Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Saham CTRA | PENDAPATAN CIPUTRA DEVELOPMENT Rp4,65 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER

IQPlus, (31/10) -  PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meraih pendapatan Rp4,65 triliun hingga periode 30 September 2019 turun tipis dari Rp4,69 triliun di periode sama tahun sebelumya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, laba kotor turun menjadi Rp2,26 triliun dari Rp2,29 triliun. Laba usaha turun menjadi Rp1,13 triliun dari laba usaha Rp1,25 triliun tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak final turun menjadi Rp638,26 miliar dari laba sebelum pajak final tahun sebelumnya yang Rp839,19 miliar.Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi  Rp409,23 miliar dari laba Rp579,81 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp35,49 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari total aset Rp34,29 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham TOWR | SARANA MENARA NUSANTARA ALAMI PENURUNAN LABA 6,39%

IQPlus, (31/10) -  PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 6,39% hingga periode 30 September 2019 menjadi Rp1,597 triliun dari laba Rp1,705 triliun.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan meningkat menjadi Rp4,65 triliun dari Rp4,35 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp3,28 triliun dari laba bruto Rp3,25 triliun.

Laba usaha turun menjadi Rp2,75 triliun dari laba usaha Rp2,87 triliun dan laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp1,99 triliun turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp2,28 triliun.

Total aset perseroan mencapai Rp25,94 triliun hingga 30 September 2019 naik dari total aset Rp22,96 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham SMRA | SUMMARECON AGUNG RAIH PERTUMBUHA LABA 54,71%

IQPlus, (31/10) - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) meraih pertumbuhan laba sebesar 54,71% hingga periode 30 September 2019 menjadi Rp314,61 miliar dari laba Rp203,35 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan neto naik menjadi Rp4,41 triliun dari Rp4,02 trilin dan laba kotor meningkat menjadi Rp2,05 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp1,91 triliun.

Laba usaha naik menjadi Rp1,09 triliun dari laba usaha Rp1,05 triliun dan laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp419,99 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp399,08 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp23,88 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari total aset Rp23,30 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham INDS | INDOSPRING ALAMI PENURUNAN LABA JADI Rp40,2 MILIAR

IQPlus, (31/10) - PT Indospring Tbk (INDS) alami penurunan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp40,2 miliar hingga periode yang berakhir 30 September 2019 dibandingkan laba Rp110,9 miliar yang diraih pada periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan kamis menyebutkan, penjualan dan pendapatan usaha turun menjadi Rp1,5 triliun dari penjualan dan pendapatan usaha Rp1,75 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto turun menjadi Rp220,90 miliar dari laba bruto Rp279,58 miliar, pendapatan keuangan turun menjadi Rp2,89 miliar hingga periode 31 september 2019 dari pendapatan keuangan Rp2,79 miliar.

Sedangkan jumlah laba sebelum pajak penghasilan turun sebesar Rp52,78 miliar dari laba usaha Rp147,13 miliar dan pendapatan pajak turun menjadi Rp12,57 miliar dari pendapatan pajak Rp36,50 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas naik menjadi Rp290,61 miliar dari jumlah liabilitas Rp288,10 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp2,46 triliun hingga 30 Septem…

Saham ACES | LABA ACE HARDWARE TUMBUH 4,27% HINGGA SEPTEMBER 2019

IQPlus, (31/10) -  PT Ace Hardware Tbk (ACES) meraih pertumbuhan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 4,27% hingga periode 30 September 2019 menjadi Rp727,16 miliar dari laba Rp697,37 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, penjualan bersih meningkat menjadi Rp5,97 triliun dari Rp5,16 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp2,83 triliun dari laba kotor Rp2,48 triliun.

Sedangkan laba usaha naik menjadi Rp927,98 miliar dari laba usaha Rp885,34 miliar dan laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp904,58 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp869,45 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp5,49 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari total aset Rp5,32 triliun yang tercatat hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Rekomendasi Saham IPOT | BBNI, UNTR, ISAT

IHSG (6.265-6.325) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.325 kemudian 6.355 dengan support di level 6.265 dan 6.235.
BBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.900 kemudian 8.075 dengan support di level 7.575, cut loss jika break 7.425.
UNTR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 22.075 kemudian 22.425 dengan support di level 21.275 cut loss jika break 20.925.
ISAT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.280 kemudian 3.340 dengan support di level 3.170, cut loss jika break 3.130.
XPID (Buy) : Target kenaikan harga pada level 544 kemudian 547 dengan support di level 538, cut loss jika break 535.
XPDV (Buy) : Target kenaikan harga pada level 480 kemudian 483 dengan support di level 475, cut loss jika break 473.
XIJI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 713 kemudian 718 dengan support di level 705, cut loss jika break 699.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mzq

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | AALI, ASII, TLKM, WIKA

Daily Technical 30 Oktober 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 30 Oktober 2019.

