KPAS ALAMI PENURUNAN PRODUKSI AKIBAT GANGGUAN CASH FLOW


PT Cottonindo Ariesta Tbk. (KPAS) pada bulan April 2021 ini masih terkendala dalam aspek out put produksinya seperti bulan bulan sebelumnya,hal ini diakibatkan ketidaklancaran dalam penagihan terhadap agen pemasar yang bekerjasama dengan perusahaan.

"Permasalahan pembayaran dari Agen menyebabkan terganggunya cash flow perusahaan dan working kapital perusahaan,sehingga mengakibatkan penurunan dalam out produksinya. Perusahaan saat ini melakukan pengajuan rekstrukturisasi pembayaran cicilan kreditnya kepada pihak perbankan guna mengatasi permasalahan struktur cash flownya dan berupaya untuk mendapatkan dana segar guna menambah modal kerja," tutur Johan Kurniawan Corporate Secretary KPAS pada keterbukaan Informasi, Selasa (20/4).

Apabila penambahan modal kerja bisa diperoleh dalam waktu dekat, maka perusahaan akan dapat meningkatkan out put produksinya secara bertahap guna memperbaiki struktur cash flow-nya serta memperbaiki postur keuangan perusahaan.

Johan menambahkan "Perusahaan berupaya dalam beberapa bulan terakhir untuk menambah modal kerjanya dalam rangka mengatasi permasalahan ini,"pungkasnya. (end).

Sumber: IQPLUS

ADI SARANA ARMADA DIPERINGKAT "idA-" DENGAN OUTLOOK STABIL


PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) telah menegaskan peringkat "idA-" terhadap PT Adi Sarana Armada (ASSA). Outlook untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Analis PEFINDO, Aishantya dan Agung Iskandar menuturkan bahwa peringkat tersebut mencerminkan posisi ASSA yang kuat di industri penyewaan kendaraan, aliran pendapatan yang stabil dengan segmen bisnis yang beragam, dan profil armada yang baik. Peringkat tersebut dibatasi oleh tingkat leverage keuangannya yang tinggi, kompetisi yang ketat di industry kurir, dan sensitivitas terhadap pertumbuhan makroekonomi yang akan menekan pertumbuhan bisnis.

"Peringkat dapat dinaikan jika ASSA secara substansial mampu melampaui target pendapatan dan EBITDA secara berkelanjutan, terutama pada bisnis kurir dan penyewaan kendaraan, yang diharapkan menjadi penghasil pendapatan utama dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Hal ini harus disertai dengan perbaikan tingkat leverage keuangan yang berkelanjutan. Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan gagal mencapai pendapatan dan/atau EBITDA yang ditargetkan. Peringkat juga dapat diturunkan jika Perusahaan menarik utang yang jauh lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi dengan peningkatan kinerja bisnis,"terangnya. (end)

Sumber: IQPLUS

BANK NEO SIAP GALANG PENDANAAN DI PASAR MODAL MELALUI RIGHTS ISSUE

PT Bank Neo Commerce Tbk berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui rights issue. Langkah tersebut bagian dari upaya emiten bank bersandi BBYB dalam memperkuat permodalan.

Dalam prospektus ringkasnya yang di publikasikan, Rabu (21/4), disebutkan, rencananya BBYB akan melakukan Penawaran Umum Terbatas V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham (PUT V) sebanyak-banyaknya 5.000.000.000 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100 setiap saham.

"Dana yang diperoleh dari hasil PUT V dan PUT VI, setelah dikurangi biaya-biaya terkait PUT V dan PUT VI akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja pengembangan usaha Perseroan,"tulis Manajemen BBYB dalam keterangan tersebut.

Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan kepada para pemegang saham Perseroan atas rencana PUT V dan PUT VI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2021. Perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan setelah rencana PUT V dan PUT VI tersebut disetujui oleh para Pemegang Saham Perseroan dalam RUPSLB, dengan ketentuan bahwa jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan, sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK HMETD.

