Tampilkan postingan dengan label Saham LTLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham LTLS. Tampilkan semua postingan

RUPSLB Lautan Luas (LTLS) Setujui Buyback 90 Juta Saham


PT Lautan Luas Tbk. (LTLS)
telah meggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 31 Agustus 2023.

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.075.025.400 saham atau 69,14% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Keyne F. Kristanto Corporate Secretary LTLS dalam keterangan tertulisnya Senin (4/9) menuturkan bahwa RUPSLB menyetujui pembelian kembali saham Perseroan (buyback) dengan jumlah maksimum sebanyak 90.909.091 atau sebanyak-banyaknya 5.83% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan dengan total biaya sebesar Rp100 miliar yang akan degelar secara bertahap mulai tanggal 1 September 2023 sampai dengan tanggal 21 Februari 2025.

Selanjutnya menyetujui dan memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan, baik secara bersama-sama maupun secara individual, untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan keputusan Rapat ini, termasuk menetapkan syarat-syarat pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Sampaikan Adanya Peningkatan Modal Di Anak Usaha


PT Lautan Luas Tbk (LTLS)
menyampaikan bahwa anak usahanya yaitu PT Lautan Solusi Airindo (LSA) telah meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor pada tanggal 7 Agustus 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Keyne Fredella Kristanto Corporate Secretary LTLS Rabu (9/8) menuturkan bahwa LSA telah meningkatkan modal dasar, ditempatkan dan disetor dari semula Rp12 miliar menjadi Rp17 miliar.

Peningkatan modal ini tercantum pada Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Lautan Solusi Airindo No.1 Tanggal 7 Agustus 2023 dibuat dihadapan Notaris Dewika Shafira, S.H dan peningkatan modal ini terklasifikasi sebagai transaksi afiliasi dikarenakan PT Lautan Solusi Airindo merupakan anak perusahaan dari LTLS dengan kepemilikan saham lebih dari 99%.

Pasca peningkatan modal maka kepemilikan saham LTLS dalam LSA menjadi 16.920 saham dari semula 11.920 saham sedangkan Indrawan Masrin tetap sebanyak 80 saham.

Dalam penuturannya Keyne menambahkan peningkatan modal ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha LTLS. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Lautan Luas (LTLS) Siapkan Dana Rp100 Miliar Untuk Buyback Saham


PT Lautan luas Tbk (LTLS)
berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback saham) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Joshua Chandraputra Asali Corporate Secretary-Direktu LTLS dalam keterangan tertulisnya (25/7) menyampaikan bahwa Perseroan berencana untuk melakukan buyback dengan alokasi dana sebesar Rp100 miliar dari kas internal untuk membeli sebanyak 90.909.091 lembar saham atau 5.83% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya Pembelian Kembali Saham Perseroan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Pelaksanaan buyback merupakan salah satu bentuk usaha Perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja saham Perseroan, sehingga akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada Perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang efisien,"tuturnya.

LTLS berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri untuk sesuai regulasi OJK dalam POJK 30/2017 dan dalam hal ini Perseroan dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham yang dibeli kembali dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya POJK 30/2017 dengan cara dijual baik di BEI maupun di luar BEI, ditarik kembali dengan cara pengurangan modal.

Selanjutnya pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau direksi dan dewan komisaris, pelaksanaan konversi Efek bersifat ekuitas; dan/atau cara lain dengan persetujuan OJK dan harga penawaran atas buyback akan dilakukan melalui perdagangan di BEI akan dilakukan dengan harga yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya.

Joshua menegaskan pelaksanaan buyback diharapkan tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional dikarenakan Perseroan mempunyai modal kerja yang memadai untuk mendanai kegiatan usaha dan pertumbuhan di masa mendatang.

Dengan adanya buyback akan membuat harga saham Perseroan di masa yang akan datang menjadi lebih stabil dan membawa dampak positif bagi pemegang saham.