IHSG ditutup menguat sebesar 15,75 poin (+0.25%) menuju level 6.281,13 pada perdagangan hari Selasa 29 Oktober 2019 kemarin. IHSG menguji resistance 6.300, terbebas dari sentimen eksternal selagi menanti hasil perundingan dagang AS – China. Saat ini Anda dapat manfaatkan untuk trading jangka menengah pada sektor otomotif dan properti yang tertinggal efek pemangkasan suku bunga.
Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.250 s/d 6.300.

AALI
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 (bagian
dilingkari pada gambar) pada 10800.
Rekomendasi: Buy and hold >10800, TP 12000.

ASII
Pattern Confirmed: Mengkonfirmasi pola double bottom pada perdagangan
kemarin. Kini bersiap untuk menguat kembali menuju resistance berikutnya
pada 7000.
Rekomendasi: Hold/Buy on breakout 7000, TP 7250 s/d 7700, stop loss <6750 .="" p="">
TLK…

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas : TLKM, SMRA, EXCL

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Okt  31, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,295.75 (+0.23%), consolidation, trading range 6,260 – 6,320. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,250 dan resistance di 6,320. Cut loss level di 6,186.

TLKM Weekly  4,270(-0.23%) trading buy, trading range 4,170 – 4,390. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Weekly support  di 4,170 sementara itu weekly resistance  di 4,390. Cut loss level  di  4,130.

SMRA Daily  1,180 (-0.84%), trading buy , trading range 1,120 – 1,260. indikator MFI optimized masih bergerak naik. Sementara itu indikator W%R optimized dan W%R optimized akan cenderung konsolidasi. Weekly support  di1,120 sementara itu weekly  resistance  di 1…

Analisa Saham ASII dan BKSL

Saham ASII
Saham ASII berhasil rebound sesuai perkiraan kami, dan telah berhasil mencapai target di 6.925. Kemampuan ASII untuk bertahan diatas 6.925 dan melanjutkan penguatannya akan mengkonfirmasi terbentuknya pola bullish reversal double bottom dengan target menuju kisaran 7.600-7.650 dan minor target di 7.300-7.350. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik diatas centreline mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak dalam tren positif. Rekomendasi: Hold. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal bertahan di 6.750. https://step-trader.com/2019/10/30/asii-reboumd-as-expected-what-next/
Saham BKSL
BKSL tengah menguji area resisten konsolidasi di 123 setelah berhasil menguat menembus downtrend resist line-nya. Jika area 123 dapat dilampaui, terbuka ruang kenaikan menuju 131. Level 131 merupakan area penentuan tren jangka menengah BKSL . Jika berhasil dilampaui, saham ini berpeluang bergerak bullish jangka menengah menuju 144 dengan minor target 136. MACD yang meningkat menunju…

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas : ACES, ADRO, BBTN, BNGA, HMSP, SMRA

IHSG Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini akan melanjutkan proses kenaikan, setelah kemarin ditutup menguat sebesar 0,23 persen ke level 6.295. Sejauh ini indikator MACD , Stochastic maupun indikator RSI masih menunjukkan sinyal yang positif. Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju area resistance. Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.224 dan 6.207, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.342 dan 6.369. Saham Pilihan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Daily (Rp1.750) (RoE: 21,23%; PER: 31,63x; EPS: 55,48; PBV: 6,73x; Beta: 1,52). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-120 dan 200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.735-1.755, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.780, 1.850, 1.925 dan 2.000. Support: Rp1.735 dan 1.700. PT Adaro …

Analisa Saham PGAS dan PTPP

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
Secara teknikal,saham PGAS saat ini sudah ada pada akhir dari wave [v] dari wave 5 dari wave [C], dimana penguatan PGAS sudah relatif terbatas dan rentan untuk terkoreksi. Terlihat indikator RSI dan Stochastic sudah menunjukkan jenuh beli dan pelemahan.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 2.230
Resistance: Rp 2.500 
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)
Secara teknikal, terlihat pola bearish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar. Hal itu juga didukung oleh indikator Stochastic-RSI, ultimate oscillator, dan williams%R yang menunjukkan sinyal overbought atau jenuh beli pada pergerakan harga saham.
Rekomendasi: Sell
Support: Rp 1.790
Resistance: Rp 1.875
Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji

Analis Profindo Sekuritas Dimas Wahyu Pratama

Analisa Saham INTP, TPIA dan ANTM

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
Pada perdagangan Rabu (30/10) ditutup pada level Rp 20.850 atau menguat Rp 650. Secara teknikal, pola terbentuk bull flag mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 22.100 dan stop loss kurang dari Rp 20.500.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
Pada perdagangan Selasa (30/10) ditutup pada level Rp 9.300 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk white spinning mengindikasikan rebound. Indikator stochastic netral di area middle dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Accumulative buy pada kisaran Rp 9.200-Rp 9.375 dengan target harga Rp 9.650 dan stop loss kurang dari Rp 9.200.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Pada perdagangan Rabu (30/10) ditutup pada level Rp 930 atau menguat Rp 5. Secara teknikal, candle terbentuk doji mengindikasikan rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren akumulasi…

Analisa Saham LPPF : Inventory Clearance

Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Matahari Department Store (LPPF IJ) - 3Q19 results: Inventory clearance by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)

Di 3Q19, LPPF membukukan laba bersih sebesar IDR24.6bn, turun 83.7% YoY, karena pertumbuhan pendapatan yang lemah. Penurunan laba bersih terjadi karena penurunan GPM dari direct purchase dan marjin OP, karena perusahaan melakukan clearance inventori sepanjang 3Q.

GPM LPPF turun menjadi 54.1% di 3Q19, terutama karena penurunan marjin DP dari 40.3% di 3Q18 menjadi 29.3% di 3Q19. Secara kumulatif, laba bersih 9M19 LPPF IDR1.18tr, mencapai 71% dari estimasi FY19 (vs. 78-80% dalam 4 tahun terakhir), di bawah perkiraan kami dan konsensus.

LPPF melihat penurunan margin kotor akan berlanjut di 4Q19, karena kemiripan clearance inventori dengan 3Q19, dan menargetkan inventori di bawah 122 hari. Selain itu, perusahaan akan menutup dua toko berkinerja buruk di Kemang dan Karawaci. Meskipun kedua toko tidak signifikan dalam hal kontribusi reven…

Analisa Saham TLKM, HOKI dan BTPS

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
Pada perdagangan Rabu (30/10) ditutup pada level Rp 4.270 atau melemah Rp 60. Secara teknikal, candle terbentuk spinning mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 4.350

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI)
Pada perdagangan Rabu (30/10) ditutup pada level Rp 925 atau menguat Rp 30. Secara teknikal, candle terbentuk bullish harami mengindikasikan bullish.  Indikator stochastic downtrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 960.

PT BTPN Syariah Tbk (BTPS)
Pada perdagangan Rabu (30/10) ditutup pada level Rp 4.020 atau menguat Rp 200. Secara teknikal, candle terbentuk long white candle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 4.180.

Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama

Saham BRMS | PT Bumi Resources Minerals Tbk RAIH LABA US$1,02 JUTA HINGGA SEPTEMBER.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$1,02 juta hingga periode 30 September 2019 usai menderita rugi US$893,95 juta tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan meningkat menjadi US$3,46 juta dari US$1,18 juta dan beban usaha tercatat US$3,45 juta turun dari US$4,42 juta membuat laba usaha diraih US$8,3 ribu dari rugi usaha US$3,24 juta tahun sebelumnya.

Perseroan mencatat penghasilan lain-lain neto sebesar US$1,02 juta dari beban lain-lain neto tahun sebelumnya yang US$80,67 juta membuat laba sebelum pajak diraih sebesar US$1,03 juta dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang US$93,91 juta.

Total aset perseroan hingga periode 30 September 2019 mencapai US$693,5 juta naik dari total aset US$690,76 juta hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/brms-bumi-resources-minerals-raih-laba-us-1-02-juta-hingga-september,02080000.html

Saham KPAL | PT Steadfast Marine Tbk meraih pendapatan sebesar Rp117,49 miliar

PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp117,49 miliar hingga periode 30 September 2019 naik 39,95% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp83,96 miliar.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp70,47 miliar dari Rp49,44 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp47,02 miliar dari laba kotor Rp34,52 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha naik tipis menjadi Rp17,96 miliar dari beban usaha Rp17,27 miliar dan laba usaha meningkat menjadi Rp29,07 miliar dari laba usaha Rp17,25 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih sebesar Rp4,12 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak Rp8.09 miliar tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp942,27 juta dari rugi Rp8,44 miliar tahun sebelumnya. Sementara total aset hingga periode 30 September 2019 mencapai Rp810,24 miliar naik dari total aset Rp753,74 miliar hingga periode 31 Desember 2018.(end)

