Tampilkan postingan dengan label Saham SMMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SMMA. Tampilkan semua postingan

SINAR MAS MULTIARTHA (SMMA) SIAPKAN DANA LUNASI OBLIGASI JATUH TEMPO


PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) menyampaikan telah menyiapkan dana untuk pelunasan Obligasi berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 Seri A. (SMMA01ACN2)

Felix Direktur SMMA dalam keterangan tertulisnya Kamis (19/10) menuturkan bahwa Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar untuk melunasi Obligasi yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 November 2023.

Dalam penuturannya Felix menambahkan pelunasan Obligasi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SMMA. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Siapkan Dana Untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo


PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA)
menyampaikan telah menyiapkan dana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multiartha Tahap I Tahun 2020 Seri C dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B

Dalam keterangan tertulisnya Agus Leman Gunawan Direktur SMMA Kamis (10/8) menyampaikan bahwa Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp15 miliar untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 Seri C yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 September 2023.

Selanjutnya sebesar Rp79,7 miliar untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 September 2023.

Agus menambahkan bahwa dana untuk pelunasan efek tersebut telah disiapkan oleh SMMA dan Informasi ini sesuai dengan Peraturan Bursa Efek Indonesia nomor I-E dimana pernyampaian kesiapan dana jatuh tempo Obligasi yaitu 15 hari Bursa sebelum jadwal jatuh tempo. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

RUPSLB SMMA SETUJUI FUGANTO WIDJAJA SEBAGAI KOMUT


PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA)
telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada tanggal 27 Juni 2023.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 4.954.599.984 saham atau 77,81%
dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran
Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Dani Lihardja Corporate Secretary SMMA dalam keterangan tertulisnya (28/6) menyampaikan bahwa Keputusan Mata Acara Pertama Rapat adalah menyetujui Laporan Tahunan Tahun 2022 Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

RUPST agenda 2 menyetujui tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham, dan Laba yang tidak
dibagikan sebagai Dividen tersebut dimasukan ke dalam Retained Earning dan digunakan sebagai modal kerja dan setoran modal/ investasi pada anak-anak perusahaan dan asosiasi baik anak perusahaan baru maupun yang sudah ada.

Adapun dalam RUPSLB agenda I menyetujui pengunduran diri Indra Widjaja selaku Komisaris Utama (KOMUT) dan Dani Lihardja selaku Direktur dengan mengucapkan terima kasih atas segala jasa - jasa yang telah diberikan selama ini kepada Perseroan.

Selanjutnya menyetujui mengangkat Fuganto Widjaja selaku Komisaris Utama Perseroan dan mengangkat Dani Lihardja selaku Komisaris.

Dengan demikian, maka susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Fuganto Widjaja
Komisaris : Howen Widjaja
Komisaris : Dani Lihardja
Komisaris Independen : Robinson Simbolon
Komisaris Independen : Ketut Sanjaya

Direksi

Direktur Utama : Burhanuddin Abdullah
Direktur : Agus Leman Gunawan
Direktur : Felix
Direktur : Ferita
Direktur : Lili Wijata

(end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Tawarkan Obligasi Senilai Rp1,66 Triliun


PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) akan menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2022 senilai Rp1,66 triliun yang merupakan bagian penawaran umum berkelanjutan dengan jumlah dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun.

Obligasi Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multiartha Tahap III tahun 2022 ini akan ditawarkan dalam 2 seri. Demikian prospektus ringkas yang disampaikan Manajemen SMMA, Kamis (29/9).

Untuk Seri A, ditawarkan maksimal senilai Rp580 miliar, memiliki kupon bunga tetap 9,75 persen dan akan jatuh tempo 5 tahun sejak diterbitkan. Kemudian untuk Seri B, yakni senilai Rp1,08 triliun dengan bunga sebesar 10,50% dan akan jatuh tempo pada 10 tahun.

Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% dari Jumlah Pokok Obligasi Seri A pada saat tanggal jatuh tempo dengan tanggal pencatatan Obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 5 Oktober 2022.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum Obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan sebagai pinjaman modal kerja dengan mekanisme perpetual loan terhadap Perusahaan Anak, dengan rincian sebesar Rp500 miliar disalurkan kepada PT Arthamas Solusindo untuk pinjaman modal kerja dengan mekanisme perpetual loan kepada PT Data Opal Terpadu.

PT Data Opal Terpadu merupakan perusahaan anak yang dimiliki 99,92% oleh PT Arthamas Solusindo. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian barang modal yang berhubungan dengan pembangunan properti, modal kerja lainnya serta investasi.