Dengan dilakukannya PUT V dan PUT VI ini Perseroan akan mendapatkan tambahan modal disetor yang akan digunakan untuk modal kerja sehingga dapat mengembangkan kegiatan usaha dan akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha Perseroan.

"Pemegang saham biasa atas nama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT V dan PUT VI sesuai dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang dimilikinya akan mengalami penurunan prosentase kepemilikan sahamnya (dilusi),"terang Manajemen BBYB. (end)

Sumber: IQPLUS

TRISULA INTERNATIONAL SIAPKAN DANA Rp40 MILIAR UNTUK BUYBACK SAHAM


PT Trisula International Tbk (TRIS) berencana melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan (buyback) oleh perseroan yang tercatat pada PT Bursa Efek Indonesia.

"Pembelian Kembali Saham akan dilaksanakan selama 18 bulan setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 27 Mei 2021 dengan biaya Pembelian Kembali Saham Biaya yang akan dikeluarkan sebanyak-banyaknya sekitar Rp40 miliar termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya,"tutur Direksi TRIS pada keterbukaan Informasi, Selasa (20/4).

Selanjutnya perkiraan jumlah nilai nominal buyback Atas Pembelian Kembali Saham yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor Perseroan atau maksimum sebanyak 314.144.380 saham.

Pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan dilatar belakangi oleh harga saham Perseroan saat ini yang belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya, serta mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional dan dunia yang mengalami perlambatan akibat dari pandemi Covid-19 yang turut memberikan dampak negatif terhadap kinerja saham secara umum termasuk saham Perseroan.

Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham diharapkan dapat meningkatkan kinerja saham Perseroan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan modal untuk mencapai struktur permodalan yang efisien.

TRIS memperkirakan tidak ada dampak terhadap penurunan pendapatan atas pelaksanaan Pembelian Kembali Saham dan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja usaha Perseroan termasuk penurunan pendapatan, sehingga tidak ada perubahan atas proforma laba Perseroan. Buyback direncanakan akan dilaksanakan paling lama 18 bulan terhitung setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB, yaitu dimulai pada tanggal 27 Mei 2021 sampai dengan tanggal 26 November 2022.

"TRIS akan menunjuk PT Sinartama Gunita sebagai anggota bursa untuk melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan melalui Bursa dan Pelaksanaan buyback diharapkan tidak akan memengaruhi kegiatan usaha dan operasional dikarenakan Perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha,"pungkas Direksi TRIS.(end)

Sumber: IQPLUS

JASA MARGA LANJUTKAN PEKERJAAN REKONSTRUKSI TOL JAPEK


Dalam rangka memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan serta upaya Jasa Marga untuk tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) selaku pengelola jalan tol ruas Jakarta-Cikampek bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) selaku service provider pemeliharaan jalan kembali lanjutkan pekerjaan rekonstruksi rigid pavement Jalan Tol Ruas Jakarta-Cikampek.

Kali ini terdapat 2 lokasi pekerjaan rekonstruksi, yaitu pada:

1. On Ramp dan Off Ramp Rest Area KM 57 arah Cikampek dengan total panjang penanganan 80 meter; dan

2. KM 35+620 s.d KM 35+640 pada lajur 2 arah Cikampek dengan total panjang penanganan 20 meter.

General Manager Representative Office 1 JTT Regional Division Widiyatmiko Nursejati menjelaskan "Untuk pekerjaan rekonstruksi On Ramp dan Off Ramp Rest Area KM 57 arah Cikampek akan dilaksanakan mulai Selasa (20/04) pukul 19.00 WIB s.d Minggu (25/04) pukul 06.00 WIB sedangkan untuk pekerjaan rekonstruksi KM 35+620 s.d KM 35+640 pada lajur 2 arah Cikampek akan dilaksanakan mulai Rabu (21/04) pukul 08.00 WIB s.d Jum'at (23/04) pukul 05.00 WIB. Namun kami infokan, tidak ada penutupan operasional di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek baik arah Cikampek maupun arah Jakarta dapat dilalui secara normal.. jelas Widiyatmiko.

