Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bhit. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bhit. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

BHIT | MOODYS DOWNGRADE MNC INVESTAMA CFR TO CAA1


IQPlus, (12/08) - Moody's Investors Service has downgraded the corporate family rating (CFR) of MNC Investama Tbk. (P.T.) (BHIT) to Caa1 from B3. At the same time, Moody's has downgraded BHIT's senior secured rating to Caa2 from Caa1.

The ratings outlook remains negative. Through its 48.95% stake in P.T. Global Mediacom Tbk (BMTR, unrated), BHIT has significant stakes in media operating companies, P.T. Media Nusantara Citra Tbk (MNCN, unrated) . Indonesia's (Baa2 stable) leading free-to-air (FTA) broadcast company . and P.T. MNC Vision Networks Tbk (IPTV, unrated), a leading broadband and pay-TV operator in Indonesia.

"The downgrade of BHIT's CFR to Caa1 reflects increasing refinancing risk . particularly at the holding company level . as BHIT's May 2021 bond maturity draws closer and dividend income from its subsidiaries remains low," says Annalisa Di Chiara, a Moody's Vice President and Senior Credit Officer.

As a holding company, BHIT generates a limited amount of operational cash flow aside from dividend income.

However, over the last 12 months BMTR has paid just IDR69 billion of dividends which translated into dividend income for BHIT of around IDR35-IDR40 billion based on its ownership stake; a level that is insufficient to cover annual interest expense on BHIT's bond of around USD10 million.

"We believe dividend income at BHIT will remain limited over the next 12 to 18 months, as its key media operating subsidiaries . including BMTR, MNCN and IPTV . address upcoming debt maturities, ongoing amortization payments and focus on their own shareholder initiatives," adds Di Chiara, who is also Moody's Lead Analyst for BHIT.

BHIT's liquidity position, on a standalone basis, will remain weak. As such, Moody's anticipates that the repayment of BHIT's bond in May 2021 will depend on capital raising activities, the timing of which is unclear and ultimately market sensitive.

While dividend income will likely be insufficient to cover interest expense on BHIT's bond, management has confirmed to Moody's that a portion of short-term investments held at the holding company can be monetized as needed to support interest payments.

In addition, according to BHIT's offering circular, the company is required to maintain a debt service reserve account (DSRA) equal to one semi-annual interest payment. According to BHIT's latest quarterly financial report, the DSRA was fully funded as of 30 June 2019. The next interest payment of USD10 million is due in November 2019. (end)

Analisa Saham BHIT | 25 Oktober 2022

Analisa Saham BHIT


BHIT berpeluang untuk memulai uptrendnya dnegan membentuk pola bullish double bottoms. pola ini menandakan bahwa jika BHIT berhasil menguat menembus resisten 72, BHIT berpeluang memulai uptrendnya menuju target 80-84. Indikator teknikal MACD yang baru golden cross mendukung prediksi kenaikan BHIT
Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 72 target 80-84.
Sumber: doktermarket-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Saham BHIT | 21 Desember 2022

Analisa Saham BHIT


BHIT berpeluang untuk memulai uptrendnya dengan membentuk pola bullish double bottoms. pola ini menandakan bahwa jika BHIT berhasil menguat menembus resisten 64, BHIT berpeluang memulai uptrendnya menuju target 70-74. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar cenderung bullish jika harga BHIT bergerak ke atas. 
Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 64 target 70-74.
Disclaimer ON
Sumber: doktermarket-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

[BHIT] PT MNC Investama Tbk Perkirakan Utang Perseroan Menyusut 65%


PT MNC Investama Tbk, perusahaan induk yang menaungi bisnis Grup MNC memperkirakan utang perseroan bakal menyusut 65 persen seiring dengan pelaksanaan konversi utang obligasi ke saham senilai US$150 juta. Pengurangan tersebut sejalan dengan konversi utang obligasi ke saham.

Berdasarkan keterangan resmi MNC Investama, Pengadilan Tinggi Singapura pada 29 Januari 2021 telah menyetujui exchange offer perseroan kepada pemegang obligasi senilai US$231 juta. Ada dua opsi yang ditawarkan, yaitu konversi menjadi saham baru atau obligasi baru. 

