Tampilkan postingan dengan label Saham AISA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham AISA. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Saham AISA, ANJT, HMSP dan INDY oleh MNC Sekuritas | 13 Juni 2023


MNCS Daily Scope Wave 

13 Juni 2023

IHSG

IHSG kembali ditutup menguat 0,4% ke 6,722 dan telah mampu menembus MA20, pergerakan IHSG pun masih disertai dengan munculnya volume pembelian. Posisi IHSG saat ini diperkirakan pada bagian akhir dari wave i dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga penguatan IHSG diperkirakan cenderung terbatas untuk menguji 6,729-6,747 dan setelahnya IHSG diperkirakan akan terkoreksi ke rentang area 6,643-6,708. Waspadai, apabila break support 6,578 atau bahkan di 6,542, maka IHSG rawan menuju ke 6,509-6,530.
Support: 6,578, 6,562
Resistance: 6,772, 6,820

AISA - Buy on Weakness

AISA ditutup flat ke 144 dan pergerakannya masih tertahan oleh MA60. Selama AISA masih mampu bergerak di atas 141 sebagai stoplossnya, maka posisi AISA saat ini sedang berada diawal wave [iii] dari wave 1 dari wave (C).
Buy on Weakness: 142-144
Target Price: 149, 153
Stoploss: below 141

ANJT - Buy on Weakness

ANJT ditutup flat ke 715 dan masih tertahan oleh MA200. Selama ANJT masih mampu berada di atas 660 sebagai stoplossnya, maka posisi ANJT saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.
Buy on Weakness: 695-710
Target Price: 745, 780
Stoploss: below 660

HMSP - Buy on Weakness

HMSP terkoreksi 0,5% dan ditutup ke 1,015, pergerakan HMSP pun disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama HMSP masih mampu berada di atas 970 sebagai stoplossnya, maka posisi HMSP saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c).
Buy on Weakness: 985-1,010
Target Price: 1,040, 1,100
Stoploss: below 970

INDY - Buy on Weakness

INDY menguat 0,3% dan ditutup ke 1,905 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, meskipun tidak sebesar hari sebelumnya. Posisi INDY saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 1,800-1,885
Target Price: 2,110, 2,360
Stoploss: below 1,780

Disclaimer On-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) Raih Laba Sebesar Rp2,09 Miliar Hingga Maret 2023


PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA)
berhasil meraih laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp2,09 miliar hingga periode 31 Maret 2023 usai mencatat rugi Rp13,29 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, penjualan neto naik menjadi Rp456,44 miliar dari Rp448,91 miliar dan beban pokok penjualan turun menjadi Rp315,07 miliar dari Rp339,65 miliar tahun sebelumnya.

Laba bruto meningkat menjadi Rp141,37 miliar dari laba bruto Rp109,26 miliar sedangkan laba usaha diraih sebesar Rp13,51 miliar dari rugi usaha Rp10,07 miliar.

Laba sebelum pajak berhasil diraih Rp6,83 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak Rp11,45 miliar tahun sebelumnya. Sementara perseroan mencatat total aset sebesar Rp1,78 triliun hingga periode 31 Maret 2023 turun dari total aset Rp1,83 triliun hingga periode 31 Desember 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham AISA, BBKP, BBRI dan INDF oleh MNC Sekuritas | 3 April 2023


MNCS Daily Scope Wave 

3 April 2023

IHSG

IHSG kembali ditutup terkoreksi ke 6,805, namun koreksinya tertahan oleh MA60 meskipun masih disertai dengan volume penjualan. Posisi IHSG saat ini masih berada di awal wave [ii] dari wave C, sehingga IHSG masih rawan terkoreksi untuk menuju ke rentang 6,667-6,744. Meskipun menguat, pergerakan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji 6,819-6,838.
Support: 6,704, 6,587
Resistance: 6,890, 6,923

AISA - Buy on Weakness

AISA ditutup terkoreksi 1,3% ke 151 pada perdagangan akhir pekan kemarin (31/3), pergerakan AISA pun juga disertai dengan volume penjualan yang cukup tinggi. Saat ini, posisi AISA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 1 dari wave (C).
Buy on Weakness: 148-150
Target Price: 164, 170
Stoploss: below 142

BBKP - Buy on Weakness

BBKP ditutup flat ke 110 pada perdagangan akhir pekan kemarin (31/3) disertai dengan munculnya volume penjualan. Posisi BBKP diperkirakan sedang berada di awal wave [ii] dari wave 3, sehingga BBKP akan rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 103-107
Target Price: 116, 126
Stoploss: below 100

BBRI - Spec Buy

BBRI ditutup terkoreksi 0,4% ke 4,730 disertai dengan peningkatan volume penjualan. Posisi BBRI saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave (ii) dari wave [c] dari wave Y pada label hitam, sehingga koreksi BBRI cenderung terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.
Spec Buy: 4,680-4,710
Target Price: 4,850, 5,075
Stoploss: below 4,640

INDF - Buy on Weakness 

INDF ditutup terkoreksi 3,1% ke 6,200 disertai dengan tingginya tekanan jual. Selama INDF masih mampu berada di atas 6,050 sebagai stoplossnya, maka posisi INDF saat ini sedang berada di akhir wave (ii) dari wave [ii] dari wave C, sehingga koreksi INDF akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 6,100-6,200
Target Price: 6,325, 6,600
Stoploss: below 6,050

Disclaimer On-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham AISA dan ACES oleh Phillip Capital | 31 Maret 2023


Phillip Capital

31 Maret 2023

Technical Recommendations

ACES

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 482
Target Price 1 : 530
Target Price 2 : 560
Stop Loss : 432

AISA

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 151
Target Price 1 : 162
Target Price 2 : 170
Stop Loss : 140
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham AISA, ASII, HRUM dan JPFA oleh MNC Sekuritas | 2 Februari 2023


MNCS Daily Scope Wave 

2 Februari 2023

IHSG

IHSG ditutup menguat 0,3% ke 6,862 dan disertai oleh volume pembelian, namun penguatan IHSG masih tertahan oleh MA60. Selama IHSG belum mampu break resistance di 6,932, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave [ii] dari wave C, sehingga IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji rentang area 6,701-6,789 terlebih dahulu. Fase koreksi IHSG ini akan lebih terkonfirmasi apabila IHSG turun menembus 6,815 sebagai area support terdekatnya.
Support: 6,815, 6,760
Resistance: 6,932, 6,953

AISA - Buy on Weakness 

AISA ditutup menguat 0,7% ke 149 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama AISA belum mampu break resistance di 157, maka posisi AISA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1 sehingga koreksi AISA dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 145-148
Target Price: 157, 167
Stoploss: below 138

ASII - Spec Buy

ASII ditutup flat ke 6,000 pada perdagangan kemarin (1/2) disertai dengan volume penjualan. Kami perkirakan, posisi ASII saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave A sehingga penguatan ASII akan cenderung terbatas.
Spec Buy: 5,875-5,975
Target Price: 6,050, 6,250
Stoploss: below 5,775

