[BJBR] BJBR Salurkan Dana PEN 5,34 Trilyun


Gairah pelaku ekonomi di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah terjangan pandemi Covid-19 terus meningkat. Hal ini terlihat di sejumlah UMKM, khususnya di wilayah Jabar dan Banten, seperti Kota Bandung. Para pelaku UMKM terlihat lebih bersemangat untuk berupaya mendapatkan bantuan suntikan dan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disalurkan pemerintah melalui bank bjb.

Salah satunya Kopi Seru. Di tengah wabah Covid-19 merebak dan memukul para pelaku UMKM, Kopi Seru mampu menunjukkan kinerja bisnis yang terus meningkat. Bahkan, berencana melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri. .Hadirnya bantuan suntikan dana dari bank bjb membuat usaha saya bukan saja mampu bertahan di tengah pandemi, namun juga makin berkembang sampai ada rencana membuat cabang di luar negeri, tepatnya di Perth Australia,. kata pemilik Kopi Seru Dave Julian Soepriyadi, saat ditemui di tempat usahanya, Jalan Sarimanis, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Dave menyebutkan, sejak dibuka pertama kali pada 2018, Kopi Seru sebetulnya mampu berkembang dengan baik hingga mampu membuka beberapa cabang di Kota Bandung. Setelah itu, Kopi Seru pun mampu melakukan ekspansi ke luar Bandung seperti Jakarta, Solo, Semarang, Bahkan ke Manado. Sayang, kehadiran pandemi Covid-19, sempat membuat usahanya tersendat. Meski pun tetap mampu bertahan. Padahal, ia sendiri memiliki keinginan untuk membuka usaha lagi ke luar negeri.

Di tengah progres usahanya yang tersendat pandemi, bank bjb kemudian hadir memberikan solusi suntikan dana PEN untuk membuat Kopi Seru tetap bertahan dan mampu berkembang lagi. Ini membuat semangat Dave tumbuh kembali dan menatap masa depan pengembangan Kopi Seru dengan lebih optimistis. "Bantuan dari bank bjb sangat saya butuhkan untuk pengembangan usaha. Karena jika usaha saya berkembang, tentunya akan banyak terdampak juga ke sektor lain. Misal membuat lowongan pekerjaan, pemberdayaan para petani kopi, serta tentunya seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan bisnis ini tentunya," katanya.

Sebagaimana diketahui, bank bjb sendiri konsisten berkontribusi dalam agenda percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) lewat berbagai agenda dan program yang dijalanlan, menyalurkan bantuan kebencanaan, melakukan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku usaha UMKM serta distribusi dan ekspansi kredit kebermanfaatan porsi penempatan uang negara sebagaimana PMK nomor 104/PMK.05/2020 tentang penempatan Dana Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Suntikan permodalan kepada sektor produktif merupakan implementasi dari pernyaluran dana program PEN yang dicanangkan pemerintah. bank bjb optimis target leverage dana PEN dari Rp 2,5 triliun yang ditempatkan dapat terpenuhi sesuai target mengingat capaian penyaluran saat ini ditorehkan dalam waktu singkat. Dalam perwujudan komitmen bank bjb untuk mendorong laju perekomian, khususnya di jabar melalui program bjb PENtas (penguatan Ekonomi Nasional Tangguh dan Sejahtera) yang merupakan inisiasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengapresiasi kebijakan yang sudah berjalan berkaitan dengan penyaluran dana PEN di bank bjb. Namun, bank bjb menurutnya perlu kebijakan out off the box untuk menyikapi kondisi saat ini. Menurut dia, captive market Jawa Barat itu 90 persennya adalah UMKM. Makanya, hal itu menjadi prioritas dan effort lebih, untuk mencapainya. .Saya optimistis, bank bjb bisa lebih baik dari bank Himbara. Tinggal memberikan beragam kemudahan untuk UMKM di Jabar, namun tetap terukur," kata Acuviarta.