Pemegang Obligasi dapat memilih saham baru dalam waktu dua bulan sejak tanggal efektif skema, sedangkan untuk pilihan obligasi baru diberikan waktu hingga enam bulan dari tanggal efektif skema.

MNC Investama yang merupakan emiten milik taipa Hary Tanoesoedibjo mendapatkan konfirmasi bahwa sedikitnya 65 persen Pemegang Obligasi akan mengkonversi Obligasi menjadi saham. Saham baru akan diterbitkan oleh emiten bersandi BHIT itu dalam waktu 12 bulan dari tanggal efektif. 

Pemegang obligasi bisa menukar kepemilikan obligasi dengan saham baru BHIT dengan nilai Tukar 8.26 juta per US$100.000 dari jumlah pokok Obligasi (setara dengan harga konversi Rp173 per saham dengan menggunakan Kurs Rp14.302).

Konversi utang menjadi saham akan menurunkan sisa utang induk Perseroan, dari US$ 231 juta menjadi US$ 81 juta maksimal atau turun sekitar 65 persen. Sementara ekuitas induk akan meningkat dari Rp12,2 triliun menjadi tidak kurang dari Rp14,5 triliun, naik 18,1 persen , sehingga Book value per share Rp196.

Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan perseroan akan mendapat keuntungan dari pengurangan utang, yaitu pengurangan biaya keuangan. Sebaliknya, setelah dikonversi menjadi saham, permodalan BHIT akan lebih solid.

“Sehingga BHIT dapat tumbuh lebih cepat dan bergerak maju dengan rencana digitalisasi di semua unit bisnis. Ini pada akhirnya akan menguntungkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya melalui keterangan resmi.


Sumber: BISNIS

Analisa Saham BHIT | 1 Agustus 2022


Analisa Saham BHIT

Saham BHIT membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini menandakan bahwa jika BHIT berhasil menguat menembus resisten 76, BHIT berpeluang memulai uptrendnya menuju target pertama di 97-99.
Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 76 target 97-99.
Sumber: doktermarket-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT MNC Investama Tbk Siap Lakukan PMTHMETD


Entitas Grup MNC milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Investama Tbk. (BHIT) siap melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Dalam keterangannya di Bursa Efek Indonesia dikutip Rabu (2/12/2020), setelah persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Agustus 2020, MNC Investama akan melakukan private placement.

Perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5.998.697.900 saham atau 5,99 miliar saham dengan nilai nominal Rp100. Harga pelaksanaan pun Rp100, sehingga MNC Investama dapat meraup dana Rp599,87 miliar setelah private placement.

Pelaksanaan PMTHMETD tersebut pada 8 Desember 2020, sedangkan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 10 Desember 2020.

Di Bursa Efek Indonesia, saham BHIT turun 4,35 persen atau 4 poin menjadi Rp66 pada perdagangan Selasa (1/12/2020). Namun, sepanjang tahun berjalan harga masih naik 3,13 persen.

Sepanjang 2020, harga saham BHIT bergerak di rentang Rp50-Rp85. Artinya, harga pelaksaan PMTHMETD di level Rp100 merupakan harga premium di atas harga pasar.

Sebelumnya, manajemen MNC Investama juga menyampaikan rencana restrukturisasi obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat senilai US$231 juta.

Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan sejauh ini mereka telah beberapa kali menggelar dialog dengan para pemegang obligasi tersebut dan menurutnya hampir 70 persen telah menyetujui.

“Kita sudah bicara dengan pemegang obligasi, hampir US$150 sudah disepakati [untuk konversi] berarti itu sekitar 70 persenan. Semua kelihatannya hampir mendekat,” ujarnya saat paparan publik, Selasa (18/8/2020).

Darma menargetkan untuk mendapat persetujuan sekitar 5 persen lagi dari total obligasi. Dia meyakini kesepakatan dengan para pemegang obligasi akan segera tercapai dalam waktu dekat.