HRUM - Buy on Weakness

HRUM ditutup menguat 0,9% ke 1,745 dan masih didominasi volume pembelian. Selama masih mampu bergerak di atas 1,660 sebagai stoplossnya, maka posisi HRUM sedang berada di awal wave [c] dari wave Y sehingga HRUM masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 1,700-1,735
Target Price: 1,835, 1,920
Stoploss: below 1,660

JPFA - Buy on Weakness 

JPFA ditutup terkoreksi 0,7% ke 1,340 disertai dengan volume penjualan. Posisi JPFA saat ini sedang berada di awal wave (ii) dari wave [c], sehingga JPFA akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 1,310-1,325
Target Price: 1,425, 1,475
Stoploss: below 1,270

Disclaimer On-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham AISA, ITMG, SMGR dan SRTG oleh MNC Sekuritas | 3 Januari 2023


MNCS Daily Scope Wave 

3 Januari 2023

IHSG

IHSG ditutup flat ke 6,850 pada perdagangan kemarin (2/1), meskipun sempat terkoreksi namun masih tertahan oleh MA20-nya. Selama IHSG masih mampu bergerak di atas 6,715 sebagai supportnya, maka posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave (y) dari wave [x], sehingga apabila terkoreksi diperkirakan akan cenderung terbatas untuk menguji 6,760-6,797 terlebih dahulu, selanjutnya IHSG masih berpeluang menguat ke arah 6,932-7,023. Namun demikian, waspadai akan adanya koreksi dari IHSG yang cukup agresif, apabila IHSG break support 6,715.
Support: 6,715, 6,693
Resistance: 6,955, 7,094

AISA - Buy on Weakness

AISA ditutup menguat 1,4% ke 145 dan masih disertai munculnya volume pembelian. Posisi AISA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B], sehingga meskipun kembali terkoreksi diperkirakan akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 137-140
Target Price: 156, 168
Stoploss: below 135

ITMG - Buy on Weakness

ITMG ditutup menguat 1,5% ke 39,600 dan masih tertahan oleh MA60. Selama ITMG tidak terkoreksi ke bawah 38,600 sebagai stoplossnya, maka posisi ITMG saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii] pada label biru, sehingga ITMG berpeluang melanjutkan peguatannya.
Buy on Weakness: 39,375-39,500
Target Price: 41,900, 43,850
Stoploss: below 38,600

SMGR - Buy on Weakness

SMGR ditutup menguat 0,8% ke 6,625 pada perdagangan kemarin (2/1). Kami perkirakan, posisi SMGR masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave C, sehingga SMGR masih akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 6,350-6,500
Target Price: 6,925, 7,300
Stoploss: below 6,200

SRTG - Buy on Weakness

SRTG ditutup terkoreksi 2,4% ke 2,470 dan disertai dengan volume penjualan yang cukup tinggi. Kami perkirakan, posisi SRTG sedang berada di akhir wave [ii] dari wave C, sehingga koreksi SRTG akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 2,380-2,420
Target Price: 2,570, 2,680
Stoploss: below 2,310

Disclaimer On-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham AISA, APLN, BTPS dan TBIG oleh MNC Sekuritas | 18 November 2022


MNCS Daily Scope Wave 

18 November 2022

IHSG

IHSG ditutup menguat 0,4% ke 7,044 pada perdagangan kemarin (17/11), namun penguatan IHSG masih tertahan oleh MA20. Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (x) pada label hitam, dimana IHSG masih berpeluang bergerak menguat untuk menguji kembali area resistance di 7,128 hingga 7,242. Namun demikian, apabila IHSG menembus 6,955, maka IHSG masih berada pada bagian dari wave (ii) pada label merah, sehingga IHSG rawan menuju ke 6,890 hingga 6,937.
Support: 6,890, 6,955
Resistance: 7,128, 7,178

AISA - Spec Buy

AISA ditutup menguat 1,2% ke 173 disertai dengan peningkatan volume pembelian, namun penguatan AISA masih tertahan oleh MA20. Selama tidak terkoreksi ke bawah 165 sebagai stoplossnya, maka posisi AISA sedang berada di awal wave 3 dari wave (5).
Spec Buy: 171-173
Target Price: 184, 194
Stoploss: below 165

APLN - Buy on Weakness

APLN ditutup menguat 2,5% ke 166 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Kami perkirakan, posisi APLN saat ini sedang berada di awal wave [v] dari wave 3 pada label hitam sehingga APLN berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 162-165
Target Price: 175, 186
Stoploss: below 158

BTPS - Spec Buy

BTPS ditutup flat ke 3,070 pada perdagangan kemarin (17/11) disertai dengan peningkatan volume penjualan. Selama BTPS tidak terkoreksi ke bawah 3,020 sebagai stoplossnya, maka posisi BTPS sedang berada di awal wave [v] dari wave 3.
Spec Buy: 3,040-3,070
Target Price: 3,200, 3,400
Stoploss: below 3,020

TBIG - Buy on Weakness

TBIG ditutup flat ke 2,300 pada perdagangan kemarin (17/11). Selama TBIG tidak terkoreksi ke bawah 2,210 sebagai stoplossnya, maka posisi TBIG sedang berada di akhir wave [b] dari wave 4, sehingga koreksi TBIG akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 2,240-2,290
Target Price: 2,410, 2,550
Stoploss: below 2,210

Disclaimer On-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BBRI, INCO, PGAS dan AISA oleh Indopremier Sekuritas | 24 Oktober 2022


Indopremier Sekuritas

24 Oktober 2022

IHSG (6.980 – 7.060) :  Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 7.060 kemudian 7.100 dengan support di level 6.980 kemudian 6.940.
BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.470 kemudian 4.510 dengan support di level 4.390 cut loss jika break 4.350.
INCO (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.500 dengan resist di level 6.725 kemudian 6.875.
PGAS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.900 kemudian 1.930 dengan support di level 1.840 cut loss jika break 1.810.
AISA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 203 kemudian 209 dengan support di level 191 cut loss jika break 185.
XBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.182 kemudian 1.194 dengan support di level 1.158 cut loss jika break 1.146.
XIID (Buy) : Target kenaikan harga pada level 561 kemudian 565 dengan support di level 553 cut loss jika break 549.
XPLC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 540 kemudian 545 dengan support di level 530 cut loss jika break 525.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3ce2f4-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ADHI, IMAS, AISA dan EXCL oleh MNC SEKURITAS | 18 November 2021

MNC Daily Scope Wave
18 November 2021


IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6,675 dan diikuti oleh peningkatan volume transaksi. Kami memperkirakan, saat ini IHSG sedang berada di awal wave (iii) dari wave [v] dari wave A sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6,690 dan menguji area resistance di 6,700. Diperkirakan, meskipun terkoreksi akan relatif terbatas ke rentang area 6,638-6,646, tetap waspadai support terdekat di 6,550 dan 6,480.

Support: 6,550, 6,480

Resistance: 6,680, 6,700


ADHI - Buy on Weakness (1,110)

Kemarin (17/11), ADHI ditutup menguat 1,4% ke level 1,110 diiringi dengan peningkatan tekanan beli. Kami perkirakan, posisi ADHI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C], sehingga ADHI berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,095-1,110

Target Price: 1,200, 1,350

Stoploss: below 1,080


IMAS - Spec Buy (1,010)

Pada perdagangan kemarin (17/11), IMAS ditutup terkoreksi 1,5% di level 1,010, koreksi IMAS masih tertahan oleh MA60-nya. Selama IMAS masih bergerak di atas 970 sebagai supportnya, maka saat ini IMAS sedang membentuk awal wave [y] dari wave 3. Hal ini berarti, koreksi IMAS akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali, terlebih bila mampu break resistance 1,090.

