SAHAM SILO | SILOAM INTERNATIONAL ALAMI PENINGKATAN PENDAPATAN

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk mencatatkan kinerja yang positif sepanjang kuartal I 2020.

Emiten dengan kode SILO itu mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 9,94% year on year (YoY) menjadi Rp 1,88 triliun dari sebelumnya Rp 1,71 triliun.

Adapun pendapatan sepanjang  kuartal I 2020 ini masih ditopang oleh segmen rawat inap hingga 57,45% atau setara Rp 1,08 triliun.

Pendapatan segmen ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 1 triliun.

Sementara itu, segmen rawat jalan berkontribusi hingga Rp 795,64 miliar atau 42,32% dari total pendapatan. Pendapatan dari segmen rawan jalan juga meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 706,26 miliar.

Adapun kenaikan pendapatan ini menjadi salah satu penopang laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang meningkat drastis menjadi Rp 16,2 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumya, laba tersebut hanya tercatat Rp 3,33 miliar.

Selain dipicu oleh pendapatannya, pertumbuhan yang signifikan ini juga ditopang oleh beban lain-lain yang menurun.

Menilik laporan keuangannya, beban tersebut mampu ditekan menjadi Rp 20,47 miliar dari sebelumnya Rp 38,5 miliar. Di sisi lain, penghasilan bunga tercatat meningkat menjadi Rp 1,32 miliar dari sebelumnya Rp 1 miliar.

Di kuartal I 2020, SILO mengantongi total aset mencapai Rp 8,92 triliun, naik 15,24% dari akhir tahun 2019 yang mencapai Rp 7,74 triliun.

Untuk liabilitasnya, SILO mencatatkan kenaikan hingga 68,57% (QoQ) menjadi Rp 2,95 triliun. Di sisi lain, ekuitas SILO terlihat menurun tipis menjadi Rp 5,97 triliun dari sebelumnya Rp 5,99 triliun.

Dalam keterbukaan informasi, Senin (15/6), dijelaskan peningkatan liabilitas hingga dua digit itu terkait penerapan PSAK 73 di tahun berjalan.

Grup sebagai pihak penyewa mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi berdasarkan PSAK 30. Akibatnya, SILO mengalami peningkatan liabilitas sewa sebesar Rp 1,3 miliar.

" Peningkatan itu diiringi dengan penurunan utang bank jangka pendek dan liabilitas anjak piutang yang masing-masing Rp 63,2 miliar dan Rp 20,7 miliar karena adanya pembayaran di tahun berjalan," jelas Direktur SILO Phua Meng Kuan dan Anang Prayudi dalam keterbukaan informasi itu.

Jadwal Pembagian Dividen Saham MYOH Juni-Juli 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) akan membagi dividen pada bulan depan. Samindo Resouces telah mendapat izin dari pemegang saham untuk membagi US$ 15 juta sebagai dividen. 

Sepanjang tahun lalu, Samindo Resources (MYOH) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk US$ 26,07 juta. Ini artinya emiten pertambangan ini sepakat membagi 57,54% laba bersih sepanjang tahun lalu sebagai dividen. 

Nantinya, setiap pemegang saham akan berhak mendapat dividen sebesar US$ 0,0068 per saham Jika menggunakan kurs dollar AS mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia yakni di Rp 14.115 per dollar AS maka nilai dividen Samindo Resources (MYOH) sebesar Rp 95,98 per saham. 

Adapun jadwal pembagian dividen tunai MYOH tahun buku 2019 sebagai berikut: 

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 22 Juni 2020
Ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi: 23 Juni 2020
Cum dividen di pasar tunai: 24 Juni 2020
Ex dividen di pasar tunai: 25 Juni 2020
Tanggal pencatatan (recording date): 24 Juni 2020
Pembayaran dividen: 16 Juli 2020

Sekretaris Perusahaan Samindo Resources (MYOH), Ahmad Zaki Natsir dalam keterbukaan informasi Selasa (16/6) menjelaskan, selain memperhitungkan laba, pembagian dividen berdasarkan data keuangan MYOH yang memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaanya US$ 77,26 juta. Sedangkan total ekuitas US$ 122,29 juta.