“Nanti tinggal menentukan harga sahamnya aja. Sekarang harga saham BHIT kan Rp50, book value kita 200, kita cari harga yang paling bisa diterima,” imbuh Darma

Menurutnya, dengan konversi obligasi menjadi saham tersebut, kewajiban utang perseroan akan menyusut secara signifikan. Dia mengharapkan hal ini juga dapat mengerek harga saham perseroan yang saat ini berada di level Rp50 per saham.

Darma menilai posisi utang yang terbilang besar menjadi salah satu faktor yang membuat persepsi pasar terhadap perseroan kurang baik sehingga harga saham BHIT terpaksa “nyangkut” di level Rp50 per saham.

“Padahal book value kita per 31 Desember 2019 itu sekitar 200, tapi mungkin orang masih lihat utang MNC Group di level sangat tinggi.[…] Kita juga nggak tahu kenapa diasumsikan tinggi padahal debt to equity ratio kita rendah di 0,53x,” tutur Darma.

Sumber: BISNIS

Analisa Saham BHIT | 22 Maret 2022


BHIT membentuk pola bullish bullish double bottoms. Pola grafik  ini memberikan sinyal bahwa jika BHIT berhasil menguat menembus resisten 76 maka BHIT berpeluang untuk melanjutkan uptrendnya menuju target 88-89. Indikator teknikal MACD yang baru kembali golden cross mendukung prediksi kenaikan BHIT.

Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 76 target 88-89.


sumber : doktermarket

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham BHIT | 22 Agustus 2022

Analisa Saham BHIT


BHIT membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini menandakan bahwa jika BHIT berhasil menguat menembus resisten 76, BHIT berpeluang memulai uptrendnya menuju target pertama di 97-99. 
Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 76 target 97-99.
Sumber: doktermarket
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

BHIT - BMTR | Dua Perusahaan Grup MNC Ini Menahan Dividen

(Baca juga: Pengertian PER)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang masuk dalam MNC Grup gencar mencari dana segar. Sebagai bukti, hampir seluruh perusahaan di bawah MNC Grup tengah melakukan penawaran saham baru. Di antaranya, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT Media Citra Nusantara Tbk (MNCN), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Bank MNC International Tbk (BABP), PT MNC Investama Tbk (BHIT), dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR).

Bahkan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) telah melaksanakan penerbitan saham baru. Tak hanya itu, pemilik MNC Grup juga menawarkan saham perdana bisnis yang belum tercatat pada bulan depan, yakni PT MNC Vision Network (MVN).

Hary Tanoesoedibjo, pemilik MNC Grup menyatakan, agenda IPO MVN berkaitan dengan transformasi perusahaan dari media konvensional ke digital. "Secara grup memang kalau perusahaan ingin besar memang harus berani untuk aksi-aksi korporasi seperti private placement atau IPO," kata dia, kemarin.

Hary menambahkan untuk meningkatkan kemampuan maka kebutuhan dana juga akan meningkat. "Berkait dengan MNC misalnya, sekarang bergerak di FTA (free to air) dan konten bergerak ke digital ada FTA+/RCTI+ lebih banyak variasi lagi," jelas dia.

MNC Grup sudah mulai transformasi seiring dengan perkembangan teknologi. Saat ini, MNC telah menjalin equity link dengan beberapa start up. MNC memegang 4% saham Inflix dan 5% saham Reddoorz. Setidaknya, dalam lima tahun kedepan iklan dari digital dan konten ini bisa berkontribusi 40% dari total keseluruhan MNC.

Di bisnis properti, MNC Grup mengaku juga akan segera merealisasikan beberapa proyek. Agustus 2019, KPIG akan merilis MNC Lido City dan MNC Bali Resort. Proyek kongsi MNC dengan anak Presiden Donald Trump itu mulai di bangun tahun 2018.

Karena kebutuhan dana yang besar, BHIT dan BMTR kompak untuk tidak membagikan bonus alias dividen kepada para pemegang saham. Padahal di 2018, BHIT dan BMTR memberi dividen tunai kepada pemegang saham senilai Rp 5 per saham.

Direktur Utama BHIT Darma Putra mengatakan, emiten ini ingin memperkuat struktur permodalan. "Kalau ada sisa, digunakan untuk mengurangi pinjaman," kata dia. Darma yakin, BMTR bisa mengerek pendapatan 12% di 2019.