Pihak Jasa Marga telah menyiapkan mitigasi risiko diantaranya pengalihan arus lalu lintas yang terdampak sebelum area kerja, mempersempit area kerja, persiapan contra flow apabila kondisi sudah padat serta berkoordinasi dengan Kepolisian dalam hal ini Patroli Jalan Raya (PJR) dan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO).

Untuk memastikan informasi ini diterima dengan baik oleh pengguna jalan, Jasa Marga juga telah melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Variable Message Sign ( VMS ) di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya pekerjaan dimaksud. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol, tetap berhati-hati dan menaati rambu-rambu terutama di sekitar lokasi pekerjaan.

Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080 dan aplikasi Travoy 3.0 untuk pengguna IOs dan Android.(end)

Sumber: IQPLUS

ACE HARDWARE AKAN BUKA GERAI BARU DI BANDUNG


PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) akan menambah gerai baru di Bandung pada tanggal 22 April 2021.

Menurut keterangan tertulis Helen Tanzil, Sekretaris Perseroan menyampaikan bahwa ini merupakan gerai yang ketiga perseroan di tahun ini, yang tepatnya berlokasi Yogya lembang Junction di Bandung, Jawa Barat dengan luas 900 meter persegi.

Sebagai informasi, gerai pertama ACES tahun 2021 berlokasi di Kudus, Jawa Tengah sedangkan gerai kedua berlokasi di di Tangerang, Banten.

Helen menambahkan "Dengan penambahan gerai baru ini maka total gerai yang dimiliki perseroan saat ini mencapai 210 gerai", pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ESSA, RAJA dan SAME oleh Mirae Asset Sekuritas | 21 April 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

April 21, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,038.32 (-0.32%), consolidation. Trading range 5,986 – 6,062. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline Pada periode  weekly terlihat indikator MFI optimized cenderung naik dan indikator RSI optimized berada di oversold area Daily support di 5,986 dan daily resistance di 6,062. Cut loss level di 5,940.

ESSA Daily, 384 (-0.52%), buy on weakness, trading range 374 – 404. Indikator MFI optimized dan RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 374 dan daily resistance di 404. Cut loss level di 370.

RAJA Daily, 248 (+3.33%), trading buy, trading range 238 – 256. Indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized masih cenderung naik. Daily support  di  238 dan daily resistance di 256. Cut loss level di 234.

SAME Daily, 535 (+0.94%), buy on weakness, trading range 515 – 550.  indikator MFI optimized dan RSI Optimized sudah berada di oversold area. Perkiraan daily support di 515 dan daily resistance terdekat di 550. Cut loss level di 490.

Rekomendasi Saham BMRI, CPIN, CTRA dan ITMG oleh Indopremier | 21 Agustus 2021


IHSG (5.990 – 6.090) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.990 dan 5.940 dengan resist di level 6.090 dan 6.140.

BMRI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.150 dengan resist di level 6.300 kemudian 6.400.

CPIN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.750 kemudian 7.850 dengan support di level 7.500, cut loss jika break 7.375.

CTRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.210 kemudian 1.240 dengan support di level 1.150, cut loss jika break 1.120.

ITMG (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 11.975 dengan resist di level 12.600 kemudian 12.950.


XBLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 445 dengan resist di level 453 kemudian 457.

XMTS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 444 dengan resist di level 452 kemudian 456.

XISI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 320 kemudian 324 dengan support di level 312, cut loss jika break 308.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbslu

Ulasan Pasar Global | 21 April 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Apr 21, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall Street ditutup lebih rendah karena lonjakan virus menghantam saham perjalanan

Wall Street turun untuk hari kedua berturut-turut pada hari Selasa karena lonjakan global dalam kasus virus korona menghantam saham terkait perjalanan dan investor memiliki pemikiran kedua tentang pendapatan bank-bank besar AS yang tampaknya luar biasa minggu lalu.

Dow Jones turun 0,75% menjadi 33.821,3. S&P 500 merosot 0,68% menjadi 4.134,94. Nasdaq turun 0,92% menjadi 13.786,27.