Hingga Selasa (16/6), harga saham MYOH naik 2,27% di Rp 1.125 per saham. Kalau menggunakan acuan harga tersebut maka dividen yield MYOH sebesar 8,53%. 

Prospek Saham Sektor Consumer Goods | UNVR, SIDO, GGRM, ASII, TPIA


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten barang konsumsi masih mencatatkan kinerja yang apik sepanjang kuartal I-2020. Beberapa emiten bahkan mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang tiga bulan pertama 2020.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) misalnya, membukukan laba bersih sebesar Rp 1,86 triliun, naik 6,53% dari perolehan laba bersih pada kuartal I-2019 yang sebesar Rp1,74 triliun. Dari sisi topline, emiten Konstituen Indeks Kompas100 ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,58 % menjadi Rp11,15 triliun.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) juga berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. SIDO berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 232 miliar, naik 11% dibanding periode sama tahun sebelumnya, yakni Rp 209 miliar.

Emiten rokok, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga mencatatkan laba bersih senilai 3,88 % menjadi Rp2,45 triliun. Pun begitu dengan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang mengalami peningkatan laba bersih pada kuartal I-2020 sebesar 1,1% menjadi Rp 3,32 triliun.

Sementara itu, emiten yang bergerak di subsector aneka industri mencatatkan kinerja yang beragam. PT Astra International Tbk (ASII) misalnya, mencatatkan penurunan laba bersih 7,85% secara year on year menjadi Rp 4,81 triliun di kuartal I tahun ini.

Pun begitu dengan emiten yang bergerak di subsector industri dasar dan kimia. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) misalnya, membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 17,83 juta. Hal yang sama juga terjadi pada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang BRPT mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 2,09 juta.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, ke depan emiten consumer goods yang berhubungan dengan makanan dan rokok dinilai lebih bisa bertahan dalam kondisi saat ini. Sementara untuk emiten yang bergerak di sektor kimia (petrochemical), Aria menilai emiten ini perlu melakukan efisiensi dalam operasinya untuk menjaga kinerja.

“Untuk sektor aneka industri seperti ASII dipengaruhi sentimen penurunan penjualan mobil yang sempat lebih dari 90% dan juga penurunan harga komoditas crude palm oil (CPO),” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Senin (15/6).

Sementara itu, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya memilih saham barang konsumsi sebagai top picks untuk bulan ini. Adapun saham consumers pilihan Mirae Asset untuk periode Juni 2020 diantaranya GGRM dan UNVR. Sementara Aria merekomendasikan investor untuk bisa membeli saham consumers secara bertahap.

Sebagai gambaran, berikut ini rekapan data kinerja laba bersih sejumlah emiten sektor manufaktur yang dihimpun Kontan.co.id.

Barang konsumsi dan farmasi

Kuartal I-2020 VS Kuartal I-2019:
HMSP : Rp 3.32 triliun vs Rp 3.28 triliun
GGRM : Rp 2.45 triliun vs Rp 2.35 triliun
ICBP : Rp 1.98 triliun vs Rp 1.34 triliun
UNVR : Rp 1.86 triliun vs Rp 1.75 triliun
INDF : Rp 1.40 triliun vs Rp 1.35 triliun
MYOR :Rp 931 miliar vs Rp 466 miliar
KLBF : Rp 669 miliar vs Rp 595 miliar
SIDO : Rp 231 miliar vs Rp 209 miliar
ROTI : Rp 77.8 miliar vs Rp 64.8 miliar
KINO : Rp57.8 miliar vs Rp 306 miliar
DVLA : Rp 56.5 miliar vs Rp 83.2 miliar
CLEO : Rp 35.4 miliar vs Rp 25.3 miliar
HOKI : Rp 14.7 miliar vs Rp 25.5 miliar
INAF : -Rp 21.4 milar vs –Rp 21.8 miliar

Manufaktur lainnya (kimia dan industri dasar)