Acuviarta mengungkapkan, sektor konstruksi infrastruktur diketahui juga banyak dibiayai dana PEN. Sebab, sektor kontruksi juga banyak menyerap tenaga kerja dan menambah gerakan roda ekonomi yang lainnya pula. Begitu pun penyaluran kredit. Dengan dorongan program dana PEN, serta program kredit KUR dan lainnya, pasti berdampak signifikan kepada masyarakat. "Terlebih dengan kondisi seluruh bank saat ini harus mengalami relaksasi seluruh angsuran kredit, menyebabkan ruang penyaluran kredit menjadi sempit. Selain memperhatikan prudent terhadap sektor-sektor usaha yang banyak terdampak dan ketidakinginan atau menunda penambahan modal dari ajuan kredit,. tandasnya.

Sebagai informasi, skema penyaluran pinjaman dana PEN dari bank bjb, untuk penyaluran kredit di antaranya Pertanian, Perburuan, Kehutanan sebesar Rp 154 miliar, lalu Industri Pengolahan Rp 794 miliar. Kemudian, Konstruksi Rp 1,35 triliun, Pedagang Besar dan Eceran Rp 1,34 triliun dan Sektor Lainnya Rp 1,69 triliun. Sedangkan berdasarkan sektor, pencairan dan PEN tersebut diurai dari sektor Korporasi dan Komersial, BPR, KPR, Konsumer dan UMKM. "Setiap sektor juga kan memiliki multiplier effect. Saling berkaitan, sekecil apa pun usaha di UMKM bisa menarik sumberdaya yang lain," ujarnya.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, dukungan keuangan ini disalurkan untuk mendorong upaya mendongkrak laju perekonomian, khususnya di Jabar. "bank bjb selalu siap menjadi mitra berbagai pihak dalam mendorong pembangunan daerah. Kami memiliki peran sebagai agen pembangunan yang selalu diimplementasikan dengan dukungan-dukungan nyata. Terutama dorongan keuangan yang akan memberi dampak ekonimi dan sosial dalam skala lebih luas," ujar Yuddy.

Pembiayaan ini diharapkan akan menghadirkan multiplier effect yang mendorong yang mendorong geliat aktivitas ekonomi. Dampak ekonomi dapat dirasakan selama proses pemanfaatan dana dapat menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas. Serta dapat menyerap produk-produk dalam negeri. Pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) terus digencarkan untuk segmen produktif dan padat karya. Kucuran pembiayaan ini merupakan bentuk implementasi komitmen bank bjb dalam mendukung penuh program percepatan PEN lewat penyaluran permodalan di berbagai sektor usaha produktif, khususnya UMKM.

"Pada prinsipnya, kami selalu mendukung penuh berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang kami keluarkan guna mendukung program mau pun usaha yang dijalankan agar memberikan hasil optimal," jelas Yuddy.

Sebagai infomasi, berdasarkan catatan perseroan per 18 Oktober 2020, bank bjb sudah menyalurkan dana PEN sebesar Rp5,34 triliun. Artinya, target leverage 2 kali lipat sebesar Rp5 triliun telah terlampaui dalam hitungan kurang dari tiga bulan sejak gelontoran dana sebesar Rp2,5 triliun diterima perseroan pada akhir Juli 2020. Angka realisasi kredit PEN bank bjb hingga pertengahan Oktober itu mencapai 106% dari target.(end)


Sumber: IQPLUS

[PPRO] PT PP Properti Tbk. (PPRO) Tbk Dapat Utang dari PT. PP (persero) Tbk


PT PP Properti Tbk. (PPRO) Tbk telah memperoleh pinjaman dari Induk usaha yaitu PT. PP (persero) Tbk. (PTPP) pada tanggal 20 januari 2021.

PPRO memperoleh pinjaman non revolving dari PTPP sebesar Rp1,6 triliun dengan bunga sebesar 9,5% atau sebesar 0,791% per bulan dengan jangka waktu 36 bulan dalam rangka memenuhi kebutuhan dana yang akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari kewajiban keuangan jatuh tempo PPRO," tulis Direksi PPRO dalam keterbukaan Informasi Jumat 22 Februari 2021.

