Tampilkan postingan dengan label Saham OASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham OASA. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Saham SRTG dan OASA oleh HP Sekuritas | 19 Oktober 2023


HP Sekuritas

19 Oktober 2023

Saham SRTG

Trend: Sideways
Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye)
Potential:
Saat ini menguat dan rebound dari support @ 1545.
MACD line siap crossing ke atas signal line di bawah zero line.
Entry level di dynamic resistance area MA25(oranye) @ 1720-1730. Target Price di resistance area @ 1800-1810 dan dynamic resistance upper BB25(biru) @ 1935-1945. Stoploss di support area @ 1655-1645.
Rekomendasi
Buy On Break, Entry Level: 1720-1730; Target: 1800-1810 / 1935-1945; Stoploss: 1655-1645;

Saham OASA

Trend: Sideways
Indicator(s): BB25(biru), MACD, MA25(oranye)
Potential:
Saat ini terkoreksi soalnya tidak berhasil breakout dari dynamic resistance MA25(oranye) @ 186.
MACD line sudah crossing ke atas signal line di bawah zero line.
Entry level di dynamic resistance area MA25(oranye) @ 186-188. Target Price di dynamic resistance BB25(biru) @ 204-206 dan resistance area @ 222-224. Stoploss di support area @ 179-177.
Rekomendasi
Buy On Break, Entry Level: 186-188; Target: 204-206 / 222-224; Stoploss: 179-177;
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham GOTO, HRUM, KAEF, CLEO dan OASA oleh Jasa Utama Capital | 11 Juli 2023


Jasa Utama Capital

11 Juli 2023

1. #GOTO 

Buy on Weakness 103
Target 935
StopLoss 790

2. #HRUM 

Buy on Weakness 1575
Target 1710
StopLoss 1545

3. #KAEF 

Buy on Break 880
Target 955
Stoploss 835

4. #CLEO 

Buy on Weakness 600
Target 670
Stoploss 570

5. #OASA 

Buy on Weakness 138
Target 158
Stoploss 133
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

OASA Bangun Pabrik Wood Chip Untuk Co-firing Di Bangka Belitung.


PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA)
melalui anak usaha PT Mentari Biru, memantapkan komitmennya membantu pemerintah dalam memanfaatkan sumber alternatif energi terbarukan (ET) dengan meresmikan pembangunan pabrik wood chip terbesar untuk co-firing pembangkit listrik PT PLN (Persero) di Bangka Belitung.

Bekerja sama dengan Koperasi Energi Terbarukan (Kopetindo) dan didukung Pemerintah Kabupaten Bangka, perseroan siap meningkatkan dan mengembangkan produksi wood chip, produk biomassa untuk keperluan co-firing PLTU batu bara.

"Sejalan dengan peningkatan kebutuhan biomassa untuk kebutuhan program co-firing PLTU batu bara, kami sedang kembangkan fasilitas produksi wood chip dan wood pellet," kata Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk Bobby Gafur Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dikatakan, untuk pabrik wood chip dan wood pellet di Bangka, investasinya akan mencapai Rp200 miliar dalam dua tahun ini.

Ia menambahkan produk wood chip dan wood pellet di Bangka Belitung dan NTB, selain untuk kebutuhan dalam negeri, juga akan diekspor ke Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok. "Tentunya, prioritas untuk keperluan PLN, dalam hal ini untuk co-firing PLTU Air Anyir di Bangka Belitung dan juga PLTU Sumbawa," kata Bobby.

Melalui investasi ini, kapasitas pabrik baru di Bangka Belitung akan meningkat dari saat ini 1.500 ton per bulan menjadi 6.000 ton per bulan.

"Tahap pengadaan lahan dan persiapan desain pabrik sudah selesai. Hari ini kita mulai meresmikan dimulainya pembangunan pabrik wood chip di sini, di Bangka Belitung," kata Bobby, seraya menambahkan bahwa pengembangan unit usaha yang sejenis di NTB, juga tengah dipacu. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) Kantongi Restu Private Placement 634 Juta Saham


Rencana PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) untuk menggaet investor-investor strategis di masa mendatang tampaknya akan lebih mulus. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan telah menyetujui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). 

“Ya, RUPSLB sudah menyetujui PMTHMETD Perseroan. Ini memberikan angin segar bagi Perseroan untuk menjaring investor strategis, guna pengembangan usaha ke depan,” kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk usai RUPS di Jakarta, Kamis. 

Perseroan melakukan PMTHMETD melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 634.722.000 saham atau sebanyak-banyaknya sejumlah 10% dari seluruh saham yang telah disetor penuh dalam Perseroan. 

Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau PMTHMETD adalah aksi penambahan modal dengan cara menerbitkan saham baru oleh Perseroan, yang penjualannya langsung ditargetkan ke investor, tanpa melalui transaksi reguler di bursa saham. PMTHMETD biasa dikenal dengan private placement. Bila rights issue seluruh pemegang saham akan mendapatkan hak untuk mengeksekusi sedangkan private placement hanya diberikan kepada pihak tertentu. 

Strategi Baru Bobby menjelaskan, Perseroan melalui anak perusahaan sudah menyiapkan strategi bisnis baru yang akan menjalankan blue print dengan ruang lingkup usaha ke arah pengembangan energi terbarukan (ET), industri hijau, industri bio chemicals, digital, teknologi informasi, industri biomassa, tentunya dengan mengedepankan perhatian pada aspek Environment, Social and Governance (ESG). 

“Komitmen kami sudah jelas, tegak lurus mengedepankan aspek lingkungan”, ujarnya. 

Sebagai pionir dan salah satu pemain utama di bidang energi terbarukan, OASA akan segera mewujudkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Pertumbuhan jumlah penduduk dan pemekaran wilayah secara masif telah mengakibatkan jumlah sampah semakin tak terkendali. 

“Kita semua tahu, dampak buruk yang terjadi adalah pencemaran udara dimana-mana, mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup,” kata Bobby. 

Selain itu Perseroan juga telah merintis pengembangan usaha di bidang wood chip, bekerjasama dengan Koperasi Energi Terbarukan Indonesia (Koppetindo). Kerjasama ini dilakukan dengan memproduksi wood chip di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dipasok sebagai bahan baku co firing, substitusi dari batu bara ke PLTU setempat. 

Dalam RUPS Tahunan yang digelar pada hari yang sama, Bobby juga mengungkapkan optimismenya terhadap kinerja Perseroan dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, ia cukup optimis perolehan revenue dan net profit Perseroan akan meningkat hingga 100 persen pada tahun ini. Perseroan, katanya, tengah giat mencanangkan sejumlah proyek energi terbarukan, yang diyakini dapat meningkatkan kinerja. 

Optimisme Bobby bukannya tanpa alasan. Soalnya, pada tahun ini OASA telah mematangkan rencana pengembangan usaha yang diharapkan dapat berkontribusi segera. Diantaranya, pengolahan limbah diikuti dengan sistem smart lighting di berbagai kota. 

"Kami akan ekspansi masuk ke pengolahan limbah. Saat ini kami sedang ikut tender di dua kota. Dalam rangka pengembangan kami di bisnis smart city, kami juga akan ikut mengembangkan usaha smart lighting, bagian dari pengembangan smart city yang akan dikembangkan Perseroan di dua kota kecil,” kata Bobby. 

Sejalan dengan kenaikan pendapatan pada tahun 2022, Perseroan juga berhasil mencetak keuntungan bersih sebesar Rp.4,4 milyar. “Atau laba Rp.14,13 per saham pada tahun 2022, dibandingkan dengan laba netto sebesar Rp.1,3 milyar atau laba Rp.3,63 per lembar saham pada tahun 2023,” kata Bobby
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham DLTA dan OASA oleh Phillip Capital | 17 Mei 2023


Phillip Capital

17 Mei 2023

Technical Recommendations

DLTA

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 4020
Target Price 1 : 4240
Target Price 2 : 4340
Stop Loss : 3800

OASA

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 160
Target Price 1 : 173
Target Price 2 : 184
Stop Loss : 145

Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Tambah Koleksi, Fersindo Borong 5,33 Juta Saham Maharaksa Energi (OASA) Rp695 per Lembar


Fersindo Nusa Jaya menambah porsi kepemilikan saham Maharaksa Biru Energi (OASA). Itu ditunjukkan dengan menyerok 5.330.400 helai alias 5,33 juta eksemplar. Aksi pembelian terjadi pada harga pelaksanaan Rp695 per lembar.

Dengan pelaksanaan transaksi pada 28 Desember 2022 tersebut, Fersindo dipaksa merogoh dana tidak kurang dari Rp3,7 miliar. ”Transaksi untuk kepentingan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tulis Chandra Devikemalawaty, Corporate Secretary Maharaksa Biru Energi.

Menyusul perampungan transaksi tersebut, tabulasi saham Fersindo Nusa menjadi 20,22 juta lembar alias setara dengan 5,64 persen. Menanjak 1,49 persen dari periode sebelum transaksi dengan donasi sebanyak 14,89 juta eksemplar atara selevel dengan porsi 4,15 persen. 

