PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah meggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 31 Agustus 2023.
RUPSLB Lautan Luas (LTLS) Setujui Buyback 90 Juta Saham
PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah meggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 31 Agustus 2023.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Sampaikan Adanya Peningkatan Modal Di Anak Usaha
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menyampaikan bahwa anak usahanya yaitu PT Lautan Solusi Airindo (LSA) telah meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor pada tanggal 7 Agustus 2023.
Lautan Luas (LTLS) Siapkan Dana Rp100 Miliar Untuk Buyback Saham
PT Lautan luas Tbk (LTLS) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback saham) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Pefindo Tegaskan Peringkat PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Di idA
PEFINDO menegaskan peringkat idA untuk PT Lautan Luas Tbk (LTLS) dan Obligasi Berkelanjutan III. Prospek peringkat perusahaan direvisi menjadi positif dari stabil.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Pede Pendapatan Naik 10 Persen
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menargetkan membukukan pertumbuhan kinerja keuangan hingga 10 persen pada tahun 2023 dibanding capaian tahun 2022.
Jimmy Masrin Kurangi Kepemilikan Saham LTLS
Jimmy Masrin selaku Wakil Presiden DIrektur PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 10 November 2022.
PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) Siapkan Dana Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) menyiapkan dana untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Lautan Luas Tahap II Tahun 2017 Seri B pada tanggal 7 November 2022.
Lautan Luas Catat Pendapatan Sebesar Rp6,01 Triliun Hingga September 2022
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mencatat pendapatan sebesar Rp6,01 triliun hingga periode 30 September 2022 naik dari Rp4,73 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) Beri Pinjaman USD9,5 Juta Ke Anak Usahanya
PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) memberikan pinjaman pemegang saham kepada anak usahanya yaitu Lautan Luas Singapore Pte. Ltd. pada tanggal 21 September 2022.
Jimmy Masrin Kurangi Kepemilikan Saham LTLS
PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) memperoleh informasi dari pemegang saham Perseroan yaitu Jimmy Masrin mengenai penjualan sahamnya pada tanggal 20 September 2022.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Catat Pendapatan Rp4,06 Triliun Hingga Juni 2022
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mencatat pendapatan Rp4,06 triliun hingga periode 30 Juni 2022 meningkat dari pendapatan Rp3,07 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Caturkarsa Megatunggal Tambah Kepemilikan Saham LTLS
PT Caturkarsa Megatunggal sebagai pemegang saham pengendali PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 8 Juli 2022.
PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT LAUTAN LUAS MENJADI "idA".
[Saham LTLS] PEFINDO menaikan peringkat PT Lautan Luas Tbk (LTLS), Obligasi Berkelanjutan II/2017 seri B dan Obligasi Berkelanjutan III/2020 menjadi "idA" dari "idA-". Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".
Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan ekspektasi kami terhadap indikator rasio struktur modal dan proteksi arus kas yang lebih kuat, didorong oleh perbaikan pengelolaan modal kerja dan permintaan yang stabil seiring dengan pemulihan makroekonomi dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Selama tiga tahun terakhir, Perusahaan secara intensif menurunkan tingkat utang di tengah kontraksi ekonomi dan fluktuasi harga bahan baku, yang menghasilkan profil kredit Perusahaan yang membaik.
Perusahaan berencana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 senilai Rp200,0 yang akan jatuh tempo pada 21 Juni 2022 dengan menggunakan kas internal dan fasilitas kredit dari bank. Per 31 Desember 2021, Perusahaan memiliki kas dan fasilitas bank yang belum digunakan masing-masing senilai Rp499,1 miliar dan USD177,0 juta, yang dianggap memadai untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo.
Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.
Peringkat mencerminkan posisi pasar LTLS yang kuat di industri ditopang oleh usaha yang terdiversifikasi dengan baik, operasi bisnis yang terintegrasi dan jaringan distribusi yang baik, serta profit margin yang stabil. Namun, peringkat dibatasi oleh leverage keuangan Perusahaan yang moderat, dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.
Peringkat dapat dinaikkan jika LTLS secara substansial melebihi target pendapatan dan EBITDA secara berkelanjutan, serta terus untuk dapat menurunkan level utang dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Peringkat dapat diturunkan jika arus kas Perusahaan melemah secara substansial sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari ekspektasi dan/atau menarik utang yang lebih tinggi dari proyeksi, tanpa diimbangi dengan peningkatan yang signifikan dalam profil bisnisnya.
LTLS merupakan perusahaan distribusi dan produsen kimia dasar dan khusus terdepan di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1951. Perusahaan memperoleh pendapatan dari tiga divisi: distribusi, manufaktur, dan service. Per 31 Desember 2021, pemegang saham Perusahaan terdiri dari PT Caturkarsa Megatunggal (54,7%), publik (43,6%, masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%), sedangkan sisanya dimiliki oleh manajemen. (end)
RUPST LAUTAN LUAS SETUJUI BAGIKAN DIVIDEN TUNAI Rp15 PER SAHAM
PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada tanggal 28 Mei 2021.
Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.083.869.500 saham atau 70,77% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.
RUPST menyetujui Laporan Tahunan Direksi Perseroan mengenai kegiatan dan jalannya Perseroan termasuk namun tidak terbatas pada hasil-hasil yang telah tercapai selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja.
Menyetujui penetapan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp75 miliar untuk dana cadangan Perseroan sebesar Rp200 juta guna memenuhi ketentuan Pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan dan dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp15 per saham atau total Rp22,97 miliar kepada pemegang 1.531.503.000 saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Juni 2021.