Kuartal I-2020 VS Kuartal I-2019:
KRAS : US$ 74.1 juta vs -US$ 62.3 juta
SRIL : US$ 28.2 juta vs US$ 28.0 juta
ESSA : US$ 1.03 juta vs US$ 4.80 juta
GJTL : - Rp 404 miliar vs Rp 169 miliar
KBLI : -Rp 13.6 miliar vs Rp 115 miliar
PBID : Rp 61.5 miliar vs Rp 63.6 miliar
JECC : Rp 7.37 miliar vs Rp 16.8 miliar
NIKL : -US$ 10.1 juta vs US$ 2.24 juta
TPIA : -U$ 17.8 juta vs US$ 17.3 juta
BRPT : -US$ 2,09 juta vs US$ 5,62 juta.
SMGR : Rp 446 Miliar vs Rp 268 miliar
SMCB: Rp 68.4 miliar vs –Rp 123 miliar
ASII : Rp 4.81 trilliun vs Rp 5.21 triliun
AUTO : Rp 115 miliar vs Rp 159 miliar

SAHAM KRAS | PERTAGAS DAN KRAKATAU STEEL SINERGI PENGGUNAAN MATERIAL PIPA MINYAK BLOK ROKAN


IQPlus, (17/06) - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dan PT Pertamina Gas menjalin kerja sama pengadaan material pipa dari material produk baja Hot Rolled Coil (HRC). Material HRC ini selanjutnya akan dilakukan tooling oleh Pertagas ke pabrikan pipa yang akan digunakan dalam pembangunan pipa minyak Blok Rokan di  Riau. 

Adapun Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan di Kantor Pertagas, hari ini, Selasa dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 yang dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dan Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Wiko Migantoro di kantor Pertamina Gas.

Wiko mengatakan skema kerjasama yang dilakukan dengan Krakatau Steel ini merupakan inovasi baru yang dapat meningkatakan efisiensi dari sisi pengadaan pipa. .Penghematan yang kita lakukan dengan membeli langsung material dari KS kemudian dilakukan tooling ke pabrikan pipa ini bisa menghemat biaya hingga 16%,. ujarnya. 

Ditambahkan oleh Wiko, skema ini juga diharapkan akan berkontribusi terhadap upaya penyelesaian proyek pipa sepanjang 370 km ini secara tepat waktu. Proyek ini ditargetkan dapat diselesaikan di semester kedua tahun 2021. 

Selain itu, kerjasama dengan Krakatau Steel ini juga merupakan bentuk komitmen afiliasi PT Pertamina (Persero) dan PT PGN Tbk ini dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). .Utamanya sinergi BUMN dan anak usahanya dalam proyek-proyek strategis nasional,. tambah Wiko. 

Proyek pipa minyak Blok Rokan merupakan proyek strategis nasional dalam upaya mempertahankan produksi minyak di Blok Rokan pada saat terjadi alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina di 2021 mendatang. 

Senada dengan Wiko, Silmy Karim mengatakan, bahwa kerja sama ini merupakan wujud Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap berkomitmen dalam investasi dan ikut serta dalam menggairahkan perekonomian yang sedang dalam situasi terdampak  covid 19.

Silmy juga mengungkapkan apresiasinya kepada pihak Pertagas untuk menggunakan baja Krakatau Steel dalam pembangunan infrastruktur distribusi gas dalam negeri. Ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menggunakan produk dalam negeri dalam pembangunan infrastruktur nasional. Pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman baja HRC kepada pihak Pertagas.

"Kami akan memastikan ketepatan tenggang waktu (lead time) pengiriman selama 4-6 bulan agar proyek diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu. Total kuantitas HRC yang akan kami suplai ke Pertagas mencapai 53.600 metrik ton untuk skema pemipaan sepanjang lebih kurang 370 km," tutur Silmy.

Silmy menambahkan bahwa proyek jalur pipa di blok Rokan ini juga diharapkan akan menggerakkan kembali industri hilir dan industri pengguna sebagai upaya pemulihan perekonomian nasional dengan dukungan sinergi kerja sama antar BUMN maupun dukungan dari pemerintah. 

