Prospek Saham Properti | 27 Juli 2018
Kinerja sejumlah emiten di sektor properti non-kawasan industri masih belum sepenuhnya menggembirakan. Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra memperkirakan, kinerja perusahaan sektor ini di kuartal kedua masih belum banyak berubah.
Menurutnya, kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) masih flat dari semua lini bisnisnya. Pendapatan terbesarnya datang dari urban development dan healthcare.
"Pada kuartal I 2018 masih terlihat flat. Dengan kondisi sektor properti yang belum benar-benar pulih, maka kinerja pada kuartal II ini tidak akan berbeda jauh dibandingkan kuartal sebelumnya," jelasnya, Kamis (26/7).
Sedangkan untuk PT PP Properti Tbk (PPRO), Aditya bilang sejauh ini pendapatannya masih cukup solid terutama disumbang oleh penjualan properti seperti rumah dan apartemen.
"Kinerja sektor properti di kuartal II ini tidak berbeda jauh dengan kuartal I lalu, kenaikan 14% di kuartal I kemungkinan akan bisa terulang di kuartal II nanti, estimasi saya sekitar 12%-15% kenaikan di penjualan untuk PPRO pada kuartal II 2018," imbuhnya.
Lalu untuk PT Ciputra Development Tbk (CTRA), ia mengungkapkan bahwa mulai terlihat perbaikan penjualan dari segmen rumah tapak maupun kantor dan akan lebih terlihat lagi di kuartal II ini. "Estimasi kenaikan bisa di atas 10% dari sebelumnya 8% di kuartal I 2018," tandasnya.
Untuk PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Aditya bilang segmen dari pendapatan sewa cukup terlihat positif di kuartal I lalu dan posisi ini akan semakin baik di kuartal II ini. "Estimasi kenaikan penjualan berkisar 15%-20% untuk periode ini," terangnya.
Rekomendasi saham
Sementara itu, Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat saat dihubungi kontan.co.id mengatakan bahwa kinerja perusahaannya mengalami peningkatan pada kuartal II tahun ini.
"Terutama dari sisi laba bersih hingga Juni 2018 in tumbuh sekitar 12% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah penjualannya juga meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu dan melampaui target," jelasnya.
Taufik bilang rilis data kinerja kuartal II 2018 akan dikeluarkan pada Senin depan (23/7).
Sementara itu, ia turut mengungkapkan bahwa perusahaannya telah berhasil menjual tiga menara apartemen di Surabaya sekaligus kepada PT Arvada Investama yaitu Grand Shamaya tower 2, Grand Dharmahusada tower 2, dan Grand Sungkono tower 4.
"Selain itu, ada yang sedang dalam proses konstruksi dan ada juga yang sudah dalam tahap persiapan ground breaking," lanjutnya.
Untuk belanja modal, Taufik bilang pihaknya mengalokasikan capex pada kisaran Rp1,8 triliun-Rp 2 triliun. "Capex tersebut akan fokus digunakan untuk pengembangan lahan karena cadangan lahan (landbank) yang dimiliki perseroan sudah mencukupi untuk beberapa tahun ke depan," ungkapnya.
"Tahun ini, kita menargetkan top line bisa mencapai Rp 3,8 triliun hingga Rp 4 triliun, sedangkan untuk bottom line ditargetkan berkisar dari Rp 510 Miliar hingga Rp 530 miliar," tutupnya.
Aditya lalu melanjutkan bahwa dengan relaksasi yang dilakukan oleh pemerintah sejauh ini maka akan ada efek yang positif untuk peningkatan penjualan rumah, apartemen dan perkantoran ke depannya. "Kenaikannya memang tidak akan seagresif 4-5 tahun yang lalu, namun akan lebih baik dari tahun lalu," jelasnya.
Sementara itu, Aditya juga bilang bahwa manajemen resiko seperti utang dengan kondisi pelemahan rupiah sejauh ini dapat menekan resiko beban bunga.
"Asalkan pinjaman ke pihak bank dikurangi untuk mengantisipasi resiko kenaikan suku bunga kredit. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat memastikan rencana ekspansi agar sesuai dengan skenario pendapatan perusahaan," imbunya.
Selain itu Aditya bilang, promosi harus tetap dilakukan perusahaan untuk memperbesar peluang penjualan sehingga rencana pengembangan bisnis bisa dilakukan dengan lebih terarah dan mengikuti tingkat daya beli konsumen serta proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya," tambahnya.
Dari sisi saham, Aditya melihat masih ada sinyal outperform, baik untuk CTRA, PWON dan PPRO.
