PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Berhasil Selesaikan Rights Issue Rp 15,5 Trilyun


PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), Perusahaan petrokimia terbesar yang terintegrasi di Indonesia, berhasil menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas III yang telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) . Seluruh saham baru yang diterbitkan telah disetor penuh dan Perseroan berhasil menambah modal sebesar Rp. 15,5 Triliun atau USD 1,1 Miliar, menjadi salah satu right issue terbesar yang pernah dilakukan di Bursa Efek Indonesia hingga saat ini.

Setelah right issue, jumlah saham beredar Perusahaan meningkat sebanyak 3,794,366,013 saham (dari 17.833.520.260 menjadi 21.627.886.273 saham). Komposisi saham publik sekitar 8,2%, memenuhi persyaratan saham publik (free-float) dari Bursa Efek Indonesia. Pembeli siaga (standby buyer) yang mendukung keberhasilan transaksi adalah PT. TOP Investment Indonesia, anak perusahaan Thai Oil Public Company Limited (Thaioil), kilang unggulan PTT Public Company Limited (PTT).

Pada Juli 2021, Chandra Asri telah mengumumkan pemilihan Thaioil sebagai mitra terpilihnya untuk mendukung pengembangan kompleks petrokimia kedua (CAP2), melalui proses seleksi investor strategis yang kuat dan komprehensif.

Hasil bersih yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi kedua yang berskala global oleh anak Perusahaannya, PT. Chandra Asri Perkasa yang antara lain akan terdiri dari unit cracker, olefin terpolimerisasi serta fasilitas dan utilitas terkait. Hal ini sejalan dengan strategi Chandra Asri untuk memperluas kapasitas produksi dan skala usaha untuk melayani kebutuhan pasar Indonesia.

Suryandi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Chandra Asri, mengatakan : .Kami senang dengan keberhasilan Right Issue ini dan menyambut Thaioil sebagai pemegang saham utama baru Chandra Asri. Pembiayaan yang diperoleh, memberi kami fondasi ekuitas yang kuat untuk melanjutkan rencana Perseroan dalam mengembangkan kompleks petrokimia kedua secepatnya. Kami berterima kasih atas dukungan berkelanjutan dari pemegang saham, investor, regulator dan pemangku kepentingan utama lainnya untuk membuat transaksi ini sukses dan luar biasa..

Dengan keberhasilan pelaksanaan proses Right Issue dan injeksi ekuitas, Thaioil sekarang memegang 15% kepemilikan saham di Perusahaan, dan merupakan bagian dari pemegang saham utama serta sponsor Chandra Asri bersama Barito Pacific dan SCG Chemicals.

Thaioil dan Chandra Asri juga telah menandatangani perjanjian penjualan dan pembelian bahan baku untuk pasokan nafta dan gas minyak cair ke Chandra Asri dan CAP 2, serta perjanjian distribusi produk, untuk memberikan keamanan pasokan bahan baku dan membuka nilai lebih lanjut melalui sinergi.

Tunduk pada Keputusan Investasi Akhir (FID) untuk CAP 2 yang ditargetkan untuk tahun 2022, Thaioil dan SCG Chemicals berkomitmen untuk berinvestasi lebih lanjut secara kolektif hingga USD 0,4 miliar. Metode investasi selanjutnya akan ditentukan oleh para pihak pada tahap selanjutnya dan tetap tunduk pada persetujuan pemegang saham Chandra Asri serta otoritas pemerintah terkait di Republik Indonesia.

Investasi di CAP 2 diproyeksikan sekitar USD 5 miliar. Konstruksi diperkirakan akan memakan waktu 4 sampai 5 tahun, menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan selama periode tersebut. Hal ini akan menggandakan kapasitas produksi Perseroan dari saat ini 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun.

Hal ini akan membantu memenuhi permintaan domestik Indonesia yang terus meningkat, mengurangi ketergantungan impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0, dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Kioson Komersial Indonesia Tbk Akan Lakukan Rights Issue 358,61 juta lembar saham


PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) berencana menerbitkan saham maksimal 358,61 juta lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham melalui Rights Issue.

Dalam prospektus ringkas, disebutkan bahwa harga pelaksanaan di level Rp700 per lembarnya. Dengan demikian KIOS diperkirakan akan meraih dana segar sekitar Rp251,03 miliar dari hasil aksi korporasi tersebut.

Adapun rasion Rights Issue yakni 2:1, atau setiap pemegang 2 Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 9 November 2021 pukul 15.00 WIB mempunyai 1 HMETD dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp700 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Selain itu, Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 243.861.566 Waran Seri II yang diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD. Pada setiap 25 saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 17 Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.

