Tampilkan postingan dengan label Saham MSIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham MSIN. Tampilkan semua postingan

PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Luncurkan Trebel AI Dengan Fitur Revolusioner


PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
dengan bangga mengumumkan peluncuran TREBEL AI. Inovasi revolusioner bertenaga AI ini telah mengubah cara para penggemar musik menemukan lagu, membuat playlist, dan menjelajahi informasi menarik lainnya terkait dengan seniman dan musik mereka.

Sebagai wujud komitmen Perseroan untuk menawarkan solusi hiburan yang lengkap, pada tahun 2022 lalu, MSIN telah melakukan investasi strategis pada TREBEL Music. Melalui aksi ini, Perseroan telah mengintegrasikan aplikasi ini ke dalam superapp AVOD terbesar di Indonesia, RCTI+, dengan menjadi salah satu dari lima kategori konten utamanya. Melalui TREBEL, pengguna RCTI+ dapat mengunduh dan mendengarkan musik secara offline.

Kini, setelah TREBEL hadir dengan teknologi baru berbasis artificial intelligence (AI), pengguna dapat memanfaatkan sistem interaktif TREBEL AI bertenaga GPT, yang memungkinkan mereka membuat permintaan untuk jenis musik yang ingin mereka dengarkan.

Melalui sistem canggih ini, pendengar dapat memperoleh daftar playlist yang disesuaikan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cepat, tidak seperti mekanisme machine learning konvensional yang hanya memeriksa riwayat lagu pengguna.

Teknologi ini memungkinkan untuk secara efektif menanggapi permintaan langsung pendengar, memberi mereka saran yang disesuaikan dengan cermat yang lebih unggul daripada yang ditawarkan oleh platform musik lain, apabila tersedia. Dengan demikian, memberikan informasi khusus kepada pengiklan tentang preferensi konsumen berdasarkan kueri pengguna, memungkinkan penempatan iklan yang sangat disesuaikan dan efektif.

Penambahan teknologi AI yang fantastis ini akan diluncurkan pada Mei 2023 melalui program pencarian bakat MNC Media yang paling populer, Indonesian Idol, yang ditargetkan menjangkau penggemar musik yang massif di Indonesia. Selain itu, TREBEL Music juga akan menyertakan fitur gamifikasi bernama Songtastic.

Fitur ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pengalaman pengguna, menciptakan lebih banyak engagement dalam aplikasi, dan menghasilkan aliran pendapatan tambahan dari iklan dalam game dan transaksi mikro seperti pembelian barang virtual atau akses ke konten tambahan.

Dengan TREBEL, aplikasi musik dengan misi #MusikAntiRibet untuk semua pecinta musik di

Indonesia akan lebih mudah mengakses musik. Saat ini, konsumen dapat membangun sebuah

playlist secara otomatis dari TREBEL AI dengan mengirim pesan sesuai dengan suasana hati mereka.

TREBEL, yang ditawarkan gratis dengan skips tanpa batas dan tanpa perlu koneksi internet, telah menduduki peringkat teratas di Google PlayStore Indonesia.

Valencia Tanoesoedibjo, Direktur MSIN menuturkan "Kami sangat senang dengan inovasi terbaru ini, yang menandai kemajuan yang signifikan dalam cara pecinta musik menjelajahi dan menemukan musik di seluruh dunia. Tujuan kami adalah untuk terus mengembangkan TREBEL dan menjadikan RCTI+ sebagai aplikasi superapp media & hiburan yang komprehensif, dan investasi strategis kami di TREBEL adalah merupakan langkah yang tepat. Kami sangat senang dengan kolaborasi ini dan menantikan lebih banyak inovasi kreatif yang dapat kami ciptakan bersama untuk seluruh pengguna kami". (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rencana Rights Issue PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Telah Dinyatakan Efektif Oleh OJK


Setelah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu .HMETD. pada November 2022, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dengan bangga mengumumkan bahwa per hari ini, pernyataan pendaftaran untuk penambahan modal melalui HMETD Perseroan telah resmi dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perseroan akan menerbitkan 1.144.440.000 saham baru, dimana setiap pemegang 10 saham yang namanya tercatat sebagai pemegang saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Februari 2023 berhak mendapatkan 1 (satu) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Dana yang dihasilkan akan digunakan untuk Pelunasan terhadap sebagian atau seluruh pembayaran atas surat sanggup kepada Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) & MNC Vision Networks Tbk (IPTV), untuk proses akuisisi RCTI+, 7 portal umum dan berita, dan Vision+ dengan total nilai Rp3,38 triliun dan Ekspansi bisnis keberlanjutan Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada potensi aliansi dan/atau kerja sama dengan pihak ketiga, demi meningkatkan cakupan operasional Perseroan diluar Indonesia.