Adapun sianya disalurkan kepada PT Shinta Utama untuk pinjaman modal kerja dengan mekanisme perpetual loan kepada PT Zimba Onix Mustika merupakan perusahaan anak yang dimiliki 99,92% oleh PT Shinta Utama.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian barang modal yang berhubungan dengan IT seperti pembelian software, hardware, modal kerja lainnya serta investasi selanjutnya kepada PT Sistem Loka Triprima yang merupakan perusahaan anak yang dimiliki 99,92% oleh PT Shinta Utama.

Selanjutnya akan digunakan untuk pembelian barang modal yang berhubungan dengan IT seperti pembelian software, hardware, modal kerja lainnya serta investasi.

Dalam hajatan kali ini, Perseroan telah menunjuk Aldiracita Sekuritas Indonesia dan Bank KB Bukopin sebagai wali amanat. Kredit rating Indonesia memberikan peringkat idAA untuk Obligasi ini. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) Catat Pendapatan Rp16,26 Triliun Hingga Juni 2022


PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) mencatat pendapatan Rp16,26 triliun hingga periode 30 Juni 2022 turun dari pendapatan Rp19,99 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, jumlah beban tercatat Rp15,94 triliun turun dari jumlah beban Rp17,95 triliun.

Laba sebelum pajak tercatat Rp327,08 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp2,05 triliun.

Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp254,61 miliar dari laba bersih Rp2,09 triliun tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan mencapai Rp121,94 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari jumlah aset Rp117,51 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Tawarkan Obligasi Senilai Rp1,84 Triliun


PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap II tahun 2022 senilai Rp1,84 triliun yang merupakan bagian penawaran umum berkelanjutan dengan jumlah dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun.

Obligasi Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Maultiartha Tahap I tahun 2021 ini akan ditawarkan dalam 4 seri. Demikian prospektus ringkas yang disampaikan Manajemen SMMA, Rabu (3/8).

Untuk Seri A, ditawarkan maksimal senilai Rp429,3 miliar, memiliki kupon bunga tetap 6,75 persen dan akan jatuh tempo 370 hari sejak diterbitkan. Kemudian untuk Seri B, yakni senilai Rp13,1 miliar dengan bunga sebesar 8 persen dan akan jatuh tempo pada dua tahun sejak diterbitkan.

Selanjutnya seri C yakni ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp305,13 miliar berbunga 9 persen dan akan jatuh tempo 3 tahun sejak diterbitkan, terakhir seri D ditawarkan sebesar Rp1,10 triliun dengan bunga 9,75 persen dan akan jatuh tempo 5 tahun sejak diterbitkan.

Adapun dana hasil penerbitan surat utang tersebut rencananya akan dipergunakan sebesar Rp562 miliar akan dipergunakan untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multiartha Tahap I Tahun 2020 dengan Tingkat Bunga Tetap seri B dan Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multiartha Tahap I Tahun 2021 seri A.

Selanjutnya Pinjaman modal kerja bersifat perpetual terhadap Perusahaan Anak, dengan rincian yaitu sebesar Rp450 miliar disalurkan kepada PT Shinta Utama, sebesar Rp480 miliar disalurkan kepada PT Arthamas Solusindo, dan sisanya disalurkan kepada PT Rizki Lancar Sentosa.

Dalam hajatan kali ini, Perseroan telah menunjuk Aldiracita Sekuritas Indonesia, BRI Danareksa Sekuritas selaku penjamin emisi obligasi.dan Bank KB Bukopin sebagai wali amanat.

Obligasi SMMA ini memperoleh peringkat idAA dari Kredit Rating dengan tanggal Penawaran Umum Obligasi pada 22 hingga 23 Agustus 2022 serta akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Agustus 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Sinar Mas Multiartha Tbk akan Terbitkan Obligasi dalam Tiga Seri


PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui penerbitan obligasi maksimal senilai Rp705,7 miliar.

Obligasi Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Maultiartha Tahap I tahun 2021 ini akan ditawarkan dalam tiga seri. Demikian prospektus ringkas yang disampaikan Manajemen SMMA, Senin (30/8).

Untuk Seri A, ditawarkan maksimal senilai Rp507 miliar, memiliki kupon bunga tetap 6,75 persen dan akan jatuh tempo 370 hari sejak diterbitkan. Kemudian untuk Seri B, yakni senilai Rp79,7 miliar dengan bunga sebesar 8 persen dan akan jatuh tempo pada dua tahun sejak diterbitkan. Dan yang terakhir seri C yakni ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp119 miliar berbunga 8,75 persen dan akan jatuh tempo 3 tahun sejak diterbitkan.