"Kraktau Steel berkomitmen untuk mendorong dan turut serta dalam pembangunan infrastruktur, yang didalamnya termasuk juga investasi infrastruktur untuk menggairahkan industry pipa nasional tidak hanya terbatas pada pabirkan pipa BUMN, tetapi juga pabrikan pipa swasta," tutup Silmy. (end/fu)

Jadwal Dividen Saham UNTR Juni-Juli 2020

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha Grup Astra yang bergerak di bisnis penjualan alat berat, PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagikan dividen tunai Rp 4,52 triliun. Perolehan ini setara dari hampir 40% dari laba bersih perseroan tahun buku 2019 sebesar Rp 11,3 triliun.
Corporate Secretary United Tractors, Sara K Lubis mengatakan pemegang saham akan menerima dividen tunai Rp 1.213 per saham, ini termasuk dividen interim sebesar Rp 408 per saham yang sudah dibayarkan pada 23 Oktober 2019 senilai Rp 1,5 triliun.

"Sehingga sisanya sebesar Rp 805 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp 3,0 triliun akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 23 Juni 2020," kata Sara, dalam keterangan pers yang disampaikan, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (11/6/2020) di Jakarta.

Nantinya, dividen akan akan dibayarkan kepada Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 3 Juli 2020. Sedangkan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan. 

Rapat juga menyetujui pengunduran dri CEO ASTRA, Prijono Sugiarto sebagai Presiden Komisaris Perseroan yang baru menggantikan Prijono. Selain itu, mengangkat Benjamin Herrenden Birks sebagai Komisaris Perseroan yang baru.

Sara juga mengungkapkan jadwal pembagian dividen perusahaan yakni

Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 19 Juni 2020
Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 22 Juni 2020
Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 23 Juni 2020
Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai: 24 Juni 2020
Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang Berhak atas Dividen Tunai: 23 Juni, jam 16.00 WIB
Tanggal Pembayaran Dividen 3 Juli 2020

Dia mengatakan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk pada 2019 yakni Rp. 11,31 triliun dan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 46,87 triliun, sementara ekuitas perusahaan mencapai Rp 61,11 triliun.

Sebagai informasi, cum date atau tanggal cum dividen yang merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen emiten terkait.

Sementara itu, ex date atau tanggal ex dividen adalah hari pertama ketika pemegang saham tak lagi berhak mendapatkan dividen dari emiten. Tanggal ex dividen dijadwalkan satu hari kerja setelah tanggal cum dividen.

Adapun recording date adalah tanggal pencatatan investor saham untuk mendapatkan dividen. Biasanya recording date jatuh pada cum date pasar tunai.

SAHAM CTRA | Prospek Saham CTRA terkait Peningkatan Marketing Sales

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil marketing sales PT Ciputra Development Tbk (CTRA) April - Mei 2020 masih cukup kuat meski sudah terimbas pandemi virus corona Covid 19. 

Analis Maybank Kim Eng Securities Aurellia Setiabudi dalam riset 9 Juni 2020 menjelaskan, dua proyek yang diluncurkan pada 20 April 2020 habis terjual. Bahkan penjualan pada Mei 2020 tumbuh lebih dari 50% secara month on month (mom). 

"CTRA berhasil menarik pembeli rumah dari luar Jakarta menggunakan peluncuran virtual digital," kata Aurellia. Selain itu, marketing sales pada bulan Mei 2020 bahkan lebih kuat dari April 2020 karena CTRA meluncurkan beberapa proyek yang menjadi persediaan. Hingga akhir tahun, CTRA diproyeksikan mengantongi marketing sales Rp 3,92 triliun. 

CTRA juga mendapat pemangkasan suku bunga hingga 200 bps dari 70% pinjaman yang diperoleh dari bank. "Biaya dana untuk pinjaman yang lebih rendah akan meningkatkan margin laba bersih CTRA sebesar 81%," kata Aurellia dalam riset. 

Penghematan biaya bunga ini akan membantu meningkatkan margin laba bersih 12% di tahun ini lebih tinggi dari tahun 2019 sebesar 11%. "CTRA berhasil menunda sebagian kecil pembayaran bunga di tahun 2020 ke tahun 2023 yang akan membantu meringankan arus kas," terang Aurellia. 

Perekonomian yang mulai dibuka kembali pada 20 Juni 2020 atau lebih awal dari harapan awal di kuartal III tahun 2020 akan menjadi sentimen positif bagi CTRA. "Ciputra akan melaporkan hasil penjualan setiap triwulan dan hasil penjualan di kuartal II tahun 2020 akan diumumkan pada 20 Juli 2020," terang Aurellia dalam riset. 