"Kami sangat senang dengan kabar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil dari HMETD ini sebagian akan digunakan untuk pembayaran surat sanggup yang di keluarkan oleh MNCN dan IPTV untuk transaksi konsilidasi aset digital milik MNC Media ke dalam MSIN, yang kami yakin dapat meningkatan performa Perseroan dalam jangka waktu panjang.

Selain itu, kami juga akan menggunakan dana tersebut untuk ekspansi bisnis melalui kemungkinan untuk kemitraan dengan pemain global yang kami optimis dapat menambahkan nilai dan keuntungan untuk Perseroan," Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham SILO, AMRT, MSIN, KLBF dan SMDR oleh Jasa Utama Capital | 18 Agustus 2022


Jasa Utama Capital Sekuritas Daily Technical

18 Agustus 2022
Cheryl Tanuwijaya

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) 

Rekomendasi buy mencermati harga Rp 1.045-Rp 1.055.
Target harga: Rp 1.130
Stop loss: Rp 1.030

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 

Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 1.920-Rp 1.930
Target harga: Rp 2.030
Stop loss: Rp 1.880

PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) 

Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 5.000-Rp 5.025
Target harga: Rp 5.300
Stop loss: Rp 4.825

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 

Rekomendasi buy mencermati harga Rp 1.620-Rp 1.630
Target harga: Rp 1.715
Stop loss: Rp 1.595

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)

Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 2.550-Rp 2.570
Target harga: Rp 2.760
Stop loss: Rp 2.530.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham AGRO, MEDC, BRPT, MSIN dan TOWR oleh Jasa Utama Capital Sekuritas | 28 Juli 2022


Jasa Utama Capital Sekuritas Daily

28 Juli 2022
Cheryl Tanuwijaya

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)

Rekomendasi buy mencermati harga di Rp 800 - Rp 810. Breakout resistance, volume naik. Target harga ada di Rp 870, stop loss pada Rp 760.

PT Medco Energi International Tbk (MEDC)

Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 590 - Rp 600. MA Golden cross, MACD menguat. Target harga berada di Rp 640 dan stop loss pada Rp 570.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Rekomendasi buy mencermati harga Rp 890 - Rp 900. Uptrend, dekat support. Target harga berada di Rp 950 dan stop loss pada Rp 870.

PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

Rekomendasi speculative buy memperhatikan harga Rp 5.075 -  Rp 5.100. Breakout resisten, reversal candle. Target harga ada di Rp 5.450 dan stop loss pada Rp 4.975.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Rekomendasi buy mencermati mencermati harga Rp 1.180 - Rp 1.190. Uptrend, volume naik. Target harga ada di Rp 1.280 dan stop loss pada Rp 1.160.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Gelar RUPS, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Ubah Susunan Kepengurusan


PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST) dan (RUPSLB) pada tanggal 19 Juli 2022.

Dalam RUPST tersebut, telah menerima laporan tahunan Perseroan dan menyetujui laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021. Kemudian, RUPST telah memutuskan bahwa laba bersih Perseroan akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan dan pembiayaan untuk ekspansi upaya pertumbuhan dalam digital dan game.

MSIN diharapkan akan bertahan sebagai produsen konten terbesar di Indonesia, dengan meningkatkan jumlah produksi konten setiap tahun dan juga secara signifikan meningkatkan kualitas kontennya, terutama pada konten produksi original untuk mendorong pertumbuhan dan konsumsi pemirsa di RCTI+ dan Vision+. Selain video dan game, MSIN memperkuat perannya dalam memproduksi dan mendistribusikan konten di seluruh portofolio bisnisnya yang mencakup audio, musik, artikel, UGC, manajemen bakat, dan kemitraan melalui platform media sosial.