Sebagai informasi PPRO adalah anak usaha dari PTPP dengan kepemilikan saham sebesar 64,96% sehingga merupakan transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020. Transaksi ini juga merupakan transaksi material karena nilai transaksi sebesar 35,25% dari ekuitas PPRO berdasarkan laporan keuangan per 30 september 2020 sesuai POJK 17/2020.

Pertimbangan dilakukannya transaksi adalah sehubungan dengan covid-19 yang berdampak pada kebijakan pengetatan oleh perbankan dalam memberikan pendanaan, maka diperlukan pinjaman dari PTPP sebagai pemegang saham pengendali untuk memenuhi sebagian dari kewajiban keuangan jatuh tempo (SKBDN, utang bank, utang bunga dan MTN jatuh tempo).

Direksi PPRO menambahkan "Transaksi ini untuk mendukung sinergi bisnis PTPP Group," pungkasnya.(end)


Sumber: IQPLUS

[BBRI] PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Ubah Susunan Direksi


PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada Hari Kamis 21 Januari 2021 menyetujui perubahan pada susunan direksi.

RUPSLB memberhentian dengan hormat Wisto Prihadi sebagai direktur kepatuhan perseroan yang diangkat berdasarkan keputusan RUPS tahunan 2019 tanggal 18 Februari 2020. Selanjutnya memberhentikan dengan hormat sebagai anggota direksi. Di antaranya Priyastomo sebagai Direktur Bisnis, Kecil, Ritel, dan Menengah. Kemudian Herdi Rosadi sebagai Direktur Human Capital, dan Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Keuangan.

Sebagai gantinya, RUPSLB mengangkat Amam Sukriyanto sebagai direksi bisnis kecil dan menengah, Agus Winardono sebagai Direktur Human Capital, Viviana Dyah Ayu Retno sebagai direktur keuangan, dan Arga Mahanana sebagai direktur jaringan dan layanan.

RUPSLB juga mengubah nomenklatur jabatan anggota Direksi Perseroan, Direktur bisnis kecil, Ritel dan menengah menjadi direktur Bisnis kecil dan menengah, Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi menjadi Direktur digital dan teknologi informasi.

RUPSLB mengalihkan penugasan Indra Utoyo sebagai Direktur Digital, Teknologi informasi dan Operasi menjadi sebagai Direktur Digital dan Teknologi informasi, Achmad Solihin Lutfiyanto sebagai direktur Jaringan dan layanan menjadi Direktur kepatuhan.

Berikut susunan anggota direksi baru Bank BRI hasil RUPSLB :

Direktur Utama : Sunarso

Wakil Direktur Utama : Catur Budi Harto

Direktur Keuangan : Viviana Dyah Ayu Retno

Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN : Agus Noorsanto

Direktur Digital dan Teknologi Informasi : Indra Utoyo

Direktur Bisnis Mikro : Supari

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah : Amam Sukriyanto

Direktur Jaringan dan Layanan : Arga Mahanana Nugraha

Direktur Kepatuhan : Achmad Solichin Lutfiyanto

Direktur Manajemen Risiko : Agus Sudiarto

Direktur Konsumer : Handayani

Direktur Human Capital : Agus Winardono

RUPSLB juga menyetujui ketentuan, dalam hal anggota direksi atau dewan komisaris perseroan dinyatakan tidak disetujui sebagai anggota direksi atau anggota dewan komisaris dalam penilaian kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test oleh OJK, anggota direksi atau dewan komisaris tersebut diberhentikan dengan hormat sejak tanggal ditetapkan keputusan hasil fit and proper test oleh OJK sebagai mata acara kelima.

Rapat menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dan mengukuhkan pemberlakuan peraturan Menteri BUMN RI No. PER-08/MBU/12/2019 tanggal 12 Desember 2019 tentang pedoman umum pelaksanaan pengadaan barang dan jasa BUMN, mengukuhkan pemberlakuan peraturan Menteri BUMN RI No. PER-11/MBU/11/2020 tanggal 12 November 2020 tentang kontrak manajemen dan kontrak manajemen tahunan direksi BUMN sebagai mata acara kedua dan ketiga.