Sumber: http://www.iqpl…

Saham BNII | Maybank Indonesia bukukan kinerja positif di kuartal III

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) membukukan pertumbuhan pada laba operasional sebelum provisi sebesar 2,0% menjadi Rp3,1 triliun untuk periode sembilan bulan.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya peningkatan pendapatan non bunga (fee based income) sebesar 23.2% menjadi Rp1,9 triliun dibandingkan Rp1,5 triliun pada periode yang sama 2018 lalu.

Selain itu kenaikan bunga bersih pun turut ambil andil. Bank mencatatkan pendapatan bunga bersih meningkat 1,4% yoy atau sebesar Rp6,1 triliun dari Rp6,0 triliun.

Sementara itu bank terus mempertahankan posisi likuiditas dengan simpanan nasabah yang meningkat dari Rp110,8 triliun pada September 2018 menjadi Rp115,6 triliun. Itu artinya tumbuh 4,3% secara yoy.

Maybank juga memiliki rasio Loan to Deposit (Bank saja) yang masih sehat sebesar 96,3%, sementara Rasio Liquidity Coverage (Bank saja) berada pada 169,7%, melampaui kewajiban minimum.

Kualitas aset Bank juga menunjukkan peningkatan tercermin pad…

Saham INCO | Divestasi saham Vale dilakukan Inalum tak serumit Freeport

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sejauh ini sudah menyiapkan dana untuk menyerap divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk. Inalum sendiri ditunjuk pemerintah langsung untuk mengambil alih saham milik Vale.

Menurut Fajar, divestasi saham Vale dilakukan Inalum tak serumit Freeport dulu. Bahkan secara nilainya juga tidak begitu besar. Secara kas internal bahkan Inalum punya modal yang cukup untuk melakukan penyerapan divestasi.

"Aman. Kan uangnya Inalum saja 1 triliun. Cukuplah. Dia punya dana internal," ujar Fajar di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Selasa (29/10).

Fajar menambahkan, apabila dalam proses divestasi dilakukan Inalaum memerlukan dana pinjaman dari bank maka hal itu wajar saja. Mengingat, sisa pinjaman yang kemarin dilakukan Inalum untuk divestasi Freeprot juga masih ada.

"Kalau memang butuh untuk pinjaman, anytime mereka butuh fasilit…

Saham DMAS | PT Puradelta Lestari Tbk Cetak Kinerja Bagus Q3 2019

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencetak kinerja mentereng hingga kuartal ketiga. Pendapatan emiten properti Grup Sinarmas ini melonjak 220,59% secara tahunan menjadi Rp 1,27 triliun pada periode Januari-September 2019.

Penjualan terbesar perusahaan yang mengembangkan Kota Deltamas ini berasal dari penjualan lahan industri yang mencapai Rp 648,90 miliar. Penjualan ini naik 107,27% secara tahunan dari sebelumnya Rp 313,07 miliar pada sembilan bulan pertama tahun lalu.

Tak cuma penjualan lahan industri, penjualan lahan komersial Puradelta melonjak lebih dari 10 kali lipat menjadi Rp 598,82 miliar dari sebelumnya hanya Rp 57,88 miliar. Sementara penjualan residensial alias perumahan naik tipis cenderung stagnan menjadi Rp 11,87 miliar dari sebelumnya Rp 11,71 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Puradelta Lestari yang dipublikasikan Rabu (30/10), peningkatan penjualan dengan porsi lebih dari 10% pada tiga bulan periode Juli-September 2019 berasal dari PT Yili Indonesia Dairy.

Penjualan …

Rekomendasi Saham IPOT | BBCA, SMRA, MAPI

IHSG (6.250-6.310) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.310 kemudian 6.340 dengan support di level 6.250 dan 6.220.
BBCA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 31.350 kemudian 31.625 dengan support di level 30.850, cut loss jika break 30.625.
SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 31.350 kemudian 31.625 dengan support di level 30.850, cut loss jika break 30.625.
MAPI (Buy) ; Target kenaikan harga pada level 1.215 kemudian 1.240 dengan support di level 1.160, cut loss jika break 1.125.
XIIC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.143 kemudian 1.149 dengan support di level 1.129, cut loss jika break 1.121.
XDIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 504 kemudian 506 dengan support di level 499, cut loss jika break 497.
XPLC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 505 kemudian 506 dengan support di level 502, cut loss jika break 500.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mzg

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | INCO, CTRA dan BMRI

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Okt  30, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,281.14 (+0.25%), consolidation, trading range 6,241 – 6,291. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung turun namun mulai tertahan. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,241 dan resistance di 6,291. Cut loss level di 6,191.