Per 30 November 2022, pemegang saham di atas lima persen Maharaksa Biru Energi antara lain Gafur Sulityo Umar 197,25 juta eksemplar atau setara dengan porsi kepemilikan 55,01 persen. Lalu, masyarakat memegang 161,35 juta lembar alias selevel 44,99 persen.
Author: J S
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Gafur Sulistyo Kembali Kurangi Kepemilikan Saham OASA


Gafur Sulistyo Umar sebagai Direktur Utama dan pengendali PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) telah melakukan penjualan sahamnya pada tanggal 8 September 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Gafur Sulistyo pada keterbukaan Informasi Kamis (8/9) menuturkan bahwa telah menjual sebanyak 42,7 juta lembar saham di harga Rp700 per saham senilai Rp29,89 miliar.

"Tujuan transaksi adalah untuk penjualan dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Sebagai informasi, Gafur Sulistyo Umar juga pernah menjual saham OASA sebanyak 29 juta lembar saham pada tanggal 1 September 2022 di harga Rp650 per saham

Pasca penjualan maka kepemilikan saham Gafur Sulistyo Umar di OASA berkurang menjadi 197,2 juta lembar saham atau setara dengan 55% dibandingkan sebelumnya sebanyak 239,9 juta lembar saham setara dengan 66,91%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Saham PSSI, ANTM, LCGP, OASA dan BBRM | 27 April 2018

Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 27 April 2018 (DAILY)


1. (PSSI) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 164 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 170 dan 176. Stop Loss jika turun dibawah 155. Range Buy hari ini di 156-160.

2. (ANTM) Hari ini akan uji resisten terdekat di 860. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 880 dan 895. Stop loss jika turun dibawah 810. Range Buy hari ini 820-840.

3. (LCGP) Hari ini akan uji resisten terdekat di 84. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 90 dan 96. Stop loss jika turun dibawah 73. Range Buy hari ini di 75-82.

TRADING CEPAT (FAST TRADE)

1.  (OASA) BUY Jika break 420 Target di 460 dan 490. Stop loss jika turun dibawah 390. Indikator Stochastic Golden Cross

2. (BBRM) BUY Jika break 112 Target di 120 dan 130. Stop loss jika turun dibawah 95. Indikator Stochastic Golden Cross

TETAP PERHATIKAN KONDISI MARKET JUGA YAH
Disclaimer On
STOCK PRENEUR
Semoga pada cuan hari ini:relaxed:

Analisa Saham ERAA, AUTO, BBKP, TKIM, PKPK dan OASA | 25 April 2018

Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 25 April 2018 (DAILY)

1. (ERAA) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 1450 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 1510 dan 1580. Stop Loss jika turun dibawah 1320. Range Buy hari ini di 1360-1390.


2. (AUTO) Hari ini akan uji resisten terdekat di 1700. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 1780 dan 1860. Stop loss jika turun dibawah 1580. Range Buy hari ini 1620-1660.

3. (BBKP) Hari ini akan uji resisten terdekat di 520. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 530 dan 550. Stop loss jika turun dibawah 475. Range Buy hari ini di 494-500.

4. (TKIM) Hari ini akan uji resisten terdekat di 10241. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 10535 dan 10970. Stop loss jika turun dibawah 9515. Range Buy hari ini di 9800-10250.


TRADING CEPAT (FAST TRADE)

1. (PKPK) BUY Jika break 258 Target di 270 dan 290. Stop loss jika turun dibawah 240. Indikator Stochastic Golden Cross

2. (OASA) BUY Jika break 316 Target di 330 dan 360. Stop loss jika turun dibawah 630. Indikator Stochastic Golden Cross

Analisa Saham OASA, ENRG dan BBRI [Flash] | 21 November 2017

Pacific Trader Stocks Review

OASA: waspada karena telah menembus support terrendah di 580 sehingga tercipta area support baru di 488. jika harga ke area 500 maka berpeluang ke area support saat ini. jika harga kembali rebound menuju area 580 maka potensi ke 525 - 540 dengan resistance di 710.

ENRG: keadaan side way dengan bollinger band kian menyempit disertai volume yang rendah. memiliki keterkaitan terhadap saham BUMI sehingga bila saham BUMI aktif kembali maka saham ini ikut aktif. waspada bila menembus 84 maka potensi ke area 78 - 72

BBRI: berada di keadaan higer price dengan MACD keadaan golden cross. bila harga menembus 3380 maka akan potensi membentuk area baru. apabila harga mulai terkoreksi akibat memantul upper bollinger band maka potensi ke 3320 - 3290.