Untuk melancarkan aksi korporasi ini, maka LTLS akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang akan digelar pada tanggal 31 Agustus 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pefindo Tegaskan Peringkat PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Di idA


PEFINDO menegaskan peringkat idA untuk PT Lautan Luas Tbk (LTLS) dan Obligasi Berkelanjutan III. Prospek peringkat perusahaan direvisi menjadi positif dari stabil.

Revisi prospek ini mencerminkan upaya penurunan utang LTLS yang berkelanjutan dalam jangka waktu menengah, didukung oleh perbaikan makroekonomi, serta manajemen operasi LTLS yang baik dalam mengelola profitabilitas dan modal kerjanya, yang menghasilkan arus kas yang lebih kuat.

Perusahaan berencana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Seri A sebesar Rp181,5 miliar yang akan jatuh tempo jatuh tempo pada 21 Juli 2023 menggunakan kombinasi dari kas internal dan fasilitas utang bank.

Per 31 Desember 2022, perusahaan memiliki kas dan setara kas, serta fasilitas utang bank yang belum digunakan masing-masing senilai Rp237,1 miliar dan USD153,5 juta.

Peringkat mencerminkan posisi pasar LTLS yang kuat, operasi bisnis yang terintegrasi dan jaringan distribusi yang baik, serta profit margin yang stabil. Namun, peringkat dibatasi oleh kebutuhan belanja modal yang besar, dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.

Peringkat dapat dinaikkan jika LTLS terus melakukan penurunan tingkat utang, yang diikuti dengan meningkatkan capaian pendapatan dan EBITDA secara berkelanjutan, sehingga menghasilkan leverage keuangan yang lebih konservatif.

Peringkat dapat diturunkan jika arus kas Perusahaan melemah secara substansial sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari ekspektasi atau menarik utang yang lebih tinggi dari proyeksi, tanpa diimbangi dengan peningkatan yang signifikan dalam profil bisnisnya.

LTLS merupakan perusahaan distribusi dan produsen kimia dasar dan khusus terdepan di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1951. Perusahaan memperoleh pendapatan dari tiga divisi: distribusi, manufaktur, dan service.

Per 31 Desember 2022, pemegang saham Perusahaan terdiri dari PT Caturkarsa Megatunggal (56,6%), publik. (41,7%, masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%), sedangkan sisanya dimiliki oleh manajemen. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Pede Pendapatan Naik 10 Persen


PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menargetkan membukukan pertumbuhan kinerja keuangan hingga 10 persen pada tahun 2023 dibanding capaian tahun 2022.

Investor Relations Lautan Luas, Eurike Hadijaya menjelaskan, target tersebut ditopang oleh industri sektor makanan minuman, air bersih dan perawatan kesehatan.

“Sekitar 90 persen penjualan Lautan Luas adalah untuk pasar Indonesia, dengan sisanya berfokus di kawasan Asia yang masih baik pertumbuhannya,” ulas dia kepada media, Jumat (13/1/2023).

Ia menambahkan, akan terus untuk meningkatkan produksi untuk mencapai tingkat profitabilitas yang lebih baik.

“Pada saat yang sama Lautan Luas juga aktif dalam pengembangan produk baru yang dilakukan dengan fokus terarah,” kata Eurike.
 
Sedangkan hingga Kuartal III-2022 pendapatan emiten industri dasar ini meningkat 27 persen secara tahunan menjadi Rp 6,01 triliun.

Di saat yang sama, emiten ini membukukan kenaikan laba bersih 88,68 persen secara tahunan menjadi Rp 261 miliar.

Sementara itu, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menerangkan, prospek ekonomi dalam negeri pada tahun ini diperkirakan akan cenderung menantang yang akan dipengaruhi oleh outlook ekonomi global yang lesu di tahun ini, imbas sejumlah krisis yang terjadi.

Sehingga, yang diperkuat yaitu dari sisi internal yakni kebijakan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dalam negeri baik dari sisi fiskal maupun moneter.