Investor masuk ke sektor defensif yang dianggap relatif aman selama masa ketidakpastian ekonomi, mengangkat real estate, utilitas, kebutuhan pokok konsumen dan perawatan kesehatan karena saham keuangan dan energi jatuh keras. Saham operator penerbangan dan kapal penjelajah termasuk JetBlue Airways, American Airlines, Norwegian Cruise Line dan Carnival Corp, yang terpukul tahun lalu selama lockdown tetapi baru-baru ini naik karena harapan pembukaan kembali, turun lebih dari 4%.

Eropa

Bursa Eropa mencatat harian terburuk dalam setahun; Perusahaan tembakau membebani

Bursa Eropa kehilangan hampir 2% pada hari Selasa, setelah mencapai rekor tertinggi sehari sebelumnya, karena perusahaan tembakau membebani bursa London dan banyak indeks regional turun tipis dari posisi tertinggi sebelum pandemi.

Indeks STOXX 600 turun 1,9% menjadi 433,80.

British American Tobacco dan Imperial Brands masing-masing turun lebih dari 7% menyusul laporan yang dipertimbangkan oleh pemerintahan Biden untuk mewajibkan perusahaan tembakau menurunkan kadar nikotin di semua rokok yang dijual di Amerika Serikat. Saham BAT mencatat penurunan persentase terbesar sejak Maret 2020. Saham blue-chip Inggris FTSE 100 turun 2% dan mencatat persentase penurunan tertajam dalam dua bulan, sementara DAX Jerman turun 1,6%. IBEX Spanyol turun 2,9% pada sesi terburuk sejak Desember.

Analisa Saham UNTR | 21 April 2021


Analisa Saham UNTR

Saham UNTR pada perdagangan tanggal 21 April 2021 ditutup pada harga 22000, mengalami penurunan, yaitu -0,9% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 109% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan atas dengan arah bearish. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :

Beli jika di atas 22225

Jika naik di atas 23000 maka berpotensi menuju 24000

Jika turun di bawah 21500 maka berpotensi menuju 21000

Disclaimer: ON

https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ

www.sahamonline.id

Rekomendasi Saham DOID, ERAA, BBCA dan SMRA oleh MNC Sekuritas | 21 April 2021


MNC Daily Scope Wave

21 April 2021

IHSG kembali ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 6,038 pada perdagangan kemarin (20/4). Pergerakan IHSG kemarin sudah mengenai target koreksi minimal kami, selanjutnya, IHSG berpeluang untuk menguat terbatas dahulu untuk menguji level 6,060. Tetap waspadai akan adanya koreksi lanjutan ke area 5,927-5,970 bila IHSG bergerak ke bawah 5,999.

Support: 5,880, 5,735

Resistance: 6,115, 6,230

DOID - Buy on Weakness (378)

DOID ditutup menguat 0,5% ke level 378 pada perdagangan kemarin (20/4). Kami memperkirakan DOID saat ini sedang berada di awal wave 5 dari wave (C) pada skenario biru. Hal ini berarti, meskipun terkoreksi namun hanya akan relatif terbatas dan berpeluang berbalik menguat kembali.

Buy on Weakness: 360-372

Target Price: 414, 460

Stoploss: below 342

ERAA - Buy on Weakness (620)

Kemarin (20/4), ERAA ditutup menguat 0,8% ke level 620. Kami pekirakan, pergerakan ERAA saat ini sedang berada di wave 4 dari wave (5). Meskipun terkoreksi, namun kami perkirakan akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 580-620

Target Price: 660, 700

Stoploss: below 560

BBCA - Buy on Weakness (31,175)

BBCA ditutup terkoreksi 0,6% ke level 31,175 pada perdagangan kemarin (20/4). Kami pernah merekomendasikan BBCA pada 14/2 dan sudah mengenai target terdekat kami, saat ini posisi BBCA sedang berada pada bagian dari awal wave 5. Hal ini berarti, BBCA berpeluang untuk berbalik menguat kembali.