RUPST juga menyetujui pengangkatan Kanti Mirdiati Imansyah dan Dini Aryanti Putri menjadi Dewan Komisaris Perseroan, dalam rangka untuk melakukan pengawasan terhadap pengurusan Perseroan dan pemantauan kinerja Direksi, serta pengangkatan Tantan Sumartana sebagai Direktur, dengan fokus pada keseluruhan sales & marketing di seluruh platform MSIN.

Dengan demikian susunan Dewan Komisaris dan Direksi MSIN adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
1. Noersing : Komisaris Utama
2. Liliana Tanaja : Komisaris
3. Kanti Mirdiati Imansyah : Komisaris
4. Dini Aryanti Putri : Komisaris
5. Andry Wisnu Triyudanto : Komisaris Independen

Dewan Direksi
1. Hary Tanoesoedibjo : Direktur Utama
2. Ella Kartika : Direktur
3. Valencia H. Tanoesoedibjo : Direktur
4. Dewi Tembaga : Direktur
5. Titan Hermawan : Direktur
6. Lina Priscilla Tanaya : Direktur
7. Tantan Sumartana : Direktur

Mata acara rapat terakhir dalam RUPST menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan, dengan persetujuan Dewan Komisaris, untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen Perseroan yang akan mengaudit buku-buku Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan memberikan wewenang dan kuasa penuh kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium serta persyaratan lainnya sehubungan dengan penunjukan dan pengangkatan Akuntan Publik Independen tersebut.

Sementara itu, mata acara RUPSLB untuk menyusun kembali Anggaran Dasar Perseroan, yang antara lain mengenai perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko telah disetujui. Untuk mata acara Perseroan mengenai rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) akan diusulkan kembali pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa berikutnya pada paruh kedua di Q3-2022.

"Setelah melewati beberapa kuartal untuk merancang strategi pertumbuhan digital kami dengan konsolidasi keseluruhan pilar bisnis konten dan platform distribusi yang berbeda, kami sangat bersemangat untuk menyajikan hasil performa keuangan Perseroan yang luar biasa serta memperlihatkan strategi jangka menengah hingga panjang dalam mendiversifikasi portofolio digital Perseroan, yang semata-mata dilakukan demi pertumbuhan masa depan Perseroan dan maju menuju ambisi kami untuk menjadi perusahaan hiburan digital dalam lingkup regional dan bahkan global.

Kami menginvestasikan kembali semua pendapatan kami ke dalam berbagai inisiatif, mulaidari produksi konten OTT yang lebih baik, hingga merilis dua online mobile game milik Perseroan. Langkah tersebut kami ambil untuk mengamankan strategi bisnis masa depan Perseroan yang ditetapkan untuk menanggapi permintaan audiens yang meningkat akan hiburan berkualitas dengan beragam pilihan di berbagai distribusi platform dan perangkat." kata Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MSIN dan Executive Chairman MNC Group.

"Ketidakpastian yang timbul dari selera konsumen dan keadaan bisnis yang selalu berubah, serta perubahan industri media yang disebabkan oleh konsolidasi OTT, telah menempatkan MSIN dengan tingkat produksi kontennya yang kuat dan didukung oleh platform digitalnya dalam lanskap media Asia Tenggara, membuka peluang akuisisi bagi kami untuk senantiasa mempercepat tingkat pertumbuhan organik, serta untuk memposisikan penawaran konten kami langsung kepada konsumen, baik secara regional maupun internasional." imbuhnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham TMAS, MSIN dan BTPS oleh MIRAE ASSET | 12 Januari 2022



MIRAE ASSET SEKURITAS
12 JANUARI 2022


IHSG Daily, 6.647,97 (-0,64%), konsolidasi, rentang perdagangan 6.645–6.700. Koreksi indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized sementara akan tertahan. Pada periode mingguan indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih cenderung bergerak turun sementara. Support harian di 6.645 dan resistensi harian di 6.700. Cut loss level di 6.578.

TMAS Daily, Rp1.255 (+3,71%), trading buy, rentang perdagangan Rp1.215–1.320. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih bergerak naik.  Support harian di Rp1.215 dan resistensi harian di Rp1.320. Cut loss level di Rp1.070.

MSIN Daily, Rp1.960 (+3,43%), trading buy, rentang perdagangan Rp1.890–2.070. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih terlihat. Support harian di Rp1.890 dan resistensi harian di Rp2.070. Cut loss level di Rp1.850.