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 11 Desember 2017

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia

Market Review 11 Desember 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG melemah 4 poin (-0.07%) ke level Rp6,026.633 pada perdagangan hari ini. Tercatat 121 saham menguat dan 229 saham melemah. Sektor-sektor ditutup variatif dipimpin oleh penguatan sektor miscellaneous industry (+1.58%) dan pelemahan sektor mining (-1.88%) hari ini. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp300 miliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar melemah 4 poin (-0.03%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,550 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

*Unusual Market Activity (UMA)*
- PT Indofarma Tbk (INAF)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham INAF yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

*Advance Stocks:*

- LPCK: Harga saham LPCK ditutup menguat Rp30 (+0.86%) ke level Rp3,480 pada perdagangan hari ini. LPCK menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 800 dengan harga pelaksanaan Rp 3.800 per saham. Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD ak   an terdilusi kepemilikannya hingga 27,04%. Aksi korporasi ini telah mengantongi restu pemegang saham pada RUPSLB 8 November 2017. Perusahaan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 300 juta saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham.  LPCK akan menggunakan dana hasil rights issue untuk membiayai pengembangan dan ekspansi usaha. 

- BHIT: Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham BHIT menguat Rp3 (+3.40%) ke level Rp91. BHIT berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS senilai US$ 215 juta. BHIT tercatat memiliki total utang senilai US$ 365 juta yang akan jatuh tempo pada Mei 2018. Adapun, sisa pinjaman senilai US$ 150 juta akan dilakukan pembiayaan kembali atau refinancing. Sumber dana untuk pelunasan berasal dari hasil divestasi aset batubara dan setoran modal pemegang saham

- ADHI: Harga saham ADHI ditutup menguat Rp70 (+4.06%) ke level Rp1,790 hari ini. Pemerintah akhirnya memutuskan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap bertugas sebagai penyelenggara prasarana dan sarana LRT sekaligus investor utama proyek ini. Adanya kepastian pendanaan proyek LRT Jabodebek, dinilai dapat mendorong prospek saham ADHI. Pasalnya, proyek besar ini bisa mengangkat arus kas (cashflow) ADHI. KAI akan tetap menerima penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 7,6 triliun, jaminan pemerintah, serta bantuan dan subsidi dalam pengoperasian LRT.  Total investasi proyek ini sekitar Rp 29,9 triliun.

*Decline Stocks:*

- TRAM: harga saham TRAM ditutup melemah Rp6 (-3.97%) ke level Rp145 hari ini. Tahun depan, TRAM seutuhnya menjadi perusahaan jasa pelayaran dan pertambangan. Pada 4 Desember 2017, perusahaan menuntaskan akuisisi 50,10% saham PT SMR Utama Tbk, lewat perjanjian jual-beli dengan PT Lautan Rizki Abadi. Selain SMR Utama, portofolio bisnis pertambangan Trada Alam juga terwakili lewat PT Gunung Bara Utama. Perusahaan memilikinya dengan cara mengakuisisi PT Semeru Infra Energi dan PT Black Diamond Energi.

- BJBR: Pada perdagangan hari ini, harga saham BJBR ditutup melemah Rp70 (-3.04%) ke level Rp2,230. BJBR telah mendistribusikan obligasi tahap I 2017 senilai Rp 1,5 triliun. Distribusi surat utang ini telah dilakukan pada 6 Desember 2017. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali sertifikat jumbo obligasi yang diterbitkan atas nama KSEI. Obligasi seri A ditawarkan sebesar Rp 251 miliar dengan bunga 7,5%. Seri B senilai Rp 468 miliar dengan bunga 8,15%. Sedangkan obligasi seri C Rp 780 miliar dengan bunga 8,85%.