Buy on Weakness: 30,650-31,100

Target Price: 32,500, 34,000

Stoploss: below 29,900

SMRA - Sell on Strength (990)

SMRA ditutup menguat cukup signifikan sebesar 5,3% ke level 990 pada perdagangan kemarin (20/4) dan diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar. Namun, selama SMRA belum mampu menguat di atas 1,070, maka SMRA masih rawan terkoreksi, adapun posisi SMRA saat ini sudah berada di akhir wave (B) dari wave [B]. Rentang koreksi SMRA diperkirakan berada pada area 750-850.

Sell on Strength: 1,000-1,030

Disclaimer On

Analisa Saham ITMG, TINS dan TCPI | 21 April 2021

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)


ITMG sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii] dari wave 5. Dimana hal ini berarti, ITMG masih berpeluang untuk menguat kembali, meskipun MACD terlihat sideways namun dari sisi stochastic menunjukkan tanda-tanda penguatan lanjutan.

Rekomendasi: Beli

Support: Rp 11.425

Resistance: Rp 13.200

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT Timah Tbk (TINS)


TINS pada perdagangan kemarin ditutup sideways nampak sedang menguji resistance MA20 menunggu konfirmasi potensi terjadinya teknikal rebound apabila MA20 tertembus. TINS diperdagangkan dengan volume transaksi yang relatif sepi. Indikator stochastic masih di areal pertengahan pada level 60. TINS juga masih nampak menguji middle band masih menanti tanda-tanda menguji resistance upper band. TINS pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada range pergerakan 1.550-1.630 apabila MA20 tertembus.

Rekomendasi: Buy on breakout

Support: Rp 1.550

Resistance: Rp 1.630

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas 

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)


Muncul bearish engulfing pattern candle dengan RSI melemah namun stochastic oversold dan volume perdagangan meningkat.  Menguji area lower BB untuk area rebound.

Rekomendasi: Speculative buy

Support: Rp 6.600

Resistance: Rp 7.725

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Rekomendasi Saham ASRI, AUTO, BBCA, BMRI, LSIP dan PSAB oleh Binaartha Sekuritas | 21 April 2021


Binaartha Sekuritas Daily

21 April 2021

oleh Nafan Aji

Astra International (ASII)

Saham ASII ditutup di Rp 5.300. (RoE: 8.27%; PER: 13.72x; EPS: 399.11; PBV: 1.13x; Beta: 0.81). Pergerakan harga saham ASII masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 5.100 – Rp 5.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.550, Rp 5.700, Rp 5.850, Rp 6.000, Rp 6.650 dan Rp 7.775. Support ada di Rp 5.000.

Alam Sutera Realty (ASRI)

Saham ASRI ditutup di Rp 204. (RoE: -10.95%; PER: -3.89x; EPS: -52.43; PBV: 0.43x; Beta: 2.33). Pergerakan harga saham ASRI masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area Rp 200 – Rp 204, dengan target harga secara bertahap di level Rp 212, Rp 222, Rp 260, Rp 300, Rp 340 dan Rp 356. Support ada di Rp 200 dan Rp 190.

Astra Otoparts (AUTO)

Saham AUTO ditutup di Rp 1.150. (RoE: 0.02%; PER: 2425.53x; EPS: 0.47; PBV: 0.49x; Beta: 1.19). Pergerakan harga AUTO masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 1.120 – Rp 1.150, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.180, Rp 1.240, Rp 1.375 dan Rp 1.510. Support ada di Rp 1.105 dan Rp 1.075.

Bank Central Asia (BBCA)

Saham BBCA ditutup di Rp 31.175. (RoE: 14.69%; PER: 27.92x; EPS: 1,111.93; PBV: 4.10x; Beta: 0.93). Pergerakan harga saham BBCA telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area Rp 30.900 – Rp 31.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp 31.700, Rp 33.000, Rp 36.025, Rp 37.600 dan Rp 39.050. Support ada di Rp 30.500 dan Rp 29.275.

Bank Mandiri (BMRI)

Saham BMRI ditutup di Rp 6.200. (RoE: 8.83%; PER: 16.73x; EPS: 370.55; PBV: 1.48x; Beta: 1.01). Pergerakan harga saham BMRI masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area Rp 6.100 – Rp 6.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.575, Rp 7.125, Rp 7.550, Rp 7.850 dan Rp 8.050. Support ada di Rp 6.050 dan Rp 5.600.