Spec Buy: 990-1,010

Target Price: 1,165, 1,270

Stoploss: below 970


AISA - Spec Buy (220)

AISA ditutup flat di level 220 pada perdagangan kemarin (17/11). Selama tidak terkoreksi ke bawah 212, maka kami perkirakan saat ini AISA sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iii] dari wave C. Hal ini berarti, koreksi AISA akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 216-220

Target Price: 256, 300

Stoploss: below 212


EXCL - Buy on Weakness (2,930)

EXCL ditutup menguat 0,3% ke level 2,930 pada perdagangan kemarin (17/11). Posisi EXCL saat ini kami perkirakan sedang berada di akhir wave 4 dari wave (C), dimana koreksi EXCL akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 2,820-2,920

Target Price: 3,080, 3,270

Stoploss: below 2,800


Disclaimer On


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online


Rekomendasi Saham AISA, EXCL, ASRI dan ELSA oleh MNC Sekuritas | 5 Oktober 2021


MNCS Daily Scope Wave 5 Oktober 2021

Pada perdagangan kemarin (4/10), IHSG ditutup menguat 1,8% ke level 6,342 diikuti dengan tekanan beli yang relatif besar. Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sudah berada di akhir wave [v] dari wave A. Hal ini berarti, penguatan IHSG sudah relatif terbatas dan rawan terkoreksi untuk membentuk wave B dari wave (Y). Adapun level penguatan IHSG kami perkirakan untuk menguji area 6,360 dan level koreksi IHSG kami perkirakan berada pada rentang 6,120-6,260.

Support: 6,086, 5,996

Resistance: 6,356, 6,394

AISA - Buy on Weakness (208)

AISA ditutup menguat 2% ke level 208 pada perdagangan kemarin (4/10), pergerakan AISA pun diiringi dengan peningkatan tekanan beli dan sudah menembus MA20-nya. Kami perkirakan, posisi AISA saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga AISA berpeluang menguat terlebih bila mampu break resistance 220.

Buy on Weakness: 200-208

Target Price: 230, 260

Stoploss: below 199

EXCL - Buy on Weakness (3,010)

Pada perdagangan kemarin (4/10), EXCL ditutup menguat 0,3% ke level 3,010. Selama EXCL masih mampu bergerak di atas 2,820 sebagai level supportnya, maka saat ini EXCL sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3.

Buy on Weakness: 2,900-3,000

Target Price: 3,200, 3,400

Stoploss: below 2,820

ASRI - Buy on Weakness (190)

ASRI ditutup menguat signifikan, sebesar 8% ke level 190, pergerakan ASRI diikuti dengan adanya peningkatan tekanan beli. Kami perkirakan, posisi ASRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, ASRI masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 174-186

Target Price: 204, 220

Stoploss: below 174

ELSA - Sell on Strength (320)

Kemarin (4/10), ELSA ditutup menguat 3,9% ke level 320. Posisi ELSA kami perkirakan sudah berada di akhir wave [v] dari wave 1, dimana hal ini berarti, penguatan ELSA akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi membentuk wave 2. Adapun level koreksi wave 2 kami perkirakan berada pada rentang 270-290, level koreksi ini dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 320-330

Disclaimer On

PT FKS Food Sejahtera Tbk Raih Kinerja Memuaskan Di Semester I-2021


Kinerja PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) cukup memuaskan di semester I-2021. Terlebih, perusahaan berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak laba bersih setelah di periode yang sama tahun lalu menderita kerugian.

Perbaikan kinerja pada perusahaan didorong oleh geliat pasar yang sudah mulai kembali terlihat di tahun ini. Setelah sebelumnya terdampak efek Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung sejak Maret 2020.

"Secara umum kami melihat peningkatan tersebut karena efek PSBB yang mulai melonggar pada akhir tahun lalu sehingga berdampak positif bagi penjualan," kata Sekretaris Perusahaan AISA Michael Hadylaya kepada Kontan.co.id, Senin (13/9).

Sebagai gambaran, AISA tercatat membukukan penjualan neto sebesar 15,23%, dari Rp 596,96 miliar di semester I-2020 menjadi Rp 687,89 miliar pada paruh pertama tahun 2021.

Penjualan neto AISA di semester pertama 2021 meliputi penjualan makanan ringan dan makanan pokok yang masing-masing senilai Rp 419,01 miliar dan Rp 391,36 miliar. Kemudian dikurangi diskon penjualan dan rabat sebesar Rp 38,96 miliar.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id sebelumnya, AISA disebut akan mengandalkan produk-produk baru untuk menopang kinerjanya hingga akhir tahun nanti. Di mana perusahaan sendiri telah merilis beberapa produk baru sejak akhir tahun lalu, seperti Bihun Panen Jagung, Mie Superior, Taro Jumbo Pack, dan yang terbaru Bihunku.

AISA juga masih akan merilis produk baru di kuartal keempat mendatang. Dan ini diharapkan dapat mendorong kinerja perusahaan selanjutnya.

Meskipun begitu, Michael belum bisa bicara lebih banyak menyoal rencana peluncuran produk baru tersebut.

Di periode Januari-Juni 2021, AISA berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 14,25 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan ini masih mencetak rugi hingga Rp 33,93 miliar.

Sumber: KONTAN

[Saham AISA] Ini penyebab laba bersih FKS Food Sejahtera naik jadi Rp 1,2 triliun di 2020


Kinerja PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) yang dahulu bernama PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk di tahun 2020 cukup paik. Walau penjualan neto tercatat turun 15,23% menjadi Rp 1,28 triliun pada tahun 2020, perusahaan berhasil kerek laba bersih. 

Sebagian besar penjualan neto AISA diperoleh dari segmen bisnis makanan pokok sebesar Rp 798,60 miliar. Sementara segmen bisnis makanan ringan menyumbang penjualan sebesar Rp 570,04 miliar.

Dengan penjualan bersih yang turun, beban pokok penjualan perusahaan juga koreksi 9,43% (yoy) menjadi Rp 965,17 miliar pada tahun 2020, dibandingkan realisasi di tahun 2019 sebesar Rp 1,06 triliun.

Beban usaha AISA juga turun 10,85% (yoy) menjadi Rp 480,13 miliar pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 538,62 miliar. Beban lainnya AISA ikut menyusut 76,73% (yoy) menjadi Rp 74,97 miliar di tahun 2020 dibandingkan realisasi di tahun 2019 sebesar Rp 322,37 miliar.

Selain berhasil memangkas beban, penghasilan lainnya AISA juga meningkat 24,21% (yoy) dari Rp 1,90 triliun di tahun 2019 menjadi Rp 2,36 triliun di tahun 2020.

AISA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,20 triliun pada tahun 2020. Realisasi ini naik 6,19% (yoy) dibandingkan laba bersih perusahaan di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,13 triliun.