Sedangkan untuk LPKR sebaiknya lebih wait and see dahulu dan netral signal untuk LPKR.
Namun, ia tetap menganjurkan agar melakukan akumulasi beli di jangka pendek. "Untuk saham LPKR boleh dibeli di harga Rp 450 per saham, PWON boleh dibeli di harga Rp 620 per saham. Sementara itu, untuk PPRO boleh dibeli di harga Rp 155 per saham dan CTRA boleh dibeli di harga Rp 1.200 per saham," tutupnya.
http://investasi.kontan.co.id/news/ini-prediksi-analis-untuk-kinerja-properti-non-kawasan-industri-kuartal-ii
Prospek Saham Properti | 24 Juli 2018
Di tengah pasar yang volatil, sektor konstruksi dan properti menunjukkan tren positif sejak akhir Juni kemarin hingga saat ini.
Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, sektor properti sedang mengalami bullish consolidation. Bahkan ada beberapa emiten properti yang menikmati marketing sale tinggi, yang menunjukkan adanya indikasi sektor properti tidak lesu.
“Kebijakan pelonggaran aturan loan to value (LTV) menjadi sentimen positif penggerak saham sektor properti mengalami rebound, sehingga trennya mengarah ke bullish consolidation. Pelonggaran itu terus menopang peningkatan indeks akhir-akhir ini,” kata Nafan, Senin (23/7)
Sementara Hadrian Maynard, Head Marketing Universal Broker Indonesia menilai, kenaikan ini hanya bersifat jangka pendek. Menurutnya, secara teknikal, pergerakan saham belum menembus level konfirmasi atau masih dalam tahap konsolidasi.
Untuk saham emiten properti, secara teknikal Nafan merekomendasikan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).
Untuk jangka menengah, Nafan merekomendasikan buy PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) di target price level 1.000, buy PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) di level 625, buy PT PP Properti Tbk (PPRO) di level 155, buy PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di level 1.630, dan buy PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) di level 416.
Untuk saham properti, dia menjagokan BSDE, PWON dan ASRI.
Kinerja marketing sale BSDE dinilai konsisten stabil dan masih banyak lahan yang bisa dikembangkan, baik untuk residensial dan komersial.
“PWON, secara teknikal pergerakannya cukup bagus dan bisa untuk jadi saham trading, serta ada proyek pembangunan apartemen yang diharapkan bisa meningkatkan sisi recurring income,” kata Nafan.
Lalu ASRI memiliki pengembangan kawasan strategi di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali dan properti di sekitarnya, yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja ASRI. Satu lagi, annual meeting IMF di Bali juga diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi ASRI.
http://investasi.kontan.co.id/news/konsolidasi-bullish-mewarnai-saham-properti-tanah-air
Analisa Saham Sektor Telekomunikasi | 15 Maret 2018
Analisa Saham Sektor Telekomunikasi
FR CIMB (YU) : Telco - Overall | PDF2018: Thai summer and defensives for a rainy day
NEUTRAL - Maintained
Author(s):Choong Chen FOONG +60 (3) 2261 9081, Pisut NGAMVIJITVONG
—------------------------------------------------------------------------------
■ Thailand: Fastest industry mobile revenue growth in 2017 among ASEAN-4 on easing competition and rising ARPUs. Higher EBITDA margin & easing capex cycle tailwinds.
■ Indonesia: Intense competition may ease in 2H18 and we think that current valuations already reflect the bearish EBITDA/OpFCF outlook.
■ Malaysia: Steadier competition to result in better earnings and dividend stability.
■ Singapore: Dim revenue outlook, with impending entry of more MVNOs and TPG.
■ Our top ASEAN-4 telco picks are True, Axiata and XL. Our top defensive picks are JASIF, Intouch and Digi.
