Tampilkan postingan dengan label Saham DIVA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham DIVA. Tampilkan semua postingan

Soteria Wicaksana Tambah Kepemilikan Saham DIVA


PT Soteria Wicaksana Investama selaku pemegang saham PT. Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Maret 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Raymond Loho Direktur Utama DIVA Senin (3/4) menyampaikan bahwa PT Soteria Wicaksana telah membeli sebanyak 7.979.732 lembar saham DIVA di harga Rp2.070 per saham.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Sebagai informasi, Soteria Wicaksana juga pernah membeli saham DIVA sebanyak sebanyak 7.979.600 lembar saham DIVA di harga Rp2.080 per saham pada tanggal 28 Februari 2023.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT Soteria Wicaksana Investama di DIVA bertambah menjadi 276,9 juta lembar saham setara dengan 19,38% dibandingkan sebelumnya sebanyak 268,9 juta lembar saham setara dengan 18,82%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Distribusi Voucher (DIVA) Simpan Dana Ipo Rp41,6 Miliar


PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) emiten bidang usaha Jasa Teknologi Informasi dan Digital menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 31 Desember 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Raymond Loho Direktur Utama DIVA Senin (16/1) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil IPO efektif tanggal 27 Desember 2018 sebesar Rp632,1 miliar dengan biaya sebesar Rp19,9 miliar. Dengan demikian maka DIVA mendapatkan hasil bersih IPO sebesar Rp612,1 miliar.

DIVA merealisasikan dana IPO untuk Peningkatan modal kerja sebesar Rp367,1 miliar dan sebesar Rp203,1 miliar untuk peningkatan Investasi di bidang Teknologi Informasi.

Selanjutnya DIVA menggunakan sebesar Rp155,2 juta untuk pengembangan dan pembinaan SDM sehingga DIVA sudah menggnunakan dana IPO sebesar Rp570,4 miliar.

Raymond menambahkan DIVA masih menyimapan sisa dana IPO sebesar Rp41,6 miliar dengan rincian sebagai Deposito di Bank QNB Indonesia sebesar Rp30 miliar dengan bunga 4,60% serta di Bank BCA sebesar Rp11,6 miliar dengan bunga 1,70%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Soteria Wicaksana Beli 7 Juta Saham DIVA


PT Soteria Wicaksana Investama sebagai pemegang saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah melakukan pembelian sahamnya pada tanggal 30 Desember 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Raymond Loho Direktur Utama DIVA Selasa (3/1) menyampaikan bahwa PT Soteria Wicaksana telah membeli sebanyak 7.979.600 lembar saham DIVA harga Rp2 100 per lembar saham senilai Rp16,7 miliar.

"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya

Pasca pembelian, maka kepemilikan PT. Soteria Wicaksana atas saham DIVA bertambah menjadi 252,9 juta lembar saham atau setara dengan 17,7% dibandingkan sebelumnya sebanyak 244,9 juta lembar saham setara dengan 17,14%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) Catat Penjualan Neto Rp2,32 Triliun Hingga Juni 2022


PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) mencatat penjualan neto Rp2,32 triliun hingga periode 30 Juni 2022 turun dari penjualan neto Rp2,39 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp2,27 triliun dari beban pokok pendapatan Rp2,35 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp51,17 miliar dari laba kotor Rp44,57 miliar.

Beban usaha naik menjadi Rp45,41 miliar dari Rp41,43 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp5,75 miliar dari laba usaha Rp3,14 miliar.

Penghasilan lain-lain neto turun menjadi Rp92,71 miliar dari penghasilan lain-lain neto Rp679,88 miliar terutama karena penurunan keuntungan investasi lainnya menjadi Rp94,13 miliar dari Rp682,73 miliar tahun sebelumnya membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp98,47 miliar dari laba sebelum pajak Rp683,03 miliar.

Laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp92,07 miliar dari laba neto Rp682,11 miliar tahun sebelumnya.

Total aset mencapai Rp2,44 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari total aset Rp2,36 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

DIVA CATAT KENAIKAN PENDAPATAN 45,5% CAPAI Rp3,6 TRILIUN DI KUARTAL III 2021.


PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) mencatat kenaikan pendapatan di sembilan bulan pertama sebesar 45,5% YoY dari Rp2,5 triliun pada 9M20 menjadi Rp3,6 triliun pada 9M21. Hal itu berkat kinerja penjualan produk digital yang kuat serta aksi di segmen layanan keuangan digital.

Dalam keterangan tertulisnya, Manajemen DIVA menyebutkan, margin kotor turun, menetap dari 2,9% di 9M20 menjadi 2,0% pada 9M21, kemungkinan menanggapi pandemi yang sedang berlangsung. Sementara itu, jaringan UKM yang agresif dan perluasan fasilitas umum telah mendorong kenaikan biaya operasional (opex) yang tidak dapat dihindari, naik 25,5% YoY, dari Rp48,7 miliar pada 9M20 menjadi Rp61,1 miliar pada 9M21.