Akhir tahun 2020, AISA mencatatkan jumlah aset sebanyak Rp 2,01 triliun atau tumbuh 8,06% (yoy) dibandingkan jumlah aset di tahun 2019 sebesar Rp 1,86 triliun.

Total liabilitas AISA mencapai Rp 1,18 triliun pada tahun 2020. Di saat yang sama, jumlah ekuitas perusahaan ini mencapai Rp 828,25 miliar.

Sumber: KONTAN

Tiga Pilar (AISA) upayakan pelunasan utang


PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) ingin mengurangi beban keuangan. Caranya dengan mengupayakan pelunasan utang agar beban berkurang. Dengan cara itu, AISA berharap kinerja bisnisnya perlahan pulih.

Mengutip laporan keuangan AISA di semester pertama tahun 2020, tercatat pendapatan bersih mengalami penurunan namun bottomline AISA mulai menguat. Dari segi penjualan bersih, AISA memperoleh Rp 596,96 miliar di semester pertama tahun ini atau turun 3,27% secara tahunan.

"Penjualan di semester pertama turun karena bisnis makanan ringan terpukul saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung. Namun masuk kuartal ketiga ini sudah berangsur normal," ujar Lim Aun Seng, Direktur Utama AISA dalam paparan publik virtual, Rabu (30/9). Sementara beban pokok penjualan juga ikut menurun 2,28% secara tahunan menjadi Rp 433,67 miliar di paruh pertama tahun ini.

Sehingga laba kotor yang diperoleh AISA sampai dengan akhir Juni 2020 senilai Rp 163,29 miliar atau turun 6,02% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 173,76 miliar. Perolehan keuntungan AISA tersendat dengan besarnya beban usaha AISA di enam bulan pertama tahun ini yang sebanyak Rp 180,94 miliar.

Jumlah beban usaha tersebut mengalami penyusutan dibandingkan di saat semester pertama tahun lalu yang mencapai Rp 182,22 miliar. Selain itu, AISA juga mencatatkan penghasilan lainnya yang sebagian besar berasal dari selisih antara liabilitas yang diakhiri dan pelunasan sebanyak Rp 94,52 miliar.

Hal tersebut membantu AISA mengurangi kerugian. AISA mencatat rugi bersih pada semester pertama tahun ini Rp 33,93 miliar. Rugi bersih tersebut menyusut 44,5% dibandingkan rugi bersih semester pertama tahun lalu Rp 61,17 miliar.

Mengenai proyeksi bisnis hingga akhir tahun ini, Lim mengaku sulit memprediksinya dan belum akan membeberkannya saat ini. "Mohon maaf belum bisa memaparkannya, kami masih fokus untuk menstabilkan keuangan perusahaan," katanya.

Lebih lanjut, ia bilang, walau tren penjualan AISA setiap bulan sudah dirasakan kondusif namun setiap bulan pula AISA menerima beban bunga hingga Rp 10 miliar. Hal ini menjadikan manajemen terus mengupayakan private placement agar mengurangi beban keuangan perseroan yang besar.

Harapan manajemen setelah lima tahun dari sekarang, perusahaan sudah bisa menikmati profit. Lantaran masih mempunyai beban keuangan yang besar, AISA mengaku tidak akan ekspansif sampai keuangan mereka stabil sehingha opsi pengembangan bisnis atau peluncuran produk baru tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Sumber: kontan

AISA | Upaya Tiga Pilar Merebut Kendali Entitas Anak Mulai Membuahkan Hasil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai menyelesaikan persoalan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) kini tengah fokus untuk menggelar pergantian manajemen entitas anak yang selama ini belum berada di bawah kendali manajemen induk.

Dalam waktu dekat, upaya manajemen Tiga Pilar untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di entitas anak dalam rangka pergantian direksi dan komisaris akhirnya bakal terwujud.

Seperti diketahui, manajemen baru Tiga Pilar hasil RUPSLB Tiga Pilar pada 28 Oktober 2018 lalu belum bisa mengambil alih pengelolaan seluruh anak usaha.

Manajemen baru Tiga Pilar baru menguasai PT Balaraja Bisco Paloma, PT Putra Taro Paloma, dan PT Subafood pangan Jaya. Pada 28 November 2018, masing-masing entitas anak Tiga Pilar itu telah menggelar RUPSLB dan mengangkat Hengky Koestanto sebagai direktur sedangkan Kang Hongkie Widjaja sebagai komisaris.

Sementara pengelolaan PT Tiga Pilar Sejahtera, PT Patra Power Nusantara, dan PT Poly Meditra Indonesia masih di luar kendali manajemen baru Tiga Pilar. Begitu juga dengan PT Dunia Pangan beserta entitas anaknya tidak berada di bawah pengelolaan manajemen induk hingga diputus pailit pada 6 Mei lalu.

Manajemen Tiga Pilar telah mengirimkan permintaan kepada direksi masing-masing entitas anak untuk menggelar RUPSLB dengan agenda perubahan susunan direksi dan komisaris. Namun, permintaan tersebut tak kunjung memperoleh tanggapan.

Akhirnya, pada Desember 2018 lalu, Tiga Pilar juga telah mengajukan permohonan penetapan RUPSLB pada Pengadilan Negeri Sragen dan Pengadilan Negeri Karanganyar terhadap ketiga anak usahanya.

Sayang, keberuntungan belum berpihak kepada manajemen Tiga Pilar. Pada Februari lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Sragen menolak tiga permohonan yang diajukan oleh Tiga Pilar. Ketiganya adalah permohonan untuk mengadakan RUPSLB di di Tiga Pilar Sejahtera, Patra Power, dan Dunia Pangan.

Begitu pula dengan permohonan Tiga Pilar untuk mengadakan RUPSLB di Poly Meditra. Tak berselang lama setelah putusan PN Sragen, giliran majelis hakim Pengadilan Negeri Karanganyar menolak permohonan Tiga Pilar.

Penolakan manajemen entitas anak dan majelis hakim terhadap permohonan manajemen Tiga Pilar memperumit persoalan yang Tiga Pilar hadapi. Sebab, baik Tiga Pilar maupun entitas anak saat itu tengah menghadapi empat perkara PKPU.

Keempat perkara itu melibatkan Tiga Pilar Sejahtera dan Poly Meditra, Dunia Pangan dan ketiga anak usahanya, Putra Paloma dan Balaraja Bisco, serta Tiga Pilar sendiri sebagai entitas induk.

Saat itu, Tiga Pilar telah merancang usulan perdamaian yang mencakup seluruh PKPU yang dihadapi Tiga Pilar dan anak usahanya. Karena itulah, meski belum memperoleh kendali atas beberapa anak usahanya, manajemen Tiga Pilar meminta persetujuan manajemen entitas anak untuk menge

Pada Maret 2019, Direksi Tiga Pilar Sejahtera dan Poly Meditra meneken perjanjian yang pada intinya menyerahkan sepenuhnya penyusunan, isi, materi, dan penyampaian rencana perdamaian kepada Tiga Pilar dan Deloitte sebagai penasihat keuangan.

Sementara direksi Dunia Pangan, meski telah meneken perjanjian, tidak juga kunjung menyerahkan surat perjanjian tersebut kepada manajemen Tiga Pilar. Alhasil, Dunia Pangan berjalan sendiri dalam mengajukan rencana perdamaian.