Analisa Saham Sektor Media | 29 Januari 2018
Analisa Saham Sektor Media
*DB Indo media analyst, Raja Abdalla, came up with a Bullish report on Media sector.*
Why we think it’s a good year for Advertising:
• *Media is an overlooked sector that provide attractive upside with undemanding valuation*. Both MNCN and SCMA are trading at 11.1x and 18.9x PE, respectively. This is below their 7 year avg PE
• We foresee *pick up in FMCG ads spending*. Expect more aggressive A&P on the back of launches or re-launches of products in 2018 (2017 is generally weak market for ads market i.e. Ads expense declined 2.0%YoY in 9M17 in which reported below 7 year avg ads expense to rev)
• More *investment in digital company* such E-commerce companies lead to stronger digital related ads as to increase brand awareness and intensifying competition amongst digital players i.e. Tokopedia/ shopee
• Historically, *boost from ads spending by govt and political organizations* as both regional elections and presidential elections are coming our way will also be incremental
• During 2013-2017, investment in media started to accelerate and NOW it is time to reap the benefit of those investment
Stock Pick
• MNCN discount to SCMA should get NARROWER (now 43% discount historically around 20%-25%); MNCN TP2180 (+45.3% upside)
• Reiterate our BUY rating on SCMA TP3100 (+23% upside)
Analisa Saham Sektor AGRI | 22 Januari 2018
Analisa Saham Sektor AGRI
1. Sektor AGRI adalah sektor yang kurang beruntung sepanjang tahun 2017 dimana saham kelompok ini terkoreksi cukup tajam tahun lalu
2. Dalam kurun waktu 12 bulan di 2017, sektor ini terkoreksi -10.62% atau -191.68 poin dari sejak awal tahun 2017. Sehingga menjadi salah satu sektor yang MERAH di tahun 2017
3. Apa apa saja saham yang masuk dalam kategori AGRI ?? Saham saham apa yang menjadi Heavy Weight dalam sektor ini ?
4. Saham Kelompok AGRI mencakup perusahaan/emiten yang memiliki sub sektor PERKEBUNAN, BIJI-BIJIAN (Crops), dan PERIKANAN. Mayoritas saham AGRI didominasi oleh kelompok PERKEBUNAN/PLANTATION
5. Ada 5 saham yang mendominasi sektor AGRI yaitu : #AALI, #SSMS, #SMAR, #LSIP dan #SIMP dengan total kontribusinya mencapai 62.91% kapitalisasi sektor AGRI
6. Market Cap (jumlah saham beredar x harga) kontribusi dari masing-masing nya : #AALI 24.41% #SSMS 13.04% #SMAR 9.72% #LSIP 9.01% dan #SIMP 7.73%
7. BIla kita extend lagi sampai 10 saham dengan kontribusi market cap paling besar maka urutan berikutnya #BWPT #TBLA #BISI #SGRO #ANJT
8. Terlihat bahwa Top 10 saham AGRI didominasi oleh 9 saham Perkebunan dan 1 saham Biji-Bijian y aitu #BISI
9. Bagaimana prospek saham AGRI di tahun 2018 ini ? apakah akan sesuram di 2017 ?
10. Dalam perspective time frame weekly, kelompok AGRI masih dalam kondisi downtrend dan menguji area support 1496/1500 untuk kemudian memantul ke level 1725 sebagai area targetnya
11. Dalam perspective time frame daily, kelompok ini mengalami Minor Uptrend dalam Major Trend yang cenderung Downtrend untuk menguji area channel line dan resisten 1647 untuk bisa melanjutkan trend naiknya
12. Salah satu hal yang menghambat kenaikan saham AGRI adalah masih belum stabilnya harga CPO dunia sehingga mempengaruhi ekspektasi saham saham Perkebunan
13. Kenaikannya sempat tertahan di resisten 1647 dan terjadi pullback di area tersebut
14. Secara teknikal harga CPO membentuk pola head and shoulder dengan neckline support 2425. bila breakdown maka harga CPO bisa terkoreksi ke level 1977
15. Hal ini sangat berpengaruh kepada saham saham perkebunan yang pergerakan naik dan turunnya harga berkorelasi positif dengan harga CPO nya
16. Mari sekarang kita review individual stock dari kelompok AGRI yang cukup aktif diperdagangkan dari sisi frekuensi, volume dan value transaksi hariannya
17. #AALI (weekly) : posisi cenderung downtrend. gagal untuk break trendline downtrend dan fibo 13575. peluang turun hingga ke level 9530, bisa jadikan 9530 sbg area buy on weakness nya
18. #AALI (daily) sudah break minor uptrendline nya dan uji area support 12700. bila breakdown 12700 outlook pelemahan ke 12350-11850. waspada
19. #LSIP (weekly) : posisi saat ini downtrend, gagal break area R 1407 dan pullback ke menguji area support 1290-1122. jadikan retracement area tersebut sebagai area buyback nya. wait and see
20. #LSIP (daily) : posisi cenderung downtrend setelah break minor uptrendline nya dan membentuk pola sideways di 1350-1395.wait and see sampai ada kejelasan trend nya.
