Tampilkan postingan dengan label Saham DRMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham DRMA. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023


RHB Sekuritas Indonesia

26 Oktober 2023
Muhammad Wafi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)

Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound disertai volume dan breakout resistance garis MA(5,20) untuk menguji resistance garis MA50. Selama bertahan diatas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan breakout resistance garis MA50 untuk menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 1.370 dengan target jual di Rp 1.545 hingga Rp 1.635. Cut loss di Rp 1.310.

PT Acset Indonesia Tbk (ACST)

Acset Indonesia terlihat melakukan rebound dari support garis MA50 dan breakout resistance garis MA5 disertai volume untuk menguji resistance garis MA20. Selama bertahan diatas garis MA50 maka berpeluang untuk breakout resistance garis MA20 untuk mengkonfirmasi fase bullish-nya dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023.
Rekomendasi:
Buy area disekitar Rp 185 dengan target jual di Rp 212 hingga Rp 240. Cut loss di Rp 169.
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ACST dan DRMA oleh Phillip Capital Sekuritas | 12 Oktober 2023


Phillip Capital Sekuritas

12 Oktober 2023

Saham ACST

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 198
Target Price 1 : 226
Target Price 2 : 240
Stop Loss : 174

Saham DRMA

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1,430
Target Price 1 : 1,605
Target Price 2 : 1,740
Stop Loss : 1,260
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Noel Aelyo Tambah Kepemilikan Saham DRMA


Noel Aelyo Laras Kusuma Negara selaku Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 4 Oktober 2023.

Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi (8/10) Noel Aelyo menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 400.000 lembar saham DRMA di harga Rp1.291,420 per saham.

Sebagai informasi, Noel juga pernah membeli sebanyak 53.800 lembar saham DRMA di harga Rp1.415 per saham dan sebanyak 1.040.800 lembar saham di harga Rp1,377.659 per saham pada tanggal 1 September dan 4 September 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Noel Aelyo di DRMA bertambah menjadi 60,64 juta lembar saham setara dengan 1,29% dibandingkan sebelumnya sebanyak 60,24 juta lembar saham setara dengan 1,28%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham CLEO, DRMA dan BMRI oleh Mirae Asset Sekuritas | 12 September 2023


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 12, 2023
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,963.39 (+0.56%), mixed to higher, daily trading range 6,922 – 6,997. Critical level di 6,850. Indikator MFI optimized,indikator RSI optimized mulai bergerak naik, sementara indikator Stochastic%D optimized masih cenderung terkoreksi sementara. Indeks ini di atas center line pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly, indikator MFI optimized, indikator RSI optimized masih cenderung naik namun indikator Stochastic%D optimized rawan koreksi dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand berada di bawah dan supply diatas level saat ini.

CLEO Daily, 625 (-2.34%), trading buy, TP 710, daily trading range 615 – 645. Cut loss level di 600. Indikator MFI optimized mulai bergerak naik sementara koreksi indikator RSI optimized dan indikator Stochastic%D optimized mulai tertahan dengan kecenderungan menguat. Harga saat ini berada di bawah center line pada Bollinger Bands optimized sebaran volume terbanyak dari sisi demand dan sisi supply berada diatas level saat ini.

DRMA Daily, 1,400 (+0.71%), trading buy, TP 1,620 daily trading range 1,365 – 1,45. cut loss level di 1,340. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator Stochastic%D optimized masih cenderung menguat. Harga masih berada di bawah center line pada Bollinger Bands optimized dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand dan sisi supply berada diatas level harga saat ini.