Seperti diketahui, Tiga Pilar dan Poly Meditra berhasil lolos dari jerat pailit setelah para kreditur menyetuji rencana perdamaian secara aklamasi.

Sementara Dunia Pangan beserta ketiga anak usahanya, yakni PT Jatisari Srirejeki, PT Sukses Abadi Karya Inti, dan PT Indo Beras Unggul, gagal memperoleh persetujuan dari kreditur.

Alhasil, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang menyatakan Dunia Pangan dan ketiga anak usahanya berada dalam kondisi pailit.

Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food Hengky Koestanto saat itu mengatakan, pailitnya Dunia Pangan membuktikan permohonan Tiga Pilar mengenai RUPSLB untuk pergantian manajemen sangat relevan dan berdasar.

"Semoga saja hal ini mengetuk hati Pengadilan Negeri Sragen dan Karanganyar bahwa pergantian manajemen di tingkat anak-anak perusahaan adalah sebuah urgensi yang sangat beralasan. Taruhannya adalah nasib ribuan karyawan anak perusahaan kami dan kepercayaan para kreditur," ujar Hengky saat itu.

Menggelar RUPSLB dan mengganti manajemen entitas anak, bagi manajemen Tiga Pilar, memang merupakan langkah krusial untuk menyelamatkan seluruh perusahaan. Karena itulah, meski permohonan mengadakan RUPSLB telah ditolak PN Sragen dan PN Karanganyar pada Februari lalu, manajemen Tiga Pilar tak patah arang.

Pada April 2019 lalu, Tiga Pilar kembali mengajukan permohonan yang sama ke PN Sragen dan PN Karanganyar.

Di PN Sragen, Tiga Pilar mengajukan permohonan mengadakan RUPSLB Tiga Pilar Sejahtera dan RUPSLB Patra Power. Kedua permohonan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 134/Pdt.P/2019/PN Sgn dan nomor perkara 136/Pdt.P/2019/PN Sgn.

Sementara di PN Karanganyar, Tiga Pilar kembali mengajukan permohonan mengadakan RUPSLB Poly Meditra. Permohonan itu terdaftar dengan nomor perkara 82/Pdt.P/2019/PN Krg.

Kali ini, keberuntungan untuk sementara berpihak kepada manajemen Tiga Pilar. Keluhan Hengky tampaknya didengar oleh majelis hakim.

Kamis (27/6) kemarin, majelis hakim Pengadilan Negeri Sragen mengabulkan permohonan Tiga Pilar untuk menyelenggarakan RUPSLB Tiga Pilar Sejahtera.

Dalam putusannya, majelis hakim memberikan izin kepada Tiga Pilar untuk melakukan sendiri pemanggilan RUPSLB dan menyelenggarakan RUPSLB dengan agenda perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.

Majelis hakim juga menetapkan Tiga Pilar sebagai Ketua RUPSLB dan memerintahkan direksi dan komisaris Tiga Pilar Sejahtera saat ini untuk hadir dalam RUPSLB.

Putusan ini jelas melegakan manajemen Tiga Pilar. Harapannya, permohonan untuk mengadakan RUPSLB di Poly Meditra juga akan dikabulkan oleh majelis hakim PN Karanganyar.

Hengky mengatakan, Tiga Pilar saat ini menunggu salinan putusan PN Sragen. Targetnya, setelah menerima salinan, Tiga Pilar akan segara mengadakan RUPSLB Tiga Pilar Sejahtera dalam waktu 16 hari.

Jika RUPSLB dan pergantian manajemen Tiga Pilar Sejahtera berjalan lancar, Tiga Pilar bisa kembali mengelola dan mengendalikan anak usaha yang bergerak di bidang produksi bihun tersebut.

Karena manajemen di bawah pengelolaan induk, Hengky bilang, penarikan data perusahaan pasti akan lebih mudah. Maklum, selama ini, manajemen Tiga Pilar tidak bisa mengakses data kinerja Tiga Pilar Sejahtera.

Hengky mengatakan, pasca pergantian manajemen, manajemen baru nantinya akan melakukan stock opname. Secara umum, yang dimaksud stock opname adalah kegiatan penghitungan secara fisik atas persediaan barang di gudang yang akan dijual untuk mengetahui secara pasti dan akurat mengenai catatan pembukuan. "Kami belum akan melakukan full audit," ujar Hengky.

Yang paling penting, manajemen baru nantinya akan fokus untuk menormalisasi operasi Tiga Pilar Sejahtera. Ini penting dilakukan karena Tiga Pilar Sejahtera merupakan kontributor terbesar bagi Tiga Pilar.

AISA | Private Placement Tiga Pilar Melebihi Ketentuan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) bakal menggelar private placement. Emiten ini akan melepas 1,57 miliar saham, setara 32,77% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Jumlah saham baru yang dilepas tersebut melebihi ketentuan OJK. Menilik ketentuan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dalam POJK Nomor 14/ 2019, jumlah emisi aksi korporasi ini dibatasi maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Meski begitu, OJK menilai belum tentu rencana aksi korporasi Tiga Pilar ini melanggar ketentuan. OJK mengizinkan penyesuaian atas persentase emisi private placement tersebut. "Jumlah emisi bisa melebihi 10% apabila bertujuan untuk memperbaiki posisi keuangan," ujar Deputi Komisioner Pengawasan pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi kepada KONTAN, Jumat (5/7).

Ada beberapa syarat agar pengecualian bisa diberikan. Pertama, emiten adalah bank yang menerima pinjaman dari Bank Indonesia.

Kedua, emiten memiliki modal kerja bersih negatif dan rasio kewajiban terhadap aset melebihi 80% Ketiga, emiten tidak bisa memenuhi kewajiban keuangan yang telah jatuh tempo kepada pihak yang bukan terafiliasi. Selain itu, pihak tersebut setuju menerima saham atau obligasi konversi untuk menyelesaikan kewajiban.

Namun, Fahri tak mau terburu-buru memutuskan private placement Tiga Pilar menyalahi aturan atau tidak. Sebab, Fahri mengaku, dokumen terkait aksi korporasi tersebut belum masuk ke OJK. "Nanti kalau dokumennya sudah masuk OJK, baru kami review sebelum kami berikan tanggapan," papar dia.

Mengingatkan saja, manajemen Tiga Pilar akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) terkait aksi korporasi dengan harga nominal Rp 200 per saham ini pada 9 Agustus mendatang. Namun, manajemen belum mengungkapkan berapa harga pelaksanaan dan tujuan di balik private placement.

AISA | TIGA PILAR SEJAHTERA BEBAS PAILIT


IQPlus, (11/06) - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akhirnya bisa terbebas dari jerat pailit. Ini terjadi setelah Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) perseroan berakhir dengan damai.

Menanggapi hal tersebut, sampai saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku masih memonitor keberlanjutan emiten tersebut, lantaran perseroan sendiri memang sudah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan bisnisnya di divisi beras.

"Untuk Tiga Pilar kita selalu monitor, pertama dari divisi beras yang ada PKPU-nya dan itu kan kondisi dimana AISA memang untuk kedepan back bone nya lebih deras lagi. Dari awal untuk yang beras tidak akan dikembangkan lagi terus kebetulan masuk ke PKPU. Artinya, memang dari awal divisi ini divisi yang tidak dikembangkan," kata Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, Selasa.