Bagi Aurellia, CTRA memiliki prospek jangka panjang yang tidak dapat ditandingi dari sisi merek. Ciputra bahkan mendapat tawaran dari pemilik tanah untuk mengembangkan proyek properti secara bersama-sama. "Dengan demikian, ekspansi bisnis CTRA tidak terbatas pada kapasitas neraca," kata dia dalam riset. 

Strategi Ciputra yang unik memungkinkan untuk meningkatkan RNAVnya sebesar 600%. Sementara net gearing CTRA akan lebih rendah dari tahun lalu menjadi 23,6% dari tahun 2019 sebesar 27,8%. 

Karena alasan tersebut Aurellia masih menyarankan beli saham CTRA di Rp 1.000 per saham. Hingga akhir tahun ini, pendapatan CTRA akan turun menjadi Rp 6,72 triliun turun dari tahun lalu sebesar Rp 7,61 triliun. Sedangkan laba bersih Ciputra sebesar Rp 822 miliar turun dari tahun lalu sebesar Rp 1,16 triliun.

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | JSMR, PGAS, PPRE, TLKM

Daily Technical  17 Juni 2020


Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 17 Juni 2020.

IHSG ditutup menguat sebesar 170,12 poin (+3.53%) menuju level 4.986,45 pada perdagangan hari Selasa 16 Juni 2020 kemarin. 341 saham menguat, 102 saham menurun, dan 145 saham ditutup tidak mengalami perubahan. Tertolong oleh The Fed yang akan membeli corporate bonds, dan pasar AS menguat kembali setelah sebelumnya mengalami penurunan. Tidak ketinggalan, IHSG pun ikut berubah menguat kembali, namun masih dalam pola rising wedge. Dengan adanya sentimen ini, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 5.021.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat dalam range 4.920 s/d 5.040.

[JSMR]

Trend Following: Melanjutkan penguatan setelah pola double bottom.
Rekomendasi: Buy 4000 s/d 4150, TP 4310 s/d 4500, stop loss <3660.
Support: 3660.
Resistance: 4310.

[PGAS]

Technical Rebound: Mengalami rebound dari support pada 960, berpotensi melanjutkan penguatan.
Rekomendasi: Hold, TP 1280 s/d 1300.
Support: 960.
Resistance: 1280.

[PPRE]

Uptrend Channel: Melanjutkan penguatan di dalam uptrend channel, menunjukkan tren masih berlanjut.
Rekomendasi: Buy 190 s/d 200, TP 220, stop loss <171.
Support: 171.
Resistance: 220.
 

[TLKM]

Sideways Trend: Bergerak dalam tren sideways dalam rentang harga 3000 s/d 3400.
Rekomendasi: Trading dalam rentang harga tersebut.
Support: 3000.
Resistance: 3400.

Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham LPPF | 17 Juni 2020

Saham LPPF pada tanggal 16 Juni 2020 ditutup menguat pada harga 1615, naik 7,66%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 105% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas dan baru saja mengalami Golden Cross. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan Bullish.

Rekomendasi :
Beli
Jika naik di atas 1780 maka berpeluang ke 2700
Jika turun di bawah 1365 maka berpeluang ke 1240

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:


Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :


Ulasan Pasar Globa | 17 Juni 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Juni 17, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S


Wall Street ditutup lebih tinggi dengan adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi

Wall Street menguat pada hari Selasa karena prospek stimulus tambahan dan lompatan rekor dalam penjualan ritel menunjukkan ekonomi AS bisa bangkit kembali lebih cepat dari yang diperkirakan, lima bulan ke dalam resesi yang diakibatkan pandemi.

Dow Jones naik 526,82 poin atau 2,04% menjadi 26.289,98. S&P 500 naik 58,15 poin atau 1,90% menjadi 3.124,74. Nasdaq Composite menambahkan 169,84 poin atau 1,75% menjadi 9.895,87.