BMRI Daily, 5,925 (+0.42%), trading buy, TP 6,125, daily trading range 5,825 – 6,050, cut loss level di 5,726. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic%D optimized masih cenderung turun namun mulai terbatas sementara indikator RSI optimized cenderung naik. Harga di bawah center line pada Bollinger Bands optimized sebaran volume terbanyak dari sisi demand dan sisi supply berada di atas level saat ini.
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pabrikan EV Semakin Marak, Permintaan Komponen DRMA Berpotensi Meningkat


Emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka di Indonesia, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimis banyaknya pabrikan mobil listrik (electric vehicle/EV) yang antusias masuk ke Indonesia akan menguntungkan Perseroan. DRMA melihat seiring dengan maraknya pabrikan kendaraan listrik memunculkan model mobil baru, maka kebutuhan komponen untuk memproduksi mobil baru tersebut juga akan meningkat.

"Oleh karena itu, kami optimis permintaan komponen untuk kendaraan yang diproduksi juga akan semakin meningkat,"kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.

Sementara itu, Fitch Ratings memperkirakan bahwa penjualan kendaraan listrik roda empat di Indonesia akan meningkat hingga 5% dari total penjualan mobil pada tahun 2023. Proyeksi tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan penjualan mobil listrik tahun 2022 yang mencapai 2% dari total penjualan mobil.

Lebih jauh, Fitch memproyeksikan penjualan EV Indonesia akan melebihi 50.000 unit pada 2023. Proyeksi tersebut didasarkan pada terjadinya peningkatan keterjangkauan kendaraan listrik melalui pengenalan model baru dengan harga lebih rendah, serta adanya potensi tambahan insentif pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik.

Menyadari semakin besarnya peluang pertumbuhan tersebut, DRMA meningkatkan kegiatan ekspansi untuk pengembangan komponen kendaraan listrik beserta elemen pendukungnya.

DRMA mengembangkan battery pack dan battery management system, yang sudah disuplai ke kendaraan roda dua, serta investasi pada mesin-mesin baru serta engineering.

Tentunya, pertumbuhan model-model kendaraan listrik baru seiring dengan peraturan konten TKDN membuka peluang besar bagi DRMA untuk melakukan lokalisasi produksi komponen-komponen yang sebelumnya diproduksi di luar negeri. Dengan portofolio komponen DRMA yang lengkap dan dedikasi terhadap kualitas dan ketepatan waktu dalam pengiriman (Quality and Delivery), hal ini akan mengukuhkan posisi DRMA sebagai salah satu pemain utama dalam industri ini.

Perusahaan terus mempersiapkan diri untuk menyambut permintaan kendaraan listrik (EV) di masa depan. Ketika ekosistem EV semakin berkembang, DRMA adalah salah satu perusahaan yang telah siap untuk memanfaatkan momentum ini.

Pada Semester 1 tahun ini, Perseroan sukses membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp 352,3 miliar, melonjak 144% jika dibandingkan laba neto periode yang sama tahun 2022 yang sebesar Rp 144,6 miliar. Lonjakan perolehan laba bersih ini didukung oleh penjualan Perseroan yang meningkat 72% YoY menjadi Rp 2,7 triliun dari Rp 1,6 triliun, seiring dengan prospek pasar kendaraan roda empat yang semakin membesar dan didukung oleh pesatnya perkembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Noel Aelyo Tambah Kepemilikan Saham Dharma Polimetal (DRMA)


Noel Aelyo Laras Kusuma Negara selaku Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 1 September dan 4 September 2023.

Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi Selasa (4/9) Noel Aelyo menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 53.800 lembar saham DRMA di harga Rp1.415 per saham dan sebanyak 1.040.800 lembar saham di harga Rp1,377.659 per saham.

Sebagai informasi, Noel juga pernah membeli sebanyak 500.000 lembar saham DRMA di harga rata-rata Rp1.470 per saham pada tanggal 31 Agustus 2023 dan sebanyak 200.000 lembar saham DRMA di harga rata-rata Rp1563,125 per saham pada tanggal 21 Agustus 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Noel Aelyo di DRMA bertambah menjadi 60,2 juta lembar saham setara dengan 1,28% dibandingkan sebelumnya sebanyak 59,15 juta lembar saham setara dengan 1,26%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Noel Aelyo Tambah Kepemilikan Saham Dharma Polimetal (DRMA)


Noel Aelyo Laras Kusuma Negara selaku Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Agustus 2023.

Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi Jumat (1/9) Noel Aelyo menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 500.000 lembar saham DRMA di harga rata-rata Rp1470 per saham.

Sebagai informasi, Noel juga pernah membeli sebanyak 200.000 lembar saham DRMA di harga rata-rata Rp1563,125 per saham pada tanggal 21 Agustus 2023 dan sebanyak 1.000.000 lembar saham DRMA di harga Rp900 per saham pada tanggal 15 Agustus 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Noel Aelyo di DRMA bertambah menjadi 59,15 juta lembar saham setara dengan 1,26% dibandingkan sebelumnya sebanyak 58,65 juta lembar saham setara dengan 1,25%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Yosaphat Panuturi Kurangi Kepemilikan Saham DRMA


Yosaphat Panuturi Simanjuntak selaku Direktur PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 15 Agustus 2023.

Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi (18/8) Yosaphat menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 200.000 lembar saham DRMA di harga Rp1.680 per saham senilai Rp336 juta.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Yosaphat Panuturi Simanjuntak di DRMA berkurang menjadi 60,8 juta lembar saham setara dengan 1,29% dibandingkan sebelumnya sebanyak 61 juta lembar saham setara dengan 1,3%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Hadi Kasim Kurangi Kepemilikan Saham DRMA


Hadi Kasim selaku Presiden Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 1 Agustus 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Jumat (4/8) Hadi Kasim menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 539.500 lembar saham DRMA di harga rata-rata dalam beberapa transaksi Rp1.530,235 per saham.

Sebagai informasi, Hadi Kasim juga pernah menjual sebanyak 299.900 lembar saham DRMA di harga Rp1.565 per saham senilai Rp469,3 juta pada tanggal 31 Juli 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Hadi Kasim di DRMA berkurang menjadi 199.462.800 lembar saham setara dengan 4,24% dibandingkan sebelumnya sebanyak 200.002.300 lembar saham setara dengan 4,25%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Hadi Kasim Kurangi Kepemilikan Saham Dharma Polimetal (DRMA)


Hadi Kasim selaku Presiden Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Juli 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Jumat (4/8) Hadi Kasim menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 299.900 lembar saham DRMA di harga Rp1.565 per saham senilai Rp469,3 juta.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Hadi Kasim di DRMA berkurang menjadi 200.002.300 lembar saham setara dengan 4,25% dibandingkan sebelumnya sebanyak 200.302.200 lembar saham setara dengan 4,26%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BRPT dan DRMA oleh HP Sekuritas | 3 Juli 2023


HP Sekuritas

3 Juli 2023

Saham BRPT

Trend: Sideways
Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye)
Potential:
Saat ini terkoreksi setelah tidak berhasil bertahan di atas upper BB25(biru) @ 790.
OBV mendukung uptrend saat ini.
Entry level di Dynamic resistance area upper BB25(biru) @ 785-795. Target Price di resistance area @ 835-840 dan @ 855-860. Stoploss di support area @ 710-705.
Rekomendasi
Buy On Break, Entry Level: 785-795; Target: 835-840 / 855-860; Stoploss: 710-705

Saham DRMA

Trend: Uptrend
Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye)
Potential:
Saat ini berhasil bertahan di atas Dynamic support MA25(oranye) @ 1470.
OBV mengindikasikan volume mendukung uptrend saat ini.
Entry level di support area @ 1530-1540. Target Price di Dynamic resistance area upper BB25 @ 1620-1640. Stoploss di support area @ 1465-1455.
Rekomendasi
Buy, Entry Level: 1530-1540;Target: 1620-1640; Stoploss: 1465-1455;
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Bukukan Laba Bersih 144% Di Semester I 2023


Emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka di Indonesia, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 352,31 miliar pada Semester 1 2023, atau melonjak 144% jika dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2022 yang sebesar Rp 144,59 miliar.

