google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PRODUKSI MSIN "AMANAH WALI 5" CETAK REKOR AUDIENCE SHARE 40 PERSEN Langsung ke konten utama

PRODUKSI MSIN "AMANAH WALI 5" CETAK REKOR AUDIENCE SHARE 40 PERSEN


PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui unit bisnisnya MNC Pictures yang merupakan rumah produksi terbesar di Indonesia kembali menorehkan rekor baru melalui serial drama "Amanah Wali 5" yang menembus pangsa pemirsa (audience share) 40%. Capaian itu berhasil mengawal ketat serial drama fenomenal karya MSIN pula, yaitu "Ikatan Cinta".

"Congrats: audience share "Amanah Wali 5" tembus 40%, menyusul "Ikatan Cinta"," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Senin, (9/8/2021).

Pada Sabtu, 7/8/2021, "Amanah Wali 5" yang tayang di RCTI stasiun televisi milik PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) itu berhasil menembus 40% pangsa pemirsa.

Di hari yang sama, prestasi luar biasa dicetak oleh serial drama produksi MSIN yang tayang di RCTI, yaitu "Ikatan Cinta" dan menguasai prime time dengan mencatatkan audience share 48,9% serta rating 13,6.

Seriring dengan digitalisasi MNCN, kedua serial drama yang paling digemari publik tersebut disaksikan secara streaming pula melalui superapps milik MNCN, yaitu RCTI+ dan website www.rctiplus.com.

Seperti diketahui, MSIN terus mendominasi segmen konten kreatif dalam industri media di Tanah Air melalui upaya berkelanjutannya dalam memproduksi serial drama berkualitas dengan pangsa pasar produksi lebih dari 40%, program reality dengan pangsa pasar produksi 45%, dan program Infotainment dengan pangsa pasar produksi 34%.

Serial Drama "Ikatan Cinta" dengan kinerja terbaik Perseroan tetap mencapai rating dan audience share yang tinggi sejak tayang perdana pada Oktober 2020.

Serial drama ini terus bertahan di posisi nomor satu selama lebih dari 9 bulan dalam 10 program teratas (all program type).

Program drama MSIN lainnya, seperti Amanah Wali 4, Amanah Wali 5, Preman Pensiun 5, dan Putri Untuk Pangeran juga tampil luar biasa dengan secara konsisten menduduki puncak program drama terbaik.

Pada 28 Juli 2021, MSIN menyelenggarakan RUPST dan RUPST telah menerima Laporan Tahunan Perseroan dan menyetujui Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Dividen tunai akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan, dimana masing-masing akan menerima secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya, yaitu setiap 1 saham berhak menerima dividen tunai sebesar Rp2 per saham, berdasarkan jumlah saham pada tanggal cum dividen.

Pada Q1-2021, MSIN membukukan pendapatan sebesar Rp486,1 miliar, naik dibandingkan Q1-2020 sebesar Rp485,2 miliar. Perlu diketahui, di tengah pandemi COVID-19, MSIN berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif dibandingkan periode sebelum pandemi pada Q1-2020.

EBITDA untuk Q1-2021 mencapai Rp113,4 miliar mewakili marjin EBITDA 23,3%, yang setara dengan pertumbuhan 11% YoY dibandingkan dengan Rp102,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih meningkat signifikan sebesar 28% YoY menjadi Rp76 miliar pada Q1-2021 dari Rp59,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba bersih pada Q1-2021 juga meningkat menjadi 15,6% dari 12,3% pada Q1-2020.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...