21. #SSMS (weekly) posisi saat ini downtrend Dan menguji area support 1342-1085. Wait and see sampai ada pantulan di area support atau channel line 1085 sbg buy back area
22. #SSMS (daily) : posisi saat ini downtrend Dan uji area support channel line sampai 1385. Wait and see sampai di area pantulannya support 1385 untuk target 1530
23. #GZCO (weekly) posisi saat ini major downtrend dengan kecenderungan minor uptrend menuju area downtrend line nya. Hold dgn target 90-100
24. #GZCO (daily) : cenderung uptend Dan uji area resisten dontrend line nya di 70. Break 70 peluang lanjutan 78-94. Follow up setelah 70
25. #BWPT (weekly) : posisi saat ini cenderung UPTREND minor uji area R 254. Bila mampu break Dan bertahan > 254 menuju target 288-330. Hold dan add
26. #BWPT (daily) posisi saat ini uptrend dengan support 202. Hold. Break downtrend line 235 maka peluang Naik hingga ke target 250-294.
by TemanTrader
Analisa Saham Sektor Retail | 17 Januari 2018
Analisa Saham Sektor Retail
Samuel Sekuritas Sector Update – Retail 01/15/2018
A More Favourable Year
- Pemerintah menargetkan dana desa mulai 2018 akan digunakan lebih banyak untuk program-program padat karya di 100 kabupaten, di mana minimal 30 persen dari dana desa dipakai untuk upah tenaga kerja. Adapun pemerintah mengalokasikan dana untuk program tersebut mencapai Rp11,2 triliun pada tahun 2018 ini. Program padat karya tunai (cash) tahun depan mampu menyerap 263.646 orang tenaga kerja dan upah yang akan diterima dari program tersebut yakni sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 160 ribu per orang per hari.
- Untuk RALS, dengan pencapaian SSSG di Pulau Jawa yang lebih baik daripada wilayah luar Pulau Jawa sampai dengan November ’17 kemarin, maka manajemen RALS masih akan fokus untuk pembukaan gerai baru di Pulau Jawa. Adapun kontribusi online terhadap industri ritel offiline hanya baru berkisar 1%, dan kontribusi online terhadap total PDB baru sekitar 1,8% (Ketua Umum Aprindo). Ekspansi bisnis department store di daerah juga masih prospektif, seiring dengan masih rendahnya penetrasi perdagangan online. Beberapa peritel juga sudah mulai pindah ke daerah – darah di luar kota besar.
- Valuasi: OVERWEIGHT
Mirae Asset
Analisa Saham Sektor Otomotif | 15 Januari 2018
Analisa Saham Sektor Otomotif
Indo Premier Sekuritas Sector Update – Automotive 01/09/2018
Overweight outlook maintained
- Pasar 4W kami proyeksikan akan bertumbuh 9.9%YoY, sedangkan 2W +2.2%YoY. Dalam scenario pertumbuhan akan melamban sebagai akibat persaingan harga dan oversupply maupun spending masyarakat low to middle dan middle to up income tidak setinggi ekspektasi maka pasar 4W tetap berpotensi bertumbuh positif +5.3% dan 2W-0.8% (masih lebih baik dari proyeksi FY17E kami -5.7%YoY.
- Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, kami melihat persaingan tahun ini akan tetap sengit, ditengah kontinuitas peluncuran ragam varian baru. Hal ini juga berpotensi mendorong pangsa pasar 4W Astra akan mengalami penurunan, meskipun tetap akan mendominasi pasar (lihat report auto bulanan SSI sebelumnya). Untuk pasar 2W kami tidak melihat adanya ancaman serius dari rival Astra.
- Valuasi: OVERWEIGHT
Mirae Asset
Analisa Saham Sektor Media | 15 Januari 2018
Analisa Saham Sektor Media
Samuel Sekuritas Sector Update – Media 01/09/2018
A Year of Better Outlook
- Membaiknya Audience Shares SCMA turut didorong oleh naiknya Audience Shares SCTV. Tercatat pada bulan Desember’17 kemarin, Audience Share SCTV meningkat sebesar 16.8%MoM. Kenaikan Audience Shares SCTV turut ditunjang oleh Sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta ( versi Remake tahun 2002), yang digemari masyarakat terutama remaja. Sementara itu, walaupun Audience Shares RCTI Desember’17 mengalami penurunan sebesar 9.7%MoM, akan tetapi sinetron baru, seperti ‘Catatan Harian Aisha’ (yang dibintangi oleh Umay Shahab dan Tissa Biani) juga telah disiapkan oleh manajemen untuk mendongkrak Audience Share.
- Untuk tahun ini, kami memproyeksikan pendapatan iklan yang lebih baik lagi untuk sektor media secara keseluruhan, sampai dengan akhir tahun ini untuk emiten – emiten dalam coverage kami, yang turut mempertimbangkan membaiknya daya beli masyarakat jika dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga turut mempengaruhi kinerja sektor konsumsi yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan iklan untuk sektor media. Secara spesifik, kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan untuk SCMA pada ‘18F sebesar 7% dan MNCN 8%.