Lonjakan perolehan laba bersih ini didukung oleh penjualan Perseroan yang meningkat 72% YoY menjadi Rp 2,74 triliun dari Rp 1,59 triliun, seiring dengan prospek pasar kendaraan roda empat yang semakin membesar serta didukung oleh potensi perkembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air.

Penjualan Perseroan didominasi oleh segmen kendaraan roda dua sebesar (54%), sedangkan untuk segmen kendaraan roda empat berkontribusi sebesar (30%). Memperhatikan situasi pasar saat ini yang menunjukkan pertumbuhan yang pesat untuk kendaraan roda empat, itu juga tercermin dari total penjualan segmen roda empat DRMA bertumbuh sebesar (78%) YoY di Semester 1 2023.

Selain dari kondisi pasar yang mendukung, ekosistem kendaraan listrik yang semakin berkembang, serta inovasi dari DRMA yang tidak berhenti untuk melokalisasikan komponen otomotif yang belum diproduksi di Indonesia, akan berpotensi membuat segmen roda empat ini menjadi growth driver untuk DRMA ke depannya.

"Kita melihat adanya potensi besar pertumbuhan pasar kendaraan roda empat, yang tentu saja akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan permintaan komponen otomotif yang diproduksi DRMA. Kinerja Semester I 2023 yang sangat menggembirakan ini kita harapkan akan bisa terus berkesinambungan seiring dengan semakin berkembangnya pasar industri otomotif di Indonesia" kata President Director of Dharma Polimetal, Irianto Santoso dalam siaran pers (26/7) .

Dengan beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 2,25 triliun, pada Semester 1 2023 ini Perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp485,52 miliar, dua kali lipat lebih dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp216,36 miliar.

Adapun total aset DRMA pada 30 Juni 2023 tercatat sebesar Rp3,39 triliun, meningkat dari Rp2,68 triliun pada 31 Desember 2022. Dharma Group telah mendapatkan kepercayaan dari salah satu merek besar di industri mobil di Indonesia untuk mengembangkan komponen paket baterai yang penting untuk kendaraan listrik (EV) mereka.

DRMA akan memasang Electro Dipping Line baru pada akhir tahun ini, yang sangat penting untuk produksi casing kemasan baterai. Sebagai perusahaan manufaktur, DRMA bertujuan untuk memproduksi komponen secara lokal, mengurangi ketergantungan pada impor dan berkontribusi pada kemajuan industri EV dalam negeri. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Noel Aelyo Tambah Kepemilikan Saham Dharma Polimetal (DRMA)


Noel Aelyo Laras Kusuma Negara selaku Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 13 Juli 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Noel Aelyo (14/7) menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 327.300 lembar saham DRMA di harga Rp1,338,27 per saham senilai Rp438,01 juta.

Sebagai informasi, Noel juga pernah membeli sebanyak 5 juta lembar saham DRMA di harga Rp965 per saham pada tanggal 6 Juni 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Noel Aelyo di DRMA bertambah menjadi 54,38 juta lembar saham setara dengan 1,16% dibandingkan sebelumnya sebanyak 54,05 juta lembar saham setara dengan 1,15%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Dharma Polimetal (DRMA) Bakal Bagikan Dividen Rp20,94 Per Saham


PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)
telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 6 April 2023. Adapun hasil RUPST tersebut salah satunya menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

Corporate Secretary DRMA, Ari Indra Gautama menuturkan, Rapat juga telah menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, yaitu sebesar Rp.394.166.928.317.

Sebagian keuntungan kata Ari, perseroan menyisihkan untuk cadangan umum sesuai dengan ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas sebesar Rp1 miliar.