Menurutnya, setelah masalah hukum tersebut selesai perseroan bisa mengkonsolidasikan anak-anak usahanya untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan.

"Saat ini dengan adanya permasalahan legal ada keterbatasan mereka bisa handle atau me-manage anak-anak usahanya. Jadi kedepan yang ingin kita lihat adalah one legal atau permasalahan yang ada itu sudah arahnya ke penyelesaian," ucap Nyoman.

Selain perkembangan PKPU, pihaknya juga akan melihat lagi strategi pengembangan pada bisnis divisi makanan perseroan ke depannya yang diharapkan bisa menyelamatkan kinerja setelah divisi berasnya keok.

"Nah sekarang ada yang food-nya sendiri, justru sebetulnya arahnya kita liat yg ini nih. Karena ini yg akan men-generate income ke depan dan menjadi backbone nya. Jadi ke depan kita akan fokus pengembangannya ke mana selain yang proses di PKPU kita ingin lihat penyelesaiannya seperti apa," ungkapnya.

Untuk itu, BEI pun bakal memantau langkah manajemen baru perseroan dalam membangun kembali perusahaan. "Setelah itu tentunya management yang baru akan mengembangkan lini yang memang backbone-nya arahnya ke sana," tutupnya. (end/fu)

Saham AISA | Ini Rencana Perdamaian Tiga Pilar (AISA) yang Akan Disahkan Hari Ini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat kreditur PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) pada Kamis (23/5) kemarin berlangsung cukup alot. Maklum, agenda rapat kreditur pada hari itu adalah pemungutan suara kreditur atas proposal perdamaian yang diajukan oleh Tiga Pilar.

Rapat kreditur yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta itu dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Namun, agenda pemungutan suara baru digelar mulai pukup 15.30 WIB.

Beberapa kreditur mengeluh karena proposal perdamaian yang telah diajukan sebelumnya mengalami perubahan. Sementara, mereka baru menerima draf final proposal perdamaian pada pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya, Tiga Pilar juga meminta penundaan pemungutan suara yang sedianya diagendakan berlangsung pada hari Rabu (22/5). Tiga Pilar beralasan tengah memperbarui proposal perdamaian. Alhasil, pemungutan suara diundur sehari kemudian

Andi Simangunson, Kuasa Hukum Tiga Pilar, mengatakan, secara prinsip, proposal perdamaian yang diajukan Tiga Pilar sebetulnya tidak mengalami perubahan. "Secara prinsip masih sama," ujar Andi kepada kreditur.

Salah satu perubahan dalam proposal final yang diajukan Tiga Pilar adalah mengenai masa tenggang alias grace period pembayaran kembali utang. Sebelumnya, Tiga Pilar mengajukan masa tenggang hingga 30 Juni 2020. Sehingga, pembayaran kembali utang akan dimulai pada 30 Juni 2020.

Namun, Andi mengatakan, pada proposal perdamaian final, masa tenggang pembayaran kembali utang maju menjadi akhir tahun 2018. Sehingga, pembayaran kembali atas utang akan dimulai pada akhir tahun ini juga.

Pengurus PKPU sebelumnya telah menetapkan daftar piutang tetap (DPT) Tiga Pilar senilai Rp 2,25 triliun. Tagihan tersebut berasal dari 21 kreditur konkuren (tanpa jaminan) senilai Rp 807,17 miliar dan 18 kreditur separatis (dengan jaminan) senilai Rp 1,44 triliun.

Ada juga tagihan dari dua kreditur preferen yang berasal dari tagihan pajak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senilai Rp 307 juta. 

Nah, dalam proposalnya,Tiga Pilar mengajukan rencana restrukturisasi melalui mekanisme semi-annual cash sweep. Artinya, kas yang tersisa alias excess cash dari setiap periode enam bulan akan disalurkan untuk membayar tagihan.

Kas yang Tiga Pilar gunakan untuk membayar tagihan bersuber dari dividen anak perusahaan atau pembayaran kembali pokok dan bunga utang Tiga Pilar dari anak-anak perusahaan.

Sementara excess cash akan berjumlah sebesar saldo kas yang tidak dibatasi penggunaannya alias unrestricted cash pada akhir periode enam bulan dikurangi kebutuhan minimal untuk kas sebesar Rp 2 miliar. Kebutuhan kas minimal iniakan meningkat setiap tahun sesuai laju inflasi pada periode sebelumnya.

Opsi beli 25%

Pembayaran atas utang usaha, preferen,  dan utang leasing akan mendapat prioritas dan dilunasi dalam waktu satu tahun.

Sementara utang obligasi dan sukuk ijarah akan dilunasi dalam waktu 10 tahun. Nah, selain mekanisme semi-anual cash sweep, Tiga Pilar akan menggunakan mekanisme lain untuk membayar utang obligasi dan sukuk ijarah.

Seperti diketahui, Obligasi I senilai Rp 600 miliar dan Sukuk Ijarah I senilai Rp 300 miliar yang Tiga Pilar terbitkan pada 2013 silam dijamin menggunakan aset tetap PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS), PT  Poly Meditra Indonesia (PMI), dan PT Jatisari Srirejeki (JSR).

Sementara Sukuk Ijarah II senilai Rp 1,2 triliun yang Tiga Pilar terbitkan pada 2016 lalu dijamin menggunakan aset tetap PT Sukses Abadi Karya Inti (Sakti).

Karena itu, kreditur pemegang obligasi dan sukuk ijarah akan memperoleh tambahan pembayaran dari hasil penjualan aset Jatisari dan Sukses Abadi.

Seperti diketahui, Jatisari dan Srirejeki, bersama PT Dunia Pangan dan PT Indo Beras Unggul, pada 6 Mei lalu telah dinyatakan pailit oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang pasca seluruh kreditur separatis menolak proposal perdamaian.

Suwandi, Kurator Kepailitan Dunia Pangan, sebelumnya telah menyatakan, hasil penjualan aset Jatisari dan Sukses Abadi akan dibayarkan kepada Bank Mega selaku wali amanat obligasi dan sukuk ijarah Tiga Pilar. Sebagai wali amanat, Bank Mega yang nantinya akan membagikan hasil penjualan aset tersebut secara pro rata kepada pemegang obligasi dan sukuk ijarah.

Dalam mekanisme pembayaran tagihan ini, Tiga Pilar juga memiliki opsi untuk membeli kembali surat utang milik pemegang obligasi dan sukuk ijarah. Pembelian kembali surat utang itu dilakukan di harga 25% dari nilai obligasi dan sukuk.

Pembelian kembali obligasi dan sukuk ini bisa Tiga Pilar lakukan hingga 2022. Andi mengatakan, tidak seluruh obligasi dan sukuk akan Tiga Pilar beli kembali. Tiga Pilar akan menentukan obligasi dan sukuk yang akan dibeli dengan memberikan surat pemberitahuan kepada pemegang obligasi dan sukuk.

Sementara mulai 2023, pemegang obligasi dan sukuk memiliki opsi untuk menukar sebagian atau seluruh tagihan menjadi saham biasa Tiga Pilar di harga Rp 200 per saham. Sisa tagihan yang tidak dikonversi akan dibayar melalui pembaran semi-annual cash sweep.