- Valuasi: NEUTRAL
Mirar Asset
Analisa Saham Sektor Retail | 4 Januari 2018
Analisa Saham Sektor Retail
Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Retail: Looking toward a bright 2018 by Christine Natasya (natasya@miraeasset.com)
- Kami percaya prospek retailer akan lebih baik di 2018, didukung oleh pemerintah yang mendukung konsumsi dalam negeri yang mana akan mengurangi risiko potensi penurunan pertumbuhan.
- Pertama, kami menyoroti pengeluaran Kementerian Sosial, yang akan melonjak 138% YoY menjadi IDR41.3tr dalam APBN 2018. Hal ini diharapkan dapat menolong pengeluaran rumah tangga yang berpenghasilan rendah.
- Kedua, karena low base di tahun 2017, LPPF dan RALS cenderung akan membukukan SSSG sedikit positif seiring membaiknya daya beli.
- Ketiga, kenaikan upah minimum 2018 yang lebih tinggi dari kenaikkan upah minimum di 2017, positif bagi daya beli konsumen, terutama dengan tidak adanya penyesuaian harga listrik.
- Untuk tahun 2018, kami mengharapkan retailer coverage kami untuk membukukan SSSG sedikit positif. Karena pandangan positif kami terhadap sektor ritel, kami mengupgrade rating menjadi overweight.
Analisa Saham Sektor Consumer | 28 Desember 2017
Analisa Saham Sektor Consumer
Danareksa Sekuritas Sector Update – Consumer 12/20/2017
Bright outlook but a bit pricey
-In 2018, there will be 171 regional elections (on 27 June 2018) in 17 provinces, 115 municipalities and 39 cities. This is nearly double the number of regional elections in 2017 (101 only). From the past two presidential elections (2009 and 2014), data from consumer companies depicts significant revenues growth on a yearly basis in the 4 quarters before the elections. In 2009, the sector’s revenues increased by 11.2% yoy while in 2014 growth was higher at 14.2% yoy (in the 4 quarters prior to the elections). Should this pattern be repeated in 2018-19, consumer companies will be positively impacted.
-For 2018, the government proposes ID94.6tn of energy subsidies, up 5.2% from the amount in 2017’s revised budget. The government also plans for 10mn low-income households (2017 target: 6mn) to receive non-cash social assistance. To further support purchasing power, the government is also planning to launch a cashbasis labor intensive program in 2018 to absorb job seekers as well as provide direct income, with funding coming from village funds (2018: IDR60tn).
-Valuation: NEUTRAL
MiraeAsset
Analisa Saham Sektor Properti | 28 Desember 2017
Analisa Saham Sektor Properti
Danareksa Sekuritas Sector Update – Property 12/20/2017
Cherry picks
-Based on the indicative numbers, the aggregate marketing sales of the property companies under our coverage reached IDR20.6tn in 11M17. This figure is 76.7% of the full year management marketing sales target of IDR26.9tn and 88.7% of our marketing sales target of IDR23.2tn. Among the individual companies, we note that BSDE, PWON, and SMRA managed to outperform their peers with their 11M17 marketing sales reaching 96.9%, 85.4%, and 87.4% of their targets
-Based on our research covering the offered prices in rumahdijual.com, we note that the price gap between the primary and secondary markets in Greater Jakarta and Surabaya was relatively flat in December 2017 compared to November 2017. Meanwhile, concerning the rental yield, based on the data published by Colliers, we note that the rental rate was down by 2.4- 2.6%qoq in 3Q17. We estimate this to reduce the rental yield by 14-16bps to3.8-4.1%l.
-Valuation: NEUTRAL
Mirae Asset
Analisa Saham Sektor Semen | 18 Desember 2017
Analisa Saham Sektor Semen
Semen: Perbaikan Performa
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatatkan penjualan semen domestik Nov-17 mencapai 6,4juta ton (-5,7% MoM, +11,0% YoY), hal ini membawa penjualan semen domestik 11M17 mencapai 60,5 juta ton (+7,1% YoY).
Penurunan secara bulanan dipengaruhi seasonality dari penjualan yang menuju akhir tahun, selanjutnya peningkatan secara tahunan dipengaruhi oleh volume Nov-16 yang rendah terkait dengan rendahnya realisasi proyek infrastruktur.
Kami mengestimasi pertumbuhan penjualan bulk akan menjadi faktor utama pendukung pertumbuhan volume di 2018, namun kami juga mengekspektasikan pertumbuhan penjualan bag yang mengalami peningkatan secara stabil ke depan didukung oleh perbaikan sektor properti terutama segmen mid-low.