“Kami juga lihat arah investasi akan cenderung mengarah pada ekonomi berkembang yang lebih menarik di mana salah satunya Indonesia yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Sementara, pasar saham di dalam negeri tahun ini, kami perkirakan masih akan mencatatkan kinerja positif, namun dengan kecenderungan terbatas," jelas Nico.  

Ia menambahkan, sektor industri dasar masuk dalam salah satu sektor prioritas Pilarmas sebagaimana dukungan pemerintah cukup kuat terutama dalam hal hilirisasi dan industrialisasi serta mengubah basis ekonomi dari komoditas menjadi produk yang bernilai tambah. 

Seperti diketahui, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan ada pada level cukup tinggi 4,5 - 5,3 persen pada 2023 dan 4,7 - 5,5 persen pada 2024.

Adapun inflasi akan kian terkendali dan diprakirakan turun dan kembali ke sasaran 3,0±1 persen pada 2023 dan 2,5±1 persen pada 2024.

Dari sektor riil, geliat sektor industri juga masih dapat berlanjut di 2023.
Kemenperin memproyeksi, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nasional sepanjang tahun 2022 mencapai 5,01 persen, dan pada 2023 ditargetkan sebesar 5,1-5,4 persen.
Author: Rizki
Suber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Jimmy Masrin Kurangi Kepemilikan Saham LTLS


Jimmy Masrin selaku Wakil Presiden DIrektur PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 10 November 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Joshua C. Asali Corporate Secretary LTLS Kamis (24/11) menyampaikan bahwa Jimmy Masrin telah menjual saham LTLS sebanyak 30.000 lembar saham di harga Rp1.430-Rp1440 per saham.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Jimmy Masrin di LTLS berkurang menjadi 2.79 juta lembar saham setara dengan 0,18% dibandingkan sebelumnya sebanyak 2,82 lembar saham. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) Siapkan Dana Lunasi Obligasi Jatuh Tempo


PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) menyiapkan dana untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Lautan Luas Tahap II Tahun 2017 Seri B pada tanggal 7 November 2022.

Joshua C Asali Corporate Secretary LTLS dalam keterangan tertulisnya Senin (7/11) memaparkan bahwa LTLS menyiapkan dana sebesar Rp285,5 miliar untuk pelunasan Obligasi yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 November 2022.

Dalam penuturannnya Joshua menambahkan kewajiban penyampaian informasi ini sesuai dengan regulasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor: Kep-00015/BEI/01-2021 dimana disebutkan bahwa kesiapan dana paling lambat 15 hari bursa sebelum jatuh tempo. (end)
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Lautan Luas Catat Pendapatan Sebesar Rp6,01 Triliun Hingga September 2022


PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mencatat pendapatan sebesar Rp6,01 triliun hingga periode 30 September 2022 naik dari Rp4,73 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan perseroan Kamis, laba kotor diraih Rp1,18 triliun naik dari laba kotor Rp902,87 miliar.

Sedangkan laba usaha diraih sebesar Rp490,44 miliar naik dari laba usaha Rp363,11 miliar.

Laba sebelum beban pajak mencapai Rp368,83 miliar naik dari laba sebelum beban pajak Rp275,85 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp261,00 miliar naik dari laba Rp138,33 miliar tahun sebelumnya.

Total aset mencapai Rp6,05 triliun hingga periode 30 September 2022 turun dari total aset Rp6,23 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) Beri Pinjaman USD9,5 Juta Ke Anak Usahanya


PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) memberikan pinjaman pemegang saham kepada anak usahanya yaitu Lautan Luas Singapore Pte. Ltd. pada tanggal 21 September 2022.

"LTLS berikan pinjaman revolving sebesar USD9.555.000 kepada Lautan Luas Singapore Pte. Ltd. dengan peride perjanjian selama 3 tahun sejak tanggal Perjanjian, dan jatuh tempo untuk pinjaman ini akan ditentukan LTLS berdasarkan tertulis kepada LTL Singapore,"tutur Joshua C. Asali Corporate Secretary LTLS, Jumat (23/9) .