Selanjutnya menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali saham (buyback) yang disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock) sebanyak banyaknya 16,4 juta lembar saham dalam rangka pelaksanakan program kepemilikan saham pekerja sebagai mata acara keempat.(end)

Sumber: IQPLUS

[ADHI] Adhi Karya Catat Kontrak Baru 19,7 Trilyun


Selama tahun 2020, ADHI mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp19,7 triliun (di luar pajak), atau naik sebesar 34,0% dibandingkan perolehan kontrak baru pada tahun 2019 sebesar Rp14,7 triliun (di luar pajak), sehingga nilai Total Order Book sampai dengan Desember 2020 sebesar Rp49,2 triliun (di luar pajak).

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru selama tahun 2020, meliputi lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 93%, Properti sebesar 6%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 19%, MRT sebesar 7%.

Sementara itu untuk jalan dan jembatan sebesar 56%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek EPC sebesar 18%. Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari Pemerintah sebesar 44%, BUMN sebesar 11%, Swasta sebesar 5%, dan Investasi sebesar 40% (end)

Sumber: IQPLUS

[JSMR] PT Jasa Marga (Persero) Tbk Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Bandang Gunung Mas


PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan berupa ratusan peralatan kebersihan kepada korban banjir bandang Gunung Mas, Bogor, Jumat (22/01). Peralatan kebersihan ini diperlukan bagi korban, terutama dalam masa pemulihan dan penanganan pascabencana yang terjadi pada Selasa (19/01).

Mewakili Jasa Marga, Ketua Umum Jasa Marga Pegiat Alam (Jasmapala) sekaligus Koordinator Jasa Marga Peduli Jajang S. Nur menyerahkan bantuan alat kebersihan tersebut secara simbolis kepada Asst. SDM & Umum PT Perkebunan Nusantara VII Perkebunan Gedeh Mas Rifan Budiantoro di Kantor PT Perkebunan Nusantara VII, Kebun Gunung Mas, Cisarua, Bogor. Bantuan kemanusiaan Jasa Marga ini sekaligus wujud komitmen sinergi BUMN.

Jajang mengungkapkan, dua hari pascabencana, Tim Jasa Marga Peduli telah melakukan survei ke lokasi bencana. Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui dengan pasti kebutuhan yang perlu dipenuhi kepada korban terdampak banjir bandang Gunung Mas.

"Kami sudah survei dan kebutuhannya untuk pascabencana yang kami anggap perlu adalah alat-alat kebersihan. Bantuan ini dapat digunakan setelah tanggap darurat selesai untuk bencana banjir di sini," kata Jajang.

Selain bantuan ini, lanjut Jajang, Tim Jasa Marga Peduli juga berkoordinasi untuk membantu pemasangan instalasi pipa air bersih di sekitar lokasi bencana.

"Terima kasih kepada Jasa Marga atas bantuannya. Bantuan berupa perangkat kebersihan ini belum terpikirkan sebelumnya oleh kami. Dalam situasi bencana seperti ini, awalnya yang kami pikirkan adalah seputar makanan siap saji dan obat-obatan. Tapi, dengan adanya alat-alat kebersihan ini tentunya akan meringankan kami saat penanganan pascabencana," jelas Rifan.

Dalam kesempatan ini, Rifan juga mengapresiasi sinergi BUMN yang sudah terjalin, khususnya dalam bencana banjir bandang Gunung Mas.

"Alhamdulillah, kompak. Sebelumnya beberapa BUMN juga menyalurkan bantuan kemanusiaannya. Rencananya, dalam beberapa hari ke depan juga masih ada beberapa BUMN lain yang akan menyalurkan bantuannya," ujarnya. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham WIKA, PTBA dan ASRI oleh Mirae Asset Sekuritas | 25 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Januari 25, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,307.13(-1.66%), Test Resistance at 6,385.  Trading range 6,226 – 6,385. Indikator MFI optimized.dan indikator Stochastic%D optimized sudah berada sekitar support.  Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic%D juga akan menguji support trendline. Daily support di 6,230 dan daily resistance di 6,387. Cut loss level di 6,226.