Waran Seri II adalah efek yang memberikan kepada pemegangnya hak untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan Rp1.200 per saham yang dapat dilaksanakan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 10 Mei 2022 sampai dengan 10 November 2022 dimana setiap 1 Waran Seri II berhak membeli 1 saham baru Perseroan.

"Setiap Waran Seri II dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai Pemegang Saham termasuk hak atas dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Bila Waran Seri II tersebut tidak dilaksanakan menjadi saham sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Jangka waktu pelaksanaan Waran Seri II ini tidak akan diperpanjang. Saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD dan saham hasil pelaksanaan Waran Seri II adalah merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI),"tulis Manajemen KIOS. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Kimia Farma Diagnostika Buka Klinik di Labuan Bajo


PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), cucu usaha PT Kimia Farma Tbk, membuka klinik kesehatan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur untuk memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi termasuk swab/rapid test antigen dan PCR sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap para wisatawan dan seluruh masyarakat di Labuan Bajo.

Plt. Direktur Utama KFD Agus Chandra berharap agar kehadiran klinik Kimia Farma di Labuan Bajo dapat berkontribusi terhadap layanan kesehatan dan pemulihan perekonomian di destinasi wisata favorit tersebut.

"Kami berharap kehadiran klinik Kimia Farma ini menjadi momentum untuk pemulihan perekonomian di kawasan tengah Indonesia khususnya destinasi wisata Labuan Bajo dengan mengedepankan aspek kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dia menegaskan klinik yang berlokasi di Ruko Exotic Jalan Bandara (depan Bandara Internasional Komodo) dan Sampling Station di dalam Bandara International Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ini juga memberikan pelayanan tes swab antigen dan PCR untuk mendukung pemerintah dalam melakukan pelacakan (tracking), penelusuran (tracing), dan pengujian (testing) Covid-19.

"Kami juga berharap kehadiran klinik Kimia Farma dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan serta memulihkan kembali wisata Labuan Bajo," kata Agus Chandra saat pembukaan klinik Labuan Bajo di Manggarai Barat, Selasa (14/9).

Agus menambahkan klinik KFD yang pertama di Labuan Bajo ini memberikan pelayanan paket kesehatan, ibu dan anak, layanan home care, serta pelayanan tes swab/rapid test antigen dan PCR secara profesional dan berkualitas. Saat ini hasil PCR dikerjakan oleh jaringan laboratorium KFD, ke depannya tidak tertutup kemungkinan untuk membuka layanan laboratorium di Labuan Bajo.

Kini, KFD mengelola total 403 klinik kesehatan dan 72 laboratorium klinik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. "Yang menarik adalah layanan homecare dari satu kapal ke kapal lainnya (boat service), sebagai bentuk dukungan kepada para travel agent dan pemerintah daerah Manggarai Barat dalam memulihkan kembali sektor pariwisatanya," tutur Agus Chandra.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Matahari Department Store Tbk Dukung Nakes TNI dengan Sepatu


PT Matahari Department Store Tbk mendukung Tenaga Kesehatan (Nakes) TNI dengan memberikan 1000 pasang sepatu sport untuk para nakes di Timur Indonesia pada 15 September 2021 di Rumah Sakit TNI IX-Udayana, Denpasar, Bali. Melalui program ini, Matahari menunjukan kepedulian dan dukungan antar sesama kepada Nakes TNI di Udayana untuk berjuang melawan Covid-19.

Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari segala upaya dan kerja keras para nakes, sebagaimana mereka adalah garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19. Nakes TNI adalah pahlawan kebaikan yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu pasien Covid-19. Karenanya, Matahari berharap 1000 pasang sepatu yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk mendukung mobiltitas mereka dan akan digunakan sebagai keperluan sehari-hari dalam aktivitas membantu pasien Covid-19.

1000 pasang sepatu sport diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) IX / Udayana Kol. Corps Kesehatan Militer (CKM), dr. I Made Mardika, SpPD, MARS di Rumah Sakit TNI IX-Udayana, Jl. PB sudirman No. 1 Dauh Puri, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali pada 15 September 2021. Kemudian sepatu akan didistribusikan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur yang merupakan bagian dari Regional Udayana menggunakan transportasi TNI.

"Matahari terus berupaya untuk ambil bagian dalam aksi nyata melawan pandemi Covid-19. Kami telah berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendistribusikan dukungan kepada para pasien terdampak, dan dalam kesempatan ini kami hendak memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan. Matahari sangat mengapresiasi para nakes yang harus selalu siap sedia membantu pasien Covid-19," kata Terry O.Connor, CEO Matahari.

"Kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu kami untuk mendistribusikan dukungan dan perhatian kami dalam program 1000 sepatu khususnya bantuan distribusi menggunakan transportasi TNI. Kami berharap program ini dapat membawa sedikit kebahagiaan dan harapan kepada semua nakes TNI, juga bahwa mereka tidak akan pernah berjalan sendirian dan Matahari hadir untuk mendukung dan mengapresiasi semua kerja keras mereka," kata Miranti Hadisusilo, Corporate Secretary and Legal Director Matahari.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Akan Lakukan Aksi Korporasi Rights Issue


Aksi korporasi rights issue PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk dengan nilai transaksi mencapai Rp95,92 triliun akan digunakan untuk modal kerja holding ultra mikro dan pengembangan ekosistem bagi segmen pelaku usaha ultra mikro serta bisnis mikro dan kecil.

Direktur Utama BRI (Persero) Sunarso mengatakan penggunaan dana dari hasil rights issue tentunya cukup jelas yakni sekitar Rp54,7 triliun akan menjadi penyertaan BRI di Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagai konsekuensi dari inbreng pemerintah.

"Maksimal dana tunai yang akan BRI terima sekitar Rp41 triliun dan sekitar 60 persen-70 persen akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan dalam rangka pengembangan serta penguatan ekosistem segmen ultra mikro. Sisanya untuk modal kerja pada segmen bisnis mikro dan kecil," kata Sunarso dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Dalam prospektus yang telah diterbitkan BRI pada 31 Agustus 2021 lalu, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham, atau sebanyak-banyaknya 18,62 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I.

Sunarso menyebutkan dengan harga transaksi right issue Rp3.400 per lembar saham, pemegang saham yang tercatat secara sah pada recording date akan menerima HMETD dengan perbandingan kurang lebih 230 juta HMETD untuk setiap 1 miliar saham yang dimiliki, atau jika diperkecil kurang lebih 23 HMETD untuk setiap 100 saham atau 1 lot yang dimiliki.

Dengan potensi pertumbuhan ekosistem usaha ultra mikro yang masih besar di Indonesia, tentu akan menjadi pendorong positif pertumbuhan bisnis BRI di masa depan, sehingga perseroan akan terus memfokuskan kepemimpinannya, yakni menyasar pembiayaan di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ultra mikro.

"Langkah ini sejalan dengan prinsip awal lahirnya BRI karena DNA-nya BRI memang sudah jadi bank mikro. Maka dari itu, komitmen BRI akan tetap konsisten dominan di UMKM," ungkap Sunarso.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

PT. Mitra Komunikasi Nusantara Tbk Tingkatkan Modal Disetor ke PT DKI


PT. Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) melakukan peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor entitas anak yakni PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI).

"Transaksi ini untuk memperkuat permodalan dan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan operasional entitas anak,"kata Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, melalui keterangan tertulisnya.

Jefri menjelaskan bahwa anak usaha (PT DKI) telah meningkatkan modal dasar dari sebelumnya Rp50 miliar menjadi Rp85 miliar. Kemudian modal disetor dan ditempatkan juga meningkat dari sebelumnya Rp24 miliar menjadi Rp52 miliar.

"Dalam hal ini, kami (MKNT) menyetor modal pada PT DKI sebesar Rp21 miliar dengan mempertahankan kepemilikan saham akhir perseroan pada PT DKI sebesar 75%,"terangnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham ADRO, PTBA, ANTM, TINS, BDMN dan JSMR oleh Valbury Sekuritas | 16 September 2021


VALBURY SEKURITAS INDONESIA

Daily News 16 Sep 2021

Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (16/09), ditengah beragamnya katalis baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) BI terus melakukan quantitative easing di perbankan di 2021  (+), 2) Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 mengalami surplus hingga US$ 4,74 miliar (+), 3) Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir Juli 2021 tercatat sebesar US$ 415,7 miliar atau tumbuh 1,7% yoy (-), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS (+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak mixed (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Rabu (15/09) ditutup menguat (+), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak beragam (+/-), Sentimen global ; 1) US, Initial Jobless Claims, diperkirakan naik menjadi 320 ribu dari 310 ribu (-), 2) US, Continuing Claims, diperkirakan turun menjadi 2740 ribu dari 2783 ribu (+), 3) Pertumbuhan penjualan ritel Cina merosot pada periode Agustus 2021 ke level terendah dalam 12 bulan (-).


