Tampilkan postingan dengan label Saham SQMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SQMI. Tampilkan semua postingan

Chong Thim Pheng Tambah Kepemilikan Saham SQMI

Dato' Sri Chong Thim Pheng selaku pemegang saham PT. Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 30 Januari 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Dato' Sri Chong Thim Pheng Jumat (3/2) menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 5 juta lembar saham SQMI di harga Rp65 per saham senilai Rp325 juta.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Personal Investment,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Dato' Sri Chong Thim Pheng di SQMI secara tidak langsung menjadi 480.000.000 lembar saham dan secara langsung menjadi menjadi 568.731.343 lembar saham setara dengan 6,75% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,043 miliar lembar saham setara dengan 6,72%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  

Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

WILTON RESOURCES HOLDING KANTONGI Rp21,99 MILIAR DARI HASIL JUAL SAHAM SQMI


Wilton Resources Holding Pte. Ltd telah melakukan divestasi kepemilikan sahamnya di PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI). Dari hasil penjualan saham SQMI, diperkirakan perusahaan asal Singapura tersebut mengantongi dana segar sekitar Rp21,99 miliar.

Dalam keterangan tertulis, tercatat, penjualan saham di lakukan pada tanggal 14 Oktober 2021. Jumlah saham yang di lepas sebanyak 203.703.703 lembar saham.

"Saham SQMI di jual di harga Rp108 per saham dengan tujuan Share Sale and Buyback Agreement,"tulis Manajemen SQMI.

Dengan demikian pasca penjualan saham itu, maka kepemilikan saham Wilton Resources Holding Pte. Ltd di SQMI berkurang menjadi 13.808.011.288 lembar saham 89%, dari sebelumnya 14.031.714.991 lembar saham atau 90,31%. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | DIVA, NFCX, PSAB, SQMI


Daily Technical 31 Januari 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 31 Januari 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -55,44 poin (-0.90%) menuju level 6.057,59 pada perdagangan hari Kamis 30 Januari 2020 kemarin. Rebound gagal lagi dan kini IHSG menuju konfirmasi pola triple top pada support 6.020.
Secara teknikal sudah terkonfirmasi strong downtrend, dengan volume perdagangan yang tipis karena efek pemblokiran akun di beberapa sekuritas yang sedang diperiksa terkait kasus Jiwasraya dan Asabri.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak menurun dalam range 6.020 s/d 6.100.

DIVA
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 2460, mengawali penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 2460 s/d 2500, TP 2700, stop loss <2400 .="" p="">Support: 2400.
Resistance: 2570.

NFCX
Testing Support: Menguji support trend line pada 2730, jika mampu bertahan maka penguatan berlanjut kembali.
Rekomendasi: Buy 2750 s/d 2810, TP 3000 s/d 3300, stop loss <2730 .="" p="">Support: 2730.
Resistance: 3000.

PSAB
Testing Resistance: Menguji resistance pada 262, jika mampu breakout akan menjadi sinyal penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy on breakout 262, TP 274 s/d 280, stop loss <250 .="" p="">Support: 250.
Resistance: 262.

SQMI
Pattern Confirmation: Melanjutkan uptrend dengan pola higher low.
Rekomendasi: Buy and hold >250, TP 300 s/d 312.
Support: 250.
Resistance: 300.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Saham SQMI | PT Renuka Coalindo Tbk Resmi Bersalin Nama


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) resmi bersalin nama menjadi PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. Perubahan nama ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 9 Oktober 2019 silam.

Melansir dari keterbukaan informasi tertanggal 15 November 2019, manajemen SQMI juga mengaku telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia tertanggal 21 Oktober  2019.

Adapun penggunaan nama baru ini secara efektif akan diberlakukan pada perdagangan Senin (18/11) dengan nama  PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. Meski demikian, Wilton Makmur Indonesia Tbk tetap menggunakan ‘SQMI’ sebagai kode sahamnya.

Ke depan, emiten dengan kode saham SQMI ini sedang membangun fasilitas pabrik pengolahan emas di Ciemas, Jawa Barat. Pabrik ini diekspektasikan bakal beroperasi pada awal 2020 dan saat ini sudah mencapai 95% dari target pembangunan.

“Tambang emas tetap sesuai target, di awal tahun depan,” ujar Sekretaris Perusahaan SQMI M. Noor Syahriel kepada Kontan.co.id, Minggu (17/11).

Syahriel bilang, pabrik pengolahan emas itu berkapasitas sekira 500 ton emas per hari. SQMI pun menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 20 juta guna merealisasikan pabrik emas ini.

Sembari menunggu tambang emas beroperasi, SQMI akan menjamin bahwa pendapatannya akan tetap terjaga. Meskipun saat ini pabrik emas SQMI belum beroperasi secara penuh, Syahriel mengaku ada produksi emas yang dilakukan meski dalam skala yang terbatas.