Perlu dicatat peningkatan harga di segmen properti menjadi salah satu indikator awal perbaikan industri karena ~70% dari pembeli rumah merupakan investor sehingga harga yang meningkat secara stabil dapat menjadi katalis untuk para investor terutama di luar Jawa.
Kami merekomendasikan NEUTRAL dengan saham pilihan SMGR.
Penjualan semen domestik Nov-17 meningkat sebesar 11.0% YoY.
Persaingan masih ketat.
Perbaikan perumahan dan akselerasi infrastruktur menjadi pendukung volume.
Kami merekomendasikan NEUTRAL dengan preferensi SMGR.
Panin Sekuritas
Analisa Saham Sektor Media | 15 Desember 2017
Analisa Saham Sektor Media
Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Media 2018F Outlook: Expecting rosy days by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
- Iklan di TV diperkirakan akan terus berlanjut sebagai penyumbang tertinggi sebesar 53.8% pada tahun 2021F.
- Meskipun porsi belanja iklan Unilever (UNVR) terhadap total pendapatan menurun, kami berharap perusahaan lain seperti e-commerce dan start up dapat mengimbangi. SCMA melihat peluang besar dari e-commerce dan percaya akan berkontribusi besar pada pendapatan TV di tahun mendatang
- Kami juga mengantisipasi konsumsi akan pulih terutama didukung oleh niat beli yang lebih tinggi karena memudarnya efek kenaikan tarif listrik di tahun depan. Dengan memanfaatkan kesempatan ini, perusahaan FMCG cenderung menghabiskan budjet lebih tinggi untuk iklan TV. Selanjutnya, kami percaya bahwa persaingan perusahaan FMCG yang ketat akan menguntungkan perusahaan media karena akan memicu mereka untuk meningkatkan lebih banyak belanja iklan untuk mempertahankan pangsa pasar mereka.
- Kami percaya akan ada efek positif di industri TV dari pilkada pada bulan Juni 2018 dan dimulainya kampanye kepresidenan pada bulan Oktober 2018.
- Kami mempertahankan rating overweight pada sektor media untuk 2018F.
Analisa Saham Sektor Mining | 8 Desember 2017
Analisa Saham Sektor Mining
BCA Sekuritas Sector Update – Mining Holding Firm 12/04/2017
Stronger formation
- Menteri BUMN Rini Soemarno baru-baru ini menandatangani sebuah dokumen yang meresmikan pembentukan Asahan Aluminium Indonesia (Inalum) sebagai perusahaan induk perusahaan pertambangan negara. Berdasarkan ketentuan dalam dokumen tersebut, Inalum akan memiliki 65% saham di Aneka Tambang (ANTM), Timah (TINS), dan Bukit Asam (PTBA), dan 9,36% saham di Freeport Indonesia.
- Pemerintah dan DPR tetap memegang kendali atas perusahaan-perusahaan di bawah Inalum, meski telah menghapus 'Persero' dari namanya. Pasca pembentukan holding, ANTM, TINS, dan PTBA masih akan berjalan secara independen dan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan operasional perusahaan.
- Valuasi Sektor: NEUTRAL
Analisa Saham Sektor Konstruksi | 4 Desember 2017
Analisa Saham Sektor Konstruksi
Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Construction 2018 outlook: Escalated systematic risk v.2.0 by Franky Rivan (franky@miraeasset.co.id)
- Memasuki 2018, kami reiterate sikap bearish kami terhadap sektor konstruksi, seperti yang telah kami diskusikan dalam report “Escalated systematic risk”. Kami merevisi turun rekomendasi kami di sektor konstruksi ke Underweight (dari Netral).
Secara khusus, kami berpendapat bahwa:
1) pemerintah tampaknya tetap memberikan tekanan terhadap BUMN;
2) arus kas masuk yang cukup besar dari pembayaran proyek turnkey tahun depan hanya akan sedikit berarti jika proyek yang baru ditender juga merupakan proyek turnkey;
3) kondisi buku kontraktor saat ini cukup mendesak untuk divestasi anak perusahaan, namun kondisi saat ini cukup menantang karena kami melihat bahwa pasar sedang kurang tertarik terhadap divestasi tersebut,
4) penurunan besar-besaran pada harga saham kontraktor belakangan ini tetap membuat valuasinya lebih tinggi dibanding regional, dan
5) harga saham kontraktor hampir tidak pernah bullish selama tahun pra-pemilu.