WIKA Daily, 1,960 (-6.67%), Trading Buy, trading range 1,890 – 2,050. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic %D optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Daily support di 1,890 dan daily resistance di 2,050. Cut loss level di 1,870

PTBA Daily, 2,770 (-3.15%), Buy on Weakness, trading range 2,720 – 2,840. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Daily support  di  2,720  dan daily resistance di  2,840 Cut loss level di 2,610.

ASRI Daily, 234 (-5.65%), Trading Buy, trading range 228 –246. indikator MFI optimized dan indikator Stochastic %D optimized cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 228 dan daily resistance terdekat di 246. Cut loss level di 210.

Ulasan Pasar Global | 25 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 25, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Dow S&P ditutup lebih rendah karena IBM, Intel membebani, kekhawatiran virus korona meningkat

Dow dan S&P 500 berakhir sedikit lebih rendah pada hari Jumat, terseret oleh kerugian dalam teknologi blue-chip pendukung Intel dan IBM menyusul hasil kuartalan mereka, karena harapan untuk pembukaan kembali ekonomi penuh dalam beberapa bulan mendatang memudar.

Dow Jones turun 179,03 poin atau 0,57% menjadi 30.996,98. S&P 500 kehilangan 11,6 poin atau 0,30% menjadi 3.841,47. Komposit Nasdaq menambahkan 12,15 poin atau 0,09% menjadi 13.543,06.

IBM Corp merosot 9,91% dan merupakan hambatan utama di Dow Jones Industrial Average setelah meleset dari perkiraan untuk pendapatan kuartalan, yang disebabkan oleh penurunan penjualan yang jarang terjadi pada unit perangkat lunaknya. Intel Corp tergelincir 9,29% karena komentar pasca-pendapatan dari Chief Executive Officer Pat Gelsinger menunjukkan kurangnya dukungan yang kuat dari outsourcing. Namun, kerugian di sektor teknologi diimbangi oleh keuntungan dari Microsoft Corp Apple Inc, menjaga penurunan pada indeks saham utama AS dan sedikit mengangkat Nasdaq.

Eropa

Bursa Eropa melemah karena data ekonomi yang lemah dan pembatasan perjalanan

Bursa Eropa berakhir lebih rendah pada hari Jumat, menutup minggu lesu lainnya karena aktivitas bisnis di zona euro menyusut pada Januari setelah penguncian yang ketat untuk mengendalikan pandemi virus korona menutup banyak bisnis.

Indeks STOXX 600 Eropa turun 0,6% menjadi 408,54.

Saham perjalanan dan rekreasi turun 2,5%, memimpin penurunan di antara sektor-sektor di tengah kekhawatiran pembatasan perjalanan baru di Eropa. Sektor ekonomi sensitif lainnya seperti bank, minyak & gas dan pertambangan merosot lebih dari 1%. Indeks Manajer Pembelian (PMI) komposit kilat IHS Markit untuk zona euro turun lebih jauh di bawah angka 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi, mencapai 47,5 pada Januari dari 49,1 pada Desember. Industri jasa yang dominan di blok itu terpukul keras dengan tempat perhotelan dan hiburan yang terpaksa ditutup, tetapi manufaktur tetap kuat karena sebagian besar pabrik tetap buka.

Rekomendasi Saham INTP, RALS dan SMGR oleh Indopremier | 25 Januari 2021


IHSG (6.200 – 6.420) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 6.200 kemudian 6.090 dengan resist di level 6.420 dan 6.530.

INTP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 14.900 dengan resist di level 15.500, kemudian 15.800.

RALS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 760 dengan resist di level 800, kemudian 820.

SMGR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 11.925 dengan resist di level 12.300, kemudian 12.500.