BTPS Daily, Rp3.380 (-3,70%), buy on weakness, rentang perdagangan Rp3.350–3.460. Indikator MFI-optimized dan RSI-optimized sudah berada di area oversold dengan kecenderungan menguat. Perkiraan support harian di Rp3.350 dan resistensi harian terdekat di Rp3.460. Cut loss level di Rp3.300.


Disclaimer

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham ESSA, MSIN dan BEBS oleh MIRAE ASSET | 11 Januari 2022



MIRAE ASSET SEKURITAS
11 JANUARI 2022



IHSG Daily, 6,691.12 (-0.15%), consolidation. Trading range 6,687 – 6,731. Indikator MFI optimized masih cenderung bergerak naik dan kenaikan indikator RSI optimized sementara relatif tertahan Pada periode weekly indikator MFI optimized relatif flat dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 6,687 dan daily resistance di 6,731. Cut loss level di 6,600.

ESSA Daily,494 (+0.82%) trading buy,  trading range 492 – 520. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik.  Daily support di 492 dan daily resistance di 520. Cut loss level di 470.

MSIN Daily, 1,895 (-5.25%),buy on weakness, trading range 1,885 – 2,070. Koreksi indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai terbatas. Daily support di 1,885 dan daily resistance di 2,070. Cut loss level di 1,800.

BEBS Daily, 4,840 (+1.04%),buy on weakness, trading range 4,670 – 5,110. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Perkiraan daily support di 4,670 dan daily resistance terdekat di 5,110. Cut loss level di 4,520.


Disclaimer


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham MSIN | 1 November 2021


Analisa Saham MSIN 

Saham MSIN pada tanggal 29 Oktober 2021 ditutup stabil pada harga 500. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 152% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika breakout di atas 520

Jika naik di atas 555 maka berpeluang ke 600

Jika turun di bawah 494 maka berpeluang ke 476

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham MSIN | 6 Oktober 2021


Analisa Saham MSIN

Saham MSIN pada tanggal 5 Oktober 2021 ditutup melemah pada harga 510, turun -0,97%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 98% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 525

Jika naik di atas 550 maka berpeluang ke 600

Jika turun di bawah 500 maka berpeluang ke 488

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham MSIN, ERAA dan SCMA oleh Mirae Asset Sekuritas | 26 Agustus 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Agustus 26, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,113.24(+0.39%), test resistance at 6,145. Trading range 6,075 – 6,145. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized masih cenderung naik pada pergerakan daily. Sementara itu pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized juga mulai bergerak naik. Daily support di 6,075 dan daily resistance di 6,145. Cut loss level di 5,960.

MSIN Daily, 540 (+5.88%), sell on strength,  trading range 525 – 595. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized naik terbatas. Daily support di 525 dan daily resistance di 595. Cut loss level di 490.

ERAA Daily,580 (-1.69%), buy on weakness, trading range 570 – 595. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak turun. Daily support di 570 dan daily resistance di  595. Cut loss level di 545.

SCMA Daily,1,950(+2.63%), sell on strength, trading range 1,890 – 2,010. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 1,890 dan daily resistance terdekat di 2,010. Cut loss level di 1,870.

PRODUKSI MSIN "AMANAH WALI 5" CETAK REKOR AUDIENCE SHARE 40 PERSEN


PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui unit bisnisnya MNC Pictures yang merupakan rumah produksi terbesar di Indonesia kembali menorehkan rekor baru melalui serial drama "Amanah Wali 5" yang menembus pangsa pemirsa (audience share) 40%. Capaian itu berhasil mengawal ketat serial drama fenomenal karya MSIN pula, yaitu "Ikatan Cinta".

"Congrats: audience share "Amanah Wali 5" tembus 40%, menyusul "Ikatan Cinta"," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Senin, (9/8/2021).

Pada Sabtu, 7/8/2021, "Amanah Wali 5" yang tayang di RCTI stasiun televisi milik PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) itu berhasil menembus 40% pangsa pemirsa.

Di hari yang sama, prestasi luar biasa dicetak oleh serial drama produksi MSIN yang tayang di RCTI, yaitu "Ikatan Cinta" dan menguasai prime time dengan mencatatkan audience share 48,9% serta rating 13,6.