Data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel melonjak dengan rekor 17,7% pada Mei, melampaui kenaikan perkiraan analis sebesar 8%. Selera risiko investor diberi dorongan lebih lanjut oleh paket infrastruktur yang diperkirakan $1 triliun dolar dari administrasi Trump yang bertujuan memulai ekonomi. "Angka penjualan ritel adalah kisah yang mendorong pasar lebih tinggi," kata analis. "Tapi aroma stimulus di udara menambah keuntungan hari ini." Di tengah kebangkitan kasus COVID-19 baru di Cina dan Amerika Serikat, bersama dengan perkembangan pandemi yang tak terkendali di Amerika Latin dan di tempat lain, percobaan obat yang dipimpin Inggris menunjukkan dosis rendah obat steroid generik dexamethasone mengurangi tingkat kematian COVID-19 di antara kasus yang paling parah.

Eropa


Bursa Eropa mencatat harian terbaik dalam sebulan karena stimulus meningkatkan harapan kebangkitan

Indeks STOXX 600 Eropa mencatat harian terbaik dalam sebulan pada hari Selasa, bergabung dengan reli global setelah prospek stimulus moneter dan fiskal bersejarah menghidupkan kembali harapan rebound ekonomi dari pandemi COVID-19.

Indeks STOXX Eropa naik 2,9%.

Bursa Jerman .GDAXI dan Italia .FTMIB mengungguli rekan-rekan mereka di Eropa, dengan sektor siklus termasuk travel .SXTP, konstruksi .XX, bank .SX7P, dan otomotif .SXAP naik 3-4%. Stimulus global yang agresif telah membantu mendorong rebound di pasar ekuitas Eropa sejak kecelakaan yang disebabkan oleh coronavirus pada bulan Maret, dengan indeks STOXX 600 sekarang hanya sekitar 16% di bawah rekor tertinggi Februari. Federal Reserve AS akan mulai membeli obligasi korporasi pada hari Selasa melalui fasilitas kredit korporasi pasar sekunder, salah satu dari beberapa fasilitas darurat untuk menopang likuiditas.

Analisa Saham BBCA | 17 Juni 2020

Saham BBCA pada tanggal 16 Juni 2020 ditutup menguat pada harga 28800, naik 4,72%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 90% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah atas. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :
Beli
Jika naik di atas 29975 maka berpeluang ke 32700
Jika turun di bawah 27400 maka berpeluang ke 26600

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:


Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :


Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BBRI, CTRA, PGAS, JSMR

MNC Daily Scope Wave

17 Juni 2020

IHSG ditutup menguat cukup agresif sebesar 3,5% ke level 4,986 dengan tekanan beli yang cukup besar, namun penguatan IHSG kemarin tertahan oleh fibo retrace 61.8. IHSG kami perkirakan masih berpotensi menguat untuk membentuk wave B dari wave (2) ke area 5,030-5,050, meskipun begitu kami berikan pula adanya kemungkinan terbentuknya skenario merah apabila IHSG ternyata menembus resistancenya di 5,140. Bila IHSG menembus resistance tersebut, maka kami perkirakan IHSG akan menuju ke area 5,200-5,300 terlebih dahulu.
Support: 4,920, 4,760
Resistance: 5,040, 5,140

BBRI - Spec Buy (3,130)

BBRI menguat agresif pada perdagangan kemarin (16/6) dan ditutup pada level 3,130 meskipun tekanan beli tidak begitu besar. Kami memperkirakan BBRI masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, paling tidak menutup gap yang ada di 3,180-3,210 sekaligus untuk membentuk wave (b) dari wave [b] pada skenario biru. Namun perhatikan area resistance 3,370, apabila BBRI menembus area tersebut maka akan membentuk wave [c] dari wave A pada skenario merah.
Spec Buy: 3,070-3,130
Target Price: 3,180, 3,280
Stoploss: below 2,900

CTRA - Buy on Weakness (710)

Menguat agresif pada perdagangan kemarin (16/6), kami memperkirakan saat ini CTRA sedang berada di awal wave (iii) dari wave [v] dari wave C. Hal ini berarti CTRA kami perkirakan akan melanjutkan penguatannya terlebih dahulu.
Buy on Weakness: 690-710
Target Price: 750, 850
Stoploss: below 650