XIIT (Sell) : Target pelemahan harga pada level 542 kemudian 533 dengan resist di level 560, kemudian 569.

XMTS (Sell) : Target pelemahan harga pada level 473 kemudian 464 dengan resist di level 491, kemudian 500.

XPDV (Sell) : Target pelemahan harga pada level 465 kemudian 457 dengan resist di level 481, kemudian 489.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbqbm

Analisa Saham JSMR | 25 Januari 2021

Analisa Saham JSMR


Saham JSMR pada tanggal ditutup melemah pada harga 4690 , turun -1,88%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 140% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 5,666 Milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Mendatar Turun

Rekomendasi dari kami adalah Jual

Jika turun di bawah 4600 maka berpeluang ke 4430

Jika naik di atas 4900 maka berpeluang ke 5000


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham KAEF | 25 Januari 2021

Analisa Saham KAEF


Saham KAEF pada tanggal 22 Januari 2021 ditutup melemah pada harga 4470, turun -6,87%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 46% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 545juta pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Turun

Rekomendasi dari kami adalah Jual

Jika turun di bawah 4250 maka berpeluang ke 4000

Jika naik di atas 5150 maka berpeluang ke 5275


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham ANTM, BBRI, TLKM dan PTPP oleh MNC Sekurtas | 25 Januari 2021


MNC Daily Scope Wave

25 Januari 2021

IHSG ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 1,7% ke level 6,307 pada perdagangan Jumat lalu (22/1). Pergerakan IHSG sempat menembus level supportnya di 6,288, sehingga kami perkirakan IHSG sudah menyelesaikan wave 5 dari wave (3). Saat ini, posisi IHSG sedang berada di awal wave A dari wave (4), sehingga IHSG masih rentan terkoreksi ke rentang 6,100-6,240. Koreksi pada IHSG ini, akan lebih terkonfirmasi bila IHSG tidak mampu bergerak ke atas 6,505.

Support: 6,288, 6,195

Resistance: 6,500, 6,580

ANTM - Spec Buy (2,880)

ANTM kembali ditutup terkoreksi agresif sebesar 6,8% ke level 2,880 pada Jumat lalu (22/1). Kami perkirakan, pergerakan ANTM saat ini sedang berada di wave [ii] dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti, ANTM masih rentan terkoreksi dahulu dan selanjutnya dapat berbalik menguat.

Spec Buy: 2,710-2,830

Target Price: 3,500, 4,000

Stoploss: below 2,530

BBRI - Buy on Weakness (4,720)

Jumat lalu (22/1), BBRI terkoreksi 1,5% dan ditutup di level 4,720. Selama tidak terkoreksi ke bawah 4,540, maka saat ini pergerakan BBRI sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, koreksi BBRI relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 4,620-4,700

Target Price: 4,890, 5,000

Stoploss: below 4,540

TLKM - Buy on Weakness (3,390)

Pada perdagangan Jumat lalu (22/1), TLKM ditutup terkoreksi 2,6% ke level 3,390. Kami perkirakan selama tidak terkoreksi ke bawah 3,330, maka pergerakan TLKM saat ini sedang berada di wave [ii] dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti, koreksi TLKM akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 3,350-3,390

Target Price: 3,700, 3,850

Stoploss: below 3,330

PTPP - Sell on Strength (1,945)

PPTP ditutup terkoreksi agresif pada perdagangan Jumat (22/1) sebesar 6,9% ke level 1,945. Kami perkirakan, saat ini PTPP sedang berada di awal wave [c] dari wave A. Meskipun dapat menguat, namun kecenderungannya terbatas dan masih berpotensi terkoreksi, terlebih bila tidak mampu menembus 2,360. Adapun rentang koreksi PTPP berada pada area 1,640-1,740.

Sell on Strength: 1,950-2,050

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 25 Januari 2021


S&P 500 slips from all-time high, Nasdaq ends week up 4% at a record

The S&P 500 fell slightly on Friday, retreating from record levels, while the strength in major technology names pushed the Nasdaq Composite to another all-time high.