Seriring dengan digitalisasi MNCN, kedua serial drama yang paling digemari publik tersebut disaksikan secara streaming pula melalui superapps milik MNCN, yaitu RCTI+ dan website www.rctiplus.com.

Seperti diketahui, MSIN terus mendominasi segmen konten kreatif dalam industri media di Tanah Air melalui upaya berkelanjutannya dalam memproduksi serial drama berkualitas dengan pangsa pasar produksi lebih dari 40%, program reality dengan pangsa pasar produksi 45%, dan program Infotainment dengan pangsa pasar produksi 34%.

Serial Drama "Ikatan Cinta" dengan kinerja terbaik Perseroan tetap mencapai rating dan audience share yang tinggi sejak tayang perdana pada Oktober 2020.

Serial drama ini terus bertahan di posisi nomor satu selama lebih dari 9 bulan dalam 10 program teratas (all program type).

Program drama MSIN lainnya, seperti Amanah Wali 4, Amanah Wali 5, Preman Pensiun 5, dan Putri Untuk Pangeran juga tampil luar biasa dengan secara konsisten menduduki puncak program drama terbaik.

Pada 28 Juli 2021, MSIN menyelenggarakan RUPST dan RUPST telah menerima Laporan Tahunan Perseroan dan menyetujui Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Dividen tunai akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan, dimana masing-masing akan menerima secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya, yaitu setiap 1 saham berhak menerima dividen tunai sebesar Rp2 per saham, berdasarkan jumlah saham pada tanggal cum dividen.

Pada Q1-2021, MSIN membukukan pendapatan sebesar Rp486,1 miliar, naik dibandingkan Q1-2020 sebesar Rp485,2 miliar. Perlu diketahui, di tengah pandemi COVID-19, MSIN berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif dibandingkan periode sebelum pandemi pada Q1-2020.

EBITDA untuk Q1-2021 mencapai Rp113,4 miliar mewakili marjin EBITDA 23,3%, yang setara dengan pertumbuhan 11% YoY dibandingkan dengan Rp102,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih meningkat signifikan sebesar 28% YoY menjadi Rp76 miliar pada Q1-2021 dari Rp59,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba bersih pada Q1-2021 juga meningkat menjadi 15,6% dari 12,3% pada Q1-2020.(end)

Sumber: IQPLUS

Iklan Sepi, Berikut Ulasan Saham Sektor Media


Emiten Grup Media saat ini sedang berusaha survive di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang hampir setahun menjangkiti hingga seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Berbagai cara agar perusahaan-perusahaan media tersebut bisa selamat di masa pandemi ini, dengan salah satunya mengenjot iklan agar kinerja bisnisnya tidak terlalu berdampak.

Sejalan dengan cara perusahaan media tersebut, menurut riset dari Panin Sekuritas, emiten sektor barang konsumsi (consumer goods) masih mencatatkan porsi belanja iklan terhadap pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata historis.

Sebagai informasi, porsi belanja iklan terhadap pendapatan dari emiten consumer goods secara rata-rata 5 tahun terakhir, berada di level 6,1%, sedangkan untuk tahun 2019 sendiri, rata-rata porsi belanja iklan terhadap pendapatan sepanjang tahun tersebut berada di kisaran 6,8%.

"Memasuki tahun 2020, porsi belanja iklan terhadap total pendapatan relatif masih meningkat dimana di 3Q20 berada di level 7,7%. Hal ini menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten di sektor media, seiring dengan kontribusi belanja iklan dari FMCG yang masih cukup tinggi (sekitar 60%-70%) terhadap total pendapatan iklan emiten media" tulis riset Panin Sekuritas, yang dipublikasikan awal pekan ini.

Walaupun begitu, porsi pendapatan perusahaan media dari iklan rata-rata berkurang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Perusahaan media milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) sepanjang tahun ini hingga akhir September 2020 lalu mencatatkan penurunan laba bersih 17,50%.

Hal ini karena koreksi pendapatan dari iklan yang menjadi mayoritas penyumbang pendapatan perusahaan. Di pos iklan non digital turun menjadi Rp 4,84 triliun dari Rp 5,53 triliun.

Iklan digital naik tipis menjadi Rp 675,94 miliar dari Rp 502,99 miliar. Namun tak bisa mengkompensasi penurunan iklan non digital tersebut.