Perspektif tenikal

Support Level :    6098/6087/6073

Resistance Level :   6124/6137/6149

Major Trend : Up

Minor Trend : Up

Pattern : Up to down (-)


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


ADRO: Trading Buy

Close 1390, TP 1430

Boleh buy di level 1370-1390

Resistance di 1430 & support di 1370

Waspadai jika tembus di 1370

Batasi resiko di 1340


PTBA: Trading Buy

Close 2410, TP 2450

Boleh buy di level  2350-2410

Resistance di 2450 & support di 2350

Waspadai jika tembus di 2350

Batasi resiko di 2320


ANTM : Trading Buy

Close 2490, TP 2530

Boleh buy di level  2460-2490

Resistance di 2530 & support di 2460

Waspadai jika tembus di 2460

Batasi resiko di 2420


TINS:  Trading Buy

Close 1505, TP 1525

Boleh buy di level  1490-1505

Resistance di 1525 & support di 1490

Waspadai jika tembus di 1490

Batasi resiko di 1470


BDMN:  Trading Buy

Close 2580, TP 2660

Boleh buy di level  2500-2580

Resistance di 2660 & support di 2500

Waspadai jika tembus di 2500

Batasi resiko di 2440


JSMR:  Trading Buy

Close 3910, TP 4000

Boleh buy di level  3870-3910

Resistance di 4000 & support di 3870

Waspadai jika tembus di 3870

Batasi resiko di 3820


Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;

CTRA, MPPA, HRUM, INDF, EMTK, TBIG  


(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham CTRA, PTPP, BJTM dan MNCN oleh Indopremier | 16 September 2021


IHSG (6.070 – 6.150) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.150 dan 6.190 dengan support di level 6.070 kemudian 6.030.

CTRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.005 kemudian 1.020 dengan support di level 975, cut loss jika break 960.

PTPP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.090 kemudian 1.120 dengan support di level 1.030, cut loss jika break 1.000.

BJTM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 705 dengan resist di level 720 kemudian 730.

MNCN (Buy on Weakness) : arget harga beli pada level 835 dengan resist di level 860 kemudian 875.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwfc

Rekomendasi Saham MTDL, HEAL dan SMRA oleh Mirae Asset Sekuritas | 16 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 16, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,110.23(-0.31%), Test Resistance at 6,137, Trading range 6,075 – 6,137. Kenaikan indikator MFI optimized relatif terbatas dan indikator RSI  optimized cenderung bergerak turun. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized menguji support trendline dan  indikator RSI optimized cenderung bergerak naik. Daily support di 6,075 dan daily resistance di 6,137. Cut loss level di 6,020.

MTDL Daily, 2,810 (+1.81%), trading buy,  trading range 2,720 – 2,900. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 2,720 dan daily resistance di 2,900. Cut loss level di 2,680.

HEAL Daily, 1,200 (+0.84%), trading buy,  trading range 1,170 – 1,230. Indikator MFI optimized mulai terbatas dan indikator RSI optimized masih cenderung naik.  Daily support di 1,170 dan daily resistance di 1,230. Cut loss level di 1,150.

SMRA Daily, 870 (+0.58%), trading buy,  trading range 850 – 910. Koreksi indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih bergerak naik.  Perkiraan daily support di 850 dan daily resistance terdekat di 910. Cut loss level di 830.

Analisa Saham BRIS | 16 September 2021


Analisa Saham BRIS

Saham BRIS pada tanggal 15 September 2021 ditutup melemah pada harga 2090, turun -1,41%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 52% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 2130

Jika naik di atas 2420 maka berpeluang ke 2880

Jika turun di bawah 2070 maka berpeluang ke 2000

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham FREN, ACES, AGRO dan MEDC oleh MNC Sekuritas | 16 September 2021


MNC Daily Scope Wave

16 September 2021

Kemarin (15/9), IHSG ditutup terkoreksi 0,3% ke level 6,110. Support terdekat IHSG saat ini berada di level 5,982 dan kami perkirakan pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi terlebih dahulu untuk menguji area 6,050-6,080, namun demikian selama IHSG masih mampu bertahan di atas level supportnya maka koreksi akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali ke 6,140-6,150. Tetap waspadai, bila IHSG kembali terkoreksi ke bawah support-supportnya, maka IHSG akan membentuk wave [y] dari wave E dari wave (X) ke area 5,850-5,900.

Support: 5,982, 5,938

Resistance: 6,150, 6,263

FREN - Buy on Weakness (117)

Kemarin (15/9), FREN ditutup menguat 0,9% ke level 117. Selama FREN tidak terkoreksi ke bawah 110, maka saat ini pergerakan FREN sedang berada di awal wave A dari wave (B) dimana FREN berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 111-117

Target Price: 130, 150

Stoploss: below 110

ACES - Spec Buy (1,380)

ACES ditutup terkoreksi 1,1% ke level 1,380 pada perdagangan kemarin (15/9). Selama ACES tidak terkoreksi ke bawah 1,370, maka saat ini posisi ACES sedang berada di awal wave 3 dari wave (3).