PP London Sumatra Plantation (LSIP)

Saham LSIP ditutup di Rp 1.275. (RoE: 7.50%; PER: 12.46x; EPS: 102.35; PBV: 0.94x; Beta: 1.07). Pergerakan harga saham LSIP telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada level Rp 1.265 – Rp 1.275, dengan target harga secara bertahap di Rp 1.320, Rp 1.350, Rp 1.480, Rp 1.610 dan Rp 1.740. Support ada di Rp 1.220.

J Resources Asia Pasifik (PSAB)

Saham PSAB ditutup di Rp 199. (RoE: -1.66%; PER: -60.73x; EPS: -3.29; PBV: 1.01x; Beta: 1.62). Pergerakan harga saham PSAB telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 196 - Rp 199, dengan target harga secara bertahap di level Rp 210, Rp 216, Rp 240, Rp 266 dan Rp 290. Support ada di Rp 190.

Update Harga Komoditas dan Indeks | 21 April 2021


Stock futures fell slightly in overnight trading Tuesday amid a sharp decline in Netflix shares, pointing to a third straight negative day on Wall Street.


Dow.......33821   -256.3      -0.75%

Nasdaq.13786   -128.5      -0.92%

S&P 500..4135   -28.3        -0.68%

 

FTSE...... .6860   -140.2      -2.00%

Dax........15130   -238.9      -1.55%

CAC........6165    -131.6      -2.09%


Nikkei...29100    -584.99    -1.97%

HSI........29136   +29.6       +0.10%

Shanghai .3473  -4.6           -0.13%

ST Times..319×  -17.55      -0.55%


IDX.....6038.32    -14.22       -0.23%

LQ45.....902.56   -0.59         -0.07%


JAKMIND...1002.61     +15.50   +1.57%

JAKCONS....1662.49   +4.49      +0.27%

JAKTRADE...885.49     -1.31       -0.15%

JAKBIND......954.92     +5.17     +0.54%

JAKAGRI...1541.69      +12.37   +0.81%

JAKFIN.. ....1385.40     -12.71    -0.91%

JAKPROP......348.74     -0.42      -0.12%

JAKINFR...1048.70      +0.28     +0.03%

JAKMANU..1267.30    +7.15     +0.57%   

JAKMINE....1779.10    -14.85    -0.83%

 

Indo10Yr..6.6676   -0.0402      -0.60%

ICBI.....312.9665   +0.5263     +0.17%

US10Yr..1.5620      -0.0390     -2.44%

VIX..........18.68     +1.38          +8.04%

  

USDIndx .....91.1920   +0.0990  +0.11%

Como Indx...193.78     -0.20        -0.10%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN..... .147.07     -1.13        -0.76%


IndoCDS....80.1431  +2.183   +2.80%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14497.50      -50.00   -0.34%

Jisdor....14508.00  -60         -0.41%



Euro.........1.2035  -0.0001   -0.01%



TLKM........22.80       -0.20     -0.87%

(3308)

EIDO...........21.56      -0.20     -0.92%

EEM...........53.71       -0.44     -0.81%


Oil............62.44        -1.03       -1.62%

Gold ......1778.10     +7.30      +0.41%

Timah....26805.00   +172.50 +0.65%

Nickel...15985.00    -142.50   -0.88%

 

Coal price.....94.00   -0.35      -0.37%

(Apr/Newcastle) 

Coal price.....90.25   -1.35      -1.47%

(May/Newcastle)

Coal price....71.50    unch      +0%

(Apr/Rotterdam) 

Coal price....73.55    -0.65      -0.88%

(May/ Rotterdam)

 

CPO(Jul)..3804        +89         +2.40%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........592.00    +11.50    +1.98%

SoybeanOil...55.14  +1.27       +2.36%

Wheat....... 661.25   +7.50       +1.15%


Wood pulp.5462.50  unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  21-04-21)