Dari pos konten juga turun kontribusinya menjadi Rp 1,09 triliun dari periode sembilan bulan pertama tahun lalu yang senilai Rp 1,29 triliun.

Dari kasus turunnya porsi iklan di MNC tersebut yang membuat pendapatan perusahaan turun karena kemungkinan faktor dari acara televisi yang disiarkan secara langsung dengan melibatkan banyak penonton juga dikurangi pada masa pandemi, apalagi larangan bagi stasiun televisi untuk mengundang penonton secara langsung juga membuat perusahaan media sangat terpukul, sehingga jika tidak ada penonton yang dihadirkan, maka iklan menjadi 'seret'.

Hal lainnya yang membuat pendapatan dari iklan semakin turun adalah karena porsi belanja iklan dari emiten sektor lainnya, terutama di sektor ritel juga turun, karena rata-rata di emiten sektor tersebut sedang melakukan efisiensi, di mana belanja iklan yang memang tidak terlalu penting dikurangi supaya beban iklan yang dibayar oleh emiten ritel kepada emiten media bisa diminimalisir.

Hal itu karena sektor ritel adalah sektor yang paling terdampak dari pandemi, sehingga harus melakukan berbagai cara agar emiten di sektor tersebut bisa survive.

Walaupun saat ini belanja iklan di global masih tumbuh lebih lambat dari tahun lalu, tetapi kedepan, belanja iklan di Indonesia sendiri diprediksi akan semakin meningkat.

"Meskipun tren secara global menunjukkan pertumbuhan belanja iklan digital yang melemah, kami memperkirakan di Indonesia tren akan sedikit berbeda seiring dengan penetrasi dari smartphone dan juga internet yang masih lebih rendah dibanding negara-negara lain. Dengan aktivitas masyarakat yang masih cenderung terbatas, dan adaptasi masyarakat untuk mengkonsumsi hiburan, bekerja, dan juga belajar secara online, kami memperkirakan pertumbuhan belanja iklan digital masih akan cukup tinggi seiring dengan adanya perpindahan alokasi belanja iklan dari media lain ke iklan digital", terang penjelasan dari riset Panin Sekuritas.


Kinerja Keuangan Grup Media (Emtek, MNC, dan Tempo Media)

Grup Emtek


1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Dalam laporan keuangan EMTK pada kuartal III tahun 2020, perseroan berhasil mencetak laba bersih pada kuartal III-2020 dari sebelumnya mencatatkan rugi bersih pada periode yang sama tahun 2019.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal III-2020 sebesar Rp 476,58 miliar.

Sementar itu, pendapatan bersih perseroan juga naik menjadi Rp 8,52 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 2,81 triliun, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 2,69 triliun.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 11,3 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September 2020 turun menjadi Rp 17,64 triliun dari periode akhir tahun lalu sebesar Rp 17,54 triliun.


2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Dalam laporan keuangan SCMA pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 913,61 miliar atau turun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp 1,1 triliun.

Sementar itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 3,58 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 1,04 triliun, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 988,97 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 5,57 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September 2020 naik menjadi Rp 6,89 triliun dari periode akhir tahun lalu sebesar Rp 6,72 triliun.


Grup MNC


1. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)

Dalam laporan keuangan BMTR pada kuartal II tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 551,66 miliar atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 597,35 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 5,86 triliun di kuartal kedua tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 5,74 triliun, turun dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 6,44 triliun.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 19,31 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 Juni 2020 naik menjadi Rp 30,9 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 30,15 triliun.


2. PT Media Nusantara Citra (MNC) Tbk (MNCN)

Dalam laporan keuangan MNCN pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,37 triliun atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 1,67 triliun.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 5,96 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 1,76 triliun, turun dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 2,14 triliun.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 13,97 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 18,44 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 17,84 triliun.


3. PT MNC Studios International Tbk (MSIN)

Dalam laporan keuangan MSIN pada kuartal III tahun 2020, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 124,31 miliar atau turun dari periode yang sama tahun 2019, yakni Rp 178,53 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 1,04 triliun di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 510,87 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 463,94 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 1,51 triliun.

Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 2,33 triliun dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 2,1 triliun.