- BRPT: Harga saham BRPT ditutup melemah Rp60 (-2.51%) ke level Rp2,330 pada perdagangan hari ini. Pada kuartal III 2017, BRPT meraih pendapatan bersih US$ 1,82 miliar, setara Rp 24,71 triliun (kurs Rp 13.548 per dollar AS)atau  naik 28% dibanding periode sama 2016 lalu. Pendapatan BRPT sejalan kenaikan ekspor petrokimia sebesar 61,65% yoy menjadi US$ 557,55 juta. Dari pasar lokal, pendapatan bisnis petrokimia masih memimpin dengan pertumbuhan 17,82% menjadi US$ 1,23 miliar. Seiring pendapatan itu, beberapa pos beban BRPT juga naik. Alhasil, laba BRPT tak bertumbuh tinggi. Kuartal III 2017, BRPT meraup laba US$ 95,60 juta atau tumbuh tipis 2,38% (yoy).

Analisa Saham BHIT | 23 Februari 2022


BHIT membentuk pola bullish cup and handle. Pola grafik  ini memberikan sinyal bahwa jika BHIT berhasil menguat menembus resisten 76 maka BHIT berpeluang untuk melanjutkan uptrendnya menuju target 88-89.

Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 76 target 88-89.


sumber : doktermarket

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rencana Divestasi PT MNC Investama Tbk (BHIT)


Mulai membaiknya harga batu bara membuat salah satu perusahaan MNC Grup yakni, PT MNC Investama Tbk (BHIT), berencana melakukan divestasi atas 9 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara.

Direktur Utama PT MNC Investama Tbk, Darma Putra mengungkapkan bahwa, dari pelepasan 9 IUP batu bara, Perseroan berpotensi mengantongi dana sekitar US$100 juta hingga US$200 juta.

"Dengan adanya divestasi pada IUP batu bara itu maka akan ada tambahan kontribusi yang besar kepada MNC Investama di tahun ini dan tahun-tahun ke depan karena perusahaan batu bara itu kan sifatnya investasi,. kata dia, kemarin.

Darma mengaku, sejauh ini pihaknya sudah didekati oleh beberapa pihak yang tertarik untuk membeli 9 IUP milik MNC Investama. "Kami akan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga akuisisi dahulu," ungkapnya.

Lebih lanjut Darma menuturkan, sampai dengan saat ini kontribusi terbesar untuk BHIT bersumber dari bisnis media dan disusul bisnis jasa keuangan dan properti.

.Kalau financial investment bukan merupakan core business kami sehingga dengan divestasi itu akan meningkatkan profit MNC Investama," jelasnya.

Pihaknya berharap tahun ini pertumbuhan di segmen media mencapai 8%, jasa keuangan sekitar 10%-15%, dan properti berkisar 10%-20%. .Kami harapkan pertumbuhan di financial investment bisa terus meningkat,. pungkasnya. (end/fu)

http://www.iqplus.info/news/stock_news/bhit-mnc-investama-bakal-lepas-9-izin-usaha-pertambangan-batu-bara,78072614.html

Analisa Saham BHIT | 31 Desember 2018

Analisa Saham BHIT


Saham BHIT ditutup naik pada harga 58 dengan kenaikan 3.57 % pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan kenaika volume yang cukup signifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat bagus.

Volatilitas saham ini berada pada area jenuh jual ke pertengahan. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada downtrend dengan kecenderungan naik yang cukup tinggi.

Rekomendasi : BELI
Resistance berada pada harga 61 - 64 - 71
Resiko berada pada harga 55 - 50


Disclaimer ON

Analisa Saham DGIK-BHIT-MNCN-KBLI-ASII-ANTM 18 Mei 2017

Analisa Saham DGIK-BHIT-MNCN-KBLI-ASII-ANTM

DGIK : secara kenaikan nya selama 4 5 hari terakhir gak ikuti dengan volume yang signifikan. jangka pendek masih ada trend menguat tapi perlu diconfirm sampai MA nya crossing. target terdekat 130.kalau besok diatas 120 bisa dipertimbangkan untuk tetap hold. kalau yang belum punya jangan beli. karen reward nya lebih kecil ketimbang risk nya.

BHIT : volumenya hari ini mengecil besok coba tembus resisten 125 kalau gagal dia akan konsol tapi kalau tembus bisa ke arah 130. risk reward nya sama. yang udah punya hold. yang belum punya your call kalau diatas 125 traded besok.