"Dan perseroan juga akan melakukan pembagian dividen tunai sebesar Rp.98.541.732.079,- atau sebanyak Rp.20,94 per lembar saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 26 April 2023," katanya. Sementara sisanya akan digunakan sebagai modal kerja dan investasi Perseroan. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Mulai Kembangkan Ekosistem Pendukung Kendaraan Listrik


PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif telah memulai langkah mengembangkan ekosistem pendukung kendaraan listrik. Melalui anak perusahaan PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI), DRMA menjalin Kerjasama dengan perusahaan penyedia sepeda motor listrik Rakata Motorcycle untuk mengembangkan system tukar atau swap baterai kendaraan listrik. Dalam Kerjasama ini, DCI akan membuatkan System Swap Battery Station termasuk Battery Pack-nya, dimana kedepannya kendaraan listrik Rakata akan menyesuaikan dengan Design Swap Battery pack DCI. 

Melalui kerjasama ini, kedua perusahaan sepakat untuk membangun stasiun penukaran baterai yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya, kemudian secara bertahap akan membangun di semua kota besar di Indonesia. Perseroan menargetkan, stasiun pengoperasian di Jabotabek akan sudah bisa dioperasikan pada semester kedua tahun ini. 

Kehadiran jaringan statsiun penukaran baterai DCI akan sangat menunjang kemajuan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, sehingga akan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik karena proses pengisian baterai menjadi semakin mudah.

“Kerjasama dalam pengembangan jaringan stasiun penukaran beterai ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk terlibat dalam membangun ekosistem yang mendukung perkembangan industri kendaraan listrik. Sejak jauh hari kami telah melihat bahwa pasar kendaraan listrik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar, sehingga DRMA gencar melakukan berbagai investasi di industri kendaraan listrik,” said President Director of Dharma Polimetal, Irianto Santoso. 

Selain mengembangkan stasiun penukaran baterai, melalui anak perusahaan DCI, DRMA juga telah memproduksi Lithium Battery Pack terutama type Lithium NMC 811 yang merupakan teknologi baterai terkini. Dengan Rakata, DCI sudah menjadi Supplier Battery sejak tahun 2022, dimulai dgn Model Rakata S9, disusul dengan Model NX3 dan NX8.

DRMA sendiri juga sudah berinvestasi dengan merancang prototype kendaraan listrik roda tiga dengan merek PowerAce yang akan diluncurkan tahun tahun ini. Di samping itu, Perseroan juga berinvestasi pada mesin-mesin baru untuk existing products, yang nantinya dapat digunakan untuk menunjang pembuatan body dan chassis part untuk kendaraan listrik.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Siapkan Dana Rp100 Miliar, DRMA Bakal Bangun 2 Pabrik Baru Tahun Ini.


PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif terus melanjutkan ekpansi dengan membangun pabrik baru pada anak usaha PT Dharma Precision Parts dan PT Dharma Controlcable Indonesia. Untuk pembangunan kedua pabrik baru tersebut Perseroan telah menganggarkan dana sebesar Rp 100 miliar.

"DRMA kembali membangun pabrik baru untuk mengantisipasi peningkatan permintaan di masa depan, seiring perkembangan industri otomotif nasional yang terus tumbuh positif. Pembangunan pabrik baru ini merupakan bagian dari usaha kami untuk membesarkan Perseroan secara organik," kata President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.

Pabrik baru yang akan dibangun pada anak usaha PT Dharma Precision Parts direncanakan memiliki area produksi yang luasnya kurang lebih 3 kali lipat sehingga akan meningkatkan kapasitasnya serta akan menambah area untuk bisnis baru yang saat ini sedang dalam pengembangan.

Demikian juga untuk PT Dharma Controlcable Indonesia, dimana penambahan area produksi akan digunakan untuk pengembangan lini-lini produksi untuk produk-produk baru seperti battery pack dan battery management system serta pengembangan bisnis lainnya.

Sebagai catatan, setelah selesainya pembangunan kedua pabrik tersebut, maka seluruh fasilitas produksi di pabrik yang lama akan dipindahkan ke lokasi pabrik yang baru ini.

Seperti yang telah disampaikan dalam keterbukaan informasi, DRMA telah mengakuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH), sebuah perusahaan produsen komponen mobil dan motor milik kelompok usaha dari Jepang, Kuroda Group Co. Ltd.