Non Grup Emtek dan MNC


1. PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI)

Dalam laporan keuangan DIGI pada kuartal III tahun 2020, saat ini perseroan masih mencatatkan rugi bersihnya, dari sebelumnya pada kuartal III-2019 sebesar Rp 3,85 miliar, namun pada kuartal III -2020 naik menjadi Rp 9,24 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 22,79 miliar di kuartal ketiga tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp 6,6 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 1,67 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 28,7 miliar.

Adapun total aset perseroan per 30 September naik menjadi Rp 47,8 miliar dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 41,6 miliar.


2. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)

Dalam laporan keuangan TMPO pada kuartal II tahun 2020, saat ini perseroan masih mencatatkan rugi bersihnya, dari sebelumnya pada kuartal II-2019 sebesar Rp 4,97 miliar, namun pada kuartal II -2020 naik menjadi Rp 22,52 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 89,84 miliar di kuartal kedua tahun ini.

Dari posisi neraca, total liabilitas jangka pendek perseroan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 89,87 miliar, naik dari periode 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 82,47 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 237,26 miliar.

Adapun total aset perseroan per 30 Juni 2020 turun menjadi Rp 395,15 miliar dari periode akhir tahun 2019 sebesar Rp 413,57 miliar.

Kinerja saham yang masih tergolong baik adalah MNCN, karena jika dilihat dari rasio PBV-nya, posisi MNCN berada dibawah kinerja sub-sektornya yakni media, walaupun jika dilihat dari rasio PER-nya, MNCN masih tergolong sedikit mahal, karena berada diatas PER sub-sektornya.

Namun, secara rata-rata, emiten media belum dapat dibilang berkinerja baik, karena hampir ketujuh saham tersebut nilai rasio PER-nya berada diatas PER sub-sektornya.

Hanya dua saham yang PER-nya berada di bawah PER sub-sektornya. Walaupun dibawah, tetapi nilai PER-nya berada di zona negatif.

Di saat pandemi virus Corona (Covid-19), rata-rata kinerja ketujuh emiten media tersebut memang terdampak.

Seperti di emiten yang sektor usahanya bergerak di siaran televisi (SCMA, MNCN, dan MSIN), kinerja keuangan maupun saham berdampak dari adanya pandemi.

Sebelum pandemi terjadi, acara televisi dapat mengundang berbagai penonton, baik secara langsung (live) maupun melalui proses tapping, namun disaat pandemi, kebijakan acara televisi tanpa penonton memukul keberlangsungan perusahaan. Selain itu, acara televisi yang bertajuk 'jalan-jalan' juga dikurangi karena efek pandemi.


Sumber: CNBC

Saham MSIN Rebound dari Koreksi Wajarnya, Bagaimana Selanjutnya?

Analisis Saham MSIN


Informasi Terbaru Perusahaan

PT MNC Studios International Tbk., Starhits telah memulai aktivitas MCN (Multi Channel Network) yang mendapat perizinan dari Youtube per Agustus 2019. 
Dengan bisnis MCN ini, Starhits memiliki kemampuan untuk memonetisasi tak hanya konten yang dibuatnya sendiri tetapi juga konten buatan content creator lain. Adapun untuk monetisasi konten buatan pihak lain akan menggunakan skema bagi hasil (sharing revenues). 
Presiden Direktur MNC Studios International Ella Kartika mengatakan, kehadiran bisnis MCN akan semakin memperkuat pertumbuhan emiten bersandi saham MSIN tersebut ke depannya. (dk) 
Sumber Informasi: 

Analisa Teknikal

Saham MSIN pada tanggal 15 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 454, naik 5,09%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 2356% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.
Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan uptrend.

Rekomendasi

BUY
Support : 428 - 420
Resisten : 470 - 490

by Abduh

Disclaimer ON

IPO PT. MNC Studio Tbk (MSIN) | 8 Juni 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

IPO PT. MNC Studio Tbk (MSIN)

Pada hari ini 8 Juni 2018 PT MNC Studio Tbk (MSIN) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT CIMB Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan MNC Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 1,56 milliar lembar saham baru atau sekitar 29,98% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 500 per saham.

Pada IPO ini MSIN dapat mengantongi dana sebesar Rp 780 milliar.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham ini :

- pengembangan bisnis channel.

- pelunasan atas MTN Syariah Ijarah I MNC Pictures Tahun 2018.

- pengembangan Movie Land di kawasan Lido.