Dow.......30997    -179.03  -0.57%

Nasdaq..13543   +12.2     +0.09%

S&P 500..3842    -11.6       -0.30%

 

FTSE...... .6695   -20.4       -0.30%

Dax........13874    -32 .7      -0.24%

CAC........5560     -31.2       -0.56%


Nikkei....28632    -125.4     -0.44%

HSI.........29448    -479.9     -1.60%

Shanghai .3607    -14.5       -0.40%

ST Times..2992    -25.6       -0.85%


IDX....6307.13     -106.76    -1.66%

LQ45...991.58     -19.63       -1.64%


JAKMIND....1166.18    -16.35    -1.38%

JAKCONS....1827.16    -23.89   -1.29%

JAKTRADE....816.04     -7.74     -0.62%

JAKBIND........983.14    -20.7      -2.06%

 JAKAGRI....1485.95    +24.87    +1.70%

JAKFIN.. ....1438.62     -14.33     -0.99%

JAKPROP......394.87     -10.55     -2.60%

JAKINFR......1046.98    -30.36     -2.32%

JAKMANU...1371.76    -22.09     -1.58%   

JAKMINE.....2086.38    -89.01     -4.09%

 

Indo10Yr...6.4873   -0.0023    -0.04%

ICBI.....310.9346    +0.2161   +0.07%

US10Yr.....1.0910    -0.0180    -1.62%

VIX.............21.91    +0.59        +2.77%

  

USDIndx .....90.2380 +0.1670 +0.19%

Como Indx....172.85  -2.31       -1.32%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........136.21  -0.42       -0.31%



IndoCDS.....73.418   +1.678   +2.339%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14035.00 +35.00     +0.25%

Jisdor....14054   +15           +0.11%



Euro.........1.2171  +0.0006    +0.05%


TLKM.......24.29    -0.39         -1.58%

(3414)

EIDO........24.4+     -0.52         -2.09%

EEM.........55.83     -0.49         -0.87%


Oil............52.27         -0.75       -1.41%

Gold ....1859.90        -13.30     -0.71%

Timah....21980.00    -90.00     -0.41%

Nickel....1820000     -182.50   -0.99%

 

Coal price..85.90    +0.40      +0.47%

(Jan/Newcastle) 

Coal price...85.85   +1.55      +1.82%

(Feb/Newcastle)

Coal price...67.50    -0.05       -0.07%

(Jan/Rotterdam) 

Coal price...66.80   +0.60       +0.91%

(Feb/ Rotterdam)

 

CPO(Apr).....3279   -4            -0.12%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........500.50   -22 75    -4.34%

SoybeanOil...42.27 -1.03      -2.38%

Wheat....... 634.50   -24.25   -3.68%


Wood pulp.4900.00   +50    +1.03%


( DE/ Phintraco(AT)  25-01-21)

Rekomendasi Saham MAIN, BMRI, INCO dan TBIG oleh Anugerah Mega Investama | 25 Januari 2021

Anugerah Mega Investama Daily

25 Januari 2021

oleh Hans Kwee


PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)

berpeluang menguat, area akumulasi di level Rp 745 sampai Rp 810. Area cut loss bila turun di bawah level Rp 730 dan target penguatan ke level Rp 845 sampai Rp 910.

PT Bank Mandiri ( Persero) Tbk (BMRI)

berpeluang melemah, area sos di level Rp 7.450 sampai Rp 7.125. Area buy back jika break level Rp 7.600 dan target pelemahan ke level Rp 6.800 sampai Rp 6.600.

PT Vale Indonesia Tbk ( INCO)

berpeluang melemah, area sos di level Rp 6.875 sampai Rp 6.275. Area buy back jika break level Rp 7.050 dan target pelemahan ke level Rp 6.000 sampai Rp 5.800.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

berpeluang melemah, area sos di level Rp 2.270 sampai Rp 2.100. Area buy back jika break level Rp 2.350 dan target pelemahan ke level Rp 2.000 sampai Rp1.950.