FMCG yang masih cukup tinggi (sekitar 60%-70%) terhadap total pendapatan iklan emiten media" tulis riset Panin Sekuritas, yang dipublikasikan awal pekan ini.
Walaupun begitu, porsi pendapatan perusahaan media dari iklan rata-rata berkurang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sebelumnya, Perusahaan media milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) sepanjang tahun ini hingga akhir September 2020 lalu mencatatkan penurunan laba bersih 17,50%.
Hal ini karena koreksi pendapatan dari iklan yang menjadi mayoritas penyumbang pendapatan perusahaan. Di pos iklan non digital turun menjadi Rp 4,84 triliun dari Rp 5,53 triliun.
Iklan digital naik tipis menjadi Rp 675,94 miliar dari Rp 502,99 miliar. Namun tak bisa mengkompensasi penurunan iklan non digital tersebut.
Dari pos konten juga turun kontribusinya menjadi Rp 1,09 triliun dari periode sembilan bulan pertama tahun lalu yang senilai Rp 1,29 triliun.
Dari kasus turunnya porsi iklan di MNC tersebut yang membuat pendapatan perusahaan turun karena kemungkinan faktor dari acara televisi yang disiarkan secara langsung dengan melibatkan banyak penonton juga dikurangi pada masa pandemi, apalagi larangan bagi stasiun televisi untuk mengundang penonton secara langsung juga membuat perusahaan media sangat terpukul, sehingga jika tidak ada penonton yang dihadirkan, maka iklan menjadi 'seret'.
Hal lainnya yang membuat pendapatan dari iklan semakin turun adalah karena porsi belanja iklan dari emiten sektor lainnya, terutama di sektor ritel juga turun, karena rata-rata di emiten sektor tersebut sedang melakukan efisiensi, di mana belanja iklan yang memang tidak terlalu penting dikurangi supaya beban iklan yang dibayar oleh emiten ritel kepada emiten media bisa diminimalisir.
Hal itu karena sektor ritel adalah sektor yang paling terdampak dari pandemi, sehingga harus melakukan berbagai cara agar emiten di sektor tersebut bisa survive.
Walaupun saat ini belanja iklan di global masih tumbuh lebih lambat dari tahun lalu, tetapi kedepan, belanja iklan di Indonesia sendiri diprediksi akan semakin meningkat.
"Meskipun tren secara global menunjukkan pertumbuhan belanja iklan digital yang melemah, kami memperkirakan di Indonesia tren akan sedikit berbeda seiring dengan penetrasi dari smartphone dan juga internet yang masih lebih rendah dibanding negara-negara lain. Dengan aktivitas masyarakat yang masih cenderung terbatas, dan adaptasi masyarakat untuk mengkonsumsi hiburan, bekerja, dan juga belajar secara online, kami memperkirakan pertumbuhan belanja iklan digital masih akan cukup tinggi seiring dengan adanya perpindahan alokasi belanja iklan dari media lain ke iklan digital", terang penjelasan dari riset Panin Sekuritas.
Kinerja Keuangan Grup Media (Emtek, MNC, dan Tempo Media)
Grup Emtek
1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
Dalam laporan keuangan EMTK pada kuartal III tahun 2020, perseroan berhasil mencetak laba bersih pada kuartal III-2020 dari sebelumnya mencatatkan rugi bersih pada periode yang sama tahun 2019.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal III-2020 sebesar Rp 476,58 miliar.
Sementar itu, pendapatan bersih perseroan juga naik menjadi Rp 8,52 triliun di kuartal ketiga tahun ini.
Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 2,81 triliun, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 2,69 triliun.
Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 11,3 triliun.
Adapun total aset perseroan per 30 September 2020 turun menjadi Rp 17,64 triliun dari periode akhir tahun lalu sebesar Rp 17,54 triliun.
2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Dalam laporan keuangan SCMA pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 913,61 miliar atau turun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp 1,1 triliun.
Sementar itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 3,58 triliun di kuartal ketiga tahun ini.
Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 1,04 triliun, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 988,97 miliar.
Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 5,57 triliun.
Adapun total aset perseroan per 30 September 2020 naik menjadi Rp 6,89 triliun dari periode akhir tahun lalu sebesar Rp 6,72 triliun.
Grup MNC
1. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)
Dalam laporan keuangan BMTR pada kuartal II tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 551,66 miliar atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 597,35 miliar.
Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 5,86 triliun di kuartal kedua tahun ini.
Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 5,74 triliun, turun dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 6,44 triliun.
Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 19,31 triliun.
Adapun total aset perseroan per 30 Juni 2020 naik menjadi Rp 30,9 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 30,15 triliun.
2. PT Media Nusantara Citra (MNC) Tbk (MNCN)
Dalam laporan keuangan MNCN pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,37 triliun atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 1,67 triliun.
Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 5,96 triliun di kuartal ketiga tahun ini.
Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 1,76 triliun, turun dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 2,14 triliun.
Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 13,97 triliun.
Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 18,44 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 17,84 triliun.
3. PT MNC Studios International Tbk (MSIN)
Dalam laporan keuangan MSIN pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 124,31 miliar atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 178,53 miliar.
Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 1,04 triliun di kuartal ketiga tahun ini.
Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 510,87 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 463,94 miliar.
Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 1,51 triliun.
Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 2,33 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 2,1 triliun.
Non Grup Emtek dan MNC
1. PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI)
Dalam laporan keuangan DIGI pada kuartal III tahun 2020, saat ini perseroan masih mencatatkan rugi bersihnya, dari sebelumnya pada kuartal III-2019 sebesar Rp 3,85 miliar, namun pada kuartal III -2020 naik menjadi Rp 9,24 miliar.
Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 22,79 miliar di kuartal ketiga tahun ini.
Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 6,6 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 1,67 miliar.
Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 28,7 miliar.
Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 47,8 miliar dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 41,6 miliar.
2. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)
Dalam laporan keuangan TMPO pada kuartal II tahun 2020, saat ini perseroan masih mencatatkan rugi bersihnya, dari sebelumnya pada kuartal II-2019 sebesar Rp 4,97 miliar, namun pada kuartal II -2020 naik menjadi Rp 22,52 miliar.
Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 89,84 miliar di kuartal kedua tahun ini.
Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 89,87 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 82,47 miliar.
Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 237,26 miliar.
Adapun total aset perseroan per 30 Juni 2020 turun menjadi Rp 395,15 miliar dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 413,57 miliar.
Kinerja saham yang masih tergolong baik adalah MNCN, karena jika dilihat dari rasio PBV-nya, posisi MNCN berada dibawah kinerja sub-sektornya yakni media, walaupun jika dilihat dari rasio PER-nya, MNCN masih tergolong sedikit mahal, karena berada diatas PER sub-sektornya.
Namun, secara rata-rata, emiten media belum dapat dibilang berkinerja baik, karena hampir ketujuh saham tersebut nilai rasio PER-nya berada diatas PER sub-sektornya.
Hanya dua saham yang PER-nya berada di bawah PER sub-sektornya. Walaupun dibawah, tetapi nilai PER-nya berada di zona negatif.
Di saat pandemi virus Corona (Covid-19), rata-rata kinerja ketujuh emiten media tersebut memang terdampak.
Seperti di emiten yang sektor usahanya bergerak di siaran televisi (SCMA, MNCN, dan MSIN), kinerja keuangan maupun saham berdampak dari adanya pandemi.
Sebelum pandemi terjadi, acara televisi dapat mengundang berbagai penonton, baik secara langsung (live) maupun melalui proses tapping, namun disaat pandemi, kebijakan acara televisi tanpa penonton memukul keberlangsungan perusahaan. Selain itu, acara televisi yang bertajuk 'jalan-jalan' juga dikurangi karena efek pandemi.
Sumber: CNBC
Saham MSIN Rebound dari Koreksi Wajarnya, Bagaimana Selanjutnya?
Analisis Saham MSIN
Informasi Terbaru Perusahaan
Analisa Teknikal
Rekomendasi
IPO PT. MNC Studio Tbk (MSIN) | 8 Juni 2018
Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team
IPO PT. MNC Studio Tbk (MSIN)
Pada hari ini 8 Juni 2018 PT MNC Studio Tbk (MSIN) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT CIMB Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan MNC Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1,56 milliar lembar saham baru atau sekitar 29,98% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 500 per saham.
Pada IPO ini MSIN dapat mengantongi dana sebesar Rp 780 milliar.
Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham ini :
- pengembangan bisnis channel.
- pelunasan atas MTN Syariah Ijarah I MNC Pictures Tahun 2018.
- pengembangan Movie Land di kawasan Lido.
.png)
.png)


.png)






