PT Bank Harda Internasional Tbk Raih Pendapatan Bunga Bersih Rp 90,46 Milyar | BBHI

IQPlus, (31/03) - PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp90,46 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun dari pendapatan bunga bersih Rp105,71 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban operasional selain bunga bersih turun menjadi Rp139,34 miliar dari Rp222,87 miliar membuat rugi operasional sebesar Rp48,88 miliar turun dari rugi operasional Rp117,15 miliar tahun sebelumnya.

Rugi tahun berjalan sebelum pajak turun menjadi Rp46,42 miliar dari rugi tahun berjalan sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp120,79 miliar dan rugi bersih tahun berjalan turun menjadi Rp36,55 miliar dari rugi bersih tahun sebelumnya Rp123,14 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp2,53 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp2,26 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Toba Bara Sejahtra Tbk Raih Pendapatan USD 525,52 Juta | TOBA

IQPlus, (31/03) - PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) meraih pendapatan sebesar US$525,52 juta hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan US$438,44 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan naik jadi US$433,83 juta dari beban pokok pendapatan US$314,35 juta dan laba bruto turun menjadi US$91,69 juta dari laba bruto US$124,09 juta.

Laba operasi turun menjadi US$82,52 juta dari laba operasi US$102,35 juta tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak turun menjadi US$62,87 juta dari laba sebelum pajak US$97,28 juta.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun jadi US$26,55 juta dari laba US$37,79 juta tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai US$634,64 juta hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset US$501,88 juta hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Trans Power Marine Tbk Raih USD 47,69 Juta Pendapatan | TPMA

TRANS POWER MARINE RAIH PENDAPATAN US$47,69 JUTA.
IQPlus, (31/03) - PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) meraih pendapatan usaha sebesar US$47,69 juta hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan usaha US$43,87 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, laba bruto naik menjadi US$14,39 juta dari laba bruto US$13,96 juta tahun sebelumnya dan laba sebelum beban pajak diraih US$8,81 juta naik dari laba sebelum beban pajak US$8,13 juta.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih US$8,24 juta naik dari laba US$7,63 juta tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai US$111,64 juta hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset US$111,48 juta yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

PT Bank Negara Indonesia Tbk Tambahkan Modal ke Bank Mizuho | BBNI

IQPlus, (31/03) - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah melakukan tambahan penyertaan modal pada PT Bank Mizuho Indonesia pada 27 Maret 2020.

Menurut keterangan perseroan Selasa menyebutkan, perseroan telah melakukan pembelian saham pada PT Bank Mizuho Indonesia sebanyak 41.150 saham senilai Rp41.150.000.000.

Dengan demikian setelah penyetoran modal tersebut maka BNI memiliki total nominal saham yang dimiliki Rp73,847 miliar atau persentase kepemilikan 1% dan Mizuho Bank sebesar 99,00%. (end)

Bank Indonesia Release Indeks Literasi Ekonomi Syariah

IQPlus, (30/03) - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Indeks Literasi Ekonomi Syariah pada Senin (30/3), sebagai salah satu wujud komitmennya untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Indonesia.

Indeks literasi tersebut merupakan salah satu indikator yang menjadi cerminan tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap eksyar dan tingkat inklusi masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, khususnya keuangan sosial syariah (ZISWAF).

"Oleh karena itu, Indeks Literasi Eksyar diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan strategi yang tepat guna mengembangkan eksyar di Indonesia," kata Departemen Komunikasi BI dalam info terbarunya di Jakarta, Senin.

Dijelaskan, Indeks Literasi Eksyar nasional 2019 mencapai 16,3 persen (well literate) dari skala 100 persen yang mencerminkan adanya ruang bagi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang eksyar di Tanah Air.

Indeks Literasi Eksyar diperoleh melalui pelaksanaan survei literasi ekonomi syariah secara nasional pada tahun 2019 di 13 provinsi yang dianggap mewakili lebih dari 80 persen populasi umat muslim di Indonesia dan melibatkan 3.312 responden.

Survei mencakup aspek pengetahuan prinsip dasar ekonomi syariah, keuangan sosial syariah dan produk/jasa halal.

Menurut Dekom BI, Islamic Development Bank (IsDB) menyambut baik penerbitan Indeks Literasi Eksyar BI itu dengan menyatakan bahwa indeks ini merupakan yang pertama di Indonesia dan telah dilakukan dengan baik serta ditunjang metodologi yang umum diterapkan dalam standardisasi riset global.

Sejalan dengan hal tersebut, adanya indeks literasi eksyar diyakini akan menambah referensi literasi eksyar di tingkat nasional dan saling melengkapi dengan indeks literasi syariah yang sudah ada sebelumnya, seperti indeks literasi keuangan syariah yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dekom BI mengatakan, upaya mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah perlu dibangun secara komprehensif, baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand). Dari sisi supply, keberadaan pelaku eksyar dan lembaga keuangan komersial syariah seperti perbankan, pasar modal, dan takaful terus dikembangkan bersama otoritas terkait.

Sedangkan dari sisi Islamic Social Fund (ISF), BI dan pemangku kepentingan terkait juga telah melakukan berbagai pengembangan di sektor wakaf dan zakat, diantaranya inisiatif Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dan berbagai terobosan lainnya dalam implementasi Waqf & Zakat Core Principles untuk memperkuat social safety nets in Islamic economy.

Perkembangan eksyar yang terdepan, keberadaan sektor produksi berbasis halal yang luas, serta pemahaman masyarakat yang baik akan berdampak positif terhadap pertumbuhan aktivitas usaha syariah nasional, yang pada akhirnya mampu menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.(end)

Bank Dunia Desak G20 Tidak Batasi Ekspor Pasokan Medis

IQPlus, (31/03) - Bank Dunia pada Senin (30/3/2020) mendesak Kelompok 20 negara ekonomi utama (G20) untuk menahan diri dari memberlakukan pembatasan ekspor baru pada pasokan medis kritis, makanan atau produk-produk penting lainnya ketika dunia memerangi pandemi virus korona yang menghancurkan.

Dalam sebuah pernyataan pada konferensi video para menteri perdagangan G20, pejabat senior Bank Dunia mengatakan pandemi itu diproyeksikan akan menjerumuskan ekonomi global ke dalam resesi yang dalam, mengganggu rantai pasokan, dan mengenai simpul-simpul penting perdagangan.

Untuk mengurangi dampak terhadap negara-negara miskin yang berisiko karena terbatasnya pasokan barang-barang medis, pemberi pinjaman global mendesak negara-negara G20 untuk menghilangkan atau mengurangi tarif impor produk-produk utama yang diperlukan untuk memerangi pandemi, dan menurunkan tarif sementara atau menangguhkan tarif dan pajak ekspor pada makanan dan barang pokok lainnya.

"Kerja sama internasional yang berkelanjutan untuk memelihara sistem perdagangan yang terbuka dan berbasis aturan akan sangat penting buat pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,. Mari Pangestu," direktur pelaksana Bank Dunia untuk kebijakan dan kemitraan pembangunan, mengatakan kepada para menteri.

"Berjalan sendiri bukan pilihan. Kami akan keluar lebih kuat jika kami semua bekerja bersama dengan fokus yang jelas pada masa depan," katanya, sesuai dengan teks sambutannya.

Para menteri perdagangan mengakhiri pertemuan dengan janji untuk bekerja menjaga pasar tetap terbuka dan memastikan berlanjutnya pasokan obat-obatan, tetapi berhenti menyerukan diakhirinya larangan ekspor yang banyak negara, termasuk anggota G20 seperti Prancis, Jerman dan India, telah memberlakukan terhadap obat-obatan dan persediaan medis.

Pemerintahan Trump telah menghapuskan beberapa tarif yang diberlakukan pada pasokan medis buatan China, tetapi telah menarik kritikan dari beberapa kelompok industri untuk pekerjaannya tentang aturan baru yang akan memperluas mandat "Beli Amerika" ke peralatan medis dan sektor farmasi.

Mari Pangestu mengatakan bahwa Kelompok Bank Dunia secara khusus prihatin tentang dampak pandemi pada negara-negara emerging markets dan negara berkembang, mencatat bahwa pasar global untuk 17 produk utama yang diperlukan untuk memerangi penyakit ini sangat terkonsentrasi.(end)

PT Express Transindo Utama Tbk Alami Penurunan Pendapatan dan Penurunan Kerugian | TAXI

IQPlus,(31/03) - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) alami penurunan pendapatan hingga periode 31 Desember 2019 menjadi Rp134,25 miliar dibandingkan pendapatan Rp241,66 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan tercatat Rp293,92 miliar turun dari Rp433,24 miliar membuat rugi bruto sebesar Rp159,66 miliar turun dari rugi bruto Rp191,58 miliar.

Rugi usaha tercatat sebesar Rp262,97 miliar turun dari Rp300,96 miliar dan pendapatan lain-lain neto diraih Rp58,46 miliar usai mencatat beban lain-lain neto Rp571,23 miliar membuat rugi sebelum pajak turun menjadi Rp204,51 miliar dari rugi sebelum pajak Rp872,19 miliar tahun sebelumnya.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp275,50 miliar dari rugi Rp836,37 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp479,26 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun tajam dari total aset Rp1,27 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk Gulirkan 1,3 Milyar Tangani Corona

IQPlus, (31/03) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku subholding gas dan bagian dari BUMN, telah melakukan penyaluran bantuan di beberapa wilayah untuk menangani masifnya persebaran COVID-19 senilai Rp1,3 miliar.

Direktur SDM dan Umum PGN, Desima Siahaan dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin mengungkapkan, PGN menganggarkan dana sebesar Rp1,3 miliar untuk membantu penanganan COVID-19.

Dari dana tersebut dioptimalkan dan diserahkan secara bertahap di beberapa lokasi antara lain di 10 SPBG dan 2 MRU sebanyak 1.200 botol hand sanitizer berisi 60 ml per botol, 6.000 masker, 65 box sarung tangan, dan 60 liter cairan disinfektan. Kemudian, PGN juga menyerahkan bantuan untuk pelanggan Jargas di 21 kota sebanyak 1.000 botol hand sanitizer, 3.250 masker dan 25 box sarung tangan. Bantuan diserahkan secara bertahap mulai Jumat (27/3) kemarin.