INCO Daily  3,700 (+3.06%) trading buy, trading range 3,510 – 3,890. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Weekly support  di 3,510 sementara itu weekly resistance  di 3,890. Cut loss level  di  3,380

CTRA Daily  1,160 (-1.28%), trading buy , trading range 1,100 – 1,230. Indikator MFI optimized masih bergerak naik. Sementara itu indikator W%R optimized dan W%R optimized akan cenderung konsolidasi. Weekly support  di1,100 sementara itu wee…

Analisa Saham WIKA dan INKP

Saham WIKA
Saham WIKA berpeluang bergerak naik kembali apabila dapat menembus keatas 2140. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik diatas centreline mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak positif. Rekomendasi: Buy jika break out dan bertahan diatas 2140. Target terdekat di 2220. Apabila momentum penguatan saham ini berlanjut, maka WIKA akan menuju target selanjutnya di level 2350 dan 2490. Batasi resiko jika kembali bergerak turun dan gagal bertahan di 2030. https://step-trader.com/2019/10/29/signs-of-moving-up-for-wika/
Saham INKP
Saham INKP kembali menguat menembus resistennya di level 7325. Hal ini membuka ruang kenaikan menuju level penting di 8450. Berhubung ini adalah level kuat, maka terdapat potensi konsolidasi ketika INKP mencapai level 8450 ini. Target kenaikan selanjutnya ada di level 10150 yang menjadi penentu trend jangka menengahnya. Jika terlampaui, besar peluang INKP kembali bergerak bullish jangka menengah – panjang menuju 11300 hingga 13150 (sebagai target …

Analisa Saham WSKT, CTRA dan ACES

PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
Pergerakan harga saham WSKT dilihat dari indikator RSI MACD menuju area positif. Terlihat pola candlestick yang membentuk pola doji. Stochastic overbought dan berpotensi koreksi dalam waktu dekat.

Rekomendasi: Buy
Support: Rp 1.700
Resistance: Rp 1.760

William Hartanto, Analis Panin Sekuritas

PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Candle harga saham CTRA terlihat masih berusaha bertahan di midle band. Sementara, indikator RSI dan MACD masih melandai.

Rekomendasi: Hold
Support: Rp 1.120
Resistance: Rp 1.290

William Surya Wijaya, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas

PT Ace Hardware Tbk (ACES)
Pergerakan harga saham ACES sedang melakukan pengujian support MA50, MA200 dan sekaligus bullish trend line jangka panjang. Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area dekat oversold dengan Indikator MACD yang masih cenderung tertekan pada histogram negatif.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.750
Resistance: Rp 1.800

Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | RALS, INDF, BRIS, BNGA, ASRI, APLN

IHSG Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan proses penguatan, setelah kemarin mampu bertahan di teritori positif dengan kenaikan sebesar 0,25 persen ke level 6.281. Sejauh ini indikator MACD , Stochastic maupun indikator RSI tetap menunjukkan sinyal positif. Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju area resistance. Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.224 dan 6.207, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.342 dan 6.369. Saham Pilihan  PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Daily (Rp222) (RoE: 2,33%; PER: 15,02x; EPS: 14,78; PBV: 0,35x; Beta: 1,17). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp220-224, dengan target harga secara bertahap di level Rp232, 2…

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas Indonesia | SSMS, WTON, ICBP, KLBF,WEGE, LPPF, AKRA, RALS

IHSG Pada perdagangan hari ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang masih berada dalam fase konsolidasi akan mencoba untuk melanjutkan proses kenaikan, setelah kemarin berhasil ditutup di zona hijau. Secara teknikal laju IHSG sedang berusaha mempertahankan tren bullish jangka pendek, tercermin dari posisi indeks yang berada pada level support Moving Average 5-Day (MA-5) di posisi 6.280. Indikator Stochastic dan RSI memberikan sinyal bearish berkelanjutan di tengah upaya IHSG yang sedang menuju resistance MA-200 pada level 6.320, jika IHSG tetap mampu bertahan di atas 6.280. Pada perdagangan kemarin bursa saham Asia ditutup variatif, tercermin dari kenaikan indeks Nikkei (+0,47 persen) dan Topix (+0 86 persen) di tengah terjadinya pelemahan pada indeks Hang Seng (-0,39 persen) dan CSI300 (-0,42 persen). Sementara itu, IHSG ditutup menguat 0,25 persen ke level 6.281. Saham Pilihan 1. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) 2. PT Wika Beton Tbk (WTON) 3. PT Indofood CBP Sukses M…