- Rata-rata industri saat ini diperdagangkan di 1.8x P/B ratio (vs. 1.5x regional), 0.7x P/S ratio (vs. 0.4x regional), dan 8.5x 18F P/E ratio (vs. 9.1x regional).
Kami memperdiksi tren sideways-downtrend di harga saham perusahaan konstruksi tahun depan.
Analisa Saham Sektor Bank | 27 November 2017
Analisa Saham Sektor Bank
BCA Sekuritas Sector Update – Banking 11/17/2017
Sep-17: Slower investment loan trend
- Pertumbuhan kredit melambat sedikit, menandai 7,9% YoY pada Sep-17 (Agustus-17: 8,3% YoY) membawa pertumbuhan menjadi 3,8%. Hal tersebut diseret oleh lemahnya pinjaman investasi (5,4% YoY pada September-17), sementara kredit modal kerja tercatat sebesar 8,1% YoY pada Sep-17. Kredit konsumsi mencapai 9,8% YoY pada Sep-17, sedikit turun dari 10,2% yang dilaporkan bulan sebelumnya, karena kredit konsumen non-hipotek macet, pinjaman hipotek namun melanjutkan lintasan ke atas yang kokoh, meningkat menjadi 10,6%
- Secara keseluruhan total pertumbuhan deposito dipercepat menjadi 11,7% YoY (vs 9,6% pada Juni-17), hasil percepatan semua simpanan. Hal ini diikuti oleh peningkatan LDR, menjadi 88,3% pada Sep-17, dari 88,8% pada Agustus-17 dan dari 91,5% di tahun sebelumnya. Rasio CASA mencapai 53,9% pada Sep-17 (Agustus: 53,4%, Sep-16: 54,3%)
- Valuasi sektor: NEUTRAL
Analisa Saham Sektor Batubara | 27 November 2017
Analisa Saham Sektor Batubara
BCA Sekuritas Sector Update – Coal 11/20/2017
Long-term pressure
- Tren permintaan batubara yang positif cenderung melambat pada 2018F dan seterusnya, karena perubahan kebijakan pemerintah di China, India, dan Korea Selatan. Pemerintah China telah mulai melonggarkan kebijakannya yang membatasi produksi batubara, dan akan memperkuat pengawasan dan peraturan harga di pasar batubara selama musim dingin yang akan datang untuk memastikan harga yang stabil. Sementara itu, pemerintah Korea Selatan akan mengganti pembangkit listrik berbahan bakar batubara dengan energi terbarukan dan dapat melanjutkan pembangunan di dua reaktor nuklir yang sementara dihentikan pada 1H17
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru-baru ini menginstruksikan PLN untuk meninjau kembali persyaratan perjanjian jual beli listrik (PPA) dengan IPP besar yang berada di Jawa dan tidak dalam pembangunan. Kementerian ESDM juga sedang menghitung formula kebijakan penetapan harga batubara baru yang akan diimplementasikan tahun depan, dimana PLN akan dapat membeli batubara dengan harga pasar, untuk mengurangi fluktuasi ASP batubara menjadi PLN
- Valuasi sektor: NEUTRAL
Analisa Sektor Minyak | | 24 November 2017
Analisa Harga Minyak
Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Crude oil: Bullish signals by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
- Kami melihat ketegangan Arab Saudi dan Iran berawal dari tuduhan Arab Saudi bahwa Iran memasok rudal ke pemberontak Houthi di Yaman serta pemerintah Arab Saudi menyuruh warganya untuk meninggalkan Lebannon.
- Kami percaya Saudi Aramco akan mencatatkan sahamnya di bursa New York karena kapitalisasi pasar bursa New York tinggi serta Arab Saudi akan melakukan negosiasi dan melobi agar AS menjaga pasokan shale oil-nya.
- International Energy Agency (IEA) melihat bahwa permintaan minyak global 2018F akan tumbuh moderat dan mencapai 99,1 juta barel/hari, dari 97,7 juta barel/hari pada tahun 2017F.
- Kami pikir kekhawatiran kendaraan listrik telah ada dari tahun 2010, sehingga penjualan mobil listrik memecahkan rekor baru di tahun 2016, dengan lebih dari 750.000 mobil terjual.