"Dengan semakin masifnya persebaran COVID-19, melalui PGN-Bersama Lawan COVID-19, kami tergerak untuk segera mengerahkan bantuan kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan alat perlindungan diri (APD). Kami memahami, saat ini masker dan hand sanitizer sangat dibutuhkan, tapi sulit untuk didapatkan," ungkap Desima.

PGN juga menyalurkan bantuan pada Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jelambar, Jakarta Barat sebanyak 250 masker dan 300 pasang box sarung tangan medis. Di Panti tersebut, terdapat sekitar 100 lansia yang bagi PGN menjadi perhatian karena mereka memiliki keterbatasan untuk mendapakan APD untuk menangkal COVID-19.

"Kami sangat senang karena mendapatkan bantuan masker yang saat ini sulit didapatkan. Saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga dapat bermanfaat bagi petugas dan kakek-nenek di sini,. ujar Melda Yunita Sagala selaku Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan Sosial Tresna Wreda.(end)

Bank Mandiri Naikkan Limit Transfer Online | BMRI

IQPlus, (31/03) - Bank Mandiri melipatgandakan limit harian transfer via Mandiri Online, baik sesama rekening Mandiri maupun antarbank, guna mendukung imbauan pembatasan aktivitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran Virus Corona baru atau COVID-19.

Menurut Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi dalam siaran pers di Jakarta, Senin, kebijakan yang berlaku efektif sejak 30 Maret 2020 ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada nasabah melakukan transaksi transfer atau pembayaran tanpa harus ke cabang Bank Mandiri.

.Relaksasi ini menjadi bagian dari kampanye #dirumahaja yang terus kami galakkan agar dapat menekan penyebaran COVID-19. Harapannya, pelonggaran ini juga akan berdampak pada aktivitas ekonomi nasabah individu ataupun ritel sehingga dapat terus menggerakkan perekonomian nasional,. kata Hery.

Hery menjelaskan semula limit transfer sesama rekening Mandiri Rp100 juta menjadi Rp200 juta, dan transfer online antarbank dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta dengan limit per transaksi sebesar Rp50 juta.

Bank Mandiri juga menaikkan limit transaksi yang dilakukan nasabah korporasi dengan fasilitas Mandiri Internet Bisnis (MIB) untuk transfer ke Bank lain secara online dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta dan untuk Sistem Kliring Nasional (SKN) bahkan bisa sampai Rp1 miliar, serta pembayaran tagihan hingga Rp200 juta.

Sedangkan khusus nasabah pengguna Mandiri Cash Management (MCM), sudah mempunyai keleluasaan menentukan limit transaksi sesuai kebutuhan bisnis perusahaan cukup dengan mengakses ke fitur setting limit di aplikasi MCM.(end)

PT Telefast Indonesia Tbk Invest Pada PT Logitek Digital Nusantara | TFAS

IQPlus,(31/03) - PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) telah melakukan investasi pada PT Logitek Digital Nusantara LDN) pada 27 Maret 2020.

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, perseroan melakukan investasi kepemilikan saham sebesar 57,14% pada LDN dengan nilai transaksi Rp1,2 miliar.

Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi pada pemegang saham dimana transaksi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan. (end)

Rekomendasi Saham Mirae Assets Sekuritas | HOKI, INDF, EXCL

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
March 31, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 4,414.5 (-2.88%), consolidation, trading range 4,283-4,484. Indikator MFI optimize dan indikator indikator W%R optimized cenderung koreksi lebih lanjut. Pada periode weeklu  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized coba naik dari oversold area . Daily support di 4,283 dan daily resistance di 4,484. Cut loss level di 4,280.

HOKI Daily  , 675 (0.0%), buy on weakness, trading range 615 – 675 Indikator MFI optimized  cenderung turun, indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized naik terbatas. Daily support  di 615 sementara itu daily resistance di  675. Cut loss level  565.

INDF Daily, 6,350(-6.62%), buy on weakness, trading range 6,200 – 6,525. indikator MFI optimized,,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik terbatas namun rawan koreksi. Daily support  di 6,200 sementara itu daily resistance  di 6,525 Cut loss level  di 5,525.

EXCL Daily , 1,800 (+0.00%), buy on weakness, trading range 1,620 – 1,820. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized omasih bergerak naik ,dan indikator Stochastic%D rawan koreksi. Perkiraan daily support di  1,620  dan daily resistance di 1,820.Cut loss level di 1,600.

Ulasan Pasar Global | 31 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 31, 2020)
Ivestment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street reli, dipimpin oleh lompatan saham kesehatan

Bursa AS naik pada hari Senin, sebagian didorong oleh saham perawatan kesehatan karena investor mencari saham yang menjadi murah dan dapat menahan dampak terhadap ekonomi dari upaya untuk membendung penyebaran virus corona.

Dow Jones naik 690,7 poin atau 3,19% menjadi 22.327,48. S&P 500 naik 85,18 poin atau 3,35% menjadi 2.626,65. Nasdaq Composite menambahkan 271,77 poin atau 3,62% menjadi 7.774,15.

Sektor kesehatan S&P .SPXHC melonjak 4,67%, sebagian karena kenaikan di Johnson & Johnson (JNJ.N) dan Laboratorium Abbot. JNJ melonjak 8,00% pada rencana pemerintah AS untuk membantu mendanai pembuatan kapasitas produksi yang cukup untuk vaksin coronavirus-nya, yang saat ini sedang dikembangkan. Abbott Laboratories (ABT.N) naik 6,41% setelah memenangkan persetujuan A.S. untuk tes diagnostik COVID-19.

Seiring dengan perawatan kesehatan, sektor teknologi .SPLRCT juga naik lebih dari 4% pada hari itu, karena saham Microsoft (MSFT.O) melonjak lebih dari 7%, dorongan terbesar untuk S&P 500 yang luas. Rekor bantuan dan kebijakan senilai $ 2,2 triliun pelonggaran dari Federal Reserve membantu ekuitas memulihkan beberapa kerugian mereka minggu lalu, dengan S&P 500 .SPX memposting kenaikan persentase mingguan terbesar dalam lebih dari satu dekade dan Dow Jones. DJI yang terbaik sejak 1938, bahkan setelah masing-masing turun lebih dari 3% untuk mengakhiri minggu perdagangan pada hari Jumat.

Eropa

Bursa Eropa memperpanjang kenaikan setelah sesi berombak dan ditutup lebih dari 1% lebih tinggi

Bursa Eropa berbalik arah lebih tinggi dan memperpanjang kenaikan pada Senin sore, karena pandemi coronavirus tetap menjadi fokus bagi investor.

European Stoxx 600 berakhir 1,1%.

Di seluruh sektor terjadi campuran, dengan saham keuangan jatuh 3,2% untuk memimpin kerugian, karena bank membatalkan dividen dan berbagi pembelian kembali mengikuti komentar dari Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu. ECB mengatakan uang tunai yang dihasilkan harus digunakan untuk menopang perekonomian kawasan. Di ujung lain spektrum, sektor bahan kimia dan kesehatan berakhir masing-masing lebih dari 3%.

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | UNVR, KLBF, JSMR, MDKA


Selamat pagi,

MNC Daily Scope Wave
31 Maret 2020

Mengawali pekan (30/3), IHSG ditutup terkoreksi 2,9% ke level 4,414. Kami perkirakan selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah area 3,911, maka IHSG masih berpeluang menguat untuk membentuk wave 3, karena saat ini IHSG sedang membentuk wave 2 dengan target koreksi 4,080-4,200 (skenario merah). Namun, patut diwaspadai apabila IHSG ternyata terkoreksi melebihi 3,911, hal tersebut berarti IHSG akan menuju area minimal 3,800-3,850 dan idealnya 3,450-3,500 untuk membentuk wave (5) (skenario biru).
Support: 4,198, 3,970
Resistance: 4,550, 4,650

UNVR - Buy on Weakness (6,425)
Pergerakan UNVR tertahan oleh MA5 serta MA20 dan terkoreksi 5,5%. Selama tidak terkoreksi di bawah 5,275, maka kami memperkirakan UNVR saat ini sedang membentuk wave [ii]. UNVR diperkirakan terkoreksi terlebih dahulu sebelum berbalik arah untuk membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 5,825-6,225
Target Price: 7,350, 8,250
Stoploss: below 5,275

KLBF - Buy on Weakness (1,045)
Penguatan KLBF tertahan oleh MA20 dan volume pembelian terlihat semakin mengecil. Selama KLBF tidak terkoreksi melebihi 830, maka diperkirakan KLBF saat ini sedang bergerak membentuk wave 2, dimana KLBF akan terkoreksi dalam jangka pendek terlebih dahulu. Selanjutnya, pergerakan KLBF berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave 3.
Buy on Weakness: 870-900
Target Price: 1,150-1,350
Stoploss: below 830

JSMR - Sell on Strength (2,420)
Terkoreksi sebesar 6,9%, pergerakan JSMR kami perkirakan saat ini sedang berada pada awal wave [v] dari wave C. Diperkirakan koreksi wave [v] dari wave C terdekat berada pada area 2340-2380 dan idealnya berada pada area 1,870-1,930.
Sell on Strength: 2,420-2,600

MDKA - Sell on Strength (1,035)
Ditutup terkoreksi 3,7% pada perdagangan kemarin (30/3), MDKA tertahan oleh MA5 serta _retracement_ 23.6 pada koreksinya, maka kami memperkirakan MDKA saat ini sedang berada pada awal koreksi dari wave (C). Kami memperkirakan koreksi wave (C) pada MDKA berada pada range 750-850, namun koreksi terdekat MDKA diperkirakan berada pada area 960-990 sekaligus menutup gap yang ada.
Sell on Strength: 1,035-1,075

Disclaimer On

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | EXCL, KLBF, MIKA, TLKM


Daily Technical 31 Maret 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Selasa 31 Maret 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -131,07 poin (-2,88%) menuju level 4.414,50 pada perdagangan hari Senin 30 Maret 2020 kemarin. IHSG akhirnya kembali menurun, dengan factor aksi profit taking dan antisipasi kebijakan karantina wilayah oleh pemerintah. Aksi ini kemduain berhasil diredam dengan naiknya indeks Dow Futures pada sesi 2. Bisa dibilang IHSG masih erat kaitannya dengan sentimen eksternal. Dan karena perdagangan kemarin IHSG ditutup dengan body candlestick pendek namun ekor panjang, maka IHSG berpeluang melemah kembali.

Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 4.265 s/d 4.600.

[EXCL]
Testing Resistance: Menguji resistance MA20 pada 1910, terbentuk pola hanging man yang memberikan indikasi tekanan jual lebih tinggi.
Rekomendasi: Hold, TP 1910.
Support: 1650.
Resistance: 1910.

[KLBF]
Trend Following: Melanjutkan penguatan di atas support MA5 (saat ini berada pada 955). Penguatan berpotensi berlanjut selama tidak ditutup menurun di bawahnya.
Rekomendasi: Hold, TP 1100.
Support: 955.
Resistance: 1100.

[MIKA]
Higher Low Pattern: Membentuk pola pergerakan higher low, megindikasikan tren penguatan.
Rekomendasi: Hold, TP 2000.
Support: 1800.
Resistance: 2000.

[TLKM]
Making New Trend: Berpotensi membentuk pola baru jika mampu melanjutkan penguatan di atas 3140 yang merupakan resistance pada tren yang sedang berjalan.
Rekomendasi: Hold, TP 3250.
Support: 2900.
Resistance: 3250.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham IPOT | TLKM, KLBF, KAEF


IHSG (4.280-4.560) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 4.560 kemudian 4.710 dengan support di level 4.280 dan 4.150.

TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.240 kemudian 3.360 dengan support di level 3.010, cut loss jika break 2.910.

KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.085 kemudian 1.130 dengan support di level 995, cut loss jika break 950.

KAEF (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.095 dengan resist di level 1.275 dan 1.345.

XPDV (Sell) : Target pelemahan harga pada level 309 kemudian 293 dengan resist di level 345 dan 360.

XPID (Sell) : Target pelemahan harga pada level 356 kemudian 342 dengan resist di level 386 dan 403.

XMTS (Sell) : Target pelemahan harga pada level 330 kemudian 319 dengan resist di level 361 dan 376.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mr2

BURSA ASIA PASIFIK DIBUKA NAIK PADA SELASA INI.


IQPlus, (31/03) - Bursa Asia Pasifik dibuka naik pada Selasa pagi menjelang disampaikannya Indeks Purchasing Managers Manufacturing China bulan Maret pada jam 10 WIB.

Bursa Australia memimpin kenaikan indeks regional dimana indeks S&P/ASX 200 naik 3,17% usai indeks terbang 7% pada Senin kemarin.

DI Korea, indeks Kospi naik 1,63% ketika indeks Kosdaq naik 2,58% dan Indeks Nikkei 225 naik lebih dari 0,51% dan indeks Topix naik 0,13%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,76%.

Indeks US Dollar AS berada di level 99,221 dan yen diperdagangkan di level 108,04 dan dolar Australia berada di level $0,6167. (end)

Bandarmologi Saham BDMN, TLKM, KLBF, MIKA, INCO


Tuesday (31/03/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) 


IDX Composite 4,380 - 4,492
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): STRONG SELL
CCI (14): NEUTRAL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: OVERSOLD
WILLIAMS R: SELL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

BDMN 1,895 - 2,110
TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,895
TARGET PRICE: 2,110
STOP-LOSS: 1,890

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


TLKM 2,950 - 3,370
TECHNICAL  INDICATORS: BUY 2,960
TARGET PRICE: 3,370
STOP-LOSS: 2,940

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


*KLBF 970 - 1,130*
*TECHNICAL INDICATORS*: BUY 975
*TARGET PRICE*: 1,130
*STOP-LOSS*: 965

*BANDARMOLOGY:*
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


*MIKA 1,775 - 2,020*
*TECHNICAL INDICATORS*: BUY 1,780
*TARGET PRICE*: 2,020
*STOP-LOSS*: 1,770

*BANDARMOLOGY:*
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


*INCO 1,875 - 2,220*
*TECHNICAL INDICATORS*: BUY 1,880
*TARGET PRICE*: 2,220
*STOP-LOSS*: 1,870

*BANDARMOLOGY:*
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Update Harga Komoditas dan Indeks | 31 Maret 2020

Good morning,

Stocks continue their rebound from coronavirus plunge, Dow jumps 3%

Stocks rose on Monday, building on a strong rally from last week as the U.S. extended measures to contain the coronavirus outbreak.

Dow.......22328    +690.7    +3.19%
Nasdaq..7774     +271.8     +3.62%
S&P 500..2627    +85.2       +3.35%
FTSE.......5564      +53.4     +0.97%
Dax..........9816     +183.5   +1.90%
CAC.........4379     +27.02   +0.62%

Nikkei....19085     -304.5     -1.57%
HSI.........23175     -309.2    -1.32%
Shanghai.2747     -24.99     -0.90%
ST Times.2416     -112.5     -4.45%

IDX.......4514.50  -131.07  -2.88%
LQ45......670.77   -28.01    -4.01%
Indo10Yr...8.2321         -0.0533    -0.64%
ICBI...........268.2236    -0.0804     -0 .03%
US10Yr.... .0.6700       -0.0790     -10.55%
VIX............57.08         -8.46          -12.91%
USDIndx .....99.1810  +0.8160     +0.83%
Como Indx...121.69    -2.20           -1.77%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL...........4.98     -0.20           -3.86%
 (Dow Jones US Coal Index) 
IndoCDS...229.047   +22.28     +10.775%     
 (5-yr INOCD5)  

IDR.......16337.50    +167.50     +1.04%
Jisdor...16336          +106.00     +0.65% 

Euro.........1.1047     -0.0084    -0.84%

TLKM......19.79      +0.89       +4.71%
(3232)
EIDO..........14.38      +0.04       +0.28%
EEM...........33.99      +0.55       +1.65%

Oil........20.45          -1.06         -4.92%
Gold .....1640.60      -13.50       -0.82%
Timah....14452.50   +152.50   +1.07%
Nickel....11317.50    -97.50      -0.85%
Coal price..69.00   -2.65      -3.70%
(Apr/Newcastle)
Coal price..68.90   -1.55       -2.20%
(May/Newcastle)
Coal price..50.75   -1.85       -3.52%
(Apr/Rotterdam) 
Coal price..51.50   -1.40       -2.65%
(May/ Rotterdam)

CPO(May)...2509   +85       +3.51%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn............341.25  -4.75      -1.37%
SoybeanOil...26.87  +0.02     +0.07%
Wheat.........569.50  -1.75       -0.31%
Rubber......144.80     -4.30      -2.88%

( *DE*/ *Phintraco(AT)*  31 -03-20)
   
*********

PT Plaza Indonesia Realty Tbk Raih Pendapatan IDR 1,48 Trilyun per Desember 2019 | PLIN

IQPlus, (30/03) - PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) meraih pendapatan sebesar Rp1,48 triliun hingga periode yang berakhir 31 Desember 2019 naik dari pendapatan Rp1,44 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroa Senin menyebutkan, laba bruto diraih Rp1,05 triliun naik dari laba bruto Rp1,03 triliun tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp623,21 miliar dari laba sebelum pajak Rp441,94 miliar tahun sebelumnya.

Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp532,69 miliar dari laba Rp553,26 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp12,55 triliun hingga 31 Desember 2019 turun dari total aset Rp15,14 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk Raih Laba Bersih USD 1,59 Juta | MBSS

IQPlus, (30/03) - PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) berhasil meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$1,59 juta hingga periode 31 Desember 2019 usai mencatat rugi bersih US$17,14 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan naik menjadi US$77,84 juta dari pendapatan US$75,38 juta dan beban langsung turun menjadi US$59,39 juta dari US$70,52 juta dari laba kotor naik menjadi US$18,45 juta dari laba kotor US$4,85 juta.

Laba sebelum pajak diraih sebesar US$1,81 juta dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang diderita US$16,75 juta. Total aset perseroan mencapai US$218,14 juta hingga periode 31 Desember 2019 turun dari total aset US$239,71 juta hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Panca Budi Idaman Tbk Raih Penjualan Bersih IDR 4,63 Trilyun | PBID

IQPlus, (30/03) - PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) meraih penjualan bersih Rp4,63 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan bersih Rp4,35 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp4,03 triliun dari Rp3,73 triliun membuat laba bruto turun menjadi Rp601,92 miliar dari laba bruto Rp619,75 miliar.

Laba usaha turun menjadi Rp308,77 miliar dari laba usaha turun menjadi Rp389,05 miliar. Laba Sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp297,82 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp385,01 miliar.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun jadi Rp222,90 miliar dari laba tahun sebelumnya yang Rp294,51 miliar. Sedangkan total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp2,34 triliun naik dari total aset Rp2,29 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Jasa Armada Indonesia Tbk Alami Pertumbuhan Laba | IPCM

IQPlus, (30/03) - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM atau Perseroan) mengumumkan laporan keuangan auditan untuk tahun buku 2019. IPCM berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 90 miliar tahun 2019, atau naik 24% dari Rp 73 miliar tahun 2018. Laba sebelum pajak mengalami peningkatan sebesar 9% menjadi Rp 132 miliar tahun 2019 dibandingkan Rp 121 miliar tahun lalu.
Pendapatan IPCM sebesar Rp 682 miliar diperoleh dari jasa pelayanan kapal dengan kontribusi Penundaan Kapal (Tugging) sebesar Rp 604 miliar yang merupakan 89% dari pendapatan, serta jasa Pengelolaan Kapal sebesar Rp 56 miliar yang memberikan kontribusi sebesar 8%. Jasa Pemanduan (Pilotage) yang memberikan kontribusi 3% dari total pendapatan mengalami peningkatan signifikan sebesar 49% dari Rp 14 miliar di tahun 2018 menjadi Rp 20 miliar di tahun 2019.