Jadwal pembagian dividen, Cum Dividen di pasar reguler dan Negosiasi pada tanggal 8 Juni 2021, cum dividen di pasar tunai pada tanggal 10 Juni 2021, Sedangkan Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada tanggal 9 Juni 2021 dan ex dividen di pasar tunai pada tanggal 11 Juni 2021, Tanggal Daftar Pemegang Saham yang Berhak Dividen (Recording Date) pada tanggal 10 Juni 2021 dan Pembayaran Dividen Tunai jatuh pada tanggal 22 Juni 2021.
Dalam RUPSLB, para pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. (end)
Sumber: IQPLUS
Analisa Saham BMRI, BWPT, ICBP, INTP, LTLS dan UNVR | 16 Mei 2018
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan tren pelemahan, setelah sepanjang transaksi kemarin bermain zona merah dan berakhir di level 5.838.
Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta, mengatakan kemarin IHSG melemah 1,84 persen ke level 5.838. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada di level 5.801 dan 5.763.
Sementara itu, resisten pertama dan kedua berada di level 5.907 dan 5.977. "Indikator MACD berhasil membentuk golden cross di area negatif," kata Nafan, dalam riset harian yang dirilis di Jakarta, Rabu (16/5).
Nafan menyebutkan, indikator stochastic dan RSI berada di area netral. Namun, terlihat pola bearish engulfing line candlestick yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan. " IHSG berpotensi menuju ke area support," ucapnya.
Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi enam saham berikut:
1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Daily (Rp6.850) (RoE: 12,14 persen, PER: 15,56x; EPS: 446,75; PBV: 1,89x; Beta: 1,63). Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.800-6.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.100, 7.200 dan 7.500. Support: Rp6.500.
2. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), Daily (Rp180) (RoE: -4,99 persen, PER: -18,52x; EPS: -9,72; PBV: 0,93x; Beta: 0,88). Terlihat pola bullish stick sandwich candlestick yang mengindikasikan ada potensi stimulus beli. "Beli" pada kisaran Rp172- 182, dengan target harga secara bertahap di level Rp197 dan Rp214. Support: Rp165.
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Daily (Rp8.200) (RoE: 21,55 persen, PER: 19,83x; EPS: 414,68; PBV: 4,26x; Beta: 1,11). Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka membentuk pola uptrend. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp8.125-8.225, dengan target harga secara bertahap di level Rp8.500, 8.800 dan 9.100. Support: Rp8.125 dan 8.050.
4. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Daily (Rp18.800) (RoE: 4,22 persen, PER: 66,51x; EPS: 285,68; PBV: 2,8x; Beta: 1,38). Saat ini terlihat pola tweezer top candlestick yang mengindikasikan ada potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Sell on Strength" pada kisaran Rp18.900- 19.600. Resistance: Rp20.000.
5. PT Lautan Luas Tbk (LTLS), Daily (670) (RoE: 9,82 persen, PER: 5,29x; EPS: 126,64; PBV: 0,51x, Beta: 1,26). Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka membentuk pola uptrend. Selain itu, terlihat pola bullish pin bar candle yang mengindikasikan ada potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp640-675, dengan target harga secara bertahap di level Rp690, 745 dan 760. Support: Rp630.
6. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Daily (Rp47.450) (RoE: 87,66 persen, PER: 49,49x; EPS: 967,96; PBV: 43,55x; Beta: 0,5). Pergerakan harga telah menguji garis MA 10, sehingga diharapkan peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp47.000-48.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp50.800 dan Rp51.800. Support: Rp46.000. (Budi/ef)
INdopremier
Berita Saham LTLS | 29 Maret 2018
Berita Saham LTLS
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) meraih kenaikan laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 149,4 persen hingga 31 Desember 2017 menjadi Rp149,89 miliar dibandingkan laba Rp60,09 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan meningkat menadi Rp6,59 triliun dari Rp6,43 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp1,20 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp1,15 triliun.
Sementara laba usaha mencapai Rp366,35 miliar meningkat dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp341,66 miiar dan laba sebelum pajak diraih Rp251,78 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp141,34 miliar.
Total aset perseroan mencapai Rp5,76 triliun hingga 31 Desember 2017 naik dari total aset Rp5,65 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)
IQPLUS
Berita Saham LTLS | 9 November 2017
Berita Saham LTLS
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) akan merilis obligasi senilai Rp 650 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan II LTLS maksimal Rp 1 triliun.Berdasarkan prospektus perusahaan, Kamis (9/11), obligasi senilai Rp 650 miliar itu merupakan penerbitan Tahap II. Adapun peneribitan tahap I sejumlah Rp 200 miliar sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
Obligasi LTLS Tahap II itu terbagi dalam dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 364,5 miliar dengan kupon 9% per tahun dan tenor selama tiga tahun hingga 28 November 2020.
Lalu, Seri B memiliki nilai pokok Rp 285,5 miliar. Adapun kupon yang ditetapkan sebesar 10% dengan tenor hingga 2022.
Seluruh dana hasil obligasi LTLS akan digunakan untuk modal kerja. Obligasi LTLS tahap II ini memperoleh rating idA- dari lembaga Pemeringkat Pefindo.
Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, Maybank Kim Eng Securities, Samuel Sekuritas Indonesia dan Trimegah Sekuritas Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi.
Tanggal efektif obligasi LTLS sudah diperoleh pada 15 Juni 2017. Masa penawaran umum baru akan dilakukan pada 21 November hingga 23 November mendatang.
Tanggal penjatahan dijadwalkan pada 24 November untuk kemudian dilanjutkan dengan tanggal pembayaran dari investor pada 27 November. Adapun tanggal pencatatannya dilakukan pada 29 November.
.jpg)
%20Logo.png)
%20Logo.jpg)
.jpg)
.png)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.png)
.png)
.png)