Saham DILD | PENDAPATAN USAHA INTILAND TURUN JADI Rp1,9 TRILIUN

Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) melaporkan pencapaian hasil kinerja keuangan per 30 September 2019. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp1,9 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 23,4 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,4 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa penurunan kinerja usaha perseroan tak lepas dari adanya perubahan kondisi pasar properti saat ini. Pertumbuhan yang terjadi tahun ini lebih didorong oleh penjualan maupun peluncuran proyek-proyek residensial baru yang menyasar pada segmen pasar menengah ke bawah.

Kondisi ini berdampak pada kinerja usaha Perseroan yang sebagian besar portofolio produk dan inventori yang dimiliki di segmen pengembangan mixed-use & high rise dan perumahan yang menyasar pasar menengah ke atas.

"Kami di tahun ini tidak banyak meluncurkan proyek baru. Beberapa proy…

Saham ISSP | PENDAPATAN STEEL PIPE INDUSTRY Rp3,61 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) meraih pendapatan jasa sebesar Rp3,61 triliun hingga periode 30 September 2019 meningkat dari pendapatan jasa Rp3,39 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, laba kotor naik menjadi Rp488,97 miliar dari laba kotor Rp397,29 miliar.Sedangkan laba sebelum taksiran penghasilan pajak diraih Rp154,79 miliar naik dari laba sebelum taksiran pajak sebelumnya yang Rp19,19 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp122,25 miliar naik dari laba Rp15,55 miliar tahun sebelumnnya. Total aset perseroan mencapai Rp6,75 triliun hingga 30 September 2019 naik dibandingkan total aset Rp6,49 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018.(end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/issp-pendapatan-steel-pipe-industry-rp3-61-triliun-hingga-september,01074848.html

Saham BMRI | MANDIRI PANGKAS TARGET PERTUMBUHAN KREDIT JADI 9 PERSEN

PT Bank Mandiri Tbk memangkas target pertumbuhan kredit hingga akhir 2019 yang sebelumnya 10 persen sampai 12 persen menjadi 8 persen sampai 9 persen.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan pemangkasan itu disebabkan karena masih melambatnya konsumsi nasional sejak 2018 yang berdampak pada melemahnya permintaan kredit.

"Karena ada dinamika pasar juga, kemungkinan besar growing kita single digit, tapi kita upayakan level 8-9 persen," katanya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin.

Pada kuartal III-2019 pertumbuhan rata-rata kredit yang mencapai Rp806,8 triliun atau tumbuh 11,5 persen dibandingkan periode yang sama 2018. Penyaluran kredit tersebut melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit kuartal III-2018 yang sebesar 13,8 persen

Hery menyebutkan terdapat 5 segmen yang menopang pertumbuhan kredit Bank Mandiri yaitu korporasi, mikro, konsumer, SME (small medium enterprise) dan anak perusahaan.

Segmen yang mengalami tekanan di antaranya adalah ko…

Saham ADHI | ANAK USAHA ADHI KUASAI SAHAM MEGA GRAHA CIPTA PERKASA

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melalui anak usahanya PT Adhi Commuter Properti (ACP) mengambilalih seluruh saham milik PT Mahkota Berlian Cemerlang dan Sapri di PT Mega Graha Citra Perkasa (MGCP).

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, sehubungan dengan pengambilaliahn tersebut MGCP akan kembali melakukan kegiatan operasionalnya.

ACP memiliki 100% saham MGCP dengan susunan komposisi per tanggal 28 Oktober 2019 yakni modal dasar Rp232 miliar dan modal disetor Rp109,17 miliar.