Pendapatan jasa pelayanan pemanduan dan penundaan di luar wilayah pelabuhan umum/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC yaitu di wilayah sektor Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) pada tahun 2019 meningkat signfikan sebesar 180% dari Rp 25 miliar di tahun 2018 menjadi Rp 70 miliar di tahun 2019. Selanjutnya ke depan Perseroan akan terus menambah pendapatan berulang (recurring income) Perseroan dan menjadikan pendapatan di sektor TERSUS dan TUKS terus tumbuh berkelanjutan (sustainable growth).

"Laba bersih meningkat terutama karena kontribusi pendapatan layanan penundaan di pelabuhan umum serta jasa pengeloaan kapal yang mencapai 88% dari total pendapatan ditambah peningkatan kontribusi dari layanan pemanduan dan penundaan di pelabuhan lain selain pelabuhan umum dari 6% menjadi 10%. Di samping itu, pengelolaan dana dan pengendalian biaya yang lebih efektif turut mendukung tercapainya kenaikan laba bersih tersebut," ujar Rizki Pribadi Hasan, Direktur Keuangan dan SDM.

Pada tahun 2019 Perseroan mencatat peningkatan total aset sebesar 10,4%, meningkat menjadi Rp 1,3 triliun dari Rp 1,2 triliun tahun sebelumnya. Perseroan mencatat kenaikan Laba Per Saham (EPS) dan secara keseluruhan menunjukkan rasio keuangan yang sehat. EPS Perseroan meningkat menjadi Rp 17,0 dari Rp 13,8 pada tahun 2018, marjin laba bersih (NPM) Perseroan meningkat menjadi 13,2% dibandingkan 10,0% tahun lalu. Rata-rata Return on Average Equity (RoAE) menjadi 8,5% di tahun 2019, meningkat dari 7,1% tahun 2018 serta Rata-rata Return on Average Assets (RoAA) adalah 7,4% di tahun 2019, naik dari 5,8% di tahun 2018.

Direktur Utama IPCM, Chiefy Adi Kusmargono menyatakan, Perbaikan kinerja IPCM dicapai melalui program transformasi perusahaan yang mulai dijalankan secara intensif sejak pertengahan tahun 2019. Beberapa inisiatif yang merupakan bagian dari program transformasi tersebut antara lain penajaman visi misi perusahaan, peningkatan kualitas SDM, perbaikan citra perusahaan, pengembangan produk dan jasa, otomasi proses kerja melalui digitalisasi, serta penetrasi pasar yang telah ada maupun penambahan pasar baru, serta melanjutkan upaya peningkatan tata kelola perusahaan di semua aspek. (end)

PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk Raih Pendapatan IDR 115 Milyar per Desember 2019 | GHON

IQPlus, (30/03) - PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) meraih pendapatan Rp115,94 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan Rp108,70 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba kotor naik menjadi Rp93,38 miliar dari laba kotor Rp85,28 miliar tahun sebelumnya dan laba dari operasi naik menjadi Rp81,68 miliar dari laba Rp673,89 miliar tahun sebelumnya.

Beban lain-lain bersih turun menjadi Rp8,50 miliar dari Rp12,98 miliar membuat laba sebelum pajak penghasilan naik jadi R73,18 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp60,91 miliar.

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp63,51 miliar naik dari laba bersih Rp49,42 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp740,43 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik tajam dari total aset Rp485,16 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Singapura Gencarkan Aplikasi MoRe | BBNI

IQPlus, (30/03) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Cabang Singapura menerapkan jarak aman antarnasabah minimal satu meter dan menggencarkan layanan pengiriman uang bagi nasabah melalui aplikasi MoRe menghindari penyebaran COVID-19.

"Kami tetap beroperasi secara normal dengan menerapkan langkah pencegahan untuk melindungi nasabah dan karyawan," kata Deputi General Manager BNI Kantor Cabang Singapura Irwan Febryansyah dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, bank BUMN cabang di negeri dengan ikon patung singa itu masih beroperasi dan melayani transaksi perbankan untuk semua nasabah.

Untuk itu, pihaknya mengikuti arahan Kementerian Kesehatan Singapura dan Otoritas Jasa Keuangan Singapura dengan menerapkan langkah pencegahan tersebut di kantor cabang.

Selain menerapkan jarak aman bagi nasabah yang antre, manajemen juga menerapkan langkah pencegahan dengan membatasi jumlah nasabah yang dapat memasuki area bank pada saat bersamaan.

Kemudian, lanjut dia, menyediakan penyanitasi tangan di sejumlah titik area bank dan pengisian formulir deklarasi perjalanan.

Dia menjelaskan tiga gerai BNI di Singapura juga sudah ditata ulang untuk mengakomodasi ketentuan yang ditetapkan pemerintah setempat.

Selain menerapkan langkah pencegahan di area kantor cabang, BNI Singapura mempermudah transaksi perbankan khususnya bagi nasabah pekerja migran Indonesia.(end)

Indosat Ooredoo Bagikan Bonus Karyawan Lebih Cepat | ISAT

IQPlus, (30/03) - President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, kembali mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan semangat kepada karyawannya yang telah mendukung perusahaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di tengah makin merebaknya wabah virus corona.

Manajemen Indosat juga mengumumkan segera memberikan bonus tahunan lebih awal sebesar total Rp318 miliar kepada seluruh karyawan, yang dapat digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan keperluan kesehatan selama berlangsungnya krisis saat ini.

Ucapan terima kasih sekaligus penyemangat tersebut terungkap dalam acara temu karyawan dengan CEO Ahmad Al-Neama dengan seluruh karyawan Indosat bertajuk, CEO Message : .We Are Together to Halt Covid-19, #StayHomeStayConnected..

Dalam status akun media sosial salah satu pegawai Indosat di Jakarta, Sabtu mengatakan virtual meeting tersebut digelar pada Jumat (27/3), yang intinya manajemen Indosat Ooredoo mengapresiasi kerja keras seluruh karyawan dan mengajak semuanya berpikir lebih besar dan bertindak lebih cepat pada 2020.

Dalam memonya, Presiden Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan bahwa manajemen terus memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan semua karyawan dan layanan kepada pelanggan adalah yang utama. "Sahabat Indosat Ooredoo adalah prioritas utama".

"Terima kasih atas segala upaya kreatif dan kolaboratif serta dukungan karyawan kepada perusahaan dan pelanggan selama krisis berlangsung akibat semakin menyebarnya virus corona. Saat-saat seperti ini, bisa mengingatkan bahwa masing-masing dari kita memiliki sesuatu untuk berkontribusi dan pentingnya untuk bersatu sebagai masyarakat," tulisnya.(end)

PT Bukit Asam tbk Terima Alat Kesehatan dari China | PTBA

IQPlus, (30/03) -  PT Bukit Asam tbk menerima bantuan berupa alat-alat kesehatan untuk pencegahan penyebaran wabah COVID-19 dari China Huadian yang merupakan mitra kerja perusahaan.

Proses penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang dilangsungkan oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin.

Bantuan alat kesehatan dari China Huadian berupa 700 termometer elektronik, 400 termometer, 530 alat pelindung diri, 530 kacamata pelindung, 500 sarung tangan, 506.000 masker dan 2.000 masker N95, berdasarkan rilis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Selanjutnya, Bukit Asam meneruskan bantuan tersebut untuk dikirimkan kepada sejumlah rumah sakit rujukan yang menangani langsung penanganan COVID-19 di beberapa daerah Indonesia.

Dalam bantuan tersebut, Bukit Asam berharap untuk dapat mendukung para tenaga medis yang menjadi garda depan dalam menangani para pasien yang terpapar COVID-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Jumat, 27 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.046 kasus, sementara 46 orang sembuh dan 87 meninggal dunia.

Dijelaskan, pasien yang sembuh bertambah 11 kasus, sementara yang meninggal bertambah sembilan kasus. Sebelumnya pada Kamis (26/3), tercatat 893 kasus positif COVID-19, 78 orang meninggal dan 35 orang sembuh.(end)

Rekomendasi Saham Mirae Assets Sekuritas | BRPT, BTPS, BMRI


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
March 30, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 4,545.57 (+4.76%), prone to correction, trading range 4,436-4,587. Indikator MFI optimize dan indikator indikator W%R optimized naik terbatas dengan kecenderungan konsolidasi. Pada periode weeklu  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized coba naik dari oversold area . Daily support di 4,436 dan daily resistance di 4,587. Cut loss level di 4,295.

BRPT Daily  , 620 (+13.76%), buy on weakness, trading range 555 – 630. Indikator MFI optimized ,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik. Daily support  di 555 sementara itu daily resistance di  630. Cut loss level  460.

BTPS Daily, 2,450(+7.93%), buy on weakness, trading range 2,230 – 2,540. Indikator MFI optimized,,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik terbatas namun rawan koreksi. Daily support  di 2,230 sementara itu daily resistance  di 2,540. Cut loss level  di 2,030.

BMRI Daily , 4,940 (+10.51%), buy on weakness, trading range 4,620 – 5,025. Indikator MFI optimized,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized  masih cenderung naik namun terbatas dan rawan koreksi. Perkiraan daily support di  4,620  dan daily resistance di 5,025 .Cut loss level di 3,850.