Lebih lanjut Joshua memaparkan pinjaman tersebut akan dikenakan bunga 4% per tahun dan Perseroan dapat mengubah bunga dengan memberikan pemberitahuan tertulis.

"Pinjaman ini diberikan kepada LTL Singapore untuk membiayai kegiatan usahanya,"tuturnya.

Sebagai informasi, Perjanjian ini merupakan transaksi afiliasi sesuai regulasi OJK dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 karena LTLS Singapore merupakan anak usaha LTLS dengan kepemilikan saham sebesar 100%.

Joshua menambahkan pemberian pinjaman ini tidak berdampak material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha LTLS. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Jimmy Masrin Kurangi Kepemilikan Saham LTLS

PT Lautan Luas Tbk. (LTLS)

PT Lautan Luas Tbk. (LTLS)
memperoleh informasi dari pemegang saham Perseroan yaitu Jimmy Masrin mengenai penjualan sahamnya pada tanggal 20 September 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Joshua C. Asali Direktur dan Corporate Secretary LTLS Rabu (21/9) menyampaikan bahwa Jimmy Masrin telah menjual saham LTLS sebanyak 500.000 lembar saham.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Jimmy Masrin di LTLS berkurang menjadi 2.825.100 lembar saham dibandingkan sebelumnya sebanyak 3.325.100 lembar. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) Catat Pendapatan Rp4,06 Triliun Hingga Juni 2022


PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mencatat pendapatan Rp4,06 triliun hingga periode 30 Juni 2022 meningkat dari pendapatan Rp3,07 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan perseroan Selasa, laba kotor diraih Rp806,49 miliar naik dari laba kotor Rp603,45 miliar.

Laba usaha juga meningkat menjadi Rp332,36 miliar dari laba usaha Rp224,25 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak diraih Rp255,60 miliar meningkat dibandingkan laba sebelum pajak Rp188,54 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp180,82 miliar naik dari laba Rp77,35 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp6,29 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari total aset Rp6,23 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Caturkarsa Megatunggal Tambah Kepemilikan Saham LTLS


PT Caturkarsa Megatunggal sebagai pemegang saham pengendali PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 8 Juli 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Joshua Chandraputra Asali Direktur- Corporate Secretary LTLS Jumat (15/7) menuturkan bahwa PT Caturkarsa Megatunggal telah membeli sebanyak 29.432.000 lembar saham LTLS di pasar negosiasi dengan harga Rp360 per saham.

"Tujuan pembelian saham tersebut adalah untuk transfer saham dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan PT Caturkarsa Megatunggal di LTLS bertambah menjadi sebanyak 882,8 juta lembar saham setara dengan 56,59% dibandinngkan sebelumnya sebanyak 853,4 juta lembar saham atau 54,71%. (end)

Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PEFINDO NAIKKAN PERINGKAT LAUTAN LUAS MENJADI "idA".


[Saham LTLS] PEFINDO menaikan peringkat PT Lautan Luas Tbk (LTLS), Obligasi Berkelanjutan II/2017 seri B dan Obligasi Berkelanjutan III/2020 menjadi "idA" dari "idA-". Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan ekspektasi kami terhadap indikator rasio struktur modal dan proteksi arus kas yang lebih kuat, didorong oleh perbaikan pengelolaan modal kerja dan permintaan yang stabil seiring dengan pemulihan makroekonomi dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Selama tiga tahun terakhir, Perusahaan secara intensif menurunkan tingkat utang di tengah kontraksi ekonomi dan fluktuasi harga bahan baku, yang menghasilkan profil kredit Perusahaan yang membaik.