MNCN : kena support dan sudah membentuk konsolidasi. yang sudah punya siap siap aja amankan profit kalau dia tembus ke bawah 1915. tapi kalau besok hijau bisa dikeep karena ke arah 2100. buat yang belum punya kalau hijau bisa beli di deket deket 1920.

KBLI : hari ini pecah konsolidasinya setelah memantul dari wilayah support, MACD mengarah goldencross, stoch udah mulai mau keluar dari area oversold. bila diatas 550 bisa ikutan karena menuju 600. bila pecah 600 ke 700an. buat yang sudah ambil bawah dan masih hold perhatikan besok ya.

ASII : berada di area support dan di bibir bolinger band bawah. volume seperti mau pecah support. bila belum punya jangan dulu beli. karena mengarah ke level 8150. peluang technical rebound ada tapi ada baiknya liat session 2 besok.

ANTM : coba tembus resisten  715, volume masih kuat. yang belum punya hold, kalau retrace bisa dipertimbangkan profit taking. yang belum punya tunggu diatas 715 biar lebih konfirm.

TemanTrader

Analisa Saham | CTRA | KBLI | BHIT | JSMR | INDY | 25 Juli 2017

Analisa Saham | CTRA | KBLI | BHIT | JSMR | INDY | 25 Juli 2017

CTRA masih bergerak sideways, di lv trading range 1090-1210, harga sdah mendekati pv support kwmungkinan technical rebound (mainkan trading rangenya)
Bisa spec buy ya

KBLI masih terlihat distribusi, no action dlu untuk kbli, bisa masuk kalo lepas dri lv 486 ya

BHIT kekuatan trend masih sangat kuat untuk melanjutkan penurunan blm tau dmna dasarnya
No action dlu ya smpai ada tanda pembalikan arah, yg sdah pnya jgn fight the market tentukan lv CL

JSMR terlihat sideways setelah mengalami trend kenaikan dan brada di lv trading range 5200-5400
Ada akumulasi tipis
Saran masuk jika lepas 5500 batasi resiko jika dibawah 5200

INDY mencoba uji lepas trading range namun sepertinya tidak berhasil dan saat ini harga mencoba kembali masuk kembali ke dalam lv trading range yaitu 750-870
Saran tnggu di lv support aja ya jgn masuk dlu kemungkinan harga akan koreksi aman

Rizky Anggar | TemanTrader

Analisa Saham APLN, ASRI, BHIT dan SSIA

Analisa Saham APLN, ASRI, BHIT dan SSIA



Daily Technical 12  Juli 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 12  Juli 2019.

IHSG ditutup menguat sebesar 6,38 poin (+0.09%) menuju 6.417,06 pada perdagangan hari Kamis 11 Juli 2019 kemarin. The Fed dan pengujian support baru 6.400 menjadi sentimen utama penggerak IHSG hari ini. Dan dalam rangka membentuk weekly chart, IHSG diperkirakan akan bertahan di atas level support ini.
Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.400 s/d 6.450.

APLN
Mengkonfirmasi pola flag dengan volume tinggi mengindikasikan penguatan lanjutan.
Rekomendasi: buy and hold >232, TP 270 s/d 290.

ASRI
Melanjutkan penguatan dengan resistance berikutnya pada 360. Mengalami peningkatan volume perdagangan dan akumulasi asing yang besar.
Rekomendasi: buy 346 s/d 354, TP 360, stop loss 340.

BHIT
Membentuk pola ascending triangle dengan resistance pada 84 untuk konfirmasi pola.
Rekomendasi: buy on breakout 84, TP 90 s/d 96, stop loss <80 .="" p="">
SSIA
Membentuk pola rising wedges namun masih belum breakdown maka masih berpotensi melanjutkan penguatannya.
Rekomendasi: buy 780 s/d 800, TP 830 s/d 900, stop loss <750 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Fundamental Saham | KBLI | JSMR | INDY | CTRA | BHIT | 24 Juli 2017