Syahriel mengatakan, SQMI akan melakukan penjualan emas secara berkala. Namun, ia belum bisa mengungkapkan angka spesifik terkait pendapatan dan penjualan SQMI hingga akhir tahun.

“Mengenai penjualan secara berkala, kami tidak menargetkan secara spesifik. Dikarenakan penjualan ini adalah untuk memenuhi ketentuan bursa agar jangan sampai zero revenue,"  lanjutnya.

Meski demikian, Syahriel optimistis ketika pabrik pengolahan emas sudah beroperasi penuh, maka akan berdampak positif bagi kinerja SQMI.

Oleh karena itu, untuk sementara ini Syahriel mengatakan produktivitas SQMI mungkin bisa dilihat dari pertumbuhan kapasitas persediaan emasnya, bukan dari penjualan. Karena penjualan secara jumlah dan nilai tidaklah signifikan.

Sementara itu, ia mengatakan SQMI belum memiliki rencana bisnis lainnya dalam waktu dekat ini selain pengoperasian tambang emas.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu menilai, peralihan bisnis SQMI menjadi produsen emas merupakan strategi yang tepat. Sebab, saat ini harga komoditas emas sedang dalam tren dan digandrungi sebagai safe haven di pasar global.

Ia melihat, keberadaan pabrik emas ini mampu mendorong kinerja keuangan perusahaan. Akan tetapi, ia mengaku belum bisa memproyeksikan performa dari pabrik emas tersebut.

“Karena secara historis bisnis emas ini baru mulai dan beroperasi pada 2020 mendatang,” ujar Dessy.

Jika menilik kinerja SQMI, pada semester I 2019 emiten ini tidak mencatatkan pendapatan sama sekali. Hingga kuartal III 2019 pun SQMI masih nihil pendapatan.

Hal inilah yang kemudian membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara (mensupensi) perdagangan saham SQMI pada 30 September 2019.

Namun, pada Rabu (9/10), SQMI menerbitkan dua laporan keuangan. Laporan keuangan pertama adalah periode per September 2019, di mana dalam laporan keuangan tersebut SMQI tidak mencatatkan pendapatan.

Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, SMQI mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 4,32 miliar.

Sementara pada laporan keuangan yang tidak diaudit per tanggal 4 Oktober 2019, SQMI mencatat pendapatan sebesar Rp 2,31 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan emas kepada PT Indah Golden Signature.

Saham SQMI | BEI CERMATI POLA TRANSAKSI SAHAM SQMI


IQPlus, (07/11) - Bursa Efek mencermati pola transaksi saham Renuka Coalindo Tbk (SQMI) karena telah terjadi peningkatan harga dan atkivitas saham yang di luar kebiasaan (UMA).

Menurut keterangan BEI Kamis disebutkan, informasi terakhir mengenai perusahaan adalah pada 1 November 2019 terkait laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatakn persetujuan pemegang saham.

Harga saham perseroan pada 24 Oktober 2019 masih berada di level Rp246 per lembar dan naik hingga berada di level Rp560 pada penutupan perdagangan 6 November 2019 kemarin. (end)

Saham SQMI | RENUKA JUAL EMAS SENILAI Rp2,3 MILIAR KE INDAH GOLDEN SIGNATURE

PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) melalui anak usahanya PT Wilton Wahana Indonesia (WWI) pada 4 Oktober lalu telah menjual sebagian emas yakni sebanyak 3,443 kilogram.

Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Senin disebutkan, penjualan dilakukan dengan harga spot lokal senilai Rp678.286 per gram dengan nilai total pendapatan setelah memperhitungkan diskon serta royalty maka pendapatan bersih yang dibukukan group sebesar Rp2,32 miliar.

Adapun pembeli emas grup perseroan adalah PT Indah Golden Signature. Sementara fasilitas pengolahan belum dapat beroperasi secara penuh, maka grup perseroan berencana untuk secara berkala menjual emas hasil trial production agar menjadi pendapatan grup perseroan yang berkesinambungan. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/sqmi-renuka-jual-emas-senilai-rp2-3-miliar-ke-indah-golden-signature,79080231.html

Berita Saham SQMI | 10 Desember 2018

BEI HENTIKAN SEMENTARA PERDAGANGAN SAHAM SQMI DAN POLA SERTA POLA-W.
IQPlus, (10/12) - Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) dan saham serta Waran Seri ! PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) mulai sesi pertama perdagangan saham Senin ini karena telah mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Menurut keterangan BEI disebutkan suspensi dilakukan dalam rangka cooling down dimana suspensi dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai hingga pengumuman lebih lanjut.

Harga saham SQMI masih berada di level Rp189 pada 27 November 2018 dan ditutup menguat di level Rp785 pada 7 Desember 2018. Sedangkan harga saham POLA masih berada di level Rp228 pada 16 November 2018 dan ditutup di level Rp1.790 pada 7 Desember 2018.

Sedangkan waran POLA pada 16 November 2018 masih di level Rp298 dan ditutup di level Rp1.310 pada 7 Desember 2018.(end)