Perusahaan berencana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 senilai Rp200,0 yang akan jatuh tempo pada 21 Juni 2022 dengan menggunakan kas internal dan fasilitas kredit dari bank. Per 31 Desember 2021, Perusahaan memiliki kas dan fasilitas bank yang belum digunakan masing-masing senilai Rp499,1 miliar dan USD177,0 juta, yang dianggap memadai untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo.

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat mencerminkan posisi pasar LTLS yang kuat di industri ditopang oleh usaha yang terdiversifikasi dengan baik, operasi bisnis yang terintegrasi dan jaringan distribusi yang baik, serta profit margin yang stabil. Namun, peringkat dibatasi oleh leverage keuangan Perusahaan yang moderat, dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.

Peringkat dapat dinaikkan jika LTLS secara substansial melebihi target pendapatan dan EBITDA secara berkelanjutan, serta terus untuk dapat menurunkan level utang dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Peringkat dapat diturunkan jika arus kas Perusahaan melemah secara substansial sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari ekspektasi dan/atau menarik utang yang lebih tinggi dari proyeksi, tanpa diimbangi dengan peningkatan yang signifikan dalam profil bisnisnya.

LTLS merupakan perusahaan distribusi dan produsen kimia dasar dan khusus terdepan di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1951. Perusahaan memperoleh pendapatan dari tiga divisi: distribusi, manufaktur, dan service. Per 31 Desember 2021, pemegang saham Perusahaan terdiri dari PT Caturkarsa Megatunggal (54,7%), publik (43,6%, masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%), sedangkan sisanya dimiliki oleh manajemen. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

RUPST LAUTAN LUAS SETUJUI BAGIKAN DIVIDEN TUNAI Rp15 PER SAHAM


PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada tanggal 28 Mei 2021.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.083.869.500 saham atau 70,77% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

RUPST menyetujui Laporan Tahunan Direksi Perseroan mengenai kegiatan dan jalannya Perseroan termasuk namun tidak terbatas pada hasil-hasil yang telah tercapai selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja.

Menyetujui penetapan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp75 miliar untuk dana cadangan Perseroan sebesar Rp200 juta guna memenuhi ketentuan Pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan dan dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp15 per saham atau total Rp22,97 miliar kepada pemegang 1.531.503.000 saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Juni 2021.

Jadwal pembagian dividen, Cum Dividen di pasar reguler dan Negosiasi pada tanggal 8 Juni 2021, cum dividen di pasar tunai pada tanggal 10 Juni 2021, Sedangkan Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada tanggal 9 Juni 2021 dan ex dividen di pasar tunai pada tanggal 11 Juni 2021, Tanggal Daftar Pemegang Saham yang Berhak Dividen (Recording Date) pada tanggal 10 Juni 2021 dan Pembayaran Dividen Tunai jatuh pada tanggal 22 Juni 2021.

Dalam RUPSLB, para pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. (end)

Sumber: IQPLUS

Analisa Saham BMRI, BWPT, ICBP, INTP, LTLS dan UNVR | 16 Mei 2018


Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan tren pelemahan, setelah sepanjang transaksi kemarin bermain zona merah dan berakhir di level 5.838.
Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta, mengatakan kemarin IHSG melemah 1,84 persen ke level 5.838. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada di level 5.801 dan 5.763.
Sementara itu, resisten pertama dan kedua berada di level 5.907 dan 5.977. "Indikator MACD berhasil membentuk golden cross di area negatif," kata Nafan, dalam riset harian yang dirilis di Jakarta, Rabu (16/5).
Nafan menyebutkan, indikator stochastic dan RSI berada di area netral. Namun, terlihat pola bearish engulfing line candlestick yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan. " IHSG berpotensi menuju ke area support," ucapnya.
Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi enam saham berikut:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Daily (Rp6.850) (RoE: 12,14 persen, PER: 15,56x; EPS: 446,75; PBV: 1,89x; Beta: 1,63). Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.800-6.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.100, 7.200 dan 7.500. Support: Rp6.500.

2. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), Daily (Rp180) (RoE: -4,99 persen, PER: -18,52x; EPS: -9,72; PBV: 0,93x; Beta: 0,88). Terlihat pola bullish stick sandwich candlestick yang mengindikasikan ada potensi stimulus beli. "Beli" pada kisaran Rp172- 182, dengan target harga secara bertahap di level Rp197 dan Rp214. Support: Rp165.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Daily (Rp8.200) (RoE: 21,55 persen, PER: 19,83x; EPS: 414,68; PBV: 4,26x; Beta: 1,11). Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka membentuk pola uptrend. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp8.125-8.225, dengan target harga secara bertahap di level Rp8.500, 8.800 dan 9.100. Support: Rp8.125 dan 8.050.

4. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Daily (Rp18.800) (RoE: 4,22 persen, PER: 66,51x; EPS: 285,68; PBV: 2,8x; Beta: 1,38). Saat ini terlihat pola tweezer top candlestick yang mengindikasikan ada potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Sell on Strength" pada kisaran Rp18.900- 19.600. Resistance: Rp20.000.

5. PT Lautan Luas Tbk (LTLS), Daily (670) (RoE: 9,82 persen, PER: 5,29x; EPS: 126,64; PBV: 0,51x, Beta: 1,26). Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka membentuk pola uptrend. Selain itu, terlihat pola bullish pin bar candle yang mengindikasikan ada potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp640-675, dengan target harga secara bertahap di level Rp690, 745 dan 760. Support: Rp630.

6. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Daily (Rp47.450) (RoE: 87,66 persen, PER: 49,49x; EPS: 967,96; PBV: 43,55x; Beta: 0,5). Pergerakan harga telah menguji garis MA 10, sehingga diharapkan peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp47.000-48.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp50.800 dan Rp51.800. Support: Rp46.000. (Budi/ef)

INdopremier

Berita Saham LTLS | 29 Maret 2018

Berita Saham LTLS
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) meraih kenaikan laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 149,4 persen hingga 31 Desember 2017 menjadi Rp149,89 miliar dibandingkan laba Rp60,09 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan meningkat menadi Rp6,59 triliun dari Rp6,43 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp1,20 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp1,15 triliun.

Sementara laba usaha mencapai Rp366,35 miliar meningkat dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp341,66 miiar dan laba sebelum pajak diraih Rp251,78 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp141,34 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp5,76 triliun hingga 31 Desember 2017 naik dari total aset Rp5,65 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham LTLS | 9 November 2017

Berita Saham LTLS

PT Lautan Luas Tbk (LTLS) akan merilis obligasi senilai Rp 650 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan II LTLS maksimal Rp 1 triliun.

Berdasarkan prospektus perusahaan, Kamis (9/11), obligasi senilai Rp 650 miliar itu merupakan penerbitan Tahap II. Adapun peneribitan tahap I sejumlah Rp 200 miliar sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

Obligasi LTLS Tahap II itu terbagi dalam dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 364,5 miliar dengan kupon 9% per tahun dan tenor selama tiga tahun hingga 28 November 2020.

Lalu, Seri B memiliki nilai pokok Rp 285,5 miliar. Adapun kupon yang ditetapkan sebesar 10% dengan tenor hingga 2022.

Seluruh dana hasil obligasi LTLS akan digunakan untuk modal kerja. Obligasi LTLS tahap II ini memperoleh rating idA- dari lembaga Pemeringkat Pefindo.

Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, Maybank Kim Eng Securities, Samuel Sekuritas Indonesia dan Trimegah Sekuritas Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi.

Tanggal efektif obligasi LTLS sudah diperoleh pada 15 Juni 2017. Masa penawaran umum baru akan dilakukan pada 21 November hingga 23 November mendatang.

Tanggal penjatahan dijadwalkan pada 24 November untuk kemudian dilanjutkan dengan tanggal pembayaran dari investor pada 27 November. Adapun tanggal pencatatannya dilakukan pada 29 November.