Analisa Fundamental Saham | KBLI | JSMR | INDY | CTRA | BHIT | 24 Juli 2017

1. KBLI: Secara operasional menunjukkan kestabilan revenue bahkan peningkatan NPM, yang menujukkan bahwa perusahaan ini berusaha mengoptimalkan profit. ROE ROA pun cukup baik dgn nilai diatas 12% serta DER yg cukup kecil di 39%. Hanya saja utk value investing harga sahamnya agak sedikit mahal. Namun buat dicollect coba utk inves masi bisa sih, serta cukup baik utk di tradingkan

2. JSMR cukup optimal dalam operasional, bahkan di 2016 dapat meningkatkan revenue hampir 2x sayang NPM nya malah menurun. ROE nya lumayan di angka 13%. Namun banyak hutang berdasarkan DER 261%. Utk value investing, PBV nya agak mahal. Disarankan utk trading saja

3. INDY : merugi sampai 2016. Q1 2017 menunjukkan perbaikan, semoga dapat mempertahankannya. ROE 2017 sih cukup baik, dgn PBV yg menunjukkan harga sahamnya cukup murah di 0.43. Sayang hutangnya cukup banyak. Bisa dibuat Spekulasi utk value investing dan trading.

4. CTRA : perusahaan ini menunjukkan konsistensi dalam mendapatkan revenue, namun di 2015 2016 NPM nya menurun. Sayang ROE nya agak kecil, juga DER yg melebihi ekuitas dan PBV yg diatas 1. Untuk trading bole

5. BHIT : Profitabilitynya kurang stabil. ROE juga negatif tipis, PBV nya memang menunjukkan harga sahamnya murah tapi DER nya cukup tinggi. Secara value investing kurang disarankan

Semua analisa FA ini bukan bersifat ajakan untuk transaksi. Disclaimer on

Joe De Britto | TemanTrader

Analisa Saham AISA, DWGL dan BHIT | 19 Februari 2018

Analisa Saham AISA, DWGL dan BHIT

===Pacific Trader Stocks Review===

Saham AISA
harga naik menembus middle bollinger band dengan MACD peluang golden cross. bila menembus 570 maka potensi ke area 600 - 610. namun bila harga turun menembus 525 maka peluang menuju area 510 - 496.

Saham DWGL
harga masih meneruskan penurunan. apabila harga kembali turun menembus 250 maka potensi turun ke area 238. namun bila harga cenderung rebound menembus 350 maka potensi menuju area 370 - 408.

Saham BHIT
harga memantul MA9. jika harga berhasil menembus 135 maka potensi menuju area  140 - 144. apabila harga kembali turun ke area 125 maka peluang menuju area 123 - 119.

Saham BHIT | MNC INVESTAMA BERENCANA TAMBAH MODAL TANPA HMETD


IQPlus, (14/08) - PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Menurut keterangan perseroan seperti dikutip Jumat, perseroan bermasuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 5.998.697.961 saham dengan nilai nominal Rp100 atau sebanyak-banyaknya 8,85% dari seluruh saham yang telah disetor penuh.

PMTHMETD ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan termasuk pemenuhan kebutuhan modal kerja perseroan. PMHMETD ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari RUPS Luar Biasa pada 18 Agustus 2020.

Dengan adanya sejumlah saham baru yang diterbitkan dalam rangka PMTHMETD bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sebanyak-banyaknya 8,21% dimana dilusi yang dialami pemegang saham saat ini relatif kecil. (end)


Saham BHIT | MNC INVESTAMA BERNIAT TAMBAH MODAL TANPA HMETD


IQPlus, (13/07) - PT MNC Investama Tbk (BHIT) berniat melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.


Menurut keterangan perseroan yang dikutip Senin, perseroan bermaksud menerbitkan sebanyak-banyaknya 6.776.740.093 saham dengan nilai nominal Rp100 atau 10% dari seluruh aham yang telah disetor penuh per tanggal 30 Juni 2020.

Saham yang akan diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Penerbitan saham melalui PMTHMETD tersebut akan dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat dan harga pelaksanaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku di pasar modal.

PMTHMETD ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari RUPSLB perseroan yang akan diselenggarakan 18 Agustus 2020. Dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan.

Dengan adanya sejumlah saham baru dalam rangka PMTHMETD ini bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 9,18%. (end)