Khusus pemegang obligasi dan sukuk yang berstatus sebagai perusahaan BUMN memiliki opsi untuk memilih apakah mau mengonversi tagihannya atau tidak. Jika  perusahaan BUMN tersebut memilih tidak mengonversi tagihannya menjadi saham, Tiga Pilar akan membayar tagihan mereka melalui mekanisme semi-annual cash sweep. Dalam kasus ini, opsi pembelian kembali surat utang tidak berlaku.

Nah, mekanisme restrukturisasi utang ini akan berubah jika ada kejadian pemicu alias trigger event.

Yang Tiga Pilar maksud dengan trigger event adalah jika Tiga Pilar memperoleh pendanaan ekuitas sebesar Rp 358 miliar atau lebih dalam jangka waktu tiga tahun sejak tanggal efektif proposal perdamaian.

Pasca trigger event, Tiga Pilar akan menghentikan pembayaran melalui mekanisme cash sweep. Namun, opsi pembelian kembali surat utang dan konversi menjadi saham akan tetap berlaku. Seluruh utang yang tersisa setelah pembelian kembali surat utang akan Tiga Pilar bayar ada 30 Juni 2029.

Khusus untuk BUMN pemegang obligasi dan sukuk yang memilih tidak mengonversi tagihan menjadi saham, mekanisme cash sweep juga akan dihentikan. Tiga Pilar akan membayar kembali pokok utang pada 30 Juni 2029.

Ketimbang pailit

Opsi pembelian kembali surat utang menjadi salah satu hal yang kreditur persoalkan. Beberapa kreditur mengira, Tiga Pilar akan membeli 25% porsi surat utang milik pemegang obligasi dan sukuk sementara 75% sisanya akan dikonversi menjadi saham.

Namun, dalam penjelasannya kepada kreditur, Andi mengatakan, Tiga Pilar akan membeli kembali surat utang di harga 25%.

Bagi sebagian kreditur, harga pembelian kembali sebesar 25% itu terlalu rendah.  Itu artinya, dari nilai obligasi dan sukuk yang mereka pegang, mereka hanya akan memperoleh pengembalian sebesar 25%.

Toh, menurut Andi, opsi pembelian kembali surat utang di harga 25% itu sudah menjadi jalan terbaik bagi pemegang obligasi dan sukuk. Apalagi, mereka juga akan memperoleh tambahan pembayaran dari hasil penjualan aset Jatisari dan Sukses Abadi.

Ferita Tanudjaja, Direktur Sinarmas Financial Services, mengatakan, Sinarmas semula juga tidak bisa menerima pengembalian sebesar 25% dari nilai surat utang. Karena itu, Sinarmas yang dalam perkara ini bertindak sebagai pemohon berkali-kali melakukan negosiasi.

Toh, Tiga Pilar tetap kukuh dengan opsi tersebut. Hingga akhirnya, Sinarmas meminta agar pemegang surat utang tetap bisa melakukan penjualan aset pabrik beras milik Jatisari dan Sukses Abadi.

Penjualan aset beras memang menjadi salah satu pertanyaan yang diajukan kreditur. Beberapa kreditur meminta kepastian bahwa hasil penjualan aset beras akan dibayarkan kepada pemegang obligasi dan sukuk.

Hengky Koestanto, Direktur Utama Tiga Pilar, memastikan, hasil penjualan aset divisi beras yang menjadi jaminan obligasi dan sukuk akan dibayarkan kepada kreditur pemegang obligasi dan sukuk.

Menurut Ferita, proposal perdamaian yang diajukan oleh Tiga Pilar sudah lebih baik daripada sebelumnya. "Jika perusahaan pailit, kita cuma memperoleh aset beras," ujar Ferita kepada kreditur lainnya.

Maklum, Tiga Pilar merupakan perusahaan holding. Aset berupa pabrik, mesin, dan lain sebagainya merupakan aset yang dimiliki oleh anak usaha. Itu sebabnya, jika Tiga Pilar pailit, tidak ada aset yang bisa dijual untuk membayar tagihan kreditur.

Berakhir damai

Toh, tak seluruh kreditur mengamini pendapat Ferita. Seorang perwakilan kreditur yang enggan disebutkan namanya mengatakan, opsi pembelian surat utang seharga 25% terlalu rendah. Karena itu, pihaknya menolak menerima proposal perdamaian yang diajukan Tiga Pilar.

Rapat kreditur makin alot saat para kreditur yang diwakili oleh Bank Mega selaku wali amanat tidak satu suara. Beberapa kreditur seperti Asuransi Central Asia memilih sikap menolak proposal perdamaian Tiga Pilar. Asuransi Central Asia memiliki tagihan senilai Rp 130 miliar.

Namun, beberapa kreditur lain yang diwakili oleh Bank Mega menyatakan persetujuan atas proposal perdamaian Tiga Pilar.

Suara Bank Mega tentu penting dalam pemungutan suara. Sebab, Bank Mega mewakili sejumlah kreditur dengan nilai tagihan sekitar Rp 735 miliar. Perinciannya, tagihan sebesar Rp 480,8 miliar di kelompok kreditur separatis dan sebesar Rp 255 miliar dari kreditur konkuren.

Itu artinya, nilai tagihan kreditur yang diwakili Bank Mega mencapai sekitar 30% atau sepertiga dari seluruh nilai tagihan.

Sebelum pemungutan suara berlangsung, Andi selaku kuasa hukum Tiga Pilar sempat mengajukan keberatan jika Bank Mega menentukan sikap penolakan atas proposal perdamaian Tiga Pilar. Sebab, dalam kenyataannya,  ada kreditur yang diwakili Bank Mega bersikap menerima proposal perdamaian.

Untungnya, pada saat penghitungan suara, suara Bank Mega dinyatakan abstain oleh pengurus PKPU. Sebab, dalam kertas suara, Bank Mega tidak menentukan pilihan apakah setuju atau tidak setuju terhadap proposal persadaian.

Di kertas suara baik untuk pemungutan suara kreditur konkuren maupun kreditur separatis, Bank Mega menulis bahwa 26% kreditur yang diwakili Bank Mega setuju sebanyak 49% tidak setuju, sementara sisanya abstain.

Karena itulah, suara Bank Mega baik untuk kelompok kreditur separatis maupun kreditur konkuren dinyatakan abstain.

Meski berjalan alot, Tiga Pilar akhirnya berhasil memperoleh persetujuan dari mayoritas kreditur.Berdasarkan perhitungan hasil pemungutan suara, sebanyak 13 kreditur konkuren yang mewakili tagihan senilai Rp 541 miliar memberikan persetujuan atas proposal perdamaian Tiga Pilar.

Satu kreditur konkuren menolak proposal perdamaian sementara satu kreditur lagi dinyatakan abstain.

Sementara sebanyak 14 kreditur separatis yang mewakili tagihan senilai Rp 960,4 miliar menerima proposal perdamaian yang diajukan Tiga Pilar.

Satu kreditir separatis menolak perdamaian dan satu kreditur lagi dinyatakan abstain.