Adapun dana hasil penerbitan surat utang tersebut rencananya akan dipergunakan untuk penyertaan terhadap anak usaha, PT Shinta Utama sebesar Rp466, 2 miliar.Untuk diketahuim Shinta utama adalah investasi berupa penyertaan saham, perdagangan dan jasa. Sedangkan sisanya, sebesar Rp233,067 miliardipergunakan sebagai peningkatan penyertaan terhadap anak usaha yaitu PT Arthamas Solusindo. Anak usaha itu memiliki kegiatan usaha jasa informasi.

Dalam hajatan kali ini, Perseroan telah ditunjuk Aldiracita Sekuritas Indonesia, BRI Danareksa Sekuritas, dan Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi obligasi. Ketiga penjamin emisi itu mulai menawarkan surat utang dengan peringkat irAA dari Kredit Rating sejak tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2021. Dan diharapkan obligasi dapat tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 September 2021.(end/as)

Sumber: IQPLUS

SAHAM SMMA | Sinar Mas Multiartha (SMMA) masuk daftar emiten big cap

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,03% ke level 4.987,78 pada Rabu (17/6). IHSG masih bisa menguat meski sebagian besar saham emiten big cap melemah.

Saham emiten big cap dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun, juga bertambah satu anggota menjadi total 11 emiten big cap. Terbaru, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) masuk daftar emiten big cap.

Selama 4 hari berturut saham SMMA menguat dan membuat kapitalisasi pasarnya membesar menjadi Rp 102,83 triliun.

Menurut data RTI, saham SMMA kini memiliki price to earning ratio (PER) 71,78 kali dengan price to book value (PBV) 5,61 kali.

Perubahan lain, TLKM kembali menduduki urutan ketiga emiten dengan market cap terbesar setelah menggeser UNVR.

Kapitalisasi pasar TLKM kini Rp 317,98 triliun, lebih besar dari UNVR yang senilai Rp 315,69 triliun.

Kemarin, dari 11 saham emiten big cap, 5 saham melemah, 3 saham menguat dan 3 saham stagnan harganya.

Saham big cap yang naik selama 3 hari berturut: ICBP, TLKM

Saham big cap yang naik selama 4 hari beruntun: SMMA

Saham big cap dengan kenaikan market cap tertinggi harian, Rabu (17/6):

1. SMMA (2,87% | Rp 102,83 triliun)

2. ICBP (0,85% | Rp 104,37 triliun)

3. TLKM (0,31% | Rp 317,98 triliun)

Saham big cap dengan penurunan market cap harian terdalam, Rabu (17/6):

1. BMRI (-2,49% | Rp 226,37 triliun)

2. BRPT (-1,22% | Rp 108,26 triliun)

3. BBRI (-0,96% | Rp 378,54 triliun)

Saham SMMA | SINAR MAS MULTIARTHA TAMBAH MODAL DI SINAR ARTHA TRADING



IQPlus, (11/02) - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah melakukan tambahan setoran modal ke PT Sinar Artha Trading yang berkedudukan di Jakarta Pusat.

Menurut keterangan perseroan Selasa, Jumlah tambahan modal sebesar Rp987,5 juta dimana jumlah tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas perusahaan sehingga penyertaan tidak material.

Transaksi tambahan modal dilakukan pada 10 Februari 2020. Adapun kepemilikan PT Sinar Mas Multiartha di PT Sinar Artha Gading sebesar 92% sedangkan PT Shinta Utama sebesar 8%. (end)

Berita Saham SMMA | 26 Februari 2018

Berita Saham SMMA

PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) melakukan penyertaan modal senilai Rp49,99 miliar kepada PT Sinar Mas Ventura.

Adapun, komposisi kepemilikan saham PT Sinar Mas Ventura setelah transaksi dilakukan yakni 99,99% setara Rp49,99 miliar dimiliki oleh Sinar Mas Multiartha dan sisanya senilai 0,01% atau setara Rp5 juta dimiliki oleh PT Shinta Utama.

Direktur Utama Sinar Mas Multiartha Doddy Susanto, melalui keterbukaan informasi mengatakan, aktivitas transaksi tersebut tidak akan memberikan dampak pada kinerja Sinar Mas Multiartha.

Jumlah penyertaan modal ke Sinar Mas Ventura tidak melebihi 20% dari ekuitas perusahaan, sehingga penyertaan modal tersebut tidak bersifat material. (end)

sumber:
IQPLUS