Analisa Saham Sektor Semen | 23 November 2017
Analisa Sektor Semen
BCA Sekuritas Sector Update – Cement 11/16/2017
Fantastic October
- Tercatat sebagai volume penjualan bulanan tertinggi sepanjang masa, volume Oktober-17 melonjak menjadi 6,8 juta ton (+ 7,2% MoM, + 11,4% YoY), yang menghasilkan volume penjualan 10M17 pada 54,2 juta ton (+ 6,7% YoY). Perhatikan bahwa penjualan massal melonjak secara signifikan (+ 21,8% YoY), melampaui penjualan tas (+ 9,3% YoY) pada Okt-17
- Seperti yang diharapkan, pangsa pasar SMGR telah melonjak pada 17 Oktober, disumbang oleh penyerapan semen dalam jumlah besar (17 Oktober / Sep17: 41,0% / 39,9%), yang secara tidak wajar memotong pangsa pasar INTP (17 Oktober / 17 Sep : 24,8% / 25,5%). Di antara pemain Tier-2, Semen Bosowa telah memperbesar pangsa pasarnya (Okt-17 / Sep-17: 3,7% / 4,1%) dibandingkan dengan rekan-rekannya, karena peningkatan penjualan di Sumatera.
- Valuasi: NEUTRAL dengan TP Rp12,000
Berita Sektor Batubara | 21 November 2017
Bisnis pertambangan batubara tersandera isu dari perundingan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membahas tentang iklim. Belum lama ini, 15 negara bergabung dalam aliansi internasional bertajuk Powering Past Coal Alliance. Aliansi yang diinisiasi oleh Kanada dan Inggris tersebut berencana menghentikan penggunaan batubara pada 2030.
Beberapa emiten batubara turut mengantisipasi isu ini. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menilai, dampak lingkungan dari batubara memang menjadi perdebatan. Tapi, didukung dengan kemajuan teknologi bersih, batubara akan tetap menjadi sumber energi utama bagi Indonesia. "Ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dengan biaya yang terjangkau di tahun-tahun yang akan datang," kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communications ADRO, kepada KONTAN, Senin (20/11).
Selain fokus pada pangsa pasar domestik, ADRO juga akan memperbesar pasar Asia Tenggara. Pasalnya, permintaan batubara dari negara-negara ASEAN masih tumbuh.
Dalam laporan keuangan kuartal III-2017, penjualan batubara ekspor masih memberi kontribusi terbesar bagi ADRO. Penjualannya mencapai US$ 1,83 miliar, atau 80% dari pendapatan ADRO.
Suherman, Sekretaris Perusahaan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), juga mengatakan, isu pengetatan permintaan batubara dari Eropa sudah terdengar sebelumnya. Untuk itu, PTBA sudah mempersiapkan alternatif untuk menjaga permintaan batubara. "Saat ini, belum begitu terpengaruh dari kebijakan itu. Tapi tetap kami antisipasi," ujar Suherman.
Permintaan batubara domestik masih cukup besar. Apalagi, PTBA banyak mendapat kontrak dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Saat ini, 60% suplai batubara kami untuk kepentingan domestik, sebagian besar dari itu disuplai untuk PLN," imbuh dia.
Ia mengatakan, target pasar ekspor batubara PTBA saat ini masih banyak di kawasan Asia, seperti Jepang, Malaysia, dan Thailand. Sementara, pasar PTBA ke Eropa belum terlalu besar. Karena itu, meski beberapa negara Eropa sudah masuk dalam aliansi tersebut, PTBA yakin negara di Asia masih membutuhkan batubara. "Kami yakin, beberapa tahun ke depan, isu itu belum akan menjadi masalah untuk PTBA," kata Suherman.
Tapi, PTBA juga menyadari, tak selamanya permintaan batubara akan terus stabil. Makanya, PTBA melakukan diversifikasi, salah satunya di bisnis pembangkit listrik.
Permintaan masih naik
Bertoni Rio, Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia, menyatakan, konsumsi batubara masih akan tumbuh tahun depan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan dari negara yang masih menggunakan bahan baku batubara.
Di antaranya adalah China dan Amerika Serikat. "Namun memang Indonesia tidak bisa ekspansi ke negara yang bergabung dalam aliansi penghentian pemakaian batubara," jelas Rio.
Dia memprediksi tahun ini ADRO bisa membukukan pendapatan sebesar Rp 27,51 triliun atau naik 19% dan laba bersih Rp 3,5 triliun atau naik 30%. Sedangkan, pendapatan PTBA bisa naik 23% menjadi Rp 17,2 triliun dengan laba bersih Rp 2,75 triliun. "PTBA lebih banyak menjual batubara ke domestik, khususnya ke PLN," kata Rio.
Tapi, Rio merekomendasikan hold saham PTBA dan ADRO. Ia mematok target harga ADRO sebesar Rp 2.100 dan PTBA Rp 12.300 per saham. Pada perdagangan kemarin, saham ADRO ditutup di harga Rp 1.755 dan PTBA ditutup pada Rp 11.175.
kontan