Namun, dalam hal persentase terhadap penjualan, rasio opex benar-benar menetap, turun dari 2,0% di 9M20 menjadi 1,7% pada 9M21. Oleh karena itu, penurunan di tingkat EBITDA berhasil dibendung, hanya sebesar 28,7% YoY, dari Rp30,2 miliar pada 9M20 menjadi Rp21,6 miliar pada 9M21.

Sebagai catatan positif, arus kas operasi berhasil bergeser ke atas, dari selatan ke utara, naik dari arus keluar bersih sebesar Rp71,5 miliar pada 9M20 menjadi arus masuk bersih sebesar Rp7,0 miliar pada 9M21. Hal ini dihasilkan berkat kebangkitan yang signifikan dalam manajemen modal kerja. Siklus konversi uang tunai juga mengalami penurunan yang menggembirakan, menyusut dari 39 hari di 9M20 menjadi 27 di 9M21. Sementara hari sebelumnya (dibandingkan dengan COGS) juga turun, dari 14 hari di 9M20 menjadi hanya 5 di 9M21.

Penambahan bobot juga merupakan kinerja laba bottom-line DIVA yang tinggi, laba bersih yang dapat diatribusikan pada 9M21 dikalikan 47,9x YoY menjadi Rp1,3 triliun, melonjak dari Rp26,1 miliar pada 9M20. Hal itu, didorong oleh keuntungan investasi di PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), dan perusahaan induknya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). (end/as)

Sumber : IQPLUS




Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PENJUALAN PT DISTRIBUSI VOUCHER NUSANTARA CAPAI Rp2,39 TRILIUN HINGGA JUNI 2021


Penjualan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) mencapai Rp2,39 triliun hingga periode 30 Juni, 2021 naik dari penjualan Rp1,78 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp2,35 triliun naik dari Rp1,73 triliun.

Laba kotor turun menjadi Rp44,57 miliar dari laba kotor Rp48,51 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha naik menjadi Rp41,43 miliar dari beban usaha Rp32,61 miliar dan laba usaha turun menjadi Rp3,14 miliar dari laba usaha Rp15,89 miliar.

Total penghasilan lain-lain melonjak menjadi Rp679,88 miliar dari Rp3,03 miliar setelah naiknya keuntungan investasi lainnya menjadi Rp682,73 miliar dari Rp7,13 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat Rp683,03 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp18,93 miliar tahun sebelumnya.

Laba neto yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp682,11 miliar naik dari laba neto Rp16,92 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp1,84 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total aset Rp1,15 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

[DIVA] PT Distribusi Voucher Nusantara Tandatangani Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi


PT Distribusi Voucher Nusantara (DIVA) menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan melakukan penandatanganan perjanjian penerbitan obligasi konversi, dengan nilai sebesar Rp68 miliar. Aksi tersebut dilakukan pada tanggal 29 Maret 2021.

Raymond Loho, Direktur Utama DIVA mengatakan, berdasarkan Perjanjian Penerbitan Obligasi Konversi tersebut, Pihak yang melakukan penandatanganan perjanjian adalah PT. Qerja Manfaat Bangsa dengan PT. Distribusi Voucher Nusantara Tbk. Hubungan afiliasi pada pengurus terhadap Pihak-pihak yang melakukan penandatanganan perjanjian.

"Perjanjian Penerbitan telah memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk tertanggal 23 Maret 2021,"kata Raymond, dalam keterangan tertulisnya, Kamis. (end)

Sumber: IQPLUS

DISTRIBUSI VOUCHER RAIH LABA Rp93,64 MILIAR HINGGA DESEMBER 2019 | SAHAM DIVA



IQPlus, (15/05) - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) meraih lonjakan laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp93,64 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari laba Rp9,85 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, penjualan neto Rp3,55 triliun naik dari penjualan Rp1,49 triliun tahun sebelumnya dan beban pokok penjualan naik menjadi Rp3,45 triliun dari Rp1,42 triliun.

Laba kotor diraih Rp102,67 miliar dari laba kotor Rp62,92 miliar tahun sebelumnya. Beban usaha naik jadi Rp59,97 miliar dari beban usaha Rp39,76 miliar sementara laba usaha diraih Rp42,70 miliar dari laba usaha Rp23,16 miliar tahun sebelumnya.

Penghasilan lain-lain neto Rp66,02 miliar setelah mencatat beban lain-lain neto Rp6,60 miliar dan laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp108,72 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp16,60 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp1,09 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp855,69 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | DIVA, NFCX, PSAB, SQMI


Daily Technical 31 Januari 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 31 Januari 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -55,44 poin (-0.90%) menuju level 6.057,59 pada perdagangan hari Kamis 30 Januari 2020 kemarin. Rebound gagal lagi dan kini IHSG menuju konfirmasi pola triple top pada support 6.020.
Secara teknikal sudah terkonfirmasi strong downtrend, dengan volume perdagangan yang tipis karena efek pemblokiran akun di beberapa sekuritas yang sedang diperiksa terkait kasus Jiwasraya dan Asabri.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak menurun dalam range 6.020 s/d 6.100.