Dengan pabrik komponen otomotif yang terletak di Cikarang dan Cirebon ini, TCH memproduksi komponen otomotif untuk para pelanggan seperti Daihatsu, Honda, Suzuki, Yamaha, Hyundai, Toyota, PT TS Tech Indonesia, PKMI, KYB, dan Hitachi. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Ekspansi Non-Organik, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Akuisisi Anak Usaha Kuroda Group


PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif kembangkan usaha dengan ekspansi non-organik. Perseroan telah mengakuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH), sebuah perusahaan produsen komponen mobil dan motor milik kelompok usaha dari Jepang, Kuroda Group Co. Ltd.

DRMA telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (PJB) saham dengan Kuroda untuk pengambilalihan 5.820 saham, atau 72,75% kepemilikan pada TCH. Transaksi jual beli tersebut sudah terlaksana dengan mengikuti seluruh kewajiban berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku, dan terpenuhinya kondisi-kondisi sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) saham, serta diperolehnya hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik terkait opini kewajaran atas transaksi.

"Akuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH) sudah kami pertimbangkan dengan matang, dan kami yakin masuknya TCH akan memberi manfaat yang besar bagi pengembangan bisnis komponen otomotif yang dikelola DRMA," kata President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso.

Masuknya TCH sebagai anak perusahaan terkonsolidasi diharapkan akan memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi keberlangsungan kegiatan usaha DRMA. Karena TCH yang memiliki pabrik komponen otomotif di Cikarang dan Cirebon ini, memproduksi komponen otomotif untuk para pelanggan seperti Yamaha, Daihatsu, Honda, Suzuki, Hyundai, Toyota, PT TS Tech Indonesia, PKMI, KYB, dan Hitachi. Dengan demikian, akuisisi tersebut otomatis akan meningkatkan penjualan komponen otomotif dari DRMA.

Tahun lalu, hingga akhir September DRMA membukukan peningkatan penjualan sebesar 28% YoY menjadi Rp2,66 triliun dari Rp2,08 triliun. Adapun untuk laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, DRMA berhasil mencatatkan sebesar Rp249,94 miliar, melonjak 70% dari Rp146,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan optimis, target penjualan tumbuh 20% dan laba bersih tumbuh 50% pada tahun 2022 bisa tercapai. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Optimis Cetak Laba Rp300 Miliar


PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten yang bergerak di bidang komponen otomotif, optimistis dapat mencetak penjualan Rp3,5 triliun di 2022, atau tumbuh 20% dibanding tahun buku 2021. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Manajemen DRMA yakin dapat meraih laba bersih Rp300 miliar di akhir Desember 2022.

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, mengatakan, optimisme tersebut didasarkan perolehan kinerja per kuartal III-2022, di mana perusahaan telah mencatatkan penjualan Rp2,7 triliun, atau sudah sama dengan tahun tahun 2019, dan kurang sedikit dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp2,9 triliun.

Sementara posisi laba bersih per kuartal III-2022 tercatat Rp215 miliar, lebih tinggi dibanding laba tahun 2019 yang hanya Rp170 miliar, dan melesat dari laba tahun di tahun 2020 yang hanya Rp8 miliar. "Itu baru laba dari core bisnis, jika ditambah dengan hasil penjualan fix aset berupa tanah dan pabrik yang sudah tidak digunakan, di Balajara, laba perusahaan sebesar Rp308 miliar," imbuhnya.
 
Irianto menyebut, pertumbuhan kinerja Perseroan didorong oleh membaiknya penjualan otomotif di dalam negeri, sebanyak 850 ribu unit untuk kendaraan roda 4 dan 3,9 juta unit untuk sepeda motor. "Meskipun penjualan otomotif di tahun 2021 masih di bawah tahun 2019 atau sebelum pandemi, mencapai 1,05 juta untuk mobil dan 5,2 juta untuk sepeda motor Honda, tapi telah berhasil dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis," imbuhnya.