Salah satu pengurus PKPU AISA Rizky Dwinanto mengatakan, hasil pemungutan suara telah memenuhi pasal 281 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Adapun beleid tersebut menyatakan bahwa rencana perdamaian bisa diterima berdasarkan persetujuan lebih dari setengah jumlah kreditur konkuren yang bersama-sama mewakili paling sedikit dua pertiga dari seluruh tagihan. Serta, persetujuan lebih dari setengah jumlah kreditur separatis yang mewakili sedikitnya dua pertiga dari seluruh tagihan.

Hari ini, majelis hakim akan menggelar sidang dalam rangka pengesahan alias homologasi rencana perdamaian. Jika majelis hakim mengesahkan perdamaian, itu artinya Tiga Pilar lolos dari lubang jarum pailit.

Saham AISA | Proposal Diterima, Tiga Pilar (AISA) Lepas dari Jerat Pailit

(Baca juga: Pengertian PEG Ratio)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akhirnya bisa bernapas lega. Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) berakhir damai sehingga perusahaan terhindar dari kepailitan.

Rizky Dwinanto, Pengurus PKPU AISA, menjelaskan, berdasarkan hasil pemungutan suara (voting) kemarin, sebanyak 13 kreditur konkuren dan 14 kreditur separatis menerima proposal perdamaian yang diajukan AISA. "Hasil pemungutan suara telah memenuhi pasal tentang kepailitan dan PKPU," ujar Rizky, Kamis (23/5).

Ada satu kreditur separatis yang menolak proposal perdamaian. Sementara satu kreditur lagi dinyatakan abstain.

Setelah ini, AISA bakal merestrukturisasi utangnya menggunakan beberapa cara. Pertama, AISA akan membayar tagihan melalui kelebihan kas secara pari passu atawa cash sweep. Pembayaran dengan skema ini dilakukan per enam bulan mulai akhir tahun ini.

Kedua, tambahan pembayaran akan dilakukan dari hasil penjualan aset jaminan perusahaan, terutama jaminan pada PT Jatisari Srirejeki dan PT Sukses Abadi Karya Inti. Keduanya telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang pada 6 Mei lalu.

Ketiga, AISA juga memiliki opsi untuk membeli kembali alias call 25% dari nilai obligasi dan sukuk. Periode pembeliannya bisa dilakukan hingga 2022.

Adapun total nilai obligasi dan sukuk tersebut mencapai Rp 2,1 triliun. Nilai ini berasal dari tiga emisi, yakni Obligasi I/2013 senilai Rp 600 miliar, Sukuk Ijarah I/2013 sebesar Rp 300 miliar, dan Sukuk Ijarah II/2016 dengan nilai Rp 1,2 triliun. Ketiganya akan jatuh tempo pada 30 Juni 2029.

Mulai 2023, kreditur memiliki opsi untuk melakukan konversi sebagian atau seluruh tagihan dari sisa 75% nilai emisi. Konversi tersebut akan dilakukan dengan harga Rp 200 per saham.

Hengky Koestanto, Direktur Utama AISA, menuturkan, setelah proses perdamaian dengan kreditur usai, perusahaan ini akan menggenjot kinerja. "Dengan diterimanya proposal perdamaian, kami berharap dapat segera memacu kinerja untuk kembali bekerja optimal seperti sedia kala." ujar Hengky. Pekan depan, hasil voting akan diajukan kepada majelis hakim untuk pengesahan.

Saham AISA | Tiga Pilar Mengusulkan Skema Konversi Saham dalam Proposal Perdamaian

(Baca juga: Sell on Strength)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berencana melakukan konversi utang ke saham. Ini merupakan bagian dari proses perdamaian utang obligasi AISA total Rp 2,1 triliun.

Kuasa hukum Tiga PIlar Andi Simangunsong mengatakan, skema tersebut berlaku untuk pemegang obligasi berstatus BUMN dan non-BUMN. "Kalau non-BUMN bisa kena call, BUMN tidak," ujar Andi, Rabu (22/5).

PT Taspen merupakan pemegang obligasi dari pihak BUMN. Ada juga entitas usaha Grup Mandiri, yaitu Mandiri Manajemen Investasi, yang menjadi pemegang obligasi AISA.

Jika para kreditur setuju dengan skema tersebut, konversi akan dilakukan terhadap 75% utang masing-masing kreditur, dengan nilai Rp 200 per saham, setelah 30 Juni 2022. Sisa 25% akan dibayar melalui cash sweep per enam bulan. Dalam skema ini, AISA masih memiliki opsi beli (call) obligasi hingga 30 Juni 2022 dengan nilai 25% dari nilai emisi.

Khususu kreditur BUMN bisa memilih mekanisme restrukturisasi non-konversi. Melalui skema ini, Tiga Pilar akan membayar utang melalui cash sweep setiap enam bulan sekali mulai 30 Juni 2020.

Andi menambahkan, AISA menawarkan sejumlah skema itu dengan mempertimbangkan kondisi anak usaha di segmen makanan. "Segmen ini masih sangat sehat dan prospektif, buktinya hingga saat ini masih berjalan dan pasarnya kuat," terang dia.

Skema tersebut merupakan penyempurnaan dari skema sebelumnya. Hal ini juga yang membuat voting proposal perdamaian AISA kemarin ditunda. "Tadi malam, kami mendapat surat dari AISA untuk meminta voting ditunda satu hari," jelas Pengurus PKPU Tiga Pilar Rizky Dwinanto.

Masih berjalannya segmen makanan membuat AISA punya posisi tawar yang lebih kuat. Selain skema konversi, AISA juga membuka diri jika ada investor yang ingin masuk.

Jika ada investor yang bersedia menyuntik dana Rp 380 miliar, AISA bakal menggunakan dana tersebut untuk modal kerja. Tapi, kalau lebih dari nilai tersebut, akan digunakan untuk bayar utang.

Andi menambahkan, sejauh ini memang belum ada calon investor anyar. Tapi, rencana ini sudah tertuang dalam proposal perdamaian. "Kalau sudah homologasi (damai), ini akan menarik. Bagi kami, proposal perdamaian ini menciptakan suatu kondisi yang menarik untuk investor masuk ke AISA," jelas Andi.

Hengky Koestanto, Direktur Utama Tiga Pilar, berharap, proses restrukturisasi utang bisa segera tuntas. Ini supaya operasional anak usaha AISA di segmen makanan, yang kini menjadi fokus manajemen, kembali optimal.

Dengan demikian, suspensi saham AISA bisa segera dibuka. Sebab, hal ini juga penting bagi kelangsungan usaha perusahaan.

Saham AISA | PEFINDO TARIK PERINGKAT TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD



IQPlus, (03/05) - Pefindo menarik peringkat PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dan Obligasi I/2013, Sukuk Ijarah I/2013 dan Sukuk Ijarah II/2016 pada 2 Mei 2019.

Menurut keterangan Jumat disebutkan, penarikan itu dilakukan karena ketidakcukupan data dan informasi untuk mendukung review pemeringkatan kredit. Oleh karena itu, Pefindo tidak lagi memantau peringkat AISA dan instrumen utang perusahaan.

Posisi terakhir peringkat korporasi adalah idSD sedangkan peringkat Obligasi I/2013, Sukuk Ijarah I/2013 dan Sukuk Ijarah II/2016 adalah idD. (end)