DIVA
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 2460, mengawali penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 2460 s/d 2500, TP 2700, stop loss <2400 .="" p="">Support: 2400.
Resistance: 2570.

NFCX
Testing Support: Menguji support trend line pada 2730, jika mampu bertahan maka penguatan berlanjut kembali.
Rekomendasi: Buy 2750 s/d 2810, TP 3000 s/d 3300, stop loss <2730 .="" p="">Support: 2730.
Resistance: 3000.

PSAB
Testing Resistance: Menguji resistance pada 262, jika mampu breakout akan menjadi sinyal penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy on breakout 262, TP 274 s/d 280, stop loss <250 .="" p="">Support: 250.
Resistance: 262.

SQMI
Pattern Confirmation: Melanjutkan uptrend dengan pola higher low.
Rekomendasi: Buy and hold >250, TP 300 s/d 312.
Support: 250.
Resistance: 300.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

DIVA | DIVA SECARA RESMI BERINVESTASI DI PAWOON


IQPlus, (06/08) - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (.DIVA.) mengumumkan bahwa Perusahaan telah secara resmi melakukan investasi sebesar 30,0% atas kepemilikan saham di PT Alphanovation Digital Teknindo (AAT), pengembang "Pawoon", Platform Point Of Sale (POS) online berbasis cloud terkemuka. Dengan investasi ini, DIVA dan AAT berharap dapat mempercepat ekspansi bisnis mereka lebih cepat melalui berbagai inisiatif sinergis, terutama di bidang pengembangan teknologi dan inovasi produk, serta penjualan & pemasaran.

Dian Kurniadi, Direktur DIVA, menjelaskan dalam keterangan yang dikutip Senin, dengan inventaris produk yang kaya dari DIVA, infrastruktur yang mapan, jangkauan pasar nasional dan koneksi bisnis yang dimiliki.

"kami bermaksud untuk memanfaatkan keunggulan kompetitif yang melekat dari Pawoon, yang memungkinkan pengembangan yang lebih luas dan lebih cepat. Platform dan basis pelanggan yang besar yang telah dimiliki Pawoon akan meningkatkan kekuatan bisnis DIVA secara luar biasa. Sebagai awal, DIVA dan AAT telah bersama-sama meluncurkan produk "smart outlet" baru, menyatukan teknologi smart outlet DIVA dengan platform POS Pawoon. Kami merasa gembira bahwa produk ini telah menerima sambutan yang luar biasa dari pasar, dimana jumlah pengiriman produk telah mencapai 900 unit hingga Juli 2019," ujar Dian.

Ahmad Gadi, Pendiri Pawoon, yang menyatakan sebagai salah satu perusahaan baru yang tumbuh paling cepat di Indonesia, Pawoon berharap dapat berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui pemberdayaan digital UKM.

"Kami perhatikan bahwa aplikasi POS Pawoon saat ini digunakan oleh lebih dari 10.000 pedagang, di lebih dari 200 kota di seluruh Indonesia. Dengan bergabung dengan ekosistem DIVA dan berintegrasi dengan infrastruktur yang relevan, kami sekarang dapat mengakses pasar yang lebih luas dan lebih dalam, memberikan lebih banyak fitur serta penawaran produk & layanan dalam platform kami, mulai dari produk digital, pengaktifan pembayaran dan perbankan hingga pembiayaan, logistik & pemenuhan supply chain. Oleh karena itu, guna mewujudkan impian kami untuk menjadi unicorn Indonesia selanjutnya, bersama DIVA kami bergerak bersama guna menuju kesuksesan dalam waktu dekat. " tutupnya. (end)

Berita Saham DIVA | 14 Desember 2018

DIVA BELI 40% SAHAM BERKAH OMEGA SUKSES.
IQPlus, (13/12) - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah melakukan pengambilalihan saham pada PT Berkah Omega Sukses (BOS) pada 11 Desember 2018.

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, perseroan membeli sebanyak 40% saham PT Berkah Omega Sukses (BOS) dengan nilai transaksi Rp51 juta.

Terdapat hubungan terafiliasi pada pengurun dan pemegang saham dimana transaksi ini diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha utama perseroan. (end)


IPO PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA)

Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Investment Information Team

IPO PT Distribusi Voucher Nusantara  Tbk (DIVA)

Pada hari ini (27/11/2018), PT Distribusi Voucher Nusantara  Tbk (DIVA) mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT Kresna Sekuritas selaku Penjamin pelaksana Emisi Efek.

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk merupakan anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), yang bergerak di bidang digitalisasi pengusaha berkategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan teknologi chatbox ataupun smart outlets.

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 214,28 juta lembar saham baru atau sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 2.950 per saham.

Pada IPO ini DIVA dapat mengantongi dana sebesar Rp 632,14 miliar.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO saham ini akan digunakan untuk:
- Pembelian persediaan barang dagang sebesar 55%
- Investasi di bidang teknologi informasi sebesar 40%.
- sisanya untuk pengembangan sumber daya manusia perseroan sebesar 5%