google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo NFC Indonesia (NFCX) memasuki bisnis pendukung kendaraan listrik Langsung ke konten utama

NFC Indonesia (NFCX) memasuki bisnis pendukung kendaraan listrik


PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), anak perusahaan PT M Cash Integrasi Tbk menggandeng PT SiCepat Ekspres Indonesia untuk memasuki bisnis pendukung kendaraan listrik dengan membentuk perusahaan patungan atau joint venture.

President Director NFCX Abraham Theofilus menjelaskan, perseroan akan menyediakan dan mengelola platform digital untuk registrasi dan manajemen kendaraan, pembayaran dan penghargaan logistik dan kemampuan jaringan SiCepat untuk merencanakan dan menyebarkan stasiun pertukaran baterai.

“Melalui platform digital kami yang memungkinkan pengguna untuk mengelola kendaraan listrik mereka dan penggunaan baterai terkait,” ujar dia dalam paparan Public Expose secara virtual, Senin (26/7).

Hal tersebut juga sejalan dengan rencana pemerintah yang menargetkan untuk memiliki 11,8 juta motor listrik dan 17.000 stasiun penukaran baterai di 2025.

Adapun berdasarkan catatan Kontan, di tahun ini NFCX masih akan melakukan ekspansi dengan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 40 miliar hingga Rp 100 miliar di 2021. Sumber pendanaannya masih berasal dari kas internal yang per 2020 tercatat memiliki net cash Rp 192 miliar.

Sementara dari sisi kerja sama lainnya, perseroan juga menggandeng kolaborasi dengan ritel yakni Alfamart. Dia bilang kerja sama itu akan menciptakan added value dengan menyediakan platform Whatsapp Business dan memperdalam portofolio produk, seperti top up game voucher, Pulsa, dan Voucher Belanja Alfamart.

“Kolaborasi dengan Alfamart tentu akan menambah banyak kesempatan baru apalagi ritel tersebut sudah memiliki lebih dari 15.000 toko,” sambungnya.

Selain itu pandemi Covid-19 juga membuat kolaborasi dengan perseroan semakin inovatif di antaranya yakni dengan meluncurkan layanan pembelian Pulsa dan Penjualan Voucher Belanja Alfamart melalui platform Whatsapp Business.

Sumber: KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...