Adapun dampak dari akuisisi ini dapat mempercepat pertumbuhan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang berlokasi di Bogor, yaitu Grand Central Bogor. MGCP ini nantinya akan dipersiapkan untuk mengelola recurring income seluruh proyek PT Adhi Commuter Properti (ACP). (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/adhi-anak-usaha-adhi-kuasai-saham-mega-graha-cipta-perkasa,01080729.html

Saham BIRD | LABA BLUE BIRD TURUN 31,47% HINGGA SEPTEMBER 2019.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 31,47% hingga periode 30 September 2019 menjadi Rp229,33 miliar dari laba Rp334,67 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan neto turun menjadi Rp2,96 triliun dari Rp3,11 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp810,63 miliar dibandingkan laba bruto Rp850,11 miliar.

Beban usaha naik menjadi Rp519,13 miliar dari Rp442,81 miliar membuat laba usaha turun menjadi Rp291,51 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp407,31 miliar. Pendapatan lain-lain neto turun menjadi Rp16,73 miliar dari Rp32,36 miliar membuat laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp308,23 miliar dari laba sebelum beban pajak tahun sebelumnya yang Rp438m67 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp7,42 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari total aset Rp6,96 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news…

Saham KINO | Kino Indonesia dan Kinerja Mengkilapnya

Mencetak kinerja mengkilap hingga kuartal ketiga, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) optimistis dapat meraih pertumbuhan laba hingga 50% di akhir tahun 2019.

Kinerja yang cemerlang ini tercermin dari pendapatan KINO yang tumbuh 33,85% year on year (yoy) menjadi Rp 3,48 triliun. Porsi terbesar pendapatan Kino berasal dari segmen perawatan tubuh yang meningkat 29,13% menjadi Rp 1,64 triliun. Penjualan minuman Kino naik 19,09% menjadi Rp 1,31 triliun.

Penjualan makanan Kino melonjak 41,05% menjadi Rp 299,22 miliar. Sedangkan penjualan farmasi melambung lebih dari 20 kali lipat menjadi Rp 218,75 miliar. KINO pun mencatat penjualan makanan hewan Rp 15,88 miliar yang tahun sebelumnya belum ada.

Direktur dan Sekretaris KINO Budi Muljono menjelaskan kinerja di kuartal III ini sesuai dengan target yang sudah ditetapkan pada awal tahun. “KINO optimistis mampu meraih target pertumbuhan penjualan sebesar 30% dan laba 50% hingga akhir tahun 2019 karena performa di kuartal III ini sesuai target,” kata B…

Saham KLBF | Ekspansi 2019 Kalbe Farma Berjalan Baik

Sejumlah emiten dengan kapitalisasi saham besar menyatakan bahwa rencana ekspansinya pada tahun ini masih berjalan sesuai rencana. Selain itu, perusahaan-perusahaan tersebut juga tidak menemui kesulitan dari segi pendanaan.

Salah satunya adalah perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, anggota indeks Kompas100). Direktur Utama KLBF Vidjongtius mengatakan, sejak awal tahun hingga September 2019, KLBF telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun dari total rencana capex tahun ini Rp 1 triliun - Rp 1,5 triliun.

Kebanyakan belanja modal terserap untuk kelanjutan pembangunan pabrik dan gudang demi perluasan kapasitas produksi dan distribusi.

Merujuk pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, capex KLBF 2019 dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan dua pabrik baru di Cikarang dan Pulogadung yang mana kedua pabrik tersebut memproduksi obat bebas dari PT Bintang Toedjoe & Saka Farma yang sebagian besar sahamnya dikuasai KLBF.

Capex juga dimanfaatkan u…

Saham PTBA | Bukit Asam Alami Penurunan Kinerja Q3 2019

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang kuartal III 2019. Emiten anggota Indeks Kompas100 ini membukukan laba sebesar Rp 3,10 triliun. Jumlah ini turun 21,08% jika dibandingkan dengan realisasi laba bersih periode kuartal III 2018 yang mencapai Rp 3,93 triliun.

Meski demikian, emiten tambang batubara ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp 16,25 triliun atau naik tipis 1,36% bila dibandingkan realisasi penjualan pada periode yang sama tahun 2018.

Dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batubara pada September 2019 yang turun 7,8% menjadi Rp 775.675 per ton.

Penurunan tersebut disebabkan oleh pelemahan harga batubara Indeks Newcastle (GAR 6322 kkal/kg) pada bulan September sebesar 25% US$ 81,3 per ton dari US$ 108,3 per ton untuk periode yang sama tahun lalu.