PGAS - Buy on Weakness (1,120)

Pergerakan PGAS kemarin (16/6) menguat 12.6% diikuti dengan volume pembelian yang besar. Kami memperkirakan saat ini pergerakan PGAS sedang berada di wave (iii) dari wave [v] dari wave C, dimana PGAS berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 1,080-1,100
Target Price: 1,225, 1,300
Stoploss: below 995

JSMR - Sell on Strength (4,150)

JSMR menguat cukup agresif di 6,7% pada perdagangan kemarin (16/6). Kami memperkirakan, selama JSMR tidak mampu menembus resistance di 4,260, maka posisi JSMR saat ini sedang berada di akhir wave [b] dari wave B. Hal ini berarti JSMR akan terkoreksi membentuk wave [c] dengan level koreksi terdekat pada 3,800 dan idealnya kami perkirakan JSMR dapat kembali ke 3,000.
Sell on Strength: 4,150-4,230

Disclaimer On

Analisa Saham PGAS | 17 Juni 2020

Saham PGAS pada tanggal 16 Juni 2020 ditutup menguat pada harga 1120, naik 12,56%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 199% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah atas dan baru saja mengalami Golden Cross. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan Bullish.

Rekomendasi :
Beli
Jika naik di atas 1160 maka berpeluang ke 1500
Jika turun di bawah 1060 maka berpeluang ke 960

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:


Pola Chart Pattern Lengkap
Pola Candlestick Saham Lengkap
Indikator Saham Lengkap
Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Update Harga Komoditas dan Indeks | 17 Juni 2020

Dow jumps more than 500 points as Wall Street cheers record retail sales comeback

Stocks rose on Tuesday as a record jump in retail sales — coupled with positive trial results from a potential coronavirus treatment and hopes of more stimulus — sent market sentiment soaring.

Dow.......26290     +526.8       +2.04%
Nasdaq....9896    +169.8       +1.75%
S&P 500..3125     +58.2          +1.90%
 
FTSE.......6243     +178.1       +2.94%
Dax.........12316   +404.3       +3.39%
CAC.........4953    +136.7       +2.84%

Nikkei....22582     +1051.3   +4.88%
HSI........24344     +567.1      +2.39%
Shanghai.2932     +41.7        +1.44%
ST Times.2666     +52.97     +2.03%

IDX.......4986.46  +170.12    +3.53%
LQ45.....776.03    +36.18      +4.89%
 
Indo10Yr....7.4413   -0.0307   -0.41%
ICBI.........282.3671  +0.4891  +0.17%
US10Yr.......0.7560 +0.0540  +7.69%
VIX................33.67   -0.73        -2.12%
 
USDIndx .....96.9580   +0.2520 +0.26%
Como Indx....136.27   +1.49   :  +1.11%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL..........6.51    +0.23       +3.66%
 (Dow Jones US Coal Index) 


IndoCDS..124.758  -14.201  -10.22%👍
 (5-yr INOCD5)  
 
IDR.....14090.00  -25.00      -0.18%
Jisdor...14155     -73            -0.51%


Euro.........1.1259    -0.0067   -0.59%

TLKM..22.13  +0.53    +2.45%
(3118)
EIDO....18.89  +0.60    +3.28%
EEM.....39.53   +0.25    +0.64%
 
Oil...........37.72         +0.54       +1.45%
Gold ......1735.40     +1.60       +0.09%
Timah....16815.00   -37.50      -0.22%
Nickel....13027.50   +190.00  +1.48%
 
Coal price....53.35    -0.05       -0.09%
(Jun/Newcastle) 
Coal price....52.85     -0.75       -1.40%
(Jul/Newcastle)
Coal price....44.80     -0.20       -0.44%
(Jun/Rotterdam) 
Coal price....45.45     -0.45       -0.98%
(Jul/ Rotterdam)
 
CPO(Augt)..... 2396   +66       +2.83%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn............334.25    +0.50     +0.15%
SoybeanOil...28.80    +0.20     +0.70%
Wheat.........501.25     -8.50      -1.67%
 
Rubber..........157.60   +2.40     +1.55%

( DE/ Phintraco(AT)  17-06-20)