Analisa Saham ISAT, TLKM dan EXCL | 30 Maret 2020


1. PT Indosat Tbk (ISAT)

ARPU milik ISAT di tahun ini diprediksi akan melanjutkan tren positifnya. Apalagi didukung dengan valuasi yang lebih atraktif. ISAT sendiri mencatatkan pertumbuhan ARPU sebesar 41,3% secara yoy pada tahun 2019. Angka itu ditopang dengan kontribusi data sebesar 79%.
Rekomendasi: Buy di harga Rp 2.675
Analis Sinarmas Sekuritas Richardson Raymond

2. PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM)

TLKM sejauh ini juga tengah melakukan ekspansi jaringan di luar Pulau Jawa untuk memperluas cakupan dan kualitas jaringan yang nantinya juga akan meningkatkan jumlah pelanggannya. 
Kinerja penjualan TLKM pada kuartal III-2019 tercatat naik sebesar 3,5% secara yoy.
Rekomendasi: Buy di harga Rp 4.330
Analis NH Korindo Sekuritas Restu Pamungkas

3. PT XL Axiata (EXCL)

EXCL memiliki pertumbuhan pendapatan sebesar 9,6% secara yoy menjadi Rp 23 triliun. Di mana, penggunaan datanya tumbuh 35,7% secara yoy. Mengingat penjualan datanya yang tinggi sebesar 79% pada kuartal IV-2019.
Rekomendasi: Buy di harga Rp 3.800
Analis Indo Premier Sekuritas Hans Tantio

Analisa Saham ICBP | Moving steadily


ICBP mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,5 triliun (-10,8 QoQ; +6,4% YoY) di 4Q19 dan membawa pendapatan di 2019 tercatat sebesar Rp42,3 triliun (+10,1% YoY) inline dengan estimasi (PANS: 101,0%; Cons: 99,2%). Peningkatan ini didukung oleh kinerja solid dari 2 segmen bisnis utama yaitu noodles dan dairy dimana kedua segmen mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,7% YoY dan 6,7% YoY secara berturut-turut, dengna pertumbuhan volume tercatat sebesar 6% YoY dan 5% YoY secara berturut-turut. Segmen dairy sendiri mencatatkan kenaikan marjin laba operasi ke level 14,2% di 2019 (2018: 10,5%) seiring dengan rendahnya harga gula yang merupakan salah satu bahan baku untuk produk-produk high sugar content. Memasuki tahun 2020, kami memperkirakan pertumbuhan kinerja akan lebih lambat dengan marjin yang sedikit lebih rendah dibanding 2019, sehingga kami menurunkan estimasi laba operasi dan laba bersih di 2020 masing-masing sebesar -3,6%/-2,0%. Kami tetap mempertahankan rekomendasi BUY untuk ICBP namun menurunkan target harga ke Rp11.000 (sebelumnya: Rp13.700) (implied PE 24,0x di 2020) setara dengan -0,5x std.dev rata-rata PE 5 tahun terakhir.

Mempertahankan double-digit growth dengan kinerja segmen noodles yang solid. ICBP mencatatkan pendapatan di 4Q19 sebesar Rp9,5 triliun (-10,8% QoQ; +6,4% YoY) membawa pendapatan di 2019 tercatat sebesar Rp42,3 triliun (+10,1% YoY) inline dengan estimasi (PANS: 101,9%; Cons: 99,2%). Segmen noodles sebagai kontributor mayoritas mencatatkan peningkatan pendapatan ke level Rp27,7 triliun di 2019 (+9,7% YoY) diikuti oleh marjin laba operasi yang stabil di level 21,9% di 2019 (2018: 21,0%). Peningkatan kinerja dari segmen noodles mayoritas didorong oleh meningkatnya volume penjualan sebesar 6% YoY sepanjang tahun 2019. Memasuki tahun 2020, kami memperkirakan kinerja segmen noodles masih akan bertumbuh solid dengan marjin laba operasi di kisaran ~20% di tahun 2020.

Segmen dairy mencatatkan peningkatan marjin laba operasi. Segmen dairy yang berkontribusi sebesar 19% ke total pendapatan, juga mencatatkan hasil yang positif, dengan pendapatan sebesar Rp8,0 triliun (+6,7% YoY) dimana mayoritas pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya volume penjualan yang tercatat sebesar 5% YoY di tahun 2019. Marjin laba operasi tercatat meningkat ke level 14,2% di 2019 (2018: 10,5%) seiring dengan penyesuaian harga jual rata-rata dan juga rendahnya bahan baku seperti gula yang digunakan untuk produk-produk high sugar content. Memasuki tahun 2020, kami memperkirakan marjin laba operasi berpotensi sedikit tertekan ke kisaran ~13% seiring dengan potensi meningkatnya beban operasional untuk mendukung pertumbuhan pendapatan ditengah perlambatan ekonomi.

Segmen food seasonings mencatatkan kenaikan kinerja pasca akuisisi. Akuisisi dari NICI yang dilakukan pada akhir tahun 2018 berdampak signifikan terhadap kinerja segmen food seasonings di tahun 2019, dimana pendapatan segmen ini tercatat di Rp2,4 triliun (+60,6% YoY). Selain itu, marjin laba operasi dari segmen ini juga meningkat ke level 9,4% (2018: 8,9%) pasca akuisisi. Kami memperkirakan pertumbuhan dari segmen ini akan mengalami normalisasi ke kisaran ~6% YoY di tahun 2020 dengan marjin yang cenderung stabil.

Efisiensi mendorong perbaikan kinerja segmen beverages dan snack foods. Ditengah kompetisi yang masih agresif, segmen beverages mencatatkan perbaikan, dimana rugi operasi tercatat turun ke -Rp160 miliar di 2019 (2018: -Rp299 miliar) dimana salah satunya, didorong oleh pemilihan kemasan produk yang lebih selektif untuk mendukung efisiensi operasional. Selain itu segmen snack foods mencatatkan rugi bersih yang juga mengecil, tercatat -Rp43 miliar di 2019 (2018: -Rp198 miliar) yang masih disebabkan oleh produk biscuits. Namun, kami memperkirakan untuk segmen snack foods akan mampu mencatatkan laba operasi yang positif kedepannya, seiring pengehentian produksi produk biscuits di 2H19.

Mempertahankan rekomendasi BUY namun menurunkan target harga ke Rp11.000. Kami melihat kinerja ICBP masih akan mampu bertumbuh positif di 2020 didukung oleh: 1) harga bahan baku yang relatif stabil di 2020 dan menjadi penopang marjin keuntungan pada segmen utama seperti noodles dan dairy, 2) penghentian produksi untuk produk biscuits yang akan berdampak positif terhadap kinerja dari segmen snack foods, dan 3) neraca yang solid untuk menopang ekspansi, dimana di 2020 ICBP menganggarkan Rp4,7 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi serta membangunan infrastruktur pendukungnya. Sebagai informasi, saat ini tingkat utilitas pabrik rata-rata tercatat berada di kisaran 70%-75%. Meski demikian, kami memperkirakan pertumbuhan kinerja akan lebih lambat dibanding 2019 seiring dengan penurunan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, kami menurunkan estimasi laba operasi dan laba bersih di 2020 masing-masing sebesar -3,6%/-2,0% di 2020. Kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk ICBP dengan target harga Rp11.000 (sebelumnya: Rp13.700) (implied PE 24,0x di 2020) setara dengan -0,5x std.dev rata-rata PE 5 tahun terakhir.

Best Regards,
Panin Sekuritas

Ulasan Pasar Global | 30 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 30, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street tumbang ketika kasus virus di A.S. melewati 100.000

Saham Wall Street ditutup pada hari Jumat, mengakhiri lonjakan besar tiga hari setelah keraguan tentang nasib ekonomi AS muncul kembali dan jumlah kasus virus korona di negara itu naik.

Dow Jones merosot 4,06% dan berakhir pada 21.636,78 poin. S&P 500 kehilangan 3,37% menjadi 2.541,47. Nasdaq turun 3,79% menjadi 7.502,38.

Saham AS memperdalam kerugian mereka di akhir sesi, bahkan setelah Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui paket bantuan $2,2 triliun - yang terbesar dalam sejarah Amerika - untuk membantu orang dan perusahaan mengatasi penurunan ekonomi yang disebabkan oleh wabah coronavirus dan menyediakan rumah sakit dengan kebutuhan mendesak seperti suplai medis.

Amerika Serikat telah melampaui Cina dan Italia sebagai negara dengan kasus coronavirus terbanyak. Jumlah kasus A.S. melewati 100.000, dan jumlah kematian melebihi 1.500.

Eropa

Bursa Eropa turun setelah reli tiga hari, tetapi menandai minggu terbaik sejak 2011

Bursa Eropa ditutup di zona merah pada hari Jumat setelah anggota parlemen Uni Eropa gagal menyetujui paket penyelamatan virus korona dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa ia telah terinfeksi.

Indeks STOXX 600 ditutup turun 3,3%.

Dengan sebagian besar Eropa praktis terkunci karena virus, resesi akan segera terjadi. Anggota parlemen Uni Eropa pada hari Kamis memperpanjang batas waktu untuk menyetujui paket penyelamatan ekonomi yang komprehensif dua minggu atas perselisihan antara selatan yang sakit dan utara yang konservatif secara fiskal.

"Mungkin Boris menguji positif berkontribusi pada aksi jual, meskipun itu akan tetap terjadi," kata analis. “Intinya adalah bahwa pemulihan dari krisis ini akan jauh lebih lambat daripada yang diharapkan oleh konsensus. Dan itu akan lebih diperlambat oleh tingginya tingkat pengangguran dan kurangnya belanja modal. "

Perubahan Jam Perdagangan di BEI

Mulai hari Senin, 30 Maret 2020, Jam Perdagangan di BEI mengalami perubahan (Kep-00031/BEI/03-2020):

Jam Perdag Ps REGULAR
Sesi 1__pkl.09:00 s/d 11:30
Sesi 2__pkl.13:30 s/d 14:49:59

Jam Perdag Ps TUNAI
Sesi 1__pkl.09:00 s/d 11:30

Jam Perdag Ps NEGOSIASI
Sesi 1__pkl.09:00 s/d 11:30
Sesi 2__pkl.13:30 s/d 15:15:00

Pasar Regular menggunakan sesi 
✓ Pra Pembukaan
✓ Pra Penutupan
✓ Pasca Penutupan

Pra PEMBUKAAN
Pkl. 08:45 s/d 08:55:00 input order
Pkl. 08:55:01 s/d 08:59:59 pembentukan harga

Pra PENUTUPAN
Pkl. 14:50 s/d 15:00 input order 
Pkl. 15:00:01 s/d 15:04:59__ pembentukan harga

Pasca Penutupan
Pkl. 15:05 s/d 15:15__Input order berdasarkan harga penutupan

Silahkan buka link

Rekomendasi Saham IPOT | BMRI, BBNI, ICBP


IHSG (4.330-4.760) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 4.760 kemudian 4.930 dengan support di level 4.330 dan 4.150.

BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 5.350 kemudian 5.650 dengan support di level 4.760, cut loss jika break 4.610.

BBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.370 kemudian 4.680 dengan support di level 3.850, cut loss jika break 3.740.

ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 10.475 kemudian 10.825 dengan support di level 9.625, cut loss jika break 9.325.

R-LQ45X (Buy) : Target kenaikan harga pada level 784 kemudian 833 dengan support di level 686, cut loss jika break 637.

XDIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 363 kemudian 386 dengan support di level 317, cut loss jika break 294.

XPFT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 429 kemudian 461 dengan support di level 370, cut loss jika break 343.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mqs

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | AKRA, ACES, ANTM, BMRI


MNC Daily Scope Wave
30 Maret 2020

Menutup pekan lalu, IHSG ditutup menguat 4,8% ke level 4,545. Nampak volume pembelian sudah mengecil dibandingkan hari sebelumnya dan tekanan jual juga muncul ditandai dengan munculnya upper shadow yang cukup panjang. Kami memperkirakan terdapat dua skenario pada IHSG, meskipun sama-sama terkoreksi, pada skenario biru IHSG akan terkoreksi untuk membentuk wave (5) dari wave C dari wave IV ke arah minimal 3,800-3,850 dan idealnya 3,450-3,500. Pada skenario merah, IHSG akan terkoreksi untuk membentuk wave 2 ke arah 4,080-4,300 saja, kemudian IHSG akan berpotensi menguat kembali.
Support: 3,911, 3,800
Resistance: 4,750, 5,000

AKRA - Buy on Weakness (2,060)
Pada perdagangan Jumat (27/3), AKRA menguat 8,4% namun volume pembelian mulai mengecil dan sudah mencapai titik MA20. Selama koreksi AKRA tidak melebihi 1,405, maka kami memperkirakan AKRA akan membentuk wave (b) dari wave [iv] dari wave C. Dimana AKRA akan terkoreksi dalam jangka pendek kemudian berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave (c) dari wave [iv].
Buy on Weakness: 1,700-1,900
Target Price: 2,200, 2,400
Stoploss: below 1,405

ACES - Buy on Weakness (1,310)
ACES menguat 2,7% pada perdagangan Jumat lalu (27/3) dan ACES juga telah mencapai titik MA20. Kami memperkirakan pergerakan ACES selanjutnya akan terkoreksi dalam jangka pendek untuk membentuk wave 2, setelah terkonfirmasi membentuk wave 2, maka ACES berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave 3. Skenario ini terjadi bila koreksi ACES tidak kembali ke bawah 970.
Buy on Weakness: 1,120-1,220
Target Price: 1,450, 1,600
Stoploss: below 970

ANTM - Sell on Strength (460)
Jumat kemarin (27/3), ANTM ditutup menguat 10,6% di level 460 dan ANTM sudah mencapai MA20. Posisi ANTM saat ini diperkirakan berada di akhir wave [iv] dari wave C, sehingga ANTM rentan untuk terkoreksi membentuk wave [v] dari wave C. Untuk level koreksi ANTM terdekat berada pada area retracement 14.6 di 420 dan idealnya berada pada range 220-280. 
Sell on Strength: 460-500

BMRI - Sell on Strength (4,940)
Meskipun ditutup menguat 10,5% pada Jumat lalu (27/3), namun kami memperkirakan posisi BMRI sudah berada di akhir wave 4 dari wave (C) dari wave [Y], dimana penguatan BMRI akan berlangsung terbatas dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave 5. Perhatikan level-level retracement yang telah kami berikan sebagai area koreksi BMRI, level koreksi BMRI terdekat berada pada area 4,600 pada jangka pendek dan 3,000-3,550 pada jangka menengah.
Sell on Strength: 4,940-5,300

Disclaimer On

IMF Ingin G20 Gandakan Upaya Lawan Corona

IQPlus, (27/03) - Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) untuk kembali menggandakan kapasitas pembiayaan darurat guna memperkuat respons terhadap pandemi virus corona yang menyebar cepat dan akan menyebabkan resesi global pada 2020.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, melalui pernyataan kepada para pemimpin G20, mengatakan bahwa kedalaman kontraksi ekonomi dan kecepatan pemulihan tergantung pada upaya menahan pandemi dan "seberapa kuat dan terkoordinasi tindakan kebijakan moneter dan fiskal kita."

Hal-hal itu dikatakannya sangat penting untuk mendukung pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang, yang khususnya sangat terpukul oleh krisis, penghentian ekonomi mendadak, pelarian modal dan, bagi sebagian orang, penurunan tajam dalam harga komoditas.

"Kita harus bertindak setara dengan besarnya tantangan," kata Georgieva kepada para pemimpin G20.

Dia mengatakan negara anggota G20 telah melakukan langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan jiwa dan melindungi ekonomi mereka, tetapi penting untuk memberikan dukungan fiskal yang ditargetkan kepada rumah tangga dan bisnis yang rentan sehingga mereka dapat tetap bertahan dan segera kembali bekerja.

"Dukungan semacam itu akan mempercepat pemulihan akhir dan menempatkan kami dalam kondisi yang lebih baik untuk mengatasi tantangan seperti utang yang terlalu banyak dan mengganggu aliran perdagangan," kata dia.

"Kalau tidak, akan butuh bertahun-tahun untuk mengatasi dampak kebangkrutan dan PHK yang meluas," Georgieva melanjutkan.

IMF memiliki sekitar 1 triliun dolar AS sumber daya keuangan untuk merespons pandemi, bekerjasama dengan Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional lainnya, tetapi tantangannya sangat besar, kata Georgieva.

Untuk meningkatkan kemampuannya merespons, Georgieva meminta para pemimpin G20 untuk mendukung penggandaan kapasitas pendanaan darurat IMF, dan meningkatkan likuiditas global melalui alokasi Special Drawing Right (SDR) yang cukup besar, seperti yang dilakukan selama krisis keuangan 2008-2009, juga sebagai perluasan penggunaan fasilitas jenis swap di IMF.

Georgieva mengatakan kepada wartawan awal bulan ini bahwa IMF akan menyediakan 50 miliar dolar AS dalam pembiayaan darurat yang tersedia untuk membantu negara-negara miskin dan menengah dengan sistem kesehatan yang lemah menanggapi meningkatnya krisis kesehatan.(end)

Dunia Gelontorkan USD 4 Milyar untuk Vaksin Corona

IQPlus, (27/03) - Negara-negara di dunia akan menggelontorkan 4 miliar dolar AS untuk mempercepat penemuan dan pengembangan antivirus serta vaksin COVID-19.

"Para pemimpin G20 bersama-sama berkeinginan menemukan vaksin COVID-19 dan akan berkolaborasi WHO dengan GAVI dan semua negara," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis.

Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut seusai mendampingi Presiden Joko Widodo yang mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor. KTT yang dimulai pukul 15.00 waktu Arab Saudi atau pukul 19.00 WIB tersebut membahas upaya negara-negara anggota G20 dalam penanganan COVID-19.

"Kemarin dari pertemuan menteri-menteri keuangan disebutkan akan ada alokasi 4 miliar dolar AS yang dimobilisasi negara-negara dunia terutama G20 untuk mengakselerasi riset dan menemukan antivirus atau vaksin COVID-19. ini sedang dibahas di level menteri keuangan G20," kata Sri Mulyani.

GAVI atau Global Alliance for Vaccines and Immunization adalah suatu kemitraan kesehatan global yang terdiri atas aktor negara dan swasta yang berkomitmen untuk meningkatkan akses imunisasi bagi negara-negara miskin.

"Jadi sudah ada upaya bersama dari leaders WHO dan GAVI untuk memobilisasi resources yang dimiliki untuk mempercepat eksperimen menemukan vaksin," ungkap Sri Mulyani.(end)

Singapura Akan Keluarkan Tambahan Stimulus

IQPlus, (27/03) - Singapura telah menyisihkan dana lain sebesar 48 miliar dolar Singapura ($33,17 miliar) guna mendukung bisnis dan rumah tangga usai perkiraan awal bahaw ekonomi negara itu akan menyusut lebihi dari perkiraan di kuartal pertama tahun ini.

Tambahan pengeluaran stimulus ini sebulan usai negara ini mengumumkan kebijakan ekonomi dan kesehatan sebesar 6,4 miliar dolar Singapura guna mengatasi pandemi virus.

"Ini adalah paket penting dan dibutuhkan untuk mengatasi situasi unik saat ini," ujar Heng Swee Keat, deputi PM dan Menteri Keuangan dalam pidato di depan parlemen Kamis.

Guna membiayai kebijakan baru tersebut, Heng mengatakan pemerintah akan menarik hingga 17 miliar dolar Singapura dari cadangan negara. Presiden Halimah Yakub dalam pesat tertulis yang dibacakan di parlemen telah memberikan persetujuan penggunaan dana cadangan tersebut.(end)

Fitch Ratings Beri AAA untuk USA Walau Ada Corona

IQPlus, (27/03) - Fitch Ratings pada hari Kamis menegaskan kembali peringkat kredit AAA Amerika Serikat, meski negara tersebut sedang menghadapi meningkatnya pengangguran dan resesi yang membayangi ketika pandemi coronavirus menimbulkan korban.

"Peringkat pemerintah AS didukung oleh kekuatan struktural yang meliputi ukuran ekonomi, pendapatan per kapita yang tinggi, dan lingkungan bisnis yang dinamis," kata Fitch.

Peringkat itu diberikan ketika Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran melonjak menjadi 3,3 juta pada pekan yang berakhir 21 Maret setelah pandemi menyebabkan banyak bisnis tutup.