Begitu pula dengan indeks harga batubara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 yang pada September 2019 melemah 21% menjadi US$ 50…

Saham BBCA | BCA Akui Perlambatan Kredit

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengakui ada sedikit perlambatan dalam penyaluran kredit kendaraan bermotor. Asal tahu saja, BCA mencatatkan penurunan Kredit Kepemilikan Bermotor (KKB) sebesar 2% menjadi Rp47,8 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan penurunan ini dikarenakan sudah majunya transportasi di wilayah Jakarta. Apalagi saat ini muncul transportasi modern baru yakni Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Tak hanya itu, penurunan ini juga disebabkan oleh adanya transportasi online seperti Grab. Adanya transportasi online ini membuat minat masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi menurun.

“Kalau KKN di kota besar adanya online transportasi seperti di Jakarta dengan adanya MRT, Grab atau online transportation,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Menurut Jahja, memang maraknya transportasi online ini juga membuat minat masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi berkurang. Karena mereka tak perlu lagi memiliki …

Saham HOKI | PENDAPATAN BUYUNG POETRA MENINGKAT 16,04%

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) emiten produsen beras berkualitas merek "Topi Koki" dan "HOKI" terus berupaya mengolah limbah kulit padi agar bisa lebih menghasilkan bagi Perseroan. Hingga akhir Oktober 2019 ini, pembangkit listrik berbahan bakar limbah kulit padi yang berlokasi di Sumatera Selatan sedang memasuki tahap uji coba. Diharapkan akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan sudah bisa menghasilkan listrik hingga maksimal 3 MW (Megawatt) dan akan menjadi salah satu pembangkit listrik pertama berbahan bakar kulit padi di Indonesia.
Dari sisi kinerja, hingga akhir kuartal III-2019 lalu, HOKI telah berhasil meningkatkan pendapatan mencapai Rp1,23 Triliun atau naik sebesar 16,04% dari posisi Rp1,06 Triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi laba bersih, Perseroan pada kuartal III-2019 telah berhasil mencatatkan peningkatan hingga mencapai Rp76,13 miliar atau meningkat sebesar 7,59% dari laba bersih Rp70,76 miliar pada periode yang …

Rekomendasi Saham IPOT | BMRI,SMGR, ICBP

IHSG (6.235-6.295) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.295 kemudian 6.325 dengan support di level 6.235 dan 6.205.
BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.125 kemudian 7.250 dengan support di level 6.875, cut loss jika break 6.775.
SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 13.325 kemudian 13.700 dengan support di level 12.550, cut loss jika break 12.225.
ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 11.950 kemudian 12.200 dengan support di level 11.450, cut loss jika break 11.200.
XPLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 509 kemudian 511 dengan support di level 506, cut loss jika break 504.
XBLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 490 kemudian 492 dengan support di level 487, cut loss jika break 485.
XIIT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 560 kemudian 562 dengan support di level 556, cut loss jika break 554.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mz6

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | EXCL, KBLI, BRPT

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Okt  29, 2019 (tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,265.38 (+0.21%), consolidation, trading range 6,234 – 6,284. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung turun namun mulai tertahan. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,234 dan resistance di 6,284. Cut loss level di 6,180.
EXCL Daily  3,460 (+2.06%) trading buy, trading range 3,410 – 3,550. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support  di 3,410 sementara itu daily  resistance  di 3,550. Cut loss level  di  3,390.
KBLI Daily  655 (+3.97%), trading buy , trading range 615 – 690. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan W%R optimized  masih bergerak naik. Weekly support  di 615 sementara itu daily resistance  di 690. Cut loss level  di  580…

Analisa Saham BMRI, ADRO dan JPFA

PT Bank Mandiri Tbk
Pergerakan saham BMRI muncul doji candle dengan moving average (MA) 5 di area golden cross. Untuk indikator MACD masih bergerak naik dan RSI menguat meski stochastic overbought. Selain itu, volume perdagangan juga menurun. Rekomendasi: Buy Support: Rp 6.800 Resistance: Rp 7.275 Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas
PT Adaro Energy Tbk
Saham ADRO berada pada posisi wave (c) dari wave (b), dimana harga saham masih berpotensi menguat. Hal ini juga terlihat dari MACD, stochastic dan RSI yang menunjukkan tanda-tanda penguatan. Sedangkan untuk moving average (MA), harga sudah menyentuh MA5 yang berpotnesi menguat terbatas. Rekomendasi: Buy on weakness (BoW) Support: Rp 1.300 Resistance: Rp 1.420 Herditya Adi Wicaksana, Analis MNC Sekuritas
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Pergerakan harga saham JPFA terlihat pola down ward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham JPFA. Potensi tersebut juga didukung indikator RSI yang menunjukkan overb…
Memuat...

Saham Online on Facebook