Sementara dari sisi internal, Irianto menyebut kebijakan yang terapkan perusahaan tahun pertama pandemi di tahun 2020, juga sangat ampuh mendorong kinerja. Di mana perusahaan banyak melakukan improvement dari segi proses, pemakaian material, tenaga kerja, dan mesin. Ditambah sudah terbiasa, melakukan dengan efisiensi dan produktivitas yang jauh lebih tinggi, pada masa pandemi 2020.

"Itu menjadi standar baru di tahun 2021 dan 2022, dan satu lagi, dengan kenaikan revenue yang luar biasa, tentunya akan membuat fix cost yang jauh lebih kecil," ungkap Irianto.
 
Selain itu, keberhasilan perusahaan juga tidak lepas dari arahannya, yang selalu menanamkan prinsip nothing is impossible , bahwa tidak ada hal yang mustahil jika mau melakukan dan melaksanakannya. Kemudian dengan DNA Triputra, DNA Dharma yang nomor dua, yaitu Excellence , bahwa perusahaan harus menghasilkan karya yang lebih dari yang diharapkan dalam situasi apapun.

"Sehingga kita selalu berpikir, bagaimana kita bisa mencapai target kita, bahkan melebihinya. Dan itu saya selalu berharap, menyampaikan kepada seluruh insan Dharma, agar menjadi benar-benar menjadi DNA seluruh karyawan yang ada di Dharma Group," ujarnya.

Kemudian tahun depan, tahun 2022 Dharma juga punya moto, Play to Win in the New Era , karena menjadi perusahaan publik mulai Desember 2021 lalu, yang membuat tahun 2022 berada dalam situasi yang baru, di mana performance perusahaan akan dilihat banyak orang, oleh banyak pihak, sehingga perusahaan harus menunjukkan, kinerja atau performance yang benar-benar bisa memuaskan semua.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham MEDC, ARKO, ENRG, DRMA dan BUKA oleh Jasa Utama Capital Sekuritas | 23 November 2022


Jasa Utama Capital Sekuritas 

23 November 2022
Cheryl Tanuwijaya

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Rekomendasi buy mencermati harga Rp 1.070 - Rp 1.080. Uptrend, trigger bullish.
Target harga: Rp 1.270
Stoploss: Rp 1.050.

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO)

Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 640 - Rp 650. Stoch golden cross,three white soldiers.
Target harga: Rp 700
Stoploss: Rp 620.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Rekomendasi buy mengamati harga Rp 340 - Rp 344. Stoch oversold, spinning top.
Target harga: Rp 366
Stoploss: Rp 336.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)

Rekomendasi buy mencermati harga Rp 660 - Rp 670. MACD golden cross, stoch buying zone.
Target harga: Rp 700
Stoploss: Rp 650.

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)

Rekomendasi buy memperhatikan harga Rp 298 - Rp 302. Hammer candle, dekat support.
Target harga: Rp 320
Stoploss: Rp 290.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ARTO dan DRMA oleh HP Sekuritas | 14 November 2022


HP Sekuritas

14 November 2022

Saham ARTO


Trend: Sideways;
Pattern: Sideways channel;
Potential: ARTO baru-baru ini membentuk major support @ 4540 setelah dua volume spike rebound. Saat ini, Price action mencapai sideways channel resistance @ 5790 dengan volume spike dengan rising window pattern dan berpotensi price trend reversal. Target Price di minor resistance @ 4900. Stoploss di minor support bawah sideways channel @ 4380.
Rekomendasi
Buy On Weakness; Entry Level : 4540; Target : 4900; Stoploss : 4380

Saham DRMA


Trend: Sideways;
Indicator: MA10(biru) & MA20(merah), RSI
Potential: DRMA saat ini membentuk hammer pattern setelah RSI mengindikasi price reversal dengan positive divergence. Entry Price di 0.38 FB ratio resistance @ 640. Target Price di 0.79 FB ratio resistance @ 680. Stoploss di minor resistance @ 615.
Rekomendasi
Buy On Break ; Entry Level : 640; Target : 680; Stoploss : 616-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online.