Fitch memperkirakan bahwa PDB AS akan menyusut sekitar tiga persen tahun ini, lebih buruk daripada selama krisis keuangan global tahun 2009, tetapi ekonomi bisa pulih pada 2021 jika virus itu terkandung.(end)

Saham CCSI | PT Communication Cable System Indonesia Tbk Raih IDR 381 Milyar

IQPlus, (27/03) - PT Communication Cable System Indonesia Tbk (CCSI) meraih pendapatan neto sebesar Rp381,58 milar hingga periode 31 Desember 2019 turun dari pendapatan neto Rp444,99 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, namun penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp269,48 miliar dari Rp340,78 miliar dan laba bruto naik menjadi Rp112,09 miliar dibandingkan laba bruto Rp104,22 miliar.

Laba sebelum pajak naik menjadi Rp74,38 miliar dari laba sebelum pajak Rp47,02 miliar tahun sebelumnya dan laba bersih naik menjadi Rp55,52 miliar dari laba bersih Rp34,93 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp451,91 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp347,46 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Semua Kebijakan KTT G20 untuk Lawan Corona

IQplus, (27/03) - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pembuat kebijakan dari semua negara saat ini tengah berupaya merumuskan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengurangi kedalaman resesi ekonomi akibat COVID-19.

Hal itu disampaikan Menkeu seusai mendampingi Presiden Jokowi mengikuti KTT Khusus G20 yang membahas tentang COVID-19, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis malam.

"Seluruh dunia menggunakan instrumen untuk melawan kemungkinan terjadinya atau sudah terjadinya resesi, agar segera bangkit atau mengurangi kedalaman resesi itu sendiri dan sedang dirumuskan policy maker di masing-masing negara, dan kemudian kita akan kerja sama," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers via video dari Istana Kepresidenan Bogor.

Sri Mulyani mengatakan di Indonesia upaya-upaya mendukung dunia usaha yang terkena dampak negatif COVID-19, sedang dilakukan agar tidak mengalami pemburukan semakin dalam dengan melakukan relaksasi pinjaman dan pembayaran pajak.

Dia menambahkan sejauh ini Pemerintah telah melakukan relaksasi perpajakan untuk sektor spesifik, dan relaksasi pinjaman perbankan.

"Kita matangkan bersama BI, OJK dan LPS untuk relaksasi," jelas Sri Mulyani.

Adapun Menkeu menyampaikan kesepakatan bersama negara G20 untuk mengatasi resesi global salah satunya adalah bersama-sama menggunakan instrumen di masing-masing negara sehingga ekspor dan impor tetap bisa berjalan.(end)

Saham MERK | PT Merk Tbk Raih 744M per Desember 2019

IQPlus, (27/03) - PT Merk Tbk (MERK) meraih pendapatan dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp744.63 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari Rp611,96 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan seperti dikutip Jumat menyebutkan, laba bruto naik jadi Rp323,31 miliar dibandingan laba bruto Rp211,69 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha naik jadi Rp197,72 miliar naik dari Rp164,56 miliar dan laba usaha naik jadi Rp125,59 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp47,13 miliar dan laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp125,89 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp50,21 miliar.

Laba dari operasi yang dilanjutkan Rp78,26 miliar naik dari laba Rp37,38 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp901,06 miliar hingga 31 Desember 2019 turun dari total aset Rp1,26 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

Saham CBTN | PT Citra Tubindo Tbk Raih Kenaikan Pendapatan per Desember 2019

IQPlus, (27/03) - PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) meraih pendapatan sebesar US$143,56 juta hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan US$85,59 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok naik jadi US$117,37 juta dari US$72,85 juta membuat laba bruto menjadi US$26,19 juta meningkat dari laba bruto US$12,74 juta.

Laba usaha diraih US$3,88 juta usai mencatat rugi usaha US$7,27 juta tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih US$3,41 juta setelah mencetak rugi sebelum pajak US$7,45 juta tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih US$1,65 juta usai mencatat rugi US$5,78 juta tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai US$172,32 juta hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset US$155,65 juta hingga 31 Desember 2018. (end)

Saham BRAM | PT Indo Kordsa Tbk Alami Penurunan Pendapatan per Desember 2019

IQPlus, (27/03) - PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) meraih pendapatan bersih US$245,62 juta hingga periode 31 Desember 2019 turun dari pendapatan bersih US$264,44 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, laba bruto turun menjadi US$31,14 juta dari laba bruto US$41,11 juta tahun sebelumnya dan laba usaha turun menjadi US$21,60 juta dari laba usaha US$26,99 juta.

Laba sebelum pajak tercatat US$20,54 juta turun dari laba sebelum pajak US$27,09 juta dan laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi US$13,50 juta dari laba US$16,97 juta tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai US$279,48 juta hingga periode 31 Desember 2019 turun dari total aset US$296,40 juta hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Pefindo Revisi Outlook PANR

IQPlus, (27/03) - PEFINDO merevisi outlook menjadi "negatif" dari "stabil" untuk peringkat "idBBB+" PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) dan Medium Term Notes (MTN) II Tahun 2018 Seri B.

Menurut keterangan yang diperoleh Jumat disebutkan, outlook "negatif" tersebut untuk mengantisipasi EBITDA dan FFO Perusahaan yang lebih rendah di 2020 yang disebabkan oleh risiko sistematik penyakit virus corona (COVID-19).

Kejadian ini menyebabkan kebijakan social distancing dan lock down hampir di seluruh negara sejak kuartal pertama 2020, yang sangat mempengaruhi sektor pariwisata. Pefindo melihat bahwa kejadian ini berdampak dampak negatif terhadap pendapatan dan arus kas PANR dalam waktu dekat.

Pefindo mengekspektasikan pendapatan PANR akan berpotensi turun di 2020 karena sebagian besar pemesanan perjalanan yang sudah dipesan, dibatalkan sejak Februari 2020 and Perusahaan tidak memiliki pemesanan baru untuk beberapa bulan kedepan. Selain itu, pelemahan Rupiah terhadap USD dapat berpengaruh negatif ke pendapatan Perusahaan dari bisnis perjalanan wisata - outbound, penyumbang pendapatan terbesar Perusahaan. 

Meskipun manajemen Perusahaan berencana mengurangi biaya untuk efisiensi, Pefindo melihat bahwa penurunan pendapatan yang dipengaruhi oleh COVID-19 dan depresiasi Rupiah dapat berdampak negatif terhadap kualitas kredit Perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Pefindo akan tetap memantau kinerja bisnis dan keuangan PANR secara intensif.(end)

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | CPIN, BBCA, INDF

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Maret 27, 2020)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 4,338.9 (+10.19%), test resistance at 4,417, trading range 4,215-4,417. Indikator MFI optimize dan indikator indikator W%R optimized cenderung konsolidasi. Pada periode monthly  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized konsolidasi di oversold area . Daily support di 4,215 dan daily resistance di 4,417. Cut loss level di 4,190.

CPIN Daily, 4,210 (+9.92%), sell on strength, trading range 4,160 – 4,510. Indikator MFI optimized ,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik. Daily support  di 4,160 sementara itu daily resistance di  4,510 Cut loss level  3,820.

BBCA Daily, 26,400(+17.33%), sell on strength, trading range 25,550 – 27,300. indikator MFI optimized,,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik  . daily support  di 25,550 sementara itu daily resistance  di 27,300 Cut loss level  di 24,100.

INDF Daily, 5,975 (+18.32%), sell on strength, trading range 5,625 – 6,250. Indikator MFI optimized,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized  cenderung naik. Perkiraan daily support di  5,625  dan monthly resistance di 6,175 .Cut loss level di 5,450.

Ulasan Pasar Global | 27 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 27, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Dow mengakhiri tiga hari terkuat sejak 1931

Dow Jones Industrial menyelesaikan tiga hari terkuat dalam sembilan dekade pada hari Kamis karena rekor pengangguran mingguan AS datang di bawah ketakutan terburuk investor dan fokus tetap pada stimulus $2 triliun yang belum pernah terjadi sebelumnya menunggu persetujuan oleh DPR AS.

Dow Jones melonjak 6,38% menjadi berakhir pada 22.552,17. S&P 500 melonjak 6,24% menjadi 2.630,07. Nasdaq bertambah 5,6% menjadi 7,797.54.

Dow selesai naik 21% dari level terendahnya Senin, membangunnya di pasar bullish, menurut definisi yang banyak digunakan. Itu adalah kenaikan persentase tiga hari terkuat indeks sejak 1931. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran melonjak menjadi 3,28 juta minggu lalu karena penguncian di seluruh negara bagian membuat ekonomi AS terhenti dan melepaskan gelombang PHK. Harapan rata-rata analis yang disurvei oleh Reuters adalah untuk 1 juta klaim, tetapi ujung atas perkiraan setinggi 4 juta.

Harapan tinggi bahwa DPR akan melewati langkah stimulus untuk mendukung industri tertekan, termasuk maskapai penerbangan, setelah Senat menyelesaikan proposal. Ini akan membanjiri negara dengan uang tunai dalam upaya untuk membendung dampak ekonomi yang menghancurkan dari pandemi yang semakin intensif yang telah menewaskan sekitar 1.000 dan menginfeksi hampir 70.000 orang di Amerika Serikat.

Eropa

Bursa Eropa ditutup lebih tinggi pada hari ketiga berturut-turut; pemungutan suara dana darurat

Bursa Eropa berbalik arah untuk berakhir lebih tinggi pada hari Kamis, mengikuti kenaikan di Wall Street, sementara investor menunggu pemungutan suara oleh anggota parlemen Uni Eropa pada dana darurat untuk meredam pukulan dari wabah coronavirus.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup 2,6% lebih tinggi.

Indeks saham A.S. melonjak sebagai pembacaan rekor dalam klaim pengangguran mingguan ditambahkan ke kasus untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut untuk memerangi dampak ekonomi dari pandemi coronavirus. Anggota parlemen Uni Eropa diharapkan pada hari Kamis untuk menyetujui dana darurat untuk meredam kemerosotan ekonomi blok yang dipicu oleh pandemi dan menopang maskapai yang terpukul dengan mempertahankan slot pendaratan mereka. Semalam, Bank Sentral Eropa menutup batas pada berapa banyak obligasi yang bisa dibeli dari negara zona euro tunggal, membuka jalan bagi pencetakan uang yang berpotensi tidak terbatas sebagai bagian dari respons terhadap wabah.

Perkembangan Ekonomi Terkini by Gubenur BI Perry Warjiyo

Perkembangan Ekonomi Terkini
by Gubenur BI Perry Warjiyo
26/03/2020

Internasional

1. Kabar positif datang dari AS dan Jerman. Senat AS telah menyetujui pemberian stimulus fiskal sebesar $2T, dmn sebesar $100M untuk kesehatan, $350M untuk UMKM, $250M untuk tenaga kerja dan $500M untuk dunia usaha, disamping bantuan sosial yang diberikan. Sementara, pemerintah Jerman telah menyetujui paket stimulus fiskal sebesar 10% dr PDB yang bernilai +- $860M. 

2. Langkah fiskal yang dilakukan  negera besar memperkuat langkah-langkah yg ditempuh oleh Bank Sentral di berbagai negara dalam meredam kepanikan global. Langkah tersebut telah mengurangi kepanikan di pasar global dengan DJIA menguat +2,4%, S&P menguat ++1%. Indek risiko AS (VIX) turun menjadi 63,9 dari 72. Selain itu Indeks saham utama di Eropa, euro stock dan FTSe100, serta indeks saham di negara emerging market, meliputi: di brazil, mexico, hingga rusia juga mengalami penguatan. 

Domestik

1. Pasar valas: sejak perdagangan Selasa (24/03) hingga saat ini (26/03) Rupiah menglami penguatan dan cenderung bergerak stabil. Adapun Rupiah saat ini diperdagangkan di sekitar Rp16.250/USD.

2. Pasar saham: IHSG menguat secara signifikan ke level 4.316 dengan penguatan sebesar 380 poin.

3. Pasar obligasi pemerintah: sejak Selasa (24/03) terjadi pembelian SBN oleh investor asing, khususnya di pasar sekunder, dengan Capital outflow yang  menununjukkan penurunan.

4. BI telah melajukan komunikasi secara langsung dengan investor global bersama dengan Wakil Menteri Keuangan pada Selasa (24/03), di mana investor global masih memiliki keyakinan terhadap Indonesia dalam mengelola perekonomian, namun kepanikan global yang terjadi pada minggu lalu membuat terjadinya capital outflow. Dengan adanya langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, investor global akan kembali memasuki pasar modal Indonesia baik melalui pembelian SBN maupun saham. Hal ini tentunya akan memberi dampak positif bagi pasar valas. 

4. BI bersama OJK setelah berkoordinasi dengan sektor keuangan dan sistem pembayaran akan mengurangi jam operasional dengan tujuan mencegah penyebaran covid-19. 

5. BI memastikan kebutuhan uang tunai di atm telah dilakukan secara _front loading_. BI memastikan stok uang yang tersedia dalam jumlah yang cukup setara dengan kebutuhan selama 6 bulan.

6. BI menghimbau masyarakat menggunakan uang non tunai utk mencegah penyebaran virus melalui e-money, m-banking, dan e-banking.

7. Industri sistem pembayaran telah memperpanjang masa berlakunya MDR yang murah dari Mei-September dan juga menurunkan biaya transfer kliring melalui SKNBI. 

8. BI juga menbantu pemerintah mempercepat penyaluran bansos kartu pra tenaga kerja dan kartu indonesia pintar secara elektronik. 

9. BI memastikan kondisi saat ini berbeda dengan Global crisis dan Asia crisis, di mana kondisi perbankan indonesia dalam kondisi yang sehat dengan nilai CAR yang tinggi dan NPL yang terjaga. 

10. BI memastikan cadev yang merupakan first line of defense dalam posisi yang lebih dari cukup cukup dalam menjaga stabilisasi rupiah maupun triple intervention. BI juga memiliki second line of defense dalam bentuk bilateral swap dengan sejumlah bank sentral, terutama dengan China senilai USD30B, USD22.7B, SGD10B, dsb.

Source: Bank Indonesia

Rekomendasi Saham IPOT | BBCA, INDF, SMGR


IHSG ( 4.080-4.630) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannnya. Target kenaikan indeks pada  level 4.630 kemudian 4.900 dengan support di level 4.080 dan 3.820.

BBCA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 27.700 kemudian 28.900 dengan support di level 25.500, cut loss jika break 24.600.

INDF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.250 kemudian 6.550 dengan support di level 5.775, cut loss jika break 5.575.

SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.475 kemudian 8.125 dengan support di level 6.575, cut loss jika break 6.350.

XISR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 309 kemudian 341 dengan support di level 238, cut loss jika break 201.

XIIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 401 kemudian 434 dengan support di level 338, cut loss jika break 306.

XPLC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 362 kemudian 402 dengan support di level 282, cut loss jika break 242.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mpy

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BBRI, PGAS, JPFA, TLKM


MNC Daily Scope Wave
27 Maret 2020

IHSG ditutup menguat dengan agresif kemarin (26/3) di level 4,338. Kami memperkirakan pergerakan IHSG sedang berada di akhir wave (4), dimana level penguatan minimal IHSG pada level 4,340 di retracement 23.6 sudah tercapai kemarin. Selanjutnya, target penguatan ideal IHSG berada pada area 4,600-4,620 pada retracement 38.2. Waspadai koreksi IHSG, terlebih jika kembali menembus 3,911 yang akan membentuk wave (5).
Support: 4,050, 3,800
Resistance: 4,400, 4,640

BBRI - Buy on Weakness (2,940)
Pada perdagangan kemarin (26/3), BBRI menguat tajam disertai dengan volume pembelian yang agresif juga. Kami memperkirakan BBRI akan terkoreksi dalam jangka pendek terlebih dahulu untuk membentuk wave 2. Selanjutnya, BBRI berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave 3, skenario ini berlaku apabila BBRI tidak terkoreksi melebihi 2,440.
Buy on Weakness: 2,650-2,800
Target Price: 3,200, 3,600
Stoploss: below 2,440

PGAS - Buy on Weakness (680)
Pada perdagangan kemarin (26/3), PGAS menguat secara agresif disertai dengan tekanan beli yang besar. Kami memperkirakan PGAS saat ini sedang berada di awal wave 4 dari wave [C], dimana PGAS masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 650-680
Target Price: 800, 1,000
Stoploss: below 600

JPFA - Buy on Weakness (940)
Penguatan yang terjadi pada JPFA kemarin (26/3), diperkirakan telah mengkonfirmasi terbentuknya wave C dari wave (Y) dan saat ini JPFA kami perkirakan sedang berada di awal wave A, dimana JPFA masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya. 
Buy on Weakness: 860-910
Target Price: 1,000, 1,050
Stoploss: below 760

TLKM - Sell on Strength (2,980)
Saat ini, kami memperkirakan posisi TLKM sedang berada di akhir wave 4 dari wave (C) dan retracement 38.2 sebagai level penguatan TLKM sudah tercapai kemarin pada level 3,080. Waspadai koreksi pada TLKM untuk membentuk wave 5 dari wave (C) dengan level koreksi terdekat berada pada 2,800 dan selanjutnya pada area 2,500 terlebih dahulu.
Sell on Strength: 3,000-3,300

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 27 Maret 2020

Good morning,

Dow rallies more than 1,300 points, capping its biggest 3-day surge since 1931

Stocks surged for a third straight day Thursday as investors shrugged off the release of record-breaking initial jobless claims while the Senate passed a massive economic stimulus bill amid the coronavirus outbreak.

Dow......22552     +1351.6 +6.38%
Nasdaq..7798      +413.2   +5.60%
S&P 500..2630    +154.5    +6.24%
FTSE.......5816     +127.5    +2.24%
Dax.........10001   +126.7    +1.28%
CAC.........4544    +111.3    +2.51%

Nikkei....18665    -882.03     -4.51%
HSI.........23352    -174.9       -0.74%
Shanghai.2765    -16.7          -0.60%
ST Times.2488    -17.9          -0.71%

IDX.......4338.90 +401.27  +10.19%
LQ45......651.41 +84.58     +14.92%
Indo10Yr...8.6156         -0.0823    -0.96%
ICBI...........263.9008   +1.5403    +0.58%
US10Yr.... .0.8110       -0.0470    -5.48%
VIX..............63.95         +2.28        +3.70%
USDIndx .....99.3520   -1.599        -1.58%
Como Indx...126.35    -3.25           -2.51%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.........5.23     -0.52          -9.04%
 (Dow Jones US Coal Index) 
IndoCDS...192.23      -27.353    -12.456%     
 (5-yr INOCD5)  

IDR.......16305.00     -195.00      -1.18%
Jisdor...16328           -158.00      -0.96% 

Euro.........1.1038   +0.0149    +1.37%

TLKM........18.72      +1.71       +10.05%
(3057)
EIDO....... ..15.15      +1.93       +14.60%
EEM............35.36      +1.29       +3.79%

Oil...........23.29         -1.27         -5.17%
Gold .....1648.00      +9.50       +0.58%
Timah....14025.00   -215.00    -1.51%
Nickel...11220.00     -100.00   -0.88%
Coal price..66.50    +0.15      +0.23%
(Mar/Newcastle)
Coal price..70.15  +1.40      +2.03%
(Apr/Newcastle)
Coal price..47.95    -0.30       -0.62%
(Mar/Rotterdam) 
Coal price..53.80    -0.65       -1.19%
(Apr/ Rotterdam)
CPO(May)......2392   -38        -1.56%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn............348.75  +0.25     +0.07%
SoybeanOil...26.50   -0.14      -0.53%
Wheat.........569.00   -11.00    -1.90%
Rubber......151.00     -0.90      -0.59%

( *DE*/ *Phintraco(AT)*  27 -03-20)
   
*****