Spec Buy: 1,370-1,380

Target Price: 1,470, 1,550

Stoploss: below 1,370

AGRO - Buy on Weakness (2,300)

Pada perdagangan kemarin (15/9), AGRO ditutup terkoreksi 0,9% ke level 2300, pergerakan AGRO pun diikuti oleh munculnya tekanan jual. Kami perkirakan, posisi AGRO saat ini sedang berada di awal dari wave [c] dari wave B dan akan lebih terkonfirmasi bila AGRO mampu break resist 2,470.

Buy on Weakness: 2,180-2,270

Target Price: 2,530, 2,700

Stoploss: below 2,030

MEDC - Buy on Weakness (510)

MEDC ditutup menguat 2% ke level 510 pada perdagangan kemarin (15/9). Posisi MEDC saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [iv]. Hal ini berarti, MEDC masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 486-510

Target Price: 550, 580

Stoploss: below 466

Disclaimer On


Bandarmologi Saham UNTR, WIKA, ITMG, PRDA dan EXCL | 16 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Thursday (16/09/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,073 - 6,165

SUMMARY: BUY!!


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: BUY!!

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: BUY!!

BULLBEAR (13): BUY!!


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


UNTR 21,350 - 22,150

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 21,650

TARGET PRICE: 22,150

STOP-LOSS: 21,350


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



WIKA 1,060 - 1,210

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 1,110

TARGET PRICE: 1,210

STOP-LOSS: 1,060


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



ITMG 17,750 - 18,500

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 18,000

TARGET PRICE: 18,500

STOP-LOSS: 17,750


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULAPTION




PRDA 7,400 - 7,650

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 7,500

TARGET PRICE: 7,650

STOP-LOSS: 7,400


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



EXCL 2,950 - 3,150

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY BUY 2,950

TARGET PRICE: 3,150

STOP-LOSS: 2,950


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 16 September 2021


The Dow Jones Industrial Average rebounded Wednesday after a string of negative trading sessions this September.


Dow.......34814   +236.8   +0.68%

Nasdaq.15162   +123.8   +0.82%

S&P 500..4480   +37.7      +0.85%.


FTSE.......7016    -17.6        -0.25%

Dax........15616   -106.99    -0.68%

CAC........6584     -69.4        -1.04%


Nikkei...30512     -158.4       -0.52%

HSI........25033    -469.02     -1.84%

Shanghai..3656   -6.4            -0.17%

ST Times..3059   -21.8         -0.71 %


IDX.....  6110.23   -18.86      -0.31%

LQ45.....866.13    -4.17         -0.48%

 

Indo10Yr..6.2728  -0.0265      -0.42%👍

ICBI.....328.8838   +0.4379    +0.13%👍

US10Yr...1.2770    -0.0470      -3.55%

VIX.............18.18   -1.28        -6.58%

  

USDIndx .....92.4850   -0.1660    -0.18%

Como Indx.....225.46  +3.94       +1.78%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........167.65  +3.04       +1.85%


IndoCDS..67.3339   +0.8010   +1.20%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14242.50     -5               -0.04%

Jisdor..14252.00    -5               -0.04%


Euro.........1.1809   -0.0002     -0.02%


TLKM........24.17     +0.09        +0.37%

(3448)

EIDO..........21.62     unch         +0%

EEM..........52.18      -0.01         -0.02%


Oil..........72.61        +2.15        +3.05%‼

Gold ...1794.80       -12.30      -0.68%

Timah ..33980.00   +412.50   +1.23%

Nickel...19935.00   +337.50   +1.72%

Silver........23.80      -0.08        -0.35%

Copper.....440.65    +8.55       +1.98%

 

Coal price...177.50     +0.05     +0.03%

(Sep/Newcastle) 

Coal price...180.60     +1.30     +0.73%

(Okt/Newcastle)

Coal price....169.50    -1.50      -0.88%

(Sep/Rotterdam) 

Coal price...167.95     -1.05      -0.62%

(Okt/ Rotterdam)


CPO(Nov).....4438    +100       +2.30%‼

(Source: bursamalaysia.com)            

Corn..........533.50    +13.25    +2.55%

SoybeanOil..58.37   +1.50       +2.54%

Wheat.......712.25    +11.50     +1.64%


Wood pulp...4662.50  unch     +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas